~SHALAT JENAZAH~

1. Rukun shalat jenazah
a. Niat.
b. Berdiri bagi yang mampu.
c. Empat kali takbir (termasuk takbiratul ihram).
d. Membaca surat Al-Fatihah setelah takbir yang pertama (takbiratul ihram).
e. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. setelah takbir yang kedua.
f. Membaca doa untuk jenazah setelah takbir yang ketiga.
g. Membaca doa untuk jenazah dan orang yang menyalatinya setelah takbir yang keempat.
h. Membaca salam ke kanan dan ke kiri.

2. Sunat shalat jenazah
a. Mengangkat kedua tangan pada saat bertakbir.
b. Merendahkan suara pada setiap bacaan (israr).
c. Membaca isu'adzah (A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajim).
Di samping itu, posisi imam hendaknya didekat kepala jenazah laki-laki atau di dekat pinggul jenazah perempuan.
Shaf (barisan hendaknya dijadikan 3 shaf atau lebih. Satu shaf sekurang-kurangnya 2 orang. .

3. Cara melaksanakan shalat jenazah
(1) Berdiri tegak menghadap kiblat Kedua belah tangan berada di samping sejajar dengan pinggul. Sedangkan kepala agak tunduk ke sajadah. Hati dan pikiran berkonsentrasi, lalu membaca lafal shalat jenazah, yaitu :
a. Jika jenazah orang laki-laki:

USHALLII 'ALAA HAADZAL MAYYITI ARBA'A TAKBIIRAATIN FARDHAL KIFAAYATI MA'MUUMAN LILLAAHITA' AALAA.

b. Jika jenazah orang perempuan:

USHALLII 'ALAA HAADZIHIL JANAAZATI ARBA'A TAKBIIRAATIN FARDHAL KIFAAYATI MA'MUUMAN LILLAAHITA' AALAA.

(Jika menjadi imam, kata MA'MUUMAN diganti dengan -IMAAMAN!)
(2) Setelah selesai membaca lafal tersebut, kedua belah tangan diangkat (jari-jari terbuka rapat, kecuali ibu jari!) sejajar dengan kedua bahu (ujung jari-jari sejajar dengan telinga!) sambil mengucapkan "ALLAAHU AKBAR". Pada saat tangan diangkat dan mulut mengucapkan kalimat takbir ini, hatinya mengatakan:
"Aku niat shalat atas jenazah ini 4 takbir, fardhu kifayah mengikut imam, karna Allah Ta'ala." (Jika sebagai imam maka kata 'mengikut imam' diganti dengan'menjadi imam'!).
(3) Setelah hati selesai mengucapkan niat, dan bacaan takbir selesai, kedua belah tangan diturunkan perlahan-lahan, dan diletakkan di atas puser dan di bawah dada, Tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri, lalu langsung membaca isti'adzah dan Al-Fatihah
(4) Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan bertakbir yang kedua sambil mengangkat kedua tangan dengan gerakan sama seperti gerakan pada takbir pertama tanpa niat, dalam posisi tetap berdiri, tanpa ruku dan tanpa sujud. Selesai bertakbir kedua tangan kembali ke posisi semula, yaitu bersedekap, lalu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. yang lafalnya :
a. Sekurang-kurangnya (minimal):

"ALLAHUMMA SHALLI'ALAA MUHAMMAD

b. Yang paling sempurna (lengkap):


ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD WA'ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHALLAITA 'ALAA IBRAAHIIM WA'ALAA AALI IBRAAHIIM, WA BAARIK 'ALAA MUHAMMAD WA * ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA BAARAKTA * ALAA IBRAAHIIM WA 'ALAA AALI IBRAHIM, HL'AALAMTO
Artinya:
"Wahai Allah! Berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, sungguh di alam semesta ini Engkau MahaTerpuji lagi Maha Mulia"

(5) Selesai membaca shalawat, dilanjutkan dengan bertakbir yang ketiga sambil mengangkat kedua tangan, tanpa ruku dan tanpa sujud Selesai bertakbir, kedua tangan kembali: keposisi semula, yaitu bersedekap, lalu membaca doa yang ditujukan untuk jenazah, yaitu:
a. Sekurang-kurangnya:

ALLAAHUMMAGH FIRLAHU WARHAMHU WA 'AAFIHI WAWANHU

Jika jenazah seorang perempuan, maka lafalnya:

ALLAAHUMAGHFIRLAHAA WARHAMHAAWA *AAFIHAA WA'FU'ANHAA.

b. Yang paling sempurna (lengkap):

ALLAAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA'AAFIHI' WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WAWASSi: MAD-KHALAHU WAGHSILHU BILMAA'I WATS TSALJI WAL-BARADI WANAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANASI WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHAIRAN MINZAU-JIHIWAQIHIFTTNATALQABRI WA 'ADZAABAN NAARI.

Jika jenazah seorang perempuan, maka lafalnya:

ALLAAHUMMAGHFIR LAHAA WARHAMHAA WA 'AAFIHAA WA'FU 'ANHAA WA AKRIM NUZULAHAA WA WASSF MADKHALAHAA WAGHSILHAABILMAA,I WATS TSALJI WAL BARADI WANAQQIHAA MINAL KHA-THAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DAN ASI WA ABDILHAA DAARAN KAAIRAN MIN DAARIHAA WA AHLAN KHARAN MIN AHLIHAA WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHAA WAQIHAA FTTNATAL QABRl WA ADZAABAN NAARI.
Artinya:
"Wahai Allah! Ampunilah dia,berilah dia rahmat, berilah dia kesejahteraan, maafkanlah kesalahannya, luaskanlah tempat kediamannya, bersihkanlah dia dengan air, es dan embun, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran,dan gantilah rumahhya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan istri(suami)nya dengan istri (suami) yang lebih baik, dan peliharalah dia dari fitnah (siksa) kubur dan azab neraka"

Jika jenazah seorang anak laki - laki yang masih kecil (belum baligh), maka doanya:


ALLAAHUMMAJ 'ALHU FARATHAN LI ABAWAIHI WA SALAFAN WA DZUKHRAN WA 'IZHATAN WA'TIBAARAN WA SYAFU'AN WA TSAQQIL BIHIMAWAAZIINAHUMAA WA AFRIGHISH SHABRA'ALAA QULUUBIHIMAA WA LAA TAFTINHUMAA BA'DAHU WA LAA TAHRIMHUMAA AJRAHU.

Jika seorang anakperempuan, maka lafalnya:


ALLAAHUMMAJ'ALHAAFARATHANLIABAWAIHAAWA SALAFAN WA DZUKHRAN WA 'IZHATAN WA'TIBAARAN WA SYAFITATAN WA TSAQQIL BIHAA MAWAAZIINAHU-MAA WA AFRIGHISH SHABRA 'ALAA QULUUBIHIMAA WA LAA TAFTINHUMAA BA'DAHAA WA LAA TAH-RIMHUMAA AJRAHAA.
Artinya:
"Wahai Allah! Jadikanlah dia sebagai simpanan pendahuluan bagi kedua orang tuanya, titipan, pelajaran (nasihat), contoh, penolong, dan beratkanlah, karena dia, timbangan kedua orarig tuanya, curahkanlah kesabaran di hati mereka berdua, janganlah Kau jadikan fitnah bagi mereka berdua setelah kematiannya, janganlah Kau cegah pahalanya bagi mereka berdua."

(6) Selesai membaca doa untuk jenazah, dilanjutkan dengan bertakbir yang keempat sambil mengangkat kedua tangan, tanpa ruku

ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WA LAA TAFTINNAA BA'DAHU WAGHFIR LANAA WA LAHU.

Jika jenazah seorang perempuan, maka lafalnya:

ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHAA WA LAA TAFTINNAA BA'DAHAA WAGHFIR LANAA WA LAHAA.

Jika ingin lebih sempurna maka ditambah dengan lafal:

WA LI'IKHWAANINAL LADZIINA SABAQUUNAA BIL HMAANI WA LAA TAJ'AL FII QULUUBINAA GHILLAN ULLADZIINA AAMANUU RABBANAA INNAKA RA'UU-FURRAHIIM.

Artinya:
"Wahai Allahi Janganlah Kau halangi pahalanya bagi kami, dan janganlah Kau jadikan fitnah bagi kami setelah kematiannya,/ ampunilah kami dan dia, dan juga saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami; dan janganlah Kau jadikan kedengkian di dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami ,Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

(7) Setelah membaca doa: tersebut; dilanjutkan dengan membaca salam, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, yaitu :
ASSALAAMU 'ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH.


Artinya:
"Semoga kesejahteraan,rahmat Allah, dan berkah-Nya teiap tercurahkan kepada Anda semua"

Setelah itu membaca surat Al-Fatihah bersama-sama dan imam hendaklah membaca doa, sedangkan makmum mengamininya. Adapun doa yang dibaca setelah selesai shalat jenazah
adalah:


ALLAAHUMMAGHFIRLI HAYYINAA WAMAYYIINAAWA SYAAHIDINAAWAGHAA'IBINAAWASHAGHIIRINAAWAKABHRINAAWADZAKARmAAWAUNTSAANAA.ALLAA HUMMA MAN AHYAriAHU MINNAA FA AHYIHI ALAL ISLAAM, WA MAN TAWAFFAITAHU MINNAA FATAWAFFAHU' ALALIIMAANI
Artinya:
"Wahai Allah! Ampunilah kami, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, baik yang hadir maupun yang tidak hadir, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang laki-laki maupun yang perempuan. Wahai Allah! Siapapun yang telah Engkau hidupkan di antara kamu hidupkanlah dia dengan tetap beragama Islam, dan siapapun yang telah Engkau wafatkan di antara kami, wafatkanlah dia dalam keadaan beriman"


ALLAAHUMMA INNA HAADZAA 'ABDUKA WABNU 'ABDAIKA, KHARAJA MIN RAUHID DUNYAA WA SA'ATTHAAWA MAHBUUBUHU WA AHIBBAA'UHU FI1HAA ILAA ZHULMATIL QABRI WA MAA HtfWA LAAQIIHI, KAANA YASYHADU AN LAA E.AAHA ILLAA ANTA WAH-DAKA LAA SYARIIKA LAKA, WA ANNA MUHAMMADAN 'ABDUKA WA RASUULUKA WA ANTA A'LAMU Bfflfl MINNAA.
Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya ini adalah hamba Engkau, anak kedua hamba Engkau, ia telah keluar dari kesenangan dunia, keluasannya, kekasih dan orang-orang yang dicintainya di dunia menuju gelapnya kubur dan sesuatu yang akan dia temui di dalamnya. Dia telah menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Engkau sendiri, tak ada sekutu bagi Engkau, dan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba utusan Engkau, dan Engkau lebih mengetahui hal itu daripada kami."



ALLAAHUMMAINNAHUNAZALABIKAWAANTAKHAIRU MANZUULIN BIHI. WA ASHBAHA FAQIIRAN ILAA RAHMATIKA WA ANTA GHANIYYUN 'AN 'ADZAABM WA QAD JI'NAAKA RAAGHIBIINA |LAIKA SYUFA'AA'A LAHU.
Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya mayit ini datang kepada Engkau, sedangkan Engkau adalah sebaik-baiknya yang didatangi ,butuh akan rahmat Engkau, sedangkan Engkau tidak butuh terhadap siksanya. Kami benar-benar datang kepada Engkau, memohon kepada Engkau, sebagai perantara baginya"


ALLAAHUMMA IN KAANA MUHSINAN FAZID FII IHSAANIHI, WA IN KAANA MUSII'AN FATAJAAWAZ ANHU, WA LAQQIHIBIRAHMATIKA RIQHAAKA WA QIHI FITNATALQABRIWA'ADZAABIHI.
Artinya:
"Wahai Allah! Jika mayit ini termasuk orang yang baik, maka tambahkanlah kebaikannya; Jika mayit ini termasuk orang yang jahat(jelek),maka bebaskan dia dengan sebab rahmat Engkau akan keridha'an Engkau, dan jauhkanlah dia dari fitnah kubur dan siksanya."


WAFSAH LAHU FII.QABRIHI WA JAAEIL ARDHA 'AN. JANBAIHI WA LAQQIHII BIRAHMATIKAL AMNA MIN 'ADZAABIKA HATTAA TAB'ATSAHU AAMINAN ILAA JANNATIKABIRAHMATIKAYAAARHAMARRAAHIMnNA.
Artinya:
"Dan luaskanlah kuburnya, renggangkanlah .bumi dan kedua lambungnya, dan pertemukanlah dia dengan sebab rahmat Engkau akan keselamatan dari siksa Engkau, sehingga Engkau bangunkan dia dalam keadaan aman sampai ke surga Engkau berkat rahmat Engkau, wahai Zat Yang paling Pengasih di antara para pengasih."
WAllohu'alam...
READ MORE →
Bagikan Ke :

*Nasihat Imam As-syafi'i r.a tentang Ilmu*



Banyak kitab yang menerangkan Nasihat-nasihat Imam As-syafi'i tentang Ilmu, namun disini saya akan menyampaikan 2 nasihat saja yang mungkin jarang kita mendengarnya.

1. Ilmu dengan berkhidmat/menlayani kepada guru

Zaman sekrang banyak orang yang ingin menghapus adab ini dalam mencari ilmu, padahal melayani guru adalah sumber keberkahan ilmu.

Imam As-syafi'i r.a berkata:

من طلب العلم بعز النفس لم يفلح ومن طلبه بذل النفس وخدمة العلماء افلح

"Barang siapa yang mencari ilmu dengan kesombongan diri maka orang itu tidak akanmendapat kebahagiaan ,dan barang siapa yang mencari ilmu dengan kerendahan diri dan melayani para ulama maka orang itu pasti bahagia"

2. Ilmu itu yang memberi manfaat.

Zaman dahulu orang lebih banyak mengamalkan ilmu daripada membicarakan ilmu, sedang zaman sekarang orang lenih banyak membicarakan ilmu ,namun mereka lupa untuk mengamalkan nya

Imam As-syafi'i r.a berkata:

ليس العلم ما حفظ انما العلم ما نفع

"Bukanlah(kebahagiaan) ilmu itu apa-apa yang di hafal(saja),melainkan sesungguhnya ilmu itu adalah yang bermanfaat (bagi dirinya dan orang lain)"

sumber kitab Tabaqat kubra hlm 75
READ MORE →
Bagikan Ke :

* TIDAK CUKUP SEKEDAR ISTIGFAR*

Kita seringkali lupa dengan hukum
keseimbangan, yang pada intinya
mengajarkan kita, bahwa hasil yang kita
nikmati itu, sesuai dengan upaya yang kita
lakukan.

atau istilah lainnya, barang siapa yang rajin belajar, maka ia akan menjadi
pandai ; dan barang siapa yang malas belajar
maka ia akan bodoh.

semakin keras
seseorang belajar, maka akan semakin luas
wawasannya. hal yang sama dengan itu, mestinya berlaku
juga.
yaitu tidak ada amal yang kecil
pelaksanaannya, di ganjar pahala yang
sangat besar.

mungkin kita terlalu berharap
dapat melakukan pekerjaan kecil dengan
pahala yang besar, karena kita tahu bahwa Allah itu adalah Maha Pengasih dan Maha
peyayang.

karena boleh jadi kita merasa
seolah-olah sudah mendapatkan banyak
pahala padahal sebetuknya tidak.

sehingga
kita terlena atau lenggah untuk
meningkatkan kualitas ibadah kita kepadaNYA.

seperti contohnya.
kita diajarkan bahwa kita
mau bertobat, maka Allah pasti akan
mengampuni kita. karena itulah para ulama
menyuruh kita agar sering-sering
mengucapkan ISTIGFAR,
memohon ampun
kepadaNYA.

yang menjadi pertanyaan, benarkah sesederhana itu menghapus dosa-
dosa yang telah kita lakukan ? apakah hanya
dengan mengucapkan ISTIGFAR yang sangat
mudah itu, maka Allah lalu akan menghapus
dosa-dosa kita ?

coba kita lihat bagaimana
cara menghapus dosa menurut Rasulullah saw.
pada suatu hari, Rasulullah saw, bertanya
kepada para sahabatnya,

" Tahukah kalian,
siapakah orang yang di anggap bertobat
itu ?"
para sahabat menjawab,
" Allah dan
Rasul_NYA yang lebih mengetahui." maka Rasulullah pun bersabda

: ~ " Barang siapa bertobat tetapi tidak
menambah ibadahnya, ia bukannya
bertobat."

~ " Barang siapa bertobat tetapi tidak
mengubah perilakunya, ia bukannya telah
bertobat."

~ " Barang siapa bertobat tetapi tidak
menganti temannya, ia bukannya telah
bertobat."

~ " Barang siapa bertobat tetapi tidak
menuntut ilmu, tidak membuang sikap riya',
tidak menyedekahkan kelebihan yang di
milikinya, ataupun tidak meminta maaf
kepada orang yang pernah disakitinya, ia
bukannya telah bertobat.

" sahabatku yang baik hatinya..

dari apa yang di sampaikan Rasulullah saw
tadi, sepertinya ucapan ISTIGFAR saja belum
cukup untuk mendapatkan pengampunan
dari Allah.

bayangkanlah apa jadinya kelak,
bila kita merasa bahwa dosa kita sudah lebur karena sering ISTIGFAR, padahal
sebenarnya tidak !.

memang tidak ada cara lain untuk
mendapatkan syurga selain berjuang keras
dalam beramal saleh yang di ridhoi_NYA.

mari
kita hidupkan semangat jihad, untuk
memerangi nafsu dan setan yang selalu
berusaha mengajak kita pada kemalasan beramal saleh.

semoga kita mampu
menanamkan dalam jiwa kita masing-masing
nasihat nabi yang mulia,

" SABAR DARI
MENAHAN NAFSU ITU BERAT, TETAPI MENAHAN
SIKSAAN NERAKA ITU, JAUH LEBIH BERAT DARI
PADA MENAHAN NAFSU
READ MORE →
Bagikan Ke :

PERMOHONAN PENGHUNI NERAKA


Neraka adalah tempat yang menakutkan,yang menimbulkan rasa ngeri,gentar dan takut bagi orang yang beriman.
Aisyah,istri Nabi Shollallohu alaihi was-sallam ,pernah menangis bila teringat akan siksa neraka.
Salman Al Farisi lari ketakutan mendengar peristiwa neraka ini.
rabi'ah Al-Adawiyah ,bila mendengar peristiwa neraka langsung pingsan tidak sedarkan diri.

Subhanalloh begitu kuat iman-iman mereka.Beri keimanan kami seperti mereka yaa Alloh.

"Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup."Qs.Thaha:74.

Syurga neraka sangat berjauhan.orang yang terjatuh ketika meniti Titian Shirath itu tujuh puluh tahun lamanya teromban-ambing di awangan,baru sampai ke dasar neraka itu.mereka tercebur ke dalam telaga neraka yang sangat panas baru mencari tempat masing-masing.Demikian pula syurga,orang-orang yang selamat meniti Titian Shirath sampai ke seberang,tujuh puluh tahun pula baru sampai ke pintu syurga Jannatun-Naim.

Meskipu letak berjauhan,tetapi mereka saling melihat satu sama lain dan dapat saling bicara dengan jelas.segala isisyurga,keindahan,kecantikan bidadari,kesenangan mereka nampak dengan jelas.

Oleh karena tidak tertahankan penderitaan dan kesengsaraan di dalam neraka itu,rasa haus dan dahaga yang memutus leher dan lapar yang tak terhingga dan ketika melihat syurga dan kemewahannya ,maka mereka memohon.

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:

"Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu...."Qs.Al-A'raf:50..

Ketika itu orang syurga akan menjawab ,seperti firman Alloh Subhanahu Wata'ala:
"Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,"Qs.Al-A'raf:50.

Memohon mereka tiada henti agar di hidupkan kembali ke dunia agar bisa mengikuti tuntunan Rosul tapi semua itu percuma dan Alloh tidak akan mengampuni mereka ,justru siksa yang akan trus mendera mereka.Sungguh memilukan jeritan kesakitan dari mereka dan Alloh berfirman:

"Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu: "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan."Qs.Yunus:52.

"Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan".Qs.As-Sajadah:14.

Sungguhpun permohonan mereka di tolak mereka tetap bermohon .

".... "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul....Qs.Ibrahim:44.

Alloh menjawab: (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?,"Qs.Ibrahim:44.

Mereka kembali memohon walau permintaannya sia-sia,sekarang mereka meminta sambil menangis.
Mereka di dalam neraka itu memekik meminta tolong seraya katanya:ya,Tuhan kami,keluarkan kami dari dalam neraka ini,nanti kami kerjakan amalan yang soleh,lain dari pekerjaan yang kami kerjakan masa dahulu.

"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Qs.Al-Fatir:37.

Jawab Alloh Subhanahu Wata'ala:

...Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun."Qs.Al-Fatir:37.

Sekali lagi mereka bermohon:

"Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalim."Qs.Al-Mukminun:106-107.

Alloh menjawab:

"Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."Qs.Al-Mukminun:108.

Setelah mendengar perkataan Alloh itu,mereka menangis dengan patah hati dan berputus asa.permintaan mereka itu hanya sia-sia.mereka di dalam neraka tidak akan di tolong.sesudah itu mereka mencoba meminta tolong kepada malaikat penjaga neraka supaya di doakan kepada Alloh Subhanahu Wata'ala.
Hai,Malaikat penjaga neraka,doakan kami supaya di matikan .jawab Malik: Kamu mesti tinggal di sini,Hai ,orang kafir! Janganlah kamu meminta maaf kepadaku hari ini,kamu dibalas hanya menurut apa yang kamu kerjakan.

Di dalam neraka itu mereka dibelenggu dari leher sampai kaki.sudah itu di seret di dalam kamar-kamar neraka,di pukul dengan cemeti api,ada wanita yang rambutnya berupa api dan melilit tubuhnya sendiri,itu salah satu balasan dari mereka yang tidak pernah menutup rambutnya dan banyak lagi siksaan yang menakutkan.
Kemudian di katakan kepada mereka:kamu,hai orang kafir akan tetap di sini buat selama-lamanya.jadi batulah kamu atau jadi besi.Sudah itu pintu neraka di tutup rapat-rapat.

ini secuil kisah Neraka dari beberapa sumber,walau belum semua teruraikan,tapi cukup kiranya bagi kita yang mengaku beriman ,ini di jadikan diri untuk membenahi segala akhlakh yang buruk dan menata hati agar terselamatkan dari siksa neraka.
Semoga uraian tentang neraka ini menyadarkan hati kita......aamiin
ada kesalahan dan kekurangan itu kerna kebodohan kami ada benarnya semata-mata datangnya dari Alloh Subhanahu Wata'ala...Salam santun ukhuwah fillah.

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik
READ MORE →
Bagikan Ke :

IBADAH 500 Tahun Siang Malam Tetap Tidak Menjamin Masuk Surga

Saudaraku, ternyata amal baik yang dilakukan siapapun selama 500 tahun siang malam tetap tidak dapat menjamin masuknya surga bagi hamba yang bersangkutan. Mengapa? Mari kita perhatikan & renungkan!
أعوذ بالله من الشيطن الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam sebuah Hadits Riwayat Shahih Muslim yang cukup panjang, Diriwayatkan dari Muhammad Bin Mukadir, dan juga diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah datang kepada kami, lalu Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

”Baru saja Jibril datang kepadaku tadi, Jibril berkata:

”Hai Muhammad, Demi Allah: ”Bahwasanya ada seseorang melakukan ibadah kira-kira lima ratus tahun diatas puncak sebuah gugung yang luas, panjangnya 30 X 30 hasta, dan lautan yang melingkar di sekitarnya seluas 4000 farsakh dari setiap penjuru, di bawah gunung tersebut terdapat sumber air jernih kira-kira satu jari lebarnya, dan terdapat pula pohon buah delima yang sengaja disediakan oleh ALLAH untuknya dimana setiap hari mengeluarkan buahnya satu biji.

Setiap sore sesudah berwudlu, buah tersebut diambil dan dimakan, kemudian dia melakukan shalat seraya berdo’a mohon diambil nyawanya ditengah tengah melakukan sujud, agar tubuhnya tidak tersentuh Bumi atau yang lainnya, hingga ia bangkit di hari kiamat tengah bersujud kepada ALLAH. Maka permohonannya dikabulkan ALLAH, karena itu setiap kami lewat (naik-turun Langit) pasti dia tengah bersujud.”


Lanjut Jibril:”Kami temukan tulisnya (ceritanya) di lauhil mahfudz , bahwa: ia akan dibangkitkan kelak dihari kiamat dalam keadaan masih tetap bersujud dan diajukan kepada ALLAH, FirmanNya:”Masukkanlah hamba-Ku ini ke sorga karena Rahmat-Ku.” Tetapi hamba itu menjawab: ”Melainkan karena amalku semata.”

Lalu ALLAH menyuruh Malaikat untuk menghitung semua amalnya dibanding nikmat pemberianNya, dan ternyata setelah penotalan amal keseluruhan selesai, dan dimulai dengan menghitung nikmatnya mata saja sudah melebihi pahala ibadahnya sepanjang 500 tahu n , padahal nikmat-nikmat yang lain-lainnya jauh lebih besar dan berharga .


Lalu ALLAH berFirman: ”Lemparkan ia ke dalam Neraka.” Kemudian Malaikat membawanya dan akan dilemparkan ke dalam Neraka, tetapi di tengah perjalanan menuju Neraka, ia menyadari kekeliruannya dan menyesal seraya berkata:”Ya ALLAH, masukkanlah aku ke surga karena Rahmat-Mu.”

Akhirnya Firman-Nya kepada Malaikat:”Kembalikanlah ia.”
Lalu ditanya ia:”Siapakah yang menciptakan kamu dari asalnya (tiada)?.”
Jawabnya:”Engkau ya ALLAH.”
Lalu hal itu dikarenakan amalmu ataukah Rahmat-Ku?.”
Jawabnya:”Karena Rahmat-Mu.”

Siapakah yang menguatkanmu beribadah selama lima ratus tahun?.”
Jawabnya lagi:”Engkau ya ALLAH.”

“Dan siapakah yang menempatkan kamu diatas Gunung dikelilingi lautan di sekitarnya, dikaki Gunung tersebut memancar sumber air tawar, dan tumbuh pohon delima yang buahnya kau petik setiap sore, padahal menurut hukum adat, delima hanya berbuah sekali dalam setahun, lalu kau minta mati dalam keadaan bersujud, siapa yang melakukan itu semua?.”


Jawabnya:” Engkau ya ALLAH.” FirmanNya:”Maka sadarlah kamu, bahwa itu semua adalah semata karena Rahmat-Ku , dan sekarang Aku masukkan kamu ke surga semata karena Rahmat-Ku .”

Kemudian Jibril berkata:”Segala-galanya dia alam ini bisa terjadi/ada, semua hanya karena rahmat ALLAH semata. ”

Mengapa ini semua bisa terjadi? Bukankah hamba itu sudah sedemikian rajinnya beribadah?Dari sini, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil, diantaranya:1. Jangan terjebak dengan sombong / bangga / menyebut-nyebut / mengungkit amal kita

Kita semua tahu bahwa Iblis tadinya ialah golongan jin yang berhasil menjadi pemimpin para Malaikat dahulu kala. Banyak tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh para malaikat namun dapat diselesaikan oleh Iblis. Sekian juta tahun lamanya mengabdi & berprestasi hingga akhirnya perlahan menduduki jabatan tinggi sampai menjadi pemimpin para Malaikat. NAMUN, semua itu hancur lebur karena Iblis merasa LEBIH BAIK dibanding manusia.

Dalam beberapa ayat Qur'an:
QS.7 A'raaf:12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (hormat) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya : Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

QS.38 Shaad:76. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya , karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".

2. Agar kita merasa kurang beramal dan tetap terus beramal
Seseorang yang sudah merasa cukup amal maka sadar atau tidak maka dia menjadi agak kendur beramalnya karena sudah merasa kurang perlu beramal lagi

3. Lupakan amal baikmu, ingatlah dosamu
Ibarat pepatah: lupakanlah kebaikanmu, ingatlah kesalahanmu, karena engkau tidak tahu apakah amalmu diterima atau tidak dan engkau pun tak tahu dosamu sudah diampuni atau belum.

4. Sadar bahwa semua amal apapun yang telah kita lakukan maka tidak akan pernah dapat menebus nikmat yang telah Allah berikan pada kita.

Dalam sebuah Hadits:
Para Sahabat bertanya: Ya Rasul, jika aku telah mencukupi SEMUA kebutuhan orang tuaku, apakah itu berarti aku telah membalas jasanya?Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda: Tidak, sekali-kali kamu tidak akan pernah dapat membalas jasa kedua orang tuamu.

JIKA MEMBALAS JASA PADA ORANG TUA SAJA KITA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU, LALU DAPATKAH KITA MEMBALAS JASA YANG TELAH ALLAH BERIKAN PADA KITA???

5. Yang 500 Tahun ibadah siang puasa malam shalat tiap hari dengan kwalitas ibadah yang luar biasa saja belum tentu masuk surga, lalu bagaimana dengan kwantitas yang sedikit dan juga kwalitas shalat yang sedemikian rupa? Badannya shalat, namun pikiran melayang kemana-mana? Dzikir saja jarang apalagi puasa sepanjang ratusan tahun? Beranikah menjamin surga bagi kita pribadi?

6. Lalu bagaimana yang tidak pernah shalat? Aurat terbuka? Tidak berkerudung? Gosip sana-sini? Ganggu pasangan orang lain melalui Facebook? Browsing gambar & Film tidak karuan? Download ini & itu? Mubadzir waktu, tenaga? Mari saudaraku kita sama-sama mengingati sesama insan

Mari, tetaplah dalam harap dan cemas pada Allah.

Berharap agar amal diterima, agar dosa diampuni, namun cemas karena kurang amal, amal tidak diterima dan dosa tidak diampuni.
Penulis: Let's Learn About Islam
READ MORE →
Bagikan Ke :

Obat Herbal Probiotik