Rahasia Sholat

Rahasia shalat dalam enam tingkatan berikut:

Pertama:
kehadiran kalbu yaitu tidak
mengaitkan sesuatupun di dalam
kalbunya selain Tuhan.

Kedua:
memahami makna bacaan,
dzikir, dan tasbih yang terdapat dalam shalat sedemikian hingga kalbu. ketika memahami kata-kata tersebut akan bergerak bersesuaian dengan lisan.

Ketiga:
mengagungkan, yaitu dalam
keadaan shalatnya dia menyadari akan keagungan Tuhan yang disembahnya dan menjadikan-Nya sebagai sumber segala
tujuan.

Keempat:
takut, yaitu rasa ketakutan
menguasai kalbunya dan ia akan
berusaha semaksimal mungkin supaya tidak meremehkan dan membuat kesalahan dalam ibadahnya ini.

Kelima:
harapan, kedudukan mulia dari
wujud-Nya sangat jelas bagi kita dimana.dengan rahmat dan kasih sayang-Nya Dia tidak pernah meninggalkan kita dan
akan senantiasa mengampuni dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Keenam:
Malu, yaitu kita menyadari
bahwa diri dan ibadah yang kita lakukan merupakan hal terkecil yang kita lakukan di hadapan-Nya.

Ibadah kita pada dasarnya merupakan sebuah kerendahan
diri dan penghambaan mutlak.

Wahai yang budiman, ini adalah tujuan akhir dari perjalanan dan lintasan setiap salik dan koridor tempat bercakap.dengan-Nya.tanpa perantara, dan tempat mengulang kalimat mulia


"Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" . (…
hanya kepada Engkaulah kami
menyembah dan hanya kepada
Engkaulah kami mohon pertolongan)

Ya Allah! Seumpama pohon, gapaian tangan ini tak akan mampu meraih langit.kedua-Mu, dan seumpama burung akal
ini tak mampu mengepakkan
sayapnya hingga ke ketinggian jamal dan.keindahan-Mu.

Ilahi, siapakah yang akan
mampu memahami keagungan-Mu dengan pemahaman akal kecil kami, dan hingga dimanakah kami akan berhasil merayap di puncak keindahanmu
dengan keranjang bekal kami?

Ilahi,
tempatkan kami di antara pepohonan yang akar-akarnya memenuhi tanah
perkebunan, yang kobaran cintanya kepada-Mu telah memberanguskan
kalbu-kalbu dan yang aroma mewangi keindahan-Mu telah menerbangkan pikiran-pikiran ke puncak kulminasi.Yaitu
mereka yang berdatangan ke tanah penggembalaan untuk
mendapatkan-Mu, meneguk minuman.dari mata air cinta-Mu dengan cawan-cawan kasih-Mu.
Mereka yang menetap di sisi rumah-Mu,meminum air
kehidupan dari tetesan-tetesan air rahmat-Mu dan mengenal busana-busana halus dari kelembutan-Mu.

Imam Sajjad As dalam salah satu
munajatnya bersabda, "Ilahi, berikanlah kepadaku keindahan dan manisnya mengingat-Mu"

Karena kita tidak merasakan manisnya mengingat-Nya-lah sehingga kita menganggap shalat hanyalah sebuah persoalan yang biasa.

Tentang kenapa meskipun kita melakukan shalat akan
tetapi tidak merasakan keindahan
cahaya yang dipancarkannya adalah karena kita tidak melakukan shalat
dengan adab-adab, irfan dan
pengetahuan akan rahasia-rahasia yang dimilikinya.

Amirul Mukminin Ali As dalam Nahjul.Balaghah menukilkan dari Rasululloh yang bersabda,

"Aku heran dengan seseorang yang memiliki mata air di dalam rumahnya dan membersihkan diri dengan mandi sebanyak lima kali sehari namun tetap
saja berdaki dan kotor."

Karena sesungguhnya shalat seperti mata air yang jernih dimana para pelaksananya
seakan membersihkan dirinya di
dalamnya dengan shalat yang
dilakukannya sebanyak lima kali sehari.

Shalat merupakan sebuah telagadan kautsar dimana manusia membersihkan
dirinya. Jika dari shalat kita tidak
merasakan kesuciannya maka harus kita terima bahwa shalat yang kita lakukan bukanlah shalat yang hakiki.

Bisa saja shalat yang kita lakukan adalah sah dan benar, akan tetapi tidak diterima di sisi-Nya,

karena ciri-ciri shalat yang
diterima adalah shalat yang mampu membersihakan ruh dan jiwa.


Dan manusia akan mampu memfokuskan kalbunya dalam shalat ketika dia telah
berhasil menguasai mata dan telinganya di luar shalat.

Intinya, shalat merupakan even
pertemuan dan berkhalwat dengan sang Mahbub. Sebuah akhir dari perjalanan untuk menikmati wajah yang Dicinta dan saat-saat untuk terhubung dengan Yang Agung.

Kehadiran di hadapan-Nyalah
yang kadangkala menggerakkan lisan untuk menggumamkan puja puji dan syukur dan menampakkan ketakmampuan diri.

Wahai yang budiman, bagaimana orang yang tidak memiliki kekasih, tidak mengenal keindahan dan keagungannya,

tidak memberikan kalbu dan menerima ajakannya, melainkan tidur, malas, dan beratnya makanan serta kerasnya hati telah mengisi kesehariannya …

akan bergelora ketika menunggu
pertemuan dengannya, akan bergetar dan berubah pucat pasi ketika berdiri di hadapannya?
Dan selama kesibukan masih merajai dan mengikat kaki tuk melangkah,siapakah yang akan berhasil untuk melakukan pertemuan dengan selainnya?.

Tak bisa dipungkiri bahwa pendidikan dan tumbuhnya para remaja dalam sebuah keluarga yang kadangkala merupakan sebuah taman yang indah berbunga dan pada saat lainnya terselimuti awan sangat berpengaruh dalam membentuk karakteristik dan lintas kehidupan mereka.

Jadi, tidak benar jika dikatakan seluruh remaja dan kawula muda memalingkan diri dari pertemuan dan ziarah dengan Sang Ma'bud, karena lihatlah betapa berderet saff-saff yang menunggu di pusat-pusat ilmu dan agama.


Shaf-shaf yang setia menunggu detik-detik indah shalat berjamaah.
Bagikan Ke :

Obat Herbal Probiotik di Pelopori oleh Prof.Ahli mikrobakteriologi dunia