http://go.onclasrv.com/afu.php?zoneid=1323360

Saturday, May 19, 2012

AL-QUR’AN PENYEJUK QOLBU

بسم الله الرحمن الرحيم

Penulis: Al Ustadz Qomar Su’aidi, LC

Ketahuilah, Al-Qur’an itu mengandung obat segala penyakit qolbu (hati). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Wahai manusia, telah datang kepada kalian mauidzhoh (pelajaran) dari Rabb kalian, dan penyembuh apa yang ada dalam hati.” (QS. Yunus : 57).

“ Dan kami turunkan dari Al-Qur’an ini sesuatu yang merupakan penyembuh dan rahmat bagi orang-orang mu’min.” (QS. Al-Isro’ : 82).

Segala penyakit qolbu itu bermuara pada syubhat (kesamaran pemahaman, ed.) dan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Qur’an adalah dapat menyembuhkan keduanya.

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa Al-Qur’an mencakup obat dan rahmat. Dan itu bukan untuk setiap orang, tetapi hanya untuk orang-orang yang beriman (mu’min) yang beriman dengan Al-Qur’an, membenarkan ayat-ayat-Nya dan mengetahui makna-maknanya.

Adapun orang-orang dzalim yang tidak membenarkan atau mengamalkannya, maka ayat-ayat Al-Qur’an itu tidak menambah kepada mereka kecuali kerugian….Maka penyembuhan Al-Qur’an itu mencakup penyembuhan Qolbu dari syubhat, kebodohan, pemikiran-pemikiran yang rusak, penyelewengan dan maksud-maksud (keinginan) yang jelek….Juga mencakup kesembuhan jasmani dari berbagai penyakit.” (Lihat Tafsir As-Sa’di, hal. 465).

Penyakit Syubhat atau kerancuan pemikiran, keragu-raguan terhadap ajaran Islam, ataupun munculnya ajaran-ajaran sesat yang menyelinap dalam qolbu seseorang, tentu menimbulkan sakit walaupun terkadang tidak dirasakan oleh yang bersangkutan. Penyakit subhat ini akan mengakibatkan rusaknya ilmu, penilaian dan pemahaman, sehingga seseorang tidak dapat menilai sesuatu sesuai dengan hakekatnya.

Itu semua dapat disembuhkan dengan Al-Qur’an karena di dalamnya terdapat keterangan dan bukti-bukti nyata lagi pasti. Al-Qur’an menerangkan tauhid, menetapkan adanya hari kebangkitan, dan adanya kenabian, serta membantah pendapat-pendapat yang sesat dan ajaran yang menyimpang.

Al-Qur’an menerangkan semua itu dengan sebaik-baik keterangan, menjelaskannya dengan sejelas-jelas penjelasan, sangat bagus dan indah tiada yang menandingi, mudah di pahami dan di cerna oleh akal. Al-Qur’an merupakan obat hakiki untuk menyembuhkan penyakit-penyakit qolbu.

Sebagai contoh pengalaman seorang pakar filsafat yaitu Al-Fahrurrozi, yang telah mencapai tingkatan paling tinggi di masanya dalam ilmu filsafat. Namun filsafat ternyata sebuah penyakit ganas pada qolbu seseorang yang hanya menimbulkan keraguan pada I’tiqad (keyakinan) seorang muslim lalu menimbulkan kegelisahan pada qolbunya sebagaimana dikatakan bahwa “akhir keadaan ahli filsafat adalah keraguan”.

Ia menyatakan dengan penuh kesadaran : “Saya perhatikan teori-teori ilmu kalam dan metodologi filsafat, saya nilai tidak mampu mengobati orang sakit dan menghilangkan dahaga. Saya melihat jalan yang paling dekat adalah jalan Al-Qur’an ….Dan barang siapa yang mencoba seperti percobaanku, maka ia akan mengetahui sebagaimana yang aku ketahui.”

Penyembuhan dengan Al-Qur’an tergantung pada pemahaman terhadap Al-Qur’an itu sendiri dan pengetahuan terhadap makna-maknanya. Orang yang Allah beri pemahaman, mata hatinya akan melihat yang haq dan yang bathil dengan begitu jelas sebagaimana ia melihat perbedaan siang dan malam.

Adapun penyakit qalbu berupa syahwat dan keinginan hawa nafsu, niat-niat yang rusak, iri, dengki, tamak dan sebagainya. Al-Qur’anpun penuh dengan obat penyakit ini karena di dalamnya terkandung mutiara-mutiara hikmah, nasehat-nasehat yang indah, memberi semangat untuk kebaikan, mengancam dari perbuatan jelek dan mengajak untuk juhud. Al-Qur’an memberikan perumpamaan dan kisah-kisah yang menyiratkan berbagai ibrah (pelajaran) sehingga membuat qolbu mencintai kebenaran dan membenci kesesatan, selalu memiliki keinginan kepada yang baik dan kembali kepada fitrahnya yang suci.

Dengan qolbu yang seperti itu, maka perbuatannya menjadi baik dan dia tidak menerima kecuali yang haq, bagaikan seorang bayi, tidak menerima makanan selain susu. Qolbunya mendapat gizi keimanan dari Al-Qur’an, sehingga menguatkan dan menumbuhkannya, menyenangkan dan membuatnya giat, sehingga menjadikannya semakin kokoh.

Qolbu membutuhkan segala sesuatu yang memberinya manfaat dan melindunginya dari mudharat (bahaya) sebagaimana jasmani membutuhkan segala sesuatu yang memberinya manfaat dan melindunginya dari mudharat. Dengan itu ia akan berkembang menuju kesempurnaan. Tiada jalan menuju kepada kesempurnaan qolbu kecuali dengan Al-Qur’an. Kalaupun ada jalan yang lain, maka itu sangat sedikit dan tidak akan mencapai kesempurnaan.
Wallahu a’lam.

Diringkas dari tulisan Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah dalam kitab Ighotsatul Lahfan. Hal. 50-52. (Majalah Asy-Syari’ah/Vol.I/No. 04/Syawal 1424 H).

Sumber : www.darussalaf.or.id

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam.

Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam. ia berkata:

Wahyu pertama yang diterima Rasulullah adalah mimpi yang benar. Setiap kali beliau bermimpi, mimpi itu datang bagaikan terangnya Subuh. Kemudian beliau sering menyendiri.
Biasanya beliau menyepi di gua Hira'. Di sana, beliau beribadah beberapa malam, sebelum kembali kepada keluarganya (istrinya) dan mempersiapkan bekal untuk itu. Kemudian beliau pulang ke Khadijah, mengambil bekal lagi untuk beberapa malam. Hal itu terus beliau lakukan sampai tiba-tiba wahyu datang ketika beliau sedang berada di gua Hira'.

Malaikat (Jibril as.) datang dan berkata: Bacalah. Beliau menjawab: Aku tidak dapat membaca. Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam. bersabda: Malaikat itu menarik dan mendekapku, hingga aku merasa kepayahan. Lalu ia melepaskanku seraya berkata: Bacalah. Aku menjawab: Aku tidak dapat membaca.

Dia menarik dan mendekapku lagi, hingga aku merasa kepayahan. Kemudian ia melepaskan sambil berkata: Bacalah. Aku menjawab: Aku tidak dapat membaca. Dan untuk yang ketiga kalinya ia menarik dan mendekapku sehingga aku merasa kepayahan, lalu ia melepaskanku dan berkata: Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak ia ketahui. Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam.

 pulang membawa ayat tersebut dalam keadaan gemetar, hingga beliau masuk ke rumah Khadijah seraya berkata: Selimuti aku, selimuti aku! Keluarganya pun menyelimutinya, hingga gemetarnya hilang. Kemudian beliau berkata kepada Khadijah: Hai Khadijah, apa yang telah terjadi denganku? Lalu beliau menceritakan seluruh peristiwa. Beliau berkata: Aku benar-benar khawatir terhadap diriku. Khadijah menghibur beliau: Jangan begitu, bergembirahlah.

Demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya. Demi Allah, sungguh engkau telah menyambung tali persaudaraan, engkau jujur dalam berkata: engkau telah memikul beban orang lain, engkau sering membantu keperluan orang tak punya, menjamu tamu dan selalu membela kebenaran.

Kemudian Khadijah mengajak beliau menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, saudara misan Khadijah. Dia adalah seorang penganut Kristen di masa Jahiliyah. Dia pandai menulis kitab berbahasa Arab dan menerjemahkan kitab Injil ke bahasa Arab, sesuai dengan kehendak Allah. Dia telah tua dan buta. Khadijah berkata kepadanya: Paman, dengarkanlah cerita keponakanmu ini (Muhammad).

Waraqah bin Naufal berkata: Hai keponakanku, apa yang engkau alami? Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam. menceritakan semua peristiwa yang beliau alami. Mendengar penuturan itu, Waraqah berkata: Ini adalah Namus (Jibril as.) yang dahulu datang kepada Musa as. Seandainya saja di saat kenabianmu aku masih muda. Oh... seandainya saja aku masih hidup pada saat engkau diusir oleh kaummu. Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam. bertanya: Apakah mereka akan mengusirku? Waraqah menjawab: Ya, setiap orang yang datang mengemban tugas sepertimu pasti dimusuhi. Jika harimu itu sempat kualami, tentu aku akan membelamu mati-matian. (Shahih Muslim No.231)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra., ia berkata:
Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam. menceritakan tentang masa terhentinya wahyu: Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit.
Aku pun mengangkat kepalaku, ternyata malaikat yang pernah mendatangiku di gua Hira' sedang duduk di atas kursi di antara langit dan bumi. Aku gemetar ketakutan. Lalu aku pulang dan berkata: Selimuti aku, selimuti aku. Keluargaku menyelimutiku. Ketika itulah Allah Azza wa Jalla. menurunkan ayat: Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan.
Dan Tuhanmu, agungkanlah. Dan pakaianmu, bersihkanlah. Dan perbuatan dosa, tinggalkanlah. Perbuatan dosa artinya menyembah berhala. Kemudian wahyu turun berturut-turut. (Shahih Muslim No.232)

Perintah hanya untuk orang Beriman

Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.(Qs.10:4)


saudaraku...

>Perintah untuk Beribadah kepada Alloh,
>Perintah untuk meneladani akhlak Baginda Rosulillah Shollallohu alaihi wa Sallam,
>Perintah untuk Puasa,
>Perintah untuk berbuat baik kepada orangtua,kepada tetangga,kepada sesama,
>Perintah untuk berbuat kebajikan,
>Perintah menjauhi segala yang di larang dan di haramkan AlQuran,
>Perintah menutup aurat,
>Perintah memerangi hawa nafsu.....

ITU SEMUA TERUNTUK ORANG2 BERIMAN SAJA,
>BUKAN UNTUK ORANG KAFIR,
>BUKAN UNTUK ORANG MUNAFIK,
>BUKAN UNTUK ORANG FASIQ,
>BUKAN UNTUK ORANG2 YANG INGKAR AKAN AYAT2 ALLOH....
>BUKAN UNTUK ORANG2 YANG SUKA BERBUAT MAKSIAT

Bagi orang2 beriman AlQuran dan hadist adalah pedoman dan tuntunan menuju Alloh Azza wa Jalla...

Tapi,Al Quran bagi orang2 kafir,munafik,fasiq hanya sebuah buku tebal yang berisi tulisan arab tanpa tahu artinya dan tiada niat untuk belajar memahami apalagi menjadikan pedoman dalam kesehariannya....

saudaraku....

BERUNTUNGNYA ORANG2 BEIMAN DI JANJIKAN SYURGA OLEH ALLOH AZZA WA JALLA YANG PENUH DENGAN KENIKMATAN DAN KEBAHAGIAAN YANG HAKIKI KEKAL SELAMANYA....

SEBERKAS BIANGLALA HADIR & DAN MENGAJAKKU TUK BERBINCANG BERSAMAMU

Hayyakumullah...
"Ada seseorang yg mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya, "Mau kemana?" Org tersebut menjawab, "Saya mau mengunjungi saudara di desa ini." Malaikat bertanya, "Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?" Ia menjawab, "Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah." Malaikat pun berkata, "Sungguh utusan Allah yg diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya." (HR. Muslim)
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS al Fath:29).
Ibnu Katsir berkata, “Inilah sifat orang-orang yang beriman. Mereka keras dan tegas dengan orang kafir namun kasih sayang dan suka berbuat baik dengan manusia-manusia pilihan (baca: orang yang beriman). Wajah mereka penuh dengan amarah dan masam di hadapan orang-orang kafir akan tetapi penuh dengan senyuman dan ceria di hadapan saudaranya sesama orang yang beriman” (Tafsir al Qur’an al Azhim 4/260)
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Dari an Nu’man bin Basyir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Gambaran untuk saling mencintai, kasih sayang dan saling menolong di antara orang-orang yang beriman adalah bagaikan satu badan. Jika ada anggota badan yang sakit maka yang lain juga turut merasakan sakit dengan demam dan tidak bisa tidur di waktu malam” (HR Bukhari no 5665 dan Muslim no 2586).
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Salam Ukhuwah fillah Slalu
Barakallahu fiikum
wa Jazaakumullahu khairan

"Rumah Bisa Kehilangan Barakah"

Sesungguhnya berbagai amal kebajikan akan mendatangkan berbagai kebaikan serta menyebabkan turunnya rahmat dan keberkahan bagi kehidupan rumah kita sehingga ketentraman dan kebahagiaan di hati kita rasakan. Sedangkan keburukan akan mendatangkan murka Allah sehingga keberkahan kehidupan rumah kita berkurang serta mendatangkan kesulitan dan keresahan hidup. Ibnu Abbas berkata : “ Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersihkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan pada rezeki dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangi rezeki dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.”

Saudaraku..lantas bagaimana rumah bisa kehilangan barakah?

1.Lalai dari shalat dan berbagai ibadah wajib lainnya serta lalai dari mengingat-Nya(dzikrullah).
“.... hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."( QS. Ar-Ra'd : 28 ).

2.Terdapat perzinahan dan perselingkuhan.
“Janganlah kalian berbuat zina, karena sesungguhnya perbuatan zina itu mengundang empat perkara yakni; dapat melenyapkan wibawa dari penampilan,dapat memutuskan rezeki,dapat membuat murka Allah dan menyebabkan ke neraka.”(HR.Thabrani melalui Ibnu Abbas).

3.Anggota keluarga meminum khamr (minuman keras) atau obat-obatan terlarang dan mengkonsumsi makanan haram lainnya.
Sebab tindakan ini akan mendatangkan murka Allah sehingga hidup kita kehilangan barakah.

4.Memelihara anjing,kecuali untuk keperluan berburu atau penjaga keamanan karena anjing mengandung najis berat.
“ Para malaikat yang bertugas membawa rahmat tidak mau masuk rumah yang di dalamnya ada anjing. Barang siapa yang memelihara anjing tanpa ada keperluan ( yang dibenarkan oleh Islam) maka berkuranglah pahala dan kebaikannya setiap hari. “( HR. Bukhari dan Muslim ).

5.Memajang barang-barang yang tidak disenangi Allah. Misalnya: gambar atau tayangan maaf(porno) sudah tentu rumah seperti itu kehilangan barakahnya.


Saudaraku.. semoga atas petunjuk Allah kita bisa berbenah diri untuk hidup dalam kebaikan sehingga rahmat dan keberkahan hidup kita dapatkan.

Untaian Do'a dalam Rindhu

Yaa ALLOH,,,,
Bersimpuhku atas Sajadah cinta,,,
Tertunduk ku malu dalam rasa di jiwa,,,

Ku senandungkan sebait doa teriring beningnya butiran air mata untuk dia yang selalu ku damba yang sekarang masih Engkau sembunyikan..

Yaaa ALLOH,,,,
Tiada daya hamba untuk menjelajahi belantara dunia dalam keseorangan menelusuri jalan terjal yang penuh bebatuan,,,,

Yaa ALLOH,,,
Ku pasrahkan segala urusan ini ke hadirat Mu,
kabulkan doa doaku,bukakan tabir rahasia MU yaa Ilahi tentang siapakah dia di sana yang Engkau ciptakan untuk ku,,,

Yaa ALLOH,,,
Ku ayunkan langkah meniti tabir hidup yg telah Engkau anugrahkan kepada hamba MU dan ku syukuri akan karunia ini,kerna ku yakin Engkau sudah mempersiapkan yang terbaik untuk para hamba hamba MU..

Yaa ALLOH,,,
Engkau maha pengasih pada hamba hamba MU,,,
Hanya sebaris doa semoga ku bertahan dalam kerindhuan...

Langkah ku ini takkan terhentikan sampai jiwa ini kembali menghadap memenuhi Panggilan Mu ya ALLOH,,,

Tegarkan Hatiku,,,Kuatkanlah imanku,,,,,

Maratus Sholehah,Mari berkarya..!

Sekian banyak sukses kaum ibu yang bermula hanya dari sebuah potensi kecil yang dikembangkan secara tak sengaja. Dan sesungguhnya, pada diri tiap manusia, tiap ibu dan tiap muslimah, tersimpan potensi dan kelebihannya masing-masing, yang satu waktu kelak mungkin bisa berkembang menjadi sebuah karya besar!


Potensi diri kaum muslimah, memang umumnya lebih banyak terpendam dan terkubur dalam-dalam. Kesibukan mengurus rumah tangga dan anak, telah menghabiskan waktu, tenaga dan pikirannya. Dan masih banyak yang belum menyadari, bahwa pengembangkan potensi diri muslimah, sesungguhnya bukanlah sekedar hak, melainkan sebuah kebutuhan!

Setiap orang memiliki kebutuhan aktualisasi diri. Yaitu sebuah kebutuhan untuk menunjukkan potensi diri, sehingga mendapatkan pengakuan positif dari masyarakat di sekelilingnya. Pada akhirnya pengakuan dari masyarakat ini akan menumbuhkan rasa percaya diri, sehingga mampu mencitrakan dirinya dengan positif.


Contohnya dapat kita lihat pada kisah ibu yang menjahit sendiri baju untuk suami dan anak-anaknya, misalnya. Senyum dari suami, ucapan terima kasih serta kebanggaan suami ketika mengenakan baju buatan istrinya itu, adalah sebuah ungkapan pengakuan positif terhadap karya ibu. Begitu pula ketika anak-anak berebut untuk mengenakan baju buatan ibunya, dan ketika mereka dengan bangga menunjukkan baju tersebut kepada teman-temannya,semua itu merupakan pengakuan positif yang tak terhingga nilainya bagi pribadi ibu.

Ibu merasa dirinya telah diterima dengan bangga oleh lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Berarti, kebutuhan aktualisasi diri ibu telah terpenuhi di tahapan paling dasar.
Citra diri positif sang ibu akan semakin kuat terbentuk, manakala aktualisasi dirinya semakin berkembang kualitasnya.

Bukan hanya diterima dan dibanggakan oleh keluarganya saja, tetapi juga mendapatkan pengakuan positif dari tetangga dan teman-teman. Tentu saja ini harus diraih dengan menunjukkan sebuah karya pula.


Rasa percaya diri pun akan semakin besar, citra diri pun kian positif saja.
Pribadi yang telah memiliki citra diri positif, selanjutnya akan mudah mengembangkan sebuah kepribadian mulia dalam dirinya. Jika beroleh kebaikan mereka pandai bersyukur, tak sombong dan tak melupakan orang lain,

sementara jika beroleh musibah pun mereka mudah untuk ikhlas, cepat memaafkan, dan tak suka mencari-cari kesalahan orang.

Pendeknya, hanya mereka yang memiliki citra diri positiflah yang mudah membentuk karakter akhlaq Islami dalam dirinya.
Sebaliknya, mereka yang tak pernah mengembangkan potensi dirinya, sehingga tak sempat menghasilkan sebuah karya, walau hanya untuk suami dan anak, sulit untuk membentuk citra diri positif. Mereka merasa dirinya tak sedemikian berguna untuk orang lain, tak memiliki sesuatu yang patut dibanggakan. Keberadaan serta ketiadaan dirinya seperti tak banyak bedanya buat lingkungan.


Lebih buruk lagi jika sampai terpatri citra diri negatif, yang kerap ditandai gejala adanya perasaan minder, iri pada keberhasilan orang lain, hingga kegemaran membuang waktu hanya untuk bersantai-santai dan bersenang-senang semata.


Berkarya dan Berkarya
Aktualisasi diri akan bisa terpenuhi dengan cara mengkaryakan sesuatu. Manakala hasil karya ibu tersebut dipergunakan oleh orang lain, secara otomatis hal itu sama artinya dengan ungkapan pengakuan dari orang tersebut, dan dari lingkungan, terhadap potensi diri ibu.



Karya itu pun tak perlu terlalu muluk-muluk. Pada tahapan awal, sekedar memasakkan sarapan, mencucikan baju dan merawat kebersihan rumah pun sudah bisa dianggap sebuah karya.

Dan jika suami pandai memuji dan mensyukuri jerih payah ibu tersebut, itu adalah sebuah langkah awal yang baik untuk upaya peningkatan rasa percaya diri ibu.


Tentu saja, tak cukup hanya itu. Kaum ibu harus memulai untuk peka terhadap potensi diri sendiri. Potensi itu jangan dikubur, tetapi harus dikembangkan.

Dan tahukah ibu, ?

Allah menciptakan setiap manusia dengan kelebihannya masing-masing?


Aisyah ra, istri Rasulullah, memiliki potensi kecerdasan yang hebat, sehingga beliau memilih untuk terus belajar dan belajar dari suaminya, hingga akhirnya beliau menjadi salah seorang perawi ratusan hadis yang sekaligus menjadi guru bagi banyak ulama.


Istri Rasulullah yang lain, Hafshah binti Umar, memilih untuk belajar menulis indah dan Rasulullah pun memanggilkan guru khusus untuknya.


Sementara Zainab binti Jahsy, memilih untuk mengerjakan ketrampilan yang ia kuasai, yaitu menyamak dan menjahit kulit.


Dengan ketrampilannya itu ia bisa memperoleh uang sendiri untuk ia sedekahkan kepada fakir miskin. Mungkin , Anda juga suka memasak. Kembangkan kegemaran ibu ini untuk mencoba dan mencoba, belajar dan belajar. Hingga ibu menemukan satu spesifikasi yang paling tepat untuk diri ibu.

Sekedar ahli membuat botok, pepes ikan, atau tempe goreng pun Anda bisa kembangkan.

Bahkan sekedar ahli membuat bumbu juga tak mengapa.
Atau Anda punya keahlian bidang menjahit?

Sekarang banyak toko yang menjual kain kiloan, sisa pabrik kain, dengan harga relatif murah. Mengapa tidak memanfaatkannyauntuk membuat baju anak-anak, atau baju dan selimut bayi?

Bahkan sprei, taplak atau sekedar sarung bantal pun tak mengapa.


Masih banyak karya lain yang bisa diperbuat. Anda bisa manfaatkan karya-karya tersebut untuk menambah ekonomi keluarga, atau untuk kegiatan sosial.

Ada beberapa ide karya sederhana yang bisa dilakukan kaum ibu, dan selebihnya anda bisa menuangkan puluhan ide Anda sendiri.

Selamat Mencoba!·

aNd aasf.


✙✙✙✙♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥✽✽✽✽✽✽✽


Mulailah dari yang Sederhana .

Beberapa ide di bawah ini barangkali bisa membantu Anda untuk memulai berkarya:


-Kumpulkan tumpukan majalah yang ada, buat bendel khusus resep masakan, bendel mode, hingga tips kesehatan. Jilid dan beri sampul yang rapi, dan anda bisa membawanya ke berbaagi pertemuan ibu-ibu untuk dipinjamkan, atau disewakan!

-Buat jadwal perencanaan membuat makanan keciil untuk kegiatan sosial, sepekan sekali, misalnya. Buat pula rencana kemana makanan kecil itu akan Anda kirimkan. Pekan pertama dikirim ke tetangga kiri, pekan kedua ke tetangga kanan, pekan berikutnya untuk guru-guru di sekolah anak-anak, pekan berikutnya untuk acara pengajian. Petugas kebersihan kampung dan satpam pun bisa giliran berikutnya.

-Pekarangan Anda telah dipenuhi beragam tanaman cantik yang terawat baik. Sekarang, belilah puluhan pot-pot mungil. Semaikan di sana bibit dari jenis-jenis tanaman yang banyak disukai atau yang langka atau tanaman bumbu bumbu Kelak, Anda bisa bagi-bagikan tanaman-tanamanmungil itu untuk tetangga.


-Anda punya kain sisa baju yang bermotif cantik? Potonglah bujur sangkar, beri lim tepinya, jadilah ia saputangan mungil. Anak Anda akan bangga ketika membagi-bagikannya kepada teman-teman sekolah.

-Jika suka membuat puisi, milikilah buku khusus yang bisa ibu tulis lembar demi lembarnya dengan puisi karya ibu. Beri hiasan yang cantik, dan biarkan anak-anak ibu membawanya untuk ditunjukkan kepada guru dan teman-temannya.Lebih baik lagi jika anak pun menjadi termotivasi untuk ikut mengisi beberapa lembar puisi di dalamnya.


-Petik bunga-bunga yang ada di halaman, rangkai di dalam vas mungil dan kirim beserta ucapan selamat pagi ke tetangga yang paling akrab dengan Anda.


Bagaimana jika membuat boneka-boneka mungil? Bagus pula. Dibuat dDari kain, kaus kaki atau bahkan sekedar dari kertas. Bagi-bagikan kepada anak tetangga atau teman anak di sekolah.

dan banyak lagi..

semoga kreatifitas ukthi bermanfaat untuk sekeliling anda atau anda sendiri dan menambah kepercayaan diri ukthi.

insyaAlloh.

Sholat Jumaat

Wahai orang-orang yg beriman apabila kamu diseru utk melaksanakan sholat pada hari Jumat maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli dan itu lbh baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” “

Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan sholat Jumat atau kalau tidak Allah akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yg lalai.” “

Sungguh aku berniat menyuruh seseorang sholat bersama-sama yg lain kemudian aku akan membakar rumah orang-orang yg meninggalkan sholat Jumat.” “

Sholat Jumat itu wajib bagi tiap-tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya perempuan anak kecil dan orang yg sakit.” .

Para ulama telah sepakat bahwa sholat Jumat itu wajib hukumnya. Keutamaan Hari Jumat Hari Jumat adl hari yg penuh keberkahan mempunyai kedudukan yg agung dan merupakan hari yg paling utama.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik hari adl hari Jumat pada hari itulah diciptakan Nabi Adam dan pada hari itu dia diturunkan ke bumi pada hari itu pula diterima taubatnya pada hari itu pula beliau diwafatkan dan pada hari itu pula terjadi Kiamat..

Pada hari itu ada saat yg kalau seorang muslim menemuinya kemudian salat dan memohon segala keperluannya kepada Allah niscaya akan dikabulkan.” .

Bukankah seseorang yg datang ke masjid setelah azan jumatan yang ke2
Atau setelah khotib naik mimbar sudah tak dianggap jumatan ???
Maksudku bukankah sudah tak mendapatkan pahala2 luarbiasa sholat jumat ??

Tapi ..
Mengapa masih banyak sekali orang2 yang datang justru ketika iqamat berkumandang
Masih banyak yang berkeliaran, duduk duduk, bakjan ngobrol
Di gazebo kampus, diwarung makan, bahkan ditempat chatting, fb
Ketika azan berkumandang ..

Bukankah ketika khutbah disiarkan pun
Makmum sudah tidak boleh melakukan aktivitas lain selain mendengarkan ?
Mengobrol, smsan atau telfonan ..
Lalu mengapa waktu itu ada orang yang mengsmsku berkali-kali
Ditengah2 khutbah jumat ???

Apakah ilmu yang aku dapatkan dlu keliru ..
Namun jika itu benar
Jika setiap hari jumat mereka baru datang setelah khutbah selesai
Atau ketika sholat baru akan dimulai
Bukankah sama saja mereka tidak melakukan sholat jumat ?

Kenyataan demi kenyataan ini sangat sungguh membingungkan ..

" Saat khotib berkhutbah, dan muadzin sudah melakukan adzan yang kedua kalinya saat itu pintu amal DITUTUP dan malaikat sudah TIDAK LAGI berdiri dipintu. Begitu khotib berkhutbah dan makmum terlambat sudah TAK ADA PAHALA SEBESAR GUNUNG LAGI, makmum hanya mendapat pahala sholat jamaah biasa.. "

Bukankah terlalu sayang melewatkan keajaiban dan hadiah luar biasa itu
Bukan kah terlalu sayang ..

Lantas mengapa setiap jumat rutinitas itu tetap terjadi
Apakah karna mereka tak tau
Atau karna mereka lupa karna terlalu sering melakukan aktivitas ini ..??

Mungkin pengetahuan ini diatas jauh sekali dibanding para ahlinya
Namun jika ada yang keliru atau salah
Tolong dibenarkan ..


Catatan Kaki:
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Jika engkau berkata kepada kawanmu pada hari jumat : “Diam!!” dalam keadaan imam sedang berkhutbah, sesungguhnya engkau telah berbuat sia-sia.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dia berkata: “Tatkala Rasulullah khutbah pada hari jumat, tiba-tiba Abu Dzar bertanya kepada Ubay bin Ka’ab: “Kapan surat ini diturunkan?” maka Ubay tidak menjawabnya. Tatkala telah menyelesaikan shalat, Ubay berkata kepada Abu Dzar: “Tidak ada pahala pada shalatmu kecuali engkau telah menyia-nyiakannya.” Lalu Abu dzar mendatangi Nabi dan menyebutkan perkataan Ubay kepada beliau. Beliau berkata: “Ubay benar”

2. Tidur
Dari ibnu Aun, dia dari Ibnu Sirin, dia berkata:
“Mereka membenci tudur ketika imam sedang berkhutbah. Mereka mengatakan yang demikian itu dengan perkataan yang keras.” Ibnu Aun berkata: “Kemudian dia bertemu dengan saya setelah itu, lalu dia berkata: Engkau tau tentang apa yang mereka katakan? Dia berkata: Mereka berkata: Perumpamaan mereka sepeti perumpamaannya detasmen (peleton pasukan) yang gagal. Kemudian dia berkata: “Apakah engkau tahu tentang kegagalan mereka? Mereka tidak mendapatkan harta rampasan sedikitpun.”
Untuk itu disunnahkan bagi orang yang shalat, jika ia dikuasai kantuk dan ia ada di suatu tempat di masjid, maka ia pindah ketempat yang lain.
Dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian mengantuk di dalam masjid pada hari jumat, maka hendaklah ia pindah dari tempat duduknya ke tempat yang lain.”
Hikmah perintah pindah tempat: “Sesungguhnya gerakan itu menghilangkan kantuk sesungguhnya tempat di mana dia terserang kantuk ada setannya!!”

Hanya kidung hati
Melirik kenyataan dibalik keajaiban dan rutinitas sholat jumat ..

Aku hanya wanita biasa

Duhai calon pemilihku...

Aku hanya gadis biasa seperti yang lain. tiada cantik bak langit penuh dengan gemerlap bintang...

aku juga bukan burung yang sanggup memecahkan suasanamu dengan nyanyianku..

aku juga bukan putri dengan segala kecantikannya yang selalu dikagumi banyak laki laki..

ataupun seorang impianmu yang tak pernah cacat dalam setiap harapmu..


aku wanita biasa yang tak pernah beda dari yang lain hanya memiliki sekeping hati mengharap redho-Nya.


Duhai Akhi.....

jika Mencari Yang Pandai,Yang Cantik,Yang Berpendidikan tinggi,yang pandai bergaul,

mungkin itu bukan Aku karena Aku Hanyalah Wanita biasa seperti muslimah yang lain hanya bisa berharap Untuk Menjadi ibu Yang Baik untuk anak anakmu Serta Meneladeni ibunda Khadijah Dalam Mengabdi Sebagai istrimu,,,


ANA UHIBBU QUM VILLAH,,,
aku mencintaimu karena Alloh.


itulah yang sanggup aku berikan jika Alloh mengijinkan.

insyaAlloh.

WANITA dan TULANG RUSUK

Walaupun sudah ada segala-segalanya .Apalagi yang tidak ada di surga, namun Nabi Adam tetap merindukan Hawa
Kepada wanitalah lelaki memanggil Ibu, Isteri atau Puteri
Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki

Tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus,
Tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka
Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus ,Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah Karena mereka diciptakan begitu rupa.Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya

“JANGANLAH COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR”

“JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA”

Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah
Kenalkan mereka pada Allah, Dzat yang kekal
Disitulah kuncinya

“AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU”
“HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN”
“PERASAAN SELEMBUT SUTERA HIASILAH DENGAN AKHLAK”

Suburkanlah mereka karena dari situlah nanti mereka akan nampak
Penilaian dan Keadilan Allah akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia ,Presiden ataupun Perdana Menteri Negara atau Women Gladiator.

Bisikkan ke telinga mereka bahwa Kelembutan bukan suatu Kelemahan
Sebaliknya disitulah Kasih SayangNya
Karena Rahim Wanita yang Lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah-wajah sorot penuh Kebaikan

“SUPERMAN TANPA SUPERWOMAN”

Wanita yang lupa akan hakikat kejadiannya pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan,

Tanpa Ilmu, Iman dan Akhlak
Bukan saja tidak bisa diluruskan
Bahkan mereka pula membengkokkan

“LEBIH BANYAK LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUAN
DARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI”

“SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAINYA KAUM LELAKI”

Itu akibat apabila wanita tidak kenal dengan RabbNya
Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki
Bila wanita durhaka, dunia akan huru hara
Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa
Lelaki jangan hanya mengharapkan keta’atan
Tapi binalah kepemimpinan
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Pimpin diri sendiri dahulu kepadaNya
Jinakkan diri dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Niscaya jinaklah segala-segalanya dibawah pimpinan kita

“JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI SITI FATIMAH
KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYYIDINA ALI”


Wallahua’lam bish shawab.

Keutamaan ILMU

1. Tuntutlah ilmu sesungguhnya menuntut ilmu adlah pendekatan diri kepada Allah Azza Whajalla dan mengajarkannya kepada orang yg tidak mengetahuinya adlah sodaqoh..

* Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia . Ilmu pengetahuan adlah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.

2. Wahai Aba Dzar kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lbh baik bagimu daripada shalat seratus rakaat dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak itu lbh baik daripada shalat seribu raka’at.

3. Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim.... {HR.Ibnu Majah}

4. Tuntutlah ilmu dan belajarlah ketenangan dan kehormatan diri dan bersikaplah rendah hati kepada orang yg mengajar kamu.

5. Janganlah kalian menuntut ilmu utk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu utk penampilan dalam majelis dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka .. neraka.

6. Kelebihan seorang alim terhadap seorang ‘abid ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang.

7. Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.

8. Duduk bersama para ulama adlah ibadah.

9. Apabila kamu melewati taman-taman surga minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya Ya Rasulullah apa yg dimaksud taman-taman surga itu? Nabi Saw menjawab Majelis-majelis taklim.

10. Apabila muncul bid’ah-bid’ah di tengah-tengah umatku wajib atas seorang ‘alim menyebarkan ilmunya... Kalau dia tidak melakukannya maka baginya laknat Allah,para malaikat dan seluruh manusia. Tidak akan diterima sodaqohnya dan kebaikan amalannya.

11. Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dgn kendali dari api neraka. {HR. Abu Dawud}

12. Seorang alim apabila menghendaki dgn ilmunya keridhoan Allah,maka dia akan ditakuti oleh segalanya dan jika dia bermaksud utk menumpuk harta maka dia akan takut dari segala sesuatu.

13. Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yg menyesatkan.

14. Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan yaitu kesalahan seorang ulama,hukum yg zalim dan hawa nafsu yg diperturutkan...

15. Celaka atas umatku dari ulama yg buruk.

16. Barangsiapa dimintai fatwa sedang dia tidak mengerti maka dosanya adlah atas orang yg memberi fatwa.

17. Orang yg paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yg Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.

18. Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dgn penguasa maka ketahuilah bahwa dia adlah pencuri.

19. Seorang ulama yg tanpa amalan seperti lampu membakar dirinya sendiri .

20. Termasuk mengagungkan Allah ialah menghormati ilmu para ulama,orang tua yg muslim dan para pengemban Al Qur’an dan ahlinya(1) serta penguasa yg adil.

21. Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dgn cara merenggut tetapi dgn mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim.Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yg dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan.

22. Sedikit ilmu lbh baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seseorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga dgn pendapatnya sendiri.

23. Maafkanlah dosa orang yg murah hati,kekeliruan seorang ulama dan tindakan seorang penguasa yg adil. Sesungguhnya Allah Ta’ala membimbing mereka apabila ada yg tergelincir.

24. Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya.

Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lbh berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta.

Macam-macam makanan yang diharamkan

Pada asalnya, tidak ada makanan yang haram kecuali yang diharamkan oleh dalil-dali dari Al qur'an, as Sunnah dan qiyas yang shohih.

Pembuat syariat telah mengharamkan beberapa makanan karena terdapat bahaya yang dapat mengancam tubuh atau merusak akal.

Sebagaimana diharamkannya beberapa makanan kepada umat-umat terdahulu sebelum Islam semata-mata sebagai ujian bagi mereka.

Allah SUbhanahu Wata'ala berfirman :
" Maka disebabkan kezhaliman orang-orang yahudi, kami haramkan atas mereka ( memakan makanan) yang baik-baik ( yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka". ( An Nisa:160).

 Makanan yang diharamkan berdasarkan dalil dari Alqur'an, yaitu :

1. Makanan orang lain yang diperoleh bukan dengan cara-cara yang dibenarkan syariat
( aturan Islam) berdasarkan

firman Allah SUbhanahu Wata'ala :
"Dan jangan lah sebagian kamu memakan sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan
yang bathil . " (QS. Al Baqharah :188)


" Dan janganlah seseorang memerah susu binatang peliharaan orang lain kecuali dengan seizinnya."(AlHadist)

2. Bangkai, yaitu binatang yang mati secara alami seperti binatang yang tercekik, terpukul,
terjatuh, tertanduk oleh binatang lain dan diterkam binatang buas.

3. Darah yang mengalir, yaitu yang mengalir ketika penyembelihan, demikian juga dengan da
rah yang bukan dari penyembelihan, baik yang mengalir maupun tidak mengalir. sedikit
ataupun banyak.

4. Daging babi, dan demikian pula dengan seluruh bagian tubuhnya, seperti darah, lemak dan lain-lainnya.

5. Binatang yang disembelih bukan karena Allah, yaitu selain yang disebutkan nama Allah SUbhanahu Wata'ala pada saat menyembelih binatang dimaksud.

6. Binatang yang disembelih untuk berhala ( patung sesembahan), dan mencakup semua
binatang yang disembelih untuk kuburan dan tugu peringatan yang disembah sebagai
tanda dan simbol bagi sesembahan selain Allah SUbhanahu Wata'ala, atau yang dipergunakan sebagai perantara ( wasilah) kepada Allah SUbhanahu Wata'ala.

Dalil larangan untuk keenam jenis makanan ini adalah firman Allah SUbhanahu Wata'ala :

" Diharamkan bagimu (memakan) bangkai,darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelihnya."(QS.Al Maidah : 3)

#Makanan dan Minuman

SEJAK dahulu umat manusia berbeda-beda dalam menilai masalah makanan dan minuman mereka, ada yang boleh dan ada juga yang tidak boleh. Lebih-lebih dalam masalah makanan yang berupa binatang. Adapun masalah makanan dan minuman yang berupa tumbuh-tumbuhan, tidak banyak diperselisihkan. Dan Islam sendiri tidak mengharamkan hal tersebut, kecuali setelah menjadi arak, baik yang terbuat dari anggur, korma, gandum ataupun bahan-bahan lainnya, selama benda-benda tersebut sudah mencapai kadar memabukkan.

Begitu juga Islam mengharamkan semua benda yang dapat menghilangkan kesadaran dan melemahkan urat serta yang membahayakan tubuh..

Adapun soal makanan berupa binatang inilah yang terus diperselisihkan dengan hebat oleh agama-agama dan golongan.

#Menyembelih dan Makan Binatang Dalam Pandangan Agama Hindu

Ada sementara golongan, misalnya Golongan Brahmana (Hindu) dan Filsuf yang mengharamkan dirinya menyembelih dan memakan binatang. Mereka cukup hidup dengan makanan-makanan dari tumbuh-tumbuhan. Golongan ini berpendapat, bahwa menyembelih binatang termasuk suatu keganasan manusia terhadap binatang hidup. Manusia tidak berhak untuk menghalang-halangi hidupnya binatang.

Tetapi kita juga tahu dari hasil pengamatan kita terhadap alam ini, bahwa diciptanya binatang-binatang itu tidak mempunyai suatu tujuan. Sebab binatang tidak mempunyai akal dan kehendak. Bahkan secara nalurinya binatang-binatang itu dicipta guna memenuhi (khidmat) kebutuhan manusia. Oleh karena itu tidak aneh kalau manusia dapat memanfaatkan dagingnya dengan cara menyembelih, sebagaimana halnya dia juga dapat memanfaatkan tenaganya dengan cara yang lazim.

Kita pun mengetahui dari sunnatullah (ketentuan Allah) terhadap makhluknya ini, yaitu: golongan rendah biasa berkorban untuk golongan atas. Misalnya daun-daunan yang masih hijau boleh dipotong/dipetik buat makanan binatang, dan binatang disembelih untuk makanan manusia dan, bahkan, seseorang berperang dan terbunuh untuk kepentingan orang banyak. Begitulah seterusnya.

Haruslah diingat, bahwa dilarangnya manusia untuk menyembelih binatang tidak juga dapat melindungi binatang tersebut dari bahaya maut dan binasa. Kalau tidak berbaku hantam satu sama lain, dia juga akan mati dengan sendirinya; dan kadang-kadang mati dalam keadaan demikian itu lebih sakit daripada ketajaman pisau.

#Binatang yang Diharamkan Dalam Pandangan Yahudi dan Nasrani

Dalam pandangan agama Yahudi dan Nasrani (kitabi), Allah mengharamkan kepada orang-orang Yahudi beberapa binatang laut dan darat. Penjelasannya dapat dilihat dalam Taurat (Perjanjian Lama) fasal 11 ayat 1 dan seterusnya Bab: Imamat Orang Lewi.

Dan oleh al-Ouran disebutkan sebagian binatang yang diharamkan buat orang-orang Yahudi itu serta alasan diharamkannya, yaitu seperti yang kami sebutkan di atas, bahwa diharamkannya binatang tersebut adalah sebagai hukuman berhubung kezaliman dan kesalahan yang mereka lakukan.

Firman Allah SUbhanahu Wata'ala:
"Dan kepada orang-orang Yahudi kami haramkan semua binatang yang berkuku, dan dari sapi dan kambing kami haramkan lemak-lemaknya, kecuali (lemak) yang terdapat di punggungnya, atau yang terdapat dalam perut, atau yang tercampur dengan tulang. Yang demikian itu kami (sengaja) hukum mereka. Dan sesungguhnya Kami adalah (di pihak) yang benar." (al-An'am: 146)

Demikianlah keadaan orang-orang Yahudi. Sedangkan orang-orang Nasrani sesuai dengan ketentuannya harus mengikuti orang-orang Yahudi. Karena itu Injil menegaskan, bahwa Isa a.s. datang tidak untuk mengubah hukum Taurat (Namus) tetapi untuk menggenapinya.

Tetapi suatu kenyataan, bahwa mereka telah mengubah hukum Taurat itu. Apa yang diharamkan dalam Taurat telah dihapus oleh orang-orang Nasrani --tanpa dihapus oleh Injilnya-- mereka mau mengikuti Paulus yang dipandang suci itu dalam masalah halalnya semua makanan dan minuman, kecuali yang memang disembelih untuk berhala kalau dengan tegas itu dikatakan kepada orang Kristen: "Bahwa binatang tersebut disembelih untuk berhala."

Paulus memberikan alasan, bahwa semua yang suci halal untuk orang yang suci, dan semua yang masuk dalam mulut tidak dapat menajiskan mulut, yang dapat menajiskan mulut ialah apa yang keluar dari mulut.

Mereka juga telah menghalalkan babi, sekalipun dengan tegas babi itu diharamkan oleh Taurat sampai hari ini.


#Menurut Pandangan Orang Arab Jahiliah

Orang-orang Arab jahiliah mengharamkan sebagian binatang karena kotor, dan sebagiannya diharamkan karena ada hubungannya dengan masalah peribadatan (ta'abbud), karena untuk bertaqarrub kepada berhala dan karena mengikuti anggapan-anggapan yang salah (waham). Seperti: Bahirah, saaibah, washilah dan ham. Yang menjelaskannya telah kami sebutkan di atas.

Tetapi di balik itu, mereka banyak juga menghalalkan beberapa binatang yang kotor (khabaits), seperti: Bangkai dan darah yang mengalir.

#Islam Menghalalkan Yang Baik

Islam datang, sedang manusia masih dalam keadaan demikian dalam memandang masalah makanan berupa binatang. Islam berada di antara suatu faham kebebasan soal makanan dan extrimis dalam soal larangan. Oleh karena itu Islam kemudian mengumandangkan kepada segenap umat manusia dengan mengatakan:

"Hai manusia! Makanlah dari apa-apa yang ada di bumi ini yang halal dan baik, dan jangan kamu mengikuti jejak syaitan karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang terang-terangan bagi kamu." (al-Baqarah: 168)

Di sini Islam memanggil manusia supaya suka makan hidangan besar yang baik, yang telah disediakan oleh Allah SUbhanahu Wata'ala kepada mereka, yaitu bumi lengkap dengan isinya, dan kiranya manusia tidak mengikuti kerajaan dan jejak syaitan yang selalu menggoda manusia supaya mau mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan Allah, dan mengharamkan kebaikan-kebaikan yang dihalalkan Allah; dan syaitan juga menghendaki manusia supaya terjerumus dalam lembah kesesatan.

Firman AllahSUbhanahu Wata'ala:
"Hai orang-orang yang beriman! Makanlah yang baik-baik dari apa-apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta bersyukurlah kepada Allah kalau betul-betul kamu berbakti kepadaNya. Allah hanya mengharamkan kepadamu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka tidaklah berdosa baginya, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih." (al-Baqarah: 172-173)

Dalam seruannya secara khusus kepada orang-orang mu'min ini, Allah SUbhanahu Wata'ala memerintahkan mereka supaya suka makan yang baik dan supaya mereka suka menunaikan hak nikmat itu, yaitu dengan bersyukur kepada Zat yang memberi nikmat. Selanjutnya Allah menjelaskan pula, bahwa Ia tidak mengharamkan atas mereka kecuali empat macam seperti tersebut di atas. Dan yang seperti ini disebutkan juga dalam ayat lain yang agaknya lebih tegas lagi dalam membatas yang diharamkan itu pada empat macam. Yaitu sebagaimana difirmankan Allah SUbhanahu Wata'ala:

"Katakanlah! Aku tidak menemukan tentang sesuatu yang telah diwahyukan kepadaku soal makanan yang diharamkan untuk dimakan, melainkan bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi; karena sesungguhnya dia itu kotor (rijs), atau binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih." (al-An'am: 145)

Firman Allah SUbhanahu Wata'ala:
"Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan karena Allah, yang (mati) karena dicekik, yang (mati) karena dipukul, yang (mati) karena jatuh dari atas, yang (mati) karena ditanduk, yang (mati) karena dimakan oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang disembelih untuk berhala." (al-Maidah: 3)

#Diharamkan Bangkai dan Hikmahnya

1) Pertama kali haramnya makanan yang disebut oleh ayat al-Quran ialah bangkai, yaitu binatang yang mati dengan sendirinya tanpa ada suatu usaha manusia yang memang sengaja disembelih atau dengan berburu.

Hati orang-orang sekarang ini kadang-kadang bertanya-tanya tentang hikmah diharamkannya bangkai itu kepada manusia, dan dibuang begitu saja tidak boleh dimakan. Untuk persoalan ini kami menjawab, bahwa diharamkannya bangkai itu mengandung hikmah yang sangat besar sekali:

a) Naluri manusia yang sehat pasti tidak akan makan bangkai dan dia pun akan menganggapnya kotor. Para cerdik pandai di kalangan mereka pasti akan beranggapan, bahwa makan bangkai itu adalah suatu perbuatan yang rendah yang dapat menurunkan harga diri manusia. Oleh karena itu seluruh agama Samawi memandangnya bangkai itu suatu makanan yang haram. Mereka tidak boleh makan kecuali yang disembelih, sekalipun berbeda cara menyembelihnya.

b) Supaya setiap muslim suka membiasakan bertujuan dan berkehendak dalam seluruh hal, sehingga tidak ada seorang muslim pun yang memperoleh sesuatu atau memetik buah melainkan setelah dia mengkonkritkan niat, tujuan dan usaha untuk mencapai apa yang dimaksud. Begitulah, maka arti menyembelih --yang dapat mengeluarkan binatang dari kedudukannya sebagai bangkai-- tidak lain adalah bertujuan untuk merenggut jiwa binatang karena hendak memakannya.

Jadi seolah-olah Allah tidak rela kepada seseorang untuk makan sesuatu yang dicapai tanpa tujuan dan berfikir sebelumnya, sebagaimana halnya makan bangkai ini. Berbeda dengan binatang yang disembelih dan yang diburu, bahwa keduanya itu tidak akan dapat dicapai melainkan dengan tujuan, usaha dan perbuatan.

c) Binatang yang mati dengan sendirinya, pada umumnya mati karena sesuatu sebab; mungkin karena penyakit yang mengancam, atau karena sesuatu sebab mendatang, atau karena makan tumbuh-tumbuhan yang beracun dan sebagainya. Kesemuanya ini tidak dapat dijamin untuk tidak membahayakan, Contohnya seperti binatang yang mati karena sangat lemah dan kerena keadaannya yang tidak normal.

d) Allah mengharamkan bangkai kepada kita umat manusia, berarti dengan begitu Ia telah memberi kesempatan kepada hewan atau burung untuk memakannya sebagai tanda kasih-sayang Allah kepada binatang atau burungburung tersebut. Karena binatang-binatang itu adalah makhluk seperti kita juga, sebagaimana ditegaskan oleh al-Quran.

e) Supaya manusia selalu memperhatikan binatang-binatang yang dimilikinya, tidak membiarkan begitu saja binatangnya itu diserang oleh sakit dan kelemahan sehingga mati dan hancur. Tetapi dia harus segera memberikan pengobatan atau mengistirahatkan.


#Haramnya Darah Yang Mengalir

2) Makanan kedua yang diharamkan ialah darah yang mengalir. Ibnu Abbas pernah ditanya tentang limpa (thihal), maka jawab beliau: Makanlah! Orang-orang kemudian berkata: Itu kan darah. Maka jawab Ibnu Abbas: Darah yang diharamkan atas kamu hanyalah darah yang mengalir.

Rahasia diharamkannya darah yang mengalir di sini adalah justru karena kotor, yang tidak mungkin jiwa manusia yang bersih suka kepadanya. Dan inipun dapat diduga akan berbahaya, sebagaimana halnya bangkai.

Orang-orang jahiliah dahulu kalau lapar, diambilnya sesuatu yang tajam dari tulang ataupun lainnya, lantas ditusukkannya kepada unta atau binatang dan darahnya yang mengalir itu dikumpulkan kemudian diminum. Begitulah seperti yang dikatakan oleh al-A'syaa dalam syairnya:

Janganlah kamu mendekati bangkai
Jangan pula kamu mengambil tulang yang tajam
Kemudian kamu tusukkan dia untuk mengeluarkan darah.

Oleh karena mengeluarkan darah dengan cara seperti itu termasuk menyakiti dan melemahkan binatang, maka akhirnya diharamkanlah darah tersebut oleh Allah SUbhanahu Wata'ala.

Menata Hati memandang sebuah kebencian.(memaknai birrul walidain)

Setiap Mahkluk yang hadir didunia ini,atas kuasa Alloh yang maha Pembuat takdir,sudah fitrah adalah lahir dengan perantara pasangan ayah dan ibu.

Namun tidak setiap roh yang lahir itu mendapatkan kasih sayang keduanya atau mungkin hanya salah satu darinya.

Tak ada yang tahu apa kehendak Alloh dibalik semua itu.namun karena hati manusia adalah sebongkah nafsu ada saja kebencian karena keadaan itu.

salahkah ibuku ?...
salahkah ayahku...?

atau apa dosaku...merekameninggalkanku...?

Setiap sisi bencana yang dilekatkan Alloh kesetiap raga ini,tentunya atas kuasaNyalah semua itu terjadi.


lalu pantaskah kita,membenci mereka atas ketidak hadiran mereka disisi kita,?
atas ketiadaan kasih sayang mereka terhadap kita, sementara kita tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka?

terlalu gampang bagi yang berayah dan beribu untuk mengatakan ini semua?

apapun mereka, merekalah perantara kita hadir didunia ini.

adakah jalan yang bisa mengeluarkan kita kedunia ini selain rahim ibu?

mereka mungkin membenci atau meninggalkan kita entah sebab apa.


itulah skenario Alloh atas kehidupannya kehendak Alloh atas kehidupannya.semua itu kehendak Alloh ,kasih sayang Alloh atas kehidupan ini.kenapA kita menyalahkan mereka.dekatilah mereka maka engkau akan tahu mengapa mereka meninggalkanmu,dan siapa tahu dengan kasih sayangmu hati mereka akan mencarimu..


Menyayangi orang tua menempati kedudukan yang tinggi dalam agama kita, Islam. Perintah berbakti pada orang tua ditempatkan oleh Allah Subhana wata 'alla di dalam Al-Quran sesudah perintah beribadah kepada Allah dan sesudah larangan menyekutukan-Nya. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak.” (Al Isra’: 23). Juga di dalam surah Al Ahqaf ayat 15 : "Kami wajibkan kepada umat manusia supaya berbuat kebaikan kepada kedua orang tuanya".

pengkhususan birrul walidain terhadap orang tua yang sudah berusia lanjut, yaitu
1. tidak mengatakan kata uffin (ah) 2. tidak membentak 3. mengucapkan perkataan yang mulia pada orang tua. 4. merendahkan hati dan penuh sayang pada mereka 5. mendoakan. Kata uffin dalam bahasa Arab berati ar-rafdu (menolak). Jadi sebaiknya kita tidak mengatakan kata-kata yang mengandung makna menolak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan mereka dan apa-apa yang membuat orang tua kita ridha dan bahagia


Al Qur’an memberikan contoh yang begitu indah untuk berdoa, "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Al-Isra’: 24). Atau pada ayat yang lain, "Ya Allah, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat amal yang sholih yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai ke anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau dan sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Al-Ahqaf : 15). Kita harus mendoakan agar Allah berkenan memberikan kasih sayangNya pada mereka. Karena bagaimanapun, kasih sayang, perhatian dan perlindungan Allah jauh lebih besar dan Allah lebih mampu memberikan balasan kepada kedua orang tua kita atas segala pengorbanan, keringat, air mata dan segalanya yang tak mungkin dapat kita tebus


Sejak kanak-kanak, kita telah tumbuh dan dewasa dengan buaian rasa cinta dan kasih sayang orang tua. Kita telah banyak menguras kebugaran, kekuatan, dan perhatian kedua orang tua kita. Orang tua mengasuh dan memperhatikan kita, mau berkorban apa saja, bahkan mengorbankan diri mereka, demi anak. Meski demikian, kedua orang tua kita tetap merasakan bahagia atas segala pengorbanannya.Anaklah yang memerlukan dorongan kuat untuk memiliki nurani yang bening, yang sadar, agar selalu ingat akan kewajiban untuk menyayangi orang tuanya. Agar pesan untuk menyayangi orang tua dianggap serius, pesan itu datang sesudah perintah tegas untuk beribadah kepada Allah. Beberapa keutamaan birrul walidain berikut ini semoga semakin memotivasi kita untuk mengamalkannya.

1. Termasuk Amal yang Paling Allah Cintai

Dari Abdullah bin Mas’ud, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Amal apakah yang paling Allah cintai.” Beliau bersabda, “Shalat pada waktunya,” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Nabi bersabda, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Nabi bersabda, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Menghantarkan seseorang untuk masuk surga

Dari Muawiyah bin Jahimah dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu, aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bermusyawarah dengan beliau tentang jihad di jalan Allah. Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Ya,” kataku. Nabi pun bersabda, “Selalulah engkau berada di dekat keduanya. Karena sesungguhnya surga berada di bawah kaki keduanya.” (HR. Thabrani, al-Mundziri mengatakan sanadnya jayyid)

3. Menjadikan barokah Umur dan Rezeki

Anas mengatakan, “Barang siapa yang ingin diberi umur dan rezeki yang panjang maka hendaklah berbakti kepada kedua orang tuanya dan menjalin hubungan dengan karib kerabatnya.” (HR. Ahmad)

4. Menjadikan Amal Shalih Diterima dan Kesalahan-Kesalahan Diampuni

Allah berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada dua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, "Ya Allah, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat amal yang sholih yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai ke anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau dan sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Al-Ahqaf : 15-16).

5. Mendapatkan Ridha Allah

"Keridhaan Allah ada pada keridhaan orangtua, dan kemarahan Allah ada pada kemarahan orang tua" (HR. At Tirmidzi).

6. Diterimanya Doa dan Hilangnya Kesusahan

Diantara dalilnya adalah kisah Ashabul Ghar, yaitu tiga orang yang tertangkap dalam gua. Salah satu diantaraa mereka adalah seorang yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Orang Tua Ridha dan Mendoakan

Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga macam doa yang pasti terkabulkan; doa orang tua untuk anaknya, doa orang musafir dan doa orang yang teraniaya". (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, Al-Albani).

Allah SWT, melalui orangtua kita telah menjadikan kita hadir di dunia ini. Dan betapa beruntungnya jika setiap detik dalam kehidupan kita adalah serangkaian perjalanan yang semakin mendekatkan kita dengan perjumpaan yang indah dengan Allah dan surgaNya. Dan alangkah bahagianya jika kita bersama-sama, berangkat ke surga. Berangkat kesana, bersama mereka yang kita sayangi. Alangkah sangat berbahagianya kita, jika bersama-sama keluarga kita di surga, bersama dan bertetangga dengan nabi, sahabat dan keluarganya, para syuhada’ dan hamba-hamba Allah yang dicintaiNya. Dan Semoga Allah membimbing kita, memberikan kemudahan bagi kita untuk menjaga iman dan ketaqwaan kita, serta menjadikan kita pribadi yang penuh kebaikan dan penuh sayang. Menjadi anak yang sangat menyayangi orang tua, dan atau menjadi orang tua yang juga sangat menyayangi anak-anaknya. Mari semakin menyayangi orang tua kita. Sungguh, jika kita menyayangi mereka, surga menanti kita. Surga yang keindahan-keindahannya belum pernah terlihat oleh mata, belum terdengar oleh telinga dan belum pernah telintas oleh hati dan fikiran kita.

Kekuatan zikir

Kekuatan zikir akan menenangkah hati kita dikala....
sedih, galau, kecewa maupun marah.....
Kekuatan zikir akan menambah cahaya di wajah kita, ketika kita sedang bahagia.....
Kekuatan zikir akan meyakinkan kita akan perlindungan Allaah semata, karena Dia lah sang maha penentu akan apa yang akan terjadi dengan diri kita.....
Kekuatan zikir merupakan asupan sehat untuk kita seandainya kita lafazkan setiap tarikan nafas kita.....
Kekuatan zikir lebih ampuh dari obat pemberian seorang dokter yang termahal bahkan ternama sekalipun di dunia ini......
Kekuatan zikir menjadikan kita lebih dekat kepada Allaah dan RosulNya....
Tak perlu operasi plastik untuk memperoleh kecantikan pada wajah kita... Cukup zikir dg hati yg bersih, akan memancarkan kecantikan kita yg alami dan tanpa mengeluarkan biaya yang menguras isi kantong....
Biarlah uang terkuras habis untuk kita sedekahkan di jalan Allaah semata....
Salam santun, mohon maaf jika tidak berkenaan...
Depok, 16-05-2012

♥▶◑ Perjuangan Untuk seorang Amanah.◑◀♥

Istriku....
Hari ini lima tahun yang lalu engkau meregang nyawa,mempertaruhkan nyawamu antara hidup dan mati...

Masih ingatkah ketika itu,engkau berbaring penuh harap juga penuh kecemasan 2 hari 3 malam engkau berjuang,....

Sungguh pengorbanan yang tak dapat di urai dengan kata...

K'tika itu begitu aku bingung,takut dan sangat berharap cemas ...tak tahu yang harus ku perbuat kecuali menatapmu,menjagamu dengan tatapan kesedihan melihatmu menahan kesakitan yang sangat...

Seandai boleh ku pinta ku berharap aku yang merasakan kesakitan itu,sungguh aku tak tega tiap kali menatapmu kala itu...

Istriku...
Ingatkah engkau tak mau ku tinggalkan walau sesaat...engkauingin aku menjagaimu selalu sampai akhirnya penantian itu tiba....

Alhamdulillah .ucapan pertama kali ku ucap ketika terdengar tamgisan seorang bayi,,anugrah sekaligus amanah benih buah cinta kita...

Sungguh rasa bahagia ketika itu,bahagia kerna engkau selamat dan bayi kita juga selamat,,,setelah engkau berjuang 2 hari 3 malam...

Aku sekarang jadi ayah,engkau jadi ibu...aku adzani anak kita,aku qomati...aku lafadzkan surat Al Qodr juga Al ikhlas....agar terhindar dari ahli zina,agar anak kita ingat bahwa sebelumnya dia telah ber ikrar dengan Alloh akan menjaga iman,agar tidak lupa apa tujuan dia di hadirkan oleh Alloh ke alam dunia..

subhanalloh,begitu besar pengorbananmu istriku ....dengan mempertaruhkan nyawa engkau melahirkan buah hati kita....

semuga anak kita akan jadi manusia yang berguna buat agama Alloh dan sesama...
kini anakmu sudah tumbuh besar istriku...

Rindhu & Aisyah

Surat Alfatihah

1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].
2. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. Yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].
5. Hanya Engkaulah yang kami sembah[6], dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7].
6. Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]


Penjelasan:
[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah Ini dengan menyebut nama Allah. setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
[2] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah Karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya Karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah Karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.
[4] Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
[5] Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.
[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, Karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat Ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
[9] yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Hadist tentang keutamaan Alfatihah


Abu Sa’id bin Al-Mu’allaa -radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Dulu aku pernah sholat. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memanggilku. Namun aku tak memenuhi panggilan beliau. Aku katakan, “Wahai Rasulullah, tadi aku sholat“. Beliau bersabda, “Bukankah Allah berfirman,
“Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu“. (QS. Al-Anfaal: 24).

Kemudian beliau bersabda, “Maukah engkau kuajarkan surat yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid”?. Beliau pun memegang tanganku. Tatkala kami hendak keluar, maka aku katakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi Anda bersabda, “Aku akan ajarkan kepadamu Surat yang paling agung dalam Al-Qur’an”. Beliau bersabda, “Alhamdulillahi Robbil alamin. Dia ( Surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim yang diberikan kepadaku”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4720), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1458), dan An-Nasa’iy dalam Sunan-nya (913)]
Al-Imam Ibnu At-Tiin-rahimahullah- berkata saat menjelaskan makna hadits di atas, “Maknanya, bahwa pahalanya lebih agung (lebih besar) dibandingkan surat lainnya”. [Lihat Fathul Bari(8/158) karya Ibnu Hajar Al-Asqolaniy]

Ibnu Jabir-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Aku tiba kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , sedang beliau mengalirkan air. Aku berkata, “Assalamu alaika, wahai Rasulullah”. Maka beliau tak menjawab salamku (sebanyak 3 X). Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berjalan, sedang aku berada di belakangnya sampai beliau masuk ke kemahnya, dan aku masuk ke masjid sambil duduk dalam keadaan bersedih. Maka keluarlah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menemuiku, sedang beliau telah bersuci seraya bersabda, “Alaikas salam wa rahmatullah (3 kali)”. Kemudian beliau bersabda, “Wahai Abdullah bin Jabir, maukah kukabarkan kepadamu tentang sebaik-baik surat di dalam Al-Qur’an”. Aku katakan, “Mau ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Bacalah surat Alhamdulillahi Robbil alamin (yakni, Surat Al-Fatihah) sampai engkau menyelesaikannya“. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/177). Hadits ini di-hasan-kan oleh Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 17633)]

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Ummul Qur’an (yakni, Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4427), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1457), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (3124)]

Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Tatkala Jibril duduk di sisi Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , maka ia mendengarkan suara (seperti suara pintu saat terbuka) dari atasnya. Maka ia (Jibril) mengangkat kepalanya seraya berkata, “Ini adalah pintu di langit yang baru dibuka pada hari ini; belum pernah terbuka sama sekali, kecuali pada hari ini”. Lalu turunlah dari pintu itu seorang malaikat seraya Jibril berkata, “Ini adalah malaikat yang turun ke bumi; ia sama sekali belum pernah turun, kecuali pada hari ini”. Malaikat itu pun memberi salam seraya berkata, “Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu; belum pernah diberikan kepada seorang nabi sebelummu, yaitu Fatihatul Kitab, dan ayat-ayat penutup Surat Al-Baqoroh. Tidaklah engkau membaca sebuah huruf dari keduanya, kecuali engkau akan diberi“. [HR. Muslim dalam Shahih-nya (806), dan An-Nasa’iy (912)]

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Barangsiapa yang melakukan sholat, sedang ia tak membaca Ummul Qur’an (Al-Fatihah) di dalamnya, maka sholatnya kurang (3X), tidak sempurna”. Abu Hurairah ditanya, “Bagaimana kalau kami di belakang imam”. Beliau berkata, “Bacalah pada dirimu (yakni, secara sirr/pelan), karena sungguh aku telah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Allah -Ta’ala- berfirman, “Aku telah membagi Sholat (yakni, Al-Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku setengah, dan hamba-Ku akan mendapatkan sesuatu yang ia minta”. [HR. Muslim (395), Abu Dawud (821), At-Tirmidziy (2953), An-Nasa’iy (909), dan Ibnu Majah (838)]

Abu Zakariya An-Nawawiy-rahimahullah- berkata, “Al-Fatihah dinamai sholat, karena sholat tak sah, kecuali bersama Al-Fatihah“. [Lihat Syarh Shohih Muslim (2/127)]

▲ Ayah Kau penguatku▲

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?


Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata mungkin ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?


Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?atau saat itu ayah dalam keadaan minim uang? pernahkan kau pikir saat itu? tentu tidak. mungkin baru sekarang ketika telah dewasa engkau mengetahuinya.


Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkankeadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang yang diinginkannya.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..

Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah atau telah bekerja dikota lain…
Ayah harus melepasmu di depan pintu dengan berat.


Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.


Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana atau telah sukses bekerja.

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Ayah tahu……
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..

Dalam lirih doanya kepada Alloh , Ayah berkata:
“Ya Allah, …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..namun tanggung jawabnya terhadap Alloh masih akan tetap berjalan,
maka jagalah hatinya.

Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.

~ Ketika Cinta Berbuah Syurga ~

Beriman kepada seorang Rasul Allah merupakan prasyarat untuk beriman kepada Ketauhidan Ilahi..
Yang satu tidak mungkin dipisahkan dari yang lainnya..
Seseorang yang menyatakan beriman kepada Ke-Esaan Tuhan tanpa mengikuti Nabi Suci SAW adalah sama dengan tulang kering yang tidak berisi sumsum dan seolah memegang lentera gelap yang tidak memberikan cahaya..

Seseorang yang meyakini bahwa ALLAH adalah wujud tanpa sekutu tetapi tidak beriman kepada Hadzrat Rasulullah SAW sama saja dengan seorang yang hatinya dijangkiti kusta serta buta karena tidak memahami apa yang dimaksud dengan Ketauhidan Ilahi..
Syaitan masih lebih baik dari dirinya dalam pengakuan mengenai Ketauhidan Ilahi karena syaitan meskipun mungkar namun ia meyakini eksistensi Tuhan, padahal orang demikian itu tidak meyakini Allah SWT..
Yaa Allah…

Apalah hamba ini?
Manusia hina yang terlahir dari tanah yang kotor..
Hitam dan berlumpur..

Siapalah hamba ini?
Pencari petunjuk yang munafik, Yang tertawa dalam kemaksiatan..
Dan menangis dalam kebaikan..

Kenapakah hamba ini?
Mencari Cinta sejati dengan niat suci..
Menunggu teman pembawa kunci surga..
Dan kekasih penerang jiwa di dunia dan akhirat..

Sungguh..
Hamba tidak tahu apa-apa..
Apa itu kebenaran hakiki?
Wujud Cinta yang dikasihi, Dan kekasih yang diridhoi..

Lalu..
Apalah hamba ini?

Yaa Allah..
Engkaulah pencipta pasangan-pasangan hidup..
Hamba meminta kebaikan..
Dan melihat firman-Mu terbukti..

Di satu sisi, sudut yang terang..
Aku mengajak kepada kebaikan..
Dengan malantunkan Ayat-Ayat Mu Yang Maha Pengasih..
Berniat bersama bergandeng tangan Menuju jalan-Mu..
Menuju naungan ’Arsy-Mu..
Menuju surga firdaus-Mu, dan Menuju rahmat dan ridho-Mu..

Lalu..
Siapalah hamba ini?..
Yaa Allah Yang Maha Bercahaya..
Engkau adalah Sang Pencipta cahaya Cinta di hati, Pencipta Cinta yang diridhoi..
Murkalah Engkau jika hamba memiliki Cinta Yang tercipta di bumi ini dengan cara yang salah..
Jauhkah hamba dari-Mu jika hamba mencintai se"orang dengan cara yang tidak engkau ridho'i..

Sungguh Engkaulah Penolong..
Maka Tolonglah Yaa Allah!
Tunjukkanlah yang lurus jalannya!

Yaa Allah Yang Menciptakan Cinta Kasih..
Jika yang di hati itu adalah kebaikan untuk hamba, Dan jika hamba adalah kebaikan untuk yang ada di hati, Maka satukanlah dalam rahmat-Mu..

Yaa Allah Yang Menciptakan Keindahan Kasih Sayang..
Jika yang di hati adalah jawaban terhadap doa..
Maka ridhoilah dengan ampunan-Mu..
Tetapkanlah menuju surga-Mu..

Yaa Allah Yang Maha Lembut..
Jika ternyata yang di hati adalah keburukan bagi sesama, maka JAUHKANLAH..
Jika ternyata yang terjadi adalah kemurkaan-Mu terhadap sesama, maka AMPUNILAH..
Jika ternyata yang dijalani adalah kesesatan maka BERILAH PETUNJUK kepada yang bercahaya, yang lurus jalannya dan yang diridhoi..

Hamba memohon dengan sangat Hati yang terjaga, Cahaya yang benderang dan Cinta yang diridhoi!

Ingin Cinta yang Halal..
Jalanmu Lebih baik Dari apa yang Aku Tempuh Selama ini..
karena Engkau Selalu memberikan Surga Untuk yang mengikuti Jalan-MU..
Dan memberikan neraka kepada yang ingkar dan tak mau mengikuti syariat-MU..

Ibu...

“Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja…”

Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat.
Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku telah bekerja, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.

“Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa” pintaku pada Ibu pada suatu pagi.

Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah warung makan. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku.

Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih?

Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca … orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ….. tapi entahlah….

Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih.

Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,
“Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih? ”
Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana.
Terbata-bata Ibu berkata,”Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri ”

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.

Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ?

Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, ” Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan . Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, “Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. ”

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier sebagai ibu rumah tangga,seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk “cuti” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu.

Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun.

Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud.

Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi…
Ah, maafkan kami Ibu … 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

” Nak… bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. ”
Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan,

” Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu…”.
Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu,Ibu. ..

Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

=====

Saudara – saudariku sekaliannya.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat ”aku sayang padamu… “, namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

marilah kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita … Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.

Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.

Wallaahua’lam

Kenapa Muslimah di Sebut Penyebar Fitnah??

Saudariku,,kenapa kalian(muslimah) di katakan penyebar fitnah? Jika kalian keluar tanpa hijab,maka syaitan menghiasi kecntikanmu dng nafsu sehingga yang melihatmu akan terpesona. Di sadari atau tidak di sadari jika sampai berhari2 akhina yang melihatmu slalu terbayang akan kcntikanmu dan terbwa dalam sholatnya,ibadahnya niscaya kalian akan menikmati dosanya pula.

Suaramu juga penyebar fitnah,stiap ucapan yang keluar dari bibirmu akan di perindah oleh syaitan,shingga yang mendengarnya akan slalu ingat suaramu,maka ucpkanlah perkataan yg baik atau diam.

Saudariku,jaga maruahmu(harga dirimu )jangan sampai para akhina memandang murah kepadamu,maka jagalah segala perkataan dan tingkah lakumu.

Saudariku,, Menjaga diri,bukan hanya di dunia keseharian,trmasuk di dunia maya, berhati2lah.jangan membuat status yang memancing para akhina,jangan koment yang memancing para akhina. sungguh wanita it sangat mulia jika kalian bisa menempatkan diri.

Ingatlah...Smua yang kita lakukan tak luput dari pengawasan Nya,maka mari berhati2, jika tdk dari skarang,mau kapan lagi?


post koment for fb:

SEBUAH KISAH HIKMAH , BERDOALAH YANG BAIK-BAIK BUNDA SAYANG ..

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan,... tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, "idzhab ja'alakallahu imaaman lilharamain," Pergi kamu...! Biar kamu jadi imam di Haramain...!"

Dan Subhanallah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram...! Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu...?
Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

Subhanallah ..

****

Ini adalah sebuah kisah bagi para ibu , calon ibu, ataupun orang tua... hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk putra-putrinya . Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang kesal /marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun ..

"Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu.
Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian..."
(HR. Abu Dawud)

Yaa Robb

Ya Rabb,
Engkau Mahabesar,
kekuasaan-Mu pasti lebih besar
drpd masalah hambamu yg hina ini.

Engkau Mahabesar,ampunan&rahmat-Mu pasti lbh bsar dari pd dosa hambamu ini.

Dan Engkau maha besar,karena kebesaran-
Mu maka tak layak bagi hambamu ini utk berputus asa...

Ya Rabb,Engkau maha tau ya Rabb,..
hamba yg berbuat dosa,selayaknya memang hamba yg menanggung segala
akibatnya.
tapi hamba jg tahu,bhwa samudera ampunan-
Mu bgitu luas,sehingga mampu membebaskan hambamu ini dari segala dosa..

ya ALLOH ya Rabb,lantaran inilah harapan hamba muncul,mka jgn Engkau pupuskan harapan hambamu ini ya Rabb.

Ya Rabb,...
ditengah lautan permasalahan kehidupan yg
hamba hadapi,baik yg hamba buat sendiri,ataupun yg muncul akibat kebodohan&kelalaian hamba, hamba tdk
prnh ingin berhenti berharap,bhwa Engkau tdk akan menutup mata terhadap kesalahan2 hambamu ini,

ya Rabb,....
bentangkan perlindunganl&pertolonganMu diatas
kehidupan hambamu ini..

Ya Rabb,..
di tengah keterbatasan hamba menutupi
kesalahan" hamba&berjuang utk
hidup&kehidupan ini,.
hamba tdk prnh ingin brhenti
berharap,bhwa Engkau tdk prnh akan lari dr kehidupan hamba ini,

semoga smua harapan2 hambamu ini tdk menjadi harapan kosong dan berguna di mata-Mu,..

ya Rabb..
Engkaulah maha sgla harapan,
Engkau maha pengasih&penyayang,
Engkau maha untuk semesta alam...

Ya Alloh ya Rabb...
kabulkan segala apa yang hamba minta.

Robbana adhina fiddunya hasanah wa fill a' khiroti hasanah taw waqina adha bannar...
subhana robbika robbi izzaati amma ya shifun
wassalamu alal mursalin walhamdulillahi robbil alamiin..Aamiin aamiin ya robbal alamiin

5watt atau 1000watt

Seandainya di suruh memilih sesuatu pasti milih yang indah dan membahagiakan...

Andai di suruh memilih rumah mewah dengan rumah yang sangat sederhana,pastinya akan berebutan memilih rumah yang mewah.....

Dari contoh kedua pilihan itu kita bisa belajar....

Bahwa kita lebih tertarik sesuatu yang indah tanpa berfikir dua kali,kerna kita meyakini bahwa semua itu baeik untuk kita ,
Tapi sebenernya apa yang kita yakini baik belum tentu juga baik di mata Alloh Azza wa Jalla....

Cuba kita bandingkan rumah mewah dengan lampu 1000watt dengan rumah sederhana dengan lampu 5watt...
Pasti kita akan bilang lebih terang yang 1000watt di banding 5watt.

Tapi terkadang kita salah,,,,rumah yang mewah,megah,besar jika di dalamnya tidak pernah di gunakan untuk sholat,jika rumah tidak pernah di hiasi dengan lantunan surat Al-Quran maka seberapa besar dan seberapa banyak lampu yang ada,maka rumah itu akan terasa suram ....

Beda dengan rumah sederhana yang di gunakan untuk sholat.....setiap saat di hiasi lantunan ayat suci Al-Quran,walau hanya dengan lampu kecil,rumah itu akan nampak terang benderang dan terasa nyaman jika kita memasukinya.....

Semuga rumah kita penuh dengan rahmat Alloh dan selalu di kunjungi para Malaikta-Malaikat Alloh.....aamiin.

Sang Devisa si Wanita Desa

Aku terlahir jadi umat akhir zaman…

orang tuaku miskin.tak mampu menjadikanku seorang sarjana atau dokter yang akan mengantongi banyak uang untuk keluargaku.

Umat yang dimana hidup penuh dengan keterbatasan ilmu dan ilmu agama….

Disinilah aku ingin berbagi hidupku hanya sebagai ibu rumah tangga biasa,bukan kalangan atas.

tapi hanya ibu Rumah Tangga biasa kalangan ekonomi kecil.
Aku bantu suamiku.

yah..

hanya sebagai petani.
kalangan bawah.
Aku tidak ingin karena hanya seorang petani ,dianggap rendah atau kecil.mungkin inilah variasi pekerjaan manusia .

toh semua mahkluk sama yang membuat dia tampak besar yaitu hatinya…

lapang dada,iklas,dan tidak meremehkan orang.

Aku dan suamiku memang hanya petani. kami memang rendah secara lahir dengan wujud pekerjaan.tapi jasa insyaAlloh pasti dibutuhkan.bukan kami menyombongkan diri kamilah petani yang memberimu makan.

tidak…
Allohlah yang berkehendak. dan

Allohlah yang memberi kuasa anda bisa menelan makanan atau tidak.itulah wujud pemberian Alloh berupa kasih sayang _Nya supaya kita sabar dan berusaha.

Demikian juga saya dan suami.
kami berusaha ,bertani kami memang rendah.

Aku bekerja diluar negeri membantu suamiku.
dia iklas akupun iklas membantunya karena Alloh.mungkin banyak yang bilang suami berdosa melepaskanku pergi bekerja .

Tapi aku yakin Alloh lebih tahu segalanya.lebih tahu niat kami.

CobaanNya membawaku kesini memberi kasih sayangNya sampai dimana kesabaranku dan kesabaran suamiku..
aku tidak tahu aku hanya menganggap inilah jihadku kepada Agama Alloh dengan mengabdi pada suami.

Semoga Alloh memberi kami tempat terdekat disisiNya yang paling dicintaiNya .

Subhanalloh.jika itu bukan hanya mimpi.

cakrawalaku kubuka semoga Alloh melapangkan jalan rejeki dan jalan pahala beramal bagi aku dan suamiku.

Ku tiada berharap jadi seorang yang kaya raya,kemiskinan yang ku alami saja ku belum mampu mensyukuri,bagaimana jika ujian kekayaan datang menerpa….

Ku ingin hidup sesaat ini bermanfaat buat agamaku,keluargaku dan para tetanggaku…

Ku takut sangat amat takut akan neraka tapi aku juga sangat malu berharap syurga….

kalian boleh tidak mengenalku tapi kalian tidak berhak membenciku…

Seburuk apapun aku dan suamiku adalah sama dengan kalian.aku juga ciptaan Alloh yang Perkasa…

Jangan hina kan sesama jika engkau tidak mau di hinakan Alloh……

Engkau hinakan ciptaan-Nya sama juga engkau hinakan Pencipta-Nya….

Teramat malu pertama kuakui kalau aku bekerja diluar negeri apalagi dinegeri non muslim.

Apalagi mengingat menjaga nama baik suamiku ( bukan karena dia punya nama baik dikampung tapi nama baik karena dia melepasku bekerja).antara ia dan tidak ,gamang aku mengakuinya.

Tapi inilah hidupku..
Aku hanya bicara Bumi ini milik Alloh ,dimanapun aku berjihad untuk suami ,Alloh lebih tahu hatiku dan hati suamiku.

Biarlah mereka menyalahkan suamiku ,aku hanya peduli inilah hidupku.

Semoga nasib ratusan ribu wanita diluar negeri yang bekerja untuk keluarganya mendapatkan pahala surga ,
Semoga jerih payahnya menyadarkAn keluarga yang terlena,

Semoga,setiap tetesan air mata dan air peluh keringatnya menjadikan anak anaknya sebagai hamba yang dicintai Alloh.
Dicintai Rosululloh dan dicintai umat.

YA Rabb…

Kuatkan hatiku dan hati mereka.
Mungkin terlalu hina kami mengeluh disini…tapi.inilah hidup yang harus kami akui demi bunga dikampung harapAn kami.

Ya Alloh jadikan saudara kami yang tak tersadar akan keringat kami,menerima hidayah sadar akan Kuasa-Mu.

Bangunkanlah tidur sahAbatku yang terlena dalam mimpi warna warni lampu dunia.

Gerakanlah hatinya.
Bahwa dirumah ada yang menunggunya.

☆※ Hukum mengucapkan salam ※☆

1. Sunah mengucapkan salam kepada orang lain, wajib menjawab salam.

2. Makruh mengucapkan salam kepada orang yang sedang melakukan salat.

3. Jika seseorang mengucapkan salam kepada orang yang sedang melakukan salat, maka pelaku salat harus menjawabnya dan mendahulukan kata "salamun", yakni menjawab begini: "salamun alaik", atau "salamun alaikum".*

4. Seseorang yang sedang melakukan salat tidak boleh mengucapkan salam kepada orang lain.

5. seseorang harus segera menyampaikan jawaban salam seusai orang lain mengucapkan salam kepadanya, dan dia berdosa jika sengaja tidak segera menjawabnya.

6. Jika dua orang saling mengucapkan salam dalam waktu yang sama, maka masing-masing wajib menjawab salam kepada yang lainnya.

7. Makruh mengucapkan salam kepada orang kafir. Dan jika seorang kafir mengucapkan salam kepada seorang Muslim, maka berdasarkan ihtiyath wajib orang muslim harus menjawabnya dengan mengucapkan "alaik" saja atau "salam" saja.


Tata Krama Mengucapkan Salam

1. Adalah sunah:

a. Pengendara kendaraan mengucapkan salam kepada pejalan kaki.

b. Yang berdiri mengucapkan salam kepada yang duduk.

c. Kelompok yang sedikit mengucapkan salam kepada kelompok yang lebih banyak.

d. Yang lebih kecil mengucapkan salam kepada yang lebih besar.

2. Selain dalam keadaan salat, sunah menjawab salam dengan ucapan yang lebih baik. Oleh karenanya, jika seseorang mengucapkan "salamun alaikum", maka sunah menjawabnya dengan ucapan "salamun alaikum warahmatullah".

3. Laki-laki makruh mengucapkan salam kepada perempuan, khususnya kepada perempuan muda.

Catatan Kaki:

Bila ada seorang non Muslim yang mengucapkan salam kepada kita (orang muslim),
misal dengan 'Assalamu'alaikum' atau 'Assalamu'alaikum wa rahmatullah' atau
'Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh' dengan ucapan yang fasih,
benar dan tidak bermaksud mengolok-olok, maka harus kita jawab juga dengan
ucapan yang lebih baik atau setidaknya yang sama.
yaitu

'Wa'alaikum SALAM' atau 'Wa'alaikum salam wa rahmatullah' atau 'Wa'alaikum
salam wa rahmatullah wa barakatuh'..

Ada penjelasan yang bermanfaat dari Ustadz Abdul Hakim dalam masalah ini
yaitu di Al Masaa il jilid 7 Masalah ke 178 "Kewajiban Menjawab Salam".
Beliau membawakan ayat berikut :

"Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah
penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).
Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu." (QS. An Nisaa' : 86).

Kemudian berkata beliau
"Dan dari ayat yang mulia ini pun dapat dikeluarkan hukum: Bahwa menjawab
salam orang orang kafir yang mengucapkan salam kepada kita dengan salam
islami dengan FASIH dan dengan maksud MENGHORMATI dan memuliakan kita, bukan
untuk MENGEJEK atau mengolok-olok kita, maka hukumnya wajib bagi kita
menjawab salam mereka sebagaimana perintah Allah di atas yang bersifat UMUM
dan MUTLAK." (Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al Masaa il Jilid 7, Darus Sunnah,
Jakarta, Cet. I, Oktober 2006, hal. 39).

Kemudian al Ustadz membawakan beberapa hadits lengkap dalam masalah ini
sehingga bisa dilihat sebab sebabnya. Salah satunya adalah ini:

Berkata Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik: Saya pernah mendengar Anas bin
Malik berkata: Seorang Yahudi pernah lewat dihadapan Rasulullah
Shallallahu'alaihi wa sallam lalu dia mengucapkan (salam dengan ucapan): AS
SAAMU' ALAIKA. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam menjawabnya:
"WA'ALAIKA. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda
(kepada para Shahabat): "Tahukah kamu apa yang dia ucapkan? Dia mengucapkan
(salam kepadaku dengan ucapan): AS SAAMU'ALAIKA."
Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bolehkan kami membunuhnya?
Beliau menjawb: "Jangan! (Tetapi) apabila Ahlul Kitab memberi salam kepada
kamu maka jawablah: "WA'ALAIKUM (saja)."
(HR. Bukhari no. 6926).

Perlu diketahui bahwa ucapan Yahudi tersebut adalah AS SAAMU yang artinya
KEMATIAN. Jadi AS SAAMU' ALAIKA artinya KEMATIAN atas kamu. Jadi Yahudi
tersebut tidak mengucapkan dengan benar ucapan salam yang kaum muslimin
ucapkan.

Kemudian Ustadz Abdul Hakim melanjutkan,
"Dari beberapa riwayat shahih di atas dapatlah kita mengetahi dengan jelas
sekali SEBAB SEBAB Nabi yang mulia Shallallahu'alaihi wa sallam telah
memerintahkan para shahabat untuk menjawab salamnya orang orang Yahudi
dengan ucapan: WA 'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja tanpa tambahan SALAM dan
seterusnya. Yaitu yang menjadi penyebabnya: Apabila mereka memberi salam
kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan para shahabat mereka
mengucapkan AS SAAMU 'ALAIKA atau AS SAAMU 'ALAIKUM. Sedangkan arti dari AS
SAAMU adalah MATI atau Kematian. Oleh karena itu Nabi yang mulia
Shallallahu'alaihi wa sallam bersama para shahabat mencukupi menjawab salam
mereka dengan ucapan yang SAMA dengan apa yang telah mereka ucapkan yaitu :
WA'ALAIKA atau WA'ALAIKUM saja. Yakni ATASMU atau ATAS KAMU JUGA KEMATIAN."
(Idem hal 45).

Kemudian Ustadz Abdul Hakim melanjutkan lagi,
"Ini. Kemudian setelah kita mengetahui sababul wuruudil hadits dapatlah kita
mengeluarkan hukumnya -karena hukum itu beredar bersama 'illat atau
sebabnya, maka apabila telah hilang 'illatnya dengan sendirinya hukum
tersebut kembali kepada asalnya- yaitu: Kewajiban menjawab salam manusia
hatta dia orang kafir atau musyrik, apabila mereka mengucapkan salam kepada
kita dengan SALAM ISLAMI YANG FASIH dan dengan maksud menghormati kita dan
bukan dengan lafazh AS SAAMU seperti yang pernah diucapkan orang orang
Yahudi kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan para shahabat. Karena
'illat atau sebab yang menyebabkan Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam
memerintahkan para shahabat untuk menjawab salamnya orang orang Yahudi
dengan jawaban WA'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja telah HILANG atau tidak ada.
Yakni ketika mereka memberi salam kepada kita dengan salam islami yang fasih
yaitu AS SALAAMU 'ALAIKUM, atau ASSALAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAH, atau
ASSALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAH WA BARAKATUH, maka kewajiban kita menjawab
salamnya dengan jawaban yang sama atau yang lebih baik sebagaimana perintah
Allah Jalla Dzikruhu. Karena tidak ada alasan bagi kita untuk TETAP menjawab
salamnya dengan ucapan WA'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja setelah 'illat yang
ada dihadits tersebut hilang atau tidak ada."

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik