Senin, 12 Juni 2017

DO'A MALAM LAILATUL QADAR


Doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika lailatul qadar adalah

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.

Hadis selengkapnya:

 عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini dibawakan oleh Imam Tirmidzi dalam bab “Keutamaan meminta maaf dan ampunan pada Allah”. Hadits di atas disebutkan pula oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom pada hadits no. 706.

"Yaa Alloh, perbaikilah untukku agamaku yang merupakan penjaga urusanku, dan perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya adalah kehidupanku, dan perbaikilah untukku akhiratku yang kepadanya aku kembali, dan jadikanlah kehidupan (ini) menambah untukku dalam setiap kebaikan, dan kematian menghentikanku dari setiap kejahatan. Yaa Alloh bebaskanlah aku dari (siksa) api Neraka, dan lapangkanlah untukku rizki yang halal, dan palingkanlah daripadaku kefasikan jin dan manusia, wahai Dzat Yang Hidup dan terus menerus mengurus (makhluk-Nya)"

Aamiiin yaa Robbal'alaamiiin

Tanya Jawab Tanda Lailatul Qadar

Apa sajakah tanda lailatul qadar?

Jawaban:

Di antara tanda-tanda lailatul qadar adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadis berikut ini.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tanda lailatul qadar,

ليلة طلقة لا حارة و لا باردة تصبح الشمس يومها حمراء ضعيفة

“Dia adalah malam yang indah, sejuk, tidak panas, tidak dingin, di pagi harinya matahari terbit dengan cahaya merah yang tidak terang.” (H.r. Ibnu Khuzaimah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Kemudian, ciri yang lain adalah malam ini umumnya terjadi di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.

Dalil yang menunjukkan hal ini: Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Beliau bersabda, “Carilah malam qadar di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)

Barang siapa yang tidak mampu beribadah di awal sepuluh malam terakhir, hendaknya tidak ketinggalan untuk beribadah di tujuh malam terakhir. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang lailatul qadar, “Carilah di sepuluh malam terakhir. Jika ada yang tidak mampu maka jangan sampai ketinggalan ibadah di tujuh malam terakhir.” (H.r. Muslim)
Catatan untuk mendapatkan lailatul qadar:

Selayaknya, kaum muslimin untuk tidak pilih-pilih malam untuk beribadah, sehingga hanya mau rajin ibadah jika menemukan tanda-tanda lailatul qadar di atas, karena bisa jadi ciri-ciri itu tidak dijumpai oleh sebagian orang. Mungkin juga, pada hakikatnya, ini adalah sikap pemalas, hanya mencari untung tanpa melakukan banyak usaha. Bisa jadi, sikap semacam ini membuat kita jadi tertipu karena Allah tidak memberikan taufik untuk beribadah pada saat lailatul qadar.

Sebaliknya, mereka yang rajin beribadah di sepanjang malam dan tidak pilih-pilih, insya Allah akan mendapatkan lailatul qadar. Sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu pernah memberikan nasihat tentang lailatul qadar, kemudian beliau berkata,

من يقم الحول يصبها

“Siapa saja yang shalat malam sepanjang tahun, dia akan mendapatkannya.
” (H.r. Ahmad dan Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Ketika mendengar keterangan dari Ibnu Mas’ud ini, Abdullah bin Umar mengatakan, “Semoga Allah merahmati Ibnu Mas’ud, sebenarnya beliau paham bahwa lailatul qadar itu di bulan Ramadan, namun beliau ingin agar masyarakat tidak malas.” (Tafsir Al-Baghawi, 8:482)

wAllohu a’lam.

***

Disusun oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel:KonsultasiSyariah.com

~ 19 Ramadhan 1433H ~

KEISTIMEWAAN MALAM LAILATUL-QADAR


بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Lailatul Qadar adalah malam yang diturunkan Al-Quran padanya. Ibnu ‘Abbas dan selainnya mengatakan: “ALLAH SWT menurunkan Al-Qur’an secara sempurna sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian ALLAH SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW tersebut secara terpisah (beransur-ansur
) sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Ibnu Katsir, 14/403)

ALLAH SWT berfirman yang bermaksud : “Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan” [Surah Al-Qadr 97 : Ayat 3]

An-Nakha’ie berkata: “Amalan pada malam Lailatul-Qadar lebih baik dari amalan di seribu bulan.” [Lihat Lathaif Al-Ma’arif, ms. 341[

Mujahid, Qatadah dan ulama lainnya berpendapat bahawa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah solat dan amalan pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari solat dan puasa selama seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. [Zaadul Masir, 9/191]

Para malaikat termasuk malaikat Jibril turun pada Lailatul Qadar. Firman ALLAH SWT yang bermaksud : “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ar-Ruh (malaikat Jibril).” [Surah Al-Qadr : Ayat 4].

Dosa setiap orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar akan diampunkan oleh ALLAH SWT. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, “Barangsiapa melaksanakan solat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari]

Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan bahawa yang dimaksudkan إِيمَانًا (dengan penuh keimanan) adalah membenarkan janji Allah iaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam lailatul qadar). Sedangkan احْتِسَابًا bermakna mengharapkan ganjaran pahala, bukan kerana mengharap yang lainnya seperti riyak. [Fathul Bari, 4/251]

DOA PADA MALAM LAILATUL QADAR

Aisyah ra berkata: “Katakan padaku wahai Rasulullah, apakah pendapat engkau, jika aku mengetahui suatu malam itu adalah Lailatul Qadar. Apakah yang akan aku katakan (berdoa) di dalamnya?”

Baginda menjawab, “Katakanlah (Bacalah) :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Ertinya: Ya ALLAH sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai permohonan maaf, maka maafkanlah daku. (HR. Tirmizi, no. 3513, Ibnu Majah, no. 3850, dan Ahmad 6/171)

Lailatul Qadar lebih ditekankan adanya di malam-malam ganjil daripada malam genap. Ini berdasarkan hadis berikut : “Aisyah ra berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Bersungguh-sungguhlah mencari Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan”. [HR Bukhari & Muslim].

Bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini ? Beberapa sabda Rasulullah SAW tentang tanda-tandanya, iaitu :

Ibnu Abbas ra berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya matahari terbit dengan sinar lemah berwarna merah” [HR Hasan]

Dari Ubay bin Ka’ab ra, Rasulullah SAW bersabda : “Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar ” [HR Muslim]

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diperlihatkan Lailatul Qadar kemudian dilupakan dariku dan ia ada di sepuluh terakhir (dari bulan Ramadhan) dan ia adalah malam yang baik dan cerah, tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan di dalamnya ada bulan purnama yang menerangi bintang-bintang, syaitan-syaitan tidak keluar sampai terbit fajar”. [HR. Ibnu Khuzaimah, 3/330 dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam shahih Ibnu Khuzaimah, 3/330].

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar bahawasanya adalah malam yang bersih cerah, seakan-akan di dalamnya bulan terang tenang, tidak panas tidak juga dingin, dan tidak boleh bintang dijatuhkan di dalamnya sampai pagi, dan sesungguhnya tandanya adalah matahari pagi harinya terbit sejajar tidak mempunyai sinar seperti bulan pada malam purnama dan tidak halal bagi syaitan untuk keluar bersamaan dengannya pada malam itu”. [HR. Ahmad, no. 22765].

Malam Lailatul-Qadar adalah rahsia Allah. Malam Lailatul-Qadar adalah sebaik-baik malam mengatasi semua malam. Carilah Lailatul-Qadar kerana malam ini merupakan suatu malam yang diberkati serta mempunyai kelebihan dan diperkenankan doa oleh Allah SWT.

Singkaplah tabir di sepuluh malam terakhir. Berlumba kita mencari keredhaanNYA. Hidupkanlah malam dengan beribadah dan iktikaf. Berdoa, bertasbih dan mohonlah keampunan.

Bulan Ramadhan hampir meninggalkan kita, sama-samalah kita merebut peluang keemasan ini.

~ 20 Ramadhan 1433H ~

Kamis, 16 Februari 2017

Istri Liar di Facebook, Sebagai Suami Kamu Kemana Aja, Bro?



Mengganti profile picture dengan foto selfie hampir tiap menit, tentunya dalam berbagai pose. Tanpa disertai anak atau suami di sampingnya.
Apalagi jika memakai pakaian yang seronok, —itu mah kata si kembar upin dan ipin. Memakai baju ketat dan rok mini diatas lutut, paha dibiarkan menganga, sengaja memperlihatkan kemulusan tubuhnya dan menonjolkan area yang sangat privasi. Celana menutupi bagian tubuh bagian bawah —syukurlah— tapi sangat disayangkan celananya sudah mlepet-pet eh masih juga dirobek-robek, dibelah sini, sampai-sampai terlihat jelas putih pangkal pahanya.
Katanya sih ini lagi trending, ngikutin gaya gitu lohh! apalagi ditambah dengan aksi super sensualnya. Rambut dicat merah, pirang, dibiarkan melambai-lambai, diputar ke sisi bahu kanan ke bahu kiri. Seakan mengundang para lelaki untuk berdecak kagum, menikmati kecantikan wajahnya dan juga keseksian tubuhnya.
Wajahnya yang putih mulus dipamerkan secara jelas, terang benderang layaknya bulan purnama, hampir-hampir layar ponsel penuh dengan mukanya bahkan tanpa screenshoot orang bisa mengukur berapa panjang alisnya, ukuran matanya, besar hidungnya, bibirnya, dahinya, bulu matanya, dan seluruh area wajahnya. Close up yang memang sengaja diambil dari jarak yang sangat dekat.
Yang menjadikan saya penasaran, yakni dimanakah para suami wanita yang liar ini?
Apakah suaminya tidak memiliki kecemburuan sama sekali terhadap istrinya?
Apa memang suami tidak mampu mengatur istrinya?
Saya sebagai perempuan, tak jarang merasa risi dan gregetan dengan sikap acuh tak acuh para suami yang demikian, tak mampu menunjukkan bagaimana menjadi seorang imam yang baik bagi istrinya. Suami dibuat tak berdaya.
Jika statusnya masih lajang, mungkin bisa dimaklumi karena masih belum laku, dan juga belum ada status istri. Masih bisa dianggap toleran karena belum ada suami dan mungkin anak.
Nah, kalau sudah punya keluarga, punya suami, kan aneh.
Seperti kita ketahui, bahwa suami adalah pemimpin keluarga, panutan bagi istri dan anak anaknya, imam bagi semua anggota keluarganya.
Baik buruknya istri ya tergantung dari bagaimana cara suami memimpin. Jika istri liar di jejaring sosial, dengan memamerkan kecantikan dan area privasinya, kenapa suami malah membiarkannya?
Dinasihatin kek jangan jadi suami yang melempem. Tak berdaya dengan kelakuan istrinya. Lebih mencengangkan lagi, suami bukannya memberi nasehat untuk tak boleh terlalu liar dalam memajang foto selfie istri, apalagi melarangnya. eh malah justru mendukungnya, memuji-muji, ikutan lebay dengan unjuk gigi di kolom komentar; “ediaaann wuayune.., wooowww…, siipp mama.. , lanjutkan mama,… ini istri siapa sih..
Padahal banyak pria yang berkomentar nakal dan menggoda foto istrinya. Hadeh.. ini suami apa pedagang kaki lima?
Itu istrimu woii kenapa malah kau jajakan, tidak sekalian kamu obralin seribu ribu dapet empat?

Selasa, 27 September 2016

Stop Pacaran !!


Bismillaahir Rohmaanir Rohiim...

Alloh berfirman :
“Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…”
(QS. Al-Isra : 32).

Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam.
Yang ada dalam Islam ada yang disebut “Ta'aruf” atau masa Perkenalan.
Diharapkan dengan adanya masa perkenalan ini, sehingga kalau pun misalnya setelah perkenalan merasa ketidakcocokan/putus,
maka tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah.
Dalam masa Perkenalan ini keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang di tempat yang aman,
maksudnya ada ditemani oleh orang ketiga dan dengan batasan duduk yang tidak terlalu dekat.

Kalau dilihat dari hukum Islam, pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda zaman sekarang adalah HARAM.
Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan, dimana zina adalah termasuk dosa besar dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Alloh Azza wa Jalla.
Alloh berfirman :
“Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…”(QS. Al-Isra : 32).

Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina, tetapi jangan mendekati zina, mengapa demikian ?
Karena biasanya orang yang berzina itu tidak langsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang, berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zina besar.

Manakala sesuatu itu diharamkan dalam islam, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan yang diharamkan itu diharamkan juga.
Misalnya minum arak, bukan hanya minumnya yang diharamkan, tapi juga yang memproduksinya, yang menjualnya, yang membelinya, yang duduk bersama orang yang minum tersebut juga diharamkan.Demikian juga halnya dengan masalah zina.
Oleh karena itu maka syariat Islam memberikan tuntunan pencegahan dari perbuatan zina, karena Alloh Maha Tahu tentang kelemahan manusia.

Bagaimanakah cara agar kita tidak terjerumus ke dalam perzinahan :

-Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan. Nabi Sholallohu'alaihi wa Sallam bersabda : “Apabila laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan, maka yang ketiga adalah setan.”
Setan juga pernah mengatakan kepada Nabi Musa 'Alaihi SallamS bahwa apabila laki dan perempuan berdua-duaan maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda mereka.
Ini termasuk juga kakak ipar atau adik perempuan ipar.
-Harus menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. 9hati-hati yaa yang suka upload foto jangan sampai jadi sebab fitnah)
Oleh karena itu Alloh berfirman :
“Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31).
-Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya.
Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya.
Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga).
-Dengan ancaman bagi yang berpacaran atau berbuat zina. Nabi bersabda : “lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). Dalam hadits yang lain : “Barangsiapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Alloh akan melepas imannya dalam hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (artinya kalau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina, ia tidak sempat bertobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka).

Coba bayangkan kalau kita meninggal ketika itu, bagaimana nasib kita?
Neraka Jahannam mempunyai “Tujuh pintu gerbang” (QS. Al-Hijr : 44),
dan pintu gerbang yang paling panas, dahsyat, seram, keji, dan bau adalah diperuntukan bagi orang-orang yang suka berzina.

Sebagaimana kita yakini sebagai seorang muslim bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Alloh, mesti mempunyai dampak yang negatif di masyarakat.
Kita lihat saja di Amerika Serikat, bagaimana akibat karena adanya apa yang disebut dengan free sex, timbul berbagai penyakit.
Banyak anak-anak yang terlantar, anak yang tidak mengenal ayahnya, sehingga timbul komplikasi jiwa dan sebagainya.
Oleh karena itu, jalan keluar bagi para pemuda yang tidak kuat menahannya adalah:

-Menikah, supaya bisa menjaga mata dan kehormatan.
-Kalau belum siap menikah, banyaklah berpuasa dan berolahraga
-Jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat
-Dekatkan diri dengan Alloh, dengan banyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Banyak berzikir, membaca sholawat, sholat berjamaah di Masjid, menghadiri pengajian-pengajian dan berteman dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengingatkan kita kepada jalan yang lurus.
-Dan ingat bahwa Alloh telah menjanjikan kepada para anak muda yang sabar menahan pacaran dan zina yaitu dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya menampakkan wajahnya ke alam dunia ini, setiap laki-laki yang memandangnya pasti akan jatuh pingsan karena kecantikannya.
Coba anda bayangkan saja siapa menurut anda wanita yang paling cantik di alam dunia ini, maka pastilah bidadari itu entah berapa juta kali lebih cantik dari wanita yang anda bayangkan itu.
(copyright)

semuga ada manfaat

Labels

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik