Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu Namun Itu Baik Buatmu



“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al Qur’anul Karim, surat Al-Baqarah: ayat 216)

Dalam ayat ini ada beberapa hikmah dan rahasia serta maslahat untuk seorang hamba. Karena sesungguhnya jika seorang hamba tahu bahwa sesuatu yang dibenci itu terkadang membawa sesuatu yang disukai, sebagaimana yang disukai terkadang membawa sesuatu yang dibenci, iapun tidak akan merasa aman untuk tertimpa sesuatu yang mencelakakan menyertai sesuatu yang menyenangkan.


Dan iapun tidak akan putus asa untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan menyertai sesuatu yang mencelakakan. Ia tidak tahu akibat suatu perkara, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh hamba. Dan ini menumbuhkan pada diri hamba beberapa hal:

1. Bahwa tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hamba daripada melakukan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, walaupun di awalnya terasa berat.

Karena seluruh akibatnya adalah kebaikan dan menyenangkan, serta kenikmatan-kenikmatan dan kebahagiaan. Walaupun jiwanya benci, akan tetapi hal itu akan lebih baik dan bermanfaat. Demikian pula, tidak ada yang lebih mencelakakan dia daripada melakukan larangan, walaupun jiwanya cenderung dan condong kepadanya. Karena semua akibatnya adalah penderitaan, kesedihan, kejelekan, dan berbagai musibah.

Ciri khas orang yang berakal sehat, ia akan bersabar dengan penderitaan sesaat, yang akan berbuah kenikmatan yang besar dan kebaikan yang banyak. Dan ia akan menahan diri dari kenikmatan sesaat yang mengakibatkan kepedihan yang besar dan penderitaan yang berlarut-larut.

Adapun pandangan orang yang bodoh itu (dangkal), sehingga ia tidak akan melampaui permukaan dan tidak akan sampai kepada ujung akibatnya. Sementara orang yang berakal lagi cerdas akan senantiasa melihat kepada puncak akibat sesuatu yang berada di balik tirai permukaannya. Iapun akan melihat apa yang di balik tirai tersebut berupa akibat-akibat yang baik ataupun yang jelek. Sehingga ia memandang suatu larangan itu bagai makanan lezat yang telah tercampur dengan racun yang mematikan. Setiap kali kelezatannya menggodanya untuk memakannya, maka racunnya menghalanginya (untuk memakannya). Ia juga memandang perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala bagai obat yang pahit rasanya, namun mengantarkan kepada kesembuhan dan kesehatan. Maka, setiap kali kebenciannya terhadap rasa (pahit)nya menghalanginya untuk mengonsumsinya, manfaatnyapun akan memerintahkannya untuk mengonsumsinya.

Akan tetapi, itu semua memerlukan ilmu yang lebih, yang dengannya ia akan mengetahui akibat dari sesuatu. Juga memerlukan kesabaran yang kuat, yang mengokohkan dirinya untuk memikul beban perjalanannya, demi mendapatkan apa yang dia harapkan di pengujung jalan. Kalau ia kehilangan ilmu yang yakin dan kesabaran maka ia akan terhambat dari memperolehnya. Tetapi bila ilmu yakinnya dan kesabarannya kuat, maka ringan baginya segala beban yang ia pikul dalam rangka memperoleh kebaikan yang langgeng dan kenikmatan yang abadi.

2. Di antara rahasia ayat ini bahwa ayat ini menghendaki seorang hamba untuk menyerahkan urusan kepada Dzat yang mengetahui akibat segala perkara serta ridha dengan apa yang Ia pilihkan dan takdirkan untuknya, karena dia mengharapkan dari-Nya akibat-akibat yang baik.

3. Bahwa seorang hamba tidak boleh memiliki suatu pandangan yang mendahului keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau memilih sesuatu yang tidak Allah Subhanahu wa Ta’ala pilih serta memohon-Nya sesuatu yang ia tidak mengetahuinya.
Karena barangkali di situlah kecelakaan dan kebinasaannya, sementara ia tidak mengetahuinya. Sehingga janganlah ia memilih sesuatu mendahului pilihan-Nya. Bahkan semestinya ia memohon kepada-Nya pilihan-Nya yang baik untuk dirinya serta memohon-Nya agar menjadikan dirinya ridha dengan pilihan-Nya. Karena tidak ada yang lebih bermanfaat untuknya daripada hal ini.

4. Bahwa bila seorang hamba menyerahkan urusan kepada Rabbnya serta ridha dengan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala pilihkan untuk dirinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun akan mengirimkan bantuan-Nya kepadanya untuk melakukan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala pilihkan, berupa kekuatan dan tekad serta kesabaran. Juga, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan palingkan darinya segala yang memalingkannya darinya, di mana hal itu menjadi penghalang pilihan hamba tersebut untuk dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun akan memperlihatkan kepadanya akibat-akibat baik pilihan-Nya untuk dirinya, yang ia tidak akan mampu mencapainya walaupun sebagian dari apa yang dia lihat pada pilihannya untuk dirinya.

5. Di antara hikmah ayat ini, bahwa ayat ini membuat lega hamba dari berbagai pikiran yang meletihkan pada berbagai macam pilihan. Juga melegakan kalbunya dari perhitungan-perhitungan dan rencana-rencananya, yang ia terus-menerus naik turun pada tebing-tebingnya. Namun demikian, iapun tidak mampu keluar atau lepas dari apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah taqdirkan. Seandainya ia ridha dengan pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala maka takdir akan menghampirinya dalam keadaan ia terpuji dan tersyukuri serta terkasihi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila tidak, maka taqdir tetap akan berjalan padanya dalam keadaan ia tercela dan tidak mendapatkan kasih sayang-Nya karena ia bersama pilihannya sendiri. Dan ketika seorang hamba tepat dalam menyerahkan urusan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ridhanya kepada-Nya, ia akan diapit oleh kelembutan-Nya dan kasih sayang-Nya dalam menjalani taqdir ini. Sehingga ia berada di antara kelembutan-Nya dan kasih sayang-Nya. Kasih sayang-Nya melindunginya dari apa yang ia khawatirkan, dan kelembutan-Nya membuatnya merasa ringan dalam menjalani taqdir-Nya.

Bila taqdir itu terlaksana pada seorang hamba, maka di antara sebab kuatnya tekanan taqdir itu pada dirinya adalah usahanya untuk menolaknya. Sehingga bila demikian, tiada yang lebih bermanfaat baginya daripada berserah diri dan melemparkan dirinya di hadapan taqdir dalam keadaan terkapar, seolah sebuah mayat. Dan sesungguhnya binatang buas itu tidak akan rela memakan mayat.

(Oleh: Ibnu Qayyim Al Jauziah, diterjemahkan oleh Al-Ustadz Qomar Sua’idi ZA, Lc dari buku Al-Fawa`id hal. 153-155)

Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=622

Cara Bertamu Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam


bismillahirrahmaanirrahim

Saling berkunjung dan bertamu adalah hal yang biasa terjadi. Bertamu bisa dilakukan kepada siapa saja, baik kepada sanak famili, tetangga, rekan kerja, teman sebaya bahkan kepada orang yang belum kita kenal. Namun, banyak di antara kita yang melupakan atau belum mengetahui adab-adab dalam bertamu, dimana syari’at Islam yang lengkap telah memiliki tuntunan tersendiri dalam hal ini. Alangkah baiknya jika kita mencontoh Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam, sebagaimana teladannya dalam bertamu sebagai berikut:

1. Mintalah izin untuk masuk rumah (bertamu) maksimal 3x. Jika kita ingin masuk ke rumah seseorang, maka mintalah izin paling banyak 3x. Jika setelah meminta izin 3x, masih juga tidak diperbolehkan masuk, maka kita harus undur diri (pulang).
2. Ucapkan salam ketika meminta izin masuk. Terkadang kita bertamu dengan memanggil-manggil nama orang yang hendak kita temui bahkan terkadang menggunakan sebutan yang kurang sopan. Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam mengajarkan bahwa ucapan salam (Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh) adalah yang terbaik ketika meminta izin masuk.
3. Ketuklah pintu rumah dengan cara yang baik dan tidak mengganggu. Ketuklah pintu rumah dengan cara tanpa berlebihan, baik dalam suara maupun cara mengetuknya. Dalam salah satu hadits, diceritakan bahwa di masa Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam, para sahabat mengetuk pintu dengan kuku jari tangan.
4. Ambillah posisi berdiri dengan tidak menghadap pintu masuk. Sebaiknya posisi berdiri tamu tidak persis di depan pintu dengan menghadap ke ruangan. Sikap ini untuk menghormati pemilik rumah dalam mempersiapkan dirinya ketika menerima tamu. Ambillah posisi menghadap ke samping sambil mengucap salam. Dengan posisi tersebut, ketika pintu terbuka, apa yang ada di dalam rumah tidak langsung terlihat oleh tamu sebelum diizinkan oleh pemilik rumah.
5. Jangan mengintip ke dalam rumah. Terkadang kita berusaha mengintip ke dalam rumah ketika penasaran apa ada orang di dalam rumah. Padahal Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam sangat membenci sikap seperti ini karena tidak menghormati pemilik rumah.
6. Pulanglah jika kita disuruh pulang. Jika kita diminta pulang oleh pemilik rumah, maka kita harus segera mematuhinya tanpa merasa tersinggung karena hal tersebut adalah hak si pemilik rumah.
7. Jawablah dengan nama jelas jika pemilik rumah bertanya “Siapa?”. Ketika pemilik rumah menanyakan nama kita, jawablah dengan nama kita secara jelas, jangan hanya “saya” atau “aku” saja.
http://cara-muhammad.com/category/perilaku/

ISTRI SHOLEHAH



Apabila seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramaddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban) 

Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)

Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban) 

Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah SAW sebagai tauladan utama.

Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW-Aisyah r.a.



Tulisan ini mencoba meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ra. yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Dan efeknya, orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai alat tuduh terhadap Rasulullah dengan menganggapnya fedofilia. Mari kita buktikan. Secara keseluruhan data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari hasil riset Dr.M. Syafii Antonio dalam bukunya, Muhammad SAW The Super Leader Super Manager (2007).

Kualitas Hadits

Alasan pertama. Hadits terkait umur Aisyah saat menikah tergolong problematic alias dho’if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan Aisyah dengan Rasulullah yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada satu-satunya rowi yakni Hisyam bin ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya. Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan tentang umur pernikahan ‘Aisyah r.a tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah ataupun Malik bin Anas. Itu pun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukim di iraq.

Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun. Mengenai Hisyam ini, Ya’qub bin Syaibah berkata: “Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke Iraq.” Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan oleh penduduk Iraq. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib al-Tahzib. Dar Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50) Termaktub pula dalam buku tentang sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301). Alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah, tertolak.

Urutan Peristiwa Kronologis

Alasan kedua. Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting
secara kronologis ini:
Pra-610 M : Zaman Jahiliyah
610 M : Permulaan Wahyu turun
610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam
613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah
616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam
620 M : Aisyah r.a dinikahkan
622 M : Hijrah ke Madinah
623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.
Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.

Jika ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti ‘Aisyah lahir tahun
613 M. Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. Dinikahkan sebelum 620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah? untuk itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.

Perhitungan Usia Aisyah
Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, “Asma 10 tahun lebih tua dari Aisyah ra.” (At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M) Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya, apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74 Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah berumur (27 atau 28) – 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah. Dengan demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.
Allohu a’lam bishshawab.

Rijalul Imam
Direktur ISCDIC (Indonesian Students Community for Development of Islamic Civilization) Studi Kritis Umur Aisyah ra.Sejak jaman sekolahan, kita telah membaca dan diberitahu bahwa Rasulullah s.a.w menikahi Aisyah ra, putri Abu Bakar ash Shidiq ketika Aisyah ra. berumur 6 tahun, dan berumah tangga dengan Rasulullah s.a.w ketika Aisyah ra. berumur 9 tahun. Riwayat ini tercatat dengan terang dalam kitab hadist Sahih Bukhori dan selama ratusan tahun menjadi ?kebenaran? dan ?dibenarkan? oleh ulama-ulama dan guru-guru agama dimanapun.

Hadist dan sejarah juga mencatat bahwa saat Aisyah ra. menikah, beliau masih bermain-main dengan boneka dan ayunannya. Siapa saja yang mendengar informasi ini ?apabila cara berfikirnya masih normal? akan menolak menyetujui kekonyolan itu. Apabila kita tidak memperhatikan bahwa pernikahan itu berlaku pada keluarga Rasulullah s.a.w tentukan kita sudah menuding pria yang menikahi anak perempuan berumur 6 tahun pastilah seorang pedofilia [1]. Lalu bagaimana para ulama dan umat Islam mencari-cari pembenaran pernikahan Aisyah ra. Dengan Rasulullah s.a.w ketika Aisyah ra. baru saja melewati masa balita-nya.

Pembenaran-pembenaran yang dipaksakan itu adalah:
Menganggap pernikahan seperti itu adalah wajar pada masa itu.Pernikahan
tersebut menunjukan bahwa Aisyah ra. sudah matang berumah tangga sejak kecil dan merupakan kehebatan Islam dalam membentuk kedewasaan seorang anak.
Bagaimanapun, penjelasan diatas tidak bisa diterima begitu saja oleh akal sehat. Hanya orang-orang naif yang mempercayai jawaban itu dan secara tidak langsung terus menerus mengkampanyekan pernikahan Aisyah ra. saat berumur 6 tahun.
Akibatnya, fitnah besar telah datang terhadap kehormatan diri Rasulullah yang suci, pribadi yang maksum, teladan umat Islam. Fitnah tersebut adalah bahwa seorang Nabi telah menikahi anak perempuan di bawah umur, melucuti pakaian dan meniduri anak-anak yang masih lucu-lucunya sambil memegang bonekanya. Belum lagi tuduhan pedofilia yang di lancarkan musuh-musuh Islam terhadap Rasulullah s.a.w. Naudzubullahi min dzalik.

Sebagian umat Islam bungkam atas ?kebenaran? yang dipaksakan ini, lalu mereka membuat ?pembenaran? dengan cara yang dipaksakan pula agar
?pembenaran? tersebut terlihat logis. Anda tentu tidak akan menikahi
anak perempuan anda yang berumur 6 tahun demi menjalankan ?sunnahrasul? kan?
Umur Aisyah ra. telah dicatat salah oleh hadist dan sejarah. Tidak benar bahwa Aisyah menikah ketika berumur 6 tahun. Itu fitnah yang sangat keji. Seorang ulama besar hindustan diabad 20, Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi [2] karena kecintaannya kepada pribadi Nabiullah, telah mengkaji secara mendalam umur Aisyah ra. Dan men-tahqiq [3] hadist yang disahihkan oleh Bukhari-Muslim dalam kitab-nya yang berjudul ?Umur Aesyah?.

Tentang umur Aisyah ra. banyak ahli sejarah yang menyampaikan pendapatnya. Ada yang mengatakan 9 tahun, 14 tahun, namun kebanyakan berpegang pada kitab Sahih Bukrori-Muslim yang menyebutkan Aisyah berumur 6 tahun saat menikah.
Dari Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah s.a.w menikahiku pada saat aku
berusia enam tahun dan beliau menggauliku saat berusia sembilan tahun.
Aisyah ra. melanjutkan: Ketika kami tiba di Madinah, aku terserang
penyakit demam selama sebulan setelah itu rambutku tumbuh lebat
sepanjang pundak. Kemudian Ummu Ruman datang menemuiku waktu aku sedang
bermain ayunan bersama beberapa orang teman perempuanku. Ia berteriak
memanggilku, lalu aku mendatanginya sedangkan aku tidak mengetahui apa
yang diinginkan dariku. Kemudian ia segera menarik tanganku dan dituntun
sampai di muka pintu. Aku berkata: Huh.. huh.. hingga nafasku lega. Kemudian Ummu Ruman dan aku memasuki sebuah rumah yang di sana telah banyak wanita Ansar. Mereka mengucapkan selamat dan berkah dan atas nasib yang baik. Ummu Ruman menyerahkanku kepada mereka sehingga mereka lalu memandikanku dan meriasku, dan tidak ada yang membuatku terkejut kecuali ketika Rasulullah s.a.w datang dan mereka meyerahkanku kepada beliau .
[Bukhari-Muslim No. 69 (1442)]

Makna yang sama tercatat juga dalam kitab Sahih Bukhari Volume 5, buku-58 nomor 238. [4]
Dan masih banyak lagi di dalam hadist dalam kitab Bukhari-Muslim yang mencatat cerita Aisyah ra. ini, dimana memuat 3 informasi penting, yaitu: (1) Aisyah ra. di nikahi saat berumur 6 tahun, (2) berumah tangga saat berumur 9 tahun, (3) saat dirinya di serahkan kepada Rasulullah, Aisyah sedang bermain-main ayunan.

HADIST UMUR AISYAH RA. TIDAK SHAHIH
Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi mencatat keganjilan pada
hadis-hadist yang menyebut umur Aisyah ra.
Bukti-bukti dalam kitab-kitab yang ditulis oleh ulama Islam [5]
berselisih tentang perawi hadist tersebut riwayatnya bersumber dari
Aisyah ra. atau-kah pengamatan Urwah bin Zubair. Tapi yang pasti, bukan
kata-kata Rasulullah s.a.w. Jika ini adalah kata-kata Urwah bin Zubair
[6], maka itu bukanlah hadist dan hanya sekedar dongeng serta tidak
memiliki implikasi apapun terhadap syariah.

Namun jika ini perkataan Aisyah ra., setelah dicermati, semua hadist
tersebut perawinya tersambung kepada Hisyam bin Urwah dari bapaknya Urwah bin Zubair yang diriwayatkan dari Aisyah ra. Hanya dari garis itu saja, hanya Hisyam bin Urwah dan Urwah bin Zubair! Tidak ada yang lain.
Tidak ada sahabat-sahabat nabi lainnya menceritakan umur Aisyah ra. saat menikah. Hanya ada Hisyam bin Urwah!

Ada apa dengan Hisyam bin Urwah? Dan siapa Urwah bin Zubair?
Tentang Hisyam bin Urwah, dua ulama besar pernah menjadi muridnya, yaitu Imam Malik dan Imam Hanafi. Hadist ini tidak tercatat dalam kitab Muwatta yang di tulis oleh muridnya Hisyam bin Urwah, yaitu Imam Malik. Hadist ini tidak tercatat di kitab-kitab yang ditulis Abu Hanifah.
Imam Malik dalam kitab Muwatta menulis bahwa Hisyam layak dipercaya dalam semua perkara, kecuali setelah dia tinggal di Iraq. Imam Malik sangat tidak rela dan tidak setuju Hisyam bin Urwah dikatakan sebagai perawi Hadist. Tehzib al-Tehzib, merupakan buku yang membahas mengenai kehidupan dan kridibiltas perawi hadis-hadis nabi s.aw, menulis Hadist-hadist yang bersanad oleh Hisham bin Urwah adalah shahih kecuali hadis-hadisnya yang di riwayatkan oleh orang-orang dari Iraq.

Ibnu Hajar mengatakan, Penduduk Madinah menolak riwayat Hisyam bin Urwah
yang diceritakan orang-orang Iraq.
Dalam kesempatan lain Ibnu Hajar mengatakan tentang Hisyam bin Urwah sebagai seorang Mudallis [6]. Yaqub bin Abi Syaibah berkata: Hisyam
adalah orang yang tsiqoh (terpercaya), tidak ada riwayatnya yang dicurigai,
kecuali setelah ia tinggal di Irak.
Cukup mengejutkan setelah kita mengetahui bahwa para perawi hadist umur Aisyah ra. semuanya penduduk Iraq.

Dari orang-orang Kufah, Iraq:
Sufyan bin Said Al-Thawri Al-Kufi Sufyan bin ?Ainia Al-KufiAli
bin Masher Al-Kufi Abu Muawiyah Al-Farid Al-KufiWaki bin Bakar
Al-KufiYunus bin Bakar Al-KufiAbu Salmah Al-KufiHammad bin Zaid Al-KufiAbdah bin Sulaiman Al-Kufi
Dari penduduk Basrah, Iraq:
Hammad bin Salamah Al-BasriJafar bin Sulaiman Al-BasriHammad bin Said
Basri Wahab bin Khalid Basri

Itulah orang-orang yang meriwayatkan hadist umur Aisyah ra dari Hisyam bin Urwah. Hisyam hijrah ke Iraq ketika berumur 71 tahun. Adalah aneh jika selama hidupnya Hisyam bin Urwah tidak pernah menceritakan hadist ini kepada murid-muridnya seperti Imam Malik dan Imam Hanafi dan sahabat-sahabatnya di Madinah selama 71 tahun tinggal di Madinah.
Justru ia menceritakan hadist ini ketika hari tua menjelang ajalnya kepada orang-orang Iraq.
Lebih aneh lagi ketika kita mengetahui bahwa tidak ada penduduk Madinah atau Mekkah yang ikut meriwayatkan hadist tersebut. Bukankah Madinah adalah tempat dimana Aisyah ra. dan Rasulullah s.a.w pernah tinggal, serta tempat dimana penduduk Madinah menyaksikan waktu dimana Aisyah ra. mulai berumah tangga dengan Rasulullah s.a.w. Lalu mengapa orang-orang Iraq yang memiliki hadist ini?
Sesuatu yang aneh bukan?
Jadi kesimpulannya jelas, hadist umur Aisyah ra. saat menikah diceritakan hanya oleh orang-orang Irak dari Hisyam bin Urwah. Hisyam bin Urwah mendapatkan hadist ini dari bapaknya, Urwah bin Zubair. Ibnu Hajar menyebut tentang Urwah bin Zubair seorang nashibi (orang yang membenci ahlul bait). Menurut Ibnu Hajar, seorang nashibi riwayatnya tidak di percaya.
Kita tidak perlu meragukan nasihat dan ilmu yang dimiliki Hisyam bin Urwah saat ia tinggal di Madinah. Namun kita perlu memperhatikan pendapat ulama-ulama salaf yang menolak semua hadist yang di riwayatkan Hisyam bin Urwah saat ia tinggal di Iraq. Lalu bagaimana bisa Bukhari Muslim mencatat hadist ini dalam shahihnya?

BUKHARI MUSLIM MENGGAMPANGKAN PERAWI HADIST UMUR AISYAH

Salah satu prinsip ulama hadist yang dinukilkan oleh Baihaqi [7] adalah:
?Apabila kami meriwayatkan hadis mengenai halal dan haram dan perintah dan
larangan, kami menilai dengan ketat sanad-sanad dan mengkritik perawi-perawinya, akan tetapi apabila kami meriwayatkan tentang fazail (keutamaan) , pahala dan azab, kami mempermudahkan tentang sanad dan berlembut tentang syarat-syarat perawi.(Fatehul-Ghaith, ms 120)

Disinilah letak masalahnya. Umur Aisyah memang digampangkan kritik perawinya karena dipandang bukan bab penting mengenai halal atau haram
suatu syariah. Para ulama hadist mengabaikan kesilapan dan kelemahan
perawi dalam hadist Umur Aisyah karena umur tersebut dianggap tidak
penting. Mereka tidak memeriksa perawinya secara terperinci.

Ibnu Hajar membela Bukhari tidak mungkin tersilap dalam mengambil perawi. Namun dengan kesal Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi mengatakan bahwa semua riwayat Hisyam setelah tinggal di Iraq tidak bisa diterima. Mengenai tidak diterimanya Hisyam setelah di tinggal Irak, Ibnu Hajar mengakui bahwa penduduk Madinah menolak riwayat Hisyam. Mengenai ini, saya berpendapat Ibnu Hajar dan Imam Bukhari tidak menyadari keputusannya mempermudah sanad dan berlemahlembut dalam syarat perawi pada hadist umur Aisyah ra. Telah menciderai kepribadian Rasulullah beberapa abad kemudian. Saya tidak menampik keluasan ilmu kedua ulama besar tersebut, tapi kita yang hidup jaman sekarang patut meluruskan hadist tersebut.
Ketidaktelitian riwayat Hisyam ini memang tidak mengalami masalah di jaman dulu, namun berakibat buruk saat ini. Di abad ke 20 ini, tanpa disadari oleh ulama-ulama hadist di jaman dulu, masalah umur Aisyah ra. telah menjadi fitnah yang keji terhadap pribadi Rasulullah s.a.w.
Fitnah ini tanpa sadar diiyakan oleh umat Islam sambil terseok-seok
mencari pembenarannya. Alhamdulillah, fitnah ini telah diluruskan oleh
Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi yang men-tahqiq hadist Bukhari tersebut.
Lalu berapa umur Aisyah ra. saat menikah dengan Rasulullah s.a.w?
Justru Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi berpegang lagi kepada hadist-hadist Bukhari-Muslim.

Setelah kita mengetahui bahwa hadist tentang umur Aisyah ra. Saat menikah dengan Rasulullah s.a.w adalah hadist yang dhaif ?atau di-dhaifkan? maka sudah sepantasnya umat Islam tidak lagi menulis atau menyebutkan umur Aisyah ra. saat menikah adalah 6 tahun.
Tulisan ini dibuat setelah melakukan walking blog terhadap blog beberapa anak-anak Tarbiyah yang secara mengejutkan masih banyak yang bangga dengan umur Aisyah ra. saat menikah. Secara mengejutkan mereka justru telah mempropagandakan sebuah fitnah terhadap nabi mereka.

Ditulis karena kecintaan yang besar kepada Ummul Mukminin Aisyah ra., Istri Rasulullah s.a.w, putri Khalifah pertama umat Islam, dan sumber riwayat hampir seper-empat hadist-hadist dan sunnah Rasul.

===========
[1] Pedofilia:
kondisi orang yang mempunya ketertarikan atau hasrat seksual kepada anak-anak yang belum memasuki usia remaja. Definisi dari Wikipedia Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Pedofilia
[2] Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi, seorang ulama hadist dari tanah Hindustan yang lahir di Kandahla-India, tahun 1924. Tanah
hindustan di kenal banyak melahirkan ulama hadist, seperti al-Muttaqi.
Bapanya ialah Mufti Isyfaq Rahman, seorang ulama hadis yang amat disegani dan juga pernah menjadi mufti besar Bhopal, India.
[3] Tahqiq: Komentar atas sebuah hadist dan pembahasan lebih teliti.
[4] Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151, Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 236, Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64, Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65, Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 234, Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 18
[5] Perselisihan dan keanehan riwayat hadist ini termuat dalam Saheh Bukhari, Saheh Muslim, Sunan Abu Daud, Jami Tirmizi, Sunan Ibnu Majah, Sunan Darimi dan Musnad Humaidi
[6] Urwah bin Zubair adalah salah seorang Tabiin yang pernah berguru pada Aisyah ra. Di Madinah. Urwah adalah putra Zubair bin Awwam, seorang sahabat
Rasulullah yang tercatat dalam berbagai kitab sebagai salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga dan dikenal sebagai Ahlul Syuro yang ditugaskan oleh khalifah Umar untuk memilih khalifah baru penggantinya.
[7] Baihaqi menukil pendapat tersebut dari Abdur-Rahman bin al-Mahdi. Abdur-Rahman bin al-Mahdi merupakan guru Imam Bukhari dan Imam Musli. Beliau adalah tokoh penting dalam ilmu rijal (biografi perawi).

Berapa Umur Aisyah Saat Menikah?

Data-data berikut dapat digunakan untuk menganalisa umur Aisyah ra.

Data Ke-1
Al-Tabari mengatakan: ??????Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya [1]
Itu artinya Aisyah ra. lahir sebelum Rasulullah menerima wahyu.
Rasulullah berdakwah di Mekkah selama 13 tahun sebelum Hijrah ke Madinah dan Aisyah tinggal bersama Rasulullah di tahun ke-2 Hijriah.
Artinya, di tahun ke-2 Hijariah, umur Aisyah sekurang-kurangnya adalah
14 tahun, bukan 9 tahun!

Data ke-2
Ibnu Hajar mengatakan, ?Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun
kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun? Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah [2]
Itu artinya, Aisyah ra. lahir bersamaan dengan tahun Rasulullah menerima wahyu pertama kali. Artinya, pada saat hijrah, umur Aisyah ra.
adalah 13 tahun, dan saat tinggal bersama Rasulullah Aisyah berumur 14
tahun, bukan 9 tahun!

Data ke-3
Menurut Abdal-Rahman ibn abi zanna: ?Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisya [3]
Menurut Ibn Kathir: ?Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah] [4]
Itu artinya, umur Aisyah dengan umur Asma berselisih 10 tahun.
Berapa umur Aisyah? Secara sederhana kita harus lihat berapa umur Asma.
Para Ulama salaf sepakat Asma meninggal pada umur 100 tahun di tahun 73
H, berdasarkan sumber berikut:
Menurut Ibn Kathir: Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut riwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun [5]
Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: ?Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.[6].
Itu artinya saat hijrah umur Asma adalah 27 tahun. Jika Aisyah lebih
muda10 tahun dari Asma, maka bisa di simpulkan Aisyah ra. berumur 17-18
tahun saat hijrah ke madinah. Artinya, Aisyah ra. tinggal berumah tangga dengan Rasulullah saat berumur 18-19 tahun, bukan 9 tahun!

Data ke-4
Dalam Sahih Bukhari [7] , ditemukan satu riwayat dari Zuhri bin Urwah, dari Urwah bin Zubair, dari Aisyah ra. Riwayat ini di riwayatkan oleh 2 orang perawi Mesir, 1 perawi Syam dan 2 perawi dari Madinah.
Hadist ini isinya panjang sekali. Ummul Mukminim bercerita dengan sangat detail dan rinci kejadian di rumahnya sejak pelantikan kerasulan hingga hijrah bapaknya, yaitu Abu Bakar ash Shidiq ke Habsyah. Aisyah ra. ingat betul siapa saja yang datang dan pergi dari rumahnya.
Jika kita perhatikan seksama isi hadist tersebut, tentulah kita
mempercayai bahwa Aisyah ra. yang menceritakan hadist tersebut bukanlah
seorang bayi. Sekurang-kurangnya dia berumur 5-6 tahun. Karena pada
umur itulah seorang manusia sudah bisa mengingat dan mengenali kejadian
di sekelilingnya.

http://bin99.wordpress.com/about/meluruskan-riwayat-pernikahan-rasulullah-saw-aisyah-r-a/

** BAHAYA PACARAN (KHALWAT) TERBONGKAR OLEH RISET ILMIAH **



السلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته
بسم الله الر حمن الر حيم
الله " نور السما وت والأرض " محمد

>> kebohongan pelaku pacaran (khalwat) terbongkar oleh riset ilmiah
" perintah untuk tidak barkhalwat (berdua-dua'an) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahramnya selama ini di patuhi seorang mukmin sebagai keta'atan kpada الله dan RASULNYA tapi jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu 

>> knapa hal tersebut di larang dan di anggap berbahaya oleh syari'at islam......?????
bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi berdua-duaan tersebut .....?????
" baru-baru ini sebuah riset ilmiah membuktikan sendiri tentang bahaya berdua-duaan 

>> para peneliti di universitas valencia menegaskan bahwa seorang laki-laki yang berduaan dengan seorang wanita menjadi pemicu utama naiknya sekresi hormon kortisol
" kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh meskipun subjek penelitian (seorang laki-laki yang di uji coba dengan mengkhayalkan tengtang seorang wanita dalam sebuah simulasi penelitian . namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari mencegah hormon tersebut

>> cukup anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita dan anda akan membuktikan jika peningkatan hormon anda dalam proporsi tinggi betul-betul nyata " inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang di muat pada daily telegraph!

>>para ilmuan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut maka yang demikian dapat menyebabkan meningkatnya ..NAFSU SEKSUAL

>> bentuk yang menyerupai alat proses hormon peneliti tersebut menyimpulkan bahwa teganganyang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berduaan dengan lawan jenis (bukan mahram) dan tegangan akan terus meningkat pada sa'at wanitanya memiliki daya tarik lebih besar 

>> para peneliti mengatakan bahwa ketika ada lawan jenis di sekitar pria kemungkinan besar membayangkan bagaimana mulai membangun hubungan dengan sang wanita dan dalam penelitian lain para ilmuan menekankan bahwa situasi ini jika di ulang ( artinya jika keadaan sprti itudi biarkan) bukan cuma mustahil akan bermunculan bebagai penyakit kronis masalah psikologis dan kehancuran moral yang teramat parah tingkatnya tetapi sudah memasuki hal yang PASTI 
inilah juga sebabnya ROSULULLAH SAW .berulang-ulang mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap wanita bahwa bencana besar sepeninggal beliau berasal dari KAUM WANITA

>> sudaj sejak 1500 tahun yang lalu Nabi SAW bahkan memberi sinyal akan hal itu lewat sebuah hadits " tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga

>> الله SWT selaku sang pencipta sudah betul -betul memberikan manusia sebuah piranti lunak dan piranti keras termasuk petunjuk pemakaiannya tidak ada alasan lain bagi kita sebagai manusia selain bercermin dan membaca situasi itu lewat petunjuk pemakaiannya itu 

>> jadi jika ada dari pembaca situs laki-laki yang melihat lawan jenis sedang berduaan maka dari penjelasan ilmiah dan sinyal الله di atas YAKINLAH jika keduanya sedang terlibat sebuah getaran NAFSU yang sangat dahsyat yang belum satu pun makhluk di muka bumi ini yang bisa membendungnya apa lagi menolaknya sekalipun itu seorang yang mengaku dirinya MUSLIM&MUSLIMAH

>>KALIAN SETUJU ATAU TIDAK TETAPI SUNGGUH ALLAH telah membongkar kedok para pelaku PACARAN dengan sebuah pengetahuan modern dimana kalian berkiblat kpadaNYA jika anda masih berkeras lalu ada rahasia apa di balik perintah ALLAH SWT yang menyuruh para orang tua memisahkan anak merekan ketika sudah berusia baligh.....???
mengapa pula ALLAH SWT mengatakan jika berduaan dengan ipar berarti maut ......????
belum cukupkah bukti-bukti di mata anda ....????
(mnh/alkaheel/eramuslim)

SEMOGA BERMANFA'AT.....

Sang Pembunuh dan Anak Petani



Seorang pemuda dalam perjalanan yang jauh, berasa amat letih. Dia berhenti, beristirahat di satu perkampungan dan melepaskan kudanya mencari makan di situ. Oleh karena keletihan, pemuda itu tertidur di bawah pohon. Kudanya yang kelaparan berjalan menuju sebuah ladang dan memakan semua tanaman yang ada di ladang itu. Tidak berapa lama, sang petani pemilik tiba dan menyaksikan semua tanaman di ladangnya habis dimakan kuda. Spontan sang petani kehilangan kesabaran lantas membunuh kuda milik pemuda tersebut karena dianggap merugikan sang petani.

Saat sang pemuda terbangun dari tidurnya, dia lantas mencari kudanya. Untuk beberapa lama kuda itu tidak terlihat olehnya. Akhirnya, dia melihat bangkai kudanya di ladang. Melihat keadaan itu, dia menjadi marah dan mencari pembunuh kudanya. Dia terus mencari. Sesampai di sebuah rumah, dekat ladang. Maka, ia tahu, pemilik rumah tersebut, yang telah membunuh kudanya. Terjadilah pertengkaran sengit yang berujung pada terbunuhnya sang petani pemilik ladang.

Peristiwa itu terdengar oleh banyak orang. Pemuda itu dibawa berjumpa khalifah untuk diadili. Berdasarkan hukum qhisas, bunuh dibalas dengan bunuh. Khalifah memerintahkan supaya dia dipenjarakan sehari semalam sebelum dia dipancung pada jam 17.00 esok petang. Pemuda itu merayu, supaya dia diizinkan pulang dahulu untuk berjumpa ibunya sebab dia ingin menyelesaikan satu perkara yang amat penting. Khalifah tidak mengabulkan permintaan pemuda itu. Namun pemuda itu tidak berputus asa dan terus memohon sambil menyatakan dia mempunyai tanggungjawab yang mesti diselesaikan sebelum dia dihukum bunuh. Dia berjanji akan balik segera setelah urusannya selesai.

Khalifah meminta pandangan waris si mati. Anak petani itu tidak mengizinkan pemuda itu pergi karena bimbang dia tidak akan datang lagi untuk menerima hukuman mati. Berkali-kali pemuda itu merayu dan bersumpah akan datang lagi, namun tiada seorangpun menunjukkan tanda simpati. Akhirnya, tampil seorang tua menuju mengadap khalifah menyatakan kesanggupan untuk menjadi tebusan bagi membolehkan pemuda itu balik ke rumah.

Orang tua itu adalah Abu Dzar ra, seorang sahabat nabi yang banyak merawikan Hadits. Melihat apa yang terjadi, semua hadirin tercengang dan sebahagian besar memarahi Abu Dzar karena tindakannya yang membahayakan diri sendiri. Abu Dzar berjanji untuk menjadi tebusan dan membenarkan pemuda itu pulang menyelesaikan masalahnya. Melihat kejadian ini, pemuda itu menjadi tenang dan mengikat janji bahwa dia akan pulang untuk dipancung setelah urusannya selesai.

Abu Dzar ra mafhum, kegagalan pemuda itu menunaikan janji akan mengakibatkan nyawanya tergadai. Ketika ditanya khalifah bagaimana dia sanggup meletakkan dirinya dalam keadaan membahayakan, Abu Dzar ra menerangkan demi keluhuran Islam, dia sangat malu melihat tiada siapapun sanggup mengulurkan bantuan ketika pemuda asing itu dalam kesusahan yang amat sangat. Pemuda itu dibenarkan pulang ke rumah, sementara Abu Dzar ra dikurung di penjara. Pada keesokan petangnya, penuh sesak manusia menuju ke istana khalifah untuk menyaksikan peristiwa yang mencemaskan.

Hampir semua orang yang hadir menganggap Abu Dzar akan dibunuh, karena kemungkinan besar pemuda itu tidak akan datang menyerahkan lehernya untuk dipancung. Saat yang mendebarkan, ketika beberapa menit lagi jam 5 petang, pemuda itu masih belum tiba. Abu Dzar dikeluarkan dari kurungan. Kegagalan pemuda itu menghadirkan diri, akan menyebabkan Abu Dzar menjadi tumbal. Di detik-detik terakhir, muncullah dari kejauhan penunggang kuda dengan sangat cepat menuju keramaian. Seketika itu kecemasan berubah menjadi kelegaan. Sebab penunggang kuda tersebut adalah sang pemuda yang dimaksud. Tepat sekali bagaimana dijanjikan pemuda itu sampai tepat jam 5 petang.

Pemuda itu lantas turun dari kuda dan menghadap khalifah seraya meminta maaf karena ‘terlambat’ menyebabkan suasana tegang dan cemas. Pemuda itu menerangkan bahwa seharusnya dia sampai lebih awal, tetapi terlewat disebabkan tali kudanya putus di tengah perjalanan. Dia menerangkan urusan yang dikatakannya amat penting dulu ialah karena terpaksa menyelesaikan tanggungjawabnya sebagai penjaga harta anak-anak yatim dan menyerahkan tugas itu kepada ibunya. Pemuda itu berjumpa Abu Dzar untuk mengucapkan terima kasih, atas kesanggupannya menjadikan dirinya sebagai tebusan. Selepas itu dia segera ke tempat dilakukan hukuman pancung. Ketika pengawal hendak mengayunkan pedangnya, tiba-tiba anak petani dengan suara yang kuat meminta hukuman dibatalkan. Dengan rela hati dia memaafkan kesalahan pemuda itu. Mendengar kata-kata anak petani itu, pemuda itu amat lega dan terus sujud tanda syukur kepada Allah.
http://kolom.abatasa.co.id/kolom/detail/hikmah/1362/sang-pembunuh-dan-anak-petani.html

## J O D O H ##



Wanita harus memahami bahwa peran alamiahnya dan tugas terpentingnya dalam kehidupan adalah menjadi istri dan ibu.

Setiap laki-laki mendambakan istri yang terdidik yang mengetahui kewajibannya.

Dewasa ini banyak gadis yang telah lulus perguruan tinggi tapi tidak memiliki pengetahuan tentang kehidupan berumah tangga yang dapat dia manfaatkan bagi masa depannya.

Ada juga gadis yang tidak dapat menepis kesombongannya karena gelar yang disandangnya, sehingga dia merendahkan laki-laki yang datang melamarnya, sampai dia ketinggalan kereta alias menjadi (maaf) perawan tua.

Mereka “menghindar” dari kejaran jodoh, dan terlalu selektif memilah-milih pasangan hidup. Ketahuilah wahai dara manis, tak ada satu pun lelaki yang sempurna.

Orang bijak berkata,

Pernikahan adalah sinergi
Kelebihan adalah potensi
Kekurangan senantiasa diperbaiki

Sesungguhnya menghalang-halangi datangnya jodoh dengan sejumlah persyaratan yang memberatkan tanpa menyadari hari-hari terus bergulir menggerogoti usia adalah sama dengan mengoyak secara perlahan-lahan tirai suci pernikahan.

Apabila ”keangkuhan” itu terus dipelihara, dikhawatirkan keinginan untuk membentuk keluarga kecil, melahirkan anak dan hidup disisi suami, hanyalah mimpi-mimpi yang tergadai.

Duhai sayang, engkau membutuhkan rasa aman dalam kehidupan pribadimu, bukan bermain-main dengan usia.

Singkirkan sifat keras hati untuk menaklukkan dirimu, songsonglah masa depan dengan impian yang lebih besar...

Untukmu Duhai Muslimah



Duhai akhwat yang kukagumi
Yang memiliki iman di hati
Dengarlah suara hati para lelaki
Sudahi menebar simpati
Hentikan bermanja pada kami
Kami ikhwan biasa yang tidak suci
Yang ingin teguh di jalan Ilahi.

Duhai yang kukasihi para akhwat
Yang memiliki malu, hormat dan martabat
Kami adalah pria biasa yang mudah terpikat
Iman kami tak sekuat para nabi dan shahabat
Fotomu bertebaran menggoda dan mengusik syahwat
Kecantikanmu menembus hati yang taat syariat.

Duhai akhwat yang kusanjungi
Jangan hajar emosi dan jiwa kami
dengan perhatian yang murah
Jiwa ini terasa gerah
dengan pujian yang membuncah.

Duhai akhwat yang kupuja
Engkau adalah mutiara berharga
Harapan bangsa dan agama
Bukan hanya fisik yang harus dijaga
Akhlak juga harus dihiasi
dengan lembaran hidup islami

Engkau akan terlihat anggun
Bukan karena pengagummu yang berjibun
Tapi karena sikapmu yang santun
Engkau semakin mempesona
Dengan izzahmu yang terjaga
Engkau semakin cantik memikat
Karena kepribadianmu yang sesuai syari'at

Ciri Lelaki Gentle Man !




Gimana sih lelaki Gentle Man (Lelaki jantan) ?

Apa seperti yang di iklan, telanjang dada lalu pake celana Levis dengan merk tertentu ?

Apa yang tampangnya Macho (Macam-Chopet) ?

Atau yang tampilannya gagah seperti di Majalah-majalah
icon wanita, anak gadis dan Remako (Remaja-Kolot) ?

Atau yg dikerubutin ama wanita2, gadis2 yg tergila2 padanya?

Kalau menurut saya Bukan !!
Menurut saya seorang Gentle men itu …
Seorang penjantan yang tangguh adalah seorang lelaki yang kuat dan sabar menjalani hidup, tidak banyak mengeluh dan tangguh dalam hal menghadapi ujian...

Seseorang yang tak mudah menyerah disaat menghadapi tumpukan masalah, ia ulet (bukan Ulat), bisa berfikir tenang dengan Ilmu, dan bisa menahan gejolak emosionalnya ..

Seorang lelaki yang dewasa dan matang pemikirannya disaat dia sudah mulai beranjak dewasa, dia mampu mengatasi masalah-masalah kehidupannya dengan bekerja dan tak menjadi benalu lagi bagi orang tuanya ..

Dia mampu memperbaiki kesalahan kesalahan yang pernah dijalaninya.. dia sanggup meminta maaf untuk menyelesaikan permasalahan yang dia ciptakan sendiri ...

Terlebih dia adalah seseorang yang berusaha ingin memperbaiki agamanya ..

Dan yg jelas adalah ia mau dan mampu belajar masalah agama, dan menjalani syariatnya. Entah apa dan siapa ia di masa lalu, yg mendasar adlh ada bukti nyata pertaubatan dan pembuktian untuk,menjadi manusia yg lebih baik. Mengenal agama dan mau menjalaninya.

Semoga itu adalah kamu dan kamu sekalian.

Kalo memang kamu orangnya, datanglah kerumah dan lamarlah aku, Halalkan hubungan dgn ijab qabul. Maharnya hafalan surah didlm Al Qur'an. Memang surah apa yg kamu hafal?

Hak Suami



عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ أَتَيْتُ الْحِيرَةَ فَرَأَيْتُهُمْ يَسْجُدُونَ لِمَرْزُبَانٍ لَهُمْ فَقُلْتُ رَسُولُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُسْجَدَ لَهُ قَالَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ إِنِّي أَتَيْتُ الْحِيرَةَ فَرَأَيْتُهُمْ يَسْجُدُونَ لِمَرْزُبَانٍ لَهُمْ فَأَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ نَسْجُدَ لَكَ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ مَرَرْتَ بِقَبْرِي أَكُنْتَ تَسْجُدُ لَهُ قَالَ قُلْتُ لَا قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لِأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ الْحَقِّ

Diriwayatkan oleh Qais bin Sa'ad, dia berkata, "Saya mendatangi suatu kaum di sebuah daerah yang bernama Al Hirah, saya melihat mereka bersujud kepada seorang pemimpin yang berani di kalangan mereka, maka saya berkata, 'Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam lebih berhak untuk diperlakukan seperti itu.' Maka saya mendatangi Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam. Kemudia saya katakan kepadanya bahwa saya melihat suatu kaum yang sujud kepada pemimpin mereka, 'Wahai Rasulullah, anda lebih berhak untuk diperlakukan demikian.' Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam menjawab, 'Katakan kepada saya, jika kamu melewati kuburanku, apakah kamu akan bersujud?' maka Qais berkata, 'Tidak.' Rasulullah Shalallahu'Alaihi wa-Sallam berkata, 'Janganlah kalian melakukan hal tersebut, seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada yang lain, maka aku perintahkan para wanita untuk sujud kepada suami mereka, karena melihat hak-hak suami yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla atas istrinya.'" (shahih) tanpa ada kalimat yang menerangkan tentang kubur.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, dari Nabi Shalallahu'Alaihi wa-Sallam, beliau bersabda, "Apabila seorang laki-laki memanggil istrinya ke ranjangnya, lalu wanita tersebut menolak, dan ia tidak juga menemuinya, sampai sang suami tidur dalam keadaan marah kepada sang istri, maka para Malaikat akan melaknat istri tersebut sampai tiba waktu Shubuh." {shahih, Muttafaq Alaih)

Jaman




1. Sebaik-baik umatku adalah pada abadku ini, kemudian yang sesudahnya dan yang sesudahnya. Kemudian sesudah mereka muncul suatu kaum yang memberi kesaksian tetapi tidak bisa dipercaya kesaksiannya. Mereka berkhianat dan tidak dapat diamanati. Mereka bernazar (berjanji) tetapi tidak menepatinya dan mereka tampak gemuk-gemuk. (HR. Tirmidzi)

2. Tiada datang kepadamu jaman kecuali yang sesudahnya lebih buruk dari pada yang sebelumnya sampai kamu berjumpa dengan Allah. (HR. Ahmad)

3. Jangan memaksa dirimu berjaga (tidak tidur) pada malam hari karena kamu tidak mampu melakukannya. Bila seseorang mengantuk maka hendaklah dia tidur di tempat tidurnya sendiri dan itu lebih aman. (HR. Ad-Dailami)

4. Pada hari Jum'at terdapat saat yang apabila seorang muslim memohon kepada Allah sesuatu kebaikan maka Allah akan memberinya, yaitu saat antara duduknya seorang imam (Khatib) sampai usainya shalat. (HR. Muslim)

Muhasabah diri dari sgala dosa dan waktu yang terbuang percuma....

saudara fillahku....

Jika kita bisa dan mampu berjam2 bermain di rumah maya(dumay)...
Pastinya kita bertemu kekasih lebih daripada bisa ....

Dapat di katakan sangatlah bisa kita bermesraan dengan kekasih....

Sangat ringan kita menjalankan segala perintah kekasih...

Sangat senang selalu membaca surat2 dariNya dan tak pernah bosan membacanya....

Kerna hati sudah terlanjur cinta kepada kekasih hati....

Tanyakan hati siapa kekasih kita...?
Bisa dan mampukah kita mencitaiNya...
Selalu menyebut nama-namaNya yang sangat indah....

Muhasabah diri dari sgala dosa dan waktu yang terbuang percuma....

senyum santun

Muslimah to her Husband



- When I Forget, Please Remind me.
- When I Sin, tell me to Repent.
- When I Fear, tell me there is Hope.
- When I Slip, Pull me up.
- When I Have Hardship, Remind of my Test.
- When You Love me, don't Love me for me..

I am nothing but a Servant of ALLAH so Love me for the Sake of Allah..

★ Feel free to tag and share.. .. ..

from : Islamic Book

Ucapan seorang musLimah kepada suaminya

- Ketika aku Lupa, toLong ingatkan aku
- Ketika aku berbuat dosa, katakan padaku untuk bertobat
- Ketika aku takut, katakan ada harapan
- Ketika aku mulai saLah jaLan, tarik aku kembaLi ke jaLan yg benar
- Ketika aku merasa sangat LeLah pada sebuah kesuLitan, ingatkan aku bahwa itu ujian . . .

- ApabiLa kau mencintaiku, maka jangan cintai aku karena aku.

Aku hanyaLah hamba Allah, jadi cintaiLah aku karena Allah . . .

Pngen TAMPAN & CANTIK???emang BISA??bisa!! tapi mesti dicatet ya!!


Bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala TIDAK menilai rupa cantikmu atau ketampananmu.
Tapi saya mau ngasih TIPS2 niiih biar kita bisa TAMPAN dan CANTIK,mau tau??yuuk check this outttt..eeitss.
.tapi baca dulu sampe kelar ya
Cantik dan tampan??siapa sih yang nggak mau? secara.. orang cantik dan tampan itu kan, pasti keren! Terus banyak pengagumnya, banyak yg suka, banyak yg cinta, banyak ini, banyak itu, semua mau! (hedeh.. cape deh..)

Hmmm.. tahu nggak? Sebenarnya cantik dan tampan itu relatif. Iya, "RELATIF". Karena memang manusia itu diciptakan berbeda-beda, tidak sama rupa, warna kulit, bentuk tubuh, dan perwatakkannya, bayangkan kalau manusia itu sama bentuknya, pasti kebayang bahwa manusia yang satu dengan yang lain akan sulit dibedakan. Kamu dan aku akan menjadi manusia yang sama. Sereemmm yaa? Itulah ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan segala perbedaannya.. Subhanallah..

Adakalanya si A akan bilang bahwa, "si B itu orangnya cantik ya?". Tapi si C bilang, "ahh, si B mah biasa aja. wajah pas-pasan gitu?". Artinya, setiap pandangan itu akan berbeda, pandanganku dan pandanganmu terhadap seseorang akan berbeda, karena kita memiliki karakter menilai seseorang pun berbeda. Inilah yang menjadi salah satu keunikan manusia..

Aku bilang cantik atau tampan. Kamu bilang jelek.. eehh.. dia bilang lumayan. Namun semua itu hanyalah pandangan manusia semata, makanya bisa berbeda-beda. Tapi dampaknya itu lho, siapa sih yang dibilang jelek nggak tersinggung? Kecuali hatinya sudah sekuat baja, itu juga ada sedikit kikisan jadi kurang PEDE. Iya apa iya?

Tapi tenang aja, penilai yang tak kan pernah salah menilai. Penilaian Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Yang Maha Tahu, Maha Bijaksana, dan Maha Kuasa Di atas Segala. Penilaian-Nya nggak seperti manusia yang relatif, penilaian-Nya selalu PASTI. Subhanallah.. tak ada yang mampu menilai se-Pasti Dia. Siapa yang mampu menyaingi-Nya?

Dalam menilai.. Allah Subhanahu Wa Ta'ala nggak menilai rupa cantikmu atau ketampananmu, yang biasa dijadikan patokan awal oleh manusia untuk menilai cantik tidaknya seseorang itu. Allah itu Maha Adil, karena memang Allah sudah menjadikan manusia dalam keadaan yang sempurna (berbeda dari makhluk lainya) yang dari itu.. berarti semua manusia adalah cantik dan tampan. Tapi Allah memiliki cara sendiri dalam memberikan penilaian-Nya, yaitu..?

"sesungguhnya Allah tidak menilai kepada sosok dan hartamu, tapi Allah akan menilai hati dan amalanmu" (HR. Muslim)

Maka dari itu, masih pentingkah tips cantik dan tampannya? Tetep Penting dong! Tapi maaf, ini tips bukan untuk mempercantik dan mempertampan paras (wajah) tapi sungguh lebih dari itu. Penasaran?? yuk mariii!!

**TIPS CANTIK DA TAMPAN**

1< Selalu sirami hati dengan dzikir..
2< Suburkan jiwa dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an..
3< Hangatkan tubuh dengan keteguhan menjalankan Dien..
4< Baguskan hati dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya..
5< Berbuat baik kepada orang tua dan orang lain..
6< Jadikan jujur sebagai pengharum mulut. serta kata-kata yang benar,
baik, lembut, dan mulia sebagai penghias bibir..
7< Sematkan kesabaran di setiap langkah..
8< Taburi benih-benih cinta dan kasih sayang dalam setiap waktu..
9< Menjadikan syukur sebagai benteng pertahanan..
10< Kenakan taqwa sebagai pakaian setiap hari..

Itulah sedikit tipsnya, kalau kita mampu mempraktekkan diri, insya Allah kita akan mendapatkan nilai A+. Tenang saja, dan pasti akan cantik luar dalem deh..

So.. apalagi yang ditunggu, mari kita berlomba-lomba untuk mendapatkan A+ dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala..

Karena jika cintanya ALLAH telah mampu kau dapatkan. Cinta makhluk, tak perlu lagi kau pertanyakan. Tanpa kau minta, mereka akan memberikan kasih, sayang, dan perhatian tulus untukmu. gak percaya? Buktikanlah!!!

<<Keep istiqomah wa hamasah>>

** KENAPA PACARAN GAK BOLEH SIH....?????..* *



>>aeh...aeh.... kenapa sih kok islam melarang pacaran........??????
begitu keluhan fulanah buat fulanah ia melihat ada sisi positif yg bisa di ambil dari pacaran atau menurutnya penjajakan antara dua insan lain jenis sebelum menikah sangat penting agar masing-masing pihak dapat mengetahui karakter satu sama lainnya (dan biasanya untuk memahami karakter pasanganya ada yang bertahun-tahun pacaran lhoooooooooo.....betul opo betul.....hehehehh )

>> fulanah menambahkan jadi dengan berpacaran kita akan lebih banyak belajar dan tahu ......nah low tanpa pacaran ...gimana....?????
ibarat membeli karuuung dalam kucing.....eeeeehhhhhhhhhh maksudku membeli kucing dalam karung .....enggak..dech.....geleng-geleng kepala.....xixixixixixi
* kemudian ia menambahkan jika suka dan serius bisa di teruskan ke pelaminan...namun bila tidak..ya...cukup sampai di sini...bay...bay....ogut terbang terbang hiihihihihihihi
mudahkan....???..hhhhhhhhhhhhmmmmmmmmmmmmm

>>fulanah tidak kah engkau melihat dampak buruk dari berpacaran ini ketika masing-masing pihak memutuskan berpisah...??????
fulanah apakah engkau yakin benar....apa bila putus dari pacaran hati ini tidak sakit.....????
benarkah hati ini bisa melupakan bekas-bekas dari pacaran itu......?????
tidak kah hati ini kecewa , pedih, atau ikut menangiss bersama butiran air mata yang menetes ....????
sulit di bayang kan....!!!!!!
krna memang begitu lah yang saya lihat di depan mata menyaksikan orang yang baru putus pacaran.....dan dulu yunah juga pernah merasakanya...heheheheeheh khilaaaaafffff sob.....

>> sungguh islam telah memuliakan wanita dan menghormati kedudukan mereka ......tidak percaya...?????
lihat hadits ini.....
jANGAN lah sekali-kali seorang lelaki berdua'an dengan seorang perempuan melainkan si perempuan itu bersama mahramnya (HR.BUKHARI , MUSLIM dan AHMAD)
ISLAM MELARANG LAKI-LAKI untuk berdua'an tanpa ada orang ke tiga karena islam tidak menginginkan terjadinya PELECEHAN SEKS SUAL terhadap wanita sehingga jadilah mereka wanita-wanita muslimah terhormat....dan terjaga kesucianya untuk kaum laki-laki pun islam melarang mereka menyentuh wanita yang bukan mahramnya
coba simak hadits ini.....
sungguh bila kepala salah seorang di tusuk dengan besi panas lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (HR.TABRANI dalam MU'JAMIL KABIR)

>> nah jelas bukan ...mengapa islam melarang pacaran...????
bila memang seorang laki-laki ingin serius menjalin hubungan dengan seorang wanita maka islam telah menyediakan sarana nya yaitu menikah karena islam bukan lah agama yang kaku maka islam menganjurkan kpada masing-masing pihak untuk saling berkenalan (TA'ARUF) tentu saja tidak berdua'an lhooooooo......harus ada pihak ke tiga nya setelah itu.....ya selamat bertanya tentang biografi calon pasangan anda apa bila kurang jelas , masih kurang yakin maka islam menganjurkan mereka untuk sholat istikharah agar di berikan pilhan yang mantap yang nantinya INSYA ALLAH akan berakibat baik bagi dunia dan akhiratnya kedua belah pihak setelah mantap dan yakin akanpilihanya kuatkan...AZZAM...(tekad) dan bismillah ....menikah....!!!!!!!
indah...bukaaannnn......???????????

Jaga Lisan kerna sangat Bahaya bagi diri sendiri dan sesama...



Ada sebuah kisah, suatu waktu ada seseorang bertanya tentang suatu tempat yang ternyata tempat tersebut adalah tempat mangkal "wanita tuna susila". "Dimana sih tempat x ?" Lalu si orang yang ditanya menunjuk ke arah suatu tempat dan hanya dengan "Tuh !", lalu si penanya datang ke sana dan naudzubillah dia berbuat maksiat, di pulang, lalu dia sebarkan lagi kepada teman-temannya,
lalu berbondong-bondong orang ke sana, berganti hari, minggu, dan tahun. Maka setiap ada orang yang bermaksiat di sana, orang yang menunjukkan itu memikul dosanya, padahal dia hanya berkata : "Tuh !", cuman tiga huruf. Setiap hari orang berzina di sana, maka pikul tuh dosanya, karena dia telah memberi jalan bagi orang lain untuk bermaksiat dengan menunjukkan tempatnya.

Jadi waspada, dengan lidah, menggerakkannya memang mudah, tidap perlu pakai tenaga besar, tidak perlu pakai biaya mahal, tapi bencana bisa datang kepada kita. Berbicara itu baik, tapi diam jauh lebih bermutu. Dan ada yang lebih hebat dari diam, yaitu BERKATA BENAR.
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam !" (HR. Bukhari Muslim).

Sebab lisanlah yang banyak memasukkan kita ke neraka. Rasulullah bersabda :
"Kebanyakan yang memasukkan ke neraka adalah dua lobang, yaitu : mulut dan fardji (kemaluan)" (HR Turmudji dan Imam Ahmad). Sedangkan Imam Hasan berkata bahwa, "Tidak akan berarti agama seseorang bagi orang yang tidak menjaga lisannya".

senyum santun erat ukhuwah fillah...

Doa suci

Allahumma Ya Allah, kami adalah hamba-hamba yang dhaif, yang miskin, yang faqir, yang datang ke tanah yang mulia ini Ya Allah, menadah tangan di hadapan Mu Ya Rahman. Di padang Arafah yang mulia Ya Rabbi, pada hari wukuf umat Nabi Mu Saidina Muhammad S.A.W.

Allahumma Ya Allah, kami mengucap syukur kepada Mu yang telah memudahkan kedatangan kami kemari.
Sungguh kami tidak layak datang ke tempat yang suci ini, tetapi Engkau telah memudahkan kami.
Maka kami memohon kepada Mu Ya Allah, mudahkanlah kami mendapat keampunan Mu, mudahkanlah kami mendapat taubat Mu, mudahkanlah kami mendapat keredhaan Mu, mudahkanlah kami mendapat keselamatan dari Mu, mudahkanlah kami daripada hidup dunia dan akhirat.

Allahumma Ya Allah, kami datang dari negeri yang jauh, meninggalkan rumah tangga kami, kaum keluarga kami, anak-anak kami, sekelian harta benda kami. Kami datang semata-mata menyahut panggilan Mu

Ya Allah. Terimalah kedatangan kami Ya Rahman, terimalah kedatangan kami Ya Rahim, terimalah kedatangan kami Ya Ghafur. Kami mengakui kami datang dengan penuh kekotoran, kami datang dengan berlumuran dosa yang banyak dengan kesalahan yang bertimbun.

Ya Allah kami tidak layak untuk syurga Mu, tetapi kami tidak mampu menanggung azab neraka Mu. Kurniakanlah kami keampunan Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang mengampunkan dosa-dosa kami Ya Allah. Rahmat Mu lebih luas dari dosa-dosa kami. Engkau telah berjanji melalui lisan Rasul Mu, Sadiqul Amin, Saidina Muhammad S.A.W bahawa Engkau membukakan pintu Rahmat Mu, Engkau membukakan pintu taubat Mu, Engkau membebaskan hamba-hamba Mu dari neraka. Maka dengan penuh rasa hina, dengan penuh rasa rendah diri, menadah tangan kami di hadapan Mu.
Ya Allah kami mengharapkan sekelian anugerah-anuger
ah itu. Curahkanlah rahmat Mu kepada kami, karuniakanlah kepada kami taubat nasuha. Golongkan kami dari golongan yang dibebaskan dari api neraka.

Allahumma Ya Allah, sesungguhnya kami hamba Mu yang banyak melakukan kesalahan, kami hamba Mu yang banyak lalai dari perintah Mu, kami hamba yang banyak melanggar larangan Mu. Ya Allah kami yakin dengan rahmat Mu, bahawa rahmat Mu terlebih luas dari dosa-dosa kami.

Allahumma Ya Allah, dengan itu janganlah Engkau tutupkan pintu rahmat Mu dari kami. Niscaya tiada pintu yang dapat
kami mengadu Ya Allah. Engkau telah berjanji melalui lisan Rasul Mu “Uduuni as tajib lakum” iaitu “Mohonlah kepada Ku akan Aku kabulkan”. Sekarang kami bermohon kepada Mu Ya Allah, maka kabulkan permohonan kami, ampunkanlah sekelian dosa-dosa kami. Ampunkanlah sekelian kesilapan dan kesalahan kami, dosa-dosa yang zahir dan yang batin. Ampunkanlah dosa-dosa yang besar dan yang kecil. Ampunkan dosa yang kami lakukan dengan sengaja dan tidak sengaja. Ampunkanlah dosa-dosa kami yang telah kami bertaubat kemudian kami lakukan dan ulangi kembali. Ampunkanlah dosa-dosa yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui dan dosa-dosa kami yang hanya Engkau sahaja yang mengetahuinya.
Ya Allah ampunkanlah dosa-dosa kami semuanya Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim.

Allahumma Ya Allah, ampunkanlah juga dosa-dosa ibu bapa kami, ampunkanlah ibu bapa kami, di padang Arafah yang mulia ini. Kami mohon pada Mu Ya Allah, dengan rahmat dan belas kasihan Mu. Ampunkanlah dosa kedua ibu bapa kami. Ya Allah mereka telah banyak bersusah payah untuk membesarkan kami. Kami tidak mampu membayar jasa mereka Ya Allah. Ya Allah di antara mereka adalah hamba-hamba Mu yang telah kembali kepada Mu Ya Allah. Ya Allah terimalah kembalian mereka kepada Mu, Ya Allah terimalah kembalian mereka kepada Mu.

Ya Allah luaskanlah kubur-kubur mereka, janganlah Engkau azabkan mereka di dalam kubur. Ya Allah, Engkau telah berjanji mengabulkan doa anak yang soleh untuk ibu bapanya. Kami mengaku Ya Allah, kami bukan tergolong dari anak yang soleh, tetapi dengan rahmat Mu Ya Allah, dengan belas kasihan Mu yang luas, pada hari ini Ya Rahman jadikanlah ibu bapa kami berbahagia di dalam alam barzakh, jadikan kubur-kubur mereka satu taman dari Taman Syurga. neraka. mereka. Janganlah Engkau jadikan kubur-kubur mereka satu kawah Ya Allah sesungguhnya kami tidak mampu membalas jasa Ya Allah mereka sanggup berlapar dan berdahaga kerana kami, Ya Allah mereka sanggup berjaga malam kerana menjaga kami Ya Allah. Ya Allah sungguh kami tidak mampu membalas jasa mereka Ya Rahman, tinggikanlah darjat mereka di sisi Mu Ya Rahim. Ya Allah di antara ibu bapa kami yang masih bersama kami Engkau panjangkanlah usia mereka dalam sehat walafiat. Jadikanlah umur mereka dalam taat beribadat kepada Mu. Murahkanlah rezeki mereka yang halal lagi yang diberkati. Jadikanlah mereka hamba yang Engkau tinggikan darjatnya Ya Rabbi.

Allahumma Ya Allah, demikian juga Engkau ampunkan dosa-dosa guru-guru kami, mereka yang telah mendidik kami dan telah membimbing kami kejalan Mu yang Engkau redhai. Jadikanlah mereka orang yang Engkau terima amalannya.
Dan ampunkanlah kesilapan dan kekurangan mereka. Ya Allah ampunkanlah sekelian mereka yang telah berjasa kepada kami dan sekelian kaum muslimin dan muslimat, yang hidup mahu pun yang telah mati.

Allahumma Ya Allah, Ya Tuhan kami, kami adalah hamba-hamba Mu, kami datang daripada Mu dan akan kembali kepada Mu. Ya Allah, sebagaimana kami datang ke dunia seorang diri begitu juga kami akan kembali kepada Mu seorang diri.
Ya Allah ketika Engkau hendak mengambil nyawa kami Ya Allah, kami mohon kepada Mu Ya Rahman,
ambillah nyawa kami dalam keadaan iman dan islam. Ambillah nyawa kami setelah kami mengucap kalimah syadadah:
Ya Allah Ya Tuhan kami, kami bermohon kepada Mu dengan penuh rasa rendah diri. Di saat nyawa kami hendak dicabut dari tubuh kami, kami mohon belas kasihan Mu Ya Allah, kami mohon rahmat Mu Ya Rahman, sungguh kami khuatir di dalam keadaan sakaratul maut, sungguh kami bimbang di dalam keadaan sakaratul maut. Ya Allah, di padang Arafah yang mulia ini, kami mohon rahmat Mu Ya Allah. Janganlah Engkau melupai kami, ketika kami di sakaratul maut.
Ya Allah ampunkanlah kami di sakaratul maut, lindungilah kami dari gangguan syaitan ketika sakaratul maut.
Ya Allah, jadikanlah kami mudah di dalam sakaratul maut.

Ya Allah, Ya Rahman, jika Engkau hendak mengambil kami, ambillah setelah kami menunaikan semua perintah Mu dan setelah kami menunaikan semua kewajipan kami kepada hamba-hamba Mu, pada hari Jumaat, pada bulan Ramdhan, sedang kami sujud atau mati syahid, di sisi Rasul Mu di Kota Madinah Al Munawarah, sedang Engkau redha kepada kami.
Ya Allah kami sedar, kami tidak layak dengan seumpama doa seperti ini, tetapi rahmat Mu sungguh luas Ya Allah.
Maka pandanglah kepada kami dengan rahmat Mu. Janganlah Engkau pandang kepada kami dengan amalan kami, niscaya banyak yang rusak Ya Allah.

Ya Allah, Ya Rahman, perbaikilah amalan-amalan kami. Jadikanlah amalan-amalan kami amalan yang ikhlas mencari
keredhaan Mu, bukan amalan yang riya’, menunjuk atau megah, bukan amalan orang yang Engkau murkai Ya Rahman.
Ya Allah Ya Tuhan kami, kami mohon ampun kepada Mu daripada amalan yang kami lakukan dengan ikhlas tetapi akhirnya bercampur dengan riya’. Ya Allah kami mengaku kelemahan iman kami Ya Allah, kadang kala kami dikuasai oleh nafsu dan syaitan, sehingga amalan kami bercampur dengan berbagai-bagai tujuan Ya Allah.

Ya Allah maafkanlah kami, jikalau Engkau tidak memaafkan kami, niscaya kami akan tergolong dari orang yang rugi, yang akan dicampakkan kembali amalan-amalan kemuka kami.

Allahumma Ya Allah, bersihkanlah hati kami Ya Rahman. Sesungguhnya Engkaulah sahaja yang dapat membersihkan hati kami, tiada yang membersihkan hati kami melainkan Engkau Ya Allah. Ya Allah bersihkan hati kami daripada ‘ujub dan sum’a, bersihkan hati kami daripada lalai dalam solat, bersihkanlah hati kami daripada sombong dan takabur, bersihkanlah hati kami daripada sikap bakhil dan kedekut, bersihkan hati kami daripada hasad dan dengki, bersihkan hati kami daripada buruk sangka kepada saudara Islam kami. Ya Allah bersihkanlah hati kami dari segala sifat-sifat yang tercela.

Allahumma Ya Rahman, bersihkanlah hati kami dan hiaskanlah hati kami dengan tawadhu Ya Rahman.
Allahumma Ya Allah, kurniakan kami solat yang khusu’. Ya Allah
dapatkanlah kami menitiskan air mata dalam solat pada Mu Ya Allah.
Dapatkanlah kami menitis air mata dalam sujud pada Mu Ya Allah.
Jadikanlah kami orang yang khusu’ dalam solat pada Mu Ya Allah.
Ya Allah Ya Tuhan kami, kurniakan kami kelazatan dalam solat pada Mu
Ya Allah, bukan untuk bermegah-megah atau menunjuk-nunjuk Ya Rahim.

Ya Allah kurniakanlah kami ilmu yang menjadikan kami hamba Mu yang soleh, bukan seperti iblis dan syaitan yang ada ilmu tetapi tidak beramal dengannya. Ya Allah Ya Rahman, jadikan ilmu yang Engkau kurniakan kepada kami sebagai petunjuk dan penyuluh jalan yang benar kepada jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat seperti para Nabi dan Rasul, Anbia dan Syuhada, Saadiqin dan Solihin.

Allahumma Ya Allah, kurniakanlah kami sekelian rezeki yang halal, jadikanlah pencarian kami, pencarian yang halal.
Jadikanlah rezeki yang Engkau kurniakan kepada kami sebagai pembantu kami dalam melaksanakan perintah-perintah Mu dan mencari keredhaan Mu. Dan janganlah Engkau jadikan rezeki itu sebagai menambahkan kami dalam kelalaian dan kemaksiatan.

Allahumma Ya Allah Ya Tuhan kami, berilah kami petunjuk kejalan yang benar. Pimpinlah kami Ya Allah, janganlah Engkau lepaskan kami Ya Allah, walau pun sekelip mata Ya Rahman, nescaya kami akan tertipu dengan syaitan. Sungguh iman kami sangat lemah Ya Allah. Bantulah kami Ya Rahman, bantulah kami Ya Rahim. Sesungguhnya Engkau sentiasa mendengarkan permohonan hamba-hamba Mu Ya Rahim.

Allahumma Ya Allah, apabila Engkau telah membawa kami ke Tanah Suci Mu ini Ya Allah, maka kami mohon pada Mu mudahkanlah kami mendapat anugerah Mu Ya Allah. Anugerah yang Engkau telah janjikan kepada mereka yang datang ke Tanah Suci Mu ini Ya Allah, anugerah itu tidak lain dan tidak bukan ialah Haji yang Mabrur. Ya Rahman karuniakan kami sekelian Haji yang Mabrur. Karuniakan kami dan umat Islam yang berwukuf di padang Arafah pada hari ini Haji yang Mabrur Ya Allah. Ya Allah sungguh kami tidak layak untuk mendapat Haji yang Mabrur, sungguh kami tidak layak untuk
mendapatkan anugerah yang begitu tinggi dan mulia oleh kerana kekurangan kesabaran kami dan kejahatan kami, tetapi rahmat Mu Ya Rahman, kami harapkan rahmat Mu Ya Rahim. Karuniakanlah kami semua dan umat Nabi Muhammad S.A.W, Haji yang mabrur, haji yang membersehkan kami dari dosa-dosa kami, seperti anak yang baru dilahirkan oleh ibunya. Haji yang akan menjadi teman kami di dalam kubur kami, haji yang akan menjadi teman kami di Yaumal Masyar, haji yang akan menjadi teman di Jembatan Sirat, haji yang akan melindungi kami dari api neraka, haji yang akan membawa kami ke Syurga Mu Ya Allah. Ya Allah Ya Tuhan kami, jadikanlah kami haji yang ikhlas bukan haji yang riya’ atau megah, bukan haji yang melancung atau menunjuk-nunjuk.

Allahumma Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, apabila telah sampai masanya untuk kami kembali kepada Mu, apabila telah sampai saatnya untuk kami terpisah jasad dengan roh, maka ketika roh kami berpisah dari jasad kami, rahmatkanlah roh kami Ya Allah, kumpulkanlah roh kami bersama arwah yang solihin.

Allahumma Ya Allah, ketika jasad kami dimandikan manusia, ketika jasad kami dicurahkan air oleh manusia, maka tutupkanlah keaiban dan kecacatan kami Ya Allah. Janganlah Engkau bukakan kecacatan kami, nescaya kami malu Ya Rahman. Ya Allah Ya Tuhan kami, mudahkan mayat kami disembahyangkan oleh orang-orang yang solihin, mudahkanlah
mayat kami disembahyangkan oleh orang-orang yang takwa. Ya Allah Ya Tuhan kami, ketika mayat kami dimasukkan ke dalam lobang kubur, ketika papan keranda menutupi kami, ketika tanah menutupi kami Ya Allah, ketika saudara-mara meninggalkan kami, ketika kami seorang diri dalam kubur Ya Rahman, janganlah Engkau lupakan kami Ya Allah ketika manusia melupakan kami Ya Rahim. Ya Allah Ya Tuhan kami, luaskanlah kubur kami. Jadikanlah kubur kami satu taman syurga. Janganlah Engkau jadikan kubur kami satu kawah api neraka. Ya Allah masukkanlah bau-bauan surga ke dalam kubur kami Ya Allah, masukkanlah bau-bauan syurga ke dalam kubur kami Ya Rahim.

Allahumma Ya Allah, jadikanlah kami dalam kubur seperti mana yang dijanjikan Rasul Mu bagai pengantin yang sedang nyenyak tidur Ya Rahman. Ya Allah sungguh kami bimbang dengan azab kubur dan kami sedar amalan kami yang kurang untuk mempertahankan kami dari azab kubur Ya Allah, kalau tidak dengan rahmat Mu, niscaya kami tidak ada yang dapat membantu kami. Sesungguhnya amalan kami tiada Ya Rahim, amalan yang ada sedikit itu adalah kepunyaan Mu Ya Allah.

Allahumma Ya Allah, Ya Rahman, ketika Engkau bangkitkan kami di Yaumal Masyar, maka himpunkan kami bersama-sama umat Nabi Muhammad S.A.W, di bawah panji-panji Saidina Muhammad S.A.W. Ya Allah, Ya Rahman, kurniakanlah kami supaya dapat minum daripada telaga Saidina Muhammad S.A.W, minuman yang tidak akan haus buat selama-lamanya.
Ya Allah, kurniakanlah kami dapat bertemu dan bersua dengan Rasulullah S.A.W. Ya Allah, lindungi kami di bawah a’rash Mu Ya Allah, pada hari yang tidak ada lindungan melainkan lindungan a’rash Mu Ya Rahman. Ya Allah Ya Tuhan kami berilah Kitab Amalan kami dalam tangan kanan kami, Ya Allah janganlah Engkau berikan Kitab Amalan kami dalam
tangan kiri kami, nescaya tergolong kami daripada golongan orang-orang yang mendapat celaka. Ya Allah selamatkan kami daripada huru-hara Yaumal Masyar. Ya Allah kepanasan di padang Arafah tidak mampu kami menanggungnya bagaimana pula kepanasan Yaumal Masyar Ya Allah. Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah janganlah Engkau biarkan kami dipanasi di Yaumal Masyar, bantulah kami, kasihanilah kami, mudahkanlah hisab kami Ya Allah, mudahkanlah Ya Allah, janganlah Engkau teliti akan amalan kami, nescaya banyak yang rosak Ya Allah. Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim kurniakanlah kami syurga Mu tanpa hisab. Mudahkanlah kami menyeberang Jambatan Sirat, janganlah kami digelincirkan ke dalam
neraka Ya Allah, nescaya kami jatuh ke dalamnya. Sedangkan api di dunia kami tidak sanggup menahannya, bagaimana pula api di neraka Ya Allah. Ya Allah, janganlah Engkau azabkan kami dalam neraka Mu Ya Rahman.
Ya Allah, masukkanlah kami di dalam golongan yang Engkau bebaskan dari api neraka. Ya Allah masukkanlah ibu bapa kami, guru-guru kami, kaum keluarga kami, anak cucu kami, keturunan kami dan sekelian muslimin muslimat dalam golongan yang Engkau bebaskan dari api neraka Ya Allah. Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, kami sungguh tidak pandai berdoa. Kami mohon pada sekelian kebaikan yang pernah dimohon oleh Rasulullah S.A.W dan kami perlindungan dengan Mu Ya Allah dari segala yang pernah dimohon pelindungan oleh Rasulullah S.A.W.

Allahumma Ya Allah, bantulah sekelian muslimin dan muslimat di seluruh dunia. Ya Allah bantulah kaum muslimin muslimat yang teraniaya, yang dizalimi di bumi Palastin, di bumi Checnya, di bumi Kashmir, di bumi Burma, di mana-mana umat Islam berada. Ya Allah, musuh-musuh Islam melakukan penganiayaan terhadap umat Islam. Umat Islam hanya berpeluk tubuh sahaja. Dunia Barat hanya mentertawakan. Ya Allah, sungguh lemah kami, Ya Allah sungguh hina kami, Ya Allah janganlah Engkau jatuhkan marwah kami di hadapan musuh-musuh kami Ya Allah. Ya Allah di padang Arafah yang mulia ini, kami menadahkan tangan kepada Mu, Ya Allah dengan meletakkan penuh harapan kepada Mu, Ya Allah hancurkan musuh-musuh Islam, binasakan musuh-musuh Islam dan jadikanlah senjata-senjata mereka memakan diri mereka.

Ya Allah tunjukkanlah kekuatan Mu kepada mereka, Ya Allah tunjukkanlah keperkasaan Mu kepada mereka, Ya Allah tunjukkanlah kepada mereka bahawa tiada tuhan melainkan Engkau Ya Allah, bahawa tiada kuasa melainkan hanya Engkau Ya Allah. Ya Allah binasakan kaum Yahudi, binasakanlah kaum Russia yang membunuh umat Islam, binasakanlah kaum Serbia, binasakanlah sekelian kaum kuffar yang menganiayai umat Islam. Ya Allah Engkau sahajalah yang berkuasa, Engkau sahajalah yang dapat melindungi mereka umat Islam. Tiada daya dan upaya melainkan hanya kami
bermohon kepada Mu Ya Allah, Ya Tuhan yang menggerakkan awan yang menurunkan kitab yang membinasakan musuh-musuh, binasakanlah mereka yang dengki dan khianat kepada kaum muslimin. Terlungkupkanlah mereka, hancurkanlah mereka Ya Allah. Ya Allah, Ya Rahman sucikanlah Baitul Maqdis dari tangan Yahudi. Sucikanlah Masjid Aqsar dari tangan Yahudi, sucikanlah qiblat muslimin yang ketiga. Ya Allah kembalikan Baitul Maqdis kepada Khalifah Islam. Ya Allah tiada kuasa yang dapat mengembalikan melainkan Engkau. Ya Allah satu padukanlah pemimpin Islam, sedarkan kewajipan mereka untuk menjalankan perintah Mu, berhukum dengan syariat Mu dan sunnah Rasul Mu. Ya Allah sedarkanlah pemimpin-pemimpin Islam daripada kelalaian dunia, bermabuk dengan dunia, daripada perpecahan, daripada perbalahan, daripada bermegah-megah.

Allahumma Ya Allah, sedarkanlah ulama-ulama Islam. Jadikanlah mereka berdiri dengan kalimah yang benar.
Jadikanlah mereka berkata dengan yang benar. Jadikanlah mereka menyampaikan dengan yang benar. Jadikanlah mereka ulama-ulama yang memimpin umat Islam ke jalan yang benar.

Allahumma Ya Allah, hari ini kami melihat dunia Islam seperti pokok yang dibakar, seperti pokok yang ditebang-tebang dahan-dahan dan ranting-rantingnya. Ya Allah, kami tidak berdaya. Ya Allah kami mohon bantuan Mu Ya Rahman, kami mohon bantuan Mu Ya Rahim, di padang Arafah yang mulia ini, tolonglah kami Ya Allah. Tolonglah kami umat Islam. Kembalikan seluruh umat Islam ke jalan yang benar, kembalikan umat Islam ke jalan yang hak, kembalikan umat Islam ke
jalan di atas landasan Al-Quran dan sunnah Rasul Mu dan di atas perjuangan sahabat-sahabat.

Allahumma Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, kami telah bermohon kepada Mu, hanya Engkaulah sahaja yang dapat mengabulkan, kami meletakkan harapan kepada Mu Ya Allah. Janganlah Engkau tolak harapan kami Ya Rahim.

Allahumma Ya Allah, di antara kami yang lemah Engkau kuatkan antara kami yang sakit Engkau sembuhkan, antara kami yang berhutang Engkau lunaskan, antara kami yang sempit Engkau lapangkan, antara kami yang susah Engkau senangkan, antara kami yang miskin Engkau kayakan, antara kami yang jahil Engkau ajarkan, antara kami yang berdosa Engkau ampunkan, antara kami yang bujang Engkau jodohkan dengan jodoh yang baik, antara kami yang mempunyai berbagai-bagai hajat dunia dan akhirat Engkau kabulkan.

Amin Ya Allah Ya Rabbal'alamin...

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik