http://go.onclasrv.com/afu.php?zoneid=1323360
BACA EMAIL DI BAYAR EURO ,MAU??

Saturday, November 30, 2013

5 karunia Allah dan sekaligus 5 balasannya ( chapter 2)




, وَلَا يُعْطِيْهِ التَّوْبَةُ إِلَّا وَقَدْ أَعَدَّ لَهُ القُبُوْلُ
Taubat adalah pekerjaan manusia, sementara ampunan taubat merupakan hak ketentuan Allah ta’ala, tdaklah layak bagi manusia menyimpulkan sesuatu dosa tidak akan mendapat ampunan Allah, padahal dirinya tak pernah menjalani taubat. seorang ulama sufi berpesan

لَا يَعْظُمُ الذَّنْبُ عِنْدَكَ عِظْمَةً تَصُدُّكَ عَنْ حُسْنِ الظَّنِّ بِاللهِ تَعَالَىْ
Jangan sampai dosa itu yang kau anggap besar sehingga menghalangimu dari berprasangka baik kepada Allah ta’ala

Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bertaubat kepada-Nya, merasa taubat tidak mungkin di terima oleh-Nya hal itu hanya prasangka hati yang hanya akan menyiksa diri,

وَلَا يُعْطِيْهِ الصَّدَقَةَ إِلَّا وَقَدْ أَعَدَّ لَهُ التَّقَبَّلُ
Hakikatnya harta yang di miliki adalah kepunyaan-Nya, lalu menyerahkan kembali kepada-Nya adalah jalan terbaik untuk meni’mati harta di kemudian hari yang amat panjang. Sedekah adalah simpanan yang pasti Allah akan menerima dan memberikan balasan terbaik, Allah maha kaya mustahil mengalami kebangkrutan, Allah maha pemberi mustahil tidak memberikan balsan, kita hamba yang lemah tidak memiliki alasan apapun untuk menolak sekedar bersedekah, janganlah hati merasa takut harta akan habis saat di bagikan, sadarilah kita lahir ke dunia ini tanpa membawa apa-apa tetapi tetap bisa hidup, kenapa harus takut untuk sedekah?

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut
pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati ( Al Baqarah 262 )

** MENGAPA BERSEDIH? **



Sayang...

Coba katakan kepadaku
Apa yang kamu dapatkan dari kesedihanmu?

Ketahuilah, umurmu secara hakiki adalah kebahagianmu
Jangan mengalokasikan hari-harimu tenggelam dalam kesedihan
Memubazirkan malam-malam dalam kedukaan

Allah menciptakan bumi dan seisinya untukmu
Dia bentangkan pemandangan yang indah
Taman-taman yang elok dipandang mata
Kebun-kebun yang rindang
Bintang-bintang
yang berkelap-kelip

Bukankah engkau masih bisa meminum air
Menghirup udara bersih dan segar
Berjalan menggunakan kedua kakimu dengan sehat
Tidur dimalam hari dengan aman

Ketahuilah sayang

Kesedihan bisa melemahkanmu dalam beribadah
Kesedihan bisa menggiringmu ke masa lalu
Membangkitkan kenangan yang telah terkubur zaman

Kesedihan membuat musuhmu tertawa gembira
Membuat pendengkimu berbunga-bunga

Kesedihan merupakan pangkal penyakit jiwa
Sumber dari rasa sakit pada urat syaraf
Biang dari semua rasa was-was, risau, dan ketidaktenangan

Enyahkan kesedihanmu
Bukankah bersamamu terdapat Al-Qur’an, zikir, doa, shalat, dan segudang amalan baik lainnya?

Medahulukan urusan akhirat


Pada masa Bani Ummayah berkuasa di Damaskus, hiduplah orang saleh bernama Hamid Al-Laffaf. Saat ini, ia sedang merasa bingung. Ketika ia hendak berangkat shalat Jumat, Hamid mendapat kabar kalau keledainya hilang dan tepung untuk persediaan makan mereka ikut menghilang.

"Betapa menyedihkan hidupku ini. Ladangku juga belum sempat aku sirami," pikir Hamid. "Jika aku pergi shalat Jumat, apakah kejadian buruk akan menimpaku juga?"
"Kenapa kau terlihat bingung?" tanya Istrinya yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya. "Berdiam diri tidak akan menyelesaikan semuanya," lanjutnya.

"Aku tahu. Kalaupun aku mencarinya sekarang, keledai kita mungkin sudah pergi jauh. Bukankah aku seka¬rang harus menunaikan shalat Jumat?" ucap Hamid.
"Kalau begitu, berangkatlah, Suamiku. Kau pasti lebih tahu yang seharusnya."
"Ya, dunia ini hanya jalan, sedangkan akhirat adalah tujuan kita. Janganlah hiruk-pikuk di tengahjalan memalingkan kita untuk mencapai tujuan. Aku memutuskan untuk mendahulukan urusan akhirat," tegas Hamid.

Hamid pun bersiap-siap untuk berangkat shalat Jumat. Kewajiban memang harus didahulukan. Sementa¬ra pekeijaan ditinggalkan, ia bertawakal kepada Allah. Ketika Hamid pulang dari masjid, sebelum sampai ke rumah, ia melewati ladangnya. Hamid sangat heran, ia melihat ternyata ladangnya sudah ada yang menyirami. Kemudian, ia sengaja pergi ke kandang dan keledainya pun sudah ada di sana. Ketika tiba di rumah, Hamid tak sabar bertanya pada istrinya. Rupanya, istrinya tengah membuat adonan tepung untuk membuat kue.

"Kau sudah mendapatkan tepungmu, Istriku. Demikian pula dengan keledaiku. Ia sudah ada di kandangnya dan ladangku sudah ada yang menyirami. Bisakah kau menjelaskan semua peristiwa ini?" tanya Hamid penasaran.
Istrinya menjelaskan, "Tadi aku mendengar suara ringkikan di luar rumah. Ternyata yang meringkik itu suara keledai kita. Ia ketakutan karena di belakangnya ada harimau. Setelah keledai masuk ke dalam rumah bersamaku, harimau itu pergi.

Lalu, aku masukkan ia ke kandang. Mengenai ladang, sebenarnya tadi ladang yang bersebelahan dengan ladang kita sedang disirami oleh pemiliknya. Namun, ia ketiduran dan airnya terus mengalir sampai ke ladang kita. Kalau masalah tepung, ternyata tepung milik kita terbawa pulang oleh tetangga kita yang sama-sama sedang menggiling tepungnya. Tetapi setelah ia sampai di rumah, ia baru sadar bahwa tepung itu bukan miliknya. Oleh karena itu, tadi ia mam¬pir ke sini untuk mengantarkan tepung milik kita."

Bukan main gembira dan bersyukurnya Hamid mendengar semua penjelasan istrinya. Ia lalu menengadahkan tangan dan berdoa. ‘Ya Allah, hamba telah melaksanakan satu kewajibanku kepada-Mu. Kau kemudian
membahasnya dengan menyelesaikan tiga pekeijaaanku. Demi Allah, hanya kepada-Mu hamba bersyukur."
"Sebenarnya, kita beribadah itu bukan untuk Allah, melainkan untuk diri kita sendiri. Karena Allah Maha Membalas terhadap hamba-hamba-Nya
yang bersyukur. "

Akhlak itu sangat Penting

Yang merusak penilaian orang banyak terhadap
sebuah agama itu bukan karena fitnah, tuduhan,
olok2 dari luar atau orang lain.
Yang cepat sekali merusaknya adalah kelakuan
orang-orang di dalamnya. Cepat dan ringan,
hingga tidak terasa oleh yang melakukannya kalau
dia sedang 'merusak' agamanya sendiri.
Yang mengangkat citra sebuah agama juga jelas
bukan karena banyak orang yang memuji-muji,
menyanjung.
Yang cepat sekali mengangkatnya adalah perangai
orang-orang di dalamnya. Itulah kenapa 'akhlak yg
baik' serta 'kebermanfaatan
', menjadi penting.

Kisah Umar bin Khattab ra

Pernah terjadi suatu ketika Umar bin Khathab bertemu dengan Abu Hurairah, "Mau pergi kemana engkau, hai Abu Hurairah?" Tanya Umar
"Aku mau ke pasar, akan aku umumkan apa yang kudengar dari Rasulullah SAW," Jawab Abu Hurairah. "Apa kata Beliau ?", Umar bertanya lagi "Setiap orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka akan masuk Surga". "Tunggu dulu, wahai sahabat", cegah Umar. Umar bin Khathab pun kemudian pergi menemui Rasulullah. "Yaa Rasulullah, apakah benar engkau bersabda demikian (sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Hurairah)?" Tanyanya. Dan Rasul pun meng-iya-kan. "Tetapi, Yaa Rasul, saya keberatan kalau sabdamu itu disebarkan kepada sembarang orang karena dikuatirkan akan salah dalam menafsirkannya.
"

Mendengar keberatan Umar itu, Rasul tercenung, lalu sesaat kemudian bersabda, "Yaa, aku setuju dengan pendapatmu". Abu Hurairah pun lalu dilarang untuk mengumumkannya di pasar.

Demikianlah, perkataannya benar, sesuai dengan kenyataan. Akan tetapi, karena dikuatirkan akan salah penafsiran orang yang mendengarnya, karena diucapkan tidak pada tempatnya.

Sunnah dalam wudhu



Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam seluruh urusan beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

Dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ ْوُضُوءٍ
“Sekiranya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, sungguh akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali wudhu.” (HR. Ahmad dalam beberapa tempat dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 70)

Dari Umar dari Nabi -alaihishshalat
u wassalam- bahwa beliau bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
“Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudlu, lalu bersungguh-sungguh atau menyempurnakan wudhunya kemudian dia membaca: ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAN ABDULLAHI WARASULUH (Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya) melainkan kedelapan pintu surga akan dibukakan untuknya. Dia masuk dari pintu manapun yang dia kehendaki.” (HR. Muslim no. 234)

Dalam riwayat lain dengan lafazh:

مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
“Barangsiapa yang berwudhu lalu membaca: ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WARASULUH (Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Di antara kesempurnaan wudhu adalah disunnahkan untuk memulai dengan mencuci anggota wudhu yang sebelah kanan sebelum yang kiri, yakni pada kedua telapak tangan, tangan sampai siku, dan kedua kaki. Hanya saja berhubung hukumnya sunnah, maka barangsiapa yang memulai dengan yang kiri maka sungguh dia telah menyelisihi sunnah walaupun dia tidak berdosa dan wudhunya tidak makruh apalagi batal. Dan syariat memulai dengan yang kanan ini berlaku pada semua jenis amalan dan tindakan, berdasarkan hadits Aisyah di atas.

Kemudian, sebelum wudhu, seseorang juga disunnahkan untuk bersiwak. Siwak secara bahasa mempunyai dua makna:

.Akar kayu yang sudah ma’ruf (diketahui bersama) yang digunakan untuk membersihkan gigi.
.Pekerjaan membersihkan gigi.
Karenanya semua pekerjaan membersihkan gigi itu dinamakan bersiwak walaupun tidak menggunakan kayu siwak, menurut pendapat yang paling kuat. Maka jika seseorang tidak mempunyai kayu siwak, dia tetap bisa mengerjakan sunnah yang mulia ini dengan cara membersihkan giginya dengan pasta gigi, atau sekedar dengan sikat gigi atau dengan menggosok giginya dengan kain atau jari, dan seterusnya dari bentuk pekerjaan membersihkan gigi.
Walaupun demikian, tentu saja lebih utama seseorang itu bersiwak dengan kayu siwak, karena inilah yang datang dalam nukila perbuatan Nabi , bahwa beliau bersiwak dengan menggunakan kayu siwak.

Hadits Abu Hurairah tentang siwak di atas juga sebagai sanggahan kepada sebagian ulama yang memakruhkan atau melarang seseorang yang berpuasa untuk bersiwak/menggosok gigi setelah zuhur. Hal itu karena hadits di atas datang dalam bentuk umum ‘setiap kali wudhu’, tanpa ada pembedaan dari Nabi -alaihishshalatu wassalam- antara sedang puasa dengan tidak puasa. Karenanya tetap disunnahkan seseorang yang berpuasa untuk bersiwak, dan bagi yang menggunakan pasta gigi harus tetap menjaga jangan sampai ada pasta yang tertelan olehnya.

Kemudian, sunnah terakhir yang tersebut dalam dalil-dalil di atas adalah sunnahnya berdoa setelah wudhu dengan doa yang ma`tsur di atas, dan Nabi -alaihishshalatu wassalam- telah menjanjikan pahala masuk surga bagi siapa saja yang mengucapkannya.

## RIYA’ ##



Makna asal kata riya’ adalah mengharap orang melihat posisinya. Terkadang dilakukan dengan amalan yang bukan ibadah, dan terkadang juga dengan ibadah.

Allah Swt. berfirman,

”... Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya’....”(QS. Al-Ma’un [107]: 4-6)

Ada beberapa bentuk riya’, dan setiap muslim dituntut untuk mengetahuinya agar dapat menjauhinya.

1. Seseorang melakukan amalan semata-mata agar diketahui orang.

Bentuk ini termasuk dalam kategori munafik. Tidak diragukan lagi amalan seperti ini tidak diterima oleh Allah dan akan mendapatkan kemurkaan dan siksa dari-Nya.

2. Melakukan sesuatu amalan karena Allah, tetapi apabila ada orang lain, maka ia lebih bersemangat memperbagus ibadahnya (syirik tersembunyi).

Contoh, ada orang yang biasa shalat tahajjud, saat kedatangan tamu ia lebih menggiatkannya lagi. Ia senang jika ibadahnya dikenal atau dilihat orang.

3. Seseorang melakukan ibadah dengan ikhlas. Lalu ibadahnya diketahui masyarakat sehingga mereka memujinya. Dan dia merasa senang dan bangga atas pujian itu.

4. Riya’ yang paling halus adalah seorang yang menyembunyikan amal ketaatannya, akan tetapi apabila ia bertemu dengan orang lain, ia lebih suka jika orang itu mengawali mengucapkan salam, memberi hormat, serta memberi keringanan di dalam suatu urusan terhadapnya. Sekiranya tidak didapati hal seperti itu, dia merasa sakit hati, seolah-olah ketaatan yang disembunyikanny
a tidak ada manfaatnya. Na’udzubillah...

Kita memohon kepada Allah agar dijauhi dari penyakit riya’.

ALLAH SENANG KETIKA DIMINTA.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Ketika kita berdo'a kepada Allah, dan memperbanyak do'a kepadaNya, meminta dan memohon kepadaNya, maka sesungguhnya Allah itu senang jika diminta. Sedangkan kebalikannya, Allah marah kepada hambaNya jika tidak pernah meminta dan berdo'a, Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa'alaa aalihi wasallam bersabda, من لم يدع الله غضب الله عليه "Barangsiapa yang tidak berdo'a kepada Allah, (maka) Allah murka kepadanya." {HR. Ahmad (no.9426, 9822). At-Tirmidzi (no.3373).} Bahkan Allah menggolongkan mereka kepada orang-orang yang sombong, Allah berfirman, ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” {QS. Ghafir: 60.} Salam santun ukhuwah penuh cinta.

Lakukan dzikir di setiap kondisi

Meninggalkan perbuatan yang sia-sia merupakan salah satu ciri orang mukmin sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an surah al-Mu'minuun [23] ayat 3 : dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Senada dengan ayat ini, Rasul telah bersabda, "Salah satu tanda kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya."

Salah satu cara yang bisa kita tempuh agar setiap perbuatan kita bermanfaat, adalah dengan melakukan dzikir di setiap kondisi...

*** PERNAHKAH MENGINGAT MATI? ***


Kematian merupakan puncak kesakitan dan kepiluan. Perpisahan yang tiada tandingnya. Perpisahan dengan semua kesenangan dunia.

Pada saat itu, jalan pernafasan menjadi sempit. Udara yang keluar dan masuk menjadi terhambat, lalu berhenti. Seluruh anggota tubuh kehilangan kelayakannya...
.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, ....” (QS. Al-Jumu’ah:

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu...” (QS. An-Nisa’: 78)

Orang yang tidak pernah mengingat mati kelupaannya terhadap Allah sangatlah besar. Jika diingatkan tentang kematian ia tidak menyukainya. Ia tak ingin berpisah dengan dunianya. Ia teramat cinta kepada harta benda dan keturunannya.

Dalam mengingat mati, manusia dapat dikelompokkan ke dalam 3 golongan,

PERTAMA; Orang yang disibukkan oleh dunia. Mereka benar-benar lupa kepada kematian.

Mereka adalah orang-orang yang membangun dunianya, dan merobohkan akhiratnya. Mereka akan marah dan bahkan membenci orang yang mengingatkannya kepada kematian.

KEDUA; Orang yang mengingat mati ketika diingatkan. Atau ketika salah seorang yang dicintainya meninggal dunia.

Ia sangat tersentuh, namun hal itu tidak lama menetap di dalam hatinya (barangkali, ketika mereka larut dalam tawa dan obrolan). Makna kematian belum mengakar kuat di dalam hatinya.

KETIGA; Orang yang tidak lupa dengan kematian. Dia terus mengingatnya disepanjang hidupnya.

Ia sangat merindukan pertemuan dengan Tuhannya, Allah ‘Azza wa Jalla. Orang seperti ini adalah orang mukmin yang kuat keimanannya.

Termasuk golongan yang manakah kita? Hanya hati yang jujur bisa menjawab.

HIKMAH HIKMAH KEHIDUPAN


• Semulia mulianya manusia ialah orang yang mempunyai adab yang merendah diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas & bersikap adil ketika kuat. (Khalifah Abdul Malik Marwan)

• Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak.

• Tidak ada satu hal pun yang mustahil bila Allah menghendaki.

• Apa yang memberi kita harapan dalam hidup kita adalah keberanian.

• Tidak ada insan suci yang tidak mempunyai masa lampau dan tidak ada insan yang berdosa yang tidak mempunyai masa depan.

• Sesungguhnya org yang sempurna akalnya ialah yang selalu memprbaiki dirinya, dan selalu bersiap, beramal, berbekal untuk menghadapi hari kemudian sesudah mati.

• Berbahagialah orang yang perkataannya dzikir, dan diamnya berfikir, dan pandangannya perhatian.

• Jika dunia ini persinggahan, mengapa tidak kita perbanyak bekal untuk meneruskan perjalanan?

• Sabar adalah jalan keluar bagi orang yg tidak bisa menemukan jalan keluar.

• Kecantikan bukan terletak pada pakaian yg dipakai tetapi ia bergantung kepada keelokan akhlak dan budi pekerti.

• Jauhilah bersahabat dgn orang yg suka berbuat jahat krn ia tidak malu untuk menjualmu dgn harga yg sangat murah.

• Jauhilah berteman dgn pembohong karena ia boleh jadi menjadikan orang yg dekat lari daripadamu dan sebaliknya.

• Janganlah berkawan dgn orang yg bakhil karena ia akan melupaimu di waktu kamu sangat memerlukannya.

• Jangan berkawan dgn orang yg tamak krn pada zahirnya ia ingin membahagiakanmu
tp hakikatnya dia akan mencelakakan.

• Jangan engkau percaya melihat kegagahan seorang lelaki. Tetapi jika mereka teguh memegang amanah & menahan tangannya dari menganiaya sesamanya, itulah lelaki yg sebenarnya.

• Barangsiapa yg jernih hatinya, akan diperbaiki Allah pula pada yg nyata di wajahnya.

• Kemarahan org yg berakal dilihat pd tindak tanduknya dan kemarahan yg ada pd org jahil itu dpt dilihat melalui perkataannya.

• Keadilan itu surga bagi orang yg dizalimi tetapi keadilan itu adalah neraka bagi orang2 yg berbuat zalim.

• Kalau engkau merasa berkuasa utk membuat aniaya kpd hamba Allah, ingatlah pula bhw Allah lbh berkuasa membalasnya.

• Jagalah dirimu baik2, usahakanlah kemuliaannya, krn engkau dipandang manusia bukan sebab rupa ttapi kebaikan budi dan adab.

• Orang2 yg suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.

• Tdk ada sorg hmba pun yg mninggalkn ssuatu krn Allah, kcli Dia tentu akn mnggntinya dgn ssuatu yg lbh baik dibanding yg ditinggalkannyaitu.

• Adakalanya kita perlu tertawa, agar kita tahu nilai mahalnya setetes air mata. Adakalanya kita prlu menangis, agar kitat tahu bhw hidup ini bkn skedar utk trtawa.

• Islam itu berlepas tangan dari orang yg ragu & hina. Yg memandang Islam hanya puasa & sholat padahal puncak agama itu adalah jihad..

• Yang bertakziyah dan yang mendapat ucapan bela sungkawa semuanya akan mati, meskipun mereka akan hidup sampai waktu yang tertentu

Yaa Allah ampuni Hamba





Ya Allah, Engkaulah Tuhanku,
tiada Tuhan kecuali Engkau.
Engkau ciptakan aku dan aku hambaMu.
Aku berada di atas janjiMu, semampuku.
Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan perbuatanku.
Aku mengakui banyak nikmatMu
yang telah Engkau anugerahkan kepadaku,
dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku,
Karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosa kecuali Engkau.

Aku mohon ampun kepada Allah,
yang tiada Tuhan kecuali Dia,
Yang Maha hidup kekal
dan senantiasa mengurus makhlukNya
dan kepadaNya lah aku bertaubat.

Wanita Muslimah itu paham aturan Allah


TAK MAU SHOLAT..?

Orang Yang Sholat saja belum Tentu akan Masuk Surga,
Apalagi yang tak mau Sholat.

TAK MAU BERJILBAB..?

Orang yang berjilbab saja belum Tentu ia selamat dari siksa Neraka..
Apalagi yang tak mau berjilbab.

BERPACARAN..?
Orang yang tak pacaran juga belum tentu selamat dari bahaya Zina..
Apalagi orang yang berpacaran..

Maka :
- Sholatlah walaupun berat
- Berjilbablah walaupun terasa gerah
- Hindarilah pacaran walaupun ada Niat menikahinya

Karena :
- Orang yang Sholat setidaknya ia sedang berusaha mendekati Surga
- Orang yang berjilbab setidaknya ia sedang menjauhi dari Neraka
Dan
-orang yang tak Berpacaran setidaknya sedang menjauhi Zina.

Setuju..?

"MENJAUHI PACARAN ITU MULIA"



Tak pacaran di Malam Minggu juga tak bakalan kiamat.
Malah bikin diri menjadi terhormat.

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak bakalan nelangsa.
Malah bikin hidup menjadi mulia.

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak bakalan berduka.
Malah bikin hati merasa bahagia.

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak bakalan galau.
Malah bikin akhlak tetap berkilau.

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak berarti tak laku.
Malah itu bukti kemuliaan dalam berprilaku.

Ingin hidup terhormat?
Jadilah insan yang taat.

Ingin hidup mulia?
Jauhilah perbuatan dosa.

JOSH BERANI JOMBLO BERANI MENGEJAR JODOH (Motivasi Perbaikan Diri Jodoh Terbaik)

no couple before akab.. go living halal..

Rukun dan Tata Cara wudhu yang benar

assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.


Rukun dan Tata Cara wudhu yang benar

Firman Alloh:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka cucilah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian sampai dengan siku, dan usaplah kepala-

kepala kalian dan (cucilah) kaki-kaki kalian sampai pada kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)


1.Dalil wajibnya adalah firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Maidah ayat 6 yang telah kami bawakan, dan juga sabda Nabi -alaihishshalatu wassalam-, “Allah tidak akan menerima shalat

tanpa thaharah,” (HR. Al-Jamaah kecuali Al-Bukhari)

2.Nabi -alaihishshalatu wassalam- berwudhu setiap kali mau shalat (HR. Al-Bukhari dan Imam Empat). Beliau bersabda, “Seandainya saya tidak menyusahkan umatku niscaya saya

akan memerintahkan mereka untuk berwudhu setiap kali mau shalat, dan bersama wudhu ada bersiwak.” (HR. Ahmad dengan sanad yang shahih sebagaimana dalam Al-Muntaqa)

3.Niat hukumnya adalah rukun wudhu, berdasarkan sabda Nabi yang masyhur, “Sesungguhnya setiap amalan -syah atau tidaknya- tergantung dengan niat.” (HR. Al-Bukhari dan

Muslim)

4.Didahului dengan bersiwak atau menyikat gigi.
Hal ini berdasarkan sabda beliau, “Seandainya saya tidak takut untuk menyusahkan umatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali wudhu.” (HR. Malik dari

Abu Hurairah)

5.Lalu membaca basmalah -dan hukumnya adalah sunnah-, dengan dalil sabda beliau -alaihishshalatu wassalam-, “Berwudhulah kalian dengan membaca bismillah.” (Dihasankan oleh

Al-Albani)

6.Mencuci kedua telapak tangan tiga kali dan hukumnya adalah sunnah berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.

7.Berkumur dan memasukkan sebagian air ke dalam hidung lalu dikeluarkan,

Perlu untuk diperhatikan termasuk di dalamnya madhmadhoh (berkumur-kumur) dan istinsyaq (memasukkan air dan menghirupnya hingga ke bagian dalam hidung).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian berwudhu hendaklah ia melakukan istinsyaq.” (HR. Muslim). Adapun tentang madhmadhoh, beliau

shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau berwudhu, maka lakukanlah madhmadhoh.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu majah dengan sanad yang shahih)

Berdasarkan sabda Nabi -alaihishshalatu wassalam-, “Kalau salah seorang di antara kalian berwudhu maka hendaknya dia memasukkan air ke dalam hidungnya kemudian

mengeluarkannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Beliau menggabungkan antara kumur-kumur dan istinsyaq dengan cara setengah dari air yang beliau ambil, beliau

masukkan ke dalam mulut dan setengahnya lagi ke dalam hidung. Beliau istinsyaq dengan tangan kanan dan istintsar dengan tangan kiri, berdasarkan hadits Ali bin Abi Thalib. Dan

beliau memerintahkan untuk bersungguh-sungguh dalam istinsyaq kecuali dalam keadaan berpuasa dengan sabdanya, “Bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air ke hidung

kecuali kalau kamu dalam keadaan berpuasa.” (HR. Abu Daud dari Laqith bin Saburah)

Sehingga orang yang berwudhu tanpa disertai dengan madhmadhoh dan istinsyaq maka wudhunya tidak sah.

8.Mencuci wajah, dan hukumnya adalah rukun wudhu karena tersebut dalam surah Al-Maidah. Disunnahkan juga ketika mencuci wajah untuk menyelang-nyelingi jenggot.
Mencuci wajah merupakan salah satu rukan wudhu, artinya tidak sah wudhu tanpa mencuci wajah. Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak

mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu.” (QS. Al-Maidah: 6)

Termasuk salah satu kewajiban dalam wudhu adalah menyela-nyela jenggot bagi yang memiliki jenggot yang lebat berdasarkan hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya

apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, beliau mengambil setelapak air kemudian memasukkannya ke bawah dagunya selanjutnya menyela-nyela jenggotnya.

Kemudian bersabda, “Demikianlah Rabbku memerintahkanku.” (HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi, Al-Hakim dengan sanad shahih lighoirihi).

9).Kemudian mencuci kedua tangan samapai melewati siku dan beliau juga memerintahkan untuk menyelang-nyelingi jari-jemari. Hukum mencuci tangan samapai ke siku adalah rukun

wudhu.,

“Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku tentang wudhu?’” Nabi berkata, “Sempurnakan wudhu-mu, dan sela-selalah antara jari-jemarimu, dan bersungguh sungguhlah

dalam memasukkan air ke dalam hidung kecuali jika kamu dalam keadaan berpuasa.” (Diriwayatkan oleh lima imam, dishahihkan oleh Tirmidzi)

Para ulama telah bersepakat tentang wajibnya mencuci kedua tangan ketika berwudhu. Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak

mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan juga tanganmu sampai dengan siku.” (QS. Al-Maidah: 6)

Perlu untuk diperhatikan bahwa siku adalah termasuk bagian tangan yang harus disertakan untuk dicuci.

10).Mengusap (menyapu) seluruh kepala (termasuk mengusap kedua daun telinga),

Mengusap kepalanya sekali, dari mulai tempat tumbuh rambut bagian depan sampai akhir tumbuhnya rambut dekat tengkuknya, kemudian mengembalikan usapan itu (membalik)

sampai kembali ketempat semula memulai, kemudian memasukkan masing-masing jari telunjuknya ke telinga dan menyapu bagian daun telinga dengan kedua jempolnya.

Allah berfirman yang artinya, “… dan usaplah kepalamu.” (QS. Al-Maidah: 6). Yang dimaksud dengan mengusap kepala adalah mengusap seluruh bagian kepala mulai dari depan

hingga belakang. Adapun apabila seseorang mengenakan sorban, maka cukup baginya untuk mengusap rambut di bagian ubun-ubunnya kemudian mengusap sorbannya. Demikian

pula bagi wanita yang mengenakan kerudung.

Adapun mengusap kedua telinga hukumnya juga wajib karena termasuk bagian dari kepala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kedua telinga termasuk kepala.” (HR. Ibnu

Majah, shahih). Mengusap kedua telinga ini dilakukan setelah mengusap kepala dengan tanpa mengambil air yang baru.

Hadits Abdullah bin Zaid, dimana beliau juga memperagakan sifat wudhu Nabi.

Dia meminta baskom berisi air lalu menuangkan air ke dua telapak tangannya dan mencuci keduanya sebanyak tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangannya kedalam baskom lalu

berkumur-kumur, istinsyaq dan istintsar sebanyak tiga kali dari tiga kali mengambil air. Kemudian dia mengambil air lalu mencuci wajahnya sebanyak tiga kali. Kemudian dia mengambil

air lalu mencuci tangan sampai sikunya sebanyak dua kali. Kemudian dia mengambil air lalu mengusap kepalanya -ke belakang dan ke depan- sebanyak satu kali.Kemudian dia

mencuci kedua kakinya.

Dalam sebagian riwayat: Beliau memulai mengusap pada bagian depan kepalanya kemudian mendorong kedua tangannya sampai ke tengkuknya, kemudian kedua tangannya

kembali ke bagian depan kepalanya.

11).Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki,

Allah berfirman yang artinya,” dan (cucilah) kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Mencuci kedua kaki -dan hukumnya adalah rukun- sampai melewati mata kaki. Semua bagian kaki harus terkena air wudhu, karena Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda,

“Celakalah bagi tumit-tumit (yang tidak terkena air, pent) dari api neraka.”

Perlu untuk diperhatikan bahwa kedua mata kaki adalah termasuk bagian kaki yang harus disertakan untuk dicuci. Adapun menyela-nyela jari-jari kaki hukumnya juga wajib apabila

memungkinkan bagian antar jari tidak tercuci kecuali dengan menyela-nyelanya.

12).Tertib (berurutan).

Muwalat adalah berturut-turut dalam membasuh anggota wudhu. Maksudnya adalah sebelum anggota tubuh yang dibasuhnya mengering, ia telah membasuh anggota tubuh yang

lainnya.

Disunnahkan memulai dengan bagian kanan dalam mencuci semua anggota wudhu yang berjumlah sepasang, kecuali telinga karena keduanya diusap secara bersamaan. Nabi -

alaihishshalatu wassalam- bersabda, “Kalau kalian memakai pakaian dan kalau kalian berwudhu, maka mulailah dengan bagian kanan kalian.” (HR. Abu Daud dengan sanad yang

shahih)

15.Nabi -alaihishshalatu wassalam- pernah berwudhu dengan mencuci setiap anggota wudhu sebanyak satu kali-satu kali, juga pernah dua kali-dua kali dan juga tiga kali-tiga kali. Dan

beliau bersabda, “Barang siapa yang menambah lebih dari itu maka sesungguhnya dia telah berbuat jelek, melampaui batas dan berbuat zhalim.”

16.Setelah wudhu disunnahkan membaca doa, “Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluhu. Allahummaj’alni minat

tawwabina waj’alni minal mutathahhirina (Saya bersaksi bahwasannya tiada ada illah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa

Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah jadiknlah saya termasuk golongan orang-orang yang telah bersuci).”

Atau membaca, “Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa

tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”

Dalilnya adalah hadits Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seorang laki-laki yang berwudhu dan meninggalkan bagian sebesar kuku pada kakinya yang belum

tercuci. Ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya maka beliau bersabda,
“Kembalilah dan perbaikilah wudhumu!” (HR. Muslim).

17).Muwalah (tidak diselingi dengan perkara-perkara yang lain).

Dalam suatu riwayat dari sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bahwasanya Nabi melihat seseorang sedang shalat, sementara di bagian atas kakinya terdapat bagian

yang belum terkena air sebesar dirham. Maka Nabi memerintahkannya untuk mengulangi wudhu dan shalatnya.” (HR. Abu dawud, shahih).
Dari hadits di atas, dapat kita ketahui bahwa muwalaat merupakan salah satu rukun wudhu. Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mencukupkan diri dalam

memerintahkan orang yang belum sempurna wudhunya untuk mencuci bagian yang belum tercuci sebelumnya, namun beliau memerintahkan orang tersebut untuk mengulangi

wudhunya.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.....
Silahkan di tag,share/copaz dan di sebarluaskan ,sekiranya ada manfaat.Semoga Alloh Azza wa Jalla berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin yaa Alloh, Aamiin yaa Robbi, Aamiin yaa Alloh yaa Robbal’alaamiin

Apakah TUHAN Benar-benar Ada? (3 Pertanyaan, 1 Jawaban)



Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (ustadz)/
siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda :: (Dengan nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa...?? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??

Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan Anda.

Pemuda :: (Tetap dengan nada sombong) Anda yakin....?? Sedang profesor & banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya...!!

Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan...??

1. Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya?

2. Apakah yang dinamakan TAKDIR...??

3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama? Apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba pemuka agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.

(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata ::

Pemuda :: Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??

Ustadz :: Saya tidak marah...!!! Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya...!!

Pemuda :: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti...??!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!

Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit...!!

Ustadz :: Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada...?!!

Pemuda :: Ya... Percaya...!!

Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu...??!!

Pemuda :: Saya tidak bisa...!!

Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.

Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..??!!

Pemuda :: Tidak...!!

Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini...??!!

Pemuda :: Tidak...!!

Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR...!!

Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!

Ustadz :: Terbuat dari apa pipi Anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!

Pemuda :: Sakit...!!

Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.

MASIHKAH ANDA MERAGUKAN KEHADIRAN 'TUHAN' DALAM HARI-HARI ANDA ?

Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimi pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat...


subhanallah....
mudah2n dengan kerendahan hati, kita semakin lebih memperkokoh keimanan kita kepada Allah Subhanahu wata'ala,
dan dijauhkan dari sgala sifat2 MUNAFIK ...
aamiin Yaa Robbal'alamiin.

Si kecilpun bisa kenapa kita menutup mata

Subhanallah,...
.
Si kecil mujib (4 tahun) sedang di test hafalan JUZ 30 secara acak dan alhamdulillah dengan lugunya dia bisa menyelesaikannya dengan baik,...
MasyaAllah,.... sampai2 sang pengujinya pun harus benar2 menyimak bacaan si Mujib dengan baik,

sya sampe mewek karena terharu,...
Subhanallah,....
Saya akui saya iri dan saya harus belajar,...
InsyaAllah

mari sob semangat tahfidz qur'an nya biar jdi hafidz dan hafidzoh.. mnjadi generasi ummat islam yg berguna bagi bangsa dan agama... dan smoga bsa mendidik anak2 kita dgn al-qur'an dan sunnah spya mnjadi ank sholeh dan sholehah yg bsa mengantarkan kita ke JANNAH NYA aamiin

Bahaya Mengintai di Lingkungan Pergaulan Buruk



Siapa yang bersama-sama dengan ahli kebathilan (orang-orang yang buruk agamanya, red), maka ia akan sama-sama mendapatkan hukuman. Hukuman tersebut akan menimpa yang sholih maupun tholih (pelaku maksiat), pelaku kebaikan dan pelaku kejahatan, mukmin dan kafir, orang yang taat shalat dan pembangkang. Hukuman tersebut akan menimpa mereka semua. Namun pada hari kiamat, mereka akan dibangkitkan sesuai niatan mereka. Hal ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat,

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al Anfal: 25).

(Namun) niat dalam beramal memegang peranan penting. Ketika suatu kaum disiksa dan siksaan tersebut menimpa pula orang-orang sholih, maka nanti yang diperhatikan adalah niatan mereka. Di dunia, mereka bisa jadi mendapatkan azab yang sama. Namun di akhirat, mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka.

‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan ada satu kelompok pasukan yang hendak menyerang Ka’bah, kemudian setelah mereka berada di suatu tanah lapang, mereka semuanya dibenamkan ke dalam perut bumi dari orang yang pertama hingga orang yang terakhir.” ‘Aisyah berkata, saya pun bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, sedangkan di tengah-tengah mereka terdapat para pedagang serta orang-orang yang bukan termasuk golongan mereka (yakni tidak berniat ikut menyerang Ka’bah)?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenjawab,
“Mereka semuanya akan dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, kemudian nantinya mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka.” (HR. Bukhari no. 2118 dan Muslim no. 2884, dengan lafazh Bukhari).

Imam Nawawi membawakan hadits di atas dalam kitab Riyadhus Sholihin dalam Bab “Ikhlas dan menghadirkan niat dalam setiap amalan dan ucapan baik yang nampak maupun yang tersembunyi.” Kaitan hadits di atas dengan judul bab adalah pada penggalan hadits, “kemudian nantinya mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka”.

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Setiap amalan manusia tergantung pada niatnya. Dan ada yang berniat baik, ada pula yang berniat buruk.

2- Bahaya berteman dengan ahli maksiat dan orang yang berbuat zholim.

3- Motivasi supaya berteman dengan orang-orang yang baik.

4- Siapa yang bersama-sama dengan ahli kebatilan, maka ia akan sama-sama mendapatkan hukuman. Hukuman tersebut akan menimpa yang sholih maupun tholih (pelaku maksiat), pelaku kebaikan dan pelaku kejahatan, mukmin dan kafir, orang yang taat shalat dan pembangkang. Hukuman tersebut akan menimpa mereka semua. Namun pada hari kiamat, mereka akan dibangkitkan sesuai niatan mereka. Hal ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat,

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al Anfal: 25).

5- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang perkara ghoib, yaitu tentang hari berbangkit. Perkara ghoib seperti ini wajib diimani. Apa yang beliau beritakan pasti akan terjadi karena tidak mungkin Rasul kita memperturut hawa nafsunya sendiri.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik supaya bisa ikhlas dan menghadirkan niat dalam setiap perkataan maupun perbuatan.



Referensi:

Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, hal. 28-29.

Nuzhatu Syarh Riyadhish Sholihin, Dr. Musthofa Al Bugho, dll, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1432 H, hal. 14.

Syarh Riyadhish Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, terbitan Madarul Wathon, cetakan tahun 1426 H, hal. 30.

rumaysho.com/

Berhijab atau tidak kalian akan di hijab



Cepat atau Lambat!!!
Seluruh wanita islam di dunia ini pasti dan akan dihijab!!!

kalau tidak percaya lihat saja gambar di atas..

senyum santun dan pesan buat kami pribadi,keluarg
a,sahabat dan semua saudariku wanita muslimah ,janganlah menunda suatu ketaatan,janganlah mengatakan belum dapat hidayah sedang kita tidak mencari dan berusaha mendapatkannya...

percaya dan yakinlah itu suatu ketetapan dari Alloh dan RosulNya

( KAJIAN ) SURAH AL-MULK PENGHALANG SIKSA KUBUR


Salah satu surah yang memiliki kekhususan tersebut adalah sebuah surah yang berisi 30 ayat. Allah menurunkan surah tersebut di hati Muhammad sebelum beliau hijrah ke Madinah. Surah Mekah ini berisi tentang persoalan akidah, hujah orang kafir, perdebatan orang musyrik, keadaan penduduk surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya, serta keadaan penduduk neraka dan azab yang ada di dalamnya.

Rasulullah saw. telah memberitahukan bahwa surah yang diberkahi ini merupakan pencegah, penjaga, penyelamat, dan pemberi syafa'at. Ia akan memberikan syafaat kepada pemilik(pembaca
)nya, menyelamatkan dari azab kubur, dan membelanya didepan Rab-Nya Azza Wa Jalla pada hari kiamat kelak.

Surah agung itu adalah surah al-Mulk. Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan pemilik sunan yang empat, dari Abu Hurairah: "Sesungguhnya surah yang berisi tiga puluh ayat ini akan memintakan syafaat bagi pemiliknya maka dia pun diberi ampunan."

Dari Ibnu Abbas berkata, seorang laki-laki mendirikan kemah diatas kuburan yang tidak disadarinya. Lalu ia mendengar suara manusia tengah membaca surah al-Mulk hingga selesai. Lalu ia mendatangi Rasulullah saw. dan menceritakan kejadiannya: "Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemah diatas sebuah kuburan, tapi saya tidak menyadari kalau itu adalah kuburan. Lalu saya mendengar suara seseorang tengah membaca surah al-Mulk hingga selesai. Rasulullah saw. bersabda, "Itu adalah penghalang yang akan menyelamatkan pemiliknya dari azab kubur." (HR Tirmidzi).

Dari Jabir bin Abdillah berkata, "Rasululullah tidak tidur pada malam hari sehingga dia membaca (Alif Laam Miim, Tanzil) dan (Tabaaraka Biyadihil Mulku)." (HR Tirmidzi).

Adalah Ibnu Abbas r.a. memberi pengajaran kepada seseorang dengan bertanya, "Maukah engkau aku hadiahi sebuah hadis?" Laki-laki tersebut menjawab, "Ya," Ibnu Abbas berkata, "Bacalah (tabaarakalladzi biyadihil mulku) dan ajarkanlah kepada keluargamu, semua anak-anakmu, bayi-bayimu, dan tetanggamu. Karena, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:"Aku suka kalau surah itu berada dalam hati setiap orang dari umatku."

Inilah surah yang diberkahi yang semestinya kita selalu membacanya. Kita lantunkan dengan lesan, kita perhatikan dengan hati dan kita ajarkan kepada anak-anak dan istri kita. Marilah kita baca surah tersebut pada setiap malam. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla memberikan syafaatnya kepada kita lalu kita akan diselamatkan dari azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat.

Inilah surah yang diberkahi, wahai kaum muslimin rakhimakumullah. Surah yang berjalan sebagai surah makki dalam memberikan penjelasan tentang qudrah Allah Azza wa Jalla, berbicara tentang kebesaran-Nya dan menetapkan kenabian Muhammad saw. Surah ini dimulai dengan pujian kepada Allah Azza wa Jalla.

Tabaarakalladzii biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir (Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Biyadihil mulku (Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan).

Artinya, Allah memiliki kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dialah pemilik penciptaan dan perintah. Dialah yang memberi makan dan bukan yang diberi makan. Yang memberi balasan bukan yang diberi balasan; Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi sangat kokoh. Ditangan-Nyalah kerajaan setiap sesuatu. Pencipta segala sesuatu. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang dapat melemahkannya. Apabila Ia menghendaki sesuatu, ia berkata, "Kun" (jadilah), maka terjadilah.

Jadikan aku istrimu jangan kau jadikan aku pacarmu




jika kau berani,pinanglah aku
jika kau benar suka padaku
jika kau benar cinta padaku

jika kau benar menyayangiku
temuilah orangtuaku dan pinanglah aku...
Jika kau siap untk mengarungi bahtera hdup
rumah tangga,maka ikat lah aku dlm
hubungan yang suci yaitu pernikahan...

Tpi,jika kau msh beralasan belm siap dan blm
mampu,ku anggap kau hanya main2 saja...
Dan MAAF ku katakan padamu,dg tegas ku
menolak cintamu...
Aku tdak ingin jika hanya kau jadikan pacar..

setuju...???
apakah masih ada wanita yg mengatakan sprti itu...??
mudah2an ada dan malahan banyak yaa.. ayolah muslimah jgn mau di jadikan pacar.. bersikaplah tegas dalam menghadapi ikhwan yg mau ta'aruf

Tanda-Tanda ZUHUD

bissmillah

“Ketahuilah , bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah -megah antara kamu serta berbangga - bangga tentang banyaknya
harta dan anak , seperti hujan yang tanam- tanamannya
mengagumkan para petani ; kemudian tanaman itu menjadi kering
dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur .

Dan di
akhirat ( nanti ) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridhaan- Nya .

Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah
kesenangan yang menipu .

Berlomba- lombalah kamu kepada
( mendapatkan ) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya
seluas langit dan bumi , yang disediakan bagi orang - orang yang
beriman kepada Allah dan Rasul - rasul- Nya . Itulah karunia Allah ,
diberikan - Nya kepada siapa yang dikehendaki- Nya . Dan Allah
mempunyai karunia yang besar .

Tiada suatu bencanapun yang
menimpa di bumi dan ( tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan
telah tertulis dalam kitab ( Lauh Mahfuzh ) sebelum Kami
menciptakannya . Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah
bagi Allah .

( Kami jelaskan yang demikian itu ) supaya kamu jangan
berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu , dan supaya kamu
jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan - Nya
kepadamu .

Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong
lagi membanggakan diri . ” (Al Hadiid 20-23)


Rasulullah bersabda , “Demi Allah , perbandingan dunia dengan
akhirat seperti seorang menyelupkan tangannya ke dalam lautan ,
lihatlah apa yang tersisa . ” ( HR Muslim )

:: KU TUNGGU PINANGAN MU DUHAI AKHI ::



Bismillaihirrahmaanirrahiim

Jika benar engkau suka kepadaku,
Jika benar engkau cinta kepadaku,
Jika benar engkau sayang kepadaku,
Maka datanglah ke rumahku,
Temuilah kedua orang tuaku,

Katakan semua itu kepada Ayah dan Ibuku, dan pinanglah aku kepada mereka.

Jika engkau telah yakin, dan jika engkau telah siap membangun bahtera rumah tangga nanti, maka ikatlah aku dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci. Engkau berani bukan?

Jika engkau beralasan masih belum berani, jika engkau beralasan masih belum siap.

Maka kuanggap engkau hanya mau main-main saja dengan diriku, ku anggap engkau hanya ingin menjadikan aku sebagai pacarmu saja. Tak lebih dari itu,,

Maka kukatakan kepadamu, jangan engkau terlalu berharap aku akan menerima cintamu. Biar sajalah aku merasa lebih nyaman dengan kesendirianku.

Aku hanya akan mempersembahkan diriku seutuhnya kepada pasangan halalku nanti. Bukan untuk yang hanya mau main-main dengan hatiku..

Terlalu berharga hatiku untuk dipermainkan. Begitulah caraku melindungi diriku. Kefitrahan dan kehormatanku akan selalu tetap kujaga sampai tiba masanya nanti.

Aku tak mau menjerumuskan diri pada apa yang telah dilarang Agama.

Aku tak mau menjadikan kebebasanku akan menghancurkan masa depanku.

Yang ujung-ujungnya menjadikan diriku bersedih dan meratap dalam penyesalan yang berkepanjangan. Sungguh aku tak mau hal itu terjadi pada jalan hidupku..

Karena itu, jika engkau berani, ku tunggu kedatanganmu untuk menjemputku menjadi bidadarimu...!!!

InsyaAllah tetap terjaga dan terpelihara di PANTI JOMBLO sebelum HALAL "MasBro" (Hikmah Kesendirian tanpa Pacaran)
No couple before akad

Shalat Jum’at Haruskah dengan 40 Jama’ah?



Sebagaimana telah dijelaskan dalam tulisan yang telah lewat bahwa shalat Jum’at disyaratkan dengan berjama’ah di masjid. Sebagian ulama menyaratkan harus minimal 40 jama’ah agar bisa dinyatakan sah. Sebagian lainnya menyatakan dengan jumlah tertentu, 2, 3, 4, 12, dan Imam Ahmad sendiri menyaratkan 50 orang sebagaimana disebutkan dalam Al Mughni. Saat ini rumaysho.com akan meninjau masalah tersebut secara ringkas. Moga Allah mudahkan.

Shalat Jum’at dengan Berjama’ah

Dipersyaratkan demikian karena shalat Jum’at bermakna banyak orang (jama’ah). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menunaikan shalat ini secara berjama’ah, bahkan hal ini menjadi ijma’ (kata sepakat) para ulama. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 27: 202)

Jumlah Jama’ah Jum’at yang Disyaratkan[1]

Menurut madzhab Hanafiyah, jika telah hadir satu jama’ah selain imam, maka sudah terhitung sebagai jama’ah shalat Jum’at. Karena demikianlah minimalnya jamak. Dalil dari pendapat Hanafiyah adalah seruan jama’ dalam ayat,

فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ‌ اللَّـهِ وَذَرُ‌وا الْبَيْعَ

“Maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli” (QS. Al Jumu’ah: 9). Seruan dalam ayat ini dengan panggilan jamak. Dan minimal jamak adalah dua orang. Ada pula ulama Hanafiyah yang menyatakan tiga orang selain imam.

Ulama Malikiyyah menyaratkan yang menghadiri Jum’at minimal 12 orang dari orang-orang yang diharuskan menghadirinya. Mereka berdalil dengan hadits Jabir,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ قَائِمًا يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَجَاءَتْ عِيرٌ مِنْ الشَّامِ فَانْفَتَلَ النَّاسُ إِلَيْهَا حَتَّى لَمْ يَبْقَ إِلَّا اثْنَا عَشَرَ رَجُلًا

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri berkhutbah pada hari Jum’at, lalu datanglah rombongan dari Syam, lalu orang-orang pergi menemuinya sehingga tidak tersisa, kecuali dua belas orang." (HR. Muslim no. 863)

Ulama Syafi’iyah dan Hambali memberi syarat 40 orang dari yang diwajibkan menghadiri Jum’at. Penulis Al Mughni (2: 171) berkata, “Syarat 40 orang dalam jama’ah Jum’at adalah syarat yang telah masyhur dalam madzhab Hambali. Syarat ini adalah syarat yang diwajibkan mesti ada dan syarat sahnya Jum’at. … Empat puluh orang ini harus ada ketika dua khutbah Jum’at.”

Dalil yang menyatakan harus 40 jama’ah disimpulkan dari perkataan Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

لأَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ قَالَ لأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ جَمَّعَ بِنَا فِى هَزْمِ النَّبِيتِ مِنْ حَرَّةِ بَنِى بَيَاضَةَ فِى نَقِيعٍ يُقَالُ لَهُ نَقِيعُ الْخَضِمَاتِ. قُلْتُ كَمْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ قَالَ أَرْبَعُونَ.

“As’ad bin Zararah adalah orang pertama yang mengadakan shalat Jum’at bagi kami di daerah Hazmi An Nabit dari harrah Bani Bayadhah di daerah Naqi’ yang terkenal dengan Naqi’ Al Khadhamat. Saya bertanya kepadanya, “Waktu itu, ada berapa orang?” Dia menjawab, ”Empat puluh.” (HR. Abu Daud no. 1069 dan Ibnu Majah no. 1082. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

Begitu pula ditarik dari hadits Jabir bin ‘Abdillah,

مَضَتِ السُّنَّةُ أَنَّ فِيْ كُلِّ أَرْبَعِينَ فَمَا فَوْقَهَا جُمْعَةٌ

“Telah berlalu sunnah (ajaran Rasul) bahwa setiap empat puluh orang ke atas diwajibkan shalat Jum’at." (HR. Al Baihaqi dalam Al Kubro 3: 177. Hadits ini dho’if sebagaimana didho’ifkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaul Gholil 603. Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Talkhish Habir 2: 567 berkata bahwa di dalamnya terdapat ‘Abdul ‘Aziz di mana Imam Ahmad berkata bahwa haditsnya dibuang karena ia adalah perowi dusta atau pemalsu hadits. An Nasai berkata bahwa ia tidaklah tsiqoh. Ad Daruquthni berkata bahwa ia adalah munkarul hadits). Kesimpulannya hadits terakhir ini adalah hadits yang lemah (dho’if) sehingga tidak bisa menjadi dalil pendukung.

Sedangkan hadits Ka’ab bin Malik di atas hanya menjelaskan keadaan dan tidak menunjukkan jumlah 40 sebagai syarat. Sehingga pendapat yang rojih (kuat) dalam masalah ini adalah jama’ah shalat Jum’at tidak beda dengan jama’ah shalat lainnya. Artinya, sah dilakukan oleh dua orang atau lebih karena sudah disebut jamak.

Adapun hadits yang menceritakan dengan 12 jama’ah, maka hadits ini tidak dapat dijadikan dalil pembatasan hanya dua belas orang saja karena terjadi tanpa sengaja, dan ada kemungkinan sebagiannya kembali ke masjid setelah menemui mereka.

Adapula pendapat Imam Ahmad yang menyaratkan 50 orang, namun haditsnya lemah sehingga tidak bisa dijadikan pendukung. Seperti hadits Abu Umamah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

عَلَى الْخَمْسِيْنَ جُمْعَةٌ وَلَيْسَ فِيْمَا دُوْنَ ذَلِكَ

"Diwajibkan Jum’at pada lima puluh orang dan tidak diwajibkan jika kurang dari itu. (HR. Ad Daruquthni dalam sunannya 2: 111. Haditsnya lemah, di sanadnya terdapat Ja’far bin Az Zubair, seorang matruk).

Juga hadits Abu Salamah, ia bertanya kepada Abu Hurairah,

عَلَى كَمْ تَجِبُ الْجُمُعَةُ مِنْ رَجُلٍ ؟ قَالَ : لَمَّا بَلَغَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسِينَ جَمَّعَ بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Berapa jumlah orang yang diwajibkan shalat jama’ah?” Abu Hurairah menjawab, ”Ketika sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berjumlah lima puluh, Rasulullah mengadakan shalat Jum’at” (Disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni 2: 171). Al Baihaqi berkata, ”Telah diriwayatkan dalam permasalahan ini hadits tentang jumlah lima puluh, namun isnadnya tidak shahih.” (Sunan Al Kubra, 3: 255).

Pendapat Terkuat

Perlu diperhatikan bahwa jumlah jama’ah yang menjadi syarat sah Jum’at diperselisihkan
oleh para ulama sebagaimana penjelasan di atas. Namun jumlah jamak itu menjadi syarat sah shalat Jum’at berdasarkan ijma’ (kata sepakat ulama) (Lihat Syarh ‘Umdatul Fiqh, Prof. Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz Al Jibrin, 1: 396). Berapakah minimal jamak? Ada yang mengatakan dua dan mayoritas ulama menyatakan minimal jamak adalah tiga (Lihat catatan kaki Syarh ‘Umdatul Fiqh, 1: 396).

Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Shalat Jum’at adalah seperti shalat jama’ah lainnya. Yang membedakannya adalah adanya khutbah sebelumnya. Selain itu tidak ada dalil yang menyatakan bahwa shalat juma’at itu berbeda. Perkataan ini adalah sanggahan untuk pendapat yang menyatakan bahwa shalat Jum’at disyaratkan dihadiri imam besar, dilakukan di negeri yang memiliki masjid Jaami’, dan dihadiri oleh jumlah jama’ah tertentu. Persyaratan ini tidak memiliki dalil pendukung yang menunjukkan sunnahnya, apalagi wajibnya dan lebih-lebih lagi dinyatakan sebagai syarat. Bahkan jika ada dua orang melakukan shalat Jum’at di suatu tempat yang tidak ada jama’ah lainnya, maka mereka berarti telah memenuhi kewajiban.” (Ad Daroril Mudhiyyah Syarh Ad Durorul Bahiyyah, 163)

Wallahu a’lam bish showwab. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.


@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 25 Shafar 1433 H
rumaysho.com

salam tahajud

malam kelam..
sunyi sepi..
subhanallah hening dan tenang. .
ku tersenyum dalam diam..
syukur alhamdulillah ku panjatkan kerna diri bnyak dosa ini masih d beri kesempatan tuk selalu mohon ampunanNya..

salam tahajud dalam tenangnya hati semoga dosa yg tlah d lalui terampuni..

harap cemas dalam pengharapan..

Kata Hikmah Saidina Abu Bakar r.a

Orang bakhil tidak akan terlepas daripada salah satu daripada empat sifat yang membinasakan iaitu: dia akan mati dan hartanya akan diambil warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau ; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau ; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan digunakan untuk kejahatan atau ; adakalanya harta itu akan dicuri dan digunakan untuk berfoya-foya.

-Saidina Abu Bakar r.a-

Tuesday, November 19, 2013

Cara Berpakaian Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam



bismillaahirrahmanirrahim

Pakaian adalah kebutuhan hidup sekaligus cermin perilaku kita. Pakaian yang baik adalah pakaian yang diridhoi oleh Allah Azza wa Jalla.
Berikut adalah pesan Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam dalam memilih pakaian yang baik:

Pakaian yang dikenakan bersih, longgar (tidak ketat), tidak tembus pandang, dan menutupi aurat;
Tinggalkan pakaian yang mewah walaupun kita mampu membelinya. Utamakan sikap tawadhu (rendah hati);
Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam suka memakai gamis dan kain hibarah (pakaian bercorak yang terbuat dari bahan katun);
Untuk laki-laki, Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam melarang menggunakan pakaian berbahan sutera dan emas;
Jangan menggunakan pakaian yang terlalu panjang, apalagi hingga harus diseret (terkena lantai).
Untuk laki-laki, Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam melarang pakaian yang menutupi mata kaki untuk laki-laki karena kesombongan;
Untuk perempuan muslimah, panjangnya hingga menutupi telapak kaki, dan kerudungnya menutupi kepala, leher, dan dada;
Untuk lelaki tidak berpakaian seperti perempuan, demikian juga sebaliknya;

Tidak memakai pakaian yang bertambal atau yang lusuh, karena menurut Rasulullah, Allah senang melihat jejak nikmat Nya pada hamba-Nya;

Mengutamakan pakaian yang berwarna putih, karena Rasulullah juga menyukai warna itu.

Dalam tata cara berpakaian secara umum, ada beberapa hal yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam:

Berdo’alah ketika akan berpakaian. Salah satu contohnya adalah:
“Alhamdulillahil ladzii kasaanii hadzat tauba warozaqqoniihi min ghoiri haulin minna walaa quwwah“,
yang artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rizki daripada-Nya tanta daya dan kekuatan dari-ku”;
Berdo’alah ketika akan mengenakan pakaian baru. Doa yang dianjurkan adalah:
“Allahumma laka al hamdu anta kasautani hi. As’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lahu, wa a’u dzu bika min syarrihi wa syarri ma suni’a lahu“,
yang artinya: “Ya Allah bagi Mu segala puji, Engkau telah me¬makaikan pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada Mu kebaikannya dan kebaikan akibatnya. Aku berlindung pula kepada Mu dari kejahatannya dan kejahatan akibatnya”;

Disunahkan memakai pakaian dari sebelah kanan terlebih dahulu;

Berpakaianlah dengan rapi dan indah disesuaikan dengan tempat, tanpa berlebihan dan tidak dipaksakan;
Disunahkan melepaskan pakaian dari sebelah kiri terlebih dahulu.

alhamdulillahirabbilalaamiin

Referensi:

Mu’adz bin Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda :
“Siapa yang menanggalkan pakaian yang mewah karena tawadlu’ kepada Allah padahal ia dapat membelinya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di muka sekalian manusia untuk disuruh memilih sendiri pakaian iman yang mana yang ia kehendaki untuk dipakainya.” (HR. Tirmidzi)

Hadis riwayat Barra’ bin Azib ra., ia berkata:Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam. memerintahkan kami untuk melaksanakan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara. Beliau memerintahkan kami menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang bersin (mengucap yarhamukallah), melaksanakan sumpah dengan benar, menolong orang yang teraniaya, memenuhi undangan dan menyebarkan salam.
Beliau melarang kami dari cincin atau bercincin emas, minum dengan wadah dari perak, hamparan sutera, pakaian buatan Qas (terbuat dari sutera) serta mengenakan pakaian sutera baik yang tebal dan tipis. (Shahih Muslim No.3848)

Hadis riwayat Hudzaifah bin Yaman ra.: Bahwasanya Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: Janganlah kalian minum dalam wadah emas dan perak dan jangan mengenakan pakaian sutera sebab pakaian sutera itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.3849)

Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra., ia berkata: Dihadiahkan kepada Rasulullah saw. kain sutera bergaris. Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam mengirimkannya kepadaku maka aku pun memakainya. Tetapi aku melihat kemarahan di wajah beliau. Beliau bersabda: Sungguh, aku mengirimkan pakaian itu kepadamu bukannya untuk engkau pakai tetapi aku mengirimkannya agar engkau memotong-motongnya menjadi kerudung buat para wanita. (Shahih Muslim No.3862)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Dari Qatadah ia berkata: Kami bertanya kepada Anas bin Malik: Pakaian apakah yang paling disukai dan dikagumi Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam? Anas bin Malik ra. menjawab: Kain hibarah (pakaian bercorak terbuat dari kain katun). (Shahih Muslim No.3877)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:Bahwa Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan pakaiannya dengan sombong. (Shahih Muslim No.3887)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Ia melihat seorang lelaki menyeret kainnya, ia menghentakkan kakinya ke bumi, lelaki itu adalah pangeran (penguasa) Bahrain. Ia berkata: Pangeran datang, pangeran datang! Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan kainnya dengan kecongkakan. (Shahih Muslim No.3893)

Doa berpakaian diatas diambil dari hadits riwayat seluruh penyusun kitab sunan, kecuali Nasa’i, lihat Irwaa’ul Ghalil 4/47
Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda, ” Sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutera) haram atas lelaki ummatku. (H.R.Abu Daud)”

Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: Allah melaknati lelaki yang memakai pakaian perempuan, dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki. (H.R. Bukhari)

Doa yang dianjurkan adalah: “Allahumma laka al hamdu anta kasautani hi. As’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lahu, wa a’u dzu bika min syarrihi wa syarri ma suni’a lahu”,
yang artinya: “Ya Allah bagi Mu segala puji, Engkau telah me¬makaikan pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada Mu kebaikannya dan kebaikan akibatnya. Aku berlindung pula kepada Mu dari kejahatannya dan kejahatan akibatnya”.

sumber:
http://islam2u.bumicyber.org/index.php?option=com_content&view=article&id=147%3A36-terjemahan-hadits-shahih-muslim-kitab-pakaian-dan-perhiasan&catid=8%3Ahadis-shahih-muslim&Itemid=13
http://www.mail-archive.com/bicara@yahoogroups.com/msg03125.html
http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-berpakaian-rasulullah-Shalallahu'Alaihi wa-Sallam

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

Sahabatku Muslimah



Yaa kaum muslimah yang sebenarnya kedudukannya dalam islam sangat mulia derajatnya,tapi banyak yang terlupa sehingga bangga dalam kehinaan dalam tata cara berpakaian....

Semuga kita dan khususnya kaum muslimah ingat dan salah satu asbab mendapatkan hidayah Alloh agar menyadari betapa pentingnya seorang wanita dalam menjaga aurat dan begitu sangat mulia islam mengatur tentang cara berpakaian wanita....

Kerna jika kita lihat zaman akhir sangatlah sedikit yang mencintai dan meneladani UMMUL MUKMININ....

Siapakah UMMUL MUKMININ ?

1. Khadijah binti Khuwailid
2. Saudah binti Zam'ah
3. Aisyah binti Abu Bakar as-Siddiq
4. Zainab binti Huzaimah
5. Juwairiyah binti Haris
6. Sofiyah binti Hay
7. Hindun binti Abi Umaiyah
8. Ramlah binti Abu Sufyan
9. Hafsah binti Umar bin Khattab
10. Zainab binti Jahsyi
11. Maimunah binti Haris

Langsung saja ni bunyi pesannya dari sahabat fillah yang kami terima.. :

ISLAM Agamaku

W. A. N. I. T. A

W = wanita
A = akan
N = nampak
I = indah
T = tutup
A = aurat

Jadi, Wanita akan nampak indah apabila menutup aurat.
Setuju?

Sahabat, dengarkanlah sejenak..



Diriwayatkan, bahwa:
Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di Dunia, mereka bertanya tentang Sahabat Mereka kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..

"Yaa Rabb.. Kami tidak melihat Sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia, Shalat bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,"

Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:

"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")

Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu'min-mu, karena Mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat."

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis,

"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى tentang aku, "Wahai Rabb Kami.. hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu."

Sahabat Ku.. Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang اللّهُ تعالى ..Agar aku dapat besertamu kelak di Surga & Ridha-Nya..

ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku #Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat dengan-Mu...الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

∙̣̇∙̣̇∙̣̇∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙ cuplikan kjian Ust. Badrusalam, Lc.

## KECANTIKAN RUPA vs KEINDAHAN AKHLAK ##



Kecantikan wanita bukanlah faktor asasi bagi tumbuh berkembangnya cinta. Dibalik paras seseorang adakalanya tersimpan jiwa yang buruk.

1. Kisah wanita berparas jelita

Seorang pemuda shaleh menikah dengan seorang gadis yang cantik. Permintaan istrinya sangat banyak, melebihi kapasitas kemampuan dirinya.

Karena cintanya begitu mendalam, si pemuda berusaha memenuhinya meskipun harus berutang ke sana kemari. Akhirnya ia terseret dalam arus harta haram sehingga polisi pun menangkapnya.

Istrinya yang jelita itu meminta cerai. Tak berselang lama, ia pun menikah dengan seorang pemuda kaya agar dapat memenuhi keinginan-keinginannya. Weleh...

2. Kisah wanita berakhlak mulia

Seorang gadis shalehah menikah dengan seorang lelaki yang belum begitu dikenalnya. Ternyata suaminya hanya sesekali menjalankan kewajiban agama. Dengan ucapan yang lembut ia terus-menerus mendorong suaminya.

Memasuki tahun ketujuh mereka dikaruniai seorang anak laki-laki dan menjadi permata hati suaminya.Tapi Allah memilih untuk mengambil nyawa anak tersebut. Si suami menjadi linglung, sedangkan istrinya bersikap sabar atas ujian dari Rabbnya.

Istrinya berkata, “Wahai suamiku sayang, apakah ada jiwa yang tahu di bumi mana ia akan mati? Lalu apa yang engkau lakukan jika Allah mengambil nyawamu sekarang lalu menanyakan tentang shalat dan puasamu?”

Perkataan ini menggetarkan perasaannya. Seakan-akan ia baru mendengar. Sejak itu ia tidak pernah lagi meninggalkan kewajiban hariannya. Setelah itu Allah memberinya rezeki putra dan putri.

Demikianlah,

Sesungguhnya kecantikan yang hakiki adalah kecantikan jiwa dan kepribadian, bukan kecantikan wajah dan kemolekan tubuh.

Perbedaan Gelar Shallallahu `alaihi Wa Sallam & 'Alaihi Salam




Shallallahu `alaihi Wa Sallam Artinya adalah semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepadanya.

'Alaihi Salam Artinya: semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya(para nabi)

'Alaihi Salam juga di sematkan kepada para malaikat Allah..

Kenapa "agak" beda ?

Sebenarnya secara arti tidak terlalu berbeda, cuma untuk Nabi Muhammad ditambah "bonus" sholawat saja.

Begitu indah dan mulianya islam sehinggakan demikian "detail" itupun umat Islam diajari dan dicontohkan dengan Jelas,dan kemudian dipelihara dan
abadikan oleh para sahabat, sehingga tidak "membuka peluang" bagi terjadi nya pertentangan.
Padahal itu sunnah apalagi yang wajib pastinya lebih terperinci uraian penjelasan dan yang di contohkan Rasul dan para sahabat..
semuga tetap terpelihara seperti awalnya.


لا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih..(Qs.An Nuur (24)-Ayat 63)

Panggilan Shallallahu `alaihi Wa Sallam,sebuah lafaz yang disunnahkan kepada kita untuk mengucapkannya ketika mendengar atau menyebut nama Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam. Perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam merupakan perintah dari Al-Quran yaitu

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.. [Al Ahzab (33): 56]

Anjuran bershalawat ketika nama beliau disebut. Diantaranya:

Riwayat dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam [yang] bersabda: “Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bershalawat untukku.” [H.R. Nasa’i, Tirmidzi dan Thabaraniy]

Sabda Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam: “Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.” [H.R. Tirmidzi dan Hakim]

Adapun Alaihi Salam yang dinisbatkan pada Rasul-rasul lainnya, berlandaskan pada perintah:

وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ

Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.(QS. Ash-Shaffaat : 181)


PERHATIKAN..!!! perbedaannya, dimana para rasul dipanggil dengan salam (saja), sementara Rasulullah Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam dipanggil dengan shalawat (dan salam).

wallahu’alam

Ra biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Radhiyallahu `anhu/`anha / `anhum.

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Lafaz ini juga merupakan ungkapan dan doa yang disematkan kepada para shahabat Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam.
Maknanya adalah Semoga Allah meredhainya.
Bila kata terakhirnya `anhu maka dhamirnya untuk dia satu orang laki-laki.
Bila kata terakhirnya `anhum maka dhamirnya mereka (jama`) dan bila kata teakhirnya `anha maka dhamirnya untuk dia seorang wanita.

Firman Allah Azza wa-Jalla:

وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

" Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.."(QS. At-Taubah : 100)

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

" Sesungguhnya Allah telah redha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). ."(QS. Al-Fath : 18)

<<< HIKMAH POLIGAMI >>>



JIKA SUAMI MEMILIKI ISTRI MANDUL.

1. Menceraikan istri pertamanya, lalu kemudian menikah dengan perempuan lain.
Ini adalah pelanggaran terhadap hak perempuan yang mandul. Adapun keharusan bagi perempuan untuk mengajukan cerai akan berdampak buruk kepada wanita. Dia (setelah bercerai) terkadang tidak mendapat suami lain setelah masyarakat tahu bahwa dia mandul.

2. Tetap menjaga hubungan dengan istrinya yang mandul menikmati semua hak-haknya sebagai istri dan membolehkannya untuk menikah dengan perempuan lain.

KETIKA ISTRI MENGALAMI CACAT SEUMUR HIDUP

1. Si suami menceraikannya, hingga si istri menjadi tersia-sia dan hina.

2. Menikah dengan perempuan lain tanpa harus menceraikannya dan dia tetap mendapatkan haknya sebagai istri.

SANG SUAMI MEMILIKI KEKUATAN SEKS DI ATAS RATA-RATA

Apakah kita membiarkannya berhubungan haram dengan perempuan lain?

JUMLAH PEREMPUAN MENINGKAT TAJAM (LAKI-LAKI BANYAK YANG TEWAS DI MEDAN PERANG)

1. Setiap laki-laki menikah dengan satu perempuan, dan membiarkan perempuan lain tanpa ada laki-laki yang menikahinya, atau,

2. Setiap laki-laki menikah dengan satu perempuan, kemudian berbuat nista dengan perempuan-perempuan yang tidak menikah (karena mereka tidak mendapatkan laki-laki untuk dinikahi)

Demikianlah,

Jika poligami dilarang, akan muncul banyak hubungan gelap. Dengan pernikahan resmi (poligami) wanita akan terjaga dan mendapatkan hak-hak perkawinan. Anak-anaknya juga akan mendapatkan haknya sebagai anak yang tidak akan diperoleh jika hubungan itu dilakukan secara gelap. ’Anak-anak gelap’ itu tidak akan mendapat nasab dan harta warisan.

Di negara-negara yang melarang poligami banyak terjadi kumpul kebo. Bagi mereka, lebih baik seorang perempuan menjadi fatner selingkuh (pacar gelap). Akibatnya, Allah Swt. menimpakan penyakit yang sulit diobati bagi mereka yang selalu berhubungan intim diluar nikah.

Tidak diragukan lagi bahwa hubungan yang halal meskipun dipandang sebagai aib (dalam kacamata orang-orang Barat) jauh lebih baik daripada hubungan haram yang tersembunyi.

Beberapa orang Barat yang mempunyai sikap adil dalam menilai poligami.

1. Eropa tidak membolehkan poligami, akibatnya banyak perempuan dalam kehidupan lajang menyendiri. Sebagian meninggal dunia dalam ketidakpuasan. Sebagian lagi didorong oleh hasrat-hasrat mereka atau oleh kebutuhan untuk mendapatkan nafkah, menjadi amoral (Arthur Schopenhaeur).

2. Barat menolak poligami. Akan tetapi pria-pria Barat mengambil banyak perempuan tanpa tanggungjawab pernikahan, sehingga mereka bisa melemparkan perempuan-perempuan yang tidak mereka inginkan lagi, dan meninggalkan perempuan-perempuan itu terombang-ambing di jalan-jalan. Nasib perempuan itu ratusan kali lebih buruk ketimbang nasib perempuan yang melakukan pernikahan poligami (Annie Besant).

3. Sesungguhnya pernikahan poligami lebih baik dan lebih tepat (dalam setiap aspeknya) daripada pernikahan yang sembunyi-sembunyi dan munafik ala Barat. Watak buruk hubungan tidak sah merendahkan kedua belah pihak (Gustav Le Bon).

Tak pelak, faedah poligami lebih banyak kembali kepada perempuan daripada laki-laki.

Renungan Sedekah Berkah Cara Asma binti Abu Bakar



Asma binti Abu Bakar adalah seorang sahabat perempuan yang terkemuka, dan termasuk orang yang memeluk Islam dari sejak permulaan. Dalam peristiwa hijrah, Asma menahan berbagai penderitaan dengan penuh kesabaran, sehingga dia dijuluki dengan “Dzaatin Nithaqain” (Perempuan yang memiliki dua sabuk). Dia sempat ikut Perang Yarmuk, dan mendapat cobaan dalam perang itu. Asma fasih berbahasa dan pandai melantunkan syair. Dia adalah ibu dari Abdullah bin Zubair, dan dia muhajirin yang terakhir meninggal dunia.

Asma’ binti Abu Bakar sudah memeluk Islam sejak masa-masa awal datangnya Islam. Dia adalah saudarinya Aisyah Rodhiallahu Anha. Suatu waktu, ketika Rasulullah telah berhijarah ke Madinah, beliau menyuruh Abu Bakar Rodhiallahu Anhu agar memerintah Zaid Rodhiallahu Anhu, dan beberapa orang pegawainya, untuk mengambil kudanya dan keluarganya untuk dibawa ke Madinah. Dan Asma Rodhiallahu Anha turut berhijrah bersama rombongan tersebut. Ketika rombongan sampai di Quba – dari rahim Asma Rodhiallahu Anha – lahirlah putra pertamanya, yakni Abdullah bin Zubair.

Dalam sejarah Islam, itulah bayi pertama yang dilahirkan setelah hijrah. Pada zaman itu, banyak terjadi kesulitan, kesusahan, kemiskinan, dan kelaparan. Tetapi pada zaman itu juga muncul kehebatan dan keberanian yang tiada bandingannya.

Dalam sebuah riwayat, dari Bukhari, diceritakan bahwa Asma Rodhiallahu Anha sendiri pernah menceritakan tentang keadaan hidupnya, “Ketika aku menikah dengan Zubair Rodhiallahu Anhu, ia tidak memiliki harta sedikit pun, tidak memiliki tanah, tidak memiliki pembantu untuk membantu pekerjaan, dan juga tidak memiliki sesuatu apa pun. Hanya ada satu unta milikku yang biasa digunakan untuk membawa air, juga seekor kuda. Dengan unta tersebut, kami dapat membawa rumput dan lain-lainnya. Akulah yang menumbuk kurma untuk makanan hewan-hewan tersebut. Aku sendirilah yang mengisi tempat air sampai penuh. Apabila embernya pecah, aku sendirilah yang memperbaikinya."

"Pekerjaan merawat kuda, seperti mencarikan rumput dan memberinya makan, juga aku sendiri yang melakukannya. Pekerjaan yang paling sulit bagiku adalah memberi makan kuda. Aku kurang pandai membuat roti. Untuk membuat roti, biasanya aku hanya mencampurkan gandum dengan air, kemudian kubawa kepada perempuan tetangga, yaitu perempuan Anshar, agar ia memasakkannya. Ia adalah seorang perempuan yang ikhlas. Dialah yang memasakkan roti untukku."

"Ketika aku sampai di Madinah, dan bergabung dengan kaum Muhajirin di Madinah, Zubair Rodhiallahu Anhu diberi hadiah oleh Rasulullah berupa sebidang tanah kebun, yang jauhnya kurang lebih 2 mil dari kota. Lalu, kebun itu kami tanami pohon-pohon kurma. Suatu ketika, saat aku sedang berjalan sambil membawa kurma di atas kepalaku, yang aku ambil dari kebun tersebut, di tengah jalan aku bertemu Rasulullah dan beberapa sahabat Anshar lainnya, yang sedang menunggang unta. Setelah Rasulullah melihatku, beliau pun menghentikan untanya. Kemudian beliau mengisyaratkan agar aku naik ke atas unta beliau. Aku merasa sangat malu dengan laki-laki lainnya. Demikian pula aku khawatir terhadap Zubair Rodhiallahu Anhu yang sangat pencemburu. Aku khawatir ia akan marah. Memahami perasaanku, Rasulullah membiarkanku dan meninggalkanku. Lalu segera aku pulang ke rumah."

"Setibanya di rumah, aku menceritakan peristiwa tersebut kepada Zubair Rodhiallahu Anhu, tentang perasaanku yang sangat malu dan kekhawatiranku jangan-jangan Zubair Rodhiallahu Anhu merasa cemburu sehingga menyebabkannya menjadi marah. Namun Zubair Rodhiallahu Anhu malah berkata, 'Demi Allah aku lebih cemburu kepadamu, yang selalu membawa isi-isi kurma di atas kepalamu, sementara aku tidak dapat membantumu.'.”

Setelah itu Abu Bakar, ayah Asma Rodhiallahu Anha, memberikan seorang hamba sahaya kepada Asma. "Dengan adanya pembantu di rumahnya, maka pekerjaan rumah tangga dapat diselesaikan dengan ringan, seolah-olah aku telah terbebas dari penjara."

Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq Rodhiallahu Anhu berhijrah, sedikit pun tidak terpikirkan olehnya untuk meninggalkan sesuatu untuk keluarganya. Ia berhijrah bersama-sama Rasulullah. Untuk keperluan itu, seluruh kekayaan yang ia miliki, sejumlah lebih kurang 5 atau 6 dirham dibawa serta dalam perjalanan tersebut. Setelah kepergiannya, ayah Abu Bakar Rodhiallahu Anhu, yakni Abu Qahafah, yang buta penglihatannya dan sampai saat itu belum masuk Islam, mendatangi cucunya, Asma Rodhiallahu Anha dan Aisyah Rodhiallahu Anha, agar mereka tidak bersedih karena telah ditinggal oleh ayahnya. Ia berkata kepada mereka, “Aku telah menduga bahwa Abu Bakar Rodhiallahu Anhu telah menyebabkan kalian susah. Tentunya seluruh hartanya telah dibawa serta olehnya. Sungguh ia telah semakin banyak membebani kalian."

Menanggapi perkataan kakeknya, Asma Rodhiallahu Anha berkata, “Tidak, tidak, wahai kakek. Ayah juga meninggalkan hartanya untuk kami.” Sambil berkata demikian ia mengumpulkan kerikil-kerikil kecil, kemudian diletakkannya di tempat Abu Bakar biasa menyimpan uang dirhamnya, lalu ditaruh di atas selembar kain. Kemudian dipegangnya tangan kakeknya untuk merabanya. Kakeknya mengira bahwa kerikil yang telah dirabanya itu adalah uang. Akhirnya kakeknya berkata, “Ayahmu memang telah berbuat baik. Kalian telah ditinggalkan dalam keadaan yang baik.” Mengenai itu, Asma Rodhiallahu Anha berkata, “Demi Allah, sesungguhnya ayahku tidak meninggalkan harta sedikit pun. Aku berbuat demikian semata-mata untuk menenangkan hati kakek, supaya kakek tidak bersedih hati."

Asma Rodhiallahu Anha memiliki sifat yang sangat dermawan. Namun pada mulanya, apabila akan mengeluarkan harta di jalan Allah, ia akan menghitungnya dan menimbangnya. Akan tetapi, setelah Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menyimpan-nyimpan atau menghitung-hitung (harta yang akan diinfakkan). Apabila mampu, belanjakanlah sebanyak mungkin."

Akhirnya, setelah mendengar nasihat ini, Asma Rodhiallahu Anha semakin banyak menyumbangkan hartanya. Ia juga selalu menasihati anak-anak dan perempuan-perempuan yang ada di rumahnya, “Hendaklah kalian selalu meningkatkan diri dalam membelanjakan harta di jalan Allah, jangan menunggu-nunggu kelebihan harta kita dari keperluan-keperluan kita (yaitu jika ada sisa harta setelah dibelanjakan untuk keperluan membeli barang-barang, barulah sisa tersebut disedekahkan.) Jangan kalian berpikir tentang sisanya. Jika kalian selalu menunggu sisanya, sedangkan keperluan kalian bertambah banyak, maka itu tidak akan mencukupi keperluan kalian, sehingga kita tidak memiliki kesempatan untuk membelanjakannya di jalan Allah. Jika keperluan itu disumbangkan di jalan Allah, maka kalian tidak akan mengalami kerugian selamanya.”

tnol.co.id

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik