Sabtu, 31 Maret 2012

Tanda-Tanda Kiamat


Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang-bincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa-Sallam kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang perbincangkan.?”

Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.”

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa-Sallam “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :

Kondisi Alam

· Asap

Asap akan memenuhi timur dan barat, akan terjadi selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafirpun keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.

· Dajjal

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal akan banyak menimbulkan perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir‘.

· Binatang melata di bumi

Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S. Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.

· Terbitnya matahari sebelah barat

Matahari terbit dari sebelah timur, akan tetapi pada hari itu manusia akan dikejutan oleh suatu peristiwa yang sangat besar dengan terbitnya matahari dari sebelah barat.

· Turunnya Nabi Isa A.S

Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan syariat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa-Sallam.

· Keluarnya Yakjuj dan Makjuj

Yakjuj dan Makjujpun akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum niscaya tidak akan tinggal walau pun setitik.

· Gerhana di timur

Akan terjadi gerhana di timur

· Gerhana di barat

Juga gerhana di barat

· Gerhana di jazirah Arab

juga gerhana akan terjadi di tanah jazirah arab

· Keluarnya api dari kota Yaman

dalam riwayat tersebut juga dijelakan akan keluar api dari kota Yaman yang akan menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka

Kondisi Kehidupan Manusia

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa-Sallam telah bersabda, ” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di mana-mana, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq“

Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datag di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya sahaja, agama hanya bentuk sahaja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan sahaja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa-Sallam, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamata.”

Wallahu A’lam Bish Showab..

artikel: http://tausyah.wordpress.com/tanda-tanda-kiamat

Sesungguhnya Segala Sesuatu ALLAH Jadikan Berpasang-Pasangan, Meliputi Dua Hal Yang Berbeda Namun Berhubungan dan Dua Hal Yang Berbeda Namun Berlawanan

Renungan Hidup



Adalah Ini suatu perkara yang sebahagian kamu mengetahui, sedang arti hidup telah melampaui kamu tentang mengingat akan dia. Namun demikian, marilah benamkan wajahmu ke alam diri yang tiada berhujjah melainkan dengan sebenarnya. Inilah suatu kaji kehidupan secara terperinci untuk membuka akal dan hati kita melalui firman ALLAH Subhana wa Ta’ala yang berbunyi :

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.

Adz-Zaariyat : 049.

Pada hakikatnya mereka (perkara yang berpasang-pasangan) itu adalah segolongan walaupun berbeda hikmah lagi faedahnya, namun apabila mereka dipadu antara yang satu dengan yang lain niscaya sungguh..tiadalah mereka dapat dipisahkan dan jangan pula engkau pisahkan, melainkan demikianlah Fitrah lagi ketetapan ALLAH bagi makhluknya. Dan inilah beberapa perkara yang berpasang-pasangan, berbeda namun berhubungan dan tiada terpisahkan:

Pada Kehidupan

1. Awal dan Akhir

Ia adalah sesuatu yang berbeda namun tiadalah ia dapat dipisahkan melainkan akan selalu beriringan seiring masa pada kehidupan manusia. Seumpama manusia, ada kalanya awal kehidupan tiap-tiap manusia dan kemudian ada pula akhir atas kehidupannya. Atau adakalanya dunia ini diciptakan dan tentu ada pula kalanya dunia ini diakhiri ALLAH Tabaraka wa Ta’ala Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi di atas tiap-tiap sesuatu.

2. Hidup dan Mati

Adalah seumpama awal dan akhir, suatu kejadian bermula dan suatu kejadian itupun berakhir. Dan adalah ia dua hal yang amat berbeda adanya, namun tiadalah ia terpisahkan oleh suatu juapun.

3. Dunia dan Akhirat

Sungguh ia adalah dua hal yang amat berbeda, karena tiap-tiap makhluk ALLAH yang telah melewati dunia maka tentulah ia akan kembali kepada Rabb Semesta Alam menuju alam akhirat.

Firman ALLAH Ta’ala :

Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, tentang dunia dan akhirat. Al-Baqarah : 219-22

4. Nyata dan Ghaib

Dua hal yang sedemikian adalah alam sadar dan tidak sadar, atau yang tampak dan tidak tampak, seumpama yang hidup dengan mati, atau dunia dan akhirat

5. Dan Lain Sebagainya

Pada Manusia

1. Laki-laki dan Wanita

Laki-laki adalah pasangan bagi wanita sedang wanita adalah pasangan bagi laki-laki dan janganlah ia mengambil yang sejenis dengan dia yang menyebabkan murka ALLAH atas dirinya dan atas segala yang besertanya dan demikianlah semestinya karena dia adalah dua hal yang berbeda namun berhubungan dan tiada terpisahkan, oleh karena merupakan suatu ketetapan dari sisi ALLAH Azza wa Jalla.

Firman ALLAH Ta’ala :

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” Faathir : 11

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” An-Nisaa’: 001.

“dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.” An-Najm:45.

“dan penciptaan laki-laki dan perempuan.” Al-Lail : 3

2. Ruh dan Jasad

Jikalaulah jasad tanpa ruh maka disebutlah ia mati, sedang jika ruh tanpa jasad maka sekali-kali tiadalah ia berada di alam dunia melainkan telah kembali pada genggaman ALLAH Tabaraka wa Ta’ala.

ALLAH Tabaraka wa Ta’ala Berfirman :

“dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan Jasad).” At-Takwir:7

Artinya bahwasanya Jasad dan ruh itu adalah sebagai berikut :

Jasad ialah perpaduan tulang, daging, otak dan hati itu beserta organ –organ tubuh yang lain itu sekaliannya, sedang ruh ialah perpaduan pikiran (akal) dan perasaan yang disatukan lagi dibungkus oleh ruh. Maka jika seorang manusia telah wafat, niscaya yang tersisa di muka bumi adalah jasad (tulang,daging, otak, dan hati dan organ tubuh yang lain) hingga seiring berlalunya masa niscaya raiblah daging dengan sekalian organ tubuhnya yang lain hingga yang tersisa hanyalah tulang, sedang ruh (Pikiran dan Perasaan dibungkus ruh) manusia yang telah wafat itu niscaya ruhnya itu telah kembali pada genggaman ALLAH hingga pada akhirnya semua manusia dibangkitkan dan dipersatukan kembali antara ruh dan jasadnya.

3. Otak dan Hati

Dalam dunia pengetahuan dikatakan bahwa otak dan hati adalah dua organ tubuh manusia, yang mana otak adalah salah satu organ pada bagian kepala manusia yang berisikan pikiran – pikiran yang terlahir daripadanya (Otak). Demikian pula dengan hati, ia adalah organ tubuh yang berisikan perasaan-perasaan tentang segala sesuatu yang tengah di hadapi manusia. Maka didalamnya terdapat hal yang ghaib dengan yang nyata. Otak adalah hal yang nyata, jikalaulah kepala manusia dibuka maka akan didapati atas apa yang dinamai dengan otak sedang ia bukanlah pikiran yang ghaib adanya dan hanya ada dimasa manusia itu hidup demikian pula halnya dengan hati, jikalaulah dada manusia dibuka maka tentulah akan didapati atas yang dinamai dengan hati, sedang yang ghaib adalah atas apa – apa yang berada didalamnya dengan ghaib (tiada berwujud) yaitu perasaan.

Seumpama bingkisan kado, otak dan hati ialah sampul sedang akal (pikiran) dan perasaan adalah isinya. Dan lagi seumpama jasad dan ruh, jasad adalah sampul yang membungkus ruh manusia.

Dan dalam hal ini, jikalaulah ada bagimu perfanyaan. Bagaimanakah gerangannya dengan akal (Otak) dan Hati yang tiada berpasangan??. Maka yang sedemikian itu, engkau serahkanlah akalmu pada dunia agar engkau menemui orang-orang yang berkenan disisimu dalam perkara urusan duniamu dalam mencari nafkah dan sebagainya, lalu bagaimakah gerangannya dengan hati?? Bagi yang belum menikah, maka agar hendaknya engkau menemukan sesiapa yang selayaknya bagi pasangan hatimu dalam perkara dunia menuju akhirat jikalaulah engkau dengan sebenar-benar memikirkan.

4. Tangan kiri dan Tangan Kanan

5. Kaki Kiri dan Kaki Kanan

6. Mata Kiri dan Mata Kanan

7. Telinga Kiri dan Telinga Kanan

8. Dan Lain sebagainya

Firman ALLAH Ta’ala :

Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir. Al-Balad : 08-09

Dalam hal ini ALLAH Subhana wa Ta’ala berfirman :

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?. Adz-Dzaariyat : 20-21.

Pada Sesuatu Yang Disifatkan Kepada Manusia

1. Ilmu dan Pengetahuan

Seseorang yang mengetahui maka belum tentulah ia mengerti sedang seseorang yang mengerti tentu karena ia mengetahui, seumpama Otak dan Hati, maka pengetahuan tempatnya adalah didalam akal manusia, sedang ilmu adalah didalam hati. Oleh karena pengetahuan adalah dapat disampaikan pada yang lain sedang pengetahuan itu tiada berfaedah atas dirinya, dan ilmu adalah suatu yang dapat disampaikan kepada orang lain sedang ilmu itu berfaedah lagi berada atas dirinya.

Sesungguhnya pengetahuan itu hanyalah bagi dunia, sedang ilmu selayaknya adalah untuk akhirat. Seumpama pengetahuan duniawi manusia yaitu Fisika, Biologi, Ekonomi dan lain sebagainya yang adalah merupakan untuk dunia semata, sedang ilmu akhirat hanyalah satu saja yaitu Ajaran Syar’i dan sungguh bahwasanya ilmu akhirat (Agama) adalah satu derajat lebih tinggi daripada pengetahuan dunia yang sifatnya hanya sementara.

2. Iman dan Taqwa

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya..pada hakikatnya iman itu telanjang sedang pakaiannya adalah taqwa”.

Sebagaimana Firman ALLAH Subhana wa Ta’ala yang berbunyi :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Al-A’raaf : 026.”

Maka ketahuilah olehmu, bahwa sesungguhnya taqwa itu adalah alam pikir manusia (akal), sedang Iman itu ialah alam hati. Seumpama pengetahuan dan Ilmu, jikalaulah pengetahuan manusia ditujukan kepada Akhirat maka itulah takwa, demikian pula dengan ilmu yang ditujukan kepada akhirat (Ajaran Syar’i) maka itulah Iman. Sedang jika pengetahuan dan ilmu yang hanya ditujukan pada dunia niscaya binasalah perkara akhiratnya, seolah dunia adalah sebenar-benar syurga bagi mereka, dan demikianlah ALLAH mengkhiaskan bagi orang-orang jahil, kufur lagi kafir. Dan seiring menguatnya keimanan seorang hamba akan menguat pulalah ketakwaannya, sedang apabila keimanan seseorang itu menipis maka menipis pulalah ketaqwaannya.

3. Akhlak dan Sifat

Adalah Akhlak itu watak maupun perilaku yang digariskan oleh baik buruknya pola pikirnya (akal) yang ia tunjukkan dengan perkataan dan perbuatannya, sedang sifat adalah sesuatu yang digambarkan oleh hatinya hingga ia menunjukkan sifatnya melalui perkataannya, gerak langkahnya, raut wajahnya, sorot matanya atau yang lain. Singkatnya Akhlak ialah segala sesuatu yang adanya didalam diri manusia, beralih keluar diri hingga agar bagaimana manusia yang lain menilai dirinya. Sedang Sifat ialah sesuatu yang adanya didalam diri dan tetap berada didalam diri, sedang jikapun ia keluar maka ia tetap bermanfaat atau tidak bermanfaat lagi berfaedah atau tidak berfaedah untuk dirinya sendiri.

4. Dan Sebagainya

Pada Dua Hal Yang Berbeda Yang Berpasang-Pasangan Namun Berlawanan Atau Bertolak Belakang

Jika segala sesuatu yang dilukiskan oleh yang sedemikian itu pada manusia, maka tentulah sepasang suami istri itu akan bercerai dan tiadalah mereka dapat dipadu melainkan jika kebaikan di antara keduanya itu dipertemukan. Pada hakikatnya mereka adalah berpasangan, namun oleh karena arti lagi makna daripada keduanya bertolak belakang niscaya mereka tiadalah dapat dipadu antara yang satu dengan yang lain.

Dan berikut adalah dua hal yang berbeda dan berlawanan :

1. Baik dan Buruk

Tiadalah kebaikan itu melainkan karena tiada baginya keburukan, dan tiada pulalah keburukan itu melainkan karena tiadalah jua baginya kebaikan.

2. Pahala dan Dosa

Pahala adalah suatu amalan baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan manusia yang menghasilkan kebaikan atas dirinya maupun orang lain dan sekali-kali tiadalah baginya kerugian itu. Sedang dosa adalah suatu amalan perkataan dan perbuatan manusia yang menyebabkan kerugian pada dirinya sendiri maupun orang lain.

3. Syurga Dan Neraka

Inilah antara suatu nikmat dan azab setelah hari penghisaban yang dinanti-nantikan oleh manusia, sedang tiap-tiap amalan baik maupun buruk, amalan pahala dan dosa akan dibenarkan oleh syurga dan neraka yang sebahagian manusia mengingkarinya karena nikmat dunia yang sifatnya hanya sementara.

4. Dan Sebagainya

Yang sedemikian ini, agar kita segenap manusia hamba-hamba ALLAH mengingat lagi memanjatkan puji-pujian atas diri-Nya. Sedang kesemua ini adapun kutuliskan adalah sebagai tanda – tanda kebesaran ALLAH bagi orang – orang yang berpikir yaitu orang-orang yang sudilah kiranya baginya memikirkan.

Sebagaimana Firman ALLAH Ta’ala di atas :

Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Al-A’raaf : 026.

Dan tidaklah aku mengambil tulisan ini dari yang lain, melainkan inilah kaji diri yang aku beroleh dari kehidupan ini. Dan tiadalah yang memikirkan selain daripada orang-orang yang berpikir, dan tidak pula merasakan melainkan hanya bagi orang-orang yang merasakannya lagi menggunakan perasaannya.

Wallahu Ta’ala A’lam

Jika terdapat suatu perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampun sedang kepada kamu sekalian aku memohon maaf.

Jazzakumullahu khairaan Katsiron.

http://tausyah.wordpress.com

Kamis, 29 Maret 2012

GOLONGAN YANG KELUAR DARI NERAKA MENUJU SYURGA

Sudah kita ketahui bahwa syurga dan neraka adalah alam akhirat yang nyata dan tidak di ragukan lagi buat orang-orang beriman.
Alam tempat dimana manusia menerima pembalasan dari amalannya ketika di dunia.

Yang ingkar akan masuk ke dalam neraka dan yang taat masuk ke dalam syurga.
Namun begitu kami cuba memisahkan antara neraka dan syurga ini sebagai tempat yang harus di tempuh oleh golongan kaum,artinya mereka terlebih dahulu masuk neraka karena dosa-dosanya.
Namun kemudian mereka dapat menikmati syurga karena tahapan yang mereka tempuhi.inilah yang menyebabkan kami pisahkan dari segi perjalanan Roh seseorang merentasi kehidupan ini.

Bagi syaitan,iblis,orang kafir dan orang-orang yang menyekutukan Alloh Subhanahu Wata'ala,mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya.
Jadi perjalanan mereka terhenti sampai destinasi ke enam sahaja.
Tetapi bagi umat Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam yang berdosa dan tidak menyekutukan Alloh,mereka di siksa di dalam neraka sesuai dengan kadar dosa yang ia lakukan,dan pada akhirnya akan di masukkan syurga.golongan inilah yang di siksa terlebih dahulu sebelum masuk syurga dan banyak hadist yang menerangkan masalah itu.

Walaupun begitu,para Nabi dan Rosul,wali-wali Alloh Subhanahu Wata'ala,orang yang beriman dan dirahmati Alloh,mereka tidak menempuh neraka untuk memasuki syurga.mereka lansung merasakan kenikmatan syurga yang di janjikan Alloh untuk mereka.

GOLONGAN YANG KELUAR DARI NERAKA MENUJU SYURGA



Sayaiton iblis dan orang2 kafir kekal di dalam neraka untuk selama2nya.di sana mereka menempati kamar2 penjara,di seksa dan dibakar.

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang lalim.QS.AL-A'raf:41

Adapun umat Nabi Muhammad Shoillallohu Alaihi wa-sallam yang berdosa tidak ada yang kekal di dalam neraka. Betapapun besar dosanya,setelah dibakar beberapa lamanya di dalam neraka itu,pada akhirnya akan di keluarkan juga.Mereka di neraka ada yang sesaat,ada yang sehari,ada yang sebulan,ada yang setahun,dan yang paling lama adalah menurut umurnya di dunia.Sesudah itu di keluarkan dan di masukkan ke dalam syurga.

Sabda Rosullulloh Shoillallohu Alaihi wa-sallam:
Dari Anas bin Mali r.a.,katanya: Bersabda Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam: Di keluarkan dari dalam neraka itu barangsiapa yang mengucapkan "laailaha illalloh" dan di dalam hatinya terdapat sebesar biji syair kebajikan.
Di keluarkan dari dalam neraka itu barangsiapa yang mengucapkan "laailaha illalloh" dan di dalam hatinya terdapat sebesar gandum kebajikan.
Di keluarkan dari dalam neraka itu barangsiapa yang mengucapkan "laailaha illalloh" dan di dalam hatinya terdapat sebesar zarah kebajikan.Berkata Abu Abdillah,katanya: Ubadah menceritakan hadist ini dari Qatadah yang di terimanya dari Anas dari Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam dalam soal keimanan.HR.Bukhari.

Dari Ubadah bin Samit r.a. Mengatakan: Bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi wa-sallam: Apabila Alloh Subhanahu Wata'ala telah selesai menghisab(mengadili) hamba-Nya di hari kiamat,yang terkhir sekali ialah dua orang umatnya.kedua orang ini di suruh masuk ke dalam neraka,dia tidak mau.lalu Alloh Subhanahu Wata'ala bertanya: mengapa tidak mau? Sahut keduanya: kami mengharap akan Engkau ya Alloh,untuk memasukkan kami ke dalam syurga.Maka Alloh memasukkan keduanya.kata Ubadah bin Samit: Ketika Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam menyebutkan hadist ini,aku melihat wajahnya berseri-seri kegirangan.HR.Muslim.

Barangsiapa yang mengaku dirinya muslim,mengucapkan dua kalimah syahadat,maka di tidak kekal di dalam neraka ,kecuali mereka menyekutukan Alloh.

Pada suatu hari Jibril as datang kepada Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam,merupakan seorang laki-laki berpakaian serba putih.seorang laki-laki yang tampan paras mukanya.
Maka Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam bertanya:
Hai,Jibril,di manakah umatku di hari kiamat ?

Jawab Jibril as: Hai,Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam,mereka berada pada suatu bumi yang licin,tidak berumput dan tidak berpohon untuk bernaung kepanasan.Bukit-bukit bertaburan seperti bulu burung yang di terbangkan angin.Lalu mereka di lempar ke dalam Neraka Jahannam yang mempunyai tujuhpuluh ribu Ziham,iaitu kekang dari api.Tiap-tiap satu Ziham itu tujuhpuluh ribu malaikat yang menariknya.
Ketika itu berfirman Alloh Subhanahu Wata'ala: Hai Jahannam,jangan engkau makan mereka yang mengucapkan "laailaha illalloh".Jawab neraka itu: Aku hanya memakan mereka yang menyembah selain Engkau.maka selamatlah mereka yang mengucapkan "laailaha illalloh".

Kata Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam: Alhamdulillah,umatku mengucapkan "laailaha illalloh". Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam sangat senang bila umatnya masuk syurga.di waktu meniti titian shirath Nabiakan berdoa "salim,salim" yang artinya selamat,selamat,demikian ucapan Nabi terus-menerus tiada henti-hentinya.

Ketika itu banyak umatnya yang terjatuh ke dalam neraka,kemudian Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam berdoa kepada Alloh Subhanahu Wata'ala supaya umatnya di keluarkan dari neraka.Alloh Subhanahu Wata'ala mengabulkan doa Nabi dan memerintahkan malaikat turun ke neraka untuk mencari umat Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam,mereka di kenal dari bekas sujudnya,karena bekas sujud tidak termakan api neraka.Sedangkan bekas wudhu sembahyang itu nanti di akhirat akan bercahaya,seperti bulan purnama,itulah yang membedakan umat Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam dengan yang lainnya di dalam neraka itu.

Dari Abu Hurairah r.a.,mengatakan :Bersabda Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam ,mencontohkan sesudah berkata dengan perbuatan ,hingga selesai: Apabila Alloh Subhanahu Wata'ala telah selesai mengadili hambanya dan bila Dia berniat hendak mengeluarkan umatnya dari neraka,lalu Dia menyuruh malaikat mengeluarkan mereka dari dalam neraka itu.Orang yang di keluarkan itu ialah orang yang tidak pernah menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun.yang di maksud oleh Alloh Subhanahu Wata'ala untuk di keluarkan itu ialah orang yang mengucapkan "laailaha illalloh". Di dalam neraka itu mereka di ketahui hanya dengan bekas sujud.Bekas sujud ini tidak di makan oleh neraka.Neraka haram memakannya.Lalu merekapun keluarlah dari neraka itu.sesudah itu mereka di siram dengan air hidup,lantas mereka bangun seperti tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di pinggir sungai.HR.Muslim.

Barangsiapa yang berwudhu,hendaklah baikkan wudhunya itu.seorang muslim akan memanggil kawannya di dalam neraka nanti ialah(dengan melihat bekas wudhunya itu bercahaya) tujuh puluh tahun perjalanan.HR:Abu Daud.

Daripada Abu Hurairah r.a.,mengatakan: Aku pernah mendengar Rosululloh Shollallohu alaihi wa-sallam bersabda: Bahwa untuk mengetahui umatku pada hari kiamat(di dalam neraka) ialah dengan gurah muhajalin dari bekas wudhunya itu.Barangsiapa yang sanggup memanjangkan gurahnya itu,maka hendaklah kerjakan.Muttafaq Alaih.

GURAH MUHAJALIN,iaitu: Bekas wudhu itu,bercahaya di akhirat bagai bulan purnama,membedakan umat Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam dengan umat lainnya.
Yang membedakan lagi,umat Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam di neraka tidak buta,tidak pekak,tidak hitam wajahnya dan tidak di belenggu.

Jangan pula engkau memubadzirkan air ketika berwudhu,islam tidak mengajarkan memboros air dan apa-apa yang mubadzir.

Dari Abu Hurairah r.a. Mengatakan,bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi wa-sallam : Bahwa syafaatku nanti di hari kiamat(dalam neraka) ialah terhadap umatku yang mengerjakan dosa besar.Mereka di masukkan hanya pada pintu pertama Neraka Jahannam.Wajah mereka tidak hitam,mata mereka tidak buta,dan mereka tidak di belenggu dengan rantai,tidak berdampingan dengan syaitan.Mereka tidak di pukuli dengan maqami',iaitu cemeti api dan tidak di lemparkan ke lapisan neraka yang di bawah sekali.Mereka yang di dalam neraka ada yang sehari,ada yang sebulan dan ada yang setahun.sesudah itu di keluarkan .Adapun mereka yang paling lama di dalam neraka itu ialah selama berada di dunia,semenjak dia dijadikan sampai meninggal,iaitu tujuh puluh tahun.HR.Hakim dan Tarmidzi.

Walau di neraka umat Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam tidak lama bukan berarti kita meringankan atau menyepelekan dosa,karena bisa jadi kita akan mati dalam keadaan kafir jika kita tidak dari sekarang membenahi selalu akan keimanan.Ingatlah iman umat akhir zaman itu datang dan pergi,bagaimana kalau kita mati dalam keadaan tanpa bawa iman ,maka celakalah kita di alam barzakh juga di akhirat nanti.

Dari Abdullah Ibnu Mas'ud ra.Mengatakan ;Bersabda Nabi Shollallohu Alaihi wa-sallam: Aku tahu orang yang terakhir sekali keluar dari neraka dan yang terakhir masuk syurga.Orang itu keluar dari neraka merangkak.Kata Alloh Subhanahu Wata'ala :Pergilah engkau,masuklah ke dalam syurga.Lalu dia datang.Ketika itu dia menghayalkan bahwa syurga itu telah penuh.Lantas dia kembali seraya berkata: Ya,Tuhan-ku,aku dapati syurga itu telah penuh.Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:Masuklah ke syurga itu!Untuk engkaulah syurga itu seperti dunia,malah sepuluh kali lipat(lebih luas lagi).Kata orang ituAlloh memperolok-olokkan aku atau Dia mentertawakan aku.Sedangkan Engkau adalah Raja.Kata Ibnu Mas'ud:Aku lihat Rosullulloh shollallohu alaihi wa-sallam waktu mengatakan hadist itu tertawa sehingga aku melihat taringnya.Dan dia katakan yang demikian itu penduduk syurga itu hampir penuh.HR:BUKHARI.

Setelah umat Nabi Muhammad keluar semua,maka yang masih tinggal di neraka itu ialah,iblis,syaitan dan mereka yang kafir.
Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:

Dan (orang-orang durhaka) berkata: "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?"QS.Shaad:62-63.

adapun yang menjaga neraka itu adalah Malaikat Malik(Zabaniyah)...

Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir,....QS.Al-Muddasir:31

Semoga ada manfaat untuk selalu membenahi hati agar selalu mendekat dan semakin mendekat kepada Alloh SWT....aamiin aamiin yaarobbal'alaamiin.

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik.

Ketika Alloh Kagum

Ada seorang datang kepada Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam dan berkata bahwa ia sangat lapar.

Beliau membawanya ke istri-istrinya, namun tidak mempunyai apapun selain air.

Kemudian Beliau bertanya kepada para sahabat : “Siapa diantara kalian yang sanggup menjamu tamu malam ini?”

Seorang sahabat Anshar menjawab : “Hamba wahai Rasulullah” kemudian orang itu pergi bersama sahabat tadi.

Ketika sampai di rumah sahabat itu berkata kepada istrinya : “Apakah engkau mempunyai makanan?”

Jawab istri : ”Tidak kecuali makanan untuk anak-anak”.

Sahabat itupun berkata : “Hiburlah anak-anak dengan sesuatu. Jika mereka ingin makan maka tidurkan mereka. Jika tamu kita masuk padamkan lampu dan perlihatkan seakan kita ikut makan”.

Kemudian mereka duduk bersama dan tamu itupun makan.

Sahabat dan istri bermalam dalam keadaan lapar.

Ketika pagi harinya mereka bertemu dengan Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa-sallam, beliau bersabda : “Allah Subhanahu Wata'ala kagum atas perbuatan kalian dalam menjamu tamu semalam”
(HR Bukhari Muslim)

TIPS MEMILIH PASANGAN HIDUP

Menikah mengandung tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, memilih pasangan hidup juga merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan. Rasulullah SAW telah memberikan teladan dan petunjuk tentang cara memilih pasangan hidup yang tepat dan islami. Insya Allah tips-tips berikut ini akan dapat bermanfaat.

A. Beberapa kriteria memilih calon istri

1. Beragama islam (muslimah). Ini adalah syarat yang utama dan pertama.
2. Memiliki akhlak yang baik. Wanita yang berakhlak baik insya Allah akan mampu menjadi ibu dan istri yang baik.
3. Memiliki dasar pendidikan Islam yang baik. Wanita yang memiliki dasar pendidikan Islam yang baik akan selalu berusaha untuk menjadi wanita sholihah yang akan selalu dijaga oleh Allah SWT. Wanita sholihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
4. Memiliki sifat penyayang. Wanita yang penuh rasa cinta akan memiliki banyak sifat kebaikan.
5. Sehat secara fisik. Wanita yang sehat akan mampu memikul beban rumah tangga dan menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu yang baik.
6. Dianjurkan memiliki kemampuan melahirkan anak. Anak adalah generasi penerus yang penting bagi masa depan umat. Oleh karena itulah, Rasulullah SAW menganjurkan agar memilih wanita yang mampu melahirkan banyak anak.
7. Sebaiknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah menikah. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara keluarga yang baru terbentuk dari permasalahan lain.

B. Beberapa kriteria memilih calon suami

1. Beragama Islam (muslim). Suami adalah pembimbing istri dan keluarga untuk dapat selamat di dunia dan akhirat, sehingga syarat ini mutlak diharuskan.
2. Memiliki akhlak yang baik. Laki-laki yang berakhlak baik akan mampu membimbing keluarganya ke jalan yang diridhoi Allah SWT.
3. Sholih dan taat beribadah. Seorang suami adalah teladan dalam keluarga, sehingga tindak tanduknya akan ‘menular’ pada istri dan anak-anaknya.
4. Memiliki ilmu agama Islam yang baik. Seorang suami yang memiliki ilmu Islam yang baik akan menyadari tanggung jawabnya pada keluarga, mengetahui cara memperlakukan istri, mendidik anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga secara halal dan baik.

Sebagai catatan tambahan, dianjurkan memilih calon pasangan hidup yang jauh dari silsilah kekerabatan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keturunan dari penyakit-penyakit menular atau cacat bawaan kekerabatannya.Selain itu juga dapat memperluas pertalian kekeluargaan dan ukhuwah islamiyah.

Semoga kita semua dibimbing oleh Allah SWT dalam berikhtiar mendapatkan pasangan hidup yang terbaik dan diridhoi-Nya serta dapat ikut serta menemani kita ke surga dunia dan akhirat. Aamiin.

Referensi:

1. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
2. “Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)
3. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)
4. “Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)
5. “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)
6. Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
7. Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”
8. “ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)
9. “Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannyamaka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)
10. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya)lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)
11. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi WaSallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)
12. Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki : “Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”

copyright http://cara-muhammad.com

HATI RAHASIA ILAHI

Assalamualaikum warohmatullohi wa barokaatuh.

Hati manusia bisa berubah setiap saat.Berubah jadi lebih baik itu jadi harapan.Tapi ingatkah kalian,semakin bertambah baik maka semakin gencar iblis syaiton mengejarmu dan menjadikan kalian target mereka untuk di takhlukkan.

Berbahagialah jadi target mereka,kerna bnyak manusia di jerat oleh mereka dalam perangkap maksiat setelah mereka tidak sadar masuk perangkapnya maka mereka tinggalkan dan tinggal melihat mengawasi tingkah laku mereka,kerna manusia seperti itu sudah jadi sebagian dari mereka,lain halnya jika kita jadi target mereka,mereka anggap kita musuh dan mereka berusaha mengajak damai.
Kita tau mereka memang musuh bagi kita jadi pantang untuk kita damai dengan para iblis syaiton lanattolloh.

Saudaraku...

Kalian boleh membenci seseorang,tapi jangan benci orgnya,tapi bencilah sifatnya dan ingatlah jangan tanamkan kebencian kerna hati kita ada pemiliknya dan stiap saat bisa berubah seperti kehendak Alloh.

Jika sekarang kalian membenci seseorang karena jahat,dzolim,bisa jadi besok atau lain hari mereka jadi manusia yg jauh lebih baik dari kita dan bisa jadi ganti kita yg jahat atau mendzolimi orang lain.

Sebaik2 manusia membenci sifat2 yg merusak dan menyesatkan dari agama Alloh,bukan membenci orangnya.ingatlah kita sama hewan najiz pun di larang memusuhi atau membunuh kecuali ada keperluan sesuai syar'i...
SEBERAPA PANTAS ENGKAU MEMBENCI SESEORANG SEDANG HATI DAN JIWA KITA SEMUA DALAM GENGAMMAN ALLOH AZZA WAJJALA??

Selasa, 27 Maret 2012

PERMOHONAN PENGHUNI NERAKA


Neraka adalah tempat yang menakutkan,yang menimbulkan rasa ngeri,gentar dan takut bagi orang yang beriman.
Aisyah,istri Nabi Shollallohu alaihi was-sallam ,pernah menangis bila teringat akan siksa neraka.
Salman Al Farisi lari ketakutan mendengar peristiwa neraka ini.
rabi'ah Al-Adawiyah ,bila mendengar peristiwa neraka langsung pingsan tidak sedarkan diri.

Subhanalloh begitu kuat iman-iman mereka.Beri keimanan kami seperti mereka yaa Alloh.

"Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup."Qs.Thaha:74.

Syurga neraka sangat berjauhan.orang yang terjatuh ketika meniti Titian Shirath itu tujuh puluh tahun lamanya teromban-ambing di awangan,baru sampai ke dasar neraka itu.mereka tercebur ke dalam telaga neraka yang sangat panas baru mencari tempat masing-masing.Demikian pula syurga,orang-orang yang selamat meniti Titian Shirath sampai ke seberang,tujuh puluh tahun pula baru sampai ke pintu syurga Jannatun-Naim.

Meskipu letak berjauhan,tetapi mereka saling melihat satu sama lain dan dapat saling bicara dengan jelas.segala isisyurga,keindahan,kecantikan bidadari,kesenangan mereka nampak dengan jelas.

Oleh karena tidak tertahankan penderitaan dan kesengsaraan di dalam neraka itu,rasa haus dan dahaga yang memutus leher dan lapar yang tak terhingga dan ketika melihat syurga dan kemewahannya ,maka mereka memohon.

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:

"Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu...."Qs.Al-A'raf:50..

Ketika itu orang syurga akan menjawab ,seperti firman Alloh Subhanahu Wata'ala:
"Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,"Qs.Al-A'raf:50.

Memohon mereka tiada henti agar di hidupkan kembali ke dunia agar bisa mengikuti tuntunan Rosul tapi semua itu percuma dan Alloh tidak akan mengampuni mereka ,justru siksa yang akan trus mendera mereka.Sungguh memilukan jeritan kesakitan dari mereka dan Alloh berfirman:

"Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu: "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan."Qs.Yunus:52.

"Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan".Qs.As-Sajadah:14.

Sungguhpun permohonan mereka di tolak mereka tetap bermohon .

".... "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul....Qs.Ibrahim:44.

Alloh menjawab: (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?,"Qs.Ibrahim:44.

Mereka kembali memohon walau permintaannya sia-sia,sekarang mereka meminta sambil menangis.
Mereka di dalam neraka itu memekik meminta tolong seraya katanya:ya,Tuhan kami,keluarkan kami dari dalam neraka ini,nanti kami kerjakan amalan yang soleh,lain dari pekerjaan yang kami kerjakan masa dahulu.

"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Qs.Al-Fatir:37.

Jawab Alloh Subhanahu Wata'ala:

...Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun."Qs.Al-Fatir:37.

Sekali lagi mereka bermohon:

"Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalim."Qs.Al-Mukminun:106-107.

Alloh menjawab:

"Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."Qs.Al-Mukminun:108.

Setelah mendengar perkataan Alloh itu,mereka menangis dengan patah hati dan berputus asa.permintaan mereka itu hanya sia-sia.mereka di dalam neraka tidak akan di tolong.sesudah itu mereka mencoba meminta tolong kepada malaikat penjaga neraka supaya di doakan kepada Alloh Subhanahu Wata'ala.
Hai,Malaikat penjaga neraka,doakan kami supaya di matikan .jawab Malik: Kamu mesti tinggal di sini,Hai ,orang kafir! Janganlah kamu meminta maaf kepadaku hari ini,kamu dibalas hanya menurut apa yang kamu kerjakan.

Di dalam neraka itu mereka dibelenggu dari leher sampai kaki.sudah itu di seret di dalam kamar-kamar neraka,di pukul dengan cemeti api,ada wanita yang rambutnya berupa api dan melilit tubuhnya sendiri,itu salah satu balasan dari mereka yang tidak pernah menutup rambutnya dan banyak lagi siksaan yang menakutkan.
Kemudian di katakan kepada mereka:kamu,hai orang kafir akan tetap di sini buat selama-lamanya.jadi batulah kamu atau jadi besi.Sudah itu pintu neraka di tutup rapat-rapat.

ini secuil kisah Neraka dari beberapa sumber,walau belum semua teruraikan,tapi cukup kiranya bagi kita yang mengaku beriman ,ini di jadikan diri untuk membenahi segala akhlakh yang buruk dan menata hati agar terselamatkan dari siksa neraka.
Semoga uraian tentang neraka ini menyadarkan hati kita......aamiin
ada kesalahan dan kekurangan itu kerna kebodohan kami ada benarnya semata-mata datangnya dari Alloh Subhanahu Wata'ala...Salam santun ukhuwah fillah.

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik

Minggu, 25 Maret 2012

IBADAH 500 Tahun Siang Malam Tetap Tidak Menjamin Masuk Surga

Saudaraku, ternyata amal baik yang dilakukan siapapun selama 500 tahun siang malam tetap tidak dapat menjamin masuknya surga bagi hamba yang bersangkutan. Mengapa? Mari kita perhatikan & renungkan!
أعوذ بالله من الشيطن الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam sebuah Hadits Riwayat Shahih Muslim yang cukup panjang, Diriwayatkan dari Muhammad Bin Mukadir, dan juga diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah datang kepada kami, lalu Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

”Baru saja Jibril datang kepadaku tadi, Jibril berkata:

”Hai Muhammad, Demi Allah: ”Bahwasanya ada seseorang melakukan ibadah kira-kira lima ratus tahun diatas puncak sebuah gugung yang luas, panjangnya 30 X 30 hasta, dan lautan yang melingkar di sekitarnya seluas 4000 farsakh dari setiap penjuru, di bawah gunung tersebut terdapat sumber air jernih kira-kira satu jari lebarnya, dan terdapat pula pohon buah delima yang sengaja disediakan oleh ALLAH untuknya dimana setiap hari mengeluarkan buahnya satu biji.

Setiap sore sesudah berwudlu, buah tersebut diambil dan dimakan, kemudian dia melakukan shalat seraya berdo’a mohon diambil nyawanya ditengah tengah melakukan sujud, agar tubuhnya tidak tersentuh Bumi atau yang lainnya, hingga ia bangkit di hari kiamat tengah bersujud kepada ALLAH. Maka permohonannya dikabulkan ALLAH, karena itu setiap kami lewat (naik-turun Langit) pasti dia tengah bersujud.”


Lanjut Jibril:”Kami temukan tulisnya (ceritanya) di lauhil mahfudz , bahwa: ia akan dibangkitkan kelak dihari kiamat dalam keadaan masih tetap bersujud dan diajukan kepada ALLAH, FirmanNya:”Masukkanlah hamba-Ku ini ke sorga karena Rahmat-Ku.” Tetapi hamba itu menjawab: ”Melainkan karena amalku semata.”

Lalu ALLAH menyuruh Malaikat untuk menghitung semua amalnya dibanding nikmat pemberianNya, dan ternyata setelah penotalan amal keseluruhan selesai, dan dimulai dengan menghitung nikmatnya mata saja sudah melebihi pahala ibadahnya sepanjang 500 tahu n , padahal nikmat-nikmat yang lain-lainnya jauh lebih besar dan berharga .


Lalu ALLAH berFirman: ”Lemparkan ia ke dalam Neraka.” Kemudian Malaikat membawanya dan akan dilemparkan ke dalam Neraka, tetapi di tengah perjalanan menuju Neraka, ia menyadari kekeliruannya dan menyesal seraya berkata:”Ya ALLAH, masukkanlah aku ke surga karena Rahmat-Mu.”

Akhirnya Firman-Nya kepada Malaikat:”Kembalikanlah ia.”
Lalu ditanya ia:”Siapakah yang menciptakan kamu dari asalnya (tiada)?.”
Jawabnya:”Engkau ya ALLAH.”
Lalu hal itu dikarenakan amalmu ataukah Rahmat-Ku?.”
Jawabnya:”Karena Rahmat-Mu.”

Siapakah yang menguatkanmu beribadah selama lima ratus tahun?.”
Jawabnya lagi:”Engkau ya ALLAH.”

“Dan siapakah yang menempatkan kamu diatas Gunung dikelilingi lautan di sekitarnya, dikaki Gunung tersebut memancar sumber air tawar, dan tumbuh pohon delima yang buahnya kau petik setiap sore, padahal menurut hukum adat, delima hanya berbuah sekali dalam setahun, lalu kau minta mati dalam keadaan bersujud, siapa yang melakukan itu semua?.”


Jawabnya:” Engkau ya ALLAH.” FirmanNya:”Maka sadarlah kamu, bahwa itu semua adalah semata karena Rahmat-Ku , dan sekarang Aku masukkan kamu ke surga semata karena Rahmat-Ku .”

Kemudian Jibril berkata:”Segala-galanya dia alam ini bisa terjadi/ada, semua hanya karena rahmat ALLAH semata. ”

Mengapa ini semua bisa terjadi? Bukankah hamba itu sudah sedemikian rajinnya beribadah?Dari sini, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil, diantaranya:1. Jangan terjebak dengan sombong / bangga / menyebut-nyebut / mengungkit amal kita

Kita semua tahu bahwa Iblis tadinya ialah golongan jin yang berhasil menjadi pemimpin para Malaikat dahulu kala. Banyak tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh para malaikat namun dapat diselesaikan oleh Iblis. Sekian juta tahun lamanya mengabdi & berprestasi hingga akhirnya perlahan menduduki jabatan tinggi sampai menjadi pemimpin para Malaikat. NAMUN, semua itu hancur lebur karena Iblis merasa LEBIH BAIK dibanding manusia.

Dalam beberapa ayat Qur'an:
QS.7 A'raaf:12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (hormat) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya : Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

QS.38 Shaad:76. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya , karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".

2. Agar kita merasa kurang beramal dan tetap terus beramal
Seseorang yang sudah merasa cukup amal maka sadar atau tidak maka dia menjadi agak kendur beramalnya karena sudah merasa kurang perlu beramal lagi

3. Lupakan amal baikmu, ingatlah dosamu
Ibarat pepatah: lupakanlah kebaikanmu, ingatlah kesalahanmu, karena engkau tidak tahu apakah amalmu diterima atau tidak dan engkau pun tak tahu dosamu sudah diampuni atau belum.

4. Sadar bahwa semua amal apapun yang telah kita lakukan maka tidak akan pernah dapat menebus nikmat yang telah Allah berikan pada kita.

Dalam sebuah Hadits:
Para Sahabat bertanya: Ya Rasul, jika aku telah mencukupi SEMUA kebutuhan orang tuaku, apakah itu berarti aku telah membalas jasanya?Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda: Tidak, sekali-kali kamu tidak akan pernah dapat membalas jasa kedua orang tuamu.

JIKA MEMBALAS JASA PADA ORANG TUA SAJA KITA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU, LALU DAPATKAH KITA MEMBALAS JASA YANG TELAH ALLAH BERIKAN PADA KITA???

5. Yang 500 Tahun ibadah siang puasa malam shalat tiap hari dengan kwalitas ibadah yang luar biasa saja belum tentu masuk surga, lalu bagaimana dengan kwantitas yang sedikit dan juga kwalitas shalat yang sedemikian rupa? Badannya shalat, namun pikiran melayang kemana-mana? Dzikir saja jarang apalagi puasa sepanjang ratusan tahun? Beranikah menjamin surga bagi kita pribadi?

6. Lalu bagaimana yang tidak pernah shalat? Aurat terbuka? Tidak berkerudung? Gosip sana-sini? Ganggu pasangan orang lain melalui Facebook? Browsing gambar & Film tidak karuan? Download ini & itu? Mubadzir waktu, tenaga? Mari saudaraku kita sama-sama mengingati sesama insan

Mari, tetaplah dalam harap dan cemas pada Allah.

Berharap agar amal diterima, agar dosa diampuni, namun cemas karena kurang amal, amal tidak diterima dan dosa tidak diampuni.
Penulis: Let's Learn About Islam

Sabtu, 24 Maret 2012

SIKSA NERAKA III

Adapun siksaan yang paling ringan di neraka itu ialah berterompah dari api dan mendidih benak di kepala karena panasnya.
Dari Abu Bakar ra.mengatakan;bersabd Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam: seringan-ringan siksaan di dalam neraka itu ialah memakai terompah dari api.mendidih benak di kepala karena panasnya.HR.Muslim..

Itulah siksaan neraka yang paling ringan.itulah penderitaan Abi Thalib ra,iaitu bapa saudara Nabi Shollallohu Alaihi Wa-sallam sendiri dari Abu Bakar bin Abu Syaibah ra,katanya:Bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam: siksaan yang di alami oleh Abu Thalib di dalam neraka itu ialah memakai sepatu dari api dan mendidih benak di kepala karena panasnya.HR.Muslim.

Abi Thalib masuk neraka karena mati dalam keadaan kafir dan tidak mau mengucap kalimah syahadah,dia yang menjaga,membela Nabi Shollallohu alaihi was-sallam,dia sangat sayang kepada Nabi Shollallohu alaihi was-sallam dan Nabi Shollallohu alaihi was-sallam juga sangat hormat kepadanya.
Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam mendoakan supaya di ringankan penderitaannya dalam neraka.doa Nabi di terima Alloh Subhanahu Wata'ala.karena itulah Abi Thalib di ringankan siksanya dalam neraka iaitu memakai terompah dari api dan mendidih benak di kepala karena panasnya.itulah siksa neraka yang paling ringan.

Adapun umat Nabi Muhammad Shollallohu alaihi was-sallam dalam neraka di siksa menurut kadar dosanya di waktu hidup.ada yang di bakar hanya hingga kedua mata kakinya saja,ada yang hingga betis,ada yang hingga pusar dan ada yang sampai telinga.

Dari Abu Hurairah ra,mengatakan :bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam: orang yang di dalam neraka itu ada yang di bakar hanya sampi lututnya saja,ada pula yang sampai pusar,ada yang sampai tenggorokan dan ada pula yang sampai ke telinganya.HR.Muslim.

Dari Nu'man bin Basyir ra.mengatakan:Aku pernah mendengar Nabi Shollallohu alaihi was-sallam bersabda: Bahwa azab siksaan neraka itu di timpakan kepada seseorang di neraka nanti iaitu di letakkan bara api di atas kedua tumitnya,maka mendidih benak di kepala karena panasnya.HR.Bukhari.

Orang yang sangat keras sika di neraka itu ialah orang yang menyembah dan yang membuat berhala,orang yang tidak mengamalkan ilmunya,orang yang takabur,orang yang tidak mau mengeluarkan zakat dan mereka yang munafik.

Mereka yang mempersekutukan Alloh,orang-orang yang menjadi musuh nabi-nabi di dalam neraka itu sangat keras siksanya.seluruh tubuh mereka di tutupi api,kulit,kepala dan tubuh mereka terkelupas dan muka mereka di bolak-balik di dalam api.

Dari Anas bin Malik ra.mengatakan:bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam: Yang bersangatan siksa di hari kiamat nanti ialah tukang gambar(pembuat patung)

Dari Nu'man bin Basyir ra.mengatakan: bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam: bahwa orang yang sangat keras siksanya di hari kiamat(dalam neraka)ialah orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya.HR. ibnu Hibban.

Pada hari kiamat (di dalam neraka)mereka yang tidak mengamalkan ilmunya itu di kekang dari api.tiap-tap kekangnya di tarik oleh tujuh puluh ribu malaikat.HR.Muslim.

Yang di maksud ilmu ialah ilmu agama.Orang yang tidak mau mengajarkan ilmu agama dengan kata lain,orang alim,atau ulama,uztad,yang tiada mau mengamalkan ilmunya,maka orang ini akan di kutuk oleh Alloh Subhanahu Wata'ala dan di neraka nanti di kekang dengan kekang api neraka.

Dari Abu Hurairah ra.mengatakan: bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam : barangsiapa yang diam saja bila ditanya orang dari hal suatu ilmu,maka dia akan di di kekang di hari kiamat(dalam neraka) dengan kekang dari api.HR.Tarmizi.

>>Pertama orang yang sangat keras siksanya adalah menyekutukan Alloh.

>>kedua siksa yang keras di dalam neraka adalah orang-orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya.

>>ketiga yang sangat keras siksanya ialah orang munafik.mereka menempati neraka paling bawah sekali.

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka."Qs.An-Nisa':145.

Alloh juga menjanjikan kepada orang-orang munafik,laki-laki perempuan dan mereka yang kafir.mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya.

>>keempat orang yang keras siksanya di dalam neraka orang yang tidak mau membayar zakat.

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,"Qs.At-Taubah:34.

Di dalam neraka orang yang tidak mau mengeluarkan zakat itu mulutnya di koyak /di sobek lebar-lebar,sesudah itu di masukkan bara api ke dalam mulutnya,mereka memekik kesakitan .sesudah itu harta yang disimpannya dahulu di bangkitkan menjadi ular yang berbisa dan melilit seluruh tubuhnya.sedang orang yang memakan harta anak yatim,di dalam neraka mereka memakan bara api yang sangat panas hingga memenuhi perutnya.

>>kelima orang yang sangat keras siksa di dalam neraka ialah orang yang mencampur adukkan antara yang halal dengan yang haram,antara yang hak dengan yang batil.di samping mereka sembahyang,mereka juga berzina.

Dari Abi Zaid Usamah bin Zaid ra.mengatakan :aku pernah mendengar Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam bersabda:
Pada hari kiamat ,iaitu di dalam neraka ,ada seorang yang ditarik perutnya panjang-panjang ke depan.sudah itu di putar seperti memutar kedelai dalam pabrik.maka orang-orang neraka lainnya berkerumun(berkumpul ke tempat itu seraya berkata:Hai fulan,apa sebabnya engkau di siksa begini?apakah engkau tidak pernah mengerjakan suruhan Alloh SWT dan menghentikan larangannya? Jawabnya:ya,aku kerjakan.karena aku ma'ruf aku perbuat dan disamping itu yang mungkar juga aku kerjakan juga.
Mereka yang mengerjakan perintah Alloh dengan taat tapi dia juga mengerjakan larangan Alloh Subhanahu Wata'ala,umpamanya makan riba,minum kamr,judi,berzina,mencuri dll hal mungkar,maka terhadap mereka ini Alloh Subhanahu Wata'ala sangat marah .di dalam neraka nanti mereka ini di putar.

Dari Abu Hurairah ra.mengatakan .bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam: di dalam neraka itu terdapat suatu penggiling.di sana di putar ulama-ulama munafik.HR.Tarmizi.

Semoga kita bisa menjaga diri kita,keluarga kita dari siksa api neraka dimana tiada yang dapat menolong kecuali kita persiapkan diri dari sekarang mengikuti apa yang telah di contohkan Nabi Shollallohu alaihi was-sallam,sehingga kita mendapat syafaat dan terhindar dr siksa neraka yang sungguh mengerikan.

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik

SIKSA NERAKA II

"(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,"QS.As-Syu'Ara:88

"Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong."Qs.Al-Qashash: 41.

Di dalam neraka tiada seorangpun yang akan menolong orang-orang kafir itu,mereka di pukuli dengan cemeti api,seluruh tubuh mereka berlumuran darah,dalam keadaan setengah pingsan ,antara sadar dan tidak ,mereka meminta minum : Oh,Malik(malaikat penjaga neraka),berilah aku air,berilah aku minum,haus dan dahaga.ketika itu di beri hamim iaitu: air yang sangat panas,darah dan nanah yang sangat busuk,menghancurkan rongga perut.
Firman Alloh Subhanahu Wata'ala: "memasuki api yang sangat panas (neraka),diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas."Qs.Al-Ghasyiah: 4-5.

Bilamana merasa lapar ,maka mereka itu meminta makanan : Oh Malik,berilah aku makan,karena lapar yang tidak terhingga.ketika itu di berilah makanan Dhari' iaitu : kayu yang berduri.

"Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar."Qs.Al-Ghasyiah: 6-7.

Di dalam neraka tidak ada makanan dan minuman.ini membuktikan betapa kerasnya siksaan Alloh Subhanahu Wata'ala.ketika mereka sangat haus,letih dan lapar,di pukul dan di tendang di dalam nereka itu.maka mereka menangis meminta kepada Alloh Subhanahu Wata'ala ,turunkanlah air dari awan yang bergumpal-gumpal di langit neraka itu.maka berjatuhanlah dari awan itu besi dan rantai yang menambahkan ketatnya belenggu di hari itu.,lain di minta,lain pula yang di perolehi.air minum yang di harap jatuh dari awa,maka rantai dan belenggulah yang berjatuhan,maka ketika itu turunlah dari awan itu Zamharir,iaitu air yang sangat dingin.bila diminum,maka terkoyaklah perutnya karena dinginnya.

Sabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam: apabila hari sangat panas(di dalam neraka itu),maka Alloh Subhanahu Wata'ala mendengar dan melihat kpada orang yang di langit dan yang di bumi.apabila berkata seorang hamba: Apakah sebabnya hari ini sangat panas ,yaa Alloh? Hindarkanlah aku dari panas api neraka.ketika itu Alloh berfirman kepada neraka itu : bahwa salah seorang dari hamba-KU minta di hindarkan dari engkau.AKU persaksikan engkau sangat panas:
Apabila hari sangat dingin,maka Alloh Subhanahu Wata'ala mendengarkan dan melihat kepada orang yang di langit dan di bumi.Apabila seorang hamba berkata: Tidak ada tuhan selain ENGKAU.apa sebabnya hari ini sangat dingin yaa Alloh? Hindarkanlah aku dari Zamhariri neraka jahannam.
Berfirman Alloh Subhanahu Wata'ala: salah seorang hamba-KU minta di hindarkan dari Zamhariri engkau.AKU persaksikan engkau akan menghindarkannya.di tanya; Apakah ZAMHARIRI itu ya Rosululloh? Jawab Nabi Shollallohu Alaihi wa-sallam .Es beku yang di suapkan ke mulut orang kafir,maka koyak perut asing-masing orang karena sangat dinginnya.. HR: Baihaqi.

Karena kerasnya azab dan siksaan,mereka menangis meminta kepada Alloh Subhanahu Wata'ala: Oh Tuhan.ampuni kami,kami sudah terlanjur berbuat dosa atau matikan sajalah kami atau hidupkan sekali lagi di dunia,supaya kami setia mengikuti Rosu.mereka menundukkan kepala sambil menangis.

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:
"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".Qs.As-Sajadah:12.

Jawab Alloh Subhanahu Wata'ala seperti dalam firman-NYA: "Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan".Qs.As-Sajadah: 14.

Di dalam neraka mereka selalu minta ampunan,di suruh mintakan oleh malaikat penjaga neraka itu untuk memintakan ampun,tapi juga tidak di terima.

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:
"Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"Qs.Al-Baqarah: 80.

Siksaan yang dinyatakan di atas ialah untuk mereka yang kafir,iblis dan syaitan.adapun umat Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi Wa-sallam siksaan azabnya lebih ringan dan tidak kekal di dalamnya,kecuali mereka menyekutukan Alloh Subhanahu Wata'ala.

Imam Ghazali menulis di dalam bukunya ,KUSUFU ULUMUL AKHIRAH.Malaikat bertanya kepada mereka di dalam Neraka itu: mengapa kamu tidak buta,sebagaimana orang-orang lain itu buta semua,mengapa tidak pekak dan tidak di kerutkan kulit kamu dan tidak di belenggu ?? Jawab mereka: kami adalah umat Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi Wa-sallam.kami telah mengucap kalimah syahadah dan kami percaya akan hari berbangkit.

Sabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam:
Dari Abu Hurairah ra.mengatakan umatku pada hari kiamat (dalam neraka)ialah mereka yang berdosa besar,mereka itu di masukkan pada pintu pertama dalam neraka Jahannam.tidak di hitamkan mukanya,tidak di butakan matanya,tidak di belenggu kaki dan tangannya,tidak di dampingkan dengan syaitan,tidak di pukul dengan Maqamik,iaitu cemeti api.mereka di dalam neraka itu ada yang hanya sesaat saja,ada yang sehari,ada yang sebulan,ada yang setahun.umat Nabi Muhammad yang paling lama dalam neraka itu hanya selama hidup di dunia.inilah yang paling lama.sudah itu di keluarkan...HR.Hakim dan Tarmizi.

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik

Bersambung InsyaAlloh-->

SIKSA NERAKA I

Neraka itu darul Azab,tempat orang kafir dan orang-orang berdosa,sangat panas ,seandainya terjatuh api neraka sebesar biji sawi ke dunia ,maka hancur alam ini karena panasnya.

Dari Abi Said Al-Khudri ra mengatakan :
Bersabda Rosululloh Shollallohu alaihi was-sallam: adapun ahli neraka itu setelah berada di dalam neraka,mereka tidak hidup dan tidak mati.mereka masuk neraka itu karena dosa-dosanya atau kesalahan-kesalahannya.bagi mereka yang beriman,akan di syafaatkan Nabi Muhammad Shollallohu alaihi was-sallam,dan mereka akan di siram oleh air sungai syurga.kata Alloh Subhanahu Wata'ala : Hai,orang syurga! Berilah mereka itu air,maka mereka seperti biji-bijian yang tumbuh di aliran air sungai syurga.kata seorang sahabat: Seolah-olah Rosululloh mengembalakan domba pada suatu lembah.HR : Muslim.

Alloh menegaskan dalam Firman-Nya:"Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup."QS.Al-A'la: 13.

Di dalam neraka itu mereka dibakar,sekujur tubuh mereka hangus terbakar.tiap hangus kulitnya ,maka di tukar dengan kulit yang baru.mereka meronta kesakitan tanpa putus-putus.seluruh tubuhnya di tutupi api.
Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:"Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat."Qs.Al Mukminun: 104.

"Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak,Yang mengelupaskan kulit kepala,"Qs.Al-Ma'arij: 15-16.

"Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku."Qs.Az-Zumar: 16.

Di dalam kamar-kamar penyiksaan itulah penjara neraka dan mereka di siksa ,di pukuli dengan cemeti api,di ikat dan di belenggu.di siksa menurut amal kejahatannya selama di dunia.kulit mukanya terkelupas oleh api,demikian pula kulit kepalanya,punggung,tangan,kaki dan seluruh tubuhnya tak ada yang lepas dari siksaan yang maha dahsyat itu.

"Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka (tidak pula) mendapat pertolongan, (tentulah mereka tiada meminta disegerakan)."Qs.Al-Anbiya': 39.

Di hari itu tiada lagi pertolongan kecuali orang-orang beriman yang berdosa.orang-orang kafir kekal di dalamnya.di waktu seluruh tubuh di tutupi api dari atas kepala sampai kaki ,maka ketika itu Alloh berfirman : ''RASAKAN OLEHMU SIKSAA INI''.

"pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka): "Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan"Qs.Al-Ankabut:55.

"Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan".Qs.As-Sajadah:14.

Seluruh tubuh tebungkus api,mengelupas kulit kepala,punggung,dan kaki.Syekh Qurthubi menulis di dalam bukunya Tazkirah :Di waktu api membakar itu ,maka mengelupas seluruh kulit,gugur daging yang melekat di tubuh dan kelihatan tulang memutih.mereka meronta kesakitan ,menjerit sekuatnya ,mereka menangis .air mata bercucuran.habis airmata maka keluarlah darah.terjadilah penyesalan yang teramat sangat ,namun semua itu tiada gunanya.

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:

"Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andai kata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul".Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)."Qs.Al-Ahzab:66-67.

Dahsyatnya ancaman Alloh buat orang kafir dan berdosa di neraka......

Itulah akibat orang yang mengikut tanpa ilmu.mereka yang menyembah berhala,kayu,batu,patung,bulan,matahari dan bintang.Demikian juga orang yang mengatakan bahwa Nabi Isa itu adalah anak Tuhan.maka pada hari itu mereka akan menyesal terhadap apa yang mereka lakukan selama ini.mereka mengutuk pemimpin-pemimpin dan orang-orang yang membujuknya ,merayunya hingga mereka tersesat.segala pengaduan mereka tidak akan di terima oleh Alloh Subhanahu Wata'ala.ketika itu Alloh sangat marah dan mengatakan kepada mereka : manakah benda-benda yang kamu persekutukan itu??

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:"Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"QS.Al-Qashash:74.

Tiap-tiap kulit mereka terkelupas,maka ditukar dengan kulit baru.di dalam neraka itu kulit mereka tebal sehingga empat puluh hasta.

Menurut hadist Ibnu Mas'ud,katanya:kata Nabi Shollallohu alaihi was-sallam : Orang kafir itu di dalam neraka tebal seperti Jabal Uhud.HR:Abu Daud.

Kulitnya tebal,taringnya panjang dan gerahamnya besar.suatu bentuk yang buruk dan menakutkan.kulitnya itu silih berganti.bila kulit itu hangus,maka di tukar dengan kulit yang baru.mereka tidak akan mati oleh api neraka karena mereka tidak di musnahkan.kekal mereka jadi penghuni neraka.

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"Qs.Thaha:124-125.

Di dalam neraka mereka akan di siksa yang sangat mengerikan,kaki tangan mereka di belenggu dengan rantai api,di samping itu duduk mereka di rantai dan kemudian di tarik dengan kekerasan.demikian pula pinggang mereka di rantai dengan rantai besi tujuh puluh hasta panjangnya.

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:"(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta."
Qs.Al-Haqqah:30-32.

Sungguh sangat menakutkan karena se keras dan sekejam sikasaan di dunia itu tidak sebanding dengan siksa di neraka,siksa yang tidak mampu otak pikiran manusia membayangkan.
Sungguh menakutkan,mata buta,pekak dan kulit mengelupas dan mengerut tebal,taring panjang,geraham besar,orang kafir di belenggu dari leher sampai ke kaki.sudah itu di tarik,di pukuli dengan cemeti api.begitulah siksa neraka,ketika itu harta dan anak tidak menolong.


Hanya orang-orang bodoh yang tidak mau berfikir akan kehidupan akhirat....

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik

Nasehat Lukman Kepada Anaknya

Allah Ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).

Perintah Bakti pada Orang Tua

Sebelumnya Lukman menyampaikan wasiat yang amat penting pada anaknya yaitu untuk mentauhidkan Allah dan tidak berbuat syirik kepada-Nya. Setelah itu, ia menggandengkan wasiat elanjutnya dengan bakti pada kedua orang tua. Ini menunjukkan berbakti pada orang tua adalah ibadah yang amat mulia karena digandengkan dengan amalan yang mulia yaitu tauhid dan menjauhi kesyirikan. Wasiat berbakti pada orang tua yang digandengkan dengan perintah untuk mentauhidkan Allah juga disebutkan dalam beberapa ayat di antaranya,

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Isro’: 23).

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak” (QS. An Nisa’: 36).

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak” (QS. Al An’am: 151).

Kesusahan Ibu Ketika Mengandung Kita

Disebutkan dalam ayat yang mulia ini bahwa ibu yang mengandung kita telah mengalami berbagai kesusahan. Allah Ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ

“Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah” (QS. Lukman: 14). Inilah di antara alasan kenapa kita mesti berbakti pada orang tua karena kesusahan yang ia hadapi ketika mengandung kita (Lihat Taisir Al Karimir Rahman, 648).

Mujahid berkata bahwa yang dimaksud “وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ” adalah kesulitan ketika mengandung anak. Qotadah berkata bahwa yang dimaksud adalah ibu mengandung kita dengan penuh usaha keras. ‘Atho’ Al Khorosani berkata bahwa yang dimaksud adalah ibu mengandung kita dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 53).

Namun demikianlah kita jarang mengingat kesusahan ibu ketika mengandung kita. Jika kita mengingat demikian, tentu balas budi yang kita berikan pada ibu, bukan malah kedurhakaan, bukan malah suka membantah, dan bukan malah seringnya merendahkan ortu. Dan kita harus selalu ingat, bahwa ibu menyapih kita selama dua tahun, lalu pantaskah dengan kedurhakaan yang kita balas?

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami atas kedurhakaan kami selama ini.

Masa Minimal Kehamilan

Dari ayat,

وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ

“Dan menyapihnya dalam dua tahun” (QS. Lukman: 14). dan juga ayat lainnya,

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (QS. Al Baqarah: 233), para ulama mengambil kesimpulan bahwa waktu minimal ibu mengandung adalah 6 bulan. Demikian pendapat di antara dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Hal ini disimpulkan pula dari ayat lainnya,

وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا

“Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan” (QS. Al Ahqaf: 15). Karena kalau dihitung-hitung waktu total dari mengandung sampai menyapih adalah 30 bulan. Dan waktu menyapih adalah 2 tahun, sama dengan 24 bulan. Dengan demikian waktu minimal seorang ibu mengandung adalah 30 – 24 bulan, sama dengan 6 bulan.

Bersyukurlah pada Kedua Orang Tua

Jika kita telah mengetahui bagaimana orang tua telah mengasuh kita dan bagaimana susahnya mereka siang dan malam, maka hendaklah kita sebagai seorang anak untuk berbuat baik dan membalas kebaikan kita. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil" (QS. Al Isro’: 24).

Oleh karenanya dalam nasehat Lukman yang kita bahas, Allah Ta’ala berfirman,

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14). Siapa yang membalas kebaikan orang tua dengan berbuat baik padanya, maka Allah pun akan membalasnya di hari kiamat kelak (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 53-54).

Syaikh As Sa’di berkata, “Hendaklah kita berbuat baik pada kedua orang tua dengan berkata yang lemah lembut, perbuatan yang baik, tawadhu’, selalu memuliakan mereka dan jangan sampai menyakiti mereka dengan perkataan atau perbuatan”. (Taisir Al Karimir Rahman, 648).

Bakti kepada Ibu Lebih Utama

Dari ayat yang kita bahas, menunjukkan bahwa bakti kepada ibu itu lebih utama. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « ثُمَّ أَبُوكَ »

“Seorang pria pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu.’ Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ayahmu’.” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dorongan untuk berbuat baik kepada kerabat dan ibu lebih utama dalam hal ini, kemudian setelah itu adalah ayah, kemudian setelah itu adalah anggota kerabat yang lainnya. Para ulama mengatakan bahwa ibu lebih diutamakan karena keletihan yang dia alami, curahan perhatiannya pada anak-anaknya, dan pengabdiannya. Terutama lagi ketika dia hamil, melahirkan (proses bersalin), ketika menyusui, dan juga tatkala mendidik anak-anaknya sampai dewasa” (Syarh Muslim, 8: 331).

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Referensi:

1. Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsir Kalamil Manan, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, 1420 H.
2. Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, Ibnu Katsir, terbitan Muassasah Qurthubah, cetakan pertama, 1421 H.
3. Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Abu Zakariya Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392.
4. Fiqh At Ta’amul Ma’al Walidain, Musthofa Al ‘Adawi, terbitan Maktabah Makkah.

@ KSU, Riyadh, KSA, 1 Jumadil Ula 1433 H
www.rumaysho.com

Hukum Memakai Cincin Tunangan

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim


Hukum Laki-Laki Atau Wanita Memakai Cincin Tunangan, Baik Yang Terbuat Dari Emas, Perak Atau Logam Berharga Yang Lain



Hukum Memakai Cincin Tunangan

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ditanya : Apa hukum memakai cincin tunangan .?

Jawaban.
Peningset, seperti cincin biasa, hanya saja diiringi kepercayaan sebagaimana diyakini oleh sebagian orang, dengan menuliskan namanya di cincin yang akan diberikan kepada tunangan wanitanya, sedangkan yang wanita menuliskan namanya di cincin yang akan diberikan kepada lelaki yang meminangnya, dengan keyakinan bahwa hal tersebut bisa mempererat tali ikatan antara keduanya.

Dalam keadaan seperti ini, hukumnya memakai cincin tunangan adalah haram, karena berhubungan dengan keyakinan yang tidak ada dasarnya. Juga tidak diperbolehkan bagi lelaki untuk memakai cincin tersebut untuk tunangannya karena belum menjadi istrinya, dan dinyatakan sah menjadi istrinya setelah akad nikah.

HUKUM MEMAKAI CINCIN TUNANGAN YANG TERBUAT DARI PERAK,EMAS ATAU LOGAM BERHARGA LAINNYA.

Oleh
Syaikh Shalih Al-Fauzan

Pertanyaan.
Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Apa hukum memakai cincin tunangan bila terbuat dari perak, emas atau logam berharga lainnya ?

Jawaban.
Memakai emas, baik cincin atau jenis lainnya, tidak diperbolehkan bagi lelaki dalam keadaan bagaimanapun juga, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang penggunaan emas bagi kaum lelaki dari umat ini. Beliau pernah melihat seorang lelaki memakai cincin emas di jarinya beliau langsung mencopotnya dan bersabda.

“Artinya : Salah seorang di antara kalian telah mengambil sebongkah bara dari Neraka dan menaruhnya di tanganya”

Maka diharamkan bagi lelaki untuk memakai emas, Sedangkan cincin yang terbuat dari selain emas, seperti perak dan logam lainnya, maka diperbolehkan memakainya, meski terbuat dari logam yang sangat mahal. Sedangkan cincin tunangan, bukanlah merupakan kebiasaan kaum muslimin. Bila meyakini bahwa cincin tunangan bisa memperkuat rasa sayang antara kedua suami itri, dan mencopotnya akan berpengaruh terhadap hubungan keluarga, ini merupakan syirik, dan termasuk keyakinan jahiliyah. Oleh karenanya tidak dibolehkan memakai cincin perkawinan dengan sebab-sebab.

Pertama.
Mengikuti sesuatu yang tidak ada kebaikannya sama sekali. Cincin pertunangan bukan merupakan adat kaum muslimin.

Kedua.
Jika dibarengi dengan keyakinan bahwasanya cincin pertunangan bisa berpengaruh terhadap hubungan suami istri, maka sudah termasuk syirik. Tiada daya dan kekuatan hanya dari Allah.

Artinya :

Bahwa sesungguhnya tiada dalil dan tidak pula kebaikan yang diperoleh dari memakai cincin tunangan melainkan ia hanya berupa adat kebiasaan kaum kafir atau jahiliyah semata. Sedang mereka saling mengikat cincin yang sedemikian itu tat kala mereka tiada resmi terikat sebagai suami istri, dalam arti yang satu belum menjadi mahram bagi yang lain niscaya ia adalah sesuatu yang haram untuk engkau ikuti wahai hamba-hamba ALLAH..


sumber : Tausiah in Tilawatun Islamiyah.


..................¦
.................¦¦¦
.................¦¦¦
................¦¦¦¦
...........¦....¦¦¦
...........¦¦¦..¦¦¦.....¦
............¦¦¦..¦...¦¦¦
.........¦..¦¦¦¦...¦¦¦¦...¦
.........¦¦¦.¦¦¦..¦¦¦...¦¦
.¦........¦¦¦¦.¦..¦...¦¦¦....¦
..¦¦........¦¦¦.....¦¦¦¦...¦¦
....¦¦¦¦.....¦,·´¯¯(¦..¦¦¦
¦.....)¯¯`·.(………),·´¯¯(
..¦¦¦(………oOOOo ………)
_.·´¯`·. oOOOOOo,.·´¯¯`·._
`·.__.·´ oOOOOOo`·.__.·´¯
....(………)°OOO°(………)
....)__.·´ (………)`·.__(¦¦¦
..¦¦¦...¦¦¦.:)_.·´¦¦¦.¦¦.¦...¦¦¦
.¦....¦¦¦...¦¦...¦¦.¦¦..¦¦¦¦...¦¦¦
...¦¦¦¦......¦¦¦¦...¦....¦¦¦.¦¦¦..¦
¦¦.....¦¦..¦¦..¦¦¦¦......¦¦...¦¦¦
....¦¦¦¦...¦¦¦............¦....¦¦
...¦¦¦¦.¦¦.¦¦¦¦................¦
..¦¦...¦¦¦...¦¦
..¦...¦¦¦¦¦...¦
......¦¦¦¦.. — —

Ali bin Abi Thalib & Sitti Fatimah Azzahra

Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a.



Lahirnya Sitti Fatimah Azzahra r.a. merupakan rahmat yg dilimpahkan llahi kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah menjadi wadah suatu keturunan yg suci. Ia laksana benih yg akan menumbuhkan pohon besar pelanjut keturunan Rasul Allah s.a.w. Ia satu-satunya yg menjadi sumber keturunan paling mulia yg dikenal umat Islam di seluruh dunia. Sitti Fatimah Azzahra r.a. dilahirkan di Makkah pada hari Jumaat 20 Jumadil Akhir kurang lbh lima tahun sebelum bi’tsah.

Sitti Fatimah Azzahra r.a. tumbuh dan berkembang di bawah naungan wahyu Ilahi di tengah kancah pertarungan sengit antara Islam dan Jahiliyah di kala sedang gencar-gencarnya perjuangan para perintis iman melawan penyembah berhala.

Dalam keadaan masih kanak-kanak Sitti Fatimah Azzahra r.a. sudah harus mengalami penderitaan merasakan kehausan dan ke­laparan. Ia berkenalan dgn pahit getirnya perjuangan menegak­kan kebenaran dan keadilan. Lebih dari tiga tahun ia bersama ayah bundanya hidup menderita di dalam Syi’ib akibat pemboikotan orang-orang kafir Qureiys terhadap keluarga Bani Hasyim.

Setelah bebas dari penderitaan jasmaniah selama di Syi’ib da­tang pula pukulan batin atas diri Sitti Fatimah Azzahra r.a. be­rupa wafatnya bunda tercinta Sitti Khadijah r.a. Kabut sedih selalu menutupi kecerahan hidup sehari-hari dgn putusnya sumber kecintaan dan kasih sayang ibu.

Puteri Kesayangan

Rasul Allah s.a.w. sangat mencintai puterinya ini. Sitti Fati­mah Azzahra r.a. adl puteri bungsu yg paling disayang dan di­kasihani junjungan kita Rasul Allah s.a.w. Nabi Muhammad s.a.w. merasa tak ada seorang pun di dunia yg paling berkenan di hati beliau dan yg paling dekat disisinya selain puteri bungsunya itu.

Demikian besar rasa cinta Rasul Allah s.a.w. kepada puteri bungsunya itu dibuktikan dgn hadits yg diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Menurut hadits tersebut Rasul Allah s.a.w. berkata kepada Imam Ali r.a. demikian:

“Wahai Ali! Sesungguhnya Fatimah adl bagian dari aku. Dia adl cahaya mataku dan buah hatiku. Barang siapa menyusahkan dia ia menyu­sahkan aku dan siapa yg menyenangkan dia ia menyenangkan aku…”

Pernyataan beliau itu bukan sekedar cetusan emosi melain­kan suatu penegasan bagi umatnya bahwa puteri beliau itu meru­pakan lambang keagungan abadi yg ditinggalkan di tengah ummatnya.

Di kala masih kanak-kanak Sitti Fatimah Azzahra r.a. me­nyaksikan sendiri cobaan yg dialami oleh ayah-bundanya baik berupa gangguan-gangguan maupun penganiayaan-penganiayaan yg dilakukan orang-orang kafir Qureiys. Ia hidup di udara Makkah yg penuh dgn debu perlawanan orang-orang kafir ter­hadap keluarga Nubuwaah keluarga yg menjadi pusat iman hi­dayah dan keutamaan. Ia menyaksikan ketangguhan dan ke­tegasan orang-orang mukminin dalam perjuangan gagah berani menanggulangi komplotan-komplotan Qureiys. Suasana perjua­ngan itu membekas sedalam-dalamnya pada jiwa Sitti Fatimah Azzahra r.a. dan memainkan peranan penting dalam pembentukan pribadinya serta mempersiapkan kekuatan mental guna mengha­dapi kesukaran-kesukaran di masa depan.

Setelah ibunya wafat Sitti Fatimah Azzahra r.a. hidup ber­sama ayahandanya. Satu-satunya orang yg paling dicintai. Ialah yg meringankan penderitaan Rasul Allah s.a.w. tatkala ditinggal wafat isteri beliau Sitti Khadijah. Pada satu hari Sitti Fatimah Azzahra r.a. menyaksikan ayahnya pulang dgn ke­pala dan tubuh penuh pasir yg baru saja dilemparkan oleh orang-orang Qureys di saat ayahandanya itu sedang sujud. Dengan hati remuk-redam laksana disayat sembilu Sitti Fatimah r.a. se­gera membersihkan kepala dan tubuh ayahandanya. Kemudian diambilnya air guna mencucinya. Ia menangis tersedu-sedu me­nyaksikan kekejaman orang-orang Qureisy terhadap ayahnya.

Kesedihan hati puterinya itu dirasakan benar oleh Nabi Mu­hammad s.a.w. Guna menguatkan hati puterinya dan meringankan rasa sedihnya maka Nabi Muhammad s.a.w. sambil membelai-be­lai kepala puteri bungsunya itu berkata: “Jangan menangis.. Allah melindungi ayahmu dan akan memenangkannya dari musuh-­musuh agama dan risalah-Nya”(1)

Dengan tutur kata penuh semangat itu Rasul Allah s.a.w. menanamkan daya-juang tinggi ke dalam jiwa Sitti Fatimah r.a. dan sekaligus mengisinya dgn kesabaran ketabahan serta keper­cayaan akan kemenangan akhir. Meskipun orang-orang sesat dan durhaka seperti kafir Qureiys itu senantiasa mengganggu dan melakukan penganiayaan-penganiayaan namun Nabi Muhammad s:a.w. tetap melaksanakan tugas risalahnya.

Pada ketika lain lagi Sitti Fatimah r.a. menyaksikan ayahan­danya pulang dgn tubuh penuh dgn kotoran kulit janin unta yg baru dilahirkan. Yang melemparkan kotoran atau najis ke punggung Rasul Allah s.a.w. itu Uqbah bin Mu’aith Ubaiy bin Khalaf dan Umayyah bin Khalaf. Melihat ayahandanya berlu­muran najis Sitti Fatimah r.a. segera membersihkannya dgn air sambil menangis.

Nabi Muhammad rupanya menganggap perbuatan ketiga kafir Qureiys ini sudah keterlaluan. Karena itulah maka pada wak­tu itu beliau memanjatkan doa kehadirat Allah s.w.t.: “Ya Allah celakakanlah orang-orang Qureiys itu. Ya Allah binasakanlah ‘Uqbah bin Mu’aith. Ya Allah binasakanlah Ubay bin Khalaf dan Umayyah bin Khalaf”(2)

Masih banyak lagi pelajaran yg diperoleh Sitti Fatimah dari penderitaan ayahandanya dalam perjuangan menegakkan ke­benaran Allah. Semuanya itu menjadi bekal hidup baginya utk menghadapi masa mendatang yg berat dan penuh cobaan. Ke­hidupan yg serba berat dan keras di kemudian hari memang memerlukan mental gemblengan.

Hijrah ke Madinah

Tepat pada saat orang-orang kafir Qureiys selesai memper­siapkan komplotan terror utk membunuh Rasul Allah s.a.w. Madinah telah siap menerima kedatangan beliau. Nabi Muhammad meninggalkan kota Makkah secara diam-diam di tengah kegelapan malam. Beliau bersama Abu Bakar Ash Shiddiq meninggalkan kampung halaman keluarga tercinta dan sanak famili. Beliau ber­hijrah seperti dahulu pernah juga dilakukan Nabi Ibrahim as. dan Musa a.s.

Di antara orang-orang yg ditinggalkan Nabi Muhammad s.a.w. termasuk puteri kesayangan beliau Sitti Fatimah r.a. dan putera paman beliau yg diasuh dgn kasih sayang sejak kecil yaitu Imam Ali r.a. yg selama ini menjadi pembantu terpercaya beliau.

Imam Ali r.a. sengaja ditinggalkan oleh Nabi Muhammad utk melaksanakan tugas khusus: berbaring di tempat tidur beliau guna mengelabui mata komplotan Qureiys yg siap hen­dak membunuh beliau. Sebelum Imam Ali r.a. melaksanakan tugas tersebut ia dipesan oleh Nabi Muhammad s.a.w. agar barang-­barang amanat yg ada pada beliau dikembalikan kepada pemilik­nya masing-masing. Setelah itu bersama semua anggota keluarga Rasul Allah s.a.w. segera menyusul berhijrah.

Imam Ali r.a. membeli seekor unta utk kendaraan bagi wanita yg akan berangkat hijrah bersama-sama. Rombongan hijrah yg menyusul perjalanan Rasul Allah s.a.w. terdiri dari keluarga Bani Hasyim dan dipimpin sendiri oleh Imam Ali r.a. Di dalam rombongan Imam Ali r.a. ini termasuk Sitti Fatimah r.a. Fatimah binti Asad bin Hasyim Fatimah binti Zubair bin Abdul Mutthalib dan Fatimah binti Hamzah bin Abdul Mutthalib. Aiman dan Abu Waqid Al Laitsiy ikut ber­gabung dalam rombongan.

Rombongan Imam Ali r.a. berangkat dalam keadaan terburu-­buru. Perjalanan ini tidak dilakukan secara diam-diam. Abu Waqid berjalan cepat-cepat menuntun unta yg dikendarai para wanita agar jangan terkejar oleh orang-orang kafir Qureiys. Mengetahui hal itu Imam Ali r.a. segera memperingatkan Abu Waqid supaya berjalan perlahan-lahan krn semua penumpangnya wanita. Rombongan berjalan melewati padang pasir di bawah sengatan terik matahari.

Imam Ali r.a. sebagai pemimpin rombongan berangkat de­ngan semangat yg tinggi. Beliau siap menghadapi segala ke­mungkinan yg bakal dilakukan orang-orang kafir Qureiys terhadap rombongan. Ia bertekad hendak mematahkan moril dan kecongkakan mereka. Untuk itu ia siap berlawan tiap saat.

Mendengar rombongan Imam Ali r.a. berangkat orang-orang Qureiys sangat penasaran. Lebih-lebih krn rombongan Imam Ali r.a. berani meninggalkan Makkah secara terang-terangan di siang hari. Orang-orang Qureiys menganggap bahwa keberanian Imam Ali r.a. yg semacam itu sebagai tantangan terhadap mereka.

Orang-orang Qureiys cepat-cepat mengirim delapan orang anggota pasukan berkuda utk mengejar Imam Ali r.a. dan rombongan. Pasukan itu ditugaskan menangkapnya hidup-hidup atau mati. Delapan orang Qureiys itu di sebuah tempat bernama Dhajnan berhasil mendekati rombongan Imam Ali r.a.

Setelah Imam Ali r.a. mengetahui datangnya pasukan ber­kuda Qureiys ia segera memerintahkan dua orang lelaki anggota rombongan agar menjauhkan unta dan menambatnya. Ia sendiri kemudian menghampiri para wanita guna membantu menurun­kan mereka dari punggung unta. Seterusnya ia maju seorang diri menghadapi gerombolan Qureisy dgn pedang terhunus. Rupa­nya Imam Ali r.a. hendak berbicara dgn bahasa yg dimenger­ti oleh mereka. Ia tahu benar bagaimana cara menundukkan me­reka.

Melihat Imam Ali r.a. mendekati mereka gerombolan Qu­reiys itu berteriak-teriak menusuk perasaan: “Hai penipu apa­kah kaukira akan dapat menyelamatkan perempuan-perempuan itu? Ayo kembali! Engkau sudah tidak berayah lagi.”

Imam Ali r.a. dgn tenang menanggapi teriakan-teriakan gerombolan Qureiys itu. Ia bertanya: “Kalau aku tidak mau ber­buat itu..?”

“Mau tidak mau engkau harus kembali” sahut gerombolan Qureiys dgn cepat.

Mereka lalu berusaha mendekati unta dan rombongan wa­nita. Imam Ali r.a. menghalangi usaha mereka. Jenah seorang hamba sahaya milik Harb bin Umayyah mencoba hendak me­mukul Imam Ali r.a. dari atas kuda. Akan tetapi belum sem­pat ayunan pedangnya sampai hantaman pedang Imam Ali r.a. telah mendahului tiba di atas bahunya. Tubuhnya terbelah men­jadi dua sehingga pedang Imam Ali r.a. sampai menancap pada punggung kuda. Serangan-balas secepat kilat itu sangat menggetar­kan teman-teman Jenah. Sambil menggeretakkan gigi Imam Ali r.a. berkata: “Lepaskan orang-orang yg hendak berangkat berjuang! Aku tidak akan kembali dan aku tidak akan menyem­bah selain Allah Yang Maha Kuasa!”

Gerombolan Qureiys mundur. Mereka meminta kepada Imam Ali r.a. utk menyarungkan kembali pedangnya. Imam Ali r.a. dgn tegas menjawab: “Aku hendak berangkat menyusul sau­daraku putera pamanku Rasul Allah. Siapa yg ingin kurobek-­robek dagingnya dan kutumpahkan darahnya cobalah maju men­dekati aku!”

Tanpa memberi jawaban lagi gerombolan Qureiys itu se­gera meninggalkan tempat. Kejadian ini mencerminkan watak konfrontasi bersenjata yg bakal datang antara kaum muslimin melawan agresi kafir Qureiys.

Di Dhajnan rombongan Imam Ali r.a. beristirahat semalam. Ketika itu tiba pula Ummu Aiman . Ia menyusul anak­nya yg telah berangkat lbh dahulu bersama Imam Ali r.a. Ber­sama Ummu Aiman turut pula sejumlah orang muslimin yg berangkat hijrah. Keesokan harinya rombongan Imam Ali r.a. be­serta rombongan Ummu Aiman melanjutkan perjalanan. Imam Ali r.a. sudah rindu sekali ingin segera bertemu dgn Rasul Allah s.a.w.

Waktu itu Rasul Allah s.a.w. bersama Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. sudah tiba dekat kota Madinah. Untuk beberapa waktu beliau tinggal di Quba. Beliau menantikan kedatangan rombongan Imam Ali r.a. Kepada Abu Bakar Ash Shiddiq Rasul Allah s.a.w. mem­beritahu bahwa beliau tidak akan memasuki kota Madinah sebelum putera pamannya dan puterinya sendiri datang.

Selama dalam perjalanan itu Imam Ali r.a. tidak berkendara­an sama sekali. Ia berjalan kaki-telanjang menempuh jarak kl 450 km sehingga kakinya pecah-pecah dan membengkak. Akhirnya ti­balah semua anggota rombongan dgn selamat di Quba. Betapa gembiranya Rasul Allah s.a.w. menyambut kedatangan orang-o­rang yg disayanginya itu.

Ketika Nabi Muhammad s.a.w. melihat Imam Ali r.a. tidak sanggup berjalan lagi krn kakinya membengkak beliau me­rangkul dan memeluknya seraya menangis krn sangat terharu. Beliau kemudian meludah di atas telapak tangan lalu diusapkan pada kaki Imam Ali r.a. Konon sejak saat itu sampai wafatnya Imam Ali r.a. tidak pernah mengeluh krn sakit kaki.(3)

Peristiwa yg sangat mengharukan itu berkesan sekali dalam hati Rasul Allah s.a.w. dan tak terlupakan selama-lamanya. Ber­hubung dgn peristiwa itu turunlah wahyu Ilahi yg memberi penilaian tinggi kepada kaum Muhajirin seperti terdapat dalam Surah Ali ‘Imran:195.

Ijab-Kabul Pernikahan

Sitti Fatimah Azzahra r.a. mencapai puncak keremajaannya dan kecantikannya pada saat risalah yg dibawakan Nabi Muha­mmad s.a.w. sudah maju dgn pesat di Madinah dan sekitarnya. Ketika itu Sitti Fatimah Azzahra r.a. benar-benar telah menjadi remaja puteri.

Keelokan parasnya banyak menarik perhatian. Tidak sedikit pria terhormat yg menggantungkan harapan ingin mempersun­ting puteri Rasul Allah s.a.w. itu. Beberapa orang terkemuka dari kaum Muhajirin dan Anshar telah berusaha melamarnya. Menanggapi lamaran itu Nabi Muhammad s.a.w. mengemukakan bahwa beliau sedang menantikan datangnya petunjuk dari Allah s.w.t. mengenai puterinya itu.

Pada suatu hari Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. Umar Ibnul Kha­tab r.a. dan Sa’ad bin Mu’adz bersama-sama Rasul Allah s.a.w. duduk dalam mesjid beliau. Pada kesempatan itu diperbincangkan antara lain persoalan puteri Rasul Allah s.a.w. Saat itu beliau ber­tanya kepada Abu Bakar Ash Shiddiq r.a.: “Apakah engkau bersedia menyampaikan persoalan Fatimah itu kepada Ali bin Abi Thalib?”

Abu Bakar Ash Shiddiq menyatakan kesediaanya. Ia beranjak utk menghubungi Imam Ali r.a. Sewaktu Imam Ali r.a. melihat datangnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. dgn tergopoh-­gopoh dan terperanjat ia menyambutnya kemudian bertanya: “Anda datang membawa berita apa?”

Setelah duduk beristirahat sejenak Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. segera menjelaskan persoalannya: “Hai Ali engkau ada­lah orang pertama yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mempunyai keutamaan lbh dibanding dgn orang lain. Semua sifat utama ada pada dirimu. Demikian pula engkau ada­lah kerabat Rasul Allah s.a.w. Beberapa orang sahabat terkemuka telah menyampaikan lamaran kepada beliau utk dapat mem­persunting puteri beliau. Lamaran itu oleh beliau semuanya di­tolak. Beliau mengemukakan bahwa persoalan puterinya diserah­kan kepada Allah s.w.t. Akan tetapi hai Ali apa sebab hingga se­karang engkau belum pernah menyebut-nyebut puteri beliau itu dan mengapa engkau tidak melamar utk dirimu sendiri? Ku­harap semoga Allah dan Rasul-Nya akan menahan puteri itu un­tukmu.”

Mendengar perkataan Abu Bakar r.a. mata Imam Ali r.a. ber­linang-linang. Menanggapi kata-kata itu Imam Ali r.a. berkata: “Hai Abu Bakar anda telah membuat hatiku goncang yg se­mulanya tenang. Anda telah mengingatkan sesuatu yg sudah kulupakan. Demi Allah aku memang menghendaki Fatimah tetapi yg menjadi penghalang satu-satunya bagiku ialah ka­rena aku tidak mempunyai apa-apa.”

Abu Bakar r.a. terharu mendengar jawaban Imam Ali yg memelas itu. Untuk membesarkan dan menguatkan hati Imam Ali r.a. Abu Bakar r.a. berkata: “Hai Ali janganlah engkau ber­kata seperti itu. Bagi Allah dan Rasul-Nya dunia dan seisinya ini hanyalah ibarat debu bertaburan belaka!”

Setelah berlangsung dialog seperlunya Abu Bakar r.a. ber­hasil mendorong keberanian Imam Ali r.a. utk melamar puteri Rasul Allah s.a.w.

Beberapa waktu kemudian Imam Ali r.a. datang menghadap Rasul Allah s.a.w. yg ketika itu sedang berada di tempat ke­diaman Ummu Salmah. Mendengar pintu diketuk orang Ummu Salmah bertanya kepada Rasul Allah s.a.w.: “Siapakah yg me­ngetuk pintu?” Rasul Allah s.a.w. menjawab: “Bangunlah dan bu­kakan pintu baginya. Dia orang yg dicintai Allah dan Rasul-­Nya dan ia pun mencintai Allah dan Rasul-Nya!”

Jawaban Nabi Muhammad s.a.w. itu belum memuaskan Ummu Salmah r.a. Ia bertanya lagi: “Ya tetapi siapakah dia itu?”

“Dia saudaraku orang kesayanganku!” jawab Nabi Mu­hammad s.a.w.

Tercantum dalam banyak riwayat bahwa Ummu Salmah di kemudian hari mengisahkan pengalamannya sendiri mengenai kunjungan Imam Ali r.a. kepada Nabi Muhammad s.a.w. itu: “Aku berdiri cepat-cepat menuju ke pintu sampai kakiku ter­antuk-antuk. Setelah pintu kubuka ternyata orang yg datang itu ialah Ali bin Abi Thalib. Aku lalu kembali ke tempat semula. Ia masuk kemudian mengucapkan salam dan dijawab oleh Rasul Allah s.a.w. Ia dipersilakan duduk di depan beliau. Ali bin Abi Thalib menundukkan kepala seolah-olah mempunyai maksud tetapi malu hendak mengutarakannya.

Rasul Allah mendahului berkata: “Hai Ali nampaknya eng­kau mempunyai suatu keperluan. Katakanlah apa yg ada dalam fikiranmu. Apa saja yg engkau perlukan akan kauperoleh dariku!”

Mendengar kata-kata Rasul Allah s.a.w. yg demikian itu lahirlah keberanian Ali bin Abi Thalib utk berkata: “Maafkan­lah ya Rasul Allah. Anda tentu ingat bahwa anda telah mengambil aku dari paman anda Abu Thalib dan bibi anda Fatimah binti Asad di kala aku masih kanak-kanak dan belum mengerti apa-apa.

Sesungguhnya Allah telah memberi hidayat kepadaku melalui anda juga. Dan anda ya Rasul Allah adl tempat aku bernaung dan anda jugalah yg menjadi wasilahku di dunia dan akhirat. Setelah Allah membesarkan diriku dan sekarang menjadi dewasa aku ingin berumah tangga; hidup bersama seorang isteri. Sekarang aku datang menghadap utk melamar puteri anda Fatimah. Ya Rasul Allah apakah anda berkenan menyetujui dan menikahkan diriku dgn dia?”

Ummu Salmah melanjutkan kisahnya: “Saat itu kulihat wajah Rasul Allah nampak berseri-seri. Sambil tersenyum beliau berkata kepada Ali bin Abi Thalib: “Hai Ali apakah engkau mem­punyai suatu bekal maskawin?” .

“Demi Allah” jawab Ali bin Abi Thalib dgn terus terang “Anda sendiri mengetahui bagaimana keadaanku tak ada sesuatu tentang diriku yg tidak anda ketahui. Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi sebilah pedang dan seekor unta.”

“Tentang pedangmu itu” kata Rasul Allah s.a.w. menanggapi jawaban Ali bin Abi Thalib “engkau tetap membutuhkannya utk melanjutkan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau juga butuh utk keperluan mengambil air bagi keluargamu dan juga engkau memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh ka­rena itu aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar maska­win sebuah baju besi saja. Aku puas menerima barang itu dari ta­nganmu. Hai Ali engkau wajib bergembira sebab Allah ‘Azza wa­jalla sebenarnya sudah lbh dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi!” Demikian versi riwa­yat yg diceritakan Ummu Salmah r.a.

Setelah segala-galanya siap dgn perasaan puas dan hati gembira dgn disaksikan oleh para sahabat Rasul Allah s.a.w. mengucapkan kata-kata ijab kabul pernikahan puterinya: “Bahwa­sanya Allah s.w.t. memerintahkan aku supaya menikahkan engkau Fatimah atas dasar maskawin 400 dirham . Mudah-mudahan engkau dapat menerima hal itu.”

“Ya Rasul Allah itu kuterima dgn baik” jawab Ali bin Abi Thalib r.a. dalam pernikahan itu.

Rumah Tangga Sederhana

Maskawin sebesar 400 dirham itu diserahkan kepada Abu Bakar r.a. utk diatur penggunaannya. Dengan persetujuan Ra­sul Allah s.a.w. Abu Bakar r.a. menyerahkan 66 dirham kepada Ummu Salmah utk “biaya pesta” perkawinan. Sisa uang itu dipergunakan utk membeli perkakas dan peralatan rumah tangga.

-sehelai baju kasar perempuan;

-sehelai kudung;

-selembar kain Qathifah buatan khaibar berwarna hitam;

-sebuah balai-balai;.

-dua buah kasur terbuat dari kain kasar Mesir ;

-empat buah bantal kulit buatan Thaif ;

-kain tabir tipis terbuat dari bulu;

-sebuah tikar buatan Hijr;

-sebuah gilingan tepung;

-sebuah ember tembaga;

-kantong kulit tempat air minum;

-sebuah mangkuk susu;

-sebuah mangkuk air;

-sebuah wadah air utk sesuci;

-sebuah kendi berwarna hijau;

-sebuah kuali tembikar;

-beberapa lembar kulit kambing;

-sehelai ‘aba-ah ;

-dan sebuah kantong kulit tempat menyimpan air.

Sejalan dgn itu Imam Ali r.a. mempersiapkan tempat kediamannya dgn perkakas yg sederhana dan mudah di­dapat. Lantai rumahnya ditaburi pasir halus. Dari dinding ke din­ding lain dipancangkan sebatang kayu utk menggantungkan pakaian. Untuk duduk-duduk disediakan beberapa lembar kulit kambing dan sebuah bantal kulit berisi ijuk kurma. Itulah rumah kediaman Imam Ali r.a. yg disiapkan guna menanti kedatangan isterinya Sitti Fatimah Azzahra r.a.

Selama satu bulan sesudah pernikahan Sitti Fatimah r.a. masih tetap di rumahnya yg lama. Imam Ali r.a. merasa malu utk menyatakan keinginan kepada Rasul Allah s.a.w. supaya puterinya itu diperkenankan pindah ke rumah baru. Dengan dite­mani oleh salah seorang kerabatnya dari Bani Hasyim Imam Ali r.a. menghadap Rasul Allah s.a.w. Lebih dulu mereka me­nemui Ummu Aiman pembantu keluarga Nabi Muhammad s.a.w. Kepada Ummu Aiman Imam Ali r.a. menyampaikan keinginan­nya.

Setelah itu Ummu Aiman menemui Ummu Salmah r.a. guna menyampaikan apa yg menjadi keinginan Imam Ali r.a. Sesu­dah Ummu Salmah r.a. mendengar persoalan tersebut ia terus pergi mendatangi isteri-isteri Nabi yg lain.

Guna membicarakan persoalan yg dibawa Ummu Salmah r.a. para isteri Nabi Muhammad s.a.w. berkumpul. Kemudian mereka bersama-sama menghadap Rasul Allah s.a.w. Ternyata beliau menyambut gembira keinginan Imam Ali r.a.(4)

Suami-Isteri Yang Serasi

Sitti Fatimah r.a. dgn perasaan bahagia pindah ke rumah suaminya yg sangat sederhana itu. Selama ini ia telah menerima pelajaran cukup dari ayahandanya tentang apa artinya kehidupan ini. Rasul Allah s.a.w. telah mendidiknya bahwa kemanusiaan itu adl intisari kehidupan yg paling berharga. Ia juga telah .diajar bahwa kebahagiaan rumah-tangga yg ditegakkan di atas fon­dasi akhlaq utama dan nilai-nilai Islam jauh lbh agung dan lbh mulia dibanding dgn perkakas-perkakas rumah yg serba me­gah dan mewah.

Imam Ali r.a. bersama isterinya hidup dgn rasa penuh ke­banggaan dan kebahagiaan. Dua-duanya selalu riang dan tak per­nah mengalami ketegangan. Sitti Fatimah r.a. menyadari bahwa dirinya tidak hanya sebagai puteri kesayangan Rasul Allah s.a.w. tetapi juga isteri seorang pahlawan Islam yg senantiasa sang­gup berkorban seorang pemegang panji-panji perjuangan Islam yg murni dan agung. Sitti Fatimah berpendirian dirinya ha­rus dapat menjadi tauladan. Terhadap suami ia berusaha bersikap seperti sikap ibunya terhadap ayahandanya Nabi Muhammad s.a.w.

Dua sejoli suami isteri yg mulia dan bahagia itu selalu be­kerja sama dan saling bantu dalam mengurus keperluan-keperluan rumah tangga. Mereka sibuk dgn kerja keras. Sitti Fatimah r.a. menepung gandum dan memutar gilingan dgn tangan sen­diri. Ia membuat roti menyapu lantai dan mencuci. Hampir tak ada pekerjaan rumah-tangga yg tidak ditangani dgn tena­ga sendiri.

Rasul Allah s.a.w. sendiri sering menyaksikan puterinya se­dang bekerja bercucuran keringat. Bahkan tidak jarang beliau ber­sama Imam Ali r.a. ikut menyingsingkan lengan baju membantu pekerjaan Sitti Fatimah r.a.

Banyak sekali buku-buku sejarah dan riwayat yg melukis­kan betapa beratnya kehidupan rumah-tangga Imam Ali r.a. Sebu­ah riwayat mengemukakan: Pada suatu hari Rasul Allah s.a.w. berkunjung ke tempat kediaman Sitti Fatimah r.a. Waktu itu puteri beliau sedang menggiling tepung sambil melinangkan air mata. Baju yg dikenakannya kain kasar. Menyaksikan puterinya menangis Rasul Allah s.a.w. ikut melinangkan air mata. Tak lama kemudian beliau menghibur puterinya: “Fatimah terimalah kepahitan dunia utk memperoleh keni’matan di akhirat ke­lak”(5)

Riwayat lain mengatakan bahwa pada suatu hari Rasul Allah s.a.w. datang menjenguk Sitti Fatimah r.a. tepat: pada saat ia bersama suaminya sedang bekerja menggiling tepung. Beliau terus bertanya: “Siapakah di antara kalian berdua yg akan ku­gantikan?”

“Fatimah! ” Jawab Imam Ali r.a. Sitti Fatimah lalu berhenti diganti oleh ayahandanya menggiling tepung bersama Imam Ali r.a.

Masih banyak catatan sejarah yg melukiskan betapa berat­nya penghidupan dan kehidupan rumah-tangga Imam Ali r.a. Semuanya itu hanya menggambarkan betapa besarnya kesanggu­pan Sitti Fatimah r.a. dalam menunaikan tugas hidupnya yg pe­nuh bakti kepada suami taqwa kepada Allah dan setia kepada Rasul-Nya.

Ada sebuah riwayat lain yg menuturkan betapa repotnya Sitti Fatimah r.a. sehari-hari mengurus kehidupan rumah-tangga­nya. Riwayat itu menyatakan sebagai berikut: Pada satu hari Ra­sul Allah s.a.w. bersama sejumlah sahabat berada dalam masjid menunggu kedatangan Bilal bin Rabbah yg akan menguman­dangkan adzan sebagaimana biasa dilakukan sehari-hari. Ketika Bilal terlambat datang oleh Rasul Allah s.a.w. ditegor dan dita­nya apa sebabnya. Bilal menjelaskan:

“Aku baru saja datang dari rumah Fatimah. Ia sedang menggi­ling tepung. Al Hasan puteranya yg masih bayi diletakkan dalam keadaan menangis keras. Kukatakan kepadanya “Manakah yg lbh baik aku menolong anakmu itu ataukah aku saja yg menggiling tepung”. Ia menyahut: “Aku kasihan kepada anakku”. Gilingan itu segera kuambil lalu aku menggiling gan­dum. Itulah yg membuatku datang terlambat!”

Mendengar keterangan Bilal itu Rasul Allah s.a.w. berkata: “Engkau mengasihani dia dan Allah mengasihani dirimu!”(6)

Hal-hal tersebut di atas adl sekelumit gambaran ten­tang kehidupan suatu keluarga suci di tengah-tengah masyarakat Islam. Kehidupan keluarga yg penuh dgn semangat gotong-­royong. Selain itu kita juga memperoleh gambaran betapa se­derhananya kehidupan pemimpin-pemimpin Islam pada masa itu. Itu merupakan contoh kehidupan masyarakat yg diba­ngun oleh Islam dgn prinsip ajaran keluhuran akhlaq. Itu­pun merupakan pencerminan kaidah-kaidah agama Islam yg diletakkan utk mengatur kehidupan rumah-tangga.

Rasul Allah s.a.w. Imam Ali r.a. dan Sitti Fatimah r.a. ke­tiganya merupakan tauladan bagi kehidupan seorang ayah seorang suami dan seorang isteri di dalam Islam. Hubungan antar anggota keluarga memang seharusnya demikian erat dan serasi seperti mereka.

Tak ada tauladan hidup sederhana yg lbh indah dari tauladan yg diberikan oleh keluarga Nubuwwah itu. Padahal jika mereka mau lebih-lebih jika Rasul Allah s.a.w. sendiri menge­hendaki kekayaan dan kemewahan apakah yg tidak akan dapat diperoleh beliau?

Tetapi sebagai seorang pemimpin yg harus menjadi tau­ladan sebagai seorang yg menyerukan prinsip-prinsip kebena­ran dan keadilan serta persamaan sebagai orang yg hidup menolak kemewahan duniawi beliau hanya mengehendaki supaya ajaran-ajarannya benar-benar terpadu dgn akhlaq dan cara hidup ummatnya. Beliau mengehendaki agar tiap orang tiap pen­didik tiap penguasa dan tiap pemimpin bekerja utk perbaikan masyarakat. Masing-masing supaya mengajar memimpin dan men­didik diri sendiri dgn akhlaq dan perilaku utama sebelum mengajak orang lain. Sebab akhlaq dan perilaku yg dapat di­lihat dgn nyata mempunyai pengaruh lbh besar lbh ber­kesan dan lbh membekas dari pada sekedar ucapan-ucapan dan peringatan-peringatan belaka. Dengan praktek yg nyata ajakan yg baik akan lbh terjamin keberhasilannya.

Sebuah riwayat lagi yg berasal dari Imam Ali r.a. sendiri mengatakan: Sitti Fatimah pernah mengeluh krn tapak-ta­ngannya menebal akibat terus-menerus memutar gilingan tepung. Ia keluar hendak bertemu Rasul Allah s.a.w. Karena tidak ber­hasil ia menemui Aisyah r.a. Kepadanya diceritakan maksud ke­datangannya. Ketika Rasul Allah s.a.w. datang beliau diberi­tahu oleh Aisyah r.a. tentang maksud kedatangan Fatimah yg hendak minta diusahakan seorang pembantu rumah-tangga. Ra­sul Allah s.a.w. kemudian datang ke rumah kami. Waktu itu kami sedang siap-siap hendak tidur. Kepada kami beliau berkata: “Kuberitahukan kalian tentang sesuatu yg lbh baik daripada yg kalian minta kepadaku. Sambil berbaring ucapkanlah tasbih 33 kali tahmid 33 kali dan takbir 34 kali. Itu lbh baik bagi kalian daripada seorang pembantu yg akan melayani kalian.”

Sambutan Nabi Muhammad s.a.w. atas permintaan puterinya agar diberi pembantu merupakan sebuah pelajaran penting ten­tang rendah-hatinya seorang pemimpin di dalam masyarakat Islam. Kepemimpinan seperti itulah yg diajarkan Rasul Allah s.a.w. dan dipraktekan dalam kehidupan konkrit oleh keluarga Imam Ali r.a. Mereka hidup setaraf dgn lapisan rakyat yg miskin dan menderita. Pemimpin-pemimpin seperti itulah dan yg hanya seperti itulah yg akan sanggup menjadi pelopor da­lam melaksanakan prinsip persamaan kesederhanaan dan keber­sihan pribadi dalam kehidupan ini.

Putera-puteri

Sitti Fatimah r.a. melahirkan dua orang putera dan dua orang puteri. Putera-puteranya bernama Al Hasan r.a. dan Al Husein r.a. Sedang puteri-puterinya bernama Zainab r.a. dan Ummu Kalsum r.a. Rasul Allah s.a.w. dgn gembira sekali menyambut kelahiran cucu-cucunya.

Al Hasan r.a. dan Al Husein r.a. mempunyai kedudukan ter­sendiri di dalam hati beliau. Dua orang cucunya itu beliau asuh sendiri. Kaum muslimin pada zaman hidupnya Nabi Muhammad s.a.w. menyaksikan sendiri betapa besarnya kecintaan beliau ke­pada Al Hasan r.a. dan Al Husein r.a. Beliau menganjurkan supaya orang mencintai dua “putera” beliau itu dan berpegang teguh pada pesan itu.

Al Hasan r.a. dan Al Husein r.a. meninggalkan jejak yg jauh jangkauannya bagi umat Islam. Al Husein r.a. gugur sebagai pah­lawan syahid menghadapi penindasan dinasti Bani Umayyah. Semangatnya terus berkesinambungan melestarikan dan mem­bangkitkan perjuangan yg tegas dan seru di kalangan ummat Islam menghadapi kedzaliman. Semangat Al Husein r.a. merupa­kan kekuatan penggerak yg luar biasa dahsyatnya sepanjang sejarah.

Puteri beliau yg bernama Zainab r.a. merupakan pahlawan wanita muslim yg sangat cemerlang dan menonjol sekali pera­nannya dalam pertempuran di Karbala membela Al Husein r.a. Di Karbala itulah dinasti Bani Umayyah menciptakan tragedi yg menimpa A1 Husein r.a. beserta segenap anggota keluarganya. A1 Husein r.a. gugur dan kepalanya diarak sebagai pameran keliling Kufah sampai ke Syam.

Setelah hidup bersuami isteri selama kurang lbh 10 tahun Sitti Fatimah r.a. meninggal dunia dalam usia 28 tahun. Sepe­ninggal Sitti Fatimah r.a. Imam Ali r.a. beristerikan beberapa orang wanita lainnya lagi. Menurut catatan sejarah hingga wa­fatnya Imam Ali r.a. menikah sampai 9 kali. Tentu saja menurut ketentuan-ketentuan yg tidak bertentangan dgn hukum Is­lam. Dalam satu periode tidak pernah lbh 4 orang isteri.

Wanita pertama yg dinikahi Imam Ali r.a. sepeninggal Siti Fatimah r.a. ialah Umamah binti Abil ‘Ashiy. Ia anak perem­puan iparnya sendiri Zainab binti Muhammad s.a.w. kakak pe­rempuan Sitti Fatimah r.a. Pernikahan dgn Umamah r.a. ini mempunyai sejarah tersendiri yaitu utk melaksanakan pesan Sitti Fatimah r.a. kepada suaminya sebelum ia wafat. Nampaknya pesan itu didasarkan kasih-sayang yg besar dari Umamah ra. kepada putera-puterinya.

Setelah nikah dgn Umamah r.a. Imam Ali r.a. nikah lagi dgn Khaulah binti Ja’far bin Qeis. Berturut-turut kemudian Laila binti Mas’ud bin Khalid Ummul Banin binti Hazzan bin Khalid dan Ummu Walad. Isteri Imam Ali r.a. yg keenam patut disebut secara khusus krn ia tidak lain adl Asma binti Umais sahabat terdekat Sitti Fatimah r.a. Asma inilah yg mendampingi Sitti Fatimah r.a. dgn setia dan melayani­nya dgn penuh kasih-sayang hingga detik-detik terakhir hayat­nya.

Isteri-isteri Imam Ali r.a. yg ke-7 ke-8 dan ke-9 ialah As-­Shuhba Ummu Sa’id binti ‘Urwah bin Mas’ud dan Muhayah bin­ti Imruil Qeis. Dari 9 isteri di luar Sitti Fatimah r.a. Imam Ali r.a. mempunyai banyak anak. Jumlahnya yg pasti masih menjadi perselisihan pendapat di kalangan para penulis sejarah.

Al Mas’udiy dalam bukunya “Murujudz Dzahab” menyebut putera-puteri Imam Ali r.a. semuanya berjumlah 25 orang. Sedang­kan dalam buku “Almufid Fil Irsyad” dikatakan 27 orang anak. Ibnu Sa’ad dalam bukunya yg terkenal “Thabaqat” menyebut­nya 31 orang anak dgn perincian: 14 orang anak lelaki dan 17 orang anak perempuan. Ini termasuk putera-puteri Imam Ali r.a. dari isterinya yg pertama.

(1)Hasyim Ma’ ruf A1 Huseiniy: “Siratul Musthafa” hlm 205 cetakan ke I.

(2)Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa di kemudian hari ia me­nyaksikan sendiri tiga orang itu mati terbunuh dalam perang Badr. Hasyim Ma’ruf A1 Huseiniy: Siratul Musthafa. Dikutip dari At Tha­bariy hlm 47.

(3)Ibnul Atsir: “Al Kamil Fit Tarikh” jilid II hlm 206.

(4)”Ahlul Bait” Asy’-ah min Hayatis Shiddiqah Fatimah Az-Zahra.

(5)Tanbihul Khawatir wa Nuzhatun Nawadir jilid I hlm 230.

(6)Tanbihul Khawatir wa Nuzhatun Nawadir jilid I halaman 230. “Ahlul Bait” Asy’-ah min Hayatis Shiddiqah Fatimah Az-Zahra.

Oleh H.M.H. Al Hamid Al Husaini Penerbit: Lembaga Penyelidikan Islam Jl. Blora 29 Jakarta Oktober 1981 Copyright

sumber : file chm kajian islam

Labels

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik