Prioritas Utama: Akhlaq Kepada Allah!


Dari An Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

البر حسن الخلق

“Kebajikan itu keluhuran akhlaq”[1]

Hadits ini memiliki beberapa kandungan sebagai berikut:

Hadits ini menunjukkan urgensi akhlak dalam agama ini, karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan bahwa seluruh kebajikan terdapat dalam keluhuran akhlak. Dengan demikian, seorang yang baik adalah seorang yang luhur akhlaknya.

Imam Ibnu Rajab al Hambali rahimahullah menjelaskan makna kata al birr (kebajikan) yang terdapat dalam hadits di atas. Beliau berkata,

من معنى البر أن يراد به فعل جميع الطاعات الظاهرة والباطنة كقوله تعالى ولكن البر من آمن بالله واليوم الآخر والملائكة والكتاب والنبيين وآتى المال على حبه ذوي القربى واليتامى والمساكين وابن السبيل والسائلين وفي الرقاب وأقام الصلاة وآتى الزكاة والموفون بعهدهم إذا عاهدوا والصابرين في البأساء والضراء وحين البأس أولئك الذين صدقوا وأولئك هم المتقون

[Diantara makna al birr adalah mengerjakan seluruh ketaatan, baik secara lahir maupun batin. (Makna seperti ini) tertuang dalam firman Allah ta'ala,

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (١٧٧)

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. MerekaiItulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (Al Baqarah: 177).][2]

Dari penjelasan Ibnu Rajab dan teks ayat dalam surat Al Baqarah tersebut, kita dapat memahami dengan jelas bahwa yang dinamakan kebajikan (al birr) turut mencakup keimanan yang benar terhadap Allah, mengerjakan perintah-Nya (dan tentunya meninggalkan larangan-Nya), serta berbuat kebajikan terhadap sesama makhluk Allah.

Kita juga bisa menyatakan, – berdasarkan hadits An Nawwas radhiallahu ‘anhu di atas-, bahwa seorang yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang benar, mengerjakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan berbuat kebajikan terhadap sesama adalah seorang yang berakhlak luhur, karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendefinisikan al birr dengan keluhuran akhlak, dan pada ayat 177 surat Al Baqarah di atas Allah menjabarkan berbagai macam bentuk al birr.

Dengan kata lain, seorang yang berakhlak luhur adalah seorang yang mampu berakhlak baik terhadap Allah ta’ala dan sesamanya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

حُسْن الْخُلُق قِسْمَانِ أَحَدهمَا مَعَ اللَّه عَزَّ وَجَلَّ ، وَهُوَ أَنْ يَعْلَم أَنَّ كُلّ مَا يَكُون مِنْك يُوجِب عُذْرًا ، وَكُلّ مَا يَأْتِي مِنْ اللَّه يُوجِب شُكْرًا ، فَلَا تَزَال شَاكِرًا لَهُ مُعْتَذِرًا إِلَيْهِ سَائِرًا إِلَيْهِ بَيْن مُطَالَعَة وَشُهُود عَيْب نَفْسك وَأَعْمَالك .

وَالْقِسْم الثَّانِي : حُسْن الْخُلُق مَعَ النَّاس .وَجَمَاعَة أَمْرَانِ : بَذْل الْمَعْرُوف قَوْلًا وَفِعْلًا ، وَكَفّ الْأَذَى قَوْلًا وَفِعْلًا

[Keluhuran akhlak itu terbagi dua. Pertama, akhlak yang baik kepada Allah, yaitu meyakini bahwa segala amalan yang anda kerjakan mesti (mengandung kekurangan/ketidaksempurnaan) sehingga membutuhkan udzur (dari-Nya) dan segala sesuatu yang berasal dari-Nya harus disyukuri. Dengan demikian, anda senantiasa bersyukur kepada-Nya dan meminta maaf kepada-Nya serta berjalan kepada-Nya sembari memperhatikan dan mengakui kekurangan diri dan amalan anda. Kedua, akhlak yang baik terhadap sesama. kuncinya terdapat dalam dua perkara, yaitu berbuat baik dan tidak mengganggu sesama dalam bentuk perkataan dan perbuatan].[3]

Terdapat persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa makna keluhuran akhlak (akhlakul karimah) terbatas pada interaksi sosial yang baik dengan sesama. Hal ini kurang tepat, karena menyempitkan makna akhlakul karimah, silahkan anda lihat kembali penjelasan di atas.

Bahkan, terkadang terdapat selentingan perkataan yang terkadang terucap dari seorang muslim, yang menurut kami cukup fatal, seperti perkataan, “Si fulan yang non muslim itu lebih baik daripada fulan yang muslim” atau ucapan semisal. Ucapan ini terlontar tatkala melihat kekurangan akhlak pada saudaranya sesama muslim, kemudian dia membandingkan saudaranya tersebut dengan seorang kafir yang memiliki interaksi sosial yang baik dengan sesamanya.

Perkataan itu cukup fatal karena seorang muslim yang bertauhid kepada Allah, betapa pun buruk akhlaknya, betapapun besar dosa yang diperbuat, tetaplah lebih baik daripada seorang kafir, yang berbuat syirik kepada Allah ta’ala. Hal ini mengingat dosa syirik menduduki peringkat teratas dalam daftar dosa.

Seorang yang memiliki interaksi sosial yang baik terhadap sesama, namun dia tidak menyembah Allah atau tidak menauhidkannya dalam segala bentuk peribadatan yang dilakukannya, maka dia masih dikategorikan sebagai seorang yang berahlak buruk.

Mengapa demikian? Hal itu dikarenakan dia tidak merealisasikan pondasi keluhuran akhlak, yaitu berakhlak yang baik kepada sang Khalik yang telah mencurahkan berbagai nikmat kepada dirinya dan seluruh makhluk. Dan bentuk akhlak yang baik kepada Allah adalah dengan menauhidkan-Nya dalam segala peribadatan, karena tauhid merupakan hak Allah kepada setiap hamba-Nya sebagaimana dinyatakan dalam hadits Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu.[4]

Hal ini pun dipertegas dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu. Beliau bertanya kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, [Wahai rasulullah! Ibnu Jud'an, dahulu di zaman jahiliyah, adalah seorang yang senantiasa menyambung tali silaturahim dan memberi makan orang miskin, apakah itu semua bermanfaat baginya kelak di akhirat? Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,

لاَ يَنْفَعُهُ إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا رَبِّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى يَوْمَ الدِّينِ

"Hal itu tidak bermanfaat baginya karena dia tidak pernah sedikit pun mengucapkan, "Wahai Rabb-ku, ampunilah dosa-dosaku di hari kiamat kelak."][5]

Ibnu Jud’an adalah seorang yang memiliki akhlak yang baik kepada sesama manusia, meskipun demikian, keluhuran akhlaknya kepada manusia tidak mampu menyelamatkannya dikarenakan dia tidak menegakkan pondasi akhlak, yaitu akhlak yang baik kepada Allah dengan beriman dan bertauhid kepada-Nya.



Telah disebutkan di atas bahwa bentuk akhlak yang baik kepada Allah adalah dengan menauhidkan-Nya. Berdasarkan hal ini kita bisa menyatakan bahwa seorang yang mempersekutukan Allah dalam peribadatannya (berbuat syirik) adalah seorang yang berakhlak buruk, meski dia dikenal sebagai pribadi yang baik kepada sesama.

Demikian pula, kita bisa menyatakan dengan lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikenal akan kebaikannya kepada sesama manusia, jika dia berbuat syirik seperti memakai jimat[6], mendatangi dukun[7], menyembelih untuk selain Allah[8], mendatangi kuburan para wali untuk meminta kepada mereka[9], maka dia adalah seorang yang berakhlak buruk.

Maka, dari penjelasan di atas, kita bisa memahami perkataan Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah rahimahullah berikut,

الذنوب مع صحة التوحيد خير من فساد التوحيد مع عدم هذه الذنوب

["Berbagai dosa (yang terdapat pada diri seorang), namun masih dibarengi dengan tauhid yang benar itu masih lebih baik daripada tauhid yang rusak meskipun tidak dibarengi dengan berbagai dosa."][10]

Jangan dipahami bahwa beliau mengenyampingkan atau menganggap ringan perbuatan dosa dengan perkataan tersebut. Namun, beliau menerangkan bahwa perbaikan tauhid dengan menjauhi kesyirikan merupakan proritas pertama yang harus diperhatikan oleh kita sebelum menjauhi berbagai bentuk dosa lain yang tingkatannya berada di bawah dosa syirik.

Imbas lain dari penyempitan makna akhlak sebagaimana dikemukakan di atas adalah anggapan bahwa akhlak yang baik kepada manusia itu lebih penting daripada tauhid. Akibatnya, rata-rata materi dakwah para da’i adalah berkutat pada upaya menyeru manusia untuk berbuat baik pada sesamanya dan menomorduakan dakwah tauhid, kalau tidak mau dikatakan bahwa mereka memang tidak pernah menyampaikan materi tauhid kepada mad’u.

Hal ini tidak lain disebabkan karena mereka belum mengetahui definisi akhlak yang disebutkan oleh para ulama seperti yang dikemukakan oleh Imam Ibnu Rajab dan Ibnul Qayyim rahimahumallah di atas. Sehingga, tatkala mereka membaca hadits-hadits nabi seperti, “ Kebajikan itu keluhuran akhlaq “; “Tidak ada amalan yang lebih berat apabila diletakkan di atas mizan daripada akhlak yang baik.”; “Apa karunia terbaik yang diberikan kepada hamba?, nabi menjawab. “Akhlak yang baik.”, mereka berkeyakinan bahwa hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa berakhlak baik kepada sesama lebih tinggi derajatnya daripada menauhidkan Allah ta’ala secara mutlak.

Di akhir artikel ini, kami kembali mengingatkan bahwa akhlak yang baik kepada Allah, itulah yang harus menjadi fokus perhatian dalam pembenahan diri kita, dan yang menjadi fokus utama adalah bagaimana kita berusaha membenahi tauhid kita kepada Allah. Jika kita memiliki interaksi yang baik dengan-Nya, dengan menauhidkan-Nya, mengerjakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, niscaya Allah ta’ala akan memudahkan kita untuk berinteraksi yang baik (baca: berakhlak yang baik) dengan sesama. Itulah makna yang kami pahami dari sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من التمس رضى الله بسخط الناس رضي الله عنه وأرضى الناس عنه ومن التمس رضا الناس بسخط الله سخط الله عليه وأسخط عليه الناس

["Barangsiapa mencari ridha Allah meski dengan mengundang kemurkaan manusia, niscaya Allah akan ridha kepadanya dan akan membuat manusia juga ridha kepadanya. Dan barangsiapa yang mencari ridha manusia dengan mengundang kemurkaan Allah, niscaya Allah akan murka kepadanya dan akan membuat manusia turut murka kepadanya."][11]

Waffaqaniyallahu wa iyyakum.

Diadaptasi dari al Mau’izhatul Hasanah fil Akhlaqil Hasanah karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani

*MUTIARA HIKMAH*


Sebaik-baiknya upaya adalah membekali diri dengan ilmu. Barangsiapa yang merasa cukup dengan pengetahuan yang sudah dimiliki, ia akan selalu merasa pendapatnyalah yang paling benar.
Perasaan bangga terhadap dirinya itu akan menghalanginya untuk mengambil banyak kebaikan dari orang lain, sedangkan kesediaan untuk selalu belajar akan memberinya jalan untuk merenungi kesalahan-kesalahannya (Ibnul Jauzi).

Hukum GHIBAH adalah HARAM



Berdasarkan firman ALLAH;

Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yg lain.
Sukakah salah seorang diantara kamu
memakan daging saudaranya yang sudah mati?
maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya ALLAH Maha penerima taubat
lagi Maha penyayang. (Al-Hujuraat: 12).

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian apakah ghibah itu? para sahabat menjawab, “ALLAH dan rasulNya yang lebih tahu”. Maka Rasulullah bersabda, “Ghibah adalah engkau menyebutkan saudaramu dgn sesuatu yg ia benci”, kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana jika yg aku katakan memang ada padanya? Rasulullah menegaskan, “Jika yg engkau katakan memang ada pada dirinya, maka itulah ghibah. Jika tidak, maka engkau telah berbuat dusta padanya”. (HR.Muslim 2589).

BAHAYA GHIBAH:

1. Mendapat siksa atau adzab yg sangat pedih.
Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah bersabda, “Tatkala aku dinaikkan saat Isra’ Mi’raj, aku melewati sekelompok orang yang kuku-kuku mereka dari tembaga. Mereka mencakar wajah dan dada-dada mereka dengan kuku tersebut. Aku pun bertanya kepada malaikat Jibril tentang perihal mereka. Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merusak kehormatan orang lain. (HR.Abu Dawud 4870 )

2. Dimasukkan radghatal Khabal kedalam mulutnya, sampai keluar dari mulutnya apa-apa yg pernah dia ucapkan kepada saudaranya yg tdk benar.

Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:
Brgsiapa yg membicarakan sesuatu yg tdk ada pada diri seorang Mu’min,maka akan dimasukkan kedalam mulut mereka Radghatal Khabal (lubang yang penuh dengan DARAH dan NANAH yg mengalir dari penghuni-penghuni neraka), sehingga dia dibersihkan (dari hukuman) dosa-dosa yg diucapkannya (keluar dari mulutnya apa yang pernah dia ucapakan)/sampai dia BERTAUBAT dan MINTA HALAL ”.
(HR. Abu Dawud 3594 )
------------------------------------------------------------
Barang siapa yang menutup aib seorang muslim,
Allah akan menutup aib dirinya pada hari kiamat.
(HR. Al- Bukhari no.2442 )

------------------------------------------------------------


 Kondisi diperbolehkannya ghibah
Dr. Sayid Muhammad Nuh dalam Afat Ala al-Thariq (1996: III/ 52) mengungkapkan ada enam hal, di mana seseorang diperbolehkan untuk ghibah, yaitu:
1. Tadzalum.
Yaitu orang yang teraniaya, kemudian mengadukan derita yang diterimanya kepada hakim, ulama dan penguasa agar dapat mengatasi problematika yang sedang dialaminya. Dalam pengaduan tersebut tentu ia akan menceritakan keburukan orang yang menganiaya dirinya. Dan hal seperti ini diperbolehkan. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
لاَ يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا*
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
2. Meminta bantuan untuk merubah kemungkaran & mengembalikan orang yang maksiat menjadi taat kepada Allah SWT, kepada orang yang dirasa mampu untuk melakukannya. Seperti ulama, ustadz atau psikolog. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,
‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya. (HR. Muslim).
Sementara meminta bantuan kepada orang yang lebih mampu, masuk dalam kategori merubah kemungkaran dengan lisan.
3. Meminta fatwa.
Seperti seseorang yang meminta fatwa kepada ulama dan ustadz, bahwa saudaraku misalnya menzhalimiku seperti ini, maka bagaimana hukumnya bagi diriku maupun bagi saudaraku tersebut.
Dalam salah satu riwayat pernah digambarkan, bahwa Hindun binti Utbah (istri Abu Sufyan) mengadu kepada Rasulullah SAW dan mengatakan, wahai Rasulullah SAW, suamiku adalah seorang yang bakhil. Dia tidak memberikan padaku uang yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga kami, kecuali yang aku ambil dari simpanannya dan dia tidak mengetahuinya. Apakah perbuatanku itu dosa? Rasulullah SAW menjawab, ambillah darinya sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan cara yang baik (baca; ma’ruf)” (HR. Bukhari)
4. Peringatan terhadap keburukan atau bahaya.
Seperti ketika Fatimah binti Qais RA datang kepada Rasulullah SAW dan memberitahukan bahwa ada dua orang pemuda yang akan meminangnya, yaitu Muawiyah dan Abu Jahm. Rasulullah SAW mengatakan, ‘Adapun Muawiyah, ia adalah seseorang yang sangat miskin, sedangkan Abu Jahm, adalah seseorang yang ringan tangan (suka memukul wanita).” (HR. Muslim)
5. Terhadap orang yang menampakkan kefasikan & kemaksiatannya, seperti minum khamer, berzina, judi, mencuri, dan membunuh. Terhadap orang yang seperti ini kita boleh ghibah. Apalagi terhadap orang yang menampakkan permusuhannya kepada agama Islam dan kaum muslimin.
6. Untuk pengenalan.
Adakalanya seseorang telah dikenal dengan julukan tertentu yang terkesan negatif, seperti para periwayat hadits ada yang dikenal dengan sebutan A’masy (si rabun), A’raj (pincang), Asham (tuli), A’ma (buta) dsb. Mereka semua sangat dikenal dengan nama tersebut. Jika disebut nama lain bahkan banyak perawi lainnya yang kurang mengenalnya. Meskipun demikian, tetap menggunakan nama aslinya adalah lebih baik. Bahkan jika dengan namanya tersebut dia telah dikenal, maka tidak boleh menggunakan julukan yang terkesan negatif.Wallahu'alaamu bishshowab

Allah mengajak manusia untuk memikirkan penciptaan dirinya sendiri



“Dan berkata manusia: “Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?” Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?” (QS. Maryam, 19: 66-67).

"SUNGGUH MULIA AKHLAKMU"



السلام عليكم ورحمة الله وبركته

بسم الله الرحمن الرحيم

Sahabat yang di rahmati Allah.
Semoga memang demikian akhlak kalian , paling tidak kita tengah belajar memperbaiki akhlak agar menjadi manusia Mulia....Insya Allah . Allahumma Aamiin.

"KHOYRUNNAASI AHSANUHUM KHULUQON"
~"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik akhlaknya" (Al-Hadist)

DO'A HARAPAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ya Allah…
Peliharalah Nafas Hamba..
Jangan Biarkan Terukir Tanpa Makna….
Indahkan Tutur kata Agar Tiada Terluka Oleh Lidah Hamba..

Yaa Allah…
Izinkanlah Hamba Memuliakan Nafasku….
Jangan biarkan Amanah Nodai Untaian Kalimatku…
Anugerahkanlah Jiwa Rasa Ikhlas dan Sabar..walau Sulit…
Izinkanlah Hamba Tiap Detik Merangkul Keteduhan.

Yaa
Allah… 
Tuntunlah Jiwa Agar Dirindukan karena Kesejahteraan Tutur kata Hamba…
Tuntunlah Jiwa Agar Mampu Memaknai Alunan Takdir_MU…..

Allahumma Ya Allah,,,
Jadikanlah cahaya dihatiku..
Cahaya dilidahku..
Cahaya dipendengaranku..
Cahaya dipenglihatanku..
Cahaya dibelakangku..
Cahaya dari Mukaku..
Cahaya dari atasku dan..
Cahaya dari bawahku..
Ya Allah..Berilah aku cahaya…

ALLAHUMMA AHSANTA KHALQII FA AHSIN KHULQII.
” Ya ALLAH, sebagaimana Engkau telah memperindah tubuhku,maka perindahlah Akhlakku.” (HR.Ahmad)
Aamiin Yaa ALLAH…….

Keep semangat meraih Cinta dan RidhaNya

https://www.facebook.com/groups/RindhuKampungAkherat/

NERAKA itu HOT!! Dan SYURGA itu CANTIK!!

>>perempuan TANPA berHIJAB memang tampak HOT!!
>>Dan perempuan yg mengenakan HIJAB nampak CANTIK!!
OLEH KARENA ITU..
>>NERAKA itu HOT!!
>>Dan SYURGA itu CANTIK!!

==betul apa benar?

PEREMPUAN SEMPURNA




Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:
"Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran." (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).

Empat perempuan itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah saw. masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut.

Terpilihlah dua perempuan yang disebut sebagai perempuan sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna
kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya keutamaan Asiyah dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).

Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan perempuan sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah Istri Fir'aun dan Maryam binti Imran.

semoga bermanfa'at

Cerita Cinta Dan Taubatnya Al-Qass Seorang Pemuda Yang Shaleh Serta Nyanyian Cinta Sallamah Sang Gadis Pinangan Orang Quraisy



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Al-Qass adalah orang yang paling baik ibadahnya di mata penduduk Mekkah. Pada suatu hari dia bertemu dengan Sallamah, gadis pinangan orang Quraisy. Lalu al-Qass mendengar nyanyiannya dan berhenti untuk mendengarkannya.

Pada saat itulah majikan gadis itu melihat al-Qass dan berkata,

“Maukah Anda masuk untuk mendengarkannya?”

Al-Qass pura-pura tidak mau sampai gadis itu mengizinkannya.

Al-Qass berkata, “Tempatkan saya di tempat yang sepi agar saya tidak dapat melihat dia dan dia tidak melihatku” Kemudian al-Qass masuk dan gadis itu pun menyanyi.

Gadis itu tertarik kepadanya. Lalu majikannya menawarkan kepada al-Qass untuk berkenalan dengannya, tetapi al-Qass tidak mau.

Pada suatu hari gadis itu berkata kepadanya, “Sungguh aku mencintaimu.”

Al-Qass menjawab, “Saya juga mencintaimu.”

Gadis itu berkata, “Aku ingin sekali mengecup bibirmu.”

Al-Qass berkata, “Saya juga.”

Gadis itu berkata, “Saya ingin menempelkan dadaku ke dadamu.”

Al-Qass menjawab, “Saya juga.”

Gadis itu berkata, “Lalu mengapa Anda tidak melakukannya? Sungguh tempat ini benar-benar sepi.”

Al-Qass menjawab, “Saya mendengar Allah berfirman yang artinya: Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS: az-Zukhruf:67)

Saya tidak ingin kasih sayang antara diriku dan dirimu berubah menjadi permusuhan di hari kiamat.”

Lalu gadis itu berkata, “Wahai al-Qass! Apakah Tuhanku dan Tuhanmu tidak menerima kita kalau bertobat kepadanya?

Al-Qass menjawab, “Ya! Tetapi saya tidak aman dari kematian yang datang dengan tiba-tiba.”

Kemudain al-Qass berdiri dan kedua matanya mengeluarkan air mata. Setelah itu dia tidak pernah kembali lagi ke tempat itu dan beribadahlah dia seperti sedia kala.


Ada banyak pesan didalam kisah diatas,

jadilah seorang wanita yang menjaga kehormatan diri sendiri dimata laki laki.ibarat kata pakaianmu adalah kehormatanmu,tutur katamu,adalah kepribadianmu

YUUUKK SEDEKAH BIAR BERKAH


SEDEKAH membuka pintu rezeki seseorang,bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita^_^
(YUUUKK SEDEKAH BIAR BERKAH:)
>>“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah 2:261)

>>don't forget..luruskan niat semata2 karena ALLAH..
>>Berani kaya itu adalah yg berani bersedekah dgn IKHLAS

RENUNGAN Buat IKHWAN dan AKHWAT yang BERTA'ARUF di Dunia Maya!




Wahai Ikhwan, Jangan Permainkan Ta’aruf!

MUSLIMAH itu “mutiara”, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya, tidak sembarang orang boleh memandangnya. Jika kalian punya keinginan untuk mengenalnya, carilah cara yang baik yang dibenarkan Islam. Cari tahu informasi tentang akhwat melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya. Jika maksud ta’arufmu untuk menggenapkan separuh agamamu, silakan saja, tapi prosesnya jangan keluar dari koridor Islam.

Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan?

Jagalah izzah muslimah..!!
Pahamilah, hati wanita itu lembut dan mudah tersentuh, akan timbul guncangan batin jika jeratan yang kalian tabur tersebut hanya sekedar main-main.

Jagalah hati mereka, jangan banyak memberi HARAPAN atau menabur SIMPATI yang dapat melunturkan keimanan mereka.

Mereka adalah wanita-wanita PEMALU yang ingin MENELADANI wanita mulia di awal-awal Islam, biarkan iman mereka bertambah dalam balutan rasa nyaman dan aman dari gangguan “JIL” alias Jaringan Ikhwan Lebay.

Wahai Ikhwan!!!

Ini hanya sekedar nasihat, jangan mudah percaya dengan apa yang dipresentasikan orang di dunia maya, karena foto dan kata-kata yang tidak kamu ketahui kejelasan karakter wanita, tidak dapat dijadikan tolak ukur kesalehahan mereka. Duhai Akhwat, Jaga Hijabmu!!!

Duhai akhwat, jaga hijabmu agar tidak runtuh kewibaanmu. Jangan bangga karena banyaknya ikhwan yang menginginkan taaruf. Karena ta’aruf yang TIDAK BERDASARKAN ATURAN SYAR’I, sesungguhnya sama saja si ikhwan MERENDAHKANMU. Jika ikhwan itu punya niat yang benar dan serius, tentu akan memakai cara yang Rasulullah ajarkan, dan tidak langsung menembak kalian dengan caranya sendiri.

Duhai akhwat, sadarilah!! orang-orang yang engkau kenal di dunia maya TIDAK SEMUA memberikan informasi yang sebenarnya.
WASPADALAH!!! karena engkau adalah SEBAIK-BAIK wanita yang menggenggam AMANAH ILLAHI. Jangan mudah terpedaya oleh rayuan orang di dunia maya.
Duhai akhwat, berhiaslah dengan akhlak islami,biarkan apa yang ada di dirimu menjadi simpanan manis buat suamimu kelak.

>>Panjangnya JILAB atau khimar tidak bermakna ia seorang ustadzah

>>Panjangnya JILAB atau khimar tidak bermakna ia seorang ustadzah..
>>panjangnya jilbab juga tidak bermakna ia akan bergelar ustadzah..
>>memaknai jilbab yg panjang ataupun lebar bukan berarti milik"ustadzah"..
>>Tapi itu adalah hak&KEWAJIBAN seorang yg bergelar"MUSLIMAH"!!!

>>keep istiqamah...
>>met istirahat..semoga disepertiga malam kita bisa bangun untuk menghadapNYA^_^)

Jaga Pandangan





*ayoo merapaat!!ana mau CERITA"sesuatu"tapi jangan bilang siapa2 yaah..sssstt bacanya jangan bersuara..hhee*di simaaak ya!*
#ceritanya dulu sepulang main dari Bandung,tepatnya di terminal,lagi didalam bus niih ceritanya(bus'nya kan ngetem),kebetulan TV di bus lagi nyiarin"news(berita)",ana yg lagi asyik baca buku wkt itu seketika nutup buku tuhh*bukan karena mengalihkan pandangan ke tv(naah terus apa??gak sengaja noleh jendela bus)*,,DILUAR sana ada seorang wanita yg berpakaian minim,,tepAT lagi lewAT depan laki2 yg lagi pada duduk2,,bahkan yg lagi lewat sekitaran terminal itu*ssttt..apa yg terjadi??!!asli pngen ketawa,ngeliat tingkah semua laki2 yg lagi mandang dia tuuh,,udah kayak jarum jam yg lagi di plitek..eh maksudnya yg lagi di puter ke arah kanan secara cepat secara berBARENGAN!!HHaa
>>Yupzz..mata mereka semua memandang wanita seksi yg berjalan depan mereka,*Astaghfirullah..SEMUA LAKI2 EMANG SAMAA AJA(ketus ana dlm hati),gak bisa lihat yg cakep dikit yg minim2 gtu langsuuung deeh..huuuh*
>>ana yg liat kejadian kyak gtu langsung teringat (QS.24:30)=>>
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
Naaahhh tuuuhhh baca dan pahami surat annur:30 itu tuuh(koq nadanya kayak org kesel gtu ya..hehehe).
YAGUDZHU MIN ABSHOORIHIIM(Hendaklah mereka menahan pandangannya!!)
>>Teman2 yg belum paham apa itu"GADHUL BASHAR"itu artinya jaga pandangan yaa!!
"terserah gue Lah yun..mata..mata gue yg liat juga gue apa urusan Lo?heLLooww*biasa aja dunk jgn melotot!hhe*
(pasti yg lagi baca tulisan ana ini langsung NYELETUK niih dlm hatinya kayak gtu..iyaaa kan?)"
Ana siih hanya mengingatkan antum semua wahai kaum laki2..hati2 terhadap suatu pandangan yg dapat mendekatkan kalian pada zina!!
(what??zina??yuupzz,,ZINA MATA!!nahh looh hati2 yahh masbro!!)
Emang siih gak adil klo yg ana bahas dsini koq cuma menyorot laki2..wong kaum hawanya yg buka2 aurat,,lah kaum laki2 gak bisa disalahin gtu aja doonk*pembelaan salah seorang teman yg lagi baca ni tulisan..hhe*
=>>MAKANYA untuk ukhti2ku...sesama kaum hawa..yuuuuukkk berHIJAB!!dijamin deeehh kamu gak bakal jadi bahan perhatian..jelalatan mata lelaki,ingaaatt Loohh,,wanita itu adalah fitnah terbesar bagi kaum laki2,makanya jangan UNDANG mata mereka untuk seenaknya melototin tubuuh dan paras cantikmu!!heeeyyyy..kasian donk calon suami kelak,kalau auratmu udah jdi tontonan GRATIS kaum laki2 yg gak halal.
Ana juga ngeliatin waktu itu,,wanita seksi yg lagi jadi tontonan para lelaki itu seperti cemas gak nyaman dgn pakaian minim yg ia pakai.(maaf nie yeehh..ntu baju klo dipake'in ke ADEK ana aja kayakna gak muat..hhee*kayak kurang bahan..astaghfirullah>_<*)
>>disisi lain ngeliat peristiwa di balik kaca jendela bus itu,,selain membuat ana pngen tertawa melihat tingkah laku para laki2 itu,,ana juga SEDIH,,yupzz,,SEDIH,ingat klo sabda RASULULLAH,,bahwa penghuni terbanyak di neraka adalah WANITA!!*ingatt yaaa..w.a.n.i.t.a#so'waspadalah..waspadalah!!* melihat wanita itu,rasanya MALU..(Looh koq malu??yaa malu Laah,,secara kita sama2 wanita,gak kebayang "NAUDZBILLAH"klo ana yg diplototin mereka)
maaaf..ana mebuat tulisan ini hanya sekedar mengingatkan untuk kaum laki2"jaga pandangan"begitu pun dgn kaum wanita jg jaga pandangan dan BERHIJAB!!
INGAT..HIJAB adalah identitasmu sebgai MUSLIMAH!!
HIJAB adalah pakaian taqwa yg menjaga KEHORMATANmu!!
Berhijab membuatmu di hargai!!
yuuk telaah firman ALLAH(QS.Annur:31)
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka MENAMPAKAN PERHIASANnya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan KAIN KUDUNG kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

>>GHADUL BASHAR!!BERHIJAB!!yuuk laksanakan!!

WAHAI WANITA INDAH NYA KAMU MENUTUP AURAT


Hal terindah dari wanita adalah bukan pada saat dia TERSENYUM bahagia,
tetapi saat AIRMATANYA jatuh dalam DOA...

Bukan kerana KATANYA yang INDAH,
tetapi saat BIBIRNYA basah dengan BERZIKIR...

Bukan kerana KECANTIKAN yang mempesona,
tetapi kerana SUJUDNYA pada Allah...

Bukan kerana KEELOKAN TUBUHNYA,
tetapi kerana KETEGUHANNYA dalam menjaga AURAT.

Laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat


∕̴Ɩssαlamu'αlαikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang…

Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalambersabda ;

Laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat”. (HR. Ath Thabrani dalam Al Mu`jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, hal. 125)

Kata Ibnu Abdil Baar: “Yang dimaksud Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam sabdanya (di atas) adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan dan tidak menutupinya maka wanita seperti ini istilahnya saja mereka berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang dan para wanita yang tidak mau mengenakan jilbab/hijab”.

Abu Hurairah mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141)

keep istiqomah

Jum'at itu wajib atas setiap muslim dengan berjama'ah, kecuali empat golongan

Dari Thariq bin Syihab, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
"Jum'at itu wajib atas setiap muslim dengan berjama'ah,
kecuali empat golongan, yaitu
hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang sakit. "
Abu Daud berkata, " Thariq bin Syihab benar-benar melihat Nabi SAW,
namun belum pernah mendengar sesuatu pun dari beliau. "
(Shahih Sunan Abu Daud )

Keseimbangan Antara Ilmu Dunia dan Ilmu Akhirat




Perumpamaan ilmu itu adalah umpama cahaya yang menyinari hati dan akal fikiran. Tanpa hadirnya ilmu maka hati dan fikiran berada dalam kegelapan dan kesesatan. Sebab itulah Islam menekankan aspek keilmuan kepada umat-Nya kerana ilmu itu dapat diaplikasi dan digunakan untuk kemaslahatan agama, dunia dan akhirat. Perlu diingat ilmu yang dituntut itu adalah ilmu yang baik, berguna dan bermanfaat.

Abu Darda' berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: "Sesiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan perjalanannya menuju Syurga. Malaikat akan menaungi penuntut ilmu dengan sayapnya kerana redha terhadap perkara yang dia lakukan. Semua penghuni langit dan bumi akan memohon ampun bagi mereka yang memiliki ilmu pengetahuan, demikian juga ikan di dalam air. Keutamaan seseorang yang berilmu pengetahuan atas seorang ahli ibadah bagaikan bulan dengan sekumpulan bintang. Ketahuilah bahawa ulama' adalah pewaris para Nabi. Dan para Nabi tidaklah mewariskan wang dinar mahupun dirham (harta), melainkan ilmu. Maka sesiapa yang mengambilnya, maka dia telah mendapatkan keberuntungan yang sangat besar." (Hadis riwayat Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)

Berdasarkan hadis di atas, ternyata ilmu itu adalah harta yang sebenar dan berharga melebihi kekayaan dan kemewahan yang sementara. Ilmu adalah warisan para nabi. Para nabi membawa ilmu yang diilhamkan dari pemilik segala ilmu iaitu Allah S.W.T. Biarpun para nabi membawa ilmu agama yang suci lagi mulia, tidaklah bermakna ilmu selain dari ilmu agama itu adalah sia-sia. Semua ilmu yang baik itu ada manfaatnya, tiada yang sia-sia. Cuma yang menjadikan ilmu itu sia-sia dan tiada harga apabila ilmu duniawi itu ditekankan lebih daripada ilmu Akhirat. Kadang-kala kita terlalu membanggakan ilmu dunia sehingga mengabaikan ilmu yang akan menentukan nasib kita di Akhirat nanti.

Muhasabahlah diri sejenak, sedalam mana ilmu akhirat kita berbanding ilmu duniawi yang kita belajar sejak dari sekolah hingga ke universiti. Adakah kedua-duanya seimbang? Atau adakah ilmu duniawi menguasai hidup kita melebihi ilmu ukhrawi? Tepuk dada, tanyalah Iman kita. Punyai ilmu agama tidak bermakna kita tidak boleh menjadi seorang doktor, jurutera, usahawan dan sebagainya. Betulkan persepsi kita dan hayatilah ilmu Islam yang indah dan luas aspeknya. Maka dengan itu, ummah mampu melahirkan doktor, jurutera mahupun usahawan yang soleh dan solehah. Itulah yang terbaik.

Posted by Kerohanian dan Sahsiah Kolej Antarabangsa Unifield

## DUNIA HITAM ##



Mereka memang biasa memamerkan kemolekan tubuh kepada pria hidung belang. Namun sebenarnya mereka hanyalah korban kebobrokan keluarga. Korban dari broken home.

Setiap orang dari mereka membawa perasaan pedih yang berkelanjutan. Perasaan itulah yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan bodoh seperti ini.

Mereka menduga bahwa cara demikian merupakan jalan yang bisa mengantarkan pada kebahagiaan yang selama ini mereka cari.

Lantas, apakah tekanan batin dan keretakan keluarga bisa menjadi dalih yang membenarkan dirinya untuk bermaksiat kepada Rabbnya, menjual harga diri, mencampakkan kehormatannya, dan menjajakan dirinya kepada setan-setan berbentuk manusia?

Apakah cara ini dapat mengubah kenyataan pahit yang dihadapinya?

Sebagian dari mereka berkata,

“Aku ragu bahwa di dunia ini terdapat kebahagiaan sejati. Jika ia memang benar-benar ada, dimana? Bagaimana cara untuk mendapatkannya? Sejujurnya, aku sudah bosan dengan kehidupan rutinitas yang memilukan ini.”

Wahai yang mendambakan ketenangan batin, ketahuilah, kebahagiaan sejati itu hanya dapat diperoleh dengan taat kepada Dzat yang menciptakanmu.

Ketuklah pintu-pintu langit di siang dan malam hari agar Dia mengangkat kesulitan dari dirimu, mengobati lukamu, serta menghadirkan ketenangan dan kelapangan dalam hatimu.

Memang, jalan menuju kebahagiaan sejati itu tidak mudah. Namun percayalah, engkau pasti bisa menempuhnya.

Tumpahkan segala isi hatimu yang terpendam. Sesali masa lalumu yang penuh kelalaian. Allah tidak akan pernah menutup pintu-Nya bagi siapa pun meski dia telah berbuat dosa dan maksiat yang paling besar.

Segeralah buka lembaran hidup baru. Mohonlah pertolongan Allah agar engkau bisa tetap istiqamah di jalan-Nya.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

“... Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)

CANTIKNYA AKHLAK ITU PALING UTAMA



Bismillahirrahmanirrahim,,

Jangan merasa gelisah hati walaupun tak memiliki wajah cantik nan memikat hati banyak lelaki. Jangan pula merasa rendah diri walaupun kita tak memiliki wajah manis yang jadi incaran banyak lelaki.

Jangan merasa gelisah hati walaupun tak memiliki wajah tampan yang bakal menjadi idaman banyak wanita. Jangan pula merasa rendah diri walaupun tak memiliki wajah ganteng yang bakal dikerubuti banyak wanita.

Asal keimanan tetap dihati.
Asal lisan senantiasa sopan.
Asal akhlak melekat mulia.
Asal takwa selalu tertanam di dada.

Itulah arti kecantikan yang sebenarnya.
Itulah arti ketampanan yang sesungguhnya.

Inna Akramakum 'Indallahi Atqakum.
Bukankah yang paling mulia di hadapan Allah adalah karena takwanya?Bukan karena kecantikan atau ketampanannya?

Saatnya kita harus bangga dengan kecantikan lisan dan akhlak kita.Bukan membanggakan kecantikan atau ketampanan yang bisa menjerumuskan.

Wahai Saudariku, Tutuplah Auratmu Dengan Jilbab Syar'i...



"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.. (QS AL AHZAB: 59)

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, (QS An Nuur: 31)

SYARAT-SYARAT PAKAIAN MUSLIMAH DI HADAPAN PRIA YANG BUKAN MAHROM(jilbab syar'i) :
1. Menutup Seluruh Badan Kecuali Yang Dikecualikan
2. Bukan Berfungsi Sebagai Perhiasan
3. Kainnya Harus Tebal, Tidak Tipis
4. Harus Longgar, Tidak Ketat
5. Tidak Diberi Wewangian atau Parfum
6. Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki
7. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita-Wanita Kafir
8. Bukan Pakaian Untuk Mencari Popularitas
Semakin dalam pemahamannya, semakin sederhana pula penampilannya.. Karena sungguh hijab itu untuk meraih ridha Allah, bukan decak kagum khalayak.

Hijab yang benar itu..
-kerudung menjulur sampai menutupi dada sehingga tidak kelihatan seksi/menggoda,
-bajunya tidak ketat (tidak memperlihatkan bentuk tubuh),
-tidak kelihatan lekuk2 tubuhnya (dada, pantat, tangan, kaki, leher, dll) ,
-menutupi aurat dari kepala sampai ujung kaki,,
-model bajunya tidak menggoda,
-warnanya tidak menggoda,
-tidak kelihatan seksi,
-tidak diberi berbagai asesoris/hiasan yg membuatnya kelihatan menarik perhatian,
-baju dan kerudung tidak tipis
-jenis kainnya bukan yg "jatuh" sehingga njeplak bentuk tubuhnya dan kelihatan seksi/menggoda


Wanita yang 'berkerudung' masih kelihatan menggoda dan menimbulkan fitnah, kalau:
―※ Berkerudung tapi pakaiannya ketat
―※ Berkerudung tapi pakaiannya tipis/ transparan
―※ Berkerudung tapi motif/warna pakaiannya ngejreng
―※ Berkerudung tapi ber-make up menarik perhatian
―※ Berkerudung tapi bau minyak wanginya kemana-mana
―※ Berkerudung tapi suka ikhtilath (campur baur dgn pria)
―※ Berkerudung tapi jalannya lenggak-lenggok
―※ Berkerudung tapi nada bicaranya menggoda
―※ Berkerudung tapi sendal/sepatunya hak tinggi
―※ Berkerudung tapi bajunya terlihat seksi/menggoda
―※ Berkerudung tapi kerudung tidak menutup dada
―※ Berkerudung tapi memakai celana panjang, apalagi ketat
―※ Berkerudung tapi rok kurang panjang (kaki terlihat)
―※ Berkerudung tapi rambut disanggul menonjol dr balik jilbab
―※ Berkerudung tapi rambut menonjol seperti punuk unta
―※ Berkerudung tapi kelihatan poni rambutnya (tidak tertutup sempurna)
―※ Berkerudung tapi berduaan dgn pria yg bukan mahrom (khalwat)


Semakin dalam pemahamannya, semakin sederhana pula penampilannya.. Karena sungguh hijab itu untuk meraih ridha Allah, bukan decak kagum khalayak

Renungan - kisah lilin dan anak miskin



Ada seorang gadis lajang yang pindah rumah, dia menemukan penghuni tetangganya adalah keluarga yang miskin, seorang janda dengan 2 anak.

Suatu malam di daerah itu tiba-tiba mati lampu, lalu gadis lajang itu dengan bantuan cahaya dari HP nya mau mengambil lilin di dapur untuk dinyalakan, tidak lama kemudian terdengar ada yang mengetuk pintu rumahnya, ternyata yang mengetuk pintu adalah anak dari sebelah rumah yang miskin.

Anak itu dengan panik bertanya pada si gadis, " Kakak, apakah kakak punya lilin?"

Gadis itu berpikir : “Ternyata mereka sangat miskin sampai lilin saja mereka tak punya?” Dan saat itu si gadis punya pemikiran lain lagi yaitu jangan pinjamkan apapun pada mereka daripada nanti jadi satu kebiasaan. Maka si gadis menjawab dengan setengah berteriak, “TIDAK ADA!” lalu ia bergegas hendak menutup pintu.

Namun tiba-tiba si anak miskin itu berkata riang, “Saya sudah menduga kakak pasti tidak punya lilin.” Selesai berbicara, anak itu mengeluarkan 2 batang lilin dari dalam sakunya dan berkata, “Mama dan saya khawatir pada kakak, karena kakak tinggal sendirian, apalagi sampai tidak mempunyai lilin, maka saya membawakan 2 batang lilin untuk kakak.”

Saat itu juga, gadis itu merasa bersalah, dengan hati yang tergugah dan linangan airmata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat.

Anak kecil yang membawakan lilin itu, meskipun ia miskin tetapi memiliki hati yang kaya; ia kaya dalam memberi, ia kaya dalam berbuat kebajikan, ia kaya dalam menunjukkan perhatian kepada orang lain, bahkan ia juga kaya dengan sukacita dan semangat. Di sisi sebaliknya, gadis penghuni rumah baru itu, meskipun ia serba berkecukupan tetapi sesungguhnya hatinya miskin; terbukti dengan ia mengalami kesulitan untuk memberi kepada orang lain, ia miskin dalam kebajikan, ia miskin dalam berpikir positif.

Sahabat,janganlah kita mudah BERPRASANGKA,
dan BERBAGILAH...
Karena kekayaan tidak tergantung
berapa banyak kita PUNYA,
tetapi berapa banyak
KITA BISA MEMBERI

copas kiriman inbok dari sahabat fillah

Semoga bisa diambil hikmah nya

Nasihat teruntuk Akhwat Muslimah yang memajang Foto di FB...!!!




Yaa akhwati fillah.. Hendaklah kalian berpikir dua kali untuk memajang foto kalian, baik itu di blog kalian, website kalian, facebook kalian atau semacamnya.
Ketahuilah, wajah kalian, meskipun bukan termasuk aurat, merupakan sumber fitnah yang bisa menggoda lelaki kapansaja!
Maukah kalian menjadi sumber fitnah bagi kaum pria??
Maukah paras elokmu dengan bebasnya dipandang dan dinikmati oleh mata-mata khinat?? Pikirkanlah!!

Permasalahannya, bukan haram tidaknya foto makhluk bernyawa (yang masih terjadi perselisihan antara ulama, dan kita masing-masing memiliki pendirian terhadap hal ini).
Tapi permasalahannya yaitu, FITNAH yang dapat ditimbulkan disebabkan foto kalian yang menyebabkan orang tertipu daya dengan rayuan syaithon sehingga menyebabkan dosa bagi mereka dengan memandangmu dengan syahwat.

Aku postingkan hal ini sebagai bentuk kepedulianku terhadap diriku, terhadapmu dan terhadap seluruh lelaki yang mengakses internet.

Jika memang Alloh menganugerahkan dirimu paras yang cantik.. maka syukurilah dengan menjaganya untuk tidak seenaknya dipandang oleh mata-mata pria.
jagalah perhiasan itu untuk suamimu kelak, yang membuatmu lebih suci dimatanya.

Wahai para suami, jujurlah pada diri kalian..

Ridhokah kalian jika istri (atau istri-istri) kalian dipandang secara bebas oleh para pria???

Wahai para pemuda, jujurlah juga pada diri kalian..

Ridhokah kalian jika calon istri kalian, telah terlebih dahulu wajah cantiknya dilihat dan dinikmati dengan bebasnya oleh orang-orang sebelummu??

silahkan berpikir dengan hati yang jernih??

Urgensi Harta dan Kesehatan dalam Membentengi Agama




Sufyan ats-Tsauri rahimahullahu berkata, “Harta pada zaman dahulu adalah sesuatu yang dibenci. Adapun pada hari ini, harta adalah perisai seorang mukmin. Kalau saja bukan karena dinar-dinar ini, niscaya para penguasa menjadikan kita sebagai sapu tangan-sapu tangan mereka.”

Beliau juga berkata, “Siapa saja yang memiliki harta benda, hendaklah ia mengembangkannya dengan baik karena ini adalah suatu masa yang apabila seseorang didera oleh kebutuhan, sesuatu yang pertama kali dia korbankan adalah agamanya.”

Al-Munawi rahimahullahu berkata, “Sesungguhnya, badan yang sehat merupakan pendukung aktivitas peribadatan. Oleh karena itu, kesehatan adalah harta berlimpah yang tiada taranya. Adapun si sakit adalah orang yang lemah. Sementara itu, umur yang diberikan akan menguatkan. Kesehatan bersama kefakiran lebih baik daripada kekayaan bersama kelemahan. Orang yang lemah itu ibarat mayat.”

Beliau juga mengatakan, “Kekayaan tanpa ketakwaan adalah kebinasaan karena seseorang akan mengumpulkannyabukan dari jalan yang benar dan akan menahan atau memberikannya bukan pada sasaran yang benar.”

(Syarah Shahih al-Adabil Mufrad lil Imam al-Bukhari, 1/394-395

^^ BURUK SANGKA ^^



Ada tipe manusia yang acuh-tak acuh terhadap sisi positif yang ada pada seseorang. Ia lebih fokus melihat sisi negatifnya saja, dan cenderung mencari-cari kesalahan.

KISAH pertama,

Seorang suami menyangka istrinya ada ’main’ dengan lelaki lain. Benih sangkaan ini tumbuh bagaikan duri di dalam benak dan jiwanya. Keraguan itu terus berlanjut, dan setan terus memperbesar api prasangka tersebut, hingga akhirnya keraguan itu pun berujung perceraian.

KISAH kedua,

Seorang istri menaruh curiga dan berprasangka buruk kepada suaminya dikarenakan terlambat tiba di rumah. Lalu setan dengan cekatan menyulut api pertengkaran. Sedikit-demi sedikit prasangkanya itu berubah menjadi keyakinan bahwa suaminya mau kawin lagi.

KISAH ketiga,

Seorang istri telah bekerja keras mengurusi anak-anaknya, membersihkan rumah, menyediakan makanan, dan mempersiapkan dirinya untuk menyambut kedatangan suaminya.

Namun, manakala suaminya datang, yang dilihatnya hanyalah keteledoran sang istri. Lalu dia mengkritik istrinya. Ia tidak mau menghargai sedikit pun kerja keras yang telah dilakukan istrinya dari pagi buta hingga larut malam.

Hai suami, tidakkah engkau menyadari betapa banyak kelebihan dan kebaikan yang melekat pada istrimu, tetapi kenapa engkau mengabaikannya dan hanya memperhatikan sifat-sifat buruknya saja.

Kenapa engkau tidak menjadi seperti seekor lebah madu, yang manakala memasuki sebuah taman dia hanya mencari bunga yang indah, dan tidak pergi ke tempat-tempat yang kotor.

Mengapa engkau malah memilih menjadi lalat?

Apakah adil, bila istrimu melakukan kesalahan, kemudian engkau marah dan mengabaikan seluruh kebaikan yang selama ini telah dipersembahkannya untukmu?

Obat penawar dari semua perangai buruk di atas adalah,

”Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain ...” (Al-Hujurat [49]: 12)

Sebarkanlah kebaikan dan teruslah menyebar benih kebaikan...

Saudaraku...

Percayalah kebaikan yang kalian sebarkan tak kan mubadzir...
Alloh yang membolak balikkan hati manusia...
Sebarkanlah kebaikan dan teruslah menyebar benih kebaikan...
Walau mungkin sekarang tidak ada yang mendengar...
Tidak ada yang membaca dan memandang sebelah mata...
Teruskan menyebarkan benih kebaikan selagi kalian masih hidup...

satu hari,satu minggu,satu bulan,satu tahun dan hari bulan tahun berganti...
InsyaAlloh nantinya pasti ada yang mendengar,membaca dan mengamalkan dan itlah benih yang kalian tanam akan kalian petik hasilnya...

akherat menjanjikan pahit dan manis...
maka mari berlomba menyebar benih kebaikan...

IMAN



Bisakah kita menilai kualitas iman kita?
Bagaimana kita tau iman masih ada ataukah iman sedang hilang?

Iman dan hati jadi satu dalam jiwa...

Jika hatinya kotor maka hilanglah iman itu .

Dan sakit yang paling parah adalah penyakit HATI.

Kita bisa tanya kpada diri kita sendiri..

Masihkah ada iman dan hilangkah iman...

Tanda iman berkurang salah satunya adalah tidak mendengarnya seruan adzan.
Menganggap ringan perbuatan dosa.
Berat mnjalankan ibadah...

Do'a

1.Doa Nabi Ibrahim As.
Al-Baqarah (2):126-129.
Ash-Shafaat (37) :100.
Al-Mumtahanah (60):4-5.
Ibrahim (14) : 35-41.
Maryam (19): 47.

2. Doa Nabi Musa As.
Yunus (10) : 88.
Thaa-haa (20) :25-35.
Al-qashah (28):16.
Al-qashah (28) : 21-22.
Al-qashah (28): 24.
Al-A'raaf (7) : 151.
Al-A'raaf (7) : 155

3 . Doa Nabi Nuh As.
Huud (11) :47.
Al-Mu'minun (23): 26.
Al-Mu'minun (23) : 28-29.
Al-Qamar (54) :10.
Asy-Syu'araa (26): 117-118.
Nuh (71) : 26.

4. Do'a Nabi Yusuf As.
Yusuf (12) : 101.

5. Do'a Nabi Zakaria.
Mariyam (19) : 3-6.
Al-anbiyaa (21): 89.
Ali-'imran (3) :38.

6. Do'a Mariyam Ibu Dari Nabi Isa As.
Maryam (19):18.

7.Do'a Istri I'mran.
Ali-'imran (3) : 36.

8. Do'a Nabi Ayub As.
Al-anbiyaa (21):83.
Shaad (38): 41.

#Semoga_Berguna

Jika ada yang bertanya tentang Hijab itu wajib atau sunah bagaimana menjawabnya?

saudariku muslimah ..

Jika ada yang bertanya tentang Hijab itu wajib atau sunah bagaimana menjawabnya?

Bagi yang sudah berhijab pastinya akan menjawab dengan tegas bahwa hijab adalah wajib kerna itu jelas perintah Alloh yang sudah jelas di terangkan dalam kitab suci Al-Qur'an...

tapi bagi yang belum berhijab pastinya akan ada jawaban yang bervariasi...

bisa menjawab bahwa hijab bisa wajib bisa sunah tergantung hati...
bisa juga menjawab Hijab itu penting tapi yang penting hatinya dulu...
ada juga yang jawab ,yang berhijab aja belum tentu baik,mending kayak gini biarlah orang yang menilai,yg pasti kelakuanku g seperti fulanah yang menggunakan hijab sebagi topeng saja....
ada juga yang jawab,ngapain sih ngurusin orang...

hehee...

ada lagi yang jawab yang penting aku islam ,sholat zakat dan puasa...
ada lagi nih gerah pakai jilbab,ribet...

ada juga yang jawab belum siap...
ada juga yang bilang belum bisa rutin pakainya jadi kadang g pakai...

duh banyaknya ya alasan tuk menentang perintahNya tentang yang satu ini padahal jelas semua pada paham yang memberi perintah itu Alloh yang maha INDAH...

yaa gpp siih menjawab gt ,pada akhirnya diri sendiri juga yang menuai kita sebagai saudara muslim berkewajiban mengingatkan saja,bukan memaksa atau menyuruh...

yang pasti semua wanita berharap menjadi seorang istri,juga menjadi ibu...
naah yang di kuatirkan kalau si putrinya kelak bertanya masalah itu sedang kita sendiri tak pernah mentaati masalah hijab kan jadi masalah kan....

sebenarnya kita sama belajar dan mengingatkan ...
jika ada salah mohon maafnya ya saudariku muslimah...

Mulianya seorang istri yg hamil...



4 Kesempatan wanita hamil adalah:

1.selamat ibu dan bayinya ktika melahirkan

2.selamat ibunya dan bayinya meninggal

3.ibunya meninggal bayinya selamat

4.meninggal kduanya saat melahirkan

Maka.jangan sekali2 berani kpa ibumu..

Renungan dan Renungkan (Siapakah wanita itu? )




Kisah ini berlaku sewaktu aku di Madinah. Suatu hari aku berjalan melalui pasar. Sebaik saja muazzin melaungkan azan, aku terlihat seorang wanita. Wanita itu ganjil cantiknya. Dia berpaling kepadaku seolah-olah tahu bahawa aku merenungnya. Malah dia memberikanku anggukan kecil penuh bermakna sebelum wanita itu berpusing di satu sudut menuju ke lorong penjual sutera.

Bagaikan terkena panahan halilintar, aku serta-merta tertarik, hatiku terpukau dengan wanita itu. Dalam kepayahan aku berdebat dengan hatiku, memberikan satu demi satu alasan untuk meneruskan langkahku ke masjid memandangkan masanya telah tiba untuk solat, namun perdebatan ternyata gagal. Aku memutuskan untuk mengikut wanita tersebut.

Aku bergegas mengejar wanita itu, nafasku pantas dan mengah manakala wanita itu tanpa disangka mempercepatkan langkahnya. Dia telah berada jauh beberapa kedai di hadapan. Dia memaling wajahnya seketika padaku, terasa kudapat melihat cahaya senyuman nakal wanita itu dibalik purdah hitamnya. Adakah ini khayalanku sahaja? bisik hatiku. Akalku seolah-olah tidak berfungsi pada waktu itu.

Siapakah wanita itu?

Aku memantaskan langkahku dan memasuki lorong dimana wanita itu dilihatku masuk. Dan seterusnya wanita itu mengimbau aku, sentiasa dihadapan, masih tidak dapat dikejar, semakin jauh dan jauh dari mana kami mula-mula bersua. Perasaanku tambah membuak.

Adakah wanita itu orang gila?

Semakin jauh nampaknya wanita itu berjalan hingga ke penghujung bandar. Mentari turun dan tenggelam, dan wanita tersebut masih berada jauh di hadapanku. Sekarang, kami berada di tempat yang tidak disangka, sebuah perkuburan lama.

Kalaulah aku siuman seperti biasa, pasti aku akan merasa gementar, tapi aku terfikir, tempat yang lebih ganjil dari ini biasa dijadikan tempat pasangan kekasih memadu asmara. Dalam 60 langkah di antara kami aku melihat wanita itu memandang ke arahku, menunjuk arah, kemudian turun ke tangga dan melalui pintu bangunan sebuah kubur tua.

Kalaulah aku tidak diamuk senyuman wanita itu tadi, pasti aku berhenti sebentar dan memegun masa, tapi sekarang tiada guna berpaling arah, aku menuruni tangga tersebut dan mengekori wanita itu ke dalam bangunan kubur itu. Di dalam bilik bangunan kubur itu, kudapati wanita itu duduk di atas ranjang yang mewah, berpakaian serba hitam masih berpurdah, bersandar pada bantal yang diletak pada dinding, diterangi cahaya lilin pada dinding bilik itu. Di sebelah ranjang itu, aku terpandang sebuah lubang perigi. Kuncikan pintu itu, kata wanita itu, dengan suara yang halus gemersik seumpama berbisik, dan bawakan kuncinya. Aku akur.

Buangkan kunci tersebut ke dalam perigi itu, kata wanita itu. Aku tergamam sebentar, kalaulah ada saksi di situ, pasti saksi itu dapat melihat gamamku. Buang-lah, ujar wanita itu sambil ketawa, tadi kau tidak berfikir panjang untuk meninggalkan solatmu untuk mengekoriku kemari? Tempelak wanita itu lagi. Aku diam.

Waktu maghrib sudah hampir selesai, kata wanita itu bernada sedikit menyindir. Apa kau risaukan? Pergilah buangkan kunci itu, kau mahu aku memuaskan nafsumu, bukan? Aku terus membuang kunci pintu tersebut ke dalam perigi, dan memerhatikan kunci itu jatuh. Perutku terasa bersimpul tatkala tiada bunyi kedengaran ketika kunci itu jatuh ke dalam lantai perigi. Aku berasa kagum, kemudian takut.

Tiba masanya untuk melihat aku, kata wanita tersebut, dan dia mengangkat purdahnya untuk mendedahkan wajah sebenarnya. Bukan wajah segar seorang gadis remaja, tapi kehodohan wajah yang mengerikan, jijik, hitam dan keji, tanpa satu zarah cahaya kelihatan pada alur kedut ketuaannya. Pandang aku sungguh-sungguh, kata wanita itu lagi.

Namaku Dunia. Aku kekasihmu. Kau habiskan masamu mengejarku , sekarang kau telah memiliki diriku . Didalam kuburmu. Mari. Mari. Kemudian wanita itu ketawa dan ketawa, sehingga dia hancur menjadi debu, dan lilin itu padam satu demi satu, dan kegelapan menyelubungi suasana.

Boleh Cinta,Asal Jangan Cinta Buta.



"Seseorang sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, Maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan setia." (HR. Ahmad)

Maha Agung Allah yang telah menganugrahkan jiwa-jiwa persaudaraan buat seorang mukmin ,Ada kebahagiaan tersendiri ketika hidup dengan banyak teman dan saudara seiman ,mungkin, itulah di antara bentuk keberkahan.

Namun , tidak semua pertemanan berujung kebaikan .
Perlu kiat tersendiri agar niat baik pun menghasilkan yang baik,

1). Mengenali teman dengan baik

Islam Adalah agama yang santun, Seperti itulah ketika Islam mengajarkan Umatnya senantiasa mendahului salam , Mendahului salam sangat di anjurkan Rasulallah SAW. ,kepada yang kita kenal atau yang belum di kenal. "berilah salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang belum kamu kenal ." (Muttafaqun'Alaih)

Dari salam inilah hal pertama yang bisa didapatkan dari calon teman adalah muslimkah dia.??
Paling tidak ada gambaran sejauh mana tingkat keislaman orang itu,
karena seorang muslim yang baik paham kewajiban menjawab salam.

Setelah saling berbalas salam ,jalinan perkenalan di rangsang dengan mengenalkan diri si pemberi salam terlebih dahulu. Dari situlah tukar informasi diri berlangsur lancar. Dan senyum merupakan ungkapan tersendiri yang mengsinyalkan rasa persaudaraan dan perdamaian .
Rasulallah SAW bersabda:
"Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan , Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan." (HR.Muslim).

Namun, satu momen perkenalan itu jelas belum cukup . Butuh interaksi secara alami, Setelah itu , waktu dan jumlah pertemuanlah yang menentukan, Apakah perkenalan berlanjut kepada persaudaraan atau sebaliknya, sekedar kenal saja. Dan keinginan kuat untuk bersaudara mesti di utamakan dari sekedar kenal. Terlebih persaudaraan karena jalinan iman dan taqwa.

Allah SWT ,Mengisyaratkan itu dalam surat Al-Hujurat ayat 13.," Hai Manusia ,sesunggihnya aku menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal."

Walau pada tingkat persaudaraan ,perkenalan bukan berarti sesuatu yang usai . Karena kehidupan Manusia tidak diam. Ia selalu bergerak ,berubah,dan berganti. Termasuk pada sikap dan karakter, boleh jadi ,seseorang bisa terheran-heran dengan perubahan teman lama yang pernah ia kenal . Karena ada yang beda dalam fisik ,sikaf karakter bahkan keyakinan.

Perubahan-perubahan itulah menjadikan seorang mukmin senantiasa menghidupkan nasihat ,mukmin yang baik tidak cukup hanya mampu memberi nasihat. Tapi, juga siap menerima nasihat. Dari nasihat itulah , hal-hal buruk yang baru muncul dari seorang teman bisa terluruskan.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-'Ashr ayat 1 sampai 3 ." Demi masa sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian dan kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran."

2). Mewaspadai dampak buruk seorang teman

buruk sangka dalam pertemana memang tidak di benarkan Islam. Tapi. Ketika ada fakta-fakta yang menyatakan tidak bagusnya seorang teman, dan nasehat sudah tidak lagi ampuh, kewaspadaan mungkin jadi jalan terakhir .karena tidak tertutup kemungkinan ,keburukan bisa menular .paling tidak,agar tidak kecipratan air busuk teman nya.

Rasulallah SAW bersabda:" kawan pendamping yang saleh ibarat penjual minyak wangi, Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya .sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya ." (HR. Bukhari).

Mewaspadai tidak berati memutus pertemana buat selamanya . Apalagi menyebar hawa permusuhan dan kebencian , karena boleh jadi , sifat buruk bisa berubah baik. Sebagaimana Baik menjadi Buruk. Kontribusi sebagai seorang teman mesti terus mengalir . Paling tidak ,dalam bentuk do'a.

3). Berhati-hati mencintai seseorang

Cinta tidak melulu antara laki-laki dan perempuan . Ada cinta lain yang berwarna persaudaraan dan pertemanan. Karena ikatan suku ,profesi ,sekelompok orang bisa saling mencintai . Begitu pula dalam ikatan persaudaraan Islam. Rasulallah SAW bersabda:" Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR.Muslim).

Umumnya,cinta punya rumus : saling kenal ,saling paham ,saling cinta dan saling berkorban. Tapi ada cinta yang datang tiba-tiba . Mungkin ada sesuatu yang menarik dari penampilan fisik, cinta langsung berbunga ,Atau, karena ada seseorang yang begitu murah hati dan dermawan ,cinta bisa langsung tumbuh pesat, Ada utang budi yang berinti Cinta. Kalau sudah begitu, pengorbanan menjadi suatu yang amat ringan.

Kalau orang yang cepat di cintai itu memang layak di cintai, simpati dan pengorbanan tentu akan berubah kebaikan . Tapi, bagaimana jika yang di cintai tiba-tiba punya maksud tidak baik. Karena kelihaian ,atau karena sudah jadi profesi ,cinta bisa menipulasi menjadi Alat efektif melakukan penipuan.

Karena itu Rasulallah SAW mewanti-wanti dalam mencintai seseorang. Cinta busa menghilangkan daya kritis dan rasionalitas seseorang.
Rasulallah SAW bersabda: "Cintamu kepda sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli." (HR. Abu Dawud dan ahmad).

Berteman dan bersaudara memang menjadi sebuah kenikmatan tersendiri buat seorang mukmin. Pertemanan seperti itu tidak hanya bermanfaat di dunia , tapi juga di akhirat. Begitulah sabda Rasulallah SAW. "Sesungguhnya Allah pada hari Kiamat berseru ,Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku .? Pada hari ini akan aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku. Pada hari yang tidak ada perlindungan ,kecuali perlindungan-Ku." (HR. Muslim)

wahai sahabt filah yang di rahmati Allah. Semoga kita selalu menjadi sahabat yang baik dan saling menasihati dan sahabat yang saling mencintai karna Agama Allah. Agar kita semua di berikan Perlindungannya di hari penghisaban...
#Aamiin
#salam_Ukhwah_ Filah

Saat Dakwah sebuah pilihan dalam hidup,,,



Tepislah merasa diri paling baik dan tiada dosa.
Buanglah jauh" rasa Ingin menggurui.
Semptkan bahkan hilangkan sikap ujub,riya.

Ilmu bukanlah jaminan kebaikan seseorang.
Lisan akan untaian kata pun bukan berarti cermin keindahan akhlak yang dimilikinya.

Kita sama" makhluk Tuhan yang tercipta diberi akal tetapi tak semua sehat dan bernaluri.

Saling mengingatkan itu Indah
Saling berbagi hati kan damai.

Tetaplah pupuk bibit" keindahan Jiwa semoga Tuhan selalu menghadiahkan KeberkahanNya.
Aamiin.

***BARANG HARAM BUKAN OBAT***



Di dapatkan dari kaum muslimin berobat dengan barang haram .
Bolehkah...?!

A. Sejatinya penyakit

tidak boleh berobat dengan khamr dan barang haram lainnya.

Thariq bin Suwaid Al-Ju'fiy r.a bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang Khamr. Beliau pun melarang khamr.

Kemudian Thariq berkata: " saya hanya menggunakan sebagi obat".

Beliau bersabda:

إنه ليس بدواء ولكنه داء

"Sesungguhnya ia bukan obat justru merupakan penyakit." (HR.Ahmad , Muslim kitab Asyribah: 12)

B. Setiap Penyakit Ada Obatnya.

Rasulallah SAW bersabda:

إن الله أنزل الداء وأنزل الدواء وجعل لكل داء دواء فتداووا ولا تداووا بحرام

"Dan sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya. Dan Allah menjadikan ada obat untuk setiap penyakit."

Maka berobatlah dan janganlah berobat dengan perkara Haram ...! "(HR. Abu Dawud kitab Thibb:3874)

Obat penyakit terkadang di ketahui sebagian orang ,Namun tidak di ketahui oleh lainnya.

Ada kalanya ada syarat kesembuhan yang tidak terpenuhi (si sakit) atau adanya penghalang.

Satu yang harus dan pasti....
Jagalah diri dari perkara haram, baik haram zatnya maupun haram cara memperolehnya.

Silahkan Share semoga bermanfaat

Bersabar Terhadap Pemerintah



Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Akan muncul sepeninggalku para pemimpin yang tidak mengambil petunjuk dengan petunjukku dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Dan akan adapula ditengah-tengah mereka orang-orang yang berhati setan namun berbadan manusia.”

Sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bertanya, “Apa yang harus aku lakukan wahai Rasulullah, jika aku menjumpai hal itu?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,“Engkau tetap mendengar dan taat kepada pemimpin. Walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, tetaplah mendengar dan taat.”
(Hadits-Shahih Muslim)

*Bantuan Dari Langit Ketiga Di Perang Badar*



Ketika perang berkecamuk ,dan kaum Muslimin berpegang dengan gagah berani. Padahal jumlah mereka sangat kecil di banding musuh (kafir Quraisy).
Rasulallah SAW membawa serta para sahabatnya berjumlah 300 orang , sedangkan kafir quraisy membawa pasukannya 1000 orang.

Kaum Muslimin berperang mengharapkan keridhoan Allah dan kecintaanya. Sedangkan kafir quraisy mereka berperang dengan kesombongan dan kekufurannya terhadap Allah , yang akhirnya mereka di binasakan , di kalahkan dan mereka yang mati di atas kekufurannya akna mendapatkan murka-Nya.

Para kafir quraisy menjadikan iblis sebagai penolong mereka ketika berperang . Yang iblis itu menyamar dalam wujud Suroqoh bin Malik bin Ju'syum Al-Mudlijiy.

Sedangkan kaum Muslimin .mereka hanya meminta pertolongan kepada Allah karena memang hanya Allah lah yang mampu memberi pertolongan dan kemenangan . Yang akhirnya Allah memberikan bantuan dari langit berupa Malaikat-Malaikat yang menyerbu .
Allah berfirman:

أنى ممدكم بألف من الملائة مردفين

"sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (QS. Al-anfaal: 9).

'Abdullah bin 'Abbas menceritakan,
"tatkala seseorang dari kaum Muslimin dengan semangat mengejar seseorang dari kaum musyrikin yang berada di hadapanya. Tiba-tiba dia mendengar pukulan cemeti di atasnya dan suara penunggang kuda yang berteriak,
"Majulah wahai Haizum !." aeketika dia melihat ke arah orang musyrik yang berada di hadapannya tadi, dan didapatinya tersungkur dalam posisi terlentang, lalu dia melihatnya sedang keadaan hidungnya telah ditindik dan wajahnya telah terbelah seperti kena pukulan cemerti dan seluruhnya menghijau."

Karenanya , seorang dari Anshor tadi datang kepada Rasulallah SAW untuk menceritakan tentang hal itu, Maka beliaupun berkata: "Benar yang engkau katakan ,itu dalah sebagian dari bala bantuan dari langit ketinga." (HR .Muslim).

Abu Dawud Al-Maziniy berkata.
"Sesunggunya aku mengikuti seorang laki-laki dari kaum musyrik untuk memenggalnya namun tiba-tiba kepalanya sudah terlebih dahulu jatuh ke tanah sebelum pedangku menebasnya . Maka sadarlah aku bahwa ada orang lain yang telah membunuhnya."

Seorang laki-laki dari Anshor datang membawa Al-'Abbas bin Abdul mutholib (yang dulu masih kafir) sebagai tawanan, maka berkatalah Al-Abbas ," sesungguhnya ,bukan orang ini yang telan menawanku. Yang menawanku adalah orang laki-laki yang gundul ,yang merupakan manusia paling rupawan yang pernah aku lihat. Dia menunggangi kuda yang memiliki bercak-bercak. Dan aku tidak melihatnya ada bersama kalian."

laki-laki dari Anshor itu berkata ."Akulah yang menawanya ,wahai Rasulallah.!"

Beliau Rasulallah SAW berkata: "Diamlah , sungguh engkau telah di bantu oleh seorang malaikat yang mulia."

#salam_ukhwah_filah
#Semoga_bermanfaat

***Ikhlas Itu Ada 3 Golongan***



1. Ikhlasnya orang awam(umum).
Ibadahnya dilandasi rasa takut akan siksa neraka dan mengharapkan kenikmatan surga-Nya.

2. Ikhlasnya orang Khowas (Khusus).
Ibadahnya semata-mata hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia malu jika mengharapkan upah berupa surga., meskipun itu di larang . Karena yang memberi kekuatan sehingga manusia mampu beribadah karna Allah , maka tak sepantanya manusia mengharapkan balasan .sudah selayaknya hanya Allah yang patut di sembah.

3. Ikhlasnya seorang khoswasul khowas (Khususnya khusus), hatinya berkeyakinan hanya Allah Tuhan yang wujud, yang berhak di sembah , semua gerak dan diamnya mahluk atas kuasa dan kehendak Allah, selain Allah tak dapat membawa dampak atau efek apa-apa ,. Memandang semua amal ibadahnya adalah Anugrah Allah. Hatinya senantiasa bersyukur atas semua anugrah-Nya .

Pintu-Pintu Masuknya Setan Ke Manusia.



1. Al Jahlu (kebodohan)
2. Al qhadhab (kebohongan)
3. An naja' (marah)
4. Hubbu dunya (gila dunia)
5. Thulul amal (panjang angan-angan)
6. Al hirshu (tamak)
7. Al-bukhlu (pelit)
8. Al kibru (sombong)
9. Hubbul madhu ( gila pujian)
10. Ar riyaau (pamer)
11. Al 'ujubu (bangga diri)
12. Al jaza'ul wal hala'u (panik dan galau)
13. Ittiba'ul hawa (menuruti hawa nafsu).
14. Su'udzhon (prasangka buruk)
15. Ihtiqorul muslim (merendahkan orang islam)
16. Ihtiqorudz dzunub (meremehkan dosa)
17. Al amnu min makrillah ( merasa aman dari ancaman Allah)
18. Al qunuth min rahmatillah (pesimis dari rahmat Allah)

Semoga Allah melindungi kita semua muslimin wal muslimat dari sifat-sifat buruk ini , Aamiin...

***Renungan***


"Mencari Ridho Allah"

Nabi Yusuf A.S pernah mengadu kepada ALLAH TA'ALA
" Ya Rabb sesunggunya hamba lebih tenang dan sejuk saat berada di sumur ,tempat dimana dulu hamba dibuang oleh saudara2 hamba, di penjara ini hamba merasa tidak senang dan tidak nyaman"
ALLAH TA'ALA berfirman:
" Wahai hambaku dulu waktu kamu di sumur ,itu atas Ridho-Ku , sekarang kamu ada di penjara karena kemauan mu , karena do'a mu meminta kepada-Ku lebih baik di penjara, Maka dari itu AKU kabulkan do'a mu".

DOSA YANG LEBIH BESAR DARI ZINA



Bismillahirrah manirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu

suatu senja , seorang wanita melangkahkan kaki mendekati kediaman Nabi Musa A.S

Setelah mengucapkan salam, dia masuk sambil terus menunduk. Air matanya berderai tatkala berkata: "Wahai NabiyuLLAh, tolonglah saya. Do'a kan agar Allah mengampuni dosa keji saya."
"Apakah Dosamu wahai wanita...".?tanya Nabi Musa A.S
"saya takut mengatakannya". Jawab wanita itu
"Katakanlah Jangan Ragu-ragu"!. Desak Nabi Musa A.S

Maka perempuan itupun dengan takut bercerita,
"Saya telah berzina"

kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak

"Dari perzinahan itu saya hamil,setelah anak itu lahir ,langsung saya cekik lehernya sampai Ia mati". Lanjut perempuan itu seraya menagis.

mata Nabi Musa Berapi-api dengan muka yang berang dia menghardik
"Perempuan celaka ,pergi dari sini ,agar siksa Allah tak jatuh kedalam rumahku."
pergi....!!!" teriak Nabi Musa sambil berpaling karena jijik ,
Hati perempuan itu bagaikan kaca membentur batu hancur luluh .
Dia menangis tersedu-sedu dan keluar dari rumah Nabi Musa
Ia tak tahu harus kemana lagi mengadu, bahkan dia tak tahu kemana harus melangkahkan kaki.
Bila seorang Nabi sudah menolaknya,bagaimana manusia lain bakal menerimanya...??

Sepeninggalnya perempuan tersebut, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa A.S

Jibril lalu bertanya
"mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak ber TAUBAT dari dosanya.?tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari itu..?"

Nabi Musa terperanjat.
"Dosa apakah yang lebih besardari kekejian wanita pejina dan pembunuh itu".? Tanya nya
"Ada"!!! Jawab Jibril dengan tegas
"Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa menyesal, orang itu dosanya lebih besar daripada SERIBU kali berzina".
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa memanggil wanita tadi,
lalu berdo'a memohon ampunan kepada Allah.

Nabi Musa menyadari ,orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa penyesalan seakan mengaggap remeh perintah Allah.
Sedangkan BERTAUBAT dan menyesali dosa dengan sungguh-sungguh
berarti masih mempunyai Iman di dadanya dan Yakin Allah itu ada.

#Semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik