http://go.onclasrv.com/afu.php?zoneid=1323360
BACA EMAIL DI BAYAR EURO ,MAU??

Sunday, February 10, 2013

Ditimpa bala' akibat 15 jenis maksiat

DARI Sayidina Ali bin Abi Thalib ra Rasulullah bersabda:
"Apabila umatku membuat 15 perkara, maka bala' pasti akan turun kepada mereka iaitu:

1. Apabila harta negara hanya beredar pada orang tertentu
2. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan
3. Zakat dijadikan hutang
4. Suami menuruti kehendak isteri
5. Anak derhaka terhadap ibunya
6. Tidak berbaik-baik dengan kawannya
7. Anak suka menjauhkan diri daripada ayahnya
8. Suara ditinggikan di dalam masjid
9. Orang menjadi ketua bagi satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka
10. Seseorang dimuliakan kerana ditakuti kejahatannya
11. Khamar (arak) sudah diminum di merata tempat
12. Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki)
13. Artis disanjung-sanju
ng
14. Muzik banyak dimainkan
15. Generasi akhir umat melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat).

Maka pada ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi ataupun mereka akan diubah menjadi makhluk lain".

Menghantarkan Orang Tua ke Syurga



Masih ingatkah kita dengan sebuah kisah di masa Rasulullah? Tentang ketaatan seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya berjihad dengan satu pesan, "JANGAN PERGI SEBELUM SAYA PULANG".
Dan ternyata, dalam masa kepergian suaminya, orang tuanya sakit parah. Saudara-saudaranya pun memintanya hadir, untuk menemui orang tuanya yang sedang sakit, namun karena ketaatannya kepada suami, dia tak juga berangkat menemui orang tuanya hingga meninggal.
Tentu, kita semua mengingatnya bukan?

Bagi kita manusia biasa, peristiwa tersebut terasa amat janggal. Tak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang anak mampu bertahan tidak menemui orang tuanya yang sedang sakit keras bahkan sampai meninggal, hanya karena taat kepada pesan suami. Mungkin, sebagian kita bahkan akan mengumpat dan mencaci maki kepada wanita tersebut bila kita hidup di masa itu.

Kita akan katakan kepada wanita tersebut sebagai anak yang tak berbakti, anak yang tak tahu balas budi atas kasih sayang orang tua, anak yang keterlaluan, tak punya perasaan, dan berbagai umpatan yang lainnya.

Namun, apa kata Rasulullah ketika ditanya tentang kejadian itu?
Rasulullah dengan mantap menjawab, bahwa orang tua wanita tersebut masuk syurga karena telah berhasil mendidik anaknya menjadi wanita solehah.
SubhaanAllah!

Karenanya, marilah kita para ibu bapak berusaha sekuat tenaga, untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang soleh dan solehah.
Anak yang akan senantiasa mendo'akan kita bila pun dan di manapun berada. Anak lelaki yang mampu menjadi imam bagi keluarganya, dan tetap berbakti kepada orang tuanya, serta anak perempuan yang menjadi isteri dan ibu solehah, yang mampu menghantarkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang soleh dan solehah pula.

Kepada para ibu bapak yang telah mengantarkan putera-puterinya ke dalam alam rumah tangga, janganlah menjadi orang tua yang egois, yang selalu ingin didampingi anak-anak, dan tak mau melepaskan kepergiannya. Relakan anak-anak pergi dari pangkuan kita, untuk menjalani hidup mandiri, menjadi nahkoda kapal layar yang telah dibangunnya, sebagai salah satu bukti kasih sayang kita kepada mereka.

Do'akan selalu, agar anak-anak lelaki kita dapat menjadi nahkoda-nahkoda yang handal, yang mampu mengarahkan bahtera rumah tangga menjadi rumah tangga yang barakah, penuh cinta dan kasih sayang, serta mampu menjadi imam bagi istri dan anak-anaknya.

Do'akan pula agar anak-anak perempuan kita dapat menjadi isteri-isteri solehah, yang dapat menciptakan susana rumah yang bagaikan syurga dunia dimata keluarganya, mampu melahirkan anak-anak yang taat kepada Allah dan kepada kedua orang tuanya, serta mampu memberikan rasa nyaman kepada suami dan anak-anaknya.

Hingga pada akhirnya, mereka menjadi penghantar-penghantar kita meraih syurga-Nya. InsyaAllah. Aamiin.
Wallohu a'lam bishshowwab.

Kita tidak akan sesekali dapat menjangka Apa yang ALLAH aturkan untuk kita Adakalanya kita tersangat gembira Adakalanya kita tersangat kecewa

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam.
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.

Saat kita menempuhi onak duri dunia
Derita sekali sekala mencuit hati
Hati remuk menangis tiada henti
Kesedihan terus menerus bersemadi di dasar hati

Ketika itu sabar pun sudah tidak dikenali lagi
Dalam terharu
Air mata tertumpah juga

Wahai hamba Ilahi
Begitulah kehidupan di dunia
Kita tidak akan sesekali dapat menjangka
Apa yang ALLAH aturkan untuk kita
Adakalanya kita tersangat gembira
Adakalanya kita tersangat kecewa

Namun
Jangan risau wahai manusia
ALLAH itu Tuhan kita
Tuhan Yang Maha Luas Kasih SayangNYA

Percayalah
ALLAH tidak akan menduga hambaNYA
Kecuali untuk melihat hambaNYA
Tersenyum di sana
Tertawa di sana
Berbahagia di sana
InsyaALLAH di Syurga
Yang mengalir di bawahnya
Sungai-sungai yang mendamaikan jiwa
Oh indahnya

Di dalam hati manusia ada kekusutan dan tidak akan terurai
Kecuali menerima kehendak ALLAH SWT

Wahai Hamba ALLAH
Jangan bersedih
Kerana anda telah melalui kesedihan itu kelmarin
Dan ia sama sekali
Tidak memberi sebarang manfaat pun
Pada keesokan harinya

Kesedihan demi kesedihan
Bakal membuat anda
Semakin terpuruk dalam keputusasaan
Dan dunia yang luas dirasakan sempit
Dan tidak lagi berguna

Padahal dunia inilah kempatan untuk kita
Mendekatkan diri kepada ALLAH
Untuk kita raih syurgaNYA
Yang tersangat indah
Serta bebas daripada rasa kesedihan

Gara-gara kesedihan
Air yang manis terasa pahit
Makanan yang lazat terasa hambar
Bunga mawar yang mekar mewangi kembali layu

Ingatlah
Tangisan terindah itu
Apabila butir-butir airmata
Mengalir hangat di pipi
Lantaran terasa diri kita
Begitu kerdil di sisi ALLAH
Dan begitu berdosanya kita di sisi ALLAH

Wahai Hamba ALLAH
Lihatlah sekeliling kamu dan teguhkan pendirianmu
Sepanjang hidup dan usiamu
Jangan mudah berputus asa
Senyuman yang kau berikan
Dan airmata yang kau titiskan
Simpan dan jadikan tauladan
Segala yang kau pandang dan dengar
Simpan buat pedoman

Senyumlah Wahai Hati Yang Bersedih

♥ الله♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

~ 26 RabiulAwal 1434H ~

Kandidat yang akan diselamatkan Allah

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Tujuh golongan manusia yang Allah akan menaungi mereka dibawah naungan-Nya, di masa tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, laki-laki yang hatinya terpaut di masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah; berjumpa dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang perempuan yang terpandang dan cantik, kemudian ia berkata, “sungguh aku takut kepada Allah”, orang yang bersedekah dengan suatu sedekah kemudian ia menyembunyikann
ya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan orang yang mengingat Allah saat sendirian lalu air matanya mengalir.” (HR Bukhari Muslim)

Allah berfiman, “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (QS. Al-Hajj [22]: 1-2)

Dari al-Miqdad bin al-Aswad ia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Matahari akan didekatkan kepada makhluk-makhluk-Nya hingga berjarak satu mil saja. Dan manusia dalam keringatnya sesuai dengan amal-amal mereka. Ada yang mencapai mata kaki, ada yang mencapai lutut, ada yang mencapai pinggangnya dan ada yang keringatnya sampai ke mulutnya.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat manusia akan berkeringat hingga keringatnya meleber di tanah sejauh tujuh puluh hasta. Keringat itu hingga menutup telinga-telinga mereka.” (HR Bukhari Muslim)

Ia adalah manusia yang sadar bahwa masa mudanya akan dipertanggungjawabkan, untuk apa ia habiskan. Ia adalah manusia yang mematuhi wasiat Nabinya Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam ketika beliau berwasiat, “Pergunakanlah perkara yang lima sebelum datang yang lima: masa mudamu, sebelum datang masa tuamu, masa luangmu, sebelum datang masa sibukmu, masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu, masa sehatmu, sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu, sebelum datang masa miskinmu.” (HR Hakim)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan bergeser dua kaki anak Adam pada hari kiamai dari sisi Tuhannya hingga ditanya tentang lima hal: umurnya, pada apa ia habiskan. Masa mudanya, pada apa ia gunakan. Hartanya, dari mana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan. Dan apa yang telah ia amalkan dari ilmunya.” (HR Tirmidzi)

Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat

Assalamualaikum
warohmatullohi wa barkaatuuhu

Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat

Setan membuat seseorang tergelincir dalam menilai dirinya dengan dua jalan:

1. Pandangan ujub dan menipu diri

Setan berkata “Kamu sudah mengerjakan ini dan itu, lihatlah kamu, beramal dan beramal…”. Maka berubahlah orang itu menjadi takabur dan tertipu oleh dirinya, akibatnya dia merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Dia akan menolak pula untuk rujuk dari kesalahnya. Dia akan menolak pula untuk duduk di majelis ilmu untuk belajar dari orang lain.

2. Tawadhu dan memandang diri hina dan rendah: Di sini setan berkata, “Kamu harus tawadhu. Siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan di tinggikan-Nya. Kamu tidak sepadan untuk perkara ini! Urusan ini hanya untuk orang berilmu tinggi saja! “, padahal setan bermaksud untuk menjauhkan dirimu dari tugas dakwahmu. Ini dari bab tawadhu, kamu akhirnya merendahkan dirmu samppai derajad dimana kamu merasa tak berguna pada kemampuanmu yang seharusnya kamu tampilkan, karena kita akan ditanya atas segala kemampuan dan kekuatan kita. Kamu harus mengungkapkan kemampuanmu tiu karena kalau tidak kamu gunakan kemampuanmu itu, niscaya kamu akan dihisab atasnya. Ini pada hakekatnya bukan tawadhu, tapi lari dari tanggung jawab, lari adri menunaikan kewajiban. Akan tetap seta berkata kepadanya, “Tinggalkanlah bidang tiu untuk orang lain yanglebih baik darimu! Dakwah adalah amal yang mulia, amal bagi oarng yang jenius yang amat langkadan yang mendalam ilmunya.”

Kadang-kadang setanpun mendorong manusia merendahkan dirinya,dengan mengacaukan akalnya untuk terus-menerus berpikir, “Apa artinya diri saya disbanding syaikh ini? Apalah artinya diriku dibandingkan dengan orang alim ini?” Dimandulkan akalnya sehingga tidak berfikir kecuali dengan fikiran Syaikhnya, dan hanya menerapkan perkataan Syekhnya semata. Jadilah Syaikhnya yang paling benar, dan yang lain salah. Mulailah dia mengagungkan manusia dan mengkultuskannya.

Padahal yang pokok bagi kita mengembalikan semua perkara kepada syari’at Allah,dan orang yang didepanmu itu masih keliru.Karenanya semua perkataan manusia harus ditimbang dengan Kalamullah dan sabda RasulNya

CERITA HUMOR SUFI : TAKUT MISKIN DI AKHIRAT

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh


CERITA HUMOR SUFI : TAKUT MISKIN DI AKHIRAT

Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah dalam melaksanakan shalat wajib lima waktu.

”Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,” keluh si pemuda.

“Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!” Jawab sang kiai.

”Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan hidup serba naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?”

”Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.”

”Percuma saja Pak Kiai. Setiap hari shalat lima waktu, shalat Hajat, shalat Dhuha, Tahajud, tapi Allah belum juga mengabulkan permohonan saya. Lebih baik saya berhenti saja beribadah…” jawab pemuda itu dengan kesal.

”Kalau begitu, ya sudah. Pulang saja. Semoga Allah segera menjawab permintaanmu,” timpal kiai dengan ringan.

Pemuda itu pun pulang. Rasa kesal masih menggelayuti hatinya hingga tiba di rumahnya. Ia menggerutu tak habis-habisnya hingga tertidur pulas di kursi serambi. Dalam tidurnya itu, ia bermimpi masuk ke dalam istana yang sangat luas, berlantaikan emas murni, dihiasi dengan lampu-lampu yang terbuat dari intan permata. Bahkan beribu wanita cantik jelita menyambutnya. Seorang permaisuri yang sangat cantik dan bercahaya mendekati si pemuda itu.

”Anda siapa?” tanya pemuda.

”Akulah pendampingmu di hari akhirat nanti.”

”Ohh… lalu ini istana siapa?”

”Ini istanamu, dari Allah. Karena hasil pekerjaan ibadahmu di dunia.”

”Ohh… dan taman-taman yang sangat indah ini juga punya saya?”

”Betul!”

”Lautan madu, lautan susu, dan lautan permata juga milik saya?”

”Betul sekali.”

Sang pemuda begitu mengagumi keindahan suasana syurga yang sangat menawan dan tak tertandingi. Namun, tiba-tiba ia terbangun dan mimpi itu pun hilang. Tak disangka, ia melihat tujuh mutiara sebesar telor bebek. Betapa senang hati pemuda itu dan ingin menjual mutiara-mutiara tersebut. Ia pun menemui sang kiai sebelum pergi ke tempat penjualan mutiara.

“Pak Kiai, setelah bermimpi saya mendapati tujuh mutiara yang sangat indah ini. Akhirnya Allah menjawab doa saya,” kata pemuda itu penuh dengan keriangan.

”Alhamdulillah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa tujuh mutiara itu adalah pahala-pahala ibadah yang kamu jalankan selama 3 tahun lalu.”

”Ini pahala-pahala saya? Lalu bagaimana dengan syurga saya Pak Kiai?”

”Tidak ada, karena Allah sudah membayar semua pekerjaan ibadahmu. Mudah-mudahan kamu bahagia di dunia ini. Dengan tujuh mutiara itu kamu bisa menjadi miliader.”

”Ya Allah, aku tidak mau mutiara-mutiara ini. Lebih baik aku miskin di dunia ini daripada miskin di akhirat nanti. Ya Allah kumpulkan kembali mutiara-mutiara ini dengan amalan ibadah lainnya sampai aku meninggal nanti,” ujar pemuda itu sadar diri. Tujuh mutiara yang berada di depannya itu hilang seketika. Ia berjanji tak akan mengeluh dan menjalani ibadah lebih baik lagi dari yang sebelumnya demi kekayaan akhirat kelak

Al-Qur’an adalah penerang hati, Warisan Rasulullah SAW sepanjang zaman untuk kita umatnya.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam.
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.

Al-Qur’an jika ditinggalkan akan tersesatlah selamanya,
Al-Qur’an jika dilupakan akan terpesonglah jalan-jalan dunia,
Al-Qur’an jika tidak dibacakan selalu maka kelu lidah untuk menyebutnya semula nanti.

Al-Qur’an jika dibacakan selalu InsyaALLAH tenang jiwa dan hidupnya hati,
Al-Qur’an jika diamalkan selalu InsyaALLAH terang hati dan fikiran,
Al-Qur’an jika dialunkan setiap masa InsyaALLAH mendapat pertolongan dari ALLAH,
Al-Qur’an jika selalu dihati InsyaALLAH kita selamat dunia dan akhirat,
Al-Qur’an jika dihayati akan menjadi peneman kita dialam kubur nanti.

Al-Qur’an penunjuk jalan ,
Al-Qur’an adalah jambatan perhubungan kita dengan ALLAH,
Al-Qur’an adalah penerang hati,
Warisan Rasulullah SAW sepanjang zaman untuk kita umatnya.


♥ ﷲ ♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

~ 20 RabiulAwal 1434H ~

“Teman yang baik dan teman yang tidak baik itu diumpamakan seperti pembawa kasturi dan peniup api, maka si pembawa kasturi mungkin memberikan kasturi itu kepada kamu atau kamu dapat membelinya, atau kamu dapat mencium baunya yang wangi. Bagaimanapun peniup api mungkin membakar pakaianmu atau kamu dapat mencium baunya yang busuk”.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam.
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.

Berhati-hati dalam memilih kawan. Kawan yang baik akan membawa kebaikan, sebaliknya kawan yang jahat membawa kemudaratan. Dalam memilih sahabat kita hendaklah memilih sahabat yang baik agar segala matlamat dan hasrat untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan bersama-sama sahabat yang mulia.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, yang bermaksud : “Teman yang baik dan teman yang tidak baik itu diumpamakan seperti pembawa kasturi dan peniup api, maka si pembawa kasturi mungkin memberikan kasturi itu kepada kamu atau kamu dapat membelinya, atau kamu dapat mencium baunya yang wangi. Bagaimanapun peniup api mungkin membakar pakaianmu atau kamu dapat mencium baunya yang busuk”.

Dalam kitab al-Hikam ada menyebut, “Jangan berkawan dengan seseorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada ALLAH, amal kelakuannya dan tidak memimpin engkau ke jalan ALLAH.” Dalam satu hadis yang bermaksud, “Seseorang akan mengikuti pendirian (kelakuan) temannya, kerana itu tiap orang harus memilih siapakah yang harus didekati sebagai kawan (teman).”

Amat rapuhnya persahabatan jika dibina atas kepentingan diri masing-masing. Tanpa iman, maka tiada kasih sayang hakiki dalam persahabatan. Carilah persahabatan atas dasar iman. Jika kita pernah merasai kemanisan iman dan persahabatan atas nama iman, maka kita akan tahu bahawa persahabatan palsu itu rasanya amat pahit dan meloyakan.

“Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan ALLAH, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati.”

♥ ﷲ ♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

~ 18 RabiulAwal 1433H ~

” 20Kiat menarik perhatian suami dan membuat suami betah di rumah “

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Memiliki suami yang betah di rumah pasti harapan semua istri. Lalu apa yang harus kita lakukan agar suami lebih suka menghabiskan waktu bersama istri dan anak-anak daripada bersama teman-temannya di luar rumah?
Berikut saran dari psikolog Adriana S. Ginanjar, staf pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

1. Sambut suami pulang dari kerja dengan senyuman, bukan dengan keluhan tentang ulah si anak atau mungkin keluhan tentang keluarga saat suami tidak ada. Suami yang lelah setelah seharian bekerja pasti akan senang melihat senyum Anda dan cerita-cerita menyenangkan tentang anak-anak. Jangan langsung bebani dia dengan masalah rumah tangga.

2. Cobalah lakukan makan malam bersama anggota keluarga, yang diisi dengan cerita ringan dan humor. Memang kelihatannya sederhana. Tetapi jika dijalani secara rutin, insyaAlloh hal ini bisa mengakrabkan seluruh anggota keluarga.

3. Sekali-kali berikan kesempatan pada suami untuk melakukan kegiatan tanpa diganggu, misalnya membongkar motor buntutnya, browsing internet, atau membaca buku. Jangan menginterupsi kesukaan suami. Biarkan ia berkutat dengan hobi dan kesukaannya.

4. Jangan menuntut kerapian secara berlebihan. Hampir semua ibu rumah tangga pasti suka dengan rumah yang bersih. Tetapi tidak nyaman jika Anda terlalu berlebihan menanggapi barang-barang yang tidak pada tempatnya.

5. Temani suami menonton acara kesayangannya, walaupun Anda tidak terlalu suka acara tersebut. Suami pasti senang menjelaskan tentang acara favoritnya kepada Anda. Jadi jangan sungkan bertanya dengan nada halus tanpa perlu memberikan komentar miring tentang acara tersebut.

6. Tata rumah sehingga menyenangkan untuk dipandang. Sesuatu yang enak dilihat pasti membuat orang betah. Ini perlu dilakukan bukan hanya untuk suami, tapi juga untuk keluarga dan tamu yang datang.

7. Sekali-sekali adakan acara keluarga dengan mengundang anggota keluarga suami. Salah satu cara untuk mengenali sifat suami adalah dengan mengenali keluarganya. Ajaklah mereka berkumpul dan suguhi dengan masakan andalan Anda. Keluarga suami senang, suami pun tambah cinta dengan Anda.

8. Dengarkan sungguh-sungguh dan tidak langsung memberikan penilaian saat suami bercerita tentang pengalamannya di tempat kerjanya. Berikan masukan positif dan membangun, bukan komentar yang semakin menjatuhkan mentalnya.

9. Kirim anak-anak untuk menginap di rumah kakek-neneknya sehingga Anda dan suami memiliki waktu untuk berdua saja di rumah. Waktu untuk bermesraan dengan suami juga harus terus dipupuk. Salah satunya dengan “mencuri” waktu untuk berduaan. Lupakan dulu masalah yang ada. Sekarang saatnya Anda dan suami kembali “pacaran”.

10. Bangun malam lebih awal dari suami dan siapkan tempat sholat bermunajat untuk kalian berdua mengadu dan menangis kepada Ilahi,jika perlu masakkan air hangat untk suami mandi.
dan Sesibuk apa pun Anda di pagi hari, selipkan sedikit waktu untuk menyiapkan minum dan sarapan pagi untuk suami. Kalau dilakukan secara rutin, suami pasti akan selalu teringat nikmatnya kopi / masakan buatan Anda.

11. Lakukan ritual agama bersama suami dan anak-anak. Minta suami yang memimpin kegiatan tersebut. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa Anda dan anak-anak hormat kepada suami.

12. Libatkan suami untuk membantu anak-anak belajar sesuai dengan bidang yang dikuasainya, misalnya mengaji mengenal huruf hijaiyah atau pelajaran lainnya. Dengan begitu, sense of belonging atau rasa memiliki suami terhadap anak-anak akan semakin tercipta. Tawaran nongkrong di luar rumah pun akan ditampiknya demi kebersamaan dengan anak-anak.

13. Bila Anda pandai memasak, buatkan suami makanan kesukaannya setiap akhir minggu. Nasi goreng buatan Anda pasti akan terasa lebih lezat jika dimasak dengan penuh cinta.

14. Bila sedang membicarakan suatu masalah, jangan mengungkit-ungkit kesalahan suami di masa lalu. Lebih baik pikirkan bagaimana jalan keluar dan rencana ke depannya, bukan malah mundur ke belakang dan melihat ke masa lalu.

15. Bicaralah dengan nada rendah, tidak terburu-buru dan dengan kalimat yang tidak menggurui. Suami akan tidak suka jika Anda terlalu menggurui dan membuatnya seperti anak kecil yang harus selalu diberitahu.dan ingatlah siapapun suami anda ,dialah yang akan menanggung anda di akherat kelak,maka jangan merasa pandai atau merasa tinggi di hadapan suami.

16. Tampil serapi dan semenarik mungkin ketika di rumah. Jangan terbalik,di rumah seadanya sedang keluar berdandan. Suami pasti akan lebih senang jika istrinya selalu memperhatikan penampilan ketika di rumah. Tidak perlu dandan berlebihan, yang penting tetap bersih dan enak untuk dilihat.

17. Bila berbeda pendapat dengan suami, dengarkan dulu pendapatnya, baru kemukakan pendapat Anda. Lakukan itu tanpa meremehkan pendapat suami. Komunikasi tidak akan berjalan lancar jika Anda dan suami berbicara berbarengan. Hargai pendapatnya walaupun berbeda dengan pikiran Anda. Toh, Anda juga ingin diperlakukan sama, kan?

18. Beri perhatian ekstra bila suami sedang sakit dan ajak anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Orang yang sedang sakit pasti butuh perhatian. Apalagi jika itu suami Anda. Jangan menambah bebannya dengan keluhan dan masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan nanti.

19. Banyak bersyukur atas apa yang telah diperoleh dari suami, bukan membandingkan harta benda dengan milik tetangga. Ada pepatah yang mengatakan bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau. Ah, siapa bilang. Kalau Anda selalu bersyukur dengan pemberian suami, justru tetangga yang akan iri melihat keharmonisan keluarga Anda.terima seberapapun nafkah penghasilan suami dengan redha dan ikhlas .

20. Ungkapkan rasa cinta dengan sentuhan, pelukan hangat, dan kata-kata yang menunjukkan penghargaan Anda kepada suami. Percayalah, tindakan ini pasti membuat suami tak bisa jauh-jauh dari Anda....dan masih banyak lagi kiranya dan cara membuat suami anda betah di rumah,kilasan di atas hanyalah sebagian kecil smuga bawa manfaat ....insyaAlloh...

BROKEN HOME

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

## BROKEN HOME ##

Mereka memang biasa memamerkan kemolekan tubuh kepada pria hidung belang. Namun sebenarnya mereka hanyalah korban kebobrokan keluarga. Korban dari broken home.

Setiap orang dari mereka membawa perasaan pedih yang berkelanjutan. Perasaan itulah yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan bodoh seperti ini.

Mereka menduga bahwa cara demikian merupakan jalan yang bisa mengantarkan pada kebahagiaan yang selama ini mereka cari.

Lantas, apakah tekanan batin dan keretakan keluarga bisa menjadi dalih yang membenarkan dirinya untuk bermaksiat kepada Rabbnya, menjual harga diri, mencampakkan kehormatannya, dan menjajakan dirinya kepada setan-setan berbentuk manusia?

Apakah cara ini dapat mengubah kenyataan pahit yang dihadapinya?

Sebagian dari mereka berkata,

“Aku ragu bahwa di dunia ini terdapat kebahagiaan sejati. Jika ia memang benar-benar ada, dimana? Bagaimana cara untuk mendapatkannya? Sejujurnya, aku sudah bosan dengan kehidupan rutinitas yang memilukan ini.”

Wahai yang mendambakan ketenangan batin, ketahuilah, kebahagiaan sejati itu hanya dapat diperoleh dengan taat kepada Dzat yang menciptakanmu.

Ketuklah pintu-pintu langit di siang dan malam hari agar Dia mengangkat kesulitan dari dirimu, mengobati lukamu, serta menghadirkan ketenangan dan kelapangan dalam hatimu.

Memang, jalan menuju kebahagiaan sejati itu tidak mudah. Namun percayalah, engkau pasti bisa menempuhnya.

Tumpahkan segala isi hatimu yang terpendam. Sesali masa lalumu yang penuh kelalaian. Allah tidak akan pernah menutup pintu-Nya bagi siapa pun meski dia telah berbuat dosa dan maksiat yang paling besar.

Segeralah buka lembaran hidup baru. Mohonlah pertolongan Allah agar engkau bisa tetap istiqamah di jalan-Nya.

“... Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)

Ketika Orang Tua Tidak Merestui Calon Kita


بِسْـــــــــــ
ـــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

ikhwah… Perlu kita ingat kembali bahwa hukum wanita menjalin hubungan dengan laki-laki yang bukan mahram (pacaran) adalah haram, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama. Allah Ta ’ala berfirman:
“Dan janganlah kalian mendekati zina, karena ia merupakan suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. ” (Qs. Al-Isra’: 32)

Ayat ini melarang dan mengharamkan kita untuk mendekati zina, apapun bentuknya.
Dan diantara bentuk perbuatan mendekati zina adalah pacaran.
Ingat pula sabda Nabi – shallallahu ’alaihi wa sallam-:

“Sesungguhnya Allah mentakdirkan untuk anak adam, bagian zina yang ia pasti akan melakukannya. Maka zinanya mata adalah melihat, zinanya lisan adalah dengan bertutur kata, dan hatinya berangan- angan dan menyenangi sesuatu. Sedang kemaluannya, bisa jadi ia menuruti semua itu, dan bisa juga ia tidak menurutinya. ” (HR. Bukhari no.6243, Muslim no.2657) “Andai saja kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan penusuk dari besi, itu lebih baik bagi dia, daripada memegang wanita yang tidak halal baginya. ” (HR. Thabarani, dan di- shahih-kan oleh Albani dalam Silsilah Shahihah, hadits no: 226)

Dan Islam tidak melarang sesuatu, kecuali karena adanya banyak mafsadah di dalamnya, atau mafsadah-nya lebih besar dari pada manfaatnya. Baik mafsadah itu kita rasakan langsung atau tidak. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada Allah dan bertaubatlah, karena Rasul – shallallahu ’alaihi wa sallam- juga bersabda:
“ Setiap anak adam itu banyak salahnya, dan sebaik-baik orang yang banyak salahnya itu mereka yang banyak taubatnya. ” (HR. Tirmidzi: 2499, dan di-hasan-kan oleh Al Albani)

Kedua: Jangan kita lupakan pula, bahwa kita terlahir di dunia, -dari bayi yang tidak tahu apa-apa, hingga dewasa sehingga kaya ilmu-, adalah atas jasa orang tua kita. Oleh karena itulah Islam sangat menekankan masalah berbakti kepada orang tua, membahagiakan mereka, dan tidak durhaka pada mereka. Bahkan

Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam- bersabda:
ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺳﺨﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺳﺨﻂ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ

“Keridhaan Allah itu terletak pada keridhaan kedua orang tua, dan (sebaliknya) kemurkaaan Allah (juga) terletak pada kemurkaan kedua orang tua. “

Apalagi, kita juga nantinya akan menjadi orang tua bagi anak- anak kita, bukankah ketika itu, kita juga ingin agar anak kita berbakti pada kita, membahagiakan kita, dan tidak mendurhakai kita?! Jika kita nantinya ingin seperti ini, maka hendaklah sekarang kita melakukannya untuk orang tua kita, karena balasan sesuatu itu sesuai dengan amalan yang kita lakukan. (fal jaza’u min jinsil amal)

Ketiga: Islam sangatlah menghormati wanita, dan melindunginya dari segala sesuatu yang merugikan dan membahayakannya. Oleh karena itulah, ia tidak boleh menikah kecuali dengan izin dari walinya, sebagaimana sabda Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam-: “Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batal (tidak sah). ” Dan jika bapak anti masih ada, beliaulah yang harus menjadi wali. Maka bagaimana anti akan menikah dengan sah, jika bapak anti tidak mengizinkannya?!

Keempat: Keputusan menikah adalah keputusan yang sangat besar dalam perjalanan hidup anti, dan konsekuensinya akan anti rasakan seumur hidup. Oleh karena itu, hendaklah ekstra hati-hati dalam menghadapi masalah ini. Bertukar pendapatlah dengan orang yang paling berhak dijadikan rujukan, yakni orang tua kita. Biasanya mereka lebih jernih dalam melihat keadaan dari pada kita, karena mereka lebih pengalaman dalam mengarungi kehidupan, dan lebih matang pikirannya. Tentunya keputusan yang diambil dari kesepakatan antara kita dengan mereka, itu lebih baik dan lebih matang dari pada keputusan dari satu pihak saja.

Ditambah lagi, jika kita menjalani suatu keputusan atas restu dari orang tua, tentunya mereka akan selalu mendoakan kebaikan bagi kita, dan tidak diragukan lagi, doa mereka akan sangat mustajab dan menjadikan hidup kita penuh berkah, tentram, dan bahagia dunia akhirat.

Kelima: Cobalah membayangkan jika anti berada di posisi orang tua, mungkin anti juga akan mengambil langkah yang sama. Karena seringkali orang tua lebih menghargai anaknya, dari pada kita sendiri. Oleh karena itu, mungkin orang tua merasa tidak pantas anaknya mendapatkan orang yang kurang memenuhi standar dalam pandangannya. Disinilah pentingnya komunikasi, tukar pendapat, dan saling memberi informasi.

Keenam: Ingat pula sabda Nabi -shallallahu ’ alaihi wa sallam- tentang pentingnya agama calon kita, tentunya orang yang agamanya kuat, lebih kita dahulukan dari pada orang yang agamanya lemah, karena orang yang agamanya kuat, akan lebih mengetahui hak dan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.

Ketujuh: Mungkin solusi berikut bisa menjadi pertimbangan anti:
* Adakan komunikasi yang lebih baik dan lebih terbuka dengan orang tua.
* Jelaskan alasan yang mendasari langkah anti, dan kelebihan yang ada pada pilihan anti. * Jelaskan kerugian yang timbul, jika anti meninggalkan pilihan anti.
* Jika satu kesempatan tidak cukup, teruslah komunikasi dalam kesempatan-kesempatan lainnya. * Mungkin orang tua ada pandangan lain, cobalah untuk menjajakinya
* Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah, terutama ketika sujud dalam sholat, dan ketika sepertiga malam terakhir, agar dimudahkan urusan anti, dan diberikan solusi terbaik.
* Jangan lupa juga untuk sholat istikharah, dan memohon petunjuk Allah, apakah calon anti itu baik bagi masa depan anti di dunia dan akhirat, atau tidak? … Karena hanya Dia-lah yang maha mengetahui apa yang tersembunyi dari hambanya …
Petunjuk dari sholat istikharah, tidak harus berupa mimpi, tapi bisa juga dengan perasaan hati, atau yang lainnya. Pesan terakhir, ingatlah selalu dan jangan sampai lupa, bahwa langkah untuk menikah adalah langkah besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita melangkah, kecuali semuanya sudah clear, serta orang tua setuju dan merestui langkah besar ini Wallahi Taufiq WalHidayah ..Semoga bermanfaat ..Amiin Ya Rabb Subhanaka Allahuma wabihmdika asyhadu ala ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik * Shared By Sohibati (Nasehat Untuk Diri dan Hati)

Tingkatan Manusia Disaat Musibah


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Para ulama menyebutkan bahwa saat musibah terjadi, manusia meiliki empat tingkatan, yaitu :

Tingkatan Pertama, yaitu sabar; Ini hukumnya wajib

Tingkata Kedua, yaitu reala; hukumnya sunnah menurut pendapat yang paling kuat. Bedanya sabar dan rela adalah bahwa seorang penyabar terbiasa merasakan pahitnya kesabaran, dan apa yang terjadi membuatnya menderita. Akan tetapi, ia tetap menahan dirinya untuk tidak mengaduh atau mengeluh. Adapun orang yang rela, sebuah musibah terasa dingin dalam hatinya dan ia tidak lagi merasakan pahitnya kesabaran. Seorang yang rela kondisinya lebih sempurna daripada seorang penyabar.

Tingkatan Ketiga, syukur; yaitu bersyukur kepada Allah Subhanahu wata’ala atas musibah yang ditimpakan kepadanya. Jika ada orang yang bertanya, “Bagaimana seorang bersyukur atas musibah yang dideritanya ?”. Jawabnya, bersyukur atas musibah bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Pertama, membandingkan musibah itu dengan musibah lain yang lebih besar. Bila sesorang membandingkan musibah dunia dengan musibah agama, niscaya musibah dunia akan terasa lebih ringan baginya. Dengan demikian, ia akan bersyukur kepada Allah, sebab Allah tidak menimpakan musibah yang lebih berat kepadanya.

Kedua, menanti pahala atas musibah yang dialaminya. Setiap kali musibah itu semakin berat dimatanya, ia menganggap bahwa pahalanya akan semakin besar.

Para ulama suka menceritakan beberapa wanita ahli ibadah yang sering dilanda musibah. Diwajah mereka tidak tampak kepanikan atau keluhan sedikitpun. Ketika kepada mereka ditanyakan hal tersebut, mereka menjawab, “Manisnya pahala dari musibah ini membuatku melupakan pahitnya kesabaran dalam menghadapinya”.

Tingkatan Keempat, benci dan mengeluh. Ini adalah sikap yang diharamkan, bahkan termasuk dosa besar. Rasulullah Shalahu alaihi wasaalam. bersabda “Bukanlah termasuk golongan kita orang yang memukul-mukul pipinya, menyobek jubahnya dan tradisi Jahiliyah” (HR. Bukhari dalam bab “al-Jana’iz” tentang Laisa Minna Man Dharaba al-Khudud, no. 1297)

Source Referensi :

Al-Yamani, Abdullah.2009.Sabar, Penjelasan hukum, ada, faidah dan himah bersabar berikut penafsiran dalil-dalilnya dari al-Qur’an dan hadis, serta suri tauladan dari para nabi, sahabat, tabi’in, dan as-salaf ash-shalih dalam menempuh kehidupan dan menghadapi pelbagai ujian.

Ketika AKU menangis

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ketika AKU menangis

Itu bukan berarti AKU sedang mengeluarkan senjata terampuhKU. Melainkan justru berarti AKU sedang mengeluarkan senjata terakhirKU.

Ketika AKU menangis,

Itu bukan berarti AKU tidak berusaha menahannya. Melainkan karena pertahananKU sudah tak mampu lagi membendung air mata.

Ketika AKU menangis,

Itu bukan karena AKU ingin terlihat lemah. Melainkan karena AKU sudah tak sanggup berpura-pura kuat.

Ketika AKU menangis,

Bukan berarti AKU ingin mencari perhatian. Melainkan karna apa yang AKU perhatikan seakan ingin mengabaikan.



Ketika AKU menangis,

Bukan berarti AKU mengharapkan belas kasihan, Melainkan karena AKU sedang mengasihani diriKU sendiri.

Ketika AKU menangis,

Bukan berarti AKU ingin membuat sesuatu yang KU tangisi merasa bersalah. Melainkan karena AKU tidak tahu kesalahan apa yang membuat keadaan menjadi sedemikian.

Ketika AKU menangis,

Bukan berarti AKU sedang memancing kepedulian semua orang terhadapKU. Melainkan justru karena AKU tau, bahwa tidak akan ada orang yang peduli.



Ketika AKU menangis

Janganlah kau menghukumKU dengan meninggalkan begitu saja. Karena AKU tidak akan mampu membawa berjuta tetes air mataKU sambil mengejarmu…

facebook.com/notes/aidah-mujahidah-al-mannaan/-ketika-aku-menangis-/

“…sihir aku dengan pesona kata-katamu…” (tulisanku teruntuk sepasang merpati)

7 Destinasi Pengembaraan Roh
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

“…sihir aku dengan pesona kata-katamu…” (tulisanku teruntuk sepasang merpati)


Kuracik kata-kataku ini teruntuk kalian sebagai seorang suami yang mendambakan sejuknya surga di beranda rumah. Begitu pula untuk kalian sebagai laki-laki yang sedang menyiapkan atau akan menuju jenjang pernikahan. Atau bahkan teruntuk kalian yang telah lama mengayuh biduk rumah tangga dan ingin kembali membangun puing-puing cinta yang sempat terkoyak. Semoga Allah ‘azza wajalla memudahkan segala urusan kita.

inilah kami dalam surga minimu

Engkau pasti tau bahwa kami adalah wanita yang selalu bertugas mengurus rumah tangga, menyiapkan makanan, mencuci piring dan pakaian dan seabrek kegiatan lainnya. Kami adalah perhiasan dunia bagimu dan sebaik-baik perhiasan itu adalah kami yang berusaha menjadi sholehah lalu istiqomah diatas agama ini.

Kami pula adalah ibu bagi anak-anakmu. Kami berusaha menjadi sekolah sehingga mampu mendidik mereka menjadi punggawa-pungga­wa bermanhaj nubuwwah yang akan menyebarkan agama Allah. Kami laksana samudera kasih sayang yang tiada bertepi sehingga mereka menjadi tangguh menyusuri terjalnya kehidupan..

ijinkan kami sedikit mengeluh

Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam didatangi para wanita guna mengeluhkan sikap suami mereka yang suka memukul. Mendengar hal itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam langsung berdiri dan mengatakan, ”aku telah didatangi istri-istri yang mengeluhkan perangai suami mereka yang suka memukul. Aku ingatkan (para suami), jangan sembarangan memukul istri kalian…”. (HR. Abu Dawud).

Wahai para suami, lihatlah para shahabiyah mengeluhkan suami mereka. Mengeluh yang bersifat konstruktif yaitu dengan niat memperbaiki dan membina namun bukan mengeluh dengan kata-kata cacian apalagi penuh kepasrahan. Sebab itu maka melalui tutur ini, ijinkan kami mengeluh dengan penuh cinta..

sihir kami dengan pesona kata-katamu

Ketahuilah bahwa setiap wanita dari segala tingkatan umur sangat membutuhkan ungkapan lembut yang dapat menyentuh gejolak emosinya dan tabiat kewanitaannya. Kami juga membutuhkan sebuah pengakuan perasaan bahwa diri kami memiliki nilai dalam kehidupanmu, memiliki tempat khusus di hati dan perasaanmu sebagai suami.

Karena itu sihirlah kami dengan kata-kata cintamu. Ungkapkanlah dengan penuh senyum tulus. Janganlah engkau pendam perasaan itu. Jadilah engkau suami yang romantis yang mampu membuat kami berkhayal menjadi permaisuri raja di permukaan bumi.

Cobalah engkau pandang mata kami, diamlah beberapa detik sambil tetap menatap hitam bolanya.. lalu ungkapkanlah:

“aku mencintaimu duhai istriku.”

“aku begitu bahagia kala Allah menjadikanmu sebagai belahan jiwaku”.

“engkau begitu istimewa bagiku”

“aku rindu dengan masakanmu”

“sayang, kenapa engkau mampu membuatku terpikat?”

selanjutnya engkau akan meilhat kami begitu berbeda. Tatapan kami akan tertahan untuk waktu yang lebih lama dari biasanya. Ada semacam keengganan untuk memalingkannya.­ Biasanya diikuti dengan mata yang berbinar dan pupilnya membesar. Alisnya sedikit terangkat. Kami akan tersenyum namun terkadang disertai dengan malu-malu. Lebih jelasnya terjadi perubahan otot-otot disekitar bibir lalu sedikit terbuka.

Atau tulislah ungkapan tersebut pada secarik kertas, lalu taruhlah di atas meja makan, diatas bantal atau ditempat lain. Apalagi menyertakan bunga..

Duhai suami

Cobalah engkau saksikan mereka yang pacaran namun sudah mampu menjadi pujangga bagi wanita yang tak sah menjadi pasangannya. Mereka mampu membius para gadis dengan ungkapan gombal yang dibumbuhi omong kosong belaka.

Namun engkau??? Engkau lebih berhak dari mereka karena engkau adalah pasangan kami di dunia dan akherat yang dirajut diatas untaian tali pernikahan yang sah.

Tahukah engkau bahwa kami akan merasa bahagia ketika mendengar ungkapan cinta yang dapat menggetarkan relung jiwa meski usia kami telah lanjut dan pernikahan telah lama terajut??? Kata-kata yang menyentuh gejolak hati akan dapat mewujudkan kebahagiaan rumah tangga sepasang merpati. Sebagian rumah tangga yang sepi dari ungkapan tersebut akan dilanda kehancuran dan menjadikan istana rumah tangga berada di tepi jurang kehancuran jikalau kami tidak memiliki agama atau memiliki agama yang tidak kuat…

Baiklah, kami tunggu ungkapan itu….

*****

Catatan penulis:

Akhirnya selesai juga yg walaupun nulisnya dalam keadaan lapeer.. disini aku memposisikan diri sebagai istri yang berusaha memekarkan kembali pernikahannya..­ knp harus bgitu??? Jujur, tulisanku diatas sbenarnya juga adalah nasehat untukku sbg laki-laki yang belum menikah. Bukankah kita sbg laki2 jg harus belajar menyelami perasaan seorang wanita….(so sweet)

Apa ini fiksi atau non fiksi??? Terlepas dari itu, tulisan diatas mewakili salah satu problematika rumah tangga yang ada disekitar kita yang kutuliskan dengan gaya bahasa tuturku. Tentu saja tetep mengambil statement-state­ment dalam beberapa buku.

Kenapa dibilang “teruntuk sepasang merpati”?? bukankah dalam tulisan itu hanya ungkapan seorang istri saja (sepihak)??? Iya bener.. itu adalah ungkapan dari seorang istri saja. Namun secara implisit, aku berharap kepada para istri (maupun calon istri) setelah membaca tulisanku agar belajar untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang enak terdengar (bukan dengan kata-kata kasar) shingga memotivasi para suami.. bkn bgitu????

Sumber tulisan :

1. Nikah Tanpa Masalah.. oleh Dr. Samihah Mahmud Gharib
2. Membaca Pikiran Lewat Bahasa Tubuh. Oleh Diana Eka Putra
3. Tulisanku yang berjudul “syahdunya jiwa kala berburu ilmu di taman surga”

Baiklah kawan.. selamat tersihir — di jihadsabili in keluarga, munakahat, nasehat

Bagaimana kau merasa bangga Akan dunia yang sementara Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi Meninggalkan dirimu

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam.
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.


Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimu

Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masihkah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yg ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu telah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi

✿ Bila Waktu Telah Berakhir - Opick ✿


♥ الله♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

~ 9 RabiulAwal 1434H ~

Jaga Kesucian Virginitas, Buktikan Iman dan Akhlakmu

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jaga Kesucian Virginitas, Buktikan Iman dan Akhlakmu

Islam sangat menjaga kesucian diri baik cewek maupun cowok. Islam sebagai pandangan hidup yang paripurna dan lengkap, telah memunyai aturan hingga hal terkecil sekalipun. Islam mempunyai langkah-langkah yang bukan hanya curative (penyembuh) tapi juga preventif (pencegah). Maksudnya, sebelum terjadi kerusakan masyarakat karena seks bebas dan hilangnya virgintas pada remaja, ada langkah-langkah pencegahan yang harus ditempuh.

Pertama, ada aturan yang lengkap dan detil tentang gaya berpakaian baik cewek maupun cowok. Batas-batas aurat mana yang dipatuhi untuk tidak dipamerkan semaunya sendiri. Bagi cewek ada kerudung dan jilbab yang harus dikenakan bila keluar rumah. Untuk cowok pun, hati-hati dengan sesuatu yang ada di atas lutut dan di bawah pusar. Karena itulah area batas aurat cowok. ada perintah menundukkan pandangan dari melihat hal-hal yang bukan menjadi haknya.

Kedua, aturan pergaulan laki-laki dan perempuan yang sempurna. Larangan berduaan bagi laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom karena pihak ketiga pastilah setan. Tahu sendirilah apa kerjaan setan yang bakal ngomporin kedua orang beda jenis ini untuk melakukan hal-hal terlarang.

Ketiga, peran serta masyarakat harus ada. Menegur, menasehati, dan peduli harus ditingkatkan ketika terjadi gejala perilaku seseorang menuju kea rah gaul bebas. Yang namanya tetangga apalagi pak RT dan RW harus tegas memberi teguran, peringatan hingga sanksi untuk perilaku yang kebablasan.

Keempat, peran Negara sangat vital dalam hal ini. Selain sebagai pihak yang mengelurkan aturan berkekuatan hukum, Negara-lah yang berhak memberi sanksi secara hokum pula bila ada pelanggaran. Negara harus mensosialisaskan aturan-aturan ini agar diketahui dan dipahami masyarakat. Bila sudah begini, orang-orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukan tindakan amoral bila saja saksinya tegas. Cambuk 100 kali bagi yang pezina yang belum pernah menikah dan rajam bagi pezina yang sudah menikah. Bukan gertak sambal, tapi harus serius dilaksanakan. Bisa dijamin, angka gaul bebas yang notabene mengarah ke seks bebas langsung turun drastis.

Pesan untuk kamu (kaum muda)

Jangan main-main masalah virginitas ini, apalagi berniat untuk coba-coba. Karena mirip dengan narkoba, awalnya coba-coba selanjutnya bisa ketagihan. Bagi para cewek, kehilangan virginitas bisa menjadi pintu awal baginya untuk terjerumus ke arah jalan nggak bener selanjutnya. Banyak kasus menunjukkan bahwa cewek yang udah terlanjur kehilangan virginitas, akhirnya memilih masuk menjadi pelacur dengan anggapan hidupnya telah hancur dan nggak berguna lagi.

….Jangan main-main masalah virginitas ini, apalagi main coba-coba. Awalnya coba-coba selanjutnya bisa ketagihan….

Bagi cowok juga gak jauh beda. Awalnya yang berniat coba-coba bisa membuatnya menjadi ketagihan dan nggak lagi takut dosa. Apalagi mereka ini cenderung nggak punya beban social karena nggak ada selaput keperjakaan yang bisa membuktikan kesucian mereka or enggak. Plus, pihak cowok juga gak nanggung kehamilan akibat gaul bebas. Bahkan tak jarang banyak cowok yang akhirnya memilih jadi gigolo (pelacur laki-laki) demi uang dan kenikmatan sesaat. Na’udzubillah.

So, mulai saat ini, detik ini, kamu kudu nyadar bahwa masalah virginitas baik bagi cewek maupun cowok sama pentingnya. Sudah nggak zamannya lagi cewek menuding cowok sebagai pihak yang disalahkan. Begitu juga cowok menuding cewek sebagai pihak yang keganjenan. Semua kudu kembali melihat diri masing-masing, menjaga iman diri agar tidak tergoda untuk coba-coba gaul bebas yang itu bisa berakibat hilangnya virginitas. Bila benteng diri berupa keimanan sudah oke, maka saatnya kamu melihat sekitar. Ajak teman-temanmu untuk peduli virginitas dan mempertahankannya hingga menikah kelak. Gimana caranya?

Di usia kamu yang masih remaja dan sangat muda ini, jauhkan hal-hal yang bisa mengakibatkan nafsu syahwat muncul. Buang jauh-jauh majalah porno, hindari tontonan yang memancing syahwat, tolak pacaran yang jelas-jelas langkah awal setan untuk menjerumuskan kamu pada perzinaan dan gak usah ikhtilath yaitu bercampur baur antara cewek dengan cowok kecuali dalam tiga hal; pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.

Lakukan aktivitas positif yang bisa meraup pahala semisal rajin belajar dan gabung dengan kelompok ilmiah remaja, olahraga yang tidak bertentangan dengan syariat, aktif di kegiatan rohis (kerohanian Islam), dan berkumpul dengan teman-teman yang shalih bagi cowok dan sholihah bagi cewek. Yang nggak boleh dilupakan, pertebal keimanan kamu dan yakini bahwa Allah Maha Melihat dimana pun kamu berada. So, hal ini bakal bikin kamu malu dan malas untuk berbuat maksiat.

Finally…

Virginitas selain bukan melulu tentang selaput dara yang menunjukkan masih perawan tidaknya seorang gadis, ia bisa menjadi tolok ukur keimanan dan akhlak perilaku seseorang. Seseorang ini bisa cewek dan bisa juga cowok. Meskipun pada seorang cowok sulit dideteksi apakah ia masih virgin ataukah enggak, tapi sesungguhnya jawaban itu bisa ditemui di dalam kejujuran hati masing-masing individu. Most of all, ada Allah yang MahaTahu tentang virgin tidaknya seseorang, suci ataukah ternoda.

….Virginitas bukan melulu tentang selaput dara dan kegadisan. Ia bisa menjadi tolok ukur keimanan dan akhlak perilaku seseorang….

Musuh-musuh Islam selalu mencari celah dan berupaya untuk menjerumuskan remaja dan pemuda-pemudi muslim agar berlumur dosa. Celah ini adalah siasat untuk merusak Islam secara keseluruhan sebagai tujuan akhir. Generasi muda adalah lahan empuk yang digunakan sebagai sasarannya. Gimana enggak kalo di usia kamu ini, perkembangan hormon seksual emang mulai berkembang dan daya ingin tahu pun mulai meledak-ledak. Kalo gak dibentengi dengan iman yang kuat, pastilah korban dari para pemuda akan berjatuhan.

Tidak bisa tidak bahwa remaja muslim kudu diselamatkan dari gaul bebas yang bisa mengakibatkan hilang dan murahnya harga virginitas. Itu semua bakal berat dilakukan selama paham kebebasan berperilaku yang menjadi salah satu sendi demokrasi terus dipertahankan. Nah, demokrasi ini ditopang oleh kapitalisme yang emang materi menjadi tujuan. Gak masalah remaja rusak yang penting uang bisa dihasilkan dari sana. Apalagi bila itu dianggap sebagai penghasil devisa Negara, maka tempat maksiat pun dilestarikan bahkan kalo bisa diperbanyak.

Hiii…pantas aja negeri ini gak pernah putus dirundung malang dari satu musibah ke musibah yang lain. Soalnya, Tuhan emang pantas murka melihat tingkah manusia dan Negara model kayak gini. Dan ternyata emang pangkal dari semua kerusakan ini terutama betapa murah harga virginitas remaja itu berpangkal dari system pergaulan, social, kemasyarakatan dan bahkan hokum kita itu mengacu pada selain Islam.

So, gak ada jalan lain bila kita ingin menyelamatkan generasi muda dari kerusakan yang makin parah kecuali kembali pada aturan yang berasal dari-Nya. Dan aturan ini gak akan mungkin sempurna dilaksanakan kecuali oleh sebuah system tertentu bernama Daulah Khilafah Islamiyah. Sistem ini gak akan tegak kalo gak ada pemuda muslim yang berusaha untuk memperjuangkannya. Jadi, gak ada pilihan lain kalo pingin mulia di dunia dan akhirat kecuali kita semua, saya dan kamu, turut ambil bagian dalam perjuangan ini.

Jadi, ayo kita sepakat untuk mempertahankan virginitas sampai merit kelak dan mencampakkan ide gaul bebas ke tong sampah peradaban. Akur? Seeeppp dah! [ria fariana/voa-islam.com]

ALLAH engkau dekat penuh kasih sayang Takkan pernah engkau biarkan hambaMU menangis Karna kemurahanMU Karna kasih sayangMU

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam.
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.

ALLAH engkau dekat penuh kasih sayang
Takkan pernah engkau biarkan hambaMU menangis
Karna kemurahanMU
Karna kasih sayangMU

Hanya bila diriMU
Ingin nyatakan cinta
Pada jiwa yang rela dia kekasihMU
Kau selalu terjaga yang memberi segala

ALLAH Rahman ALLAH Rahim
ALLAHU Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi
ALLAH Rahman ALLAH Rahim
ALLAHU Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi

Di setiap nafas di segala waktu
Semua bersujud memuji memuja asmaMU
Kau yang selalu terjaga yang memberi segala

Setiap mahluk bergantung padaMU
Dan bersujud semesta untukMU
Setiap wajah mendamba cintaMU cahayaMU

Yaa ALLAH Ya Rahman
Yaa ALLAH Yaa ALLAH Yaa ALLAH
Ya Nurul Qolbi
Yaa ALLAH

✿ Cahaya Hati – Opick ✿

♥ الله♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

~ 5 RabiulAwal 1434H ~

Berbahagia Dengan Musibah Sakit

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berbahagia Dengan Musibah Sakit

Orang yang sedang ditimpa sakit tidak perlu dicekam rasa takut selama ia mentauhidkan Allah dan menjaga shalatnya. Bahkan, meskipun di masa sehatnya ia banyak berkubang dalam dosa dan maksiat, karena Allah itu Maha Penerima taubat sebelum ruh seorang hamba sampai di kerongkongan. Dan sesungguhnya di balik sakit itu terdapat hikmah dan pelajaran bagi siapa saja yang mau memikirkan-nya, di antaranya adalah:

1. Mendidik dan menyucikan jiwa dari keburukan

Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Dalam ayat ini terdapat kabar gembira sekaligus ancaman jika kita mengetahui bahwa musibah yang kita alami adalah merupakan hukuman atas dosa-dosa kita. Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melain-kan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.”

Dalam hadits lain beliau bersabda: “Cobaan senantiasa akan menimpa seorang mukmin, keluarga, harta dan anaknya hingga dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” Sebagian ulama salaf berkata, “Kalau bukan karena musibah-musibah yang kita alami di dunia, niscaya kita akan datang di hari kiamat dalam keadaan pailit.”

“Cobaan senantiasa akan menimpa seorang mukmin, keluarga, harta dan anaknya hingga dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” al Hadits

2. Mendapatkan kebahagiaan (pahala) tak terhingga di akhirat

Itu merupakan balasan dari sakit yang diderita sewaktu di dunia, sebab kegetiran hidup yang dirasakan seorang hamba ketika di dunia akan berubah menjadi kenikmatan di akhirat dan sebaliknya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” Dan dalam hadits lain disebutkan, ”Kematian adalah hiburan bagi orang beriman.” (HR. Ibnu Abid Dunya dengan sanad hasan).

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Jabir secara marfu’, ”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dicabik-cabik ketika di dunia karena iri melihat pahala orang-orang yang tertimpa cobaan.”

”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dicabik-cabik ketika di dunia karena iri melihat pahala orang-orang yang tertimpa cobaan.” al Hadits

3. Allah dekat dengan orang sakit

Dalam hadits qudsi Allah berfirman: ”Wahai manusia, si fulan hamba-Ku sakit dan engkau tidak membesuknya. Ingatlah seandainya engkau membesuknya niscaya engkau mendapati-Ku di sisinya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

4. Sebagai parameter kesabaran seorang hamba

Sebagaimana dituturkan, bahwa kalau seandainya tidak ada ujian maka tidak akan tampak keutamaan sabar. Apabila ada kesabaran maka akan muncul segala macam kebaikan yang menyertainya, namun jika tidak ada kesabaran maka akan lenyap pula kebaikan itu.

Anas radliyallah ‘anhu meriwayatkan sebuah hadits secara marfu’, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Barang siapa yang ridha atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhaan Allah dan barang siapa yang berkeluh kesah (marah) maka ia akan mendapat murka Allah.”

Apabila seorang hamba bersabar dan imannya tetap tegar maka akan ditulis namanya dalam daftar orang-orang yang sabar. Apabila kesabaran itu memunculkan sikap ridha maka ia akan ditulis dalam daftar orang-orang yang ridha. Dan jikalau memunculkan pujian dan syukur kepada Allah maka dia akan ditulis namanya bersama-sama orang yang bersyukur. Jika Allah mengaruniai sikap sabar dan syukur kepada seorang hamba maka setiap ketetapan Allah yang berlaku padanya akan menjadi baik semuanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh kelapangan lalu ia bersyukur maka itu adalah baik baginya. Dan jika ditimpa kesempitan lalu ia bersabar maka itupun baik baginya (juga).”

5. Dapat memurnikan tauhid dan menautkan hati kepada Allah

Wahab bin Munabbih berkata, “Allah menurunkan cobaan supaya hamba memanjatkan do’a dengan sebab bala’ itu.” Dalam surat Fushilat ayat 51 Allah berfirman, artinya, “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdo’a.”

Musibah dapat menyebabkan seorang hamba berdoa dengan sungguh-sungguh, tawakkal, dan ikhlas dalam memohon. Dengan kembali kepada Allah (inabah) seorang hamba akan merasakan manisnya iman, yang lebih nikmat dari lenyapnya penyakit yang diderita.

Musibah dapat menyebabkan seorang hamba berdoa dengan sungguh-sungguh, tawakkal, dan ikhlas dalam memohon.

Apabila seseorang ditimpa musibah baik berupa kefakiran, penyakit dan lainnya maka hendaknya hanya berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah saja sebagiamana dilakukan oleh Nabi Ayyub ‘alaihis salam yang berdoa, “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya, ”(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Al Anbiyaa :83)

6. Memunculkan berbagai macam ibadah yang menyertainya

Di antara ibadah yang muncul adalah ibadah hati berupa khasyyah (rasa takut) kepada Allah. Berapa banyak musibah yang menyebabkan seorang hamba menjadi istiqamah dalam agamanya, berlari mendekat kepada Allah menjauhkan diri dari kesesatan.

Amat banyak hamba yang setelah di timpa sakit ia mau memulai bertanya persoalan agamanya, mulai mengerjakan shalat dan berbuat kebaikan, yang kesemua itu tak pernah ia lakukan sebelum menderita sakit. Maka sakit yang dapat memunculkan ketaatan-ketaatan pada hakekatnya merupakan kenikmatan baginya.

Maka sakit yang dapat memunculkan ketaatan-ketaatan pada hakekatnya merupakan kenikmatan baginya.

7. Dapat mengikis sikap sombong, ujub dan besar kepala

Jika seorang hamba kondisinya serba baik dan tak pernah ditimpa musibah, biasanya akan bertindak melampaui batas, lupa awal kejadiannya dan lupa tujuan akhir dari kehidupannya. Tetapi ketika ia ditimpa sakit, mengeluarkan berbagai kotoran, bau tak sedap, dahak dan terpaksa harus lapar, kesakitan bahkan mati, maka ia tak mampu memberi manfaat dan menolak bahaya dari dirinya. Dia tak akan mampu menguasai kematian, terkadang ia ingin mengetahui sesuatu tetapi tak kuasa, ingin mengingat sesuatu namun tetap saja lupa. Tak ada yang dapat ia lakukan untuk dirinya, demikian pula orang lain tak mampu berbuat apa-apa untuk menolongnya. Maka apakah pantas baginya menyombongkan diri di hadapan Allah dan sesama manusia?

8. Memperkuat harapan (raja’) kepada Allah

Harapan atau raja’ merupakan ibadah yang sangat utama, karena menyebabkan seorang hamba hatinya tertambat kepada Allah dengan kuat. Apalagi pada penderita sakit yang telah sekian lama berobat kesana kemari namun tak kunjung sembuh. Maka dalam kondisi seperti ini satu-satunya yang jadi tumpuan harapan hanyalah Allah semata, sehingga ia mengadu: “Ya Allah tak ada lagi harapan untuk sembuhnya penyakit ini kecuali hanya kepada-Mu.” Dan banyak terbukti ketika seseorang dalam keadaan kritis, ketika para dokter sudah angkat tangan namun dengan permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah ia dapat sembuh dan sehat kembali. Dan ibadah raja’ ini tak akan bisa terwujud dengan utuh dan sempurna jika seseorang tidak dalam keadaan kritis.

Ibadah raja’ (berharap) ini tak akan bisa terwujud dengan utuh dan sempurna jika seseorang tidak dalam keadaan kritis.

9. Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari).

Seorang mukmin meskipun hidupnya sarat dengan ujian dan musibah namun hati dan jiwanya tetap sehat.

10. Allah tetap menulis pahala kebaikan yang biasa dilakukan oleh orang yang sakit

Meskipun ia tidak lagi dapat melakukannya atau dapat melakukan namun tidak dengan sempurna. Hal ini dikarenakan seandainya ia tidak terhalang sakit tentu ia akan tetap melakukan kebajikan tersebut, maka sakinya tidaklah menghalangi pahala meskipun menghalanginya untuk melakukan amalan. Hal ini akan terus berlanjut selagi dia (orang yang sakit) masih dalam niat atau janji untuk terus melakukan kebaikan tersebut.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari Abdullah bin Amr dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ”Tidak seorangpun yang ditimpa bala pada jasadnya melainkan Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk menjaganya, Allah berfirman kepada malaikat itu, “Tulislah untuk hambaKu siang dan malam amal shaleh yang (biasa) ia kerjakan selama ia masih dalam perjanjian denganKu.”

11. Sakit dapat menghantarkan ke manzilah (kedudukan) tertentu di Surga

Terkadang seorang hamba memiliki manzilah di Surga, akan tetapi amalnya tidak dapat mengantarkannya ke sana maka Allah menimpakan kepadanya berbagai ujian secara bertubi-tubi sehingga sampailah ia kepada manzilah tadi, sebagaimana dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Hibban dari Abu Hurairah.

12. Dengan sakit akan diketahui besarnya makna sehat

Jika seseorang selalu dalam keadaan sehat maka ia tidak akan mengetahui derita orang yang tertimpa cobaan dan kesusahan, dan ia tidak akan tahu pula besarnya nikmat yang ia peroleh. Maka ketika seorang hamba sakit, ia ingin agar bisa segera pulih sebagaimana kondisi semula ketika sehat, sebab setelah sakit itulah ia akan tahu apa artinya sehat.

Hendaknya seorang hamba bersabar dan memuji Allah ketika tertimpa musibah, sebab walaupun ia sedang sakit maka tentu masih ada orang lain yang lebih parah, dan jika tertimpa kefakiran maka pasti ada yang lebih fakir lagi. Hendaknya ia melihat sakit yang diderita dengan nikmat yang telah diterima dan dengan memikirkan faedah dan manfaat dari sakitnya.

Dalam urusan agama seseorang harus memandang yang di atasnya agar tidak merasa bahwa dirinyalah orang yang terbaik, sedang dalam urusan dunia ia harus memandang orang yang ada di bawahnya agar menimbulkan rasa syukur dan melahirkan pujian kepada Allah.

Jika seseorang selalu dalam keadaan sehat maka ia tidak akan mengetahui derita orang yang tertimpa cobaan dan kesusahan, dan ia tidak akan tahu pula besarnya nikmat yang ia peroleh.

13. Bagi seorang hamba (muslim) sakit merupakan rahmat bukan siksa

Firman Allah, artinya. “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Menge-tahui.” (QS. an Nisaa:147)

Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengenal Allah dan hikmahNya, meskipun demikian Allah tetap menyayanginya karena itu semua disebabkan ketidak tahuan, kelemahan dan kekurangannya.

(PurWD/voa-islam)

Benarkah kau cinta

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam.
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.


Benarkah kau cinta
Pada Sang Pencipta
Yang mencipta dirimu dengan segala keelokan
Yang mencukupkan dari segala kekurangan
Sedang dirimu masih lalai menunaikan amanah
Pancainderamu kurang digerakkan ke arah redhaNYA
Bibirmu masih berat mengucapkan kalimah-kalimah zikrullah
Sebagai bukti rasa cinta seorang hamba

Benarkah kau cinta
Pada susuk tubuh mulia bergelar utusan ALLAH
Penyampai risalah agung, pembawa rahmat sekelian alam
Tika sunnah hidup Baginda masih jauh dari pengamalan
Selawat dan salam tiada kedengaran
Begitukah pameran cinta seorang umat

Benarkah kau cinta
Pada dua insan yang melahirkanmu
Menjaga dan mendidikmu sehingga mengenali diri
Tetapi kau masih tak mengerti
Bagaimana membalas jasa suci
Membiar diri hanyut dalam fana duniawi

Benarkah kau cinta,
Pada sahabat yang sentiasa menjadi pendampingmu
Bersama berkongsi rasa suka dan duka hidupmu
Tetapi ma'ruf jarang sekali kau ajaki
Perkara mungkar susah sekali ditegahi
Beginikah luahan cinta seorang sahabat sejati

Fahamilah makna cinta
Jangan kau kelam dengan kalimahnya
Agar Iman tidak terus dirosak munafik
Carilah jawapan dalam kembara hidup ini
Kepada sebuah persoalan
Benarkah kau cinta

♥ الله♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

~ 3 RabiulAwal 1434H ~

yukkk sobat pejuang tetap selalu berbenah diri.....merinding jika melihat ayat ini......jangan sampai kita termasuk orang yang merugi...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.........

yukkk sobat pejuang tetap selalu berbenah diri.....merinding jika melihat ayat ini......jangan sampai kita termasuk orang yang merugi.....

" Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan " (Qs.Fushshilat/41;22).....

" dari Abdurrahman bin Yazid berkata: Abdullah berkata: Aku pernah berlindung dibalik kain ka'bah lalu tiga orang datang, lemak perut mereka banyak tapi pemahaman hati mereka sedikit, satu orang Quraisy dan dua menantu laki-laki tsaqif --atau satu orang Tsaqif dan dua menantu laki-laki quraisy--, mereka mengucapkan kata-kata yang tidak aku fahami..Salah seorang diantara mereka berkata: Apa kalian tidak tahu bahwa Allah mendengar yang kalian katakan? Yang lain berkata: Ia mendengar bila kita katakan dengan keras dan tidak mendengar bila tidak kita keraskan..Yang lain berkata: Bila Ia mendengar sebagiannya, Ia mendengar seluruhnya..Abdullah berkata: Aku laporkan hal itu kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam Lalu Allah menurunkan: " Kamu sekali-sekali tidak dapat menutup-nutupi ketika pendengaran, penglihatan dan kulitmu bersaksi kepadamu " hingga firman-Nya: " Maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi " (Fushshilat: 22-23)..Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih..(HR Tirmidzi/3172,Muslim/4979)......

" Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi " (Qs.Fushshilat/41;23)....

Subhanallah...Maha Suci Allah.....

Wallaahu a'lamu bish_shawaab....

Carilah Teman Yang Baik

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

Carilah Teman Yang Baik

Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-geriknya teringat mati.

Firman Allah SWT yang bermaksud,
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
(surah al-Hujurat [049] ayat 13)

Ayat yang mengisyaratkan mengenai peranan dan pengaruh kawan, antaranya firman-Nya yang bermaksud:
“Wahai orang yang beriman! Bertakwalah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang bersifat benar.”
(Surah at-Taubah, ayat 119)


Hadis Rasululah SAW yang bermaksud,
“Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya.”
(Hadis riwayat Abu Daud).

Hadis al-Bukhari dari Abu Musa al-Asy'ari, bermaksud:
“Diumpamakan rakan yang soleh dan rakan yang jahat ialah seperti (berkawan) dengan penjual minyak wangi dan tukang besi. Penjual minyak wangi tidak akan mensia-siakan anda, sama ada anda membelinya atau hanya mendapat bau harumannya. Tukang besi pula boleh menyebabkan rumah anda atau baju anda terbakar, atau mendapat bau busuk.”

Contoh Keberanian Para Ulama Di Hadapan Penguasa

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

Contoh Keberanian Para Ulama Di Hadapan Penguasa

1. Dikisahkan bahwa Hisyâm bin ‘Abdul Malik datang ke Baitullah, Ka’bah untuk melakukan manasik haji. Ketika masuk ke Masjid al-Haram, dia berkata, “Tolong hadirkan ke hadapanku salah seorang dari kalangan para shahabat.!”
Lalu ada orang yang menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, mereka semua sudah meninggal dunia.”

Lalu dia berkata lagi, “Kalau begitu, dari kalangan tabi’in saja.”

Maka dihadirkanlah Thâwûs al-Yamâny. Tatkala menemui sang Amir, dia mencopot kedua sandalnya di pinggir permadaninya dengan tidak memberi salam terlebih dahulu dan tidak pula memanggilnya dengan julukannya (kun-yah), lantas duduk di sampingnya tanpa idzin pula seraya berujar,
“Bagaimana kabarmu wahai Hisyâm.?”

Maka meledaklah kemarahan sang Amir sehingga ia hampir saja berkeinginan untuk membunuhnya, namun kemudian ada yang mencegahnya seraya berkata,
“Wahai Amirul Mukminin, engkau saat ini berada di kawasan Haram Allah dan Rasul-Nya (Ka’bah) yang tidak boleh hal itu terjadi.”

Maka Hisyam berkata, “Wahai Thâwûs, apa yang mendorongmu untuk berbuat seperti itu tadi.?”
“Apa gerangan yang telah aku perbuat,?” balas Thâwûs

“Engkau telah mencopot kedua sandalmu di pinggir permadaniku, tidak memberi salam dengan menyapa, ‘Wahai Amirul Mukminin,’ tidak memanggilku dengan julukanku lalu duduk di sampingku tanpa idzin,” kata Hisyâm

“Adapun kenapa aku mencopot kedua sandalku di pinggir permadanimu, karena aku sudah biasa mencopotnya kala berada di hadapan Allah Ta’ala setiap hari, sebanyak lima kali akan tetapi Dia tidak mencela ataupun marah kepadaku. Adapun ucapanmu ‘engkau tidak memberi salam kepadaku dengan menyapa, ‘wahai Amirul Mukminin’’ karena tidak setiap Muslim setuju atas naiknya engkau ke tampuk kekuasaan. Jadi, aku takut kalau menjadi seorang pendusta (dengan menyapamu sebagai Amir semua orang-orang beriman-red.,). Mengenai perkataanmu ‘engkau tidak memanggilku dengan julukanku’ karena Allah Ta’ala juga menamai para Nabi-Nya, lalu memanggi mereka; ‘wahai Daud’ ‘wahai Yahya’ ‘wahai ‘Isa’ bahkan Dia malah menyebut musuh-musuh-Nya dengan julukan dalam firman-Nya, ‘Celakalah tangan Abu Lahab.’ Sedangkan ucapanmu, ‘kamu duduk di sampingku (tanpa idzin), maka hal itu karena aku telah mendengar ‘Aly bin Abi Thalib RA., berkata, ‘Bila kamu ingin melihat salah seorang penghuni neraka, maka lihatlah kepada seorang yang duduk sementara orang-orang di sekitarnya berdiri menghormatinya,” jawab Thâwûs

Kemudian Hisyam berkata, “Kalau begitu, nasehatilah aku.”
Maka Thâwûs berkata, “Aku mendengar ‘Aly bin Abi Thalib RA., berkata, ‘Sesungguhnya di neraka Jahannam terdapat ular-ular dan kalajengking seperti bagal (peranakan antara kuda dan keledai) yang mematuk setiap Amir (Penguasa) yang tidak berlaku adil terhadap rakyatnya.”

2. Diriwayatkan bahwa Abu Ghayyâts, seorang ahli zuhud selalu tinggal di sekitar pekuburan Bukhara, lalu suatu ketika datang ke kota untuk mengunjungi saudaranya. Kebetulan bersamaan dengan itu, putera-putera Amir Nashr bin Muhammad (penguasa setempat) barusan keluar dari kediamannya bersama para biduan dan alat-alat bermain mereka. Tatkala melihat mereka, sertamerta Abu Ghayyâts berkata,
“Wahai diriku, telah terjadi sesuatu yang bila engkau diam, berarti engkau ikut andil di dalamnya.”

Lalu dia mengangkat kepalanya ke langit sembari memohon pertolongan Allah. Kemudian mengambil tongkat lalu menggebuki mereka secara serentak sehingga mereka pun lari kocar-kacir menuju kediaman sang penguasa (Amir). Setibanya di sana, mereka menceritakan kejadian tersebut kepada sang penguasa.

Maka, sang penguasa pun memanggil Abu Ghayyâts seraya berkata,
“Tidak tahukah kamu bahwa siapa saja yang membangkang terhadap penguasa, dia akan diberi makan siang di penjara.?”

“Tidak tahukah kamu bahwa siapa saja yang membangkang terhadap ar-Rahmân (Allah), dia akan makan malam di dalam neraka,?” balas Abu Ghayyâts

“Kalau begitu, siapa yang memberimu wewenang melakukan Hisbah (Amr Ma’ruf Nahi Munkar) ini,?” tanya Amir
“Dia adalah Yang telah mengangkatmu ke tampuk kekuasaan ini,” jawab Abu Ghayyâts

“Yang mengangkatku adalah sang Khalifah,” kata Amir
“Kalau begitu, Yang mengangkatku melakukan Hisbah adalah Tuhannya sang khalifah,” jawab Abu Ghayyâts

“Aku hanya mengangkatmu melakukan Hisbah di daerah Samarkand saja,” kata Amir
“Aku sudah mencopot diriku dari bertugas di sana,” jawab Abu Ghayyâts

“Aneh kamu ini, engkau melakukan Hisbah di tempat yang tidak diperintahkan kepadamu dan menolak melakukannya di tempat kamu diperintahkan,?” kata Amir lagi

“Sesungguhnya jika engkau yang mengangkatku, maka suatu ketika kamu akan mencopotku akan tetapi bila Yang mengangkatku adalah Rabbku, maka tidak akan ada seorangpun yang dapat mencopotku,” tegas Abu Ghayyâts pula

“Baiklah, sekarang mintalah apa keperluanmu,!” tanya Amir akhirnya
“Yang aku perlukan adalah kembali lagi ke masa muda,” kata Abu Ghayyâts

“Wah, itu bukan wewenangku, mintalah yang lain,!” kata Amir
“Kalau begitu, tulislah kepada Malaikat Malik, penjaga neraka, agar tidak menyiksaku kelak,” kata Abu Ghayyâts

“Wah, itu bukan wewenangku juga, mintalah yang lainnya,!” kata Amr
“Kalau begitu, tulislah kepada malaikat Ridlwân, penjaga surga, agar memasukkanku kelak ke dalam surga,!” jawab Abu Ghayyâts

“Wah, itu juga bukan wewenangku,” kata Amir lagi
“Kalau begitu, keperluanku hanya kepada Allah Yang merupakan Pemilik semua keperluan dan kebutuhan, Yang tidaklah aku meminta kepada-Nya suatu keperluan melainkan pasti Dia akan mengabulkannya,”jawab Abu Ghayyâts

Atas jawaban tegas dan brilian itu, akhirnya Abu Ghayyâts dibebaskan oleh sang Amir bahkan dia malah salut dengan keimanan dan keberaniannya.

(SUMBER: Buku Mi`ah Qishshah Wa Qishshah Fî Anîs ash-Shâlihîn Wa Samîr al-Muttaqîn disusun oleh Muhammad Amîn al-Jundy, Juz II, h.29-33)

“Sesungguhnya setiap amalan bergantung pada niat dan setiap orang akan mendapat ganjaran sesuai dengan niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam.
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : “Sesungguhnya setiap amalan bergantung pada niat dan setiap orang akan mendapat ganjaran sesuai dengan niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Renung-renungkanlah dan Selamat Beramal.


♥ الله♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

~ 2 RabiulAwal 1434H ~

Status Facebook

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam.
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.

Status Facebook pun ALLAH kira juga
Jangan ingat ALLAH itu tidak tahu perkara-perkara online ini
Maka tulislah status-status yang baik
Memberikan manfaat dan tidak pula mencambah dosa

Setiap status itu saham akhirat
Baik status kita orang baca dan mendapat manfaat
Kita akan dapat saham kebaikan
Buruk status kita orang baca dan amalkan
Kita akan dapat saham keburukan

Manusia itu tujuan penciptaannya adalah pengabdian diri kepada ALLAH SWT
Maka berFacebook atau bersosial di alam maya juga perlu tertakluk di dalam tujuan itu
Dan ibadah apakah dinamakan ibadah
Sekiranya disulami dengan maksiat kepada ALLAH

Kurangkan ucapan yang berdendam tetapi perbanyakkan ucapan yang mengasihi.
Kurangkan kata-kata yang mengejek tetapi perbanyakkan kata-kata yang menghargai.
Kurangkan kata-kata yang melemahkan tetapi perbanyakkan kata-kata yang mendorong.
Kurangkan kata-kata kritikan tetapi perbanyakkan kata-kata yang membangun.
Kurangkan kata-kata yang sia-sia tetapi perbanyakkan kata-kata yang mendatangkan inspirasi.
Kurangkan kata-kata yang kasar tetapi perbanyakkan kata-kata yang lemah lembut.
“Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih dan jangan hambar.”

Sentiasalah BERFIKIR sebelum berkata dan menaip sesuatu yang akhirnya bakal merugikan kita sendiri kerana mungkin kita takkan sempat bertaubat. MATI tidak menunggu taubat kita.

Jangan aibkan diri sendiri. Biarkan ALLAH SWT sahaja yang tahu dosa kita yang lalu dan teruskan bertaubat dan teman yang benar bukanlah teman yang selalu membenarkan perkataanmu, tetapi yang selalu berkata benar kepadamu.

Moga Facebook itu menjadi sebahagian wasilah kita ke syurgaNYA
Bukan gari yang merantai kita ke nerakaNYA

♥ الله♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

Larangan Mencela Makanan

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan sekelian alam
Selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.

Larangan Mencela Makanan

Islam menganjurkan umatnya menghargai nikmat yang dikurniakan oleh ALLAH SWT dan melarang mencelanya. Antara nikmat ALLAH SWT terhadap maklukNYA ialah makanan.

Makanan adalah suatu nikmat yang sangat penting bagi manusia, kerana manusia memerlukan makanan untuk hidup. Makanan itu pula ada kalanya disukai, sedap dan menyelerakan dan ada kalanya pula sebaliknya. Apabila dihidangkan dengan makanan yang tidak disukai, tidak sedap dan tidak menyelerakan, ada kalanya seseorang itu tidak dapat menahan diri daripada mencela makanan tersebut.

Imam al-Ghazali Rahimahullah berkata dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin bahawa seharusnya seorang muslim itu redha dengan rezeki dan makanan yang ada. Apabila sesuatu makanan yang dihidangkan itu tidak disukai, tidak sedap atau tidak menyelerakan, maka janganlah makanan itu dicela, cukuplah sekadar diam ataupun tidak memakannya.

Dalam hal ini, Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik yang patut diteladani. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahawa “Rasulullah SAW tidak sekali-kali mencela makanan. Jika Baginda menyukainya Baginda memakannya, dan jika Baginda tidak menyukainya Baginda akan meninggalkannya (tidak memakannya)” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Dalam satu riwayat lain yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Hurairah ra berkata : “Aku tidak pernah sekali-kali melihat Rasulullah SAW mencela makanan.

Sesungguhnya
apabila Baginda menyukainya, Baginda memakannya dan apabila Baginda tidak menyukainya Baginda diam.” (Hadis riwayat Muslim)

Berdasarkan hadis di atas, para ulama mengambil kesimpulan bahawa makruh mencela makanan yang halal dimakan. Adapun makanan yang haram pula maka bolehlah dicela dan melarang orang lain memakannya.

Imam an-Nawawi Rahimahullah berpendapat bahawa antara adab makan yang penting untuk dijaga ialah tidak mencela sesuatu makanan yang dirasakan tidak sedap atau tidak menepati cita rasa; umpamanya mengatakannya masin, masam, kurang garam, cair, tidak cukup masak dan sebagainya.

Sebahagian ulama mengharuskan mencela makanan jika ianya bertujuan untuk mengkritik cara masakannya, bukannya bertujuan untuk mencela makanan tersebut. Bagaimanapun, menurut Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaani Rahimahullah, larangan mencela makanan tersebut adalah umum kerana mencela masakan seseorang boleh melukakan hati orang yang memasaknya. Akan tetapi jika ianya bertujuan untuk kebaikan masa hadapan, iaitu supaya masakan tersebut dapat diperbaiki maka tidaklah menjadi kesalahan menurut sebahagian ulama.

Jika dihidangkan sesuatu makanan sedangkan makanan tersebut tidak disukai ataupun tidak pandai memakannya, maka diperbolehkan menolak dengan mengatakan : “Saya tidak menyukai makanan ini” atau “Saya tidak biasa atau tidak pandai memakannya” atau dengan apa jua ungkapan yang seumpamanya.

Rasulullah SAW pernah dihidangkan dengan daging dhab bakar lalu Baginda tidak mahu memakannya. Khalid bin al-Walid ra lalu bertanya kepada Baginda : Adakah dhab itu haram wahai Rasulullah!?”

Rasulullah SAW pun menjawab : “Tidak, akan tetapi binatang itu tidak ada di bumi
(lingkungan) kaumku, sehingga aku tidak menyukainya.” (Hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat yang lain pula diceritakan bahawa Baginda menjawab : “Makanlah kamu, sesungguhnya ianya adalah halal. Akan tetapi ianya bukanlah daripada makananku (yang biasa aku makan).” (Hadits riwayat Muslim)

Disebalik larangan daripada mencela makanan, Islam menganjurkan pula memuji makanan yang telah dimakan. Bukan sahaja dianjurkan memuji makanan, bahkan Islam turut menganjurkan untuk menyebut-nyebut apa sahaja nikmat yang dikurniakan oleh ALLAH SWT sebagai tanda syukur.

Firman ALLAH SWT yang bermaksud : “Adapun nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau sebut-sebut (dan zahirkan) sebagai bersyukur kepadaNYA.” (Surah adh-Dhuha : 11)

Imam an-Nawawi Rahimahullah menyebutkan dalam kitab al-Azkar bahawa memuji makanan yang telah dimakan adalah sesuatu yang dianjurkan oleh Islam dan merupakan suatu sunnah Rasulullah SAW. Ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Jabir ra, beliau berkata : “Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah meminta lauk daripada keluarganya, lalu mereka menjawab: Kami tidak mempunyai apa-apa selain cuka. Maka Baginda pun memintanya dan memakan (makanannya) dengannya (cuka), lalu Baginda pun bersabda : “Sebaik-baik lauk ialah cuka”. (Hadits riwayat Muslim)

Makanan adalah nikmat kurniaan ALLAH SWT yang patut dihargai dan disyukuri dan jangan sekali-kali ianya dicela. Rasulullah SAW merupakan manusia contoh dan ikutan terbaik yang patut diteladani.

♥ الله♥

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

~ 21 Safar 1434H ~

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik