Minggu, 29 September 2013

Nasehat Kami(Ayah & Ibu) Untukmu Anakku

7 Destinasi Pengembaraan Roh


Wahai anak ku, iffah(sikap menjaga diri) adalah termasuk akhlak yang mulia dan sifat orang-orang baik. Oleh karena itu, pengaruhilah diri agar terbiasa berperilaku demikian, sehingga menjadi suatu watak yang tertanam dalam jiwamu. . .

Wahai anak ku. . . .
Manusia mempunyai rasa cinta , jagalah rasa itu dan jangan mudah engkau melafaskan kata itu. . .
Ketahuilah cinta yang tertanam di hatimu bukan untk di umbar menurut nafsu. . .

Wahai anak ku. . .
Cinta itu ada tempat nya Maka bagilah cinta itu menurut porsi nya. . .
Jangan engkau samakan cinta mu kepada sesama melebihi cintamu kepada Alloh Azza wa Jalla. . .
Ayah tidak mengajarkan itu....
Cintai Alloh dan Rosul baru engkau mencintai orang tua mu. . .
Ayah dan ibu akan sedih jika engkau melebih2 kan cintamu kepada manusia hingga engkau lalai kepada Alloh. . .
Ingatkah kamu akan kembali kepada-Nya.....
??

Anakku . . .
Dengar kan orangtuamu , jika nanti engkau merasakan cinta kepada seseorang dan itu membuat mu sakit hati , terluka. . .
Itu bukan cinta tapi setan yang mengajak mu untk merasakan itu , berarti bukan cinta tapi nafsu yg di dalam nya ada setan yang ingin menjerumus kan mu. . .
Cinta itu jika engkau mencintai seseorang dan jika engkau ingat dia engkau akan ingat Alloh. . .
Jika engkau rindu dia engkau akan lebih rindu kepada Alloh dan Rosul Nya. . .

Wahai anak ku. . .
Ingat selalu pesan kami!
Jangan engkau terlena dengan bujuk rayu setan. . .
Ketahuilah bahwa setan itu mencari teman untk di rumahnya nanti yaitu neraka. . . . .
Jadilah anak yang berguna bagi agama itu yang terpenting. . .
Kami tidak mengharap engkau kaya ber pangkat punya mobil rumah mewah tapi engkau lalai dan lupa kepada Alloh. . .

Wahai anakku . . .
Kami hanya mengajarkan kesederhanaan agar engkau tidak ubud dunia nanti nya. . .

Buat kami tersenyum jika nanti kami sudah di alam barzakh.

Subhanakallohumma wabihamdika asyhadualla ilahaa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

Memilih Calon Pasangan Yang Bertaqwa♥



.•*•. (`'•.¸♥ ¸.•'´) .•*•.

Assalamu’alaiku
m Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..Seseorang pernah bertanya kepada Hasan ibn Ali : Aku mempunyai anak gadis. Menurutmu kepada siapa aku harus menikahkannya? Hasan menjawab : “ Nikahkanlah ia dengan laki-laki yang bertaqwa kepada Allah. Jika laki-laki itu mencintainya , maka ia akan menghormatinya dan jika ia marah kepadanya maka ia tidak akan mendzaliminya.”


Saudaraku..nasehat ini menuntun kita untuk membenahi diri. Jika kita merindukan pendamping hidup yang bisa mencintai setulus hati maka janganlah salah menata hati. Seseorang yang memberi perhatian hangat sebelum melakukan akad, belum tentu setelah akad akan menjadi tempat buat curhat di saat kita punya beban jiwa yang berat. Terkadang kita mudah mabuk kepayang hanya karena ia bilang sayang , padahal cintanya lekas hilang dan perhatiannya cepat melayang. Namun jika kita menikah dengan seseorang yang bertaqwa , yang mampu menjaga dirinya dari pergaulan dengan lawan jenis yang belum halal baginya, walau cinta semula belum ada cuma ada benihnya namun rajin menyiraminya dengan berbagai kebaikan maka cinta itu akan mudah bersemi indah karena orang yang demikian akan memegang komitmen yang telah diucapkannya.


Di luar itu semua bila kita menikah dengan seseorang yang bertaqwa Insya Allah pernikahan kita akan penuh barakah sehingga kasih sayang dan penerimaan yang tulus dengan sendirinya mewarnai hari-hari kita dengan bahagia.


Saudaraku..agar jodoh kita segera datang maka sederhanakanlah kriteria yang penting bertaqwa karena seseorang yang bertaqwa akan memperlakukan pasangannya dengan sebaik-baiknya. Selain itu marilah kita ringankan mahar agar tidak memberatkan calon pasangan sehingga pernikahan bisa segera dilaksanakan.” Wanita yang paling agung kebarakahannya adalah yang paling ringan maharnya.” ( HR. Ahmad, Al-Hakim dan Baihaqi ).

Silahkan di Tag/Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam, Silahkan saling bantu Tag sahabat-sahabat yang lain.Jazakumullahu khayran wa barakallahu fiikum.

❀SaLaM SantuN Erat SiLatuRahmi dan UkhuWaH FillaH

"kata siapa GAK PACARAN itu Kuno??(yang Bener ajahh?)"


>>Hari ini ana mau bahas ttg pacaran yaa,gak papa kaaann? Lanjuutt..!^^Ya
ng merasa GERAH atau BOSAN silakan lewati saja tulisan ini, gak usah dibaca..(kalau udah liat duluan masa gak dibaca? salah sndiri buka fb,hihi:D). Dari kmrn para 'aktivis pacaran' pasti pd geregetan sama sy kali ya, apalagi yg temperamen tinggi pasti dah trsinggung. Abis gimana,lha wong baca judulnya aja bikin kalian tersapu-sapu eh tersipu-sipu, atau malah naik pitam..? . Hehe..lagipula ini tulisan gak wajib dibaca kok, disobek atau dibakar jg boleh..silakan! (kalau bisa..hehe :P).

>>Okeh..lanjut yaa.. Tulisan ini sbnarnya hanya utk menjawab cemoohan2 mereka yg 'menuduh' para JOMBLO dgn kalimat 'Gak pacaran? Kuno..!'
Mau ak kasih tau gak, BOHONG GEDE kalau temen2mu pada bilang gak pacaran itu kuno. Itu cuma buat bikin kamu MINDERr aja. Emang iya sih,kalau temen2 gaulmu adlh orang2 yg hobi dan jago banget pacaran, mulai dr tahap rendah sampai horor, maka gak salah kalau kamu yg lg brjuang keluar dr aktivitas syahwat ini lantas dibilang Kuno atau ketinggalan jaman.

>>Sudah wajar kalau orang2 yg mencoba mendalami ISLAM secara KAFFAHh pasti tantangannya berat, dan itu justru datang dr orang2 terdekat kita sndiri. Teman, keluarga, shabat,dll. WisLaaah, itu sudah lumrah. Sudah SUNATULLAH kalau orang2 yg istiqomah menggunakan cara2 islam dlm berpakaian, sampai cara bergaul dg prinsip islam malah dianggap ASING.
Karena masyarakat kita sndiri 'malu' memakai budaya dan cara hdup yg diajarkan Allah dan rasulNya=>Islam"

>>Jadi bahagialah orang2 yg dianggap asing dan kuno, karena gak mau ikut-ikutan RUSAK. Tul gak..? Gimana gak rusak, lha wong disaat cewek2 mengumbar auratnya, memperketat pakaiannya hingga relief tubuhnya trlihat jelas, justru itu yg dianggap sexy, gaul, modis, ngetrend..? Sedangkan islam malah mengajarkan para wanita menutup smua tubuhnya kcuali wajah dan telapak tangan..?! Dilema memang ya? tp skali lagi, hanya mereka yg CERDAS yg bisa membedakan mana yg baek dan mana yg buruk.. (maaf jika byk yg tersindir, emang sengaja..Hihihi:P ‪#‎pLetakzz‬).

>>Balik ke masalah pacaran.. Makanya islam menganjurkan kaum adam menjaga pandangannya dan kaum hawa menutup auratnya, adil kan? islam gak beda-bedain. Lalu dimana coba letak salahnya islam mengajari kita..? ayo coba kasih tau daku ..!!!

>>Jadi kamu yg udah insaf dr aktivitas ini sedini mungkin, atau mulai saat ini (stelah membaca tulisan ini), maka insyaAllah kamu beruntung banget!!(PeDe bgt yaa #pLetakzz^^"
>>Perkara kuno (ketinggalan jaman) atau tidak, itu sih relatif. Kenapa..? karena mereka yg pakai baju trbuka dan mengumbar aurat itu jg bisa dibilang kuno atau malah primitif banget. Masih ingat gak kalian di plajaran sekolah tentang zaman purba? mana ada sih manusia yg brpakaian lengkap di zaman itu? Atau...dgn kata laen, hanya manusia2 yg belum mengerti peradaban saja yg memakai pakaian seadanya dan terbuka sana sini, pdhl jaman skrg smua serba ada. Jadi., kalau kita mengumbar aurat? (berarti apa yaaa=>Pikir aja deh sendiri..hehe

>>Orang beradab hanya akan memakai cara yg beradab pula utk memenuhi naluri fitrahnya. Lagipula, kalau gak pacaran itu dibilang kuno, dan yg kuno itu justru membwt kita lebih berharga, KENAPA ENGGAK..??! Ibaratnya, barang antik itu mahal harganya. Karena gak smua org bisa memiliki. Nyari cewek-cowok yg masih terjaga dan menahan syahwat utk tidak dipacari atau memacari orang dimasa muda yg penuh gejolak ini..itu JARANG BGT ada! Makanya, kalian yg TEGUH gak pacaran atau udah NON AKTIF dari aktivitas ini krn yakin dgn ATURAN ISLAM, berarti masih orisinil. Kamu2 yg gak pacaran itu bukannya minder, bukan kuno, tp memang karena 'antik', stok terbatas, Limited Edition..hehe iya apa iya??HHAA

>>Dan hanya utkmu saudara-saudariku yg teguh dlm prinsip islam, aku persembahkan kalimat ini: 'Hanya utkmu sobat2ku yg mau serius dan brtanggungjawab, gak cuma buat para pengagum2 keindahan fisik! Kalau cuma niat cari pacar, suruh aja cari yg laen dan yg cuma mau dipacarin. Jangan mudah dirayu ! Percaya deh, cewek-cowok yg punya prinsip teguh dlm islam itu MASIH BYK YG NYARI. Cantik2 dan tampan2 malah. So.. PeDe aja lagi !

>>So...kesimpulannya, Gak pacaran = Kuno ? yang bener ajah ! yang kuno itu..,YG jomblo atau yg pacaran..?
(jawab sendiri dlm hati..ssstt gak usah teriak2..hhee:D

*MET MALAM sabtu....ISI DGN KEGIATAN POSITIVE YA FRIENDS^_^‪#‎UTS‬ depan mata..belajar..belAjar..belajar
‪#‎jangan‬ mikirin mulu keJOMBLOanmu..yg ada malah GALAU
*InnaLLaha

Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang


Inilah yang kami sedihkan pada kaum wanita saat ini. Zaman sudah semakin rusak. Perzinaan di mana-mana. Pornografi yang sudah semakin marak. Bahkan hal-hal porno semacam ini bukan hanya digandrungi oleh orang dewasa, namun juga anak-anak. Bahkan terakhir ini yang sudah membuat kami semakin geram, tidak sadar-sadarnya wanita dalam berpakaian. Saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para wanita sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya kepala yang dibuka atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini wajib ditutupi. Namun, sekarang ini sudah banyak yang berani membuka paha dengan memakai celana atau rok setinggi betis. Ya Allah, kepada Engkaulah kami mengadu, melihat kondisi zaman yang semakin rusak ini.

Kami tidak tahu beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin parah dan lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, berpakaian ala barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum muslimin dari musibah ini.

Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Hadits ini merupakan tanda mukjizat kenabian. Kedua golongan ini sudah ada di zaman kita saat ini. Hadits ini sangat mencela dua golongan semacam ini. Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi setelah masa beliau hidup (Lihat Syarh Muslim, 9/240 dan Faidul Qodir, 4/275). Wahai Rabbku. Dan zaman ini lebih nyata lagi terjadi dan kerusakannya lebih parah.

Saudariku, pahamilah makna ‘kasiyatun ‘ariyatun’

An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun.

Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.
Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)

Pengertian yang disampaikan An Nawawi di atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak). Begitu pula dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut.

Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Muslimah, 125-126)

Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna kasiyatun ‘ariyatun, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir, 4/275)

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna.

Pertama: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.
Kedua: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.
Ketiga: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)

Kesimpulannya adalah kasiyatun ‘ariyat dapat kita maknakan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.

Tidakkah Engkau Takut dengan Ancaman Ini!

Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memakaian pakaian tetapi sebenarnya telanjang, dikatakan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”

Perhatikanlah saudariku, ancaman ini bukanlah ancaman biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil. Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Wanita seperti ini dikatakan tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?

An Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘wanita tersebut tidak akan masuk surga’. Inti dari penjelasan beliau rahimahullah:

Jika wanita tersebut menghalalkan perbuatan ini yang sebenarnya haram dan dia pun sudah mengetahui keharaman hal ini, namun masih menganggap halal untuk membuka anggota tubuhnya yang wajib ditutup (atau menghalalkan memakai pakaian yang tipis), maka wanita seperti ini kafir, kekal dalam neraka dan dia tidak akan masuk surga selamanya.

Dapat kita maknakan juga bahwa wanita seperti ini tidak akan masuk surga untuk pertama kalinya. Jika memang dia ahlu tauhid, dia nantinya juga akan masuk surga. Wallahu Ta’ala a’lam. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)

Jika ancaman ini telah jelas, lalu kenapa sebagian wanita masih membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis? Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain? Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi? Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi? Kenapa pula masih memperlihatkan leher?!

Sadarlah, wahai saudariku! Bangkitlah dari kemalasanmu! Taatilah Allah dan Rasul-Nya!

Wahyu Dari Langit Memerintahkan Menutup Seluruh Tubuh Kecuali Wajah dan Telapak Tangan!

Allah Ta’ala berfirman,

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).
Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.

Allah Ta’ala juga berfirman,

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31).
Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.

Dari tafsiran yang shohih ini terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalah mustahab (dianjurkan). (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14)

Syarat Pakaian Wanita yang Harus Diperhatikan

Pakaian wanita yang benar dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya memiliki syarat-syarat. Jadi belum tentu setiap pakaian yang dikatakan sebagai pakaian muslimah atau dijual di toko muslimah dapat kita sebut sebagai pakaian yang syar’i. Semua pakaian tadi harus kita kembalikan pada syarat-syarat pakaian muslimah.

Para ulama telah menyebutkan syarat-syarat ini dan ini semua tidak menunjukkan bahwa pakaian yang memenuhi syarat seperti ini adalah pakaian golongan atau aliran tertentu. Tidak sama sekali. Semua syarat pakaian wanita ini adalah syarat yang berasal dari Al Qur’an dan hadits yang shohih, bukan pemahaman golongan atau aliran tertentu. Kami mohon jangan disalah pahami.

Ulama yang merinci syarat ini dan sangat bagus penjelasannya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah –ulama pakar hadits abad ini-. Lalu ada ulama yang melengkapi syarat yang beliau sampaikan yaitu Syaikh Amru Abdul Mun’im hafizhohullah. Ingat sekali lagi, syarat yang para ulama sebutkan bukan mereka karang-karang sendiri. Namun semua yang mereka sampaikan berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shohih.

Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki.
Syarat kedua: bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik! Yang terkahir ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan di antara kaum muslimin.


Allah Ta’ala berfirman,
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33)

Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.

Ingatlah, bahwa maksud perintah untuk mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutupi perhiasan wanita. Dengan demikian, tidak masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita malah menjadi pakaian untuk berhias sebagaimana yang sering kita temukan.

Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.

Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim)

Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)

Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.

Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih). Lihatlah ancaman yang keras ini!

Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)

Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seseorang tak mampu membedakan lagi, mana yang pria dan wanita dikarenakan mengenakan celana panjang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Betapa sedih hati ini melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana barat baik melalui majalah, televisi, dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Laa haula walaa quwwata illa billah.

Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh).

Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Pakaian syuhroh di sini bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang paling kere atau kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud. Kadang pula maksud pakaian syuhroh adalah pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhroh seperti ini terlarang.

Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.

Dari Diqroh Ummu Abdirrahman bin Udzainah, dia berkata,
“Dulu kami pernah berthowaf di Ka’bah bersama Ummul Mukminin (Aisyah), lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib. Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salib tersebut. Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Ibnu Muflih dalam Al Adabusy Syar’iyyah mengatakan, “Salib di pakaian dan lainnya adalah sesuatu yang terlarang. Ibnu Hamdan memaksudkan bahwa hukumnya haram.”

Syarat kedelapan: pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).

Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh, pen). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. Setelah itu beliau bersabda,

”Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)

Syarat kesembilan: pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal.

Syarat kesepuluh: pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan.

Syarat kesebelas: pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan .

Syarat keduabelas: bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah.
Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa pengharusan seperti ini adalah syi’ar batil yang tidak ada landasannya.

Inilah penjelasan ringkas mengenai syarat-syarat jilbab. Jika pembaca ingin melihat penjelasan selengkapnya, silakan lihat kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan dengan judul ‘Jilbab Wanita Muslimah’. Juga bisa dilengkapi lagi dengan kitab Jilbab Al Mar’ah AlMuslimah yang ditulis oleh Syaikh Amru Abdul Mun’im yang melengkapi pembahasan Syaikh Al Albani.


Jika Allah memberikan waktu longgar, kami akan melengkapi pembahasan syarat-syarat pakaian wanita pada posting tersendiri. Semoga Allah memudahkan urusan ini.

Terakhir, kami nasehatkan kepada kaum pria untuk memperingatkan istri, anggota keluarga atau saudaranya mengeanai masalah pakaian ini. Sungguh kita selaku kaum pria sering lalai dari hal ini. Semoga ayat ini dapat menjadi nasehatkan bagi kita semua.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.

Alhamdullillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat.

Rujukan:

1. Faidul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, Mawqi’ Ya’sub, Asy Syamilah

2. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Islamiyah-Amman, Asy Syamilah

3. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh ‘Amru Abdul Mun’im Salim, Maktabah Al Iman

4. Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, Ibnul Jauziy, Darun Nasyr/Darul Wathon, Asy Syamilah

5. Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah

Panggang, Gunung Kidul, 22 Muharram 1430 H

Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber http://rumaysho.com

Hidup......




Hidup itu perjuangan maka jangan pernah menyerah.

Hidup itu indah maka nikmati hidupmu.

Hidup itu sesaat maka jangan terlena.

Hidup itu anugrah maka syukuri itu.

Hidup itu kejam maka carilah perlindungan.

Hidup itu sengsara maka bersabarlah.

Hidup itu ujian maka bertawakalah.

Hidup itu belajar maka carilah ilmu.

Hidup itu mati maka jangan lupakan itu.

Hidup itu syurga maka jangan berduka.

Hidup itu , hidup itu, hidup itu,

Jangan engkau panjangkan angan mu dalam hidup sekali ini. Ketahuilah hidup itu bagai perjalanan dan perjalanan yang kita lalui sebuah jembatan tua yang sangat rapuh dan lapuk di makan usia. Jika engkau tidak hati hati maka engkau akan terjatuh dari jembatan itu.Tidak mungkin engkau berlama lama di atas jembatan itu.melainkan hanya sesaat melaluinya dan tidak mungkin engkau mau berlama lama di jembatan tua itu....

Subhanakallohum
ma wabihamdika asyhadualla ilahaa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

Jangan Cari Jodoh Di Dunia Maya, Keshalihannya Belum Tentu Nyata (Bukan melarang hanya mengingatkan bagi yang mau menerima)



assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.

Remaja Islam ›› Sebelumnya kami hanya membaca nasihat seperti ini di dunia maya. Akan tetapi setelah mendengar dan melihat langsung, dan kasusnya tidak hanya satu. kami melihat bukti langsung bagaimana seorang laki-laki dan wanita, yang sudah mengenal agama dengan manhaj yang benar berdasarkan pemahaman sahabat, mereka berdua malah terjerumus dalam hal ini.Padahal kita sudah diajarkan bagaimana cara yang benar mencari jodoh yaitu dengan ta’aruf yang syar’i. Oleh karena itu maka kami coba menangkat tema ini.



Umumnya dilakukan oleh yang kurang imannya

Mungkin awalnya tidak bermaksud mencari jodoh, akan tetapi lemahnya iman yang membuatnya bermudah-mudah berhubungan dengan hubungan yang tidak halal, padahal mereka sudah mengetahui ilmunya. Inilah fenomena yang sering terjadi belakangan ini, wanita dibalik hijabnya yang tertutup rapat tetapi hijab kehormatannya tidak tertutup dibalik e-mail,inbox FB, dan SMS. Begitu juga dengan laki-laki dengan penisbatan mereka kepada, “as-salafi”, “al-atsari” dengan hiasan-hiasan status dan link berbau syar’i, akan tetapi sikap dan wara’-nya tidak menunjukkan demikian.

Hubungan laki-laki dengan wanita yang berujung cinta adalah kebahagian hati terbesar bagi manusia terutama pemuda, lebih-lebih bagi mereka yang belum pernah mecicipi sama sekali. Maka ketika bisa merasakan pertama kali sebagaimana berbuka puasa, sangat nikmat dan bahagia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

Mereka yang sudah paham tentu tidak leluasa melakukannya di dunia nyata, baik karena tidak ada kesempatan ataupun malu jika ketahuan. Akan tetapi kedua hal ini hilang ketika berkecimpung di dunia maya. Mulai dari cara halus dengan menyindir dan tersirat ke arah cinta tak halal sampai dengan cara terang-terangan. Ketika mereka merasakan nikmat perasaan cinta yang berbunga-bungan maka lemahnya iman tidak bisa membendung sebagaimana berbuka puasa. Sehingga terjalinlah cinta yang tidak diperkenankan syariat bahkan sampai ke arah pernikahan.



Terkesan shalih dan shalihah di dunia maya

Jangan langsung terburu-buru menilai seseorang alim atau shalih hanya karena melihat aktifitasnya di dunia maya. Sering meng-update status-status agama, menaut link-link agama dan terlihat sangat peduli dengan dakwah. Hal ini belum tentu dan tidak menjadi tolak ukur keshalihan seseorang. Dan apa yang ada di dunia maya adalah teori, bukan praktek langsung. Bisa jadi sesorang sering menulis status agama, menaut link syar’i tetapi malah mereka tidak melaksanakannya dan melanggarnya, apalagi ada beberpa orang yang bisa menjaga image alim di dunia maya, pandai merangkai kata, pandai menjaga diri dan pandai memilih kata-kata yang bisa memukai banyak orang

Tolak ukur kita bisa menilai keshalihan seseorang secara dzahir adalah takwa dan aklaknya yang terkadang langsung bisa kita nilai dan melihatnya di dunia nyata, bukan menilai semata-mata bagaimana teorinya saja di dunia maya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)



Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu menjelaskan hadist ini,

فمن اتقى الله و حقق تقواه, و خالق الناس غلى اختلاف طبقاتهم بالخلق الحسن

: فقد جاز لخير كله, لآنه قام بجق الله و حقوق الغباد,

ولآنه كان من المحسنين في عبادة الله, المحسنين إلى عباد الله

“Barangsiapa bertakwa kepada Alloh, merealisasikan ketakwaannya dan berakhlak kepada manusia -sesuai dengan perbedaan tingkatan mereka- dengan akhlak yang baik, maka ia medapatkan kebaikan seluruhnya, karena ia menunaikan hak hak Alloh dan Hamba-Nya. [Bahjatu Qulubil Abror hal 62, cetakan pertama, Darul Kutubil ‘ilmiyah]



Tidak amanah ilmiyah

Ada juga yang ingin nampak alim dan berilmu di dunia maya dengan niat yang tidak ikhlas [Alhamdulillah ini cukup sedikit]. Selain cara-cara di atas seperti update status agama setiap jam, menaut link beberapa kali sehari, membuat note setiap hari [waktunya sangat terbuang di dunia maya]. Ada cara lainnya yaitu tidak melakukan amanat ilmiyah misalnya:

-membuat note hampir tiap hari dengan copas dari tulisan orang lain tetapi tidak mencantumkan sumber sehingga orang menyangka dia yang menulisnya

-membuat note dengan copas dari tulisan lainnya, kemudian mengubah-ubah sedkit atau menambah komentar sedikit kemudian menisbatkan tulisan pada dirinya.

Dan masih banyak contoh yang lainnya, silahkan baca Menunaikan Amanah Ilmiyah dan Jujur Dalam Tulisan

Maka tidak heran ada yang mengaku pernah bertemu dengan seseorang yang di dunia maya terkesan sangat alim dan berilmu. Namun tatkala bertemu di dunia nyata, ternyata ia jauh dari apa yang ia sandiwarakan di dunia maya. Jauh dari ilmu, akhlak dan takwa.



Perlu husnudzan juga

Kita perlu mengedapankan husnudzon juga, karena ada mereka yang memang kerjanya berhubungan dengan dunia internet seperti ahli IT dan berdagang via internet. Jadi mereka sangat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdakwah mengingat sekarang dunia maya sangat digandrungi oleh masyarakat dunia. Sebaiknya kita jangan berburuk sangka kepada mereka dengan mengira sok alim, sok update status bahasa arab, sok serba syar’i dan sok suci. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. (QS al-Hujuraat: 12)

Kita juga perlu melihat panutan para ulama dan ustadz, mereka lebih sibuk dan lebih memprioritaskan dengan ilmu dan dakwah di dunia nyata, karena kita hidup di dunia nyata. Ilmu dan dakwah di dunia maya adalah prioritas kemudian setelah ilmu dan dakwah di dunia nyata.



Terperdaya dengan cinta dunia maya

Dan mereka yang tidak kuat imannya, terperdaya sekaligus dengan hubungan tak halal yang mereka lakukan, mereka sudah terperangkap cinta. maka semakin lengkap sudah, mereka melihatnya sebagai sebuah keindahan tiada tara sampai-sampai menutup beberapa kekurangan yang harusnya menjadi pertimbangan paling terdepan yaitu agama dan ahklak.



Keindahan bisa membuat jatuh cinta…

Dan cinta bisa membuat segalanya menjadi indah…



Seorang penyair berkata,

هويتك إذ عينى عليها غشاوة … فلما انجلت قطعت نفسي ألومها

“Kecintaanku kepadamu menutup mataku

Namun ketika terlepas cintaku, semua aibmu menampakkan diri”

[[Al-Jawabul Kaafi 214, Darul Ma’rifah, cetakan pertama, Asy-Syamilah]

Inilah salah satu yang dikhawatirkan, karena cinta sudah menancap tidak peduli lagi, padahal kenal hanya di dunia maya, kemudian memutuskan untuk ketemu, ta’aruf ala kadar dan menikah. untuk mengetahui bagaimana kehidupan dunianya saja sulit, bagaimana wajah aslinya [walaupun tukar foto, maka foto sekarang bisa berbalik 180 derajat dengan aslinya], bagaimana masa depannya dan bagaimana tanggung jawabnya, apalagi untuk mengetahui agama dan akhlaknya yang menjadi prioritas utama, walaupun terkesan shalih tetapi sekali lagi itu hanya di dunia maya, belum tentu.



Wanita korban utama

Jelas wanita yang lebih menjadi korban, karena wanita umumnya memiliki hati yang lemah, lemah dengan pujian, lemah dengan perhatian, lemah dengan kata-kata puitis. Bisa kita lihat di berita-berita bagaiaman wanita tidak sedikit yang menjadi korban, baik korban kejahatan, pelecehan seksual sampai pemerkosaan oleh teman yang ia kenal di dunia maya.

Begitu juga dengan wanita penuntut ilmu agama, mengingat pentingnya agama dan akhlak suami, sampai-sampai ada yang berkata, “agama istri mengikuti suaminya, jika ada wanita yang multazimah menikah dengan laki-laki yahudi, maka ia akan terpengaruh”. Jika wanita tersebut terjerumus dengan cinta di dunia maya dan sudah tertancap cinta dan sudah tertutup kekurangan laki-laki tersebut dengan cinta buta.

Sebagaimana kisah nyata yang kami dapatkan, mereka berdua kenal di dunia maya, kemudian sang laki-laki dari kota yang jauh menyebrang dua pulau datang untuk bertemu ke kota wanita tersebut. Maka sang wanita yang sudah terperangkap cinta, langsung “klepek-klepek” dengan sedikit pengorbanan laki-laki tersebut dan langsung ingin menikah. Padahal lak-laki tersebut, wajahnya kurang, porsi tubuh juga kurang, ilmu agama juga belum jelas, dan masa depan juga masih belum jelas karena hanya lulusan SMA. [Semoga mereka berdua bertaubat dan selalu berada dalam penjagaan Allah, Amin]



Jangan memulai sesuatu yang suci dengan kemurkaan Allah

Pernikahan dan membangun rumah tangga adalah sesuatu yang suci dan anjuran syariat. Dari pernikahan berawal segala sesuatu dan mengubah kehidupan seseorang dengan perubahan yang besar. Kemudian dari pernikahan lahirnya manusia, lahirlah masyarakat dan lahir berbagai perihal kehidupan. Maka janganlah kita memulainya dengan kemurkaan dan ketidakridhaan dari Allah. Jangan kita mulai dengan hubungan yang tidak halal. Karena ia adalah dasar dan pondasinya.

Hendaklah yakin dengan janji Allah dan bersabar dengan ta’aruf yang syar’i, perbaiki diri dan tingkatkan kualitas ilmu, iman, akhlak dan takwa maka kita akan mendapat pasangan yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.


Artikel http//muslimafiyah.com

Subhanakallohumma wabihamdika asyhadualla ilahaa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

Yakinlah bahwa Rahmat Allah luas dan ampunNya tiada berbatas

Siapapun kita dimasa lalu,....
Sehitam apapun warna kita dihari kemarin,
jangan pernah putus asa dan berhenti berdoa,........

Yakinlah bahwa Rahmat Allah luas dan ampunNya tiada berbatas
Tetap berdoa & memperbaiki diri menjadi pribadi yg lebih baik

Masalah yg hadir & terus hadir memaksa kita menikmati sajian Nya agar kita semakin khusuk merajuk dan menyelami diri dalam sujud malam2 kita,........

Jangan pernah berhenti menyerah,
Biarlah Allah yg membukakan jalan keluar setiap masalah
tugas kita adalah ikhtiyar tanpa harus bermaksiat....

Salam santun membuka tali silaturahim dalam bingkai yg sempat terputus,.....

Posted
PANTI JOMBLO sebelum HALAL "MasBro" (Hikmah Kesendirian tanpa Pacaran)
JOSH (JOmblo Sampai Halal)
JOSH (Jadilah Orang Shalih yg Hebat)

"PERHIASAN"

setelaha ana telaah betapa indah kalimat perintah dlm QS.Annur:31 yg memerintahkan kita untuk berhijab dgn penggunaan kata"PERHIASAN"
=>>dan janganlah mereka menampakan PERHIASANnya",(menurut ana indah,,karena aurat di umpamakan seperti perhiasan,subhanallah betapa indah seorg muslimah di mata islam,Kita diperintahkan untuk berHIJAB sbgai kehormatan dan identitas kita sbg muslimah:),begitupun sabda RASULULLAH shallallahu'alaihi wasallam:“Dunia ini adalah PERHIASAN dan sebaik-baik PERHIASAN dunia adalah wanita solehah''(HR. Muslim: 3649,Nasai,Ibnu Majah).
>>betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam,sebuah perkataan yg seharusnya menjadikan kita,,kaum wanita lebih bersemangat dan bersungguh2 menjadi wanita sholehah,berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan dan menjadi penghuni syurga.
>>sahabat sekalian pernah dengar,bahwa BIDADARI SYURGA saja CEMBURU pada wanita sholehah,ADA YG TAU KENAPA??Kerana ternyata Wanita Sholehah lebih mulia dari bidadari surga, keunggulannya yang digambarkan Rasulullah sebagai kelebihan yang tampak atas sesuatu yang tidak terlihat.,,yuuk simak percakapan Rasulullah dgn Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha:
Aku bertanya, “ Ya..Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia yang sholehah ataukah bidadari yang bermata jeli? ”

Beliau menjawab, “ Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. ”

Aku bertanya, “ Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? ”.

Beliau menjawab,” Karena sholat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih berseri, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka (Bidadari) berkata, “ Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya. ” (HR. Ath-Thabrani, dari Ummu Salamah)

>>SIAP untuk membuat para bidadari syurga CEMBURU pada kita???yuuk mulai saat ini kita lakukan perubahan menjadi LEBIH BAIK dan LEBIIIH BAIK lagi*
TIDAK ADA KATA terlambat atau NANTI..tapi LAKUKAN SEKARANG^_^)

‪#‎semoga‬ para BIDADARI2 dunia tetap istiqamah atas segala perintah ALLAH dan RasulNYA.

## SYUKURI NIKMAT ##



Banyak orang mengeluh karena kondisi perekonomiannya
yang sulit dan sedang seret. Mereka berkata, “Mengapa aku dilahirkan dalam keluarga miskin? Mengapa Allah tidak memberiku kekayaan, padahal aku sudah bekerja keras? Mengapa doaku tidak juga diijabah. Mengapa ...?”

Mengapa demikian??

Karena mereka selalu melihat ke atas. Bahkan tak jarang mereka mengatakan bahwa Allah tidak adil.

Bagaimana dengan kita?

Mungkin kita termasuk orang yang mendapatkan dunia sekadarnya, tak seperti orang-orang di sekitar kita yang punya banyak tanah, rumah mewah, dan harta berlimpah. Namun, kekurangan tersebut tak perlu membuat dada kita sempit.

Rasulullah Saw. bersabda,

”Apabila salah seorang dari kalian melihat orang yang diberi kelebihan dalam harta dan rupa, maka hendaklah ia melihat orang yang lebih rendah darinya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Seperti inilah cara pandang seorang muslim. Ia melihat kepada yang lebih tinggi dalam urusan agama untuk bisa meneladaninya, namun untuk urusan dunia ia melihat kepada yang lebih rendah, supaya ia tetap memuji Rabbnya, nenunaikan syukur atas nikmat Allah yang ia rasakan, dan tidak mengecilkan keadaan dirinya.

Bahkan sesungguhnya,

”Barangsiapa diantara kalian merasa aman di tempat tinggalnya, diberi kesehatan badan, dan diberi makanan untuk hari ini, maka seolah-olah ia telah memiliki dunia seluruhnya.” (HR. Tirmidzi)

“...Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada orangtuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml: 19)

Rp. 1.500,- = Rp. 600.000,- .. (MATEMATIKA ALLAH) .. SUBHANALLAH ..! ...


Jum'at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub. Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. "Yah cukuplah untuk pergi pulang ke kantor".

Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah.

Saya bertanya dalam hati, "makan apa keluarga saya siang nanti?" Meski kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal.



Saya berangkat, terlebih dulu mengantar si sulung ke sekolahnya. Saya bilang kepadanya bahwa hari ini tidak usah jajan terlebih dulu.

Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa dijemput tukang ojeg yang -sukurnya- sudah dibayar di muka untuk antar jemput ke sekolah.

Sepanjang jalan menuju kantor saya terus berpikir, dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk menjamin malam nanti ada yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan besok tinggal bagaimana besok saja, yang penting sore ini bisa mendapatkan sesuatu untuk bisa dimakan.

Tiba di kantor, tiba-tiba saya mendapatkan sebungkus mie goreng dari seorang rekan kantor yang sedang milad (berulang tahun). Perut saya yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk segera diisi.

Namun saya ingat bahwa saya tidak memiliki uang selain yang seribu rupiah itu untuk makan siang. Jadi, saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang saja.

Sepanjang hari kerja, terhitung dua kali saya menelepon isteri di rumah menanyakan kabar anak-anak. "sudah makan belum?" si cantik di seberang telepon hanya menjawab, "Insya Allah," namun suaranya terasa getir. Saat itu, anak-anak sedang tidur siang.

Pukul lima sore lebih dua puluh menit saya bergegas ke rumah. Sebelumnya saya sudah berniat untuk menginfakkan seribu rupiah di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang biasa ditemui di jalan raya.

Sayangnya, sepanjang jalan saya tidak menemukan petugas-petugas itu, mungkin karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh perjalanan ke rumah, adzan maghrib berkumandang. Motor pun terparkir di halaman masjid, dan seketika mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid.

"bismillaah..." saya masukkan dua koin lima ratus rupiah ke kotak tersebut.

Usai sholat, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Tapi sebelumnya, tangan saya menyentuh sesuatu di kantong celana. Rupanya satu koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi ke kotak amal yang sama.

Sesampainya di rumah, isteri sedang memasak mie instan. Semangkuk mie instan sudah tersaji, "kita makan sama-sama yuk..." ajak si manis.

Kemudian saya bilang, "abang sudah kenyang, biar anak-anak saja yang makan". Anak-anak pun lahap menyantap mie instan plus nasi yang dihidangkan ibu mereka. Rasanya ingin menangis saat itu.

***

Keesokan paginya, isteri menggoreng singkong untuk sarapan.
Alhamdulillah masih ada yang bisa dimakan. Sebenarnya hari itu masih punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu meminjam sejumlah uang dan berjanji mengembalikannya Sabtu pagi. Namun yang ditunggu tidak muncul. Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri menemui temannya itu, pun tidak membuahkan hasil.

Tiba-tiba telepon saya berdering, "Pak, saya baru saja mentransfer uang satu juta rupiah ke rekening bapak. Yang empat ratus ribu untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki untuk anak-anak bapak ya..." seorang sahabat dekat memesan buku karya saya yang terbaru.

Subhanallah, Allahu Akbar! Saya langsung bersujud seketika itu. Saya hanya berinfak seribu lima ratus rupiah dan Allah membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini matematika Allah, siapa yang tak percaya janji Allah? Yang terpenting, siang itu juga saya buru-buru mengeluarkan sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk diinfakkan.

***
Saya bersyukur tidak memiliki banyak uang maupun tabungan untuk saya genggam. Sebab semakin banyak yang saya miliki tentu semakin berat pertanggungjawaban saya kepada Allah.

Berbuat baik terhadap hewan



Hadits Rosululloh Sholallohu'Alaihi wa-Sallam: ”Sesungguhnya ada seseorang melihat seekor anjing yang amat kehausan, maka dia ambil sepatu bootnya lalu mengambil air terus memberikannya kepada anjing tersebut sampai kenyang. Maka Allah bersyukur kepadanya (meridhainya) lalu memasukkannya ke surga”. (Bukhari)

Maaf jika pada pandangan kami, tiada bedanya kamu dan dia

assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuhu

Sahabatku...
Maafkanlah mereka yang tidak mengenalimu secara dekat jika mereka menegur tentang agamamu.
Mereka tidak tahu bahwa kamu berpakaian begitu kerna kamu tau, bukan kerna tidak tahu.
Manusia sememangnya terbatas apabila hendak buat keputusan.....

Maafkan mereka yang menilaimu hanya dari luarnya saja...
kerana mereka hanya ada mata dan telinga untuk membuat penilaian yang pertama.

Ketahuilah kenapa mereka seperti itu...?
kamu dilihatnya berpakaian seperti seorang yang bukan Islam,
apa yang terlintas di kepala mereka ?
mungkin pikiran mereka ,kamu tidak tahu hukum menutup aurat.
g usahlah marah ke mereka !!

Mereka tidak tahu kamu ini mempunyai pengetahuan tentang hal ini dan itu dalam agama.
bisa jadi kamu lebih tau dan lebih faham akan hukum agama dan aturan yang harus dijalankan daripada mereka.
tetapi perlu kamu tau bahwa luaranmu tidak melambangkan apa yang engkau tahu.
Ilmu tanpa amal. Inilah kesannya.

Niat murni mereka untuk menyelematkanmu dari jahiliyah yang menguasai mindamu.
Kerna mereka sayang kamu...

Ayook selamatkanlah dirimu, keluarlah dari lingkungan jahiliyah.
Alloh sudah menggariskan cara berpakaian untuk kita muslimah.
Berbagai hikmahnya jika berpakaian mengikut perintah dan aturan Alloh.
Subhanakallohumma wabihamdika asyhadualla ilahaa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Faidah Berdzikir

Asalamu'Alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.........

Segala puji bagi Allah. Shalawat &salam semoga tercurahkan kepada junjungan Nabi & kekasih kita rosulullah SAW ..... Amma ba'du.......

Bismillahirrohmaanirrohim......

Faidah Berdzikir: Syaikhul islam berkata, "Dzikir bagi hati seprti air bagi ikan, bagaimana keadaan ikan jika di pisahkan dri air???"...
¤ Menimbulkan Kecintaan kepada Allah,muroqobatullah (merasa sllu dlm pngawasan Allah)& takut kepada_Nya, taubat & kembali kep_Nya serta membantu keppada ketaatan_Nya
¤menhilangkan kesedihan & gundah gulana dlm hati,mendatangkan keceriaan serta membuat hati hidup,kuat &jernih.
¤Dlm hati ada kebutuhan & kekurangan yg tdk dpt terpnuhi kecuali dngn dzikir ,dan ada sifat keras yg tdk dpt di luluhkan dan di lembutka kecuali dngn berdzikir kep Allah.
¤Dzikir adalah pnyembuh dan obat hati,makanan dan kelezatanya yg tiada tara,sedangkan pnyakitnya adalah lalai.
¤Sdikit berdzikir adalah tanda kemunafikan,dan bnyak berdzikir adalah tanda kuatnya iman dan kecintaan kepada Allah;karna orang yg mncintai sesuatuakan sllu mengingatnya.
¤Seorang hamba jika mengingat Allah dngan mnybut_Nya di saat snang,maka Allah akan mngingatnya di saat susah,terutama ketika ajal menjelang dan dlm keadaan sakaratul maut.
¤Dzikir merupakan sebab keselamatan dri adzab Allah,turunya ketenangan datangnya rahmat,dan permohonan ampunan dri para malaikat.
¤Dengan sibuknya lidah berdzikir terlupakan perkataan yg sia-sia, ghibah,namimah(mengadu domba),dusta dan perkara2 yg makruh dan haram lainya.
¤Dzikir merupakan ibadah yg paling mudah,paling mulia,dan paling utama, dzikir adalah tanaman syurga.
¤Dzikir meliputu pelakunya dngn kewibawaan ,kenikmatan dan keceriaan wajah. Dzikir adalah cahaya di dunia,di alam kubur dan di akhirat.
¤Dzikir merupakan turunya shalawat Allah dan para malaikat_Nya kep orang yg berdzikir,dan allah membnggakan orang2 yg berdzikir kepada malaikat_Nya.
¤Sebaik2 orang yg beramal yg bnyak berdzikir kep Allah di antara mereka.maka sebaik2 orang yg berpuasa adalah mereka yg bnyak berdzikir kep Allah saat berpuasa.
¤Dzikir memudahkan urusan yg sulit,mnggampangkan urusan yg sukar meringankan beban,mendatangkan rezeki serta menguatkan badan.
¤Mengusir syetan, menundukan, merendahkan dan menghinakanya.....

Semoga bermanfaat tuk kita smua sahabat muslim wa muslimat,,,,,,,,,

Pacar Sholeh??Pacaran Sehat??yg beneeerr aja??ASTAGHFIRULLAH*ngeLeess aja bisanya ya,ckckck terus ane mesti bilang "WOOW"gtu??


*ceritanya,,adadua orang yg lagi bercakap2:
si A: eh, kasih tau aku donk gimana ciri2 pacar barumu skrg..?
si B: wah, kamu bakal iri deh kalo lihat pacar baruku skrg..
pacarku tuh anak sholeh, baek, sholatnya gak pernah bolong, rajin bantu orang tua, yah pokoknya gitu deh..

ANE JAWAB=> kalau ada yang bilang punya pacar sholeh, saya sarankan lebih baek putus dari sekarang, kalo kamu tidak mau dibilang bodoh.. tahukah bahwa kamu sudah dibohongi? emang ada ya yg namanya Pacar Sholeh? yg saya tau yg ada tuh anak sholeh, laki2 sholeh / suami sholeh..

si A: 'trus gaya pacaranmu gimana tuh kalo pcaran dgn anak sholeh?'
si B: 'pacaranku kan pacaran sehat..'

ANE JAWAB=>'Pacaran sehat itu dia kalau pacaran slalu bawa sabun ama pepsodent..hhaha
Lho kok? 'Ya iyalah, tiapkali dia abis dipegang, dia musti membersihkan badannya pake sabun & gosok gigi. Siapa tau tuh pacar bawa kuman..hhaa '
***
Lagipula emangnya ada ya yang namanya pacar sholeh itu..?? Setahu saya sih gak ada... Tanya kenapa..??

karena menurut saya jika dia benar-benar seorang yang sholeh, dia pasti TIDAK AKAN mengajakmu berpacaran, dia tidak akan mungkin mengajakmu mengumbar cinta yang belum halal itu di depan khalayak ramai, dia tidak akan mungkin mengajakmu mengkhianati Allah Azza Wa Jalla, dia tidak akan mungkin mengajakmu menduakan Allah dan membuat-Nya cemburu..

Karena dia tahu batasan-batasan syari'at, dia tidak mau orang yang dicintainya tersentuh oleh panasnya api neraka dan dia tidak mau mengundang murka Allah yang kelak akan berujung pada ketidak ridhaan-Nya..

Pilihlah yang mau bukan yang tahu.PILIHLAH PASANGAN YG MAU MECARI ILMU AGAMA.. bukan yang sekedar tahu agama, karena yang mau itu pasti akan BERUSAHA yang terbaik membimbing demi ridho Allah Azza Wa Jalla. Namun alangkah baikknya andai bertemu yang tahu dan yang mau.

Jadi menurut saya sih gak ada tuh yang namanya pacar sholeh.. Yang ada itu hanya laki-laki sholeh dan suami sholeh..

>>kLo antum pada gak setuju ya..silahkan
padahal ingeett Lho..dlm islam diatur dlm hal bergaul dgn lawan jenis,"La Taqhrobu zina(Janganlah kamu mendekati zina)"!!
realisasinya ya dlm bentuk pacaran,wlw embel2nya bilang pacaran sehat,,teteep aja kan zina hati,mata,pendengaran,dll.
>>Bukannya so'alim niee yeehh,,ane hanya ngajakin ente2 tetep istiqamah jadi akhwat/ikhwan yg "say no pacaran before akad"!!
>>jangan takut ketika dilontarkan perkataan seperti ini,*misal*,"beuuhh..si melly,klo bikin status kyak gtu mulu,mana ada yg mau jdi calon"=>HALLOOO..inget dgn JANJI ALLAH gaaak??"lelaki yg baik2 untuk wanita yg baik2 dan sebaliknya"
YAKIN AJA sama ALLAH dikemudian hari dikasih jodoh yg TERBAIK!!
silahkan telaah surah ANNUR:26'nya yaa kawan2 ku yg baik hati,ramah,rajin menabung dan tidak sombong

Labels

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik