Selasa, 19 November 2013

Filled Under:

Cara Berpakaian Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam



bismillaahirrahmanirrahim

Pakaian adalah kebutuhan hidup sekaligus cermin perilaku kita. Pakaian yang baik adalah pakaian yang diridhoi oleh Allah Azza wa Jalla.
Berikut adalah pesan Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam dalam memilih pakaian yang baik:

Pakaian yang dikenakan bersih, longgar (tidak ketat), tidak tembus pandang, dan menutupi aurat;
Tinggalkan pakaian yang mewah walaupun kita mampu membelinya. Utamakan sikap tawadhu (rendah hati);
Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam suka memakai gamis dan kain hibarah (pakaian bercorak yang terbuat dari bahan katun);
Untuk laki-laki, Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam melarang menggunakan pakaian berbahan sutera dan emas;
Jangan menggunakan pakaian yang terlalu panjang, apalagi hingga harus diseret (terkena lantai).
Untuk laki-laki, Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam melarang pakaian yang menutupi mata kaki untuk laki-laki karena kesombongan;
Untuk perempuan muslimah, panjangnya hingga menutupi telapak kaki, dan kerudungnya menutupi kepala, leher, dan dada;
Untuk lelaki tidak berpakaian seperti perempuan, demikian juga sebaliknya;

Tidak memakai pakaian yang bertambal atau yang lusuh, karena menurut Rasulullah, Allah senang melihat jejak nikmat Nya pada hamba-Nya;

Mengutamakan pakaian yang berwarna putih, karena Rasulullah juga menyukai warna itu.

Dalam tata cara berpakaian secara umum, ada beberapa hal yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam:

Berdo’alah ketika akan berpakaian. Salah satu contohnya adalah:
“Alhamdulillahil ladzii kasaanii hadzat tauba warozaqqoniihi min ghoiri haulin minna walaa quwwah“,
yang artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rizki daripada-Nya tanta daya dan kekuatan dari-ku”;
Berdo’alah ketika akan mengenakan pakaian baru. Doa yang dianjurkan adalah:
“Allahumma laka al hamdu anta kasautani hi. As’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lahu, wa a’u dzu bika min syarrihi wa syarri ma suni’a lahu“,
yang artinya: “Ya Allah bagi Mu segala puji, Engkau telah me¬makaikan pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada Mu kebaikannya dan kebaikan akibatnya. Aku berlindung pula kepada Mu dari kejahatannya dan kejahatan akibatnya”;

Disunahkan memakai pakaian dari sebelah kanan terlebih dahulu;

Berpakaianlah dengan rapi dan indah disesuaikan dengan tempat, tanpa berlebihan dan tidak dipaksakan;
Disunahkan melepaskan pakaian dari sebelah kiri terlebih dahulu.

alhamdulillahirabbilalaamiin

Referensi:

Mu’adz bin Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda :
“Siapa yang menanggalkan pakaian yang mewah karena tawadlu’ kepada Allah padahal ia dapat membelinya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di muka sekalian manusia untuk disuruh memilih sendiri pakaian iman yang mana yang ia kehendaki untuk dipakainya.” (HR. Tirmidzi)

Hadis riwayat Barra’ bin Azib ra., ia berkata:Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam. memerintahkan kami untuk melaksanakan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara. Beliau memerintahkan kami menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang bersin (mengucap yarhamukallah), melaksanakan sumpah dengan benar, menolong orang yang teraniaya, memenuhi undangan dan menyebarkan salam.
Beliau melarang kami dari cincin atau bercincin emas, minum dengan wadah dari perak, hamparan sutera, pakaian buatan Qas (terbuat dari sutera) serta mengenakan pakaian sutera baik yang tebal dan tipis. (Shahih Muslim No.3848)

Hadis riwayat Hudzaifah bin Yaman ra.: Bahwasanya Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: Janganlah kalian minum dalam wadah emas dan perak dan jangan mengenakan pakaian sutera sebab pakaian sutera itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.3849)

Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra., ia berkata: Dihadiahkan kepada Rasulullah saw. kain sutera bergaris. Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam mengirimkannya kepadaku maka aku pun memakainya. Tetapi aku melihat kemarahan di wajah beliau. Beliau bersabda: Sungguh, aku mengirimkan pakaian itu kepadamu bukannya untuk engkau pakai tetapi aku mengirimkannya agar engkau memotong-motongnya menjadi kerudung buat para wanita. (Shahih Muslim No.3862)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Dari Qatadah ia berkata: Kami bertanya kepada Anas bin Malik: Pakaian apakah yang paling disukai dan dikagumi Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam? Anas bin Malik ra. menjawab: Kain hibarah (pakaian bercorak terbuat dari kain katun). (Shahih Muslim No.3877)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:Bahwa Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan pakaiannya dengan sombong. (Shahih Muslim No.3887)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Ia melihat seorang lelaki menyeret kainnya, ia menghentakkan kakinya ke bumi, lelaki itu adalah pangeran (penguasa) Bahrain. Ia berkata: Pangeran datang, pangeran datang! Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan kainnya dengan kecongkakan. (Shahih Muslim No.3893)

Doa berpakaian diatas diambil dari hadits riwayat seluruh penyusun kitab sunan, kecuali Nasa’i, lihat Irwaa’ul Ghalil 4/47
Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda, ” Sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutera) haram atas lelaki ummatku. (H.R.Abu Daud)”

Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: Allah melaknati lelaki yang memakai pakaian perempuan, dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki. (H.R. Bukhari)

Doa yang dianjurkan adalah: “Allahumma laka al hamdu anta kasautani hi. As’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lahu, wa a’u dzu bika min syarrihi wa syarri ma suni’a lahu”,
yang artinya: “Ya Allah bagi Mu segala puji, Engkau telah me¬makaikan pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada Mu kebaikannya dan kebaikan akibatnya. Aku berlindung pula kepada Mu dari kejahatannya dan kejahatan akibatnya”.

sumber:
http://islam2u.bumicyber.org/index.php?option=com_content&view=article&id=147%3A36-terjemahan-hadits-shahih-muslim-kitab-pakaian-dan-perhiasan&catid=8%3Ahadis-shahih-muslim&Itemid=13
http://www.mail-archive.com/bicara@yahoogroups.com/msg03125.html
http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-berpakaian-rasulullah-Shalallahu'Alaihi wa-Sallam

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

0 komentar:

Posting Komentar

Labels

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik