Sabtu, 16 Juni 2012

Istri-istri Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam

Dalam menjatuhkan reputasi agama Islam kaum Orientalis dan sarjana-sarjana barat seringmenggunakan pernikahan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam sebagai bahan serangan mereka.Berbagai tuduhan mereka lancarkan untuk memperlihatkan buruknya kondisi rumah tangga Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam sehingga orang tak lagi bisa percaya pada ajaran Islam.

Ummul Mukminin, yang memiliki pengertian Ibu Kaum Mukmin, merupakan gelar khusus yang hanya disandangkan pada istri-istri Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Mereka berjumlah dua belas orang dengan spesifikasi yang istimewa pada masing-masing individunya, mereka adalah:

1.Khadijah binti Khuwailid [i]bin Asad al Quraisyiyyah al Asadiyah, istri pertama Rasulullah,dinikahi 15 tahun sebelum kerasulan ketika Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi wa Sallam jejaka 25 tahun, sedangkan Khadijah janda 40 tahun. Sebelumnya Khadijah telah menikah dua kali, pertama dengan Abu Halah bin Zarah at-Tamimi dan kemudian dengan Atiq bin Aziz at Tamimi.

Sebelum mereka menikah, Khadijah mempercayakan pengelolaan barang dagangannya kepada pemuda Muhammad. Tertarik akan pribadi dan kejujurannya, Khadijah meminangnya untuk menjadi suaminya. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai enam orang anak: Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummi Kalsum, Fatimah, dan Abdullah. Dari keenam putra-putri mereka, hanya Fatimah yang menurunkan keturunan yang sampai sekarang tersebar diseluruh dunia.Khadijah berperan besar pada masa-masa awal penyebaran Islam. Dia mendedikasikan hartanya bagi kepentingan Islam. Khadijah wafat 2 tahun sebelum Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam hijrah, dalam usia 65 tahun. Tahun wafatnya bersamaan dengan wafatnya Abu Thalib, paman Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam.

2.Saudah binti Zam’ah, istri kedua Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam, dinikahi setelah Khadijah wafat. Sebelum menikah dengan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam, ia istri Sakran bin Umar al Amiri. Suami istri ini termasuk orang-orang pertama yang beriman. Karena dinista kaum Quraisy, mereka hijrah ke Habsyah. Setelah kembali ke Mekkah, Sakran meninggal. Saudah hidup sebagai janda lanjut usia, tanpa pelindung; bapaknya sendiri masih musyrik. Atas desakan bibinya, Khaulah binti Hakim, Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam menikahinya.Meskipun berstatus sebagai istri, ia tidak pernah meminta haknya selaku umumnya seorang istri. Dia berkata: “Demi Allah, sesungguhnya saya tidak ingin menikah. Tetapi saya ingin bangkit kelak di hari kiamat sebagai istri Rasulullah.” Saudah wafat di akhir masa Khalifah Umar bin Khattab.

3.Zainab binti Huzainah bin Abdullah bin Umar bin Abdi Manaf bin Hilal bin Amir bin Sa’sa’ab al Hilaliyah. Ia menikah dengan Rasulullah tahun 11 H. Sebelumnya dia pernah menikah dengan Abdullah bin Jahsi, salah satu syuhada Uhud. Pernikahannya dengan Rasulullah tidak berlangsung lama karena wafat kira-kira dua bulan setelah pernikahannya. Ia terkenal dengan sebutan Umm al Masakin (Ibu kaum miskin), karena senang memberi makan dan sedekah kepada fakir miskin.

4.Aisyah binti Abu Bakr as Siddiq, lahir 2 tahun sebelum kerasulan. Pernikahannya dengan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam tidak menghasilkan keturunan. Ia banyak mendengar al Qur’an dan hadis langsung dari Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam.Melalui Aisyah umat Islam mengetahui bagaimana Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam menjalankan kewajibannya sebagai suami, sampai hal-hal yang sangat pribadi yang patut diketahui umat Islam untuk diteladani.Aisyah juga dikenal sebagai orang yang cerdas, banyak mengetahui hukum-hukum dan ilmu fara’id (hukum pembagian harta waris) yang rumit. Aisyah wafat pada tahun 47 atau 48 H. Darinya para ulama menerima 2.210 hadist, termasuk hadist-hadist pergaulan suami-istri yang tidak akan diterima dari perawi lain.

5.Juariyah binti al Haris, dinikahi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam enam tahun setelah hijrah. Pertemuannya dengan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam terjadi ketika Bani Mustaliq menyerang kaum muslimin. Juariyah ikut di dalamnya. Serangan Bani Mutaliq dapat dipatahkan, Juariyah menjadi tawanan Qais bin Sabit. Ia akan dibebaskan dengan syarat membayar tebusan. Oleh karena tidak memiliki uang tebusan, ia menghadap Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam mengadukan nasibnya Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah engkau menginginkan agar aku membayar tebusanmu, kemudian aku menikahimu?” Juariyah setuju dan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam menikahinya. Pernikahan mereka membuat hubungan kaum muslim dengan Bani Mustaliq menjadi erat. Juariyah wafat tahun 56 H.

6.Sofiyah binti Huyay bin Akhtab dinikahi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam beberapa saat setelah Perang Khaibar. Sofiyah adalah putri raja dan suaminya juga bangsawan Khaibar yang memiliki benteng Qumus, beragama Yahudi, bernama Kinanah bin Rabi’. Setelah terjadi perang Khaibar, orang-orang Khaibar menjadi tawanan, termasuk Sofiyah. Sebagai bekas permaisuri raja, keadaan itu teramat menyedihkan. Kemudian ia masuk Islam dan bersedia dinikahi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Setelah menjadi Ummul Mukminin, ia kembali menduduki tempat kehormatannya. Pernikahannya dengan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam membuat orang-orang Khaibar ikut tergerak untuk masuk Islam. Sofiyah wafat sekitar tahun 50 H.

7.Ummu Salamah, nama aslinya adalah Hindun binti Abu Ummayah bin Mugirah bin Abdullah bin Amr bin Mahzum, dinikahi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam pada tahun 2 H. Sebelum dinikahi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam ia pernah menikah dengan Abdullah bin Asad al Mudirah dan memiliki anak bernama Salamah. Itu sebabnya ia dikenal dengan nama Ummu Salamah (Ibu Salamah). Suaminya ikut perang Uhud dan sempat terluka. Dalam peperangan dengan Bani Asad dia meninggal dunia.Beberapa tahun setelah pernikahannya dengan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam, Ummu Salamah mendampingi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam dalam penakhlukan Mekkah, perang dengan orang Ta’if, perang melawan Bani Hawazin, dan perang melawan Bani Saqif. Ummu Salmah juga dikenal sebagai perawi hadist. Dia wafat sekitar tahun 59 atau 61H.

8.Ramlah binti Abu Sofyan. Sebelum masuk Islam ia menikah dengan Ubaidillah bin Yahsi al Asadi, sepupu Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Ramlah dan suaminya masuk Islam, sementara orang tua mereka tetap musyrik bahkan memusuhinya.Karena tekanan dari kaum musyrik Quraisy Mekkah, Ramlah beserta suaminya hijrah ke Habsyah. Di tengah perjalanan hijrah yang sulit itu, Ramlah melahirkan, sementara suaminya kembali murtad. Meskipun sendirian dan menderita diperantauan Ramlah tetap teguh mempertahankan keimanannya. Kabar penderitaannya itu sampai kepada Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam.Melalui surat yang disampaikan Raja Najasyi, Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam meminangnya. Ramlah menerima pinangan itu dan menunjuk Kalid bin Sa’id bin As bin Ummayah sebagai walinya. Ketika itu dia tetap tinggal di Habsyah karena pertimbangan keamanan.Sesudah Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah, beliau memerintahkan para sahabat untuk mencari umat Islam yang terpencar-pencar di pengungsian termasuk yang masih ada di Habsyah. Ramlah ikut bersama mereka kembali ke Madinah dan untuk pertama kalinya bertemu dengan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Ramlah wafat tahun 44 H di masa pemerintahan adiknya, Mu’awiyah bin Abu Sofyan.

9.Hafsah binti Umar bin Khattab, lahir lima tahun sebelum kerasulan. Pertama kali dia menikah dengan Hunain bin Hufazah, salah seorang sahabat yang ikut hijrah ke Habsyah dan ikut Perang Uhud. Ia wafat tahun 3 H. Setelah menjanda beberapa tahun Hafsah dinikahi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Kehadirannya di tengah-tengah rumah tangga Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam sempat menimbulkan konflik. Ketika hadir Mariyah al Qibtiyyah, Hafsah cemburu berat. Ia mengajak istri-istri Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam yang lain untuk mempengaruhi suami mereka agar membenci Mariyah.Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam sempat menjauhi Mariyah hingga turun ayat 1 surat at-Tahrim menegur beliau.Setelah Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam wafat, atas usul Umar bin Khattab, Khalifah Abu Bakar mengumpulkan naskah al Qur’an yang tadinya berserakan baik di catatan-catatan pribadinya maupun hafalan para sahabat.Naskah al Qur’an lengkap pertama yang dikenal dengan ‘Mushaf Abu Bakar’ itu disimpan di rumah Hafsah. Naskah tersebut baru dikeluarkan pada zaman Khalifah Utsman untuk diperbanyak.

10.Maimunah binti al Haris adalah seorang janda yang dinikahi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam beberapa saat setelah Fath Makkah. Ketika Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam beserta kaum muslim memasuki kota Mekkah, kaum musyrik yang tidak ingin bersahabat menyingkir keluar Mekkah. Akan tetapi tiba-tiba datang Maimunah dengan mengendarai unta sambil berteriak-teriak: “Unta ini beserta penunggangnya dipersembahkan untuk Allah dan Rasul-Nya.” Perbuatan Maimunah tersebut mengundang cemoohan khalayak ramai, karena belum tentu Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam mau.Abbas memberitahukan kemauan Maimunah ini kepada Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Ketika berita itu sampai kepada Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam, beliaupun menerima kemauan Maimunah dan menikahinya. Hal ini beliau lakukan semata-mata untuk menghindarkan Maimunah dari cemoohan dan rasa putus asa. Maimunah wafat pada tahun 15 H.

11.Zainab binti Jahsy bin Rubab bin Ya’mar bin Sabrah bin Murrah bin Kasir bin Ganam bin Daudun bin Asad bin Khuzaimah. Ibunya bernama Umainah binti Abdul Mutallib bin Hasyim; jadi masih saudara sepupu Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Sebelumnya Zainab adalah istri Zaid bin Harisah, anak angkat Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Ia dinikahi Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam tahun 3 H. Pernikahannya ini sekaligus menghapus pandangan masyarakat Arab ketika itu yang menyamakan status anak angkat sama dengan anak kandung, termasuk pencantuman nama nasab bapak angkat, sehingga bekas istri anak angkat tidak boleh dinikahi bapak angkat. Zainab wafat tahun 20 H.Sebelum wafat ia berkata: “Aku telah menyediakan kain kafan untukku. Umar akan mengirimkannya untukku. Oleh karena itu saya minta, salah satunya diberikan pada yang memerlukannya. Bila masih ada hak-hakku supaya disedekahkan kepada yang memerlukannya.”

12.Mariyah binti Syam’un al Qibtiyyah, ibunya berdarah Romawi. Ia lahir dan dibesarkan di Ansuna suatu desa sebelah timur Sungai Nil. Pada masa remajanya ia tinggal di istana Raja Muqauqis Mesir sebagai pelayan istana.Ketika Habib bin Abu Balta’ah diutus menyampaikan surat dari Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam kepada Raja Muqauqis, sebetulnya raja mengakui kerasulan Muhammad Shollallohu 'Alaihi wa Sallam tetapi takut akan kehilangan kewibawaannya di hadapan rakyatnya, yang berarti pula akan kehilangan mahkotanya.Oleh karena itu ia membalas surat Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam dengan penuh penghormatan sambil mengirimkan Mariyah dan saudaranya, Sirin, serta 1.000 misqal mas, 20 stel pakaian tenunan Mesir, madu lebah, kayu cendana, minyak kesturi, keledai lengkap dengan pelananya dan seekor himar putih.Mereka tiba di Madinah pada tahun 7 H.Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam menikahi Mariyah, sementara adiknya, Sirin, dinikahkan dengan penyair Hassan bin Sabit. Kehadiran Mariyah di antara istri-istri Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Sallam membuat mereka cemburu, terutama Hafsah dan Aisyah, lebih-lebih setelah Mariyah hamil dan melahirkan Ibrahim (wafat pada usia satu setengah tahun). Mariyah wafat pada tahun 16 H pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
Wallohu'Alaam Bishshowaab

Tata Cara Shalat Jama’ dan Qashar

Assalamualaikum Warohmatullahi Wa barokatuh..

Adakalanya dalam beberapa waktu kita mengadakan perjalanan jauh, misalnya karyawisata, mengunjungi kakek dan nenek di kampung halaman atau keperluan lainnya. Terkadang kita juga mengalami coban berupa sakit sampai-sampai tidak dapat bangun, Hal itu menyebabkan kita sering menjumpai kesulitan untuk melakukan ibadah salat. Padahal salat merupakan kewajiban umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun juga.

Melihat hal ini,salat seolah merupakan suatu beban yang memberatkan. Ternyata tidaklah demikian. Islam adalah agama yang memberi kemudahan dan keringanan terhadap pemeluknya di dalam rutinitas ibadah kepada Allah swt. Hal ini menandakan kasih sayang Allah kepada umat Islam sedemikian besar dengan cara memberikan rukhsah dalam melaksanakan salat dengan cara jamak dan qasar dengan syarat-syarat tertentu. Apa sajakah itu? Mari kita pelajari materi berikut ini.

A Salat Jamak

1. Pengertian Salat Jamak.

Salat jamak adalah salat yang digabungkan, maksudnya menggabungkan dua salat fardu yang dilaksanakan pada satu waktu. Misalnya menggabungkan salat Duhur dan Asar dikerjakan pada waktu Duhur atau pada waktu Asar. Atau menggabungkan salat magrib dan ‘Isya dikerjakan pada waktu magrib atau pada waktu ‘Isya. Sedangkan salat Subuh tetap pada waktunya tidak boleh digabungkan dengan salat lain.

Hukum mengerjakan salat Jamak adalah mubah (boleh) bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمْ اِذا رَحِلَ قَبْلَ اَنْ تَزِيْغَ الشَمْسُ اخِرَ الظُهْرِ اِلى وَقْتِ العَصْرِ ثُمَّ نَزَلَ يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا فَاِنْ زَاغَتْ الشَمْسُ قَبْلَ اَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُهْرَ ثُمَّ رَكِبَ (رواه البخارى ومسلم)

Artinya: dari Anas, ia berkata: Rasulullah apabila ia bepergian sebelum matahari tergelincir, maka ia mengakhirkan salat duhur sampai waktu asar, kemudian ia berhenti lalu menjamak antara dua salat tersebut, tetapi apabila matahari telah tergelincir (sudah masuk waktu duhur) sebelum ia pergi, maka ia melakukan salat duhur (dahulu) kemudian beliau naik kendaraan (berangkat). (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa Rasulullah pernah menjamak salat karena ada suatu sebab yaitu bepergian. Hal menunjukkan bahwa menggabungkan dua salat diperbolehkan dalam Islam namun harus ada sebab tertentu.

Salat jamak boleh dilaksanakan karna beberapa alasan (halangan) berikut:

1. Dalam perjalanan jauh minimal 81 km (menurut kesepakatan sebagian besar imam madhab)
2. Perjalanan itu tidak bertujuan untuk maksiat.
3. Dalam keadaan sangat ketakukan atau khawatir misalnya perang, sakit, hujan lebat, angin topan dan bencana alam.

Salat fardu dalam sehari semalam yang boleh dijamak adalah pasangan salat duhur dengan asar dan salat magrib dengan ‘isya. Sedangkan salat subuh tidak boleh dijamak. Demikian pula orang tidak boleh menjamak salat asar dengan magrib.

Salat jamak dapat dilaksanakan dengan dua cara:

1. Jamak Takdim (jamak yang didahulukan), yakni menjamak dua salat yang dilaksanakan pada waktu yang pertama. Misalnya menjamak salat duhur dengan asar, dikerjakan pada waktu duhur ( 4 rakaat salat duhur dan 4 rakaat salat asar) atau menjamak salat magrib dengan ‘isya dilaksanakan pada waktu magrib (3 rakaat salat magrib dan 4 rakaat salat ‘isya).
2. Jamak Ta’khir (jamak yang diakhirkan), yakni menjamak dua salat yang dilaksanakan pada waktu yang kedua. Misalnya menjamak salat duhur dengan asar, dikerjakan pada waktu asar atau menjamak salat magrib dengan ‘isya dilaksanakan pada waktu ‘isya.

Dalam melaksanakan salat jamak takdim maka harus berniat menjamak salat kedua pada waktu yang pertama, mendahulukan salat pertama dan dilaksanakan berurutan, tidak diselingi perbuatan atau perkataan lain. Adapun saat melaksanakan jamak ta’khir maka harus berniat menjamak dan berurutan. Tidak disyaratkan harus mendahulukan salat pertama. Boleh mendahulukan salat pertama baru melakukan salat kedua atau sebaliknya.

1. 2. Praktik Salat Jamak Takdim /Takhir
2. Cara Melaksanakan Salat Jamak Takdim

Misalnya salat duhur dengan asar: salat duhur dahulu empat rakaat kemudian salat asar empat rakaat, dilaksanakan pada waktu duhur.

Tata caranya sebagai berikut:

1) Berniat salat duhur dengan jamak takdim. Bila dilafalkan yaitu:

1. اُصَلِّى فَرْضَ الظُهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ العَصْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى

” Saya niat salat salat duhur empat rakaat digabungkan dengan salat asar dengan jamak takdim karena Allah Ta’ala”

2) Takbiratul ihram

3) Salat duhur empat rakaat seperti biasa.

4) Salam.

5) Berdiri lagi dan berniat salat yang kedua (asar), jika dilafalkan sebagai berikut;

1. اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ الظُهْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى

“ Saya niat salat asar empat rakaat digabungkan dengan salat duhur dengan jamak takdim karena Allah ta’ala.

6) Takbiratul Ihram

7) Salat asar empat rakaat seperti biasa.

8) Salam.

Catatan: Setelah salam pada salat yang pertama harus langsung berdiri,tidak boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain).

1. Cara Melaksanakan Salat Jamak Ta’khir.

Misalnya salat magrib dengan ‘isya: boleh salat magrib dulu tiga rakaat kemudian salat ‘isya empat rakaat, dilaksanakan pada waktu ‘isya.

Tata caranya sebagai berikut:

1) Berniat menjamak salat magrib dengan jamak ta’khir. Bila dilafalkanyaitu:

2) اُصَلِى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

“ Saya niat salat salat magrib tiga rakaat digabungkan dengan salat ‘isya dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

3) Takbiratul ihram

4) Salat magrib tiga rakaat seperti biasa.

5) Salam.

6) Berdiri lagi dan berniat salat yang kedua (‘isya), jika dilafalkan sebagai berikut;

7) اُصَلّى فَرْضَ العِسَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ المَغْرِبِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

“ Saya berniat salat ‘isya empat rakaat digabungkan dengan salat magrib dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala.”

8) Takbiratul Ihram

9) Salat ‘isya empat rakaat seperti biasa.

10) Salam.

Catatan: Ketentuan setelah salam pada salat yang pertama sama seperti salat jamak takdim. Untuk menghormati datangnya waktu salat, hendaknya keuika waktu salat pertama sudah tiba, maka orang yang akan menjamak ta’khir, sudah berniat untuk menjamak ta’khir salatnya, walaupun salatnya dilaksanakan pada waktu yang kedua.

B. Salat Qasar

1. Pengertian Salat Qasar

Salat qasar adalah salat yang dipendekkan (diringkas), yaitu melakukan salat fardu dengan cara meringkas dari empat rakaat menjadi dua rakaat. Salat fardu yang boleh diringkas adalah salat yang jumlah rakaatnya ada empat yaitu duhur , asar dan ‘isya.

Hukum melaksanakan salat qasar adalah mubah (diperbolehkan) jika syaratnya terpenuhi.

Allah berfirman dalam al Qur’an surat An Nisa ayat 101 yang artinya: “ Dan apabila kamu beprgian di muka bumi, maka tidak mengapa kamu menqasar salatmu, jika kamu takut diserang orang-orang kafir, sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu.” Q.S.(An Nisa[4]: 101)

1. Syarat Sah Salat Qasar

Syarat-syarat salat qasar sama dengan syarat salat jamak hanya ditambah persyaratan bahwa salat yang dapat diqasar adalah salat yang jumlah rakaatnya empat, tidak makmum pada orang yang salat sempurna (biasa, tidak qasar)

1. Praktik Salat Qasar

Ambil contoh salat qasar duhur.

Tata caranya sebagai berikut:

1. Berniat salat dengan cara qasar. Jika dilafalkan sebagai berikut:
2. اُصَلّى فَرْضَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا للهِ تَعَالى

Artinya: “ saya berniat salat duhur dua rakaat diqasar karena Alla Ta’ala”

1. Takbiratul ihrom.
1. Salat dua rakaat
2. Salam.

1. C. Salat Jamak Qasar
2. Pengertian Salat Jamak Qasar.

Salat jamak qasar adalah menggabungkan dua salat fardu dalam satu waktu sekaligus meringkas (qasar).

Hukum dan syaratnya sama dengan salat jamak dan salat qasar. Salat jamak qasar dapat dilaksanakan secara takdim maupun ta’khir.

Umat Islam dapat melakukan salat fardu secara jamak, qasar maupun jamak qasar asalkan memenuhi syarat sahnya. Hal ini merupakan rukhsah (keringanan )yang diberikan Allah agar manusia tidak meninggalkan salat fardu walau dalam keadaan apapun. Allah tidak menghendaki kesukaran pada hambaNya.

1. Praktik Salat Jamak Qasar

Salat Jamak Qasar menggunakan Jamak Takdim: misalnya salat duhur dengan asar. Tata caranya sebagai berikut:

1. Berniat menjamak qasar salat duhur dengan jamak takdim. Jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ العَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمًا للهِ تَعَالَى

“ Saya berniat salat duhur dua rakaat digabungkan dengan salat asar dengan jamak takdim, diqasar karena Allah Ta’ala”

1. Takbiratul ihram.
2. Salat duhur dua rakaat (diringkas)
3. Salam.
4. Berdiri dan niat salat asar, jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَِى الظُهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمًا للهِ تَعَالَى

“ Saya berniat salat asar dua rakaat digabungkan dengan salat duhur dengan jamak takdim, diqasar karena Allah Ta’ala”

1. Takbiratul ihram.
2. Salat asar dua rakaat (diringkas)
3. Salam

Salat Jamak Qasar menggunakan Jamak Ta’khir: misalnya salat magrib dengan ‘isya. Tata caranya sebagai berikut:

1. Berniat menjamak qasar salat magrib denganjamak ta’khir. Jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ المغرب ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا اِلَى العِشَاءِ جَمْعَ تَاْخِيْرًا للهِ تَعَالَى

“ Saya berniat salat magrib tiga rakaat digabungkan dengan salat isya’ dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala.”

1. Takbiratul ihram.
2. Salat magrib tiga rakaat seperti biasa.
3. Salam.
4. Berdiri dan niat salat isya’. Jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ المَغْرِبُ جَمْعَ تَاْخِيْرًا للهِ تَعَالَى

“ Saya berniat salat isya’ dua rakaat digabungkan dengan salat magrib dengan jamak ta’khir, diqasar karena Allah Ta’ala.”

1. Takbiratul Ihram.
2. Salat isya’ dua rakaat (diringkas)
3. Salam

Semoga bermanfaat…
Artikel http://sugito78.wordpress.com/2012/03/12/tata-cara-shalat-jama-dan-qashar/

Bagaimana cara sholatnya Nabi sebelum Nabi Muhammad di Isra' mi'raj kan?

Bagaimana cara beribadah/sholatnya Nabi sebelum Nabi Muhammad ?sedangkan perintah sholat 5 waktu setelah Nabi Shollallohu 'Alaihi wa sallam di Isra' mi'raj kan?

Sebagaimana sholat 5 waktu diwajibkan atas ummat Muhammad sholallahu 'alaihi wa sallam, maka para nabi sebelum beliau juga diwajibkan atas mereka sholat. mereka dan ummat yang mengikuti mereka juga mengerjakan sholat. adapun dasar bahwa mereka juga mengerjakan sholat yaitu sholat yang memang disyariatkan atas mereka dengan syariah yang berbeda-beda adalah sebagai berikut :

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ

Artinya : "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat." (QS Ibrahim : 37)

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Artinya : "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat." (QS Ibrahim : 40)

Firman Allah tentang Musa dan Harun -'alaihima as-salam- :

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya : "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman." (QS Yunus : 87)

Dan tentang Isa -'alaihi as-salam- :

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Artinya : "Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (QS Maryam : 31)

Dan tentang Zakaria :

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ

Artinya : "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab." (QS Ali Imran : 39)

Dan tentang semua nabi -'alaihim as-salam- :

أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا # فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا # إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا

Artinya : "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (58) Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (59) kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (60)" (QS Maryam : 58-60)

Adapun sholat mereka juga ada sujud dan rukuknya. Allah berfirman :

وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Artinya : "Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud"." (QS Al-Baqoroh : 125)

يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya : "Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk." (QS Ali Imran : 43)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

إنا معاشر الأنبياء أُمرنا بتعجيل فطرنا وتأخير سحورنا ووضع أيماننا على شمائلنا في الصلاة

Artinya : "Kami para nabi diperintahkan akan 3 hal : mendahulukan berbuka, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan kanan kami diatas tangan kiri kami dalam sholat." (HR At-Thabrani)

Akan tetapi bagaimana sholatnya para nabi sebelum kita? Allah lebih tahu bagaimana sholat mereka secara lebih mendetail. yang pasti, kita sebagai ummat Muhammad -sholallahu 'alaihi wasallam- diperintahkan untuk melaksanakan sholat sebagaimana yang Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- contohkan. beliau bersabda :

صلوا كما رأيتموني أصلي

Artinya : "Sholatlah sebagaimana kalian melihatku sholat." (HR Bukhori)..

♥ BIARKAN PIKIRAN TENANG♥

♥ BIARKAN PIKIRAN TENANG♥


Beberapa tindakan yang bisa membuat kita hidup tenang baik hati dan pikiran :

1. Pandai Bersyukur
Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat oang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.

2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian
Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh
Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolongsatu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.

4. Manajemen Emosi
Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat / penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa / melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.

5. Hidup Sederhana
Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah hati kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.

Semoga dapat membantu kita semua hidup tenang dunia dan akhirat .


InsyaAlloh.

MenJaDi SuaMi sesuai Dengan Syari'at

Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الروم : 21

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)

Namun yang menjadi pertanyaan kenapa sering didapati rumah tangga yang kosong dari kemesraan… yang ada hanyalah kekakuan…???

Yang lebih aneh lagi ternyata terkadang didapati kondisi seperti ini pada dua pasang yang dikenal berpegang dengan sunnah-sunnah Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam …???

Tentunya sebab-sebab timbulnya hal ini banyak, namun sebab utama yang biasanya terjadi adalah kedua pasang atau salah satunya tidak menunaikan tugas-tugas rumah tangganya dengan baik sesuai dengan syari’at Islam. Jika sang istri benar-benar menjadi istri yang shalihah yang menjalankan tugas rumah tangganya dengan baik, demikian juga sang suami benar-benar merupakan suami yang sejati yang menunaikan tugasnya dengan baik maka tidak diragukan lagi janji Allah bahwasanya kebahagiaan dan kemesraan akan diperoleh dalam pernikahan.

Adapun tulisan yang ada dihadapan para pembaca yang budiman terfokus pada bagaimana usaha untuk bisa menjadi suami yang sejati…???. Suami yang didambakan setiap wanita…, suami yang dimimpikan oleh setiap istri..???

Tentunya keberadaan suami yang sejati yang menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang suami merupakan sebab utama kelanggengan romantisnya kehidupan rumah tangga. Apalagi permasalahan perceraian berada di tangan seorang suami…!!

Namun yang sangat menyedihkan, kita dapati sebagian suami memiliki sikap ingin menang sendiri…, dia ingin istrinya menjadi istri yang sholehah yang mentaati semua perkataannya…yang tidak pernah protes…yang memahami dan mengamalkan sabda Nabi r

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Kalau seandainya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya”. HR AT-Thirmidzi no 1159, Ibnu Majah no 1853 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (Lihat As-Shahihah no 3366)

Sang suami ingin agar istrinya selalu berpenampilan menarik dihadapannya… dan masih banyak keinginan yang lainnya…

Namun di lain sisi dia sendiri tidak memperhatikan penampilannya tatkala berhadapan dengan istrinya…sama sekali tidak mau mengalah di hadapan istrinya….sekakan-akan jika ia telah memberi nafkah kepada istrinya berarti telah selesai tugasnya…!!!!, apakah demikian sosok Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam sebagai seorang suami teladan…???. Apakah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat disibukkan dengan urusan dakwah dan urusan negara melalaikan istri-istrinya..???.

Wahai para suami renungkanlah sabda dan nasihat Nabi kalian Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, suami teladan umat ini…

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (HR At-Thirmidzi no 3895 dari hadits Aisyah dan Ibnu Majah no 1977 dari hadits Ibnu Abbas dan dishahihakan oleh Syaikh Al-Albani (lihat As-Shahihah no 285))

Beliau shallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَإِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”. (HR At-Thirmidzi no 1162 dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Majah no 1987 dari hadits Abdullah bin ‘Amr, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (lihat As-Shahihah no 284))

Hadits yang sangat agung ini banyak dilalaikan oleh para suami…padahal hadits ini dengan sangat jelas menunjukkan bahwa menjadi seorang suami yang terbaik bagi istrinya merupakan tanda baiknya seseorang???, tidak cuma sampai di sini, bahkan merupakan tanda sempurnanya keimanan..???

Oleh karena itu Imam Malik berkata, “Wajib bagi seorang suami berusaha untuk menjadikan dirinya dicintai oleh istri-istrinya hingga ialah yang menjadi orang yang paling mereka cintai” (Faidhul Qodiir III/496, Al-Munawi berkata, “Di kitab Tadzkiroh Ibnu ‘Irooq, dari Imam Malik ia berkata….)

Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni:

((Hadits ini adalah hadits yang sangat agung, banyak orang lalai akan agungnya kandungan hadits ini. Tatkala wanita adalah sosok yang lemah maka seorang lelaki diuji dengan wanita, karena barangsiapa yang akhlaknya sombong dan keras maka akan nampak akhlaknya tersebut tatkala ia menguasai orang lain. Dan seburuk-buruk penguasaan adalah terhadap sosok yang lemah yang berada dibawah kekuasaannya. Orang yang akhlaknya buruk dan rendah serta kurang kasih sayangnya akan terungkap akhlaknya tatkala ia bermu’amalah dengan orang-orang yang lemah. Bahkan sikap menguasai (semena-mena) terhadap orang-orang yang lemah adalah (pada hakikatnya) merupakan sikap sosok yang lemah (kepribadiannya). Kalau mereka memang kuat (kepribadiannya) dalam akhlak mereka maka hati mereka tidak akan keras terhadap orang-orang yang membutuhkan kasih sayang. Barangsiapa yang bisa menguasai dirinya tatkala berhadapan (bermu’amalah) dengan mereka (orang–orang yang lemah) maka akan nampaklah kemuliaannya. Oleh karena itu Al-Mubarokfuri berkata dalam Tuhfatul Ahwadzi (IV/273) tatkala menjelaskan lafal hadits yang kedua (di atas), “Karena mereka (para wanita) merupakan tempat untuk meletakkan kasih sayang disebabkan lemahnya mereka”…)) (Al-Mau’idzoh Al-Hasanah hal 75)

Sebagian orang bingung kenapa seorang yang baik terhadap istirinya maka ia merupakan orang yang terbaik???

Berkata As-Sindi, “Dan bisa jadi orang yang disifati dengan sifat ini (baik terhadap istri) akan mendapatkan taufiq (dari Allah) pada seluruh amalan sholeh hingga jadilah ia terbaik secara mutlaq” (Sebagaimana dinukil oleh Syaikh Abdul Malik Romadhoni dalam Al-Mau’idzoh Al-Hasanah hal 75)

Berkata Asy-Syaukani, “Sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam ((Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istri-istri mereka)) dan juga pada hadits yang lain ((Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap istrinya)), pada kedua hadits ini ada peringatan bahwasanya orang yang tingkat kebaikannya tertinggi dan yang paling berhak untuk disifati dengan kebaikan adalah orang yang terbaik bagi istrinya. Karena istri adalah orang yang berhak untuk mendapatkan perlakuan mulia, akhlak yang baik, perbuatan baik, pemberian manfaat dan penolakan kemudhorotan. Jika seorang lelaki bersikap demikian maka dia adalah orang yang terbaik, namun jika keadaannya adalah sebaliknya maka dia telah berada di sisi yang lain yaitu sisi keburukan.

Banyak orang yang terjatuh dalam kesalahan ini, engkau melihat seorang pria jika bertemu dengan istrinya maka ia adalah orang yang terburuk akhlaknya, paling pelit, dan yang paling sedikit kebaikannya. Namun jika ia bertemu dengan orang lain (selain istrinya) maka ia akan bersikap lemah lembut, berakhlak mulia, hilang rasa pelitnya, dan banyak kebaikan yang dilakukannya. Tidak diragukan lagi barangsiapa yang demikian kondisinya maka ia telah terhalang dari taufiq (petunjuk) Allah dan telah menyimpang dari jalan yang lurus. Kita memohon keselamatan kepada Allah.” (Nailul Author VI/360)

Berkata Syaikh Abdul Malik, ((Betapa banyak kita dapati seseorang tatkala bertemu dengan sahabatnya di tempat kerja maka ia akan bersifat mulia dan lembut, namun jika ia kembali ke rumahnya maka jadilah orang yang pelit, keras, dan menakutkan !!!, padahal orang yang paling berhak untuk ia lembuti dan ia baiki adalah istrinya…hakikat seseorang lebih terungkap di rumahnya daripada tatkala ia di luar rumah. Ini merupakan kaidah yang baku. Rahasia kaidah ini adalah karena seseorang bisa menampak-nampakkan akhlak yang baik tatkala ia di luar rumah dan ia bisa bersabar dalam menampakan akhlak yang baik tersebut karena waktu pertemuannya dengan orang-orang di luar rumahnya hanyalah sebentar. Ia bertemu dengan seseorang setengah jam, dengan orang yang kedua selama satu jam, dan dengan orang yang ketiga lebih cepat atau lebih lama, sehingga ia mampu sabar berhadapan dengan mereka dengan menampak-nampakan akhlak yang baik dan sosok palsunya yang bukan sosok aslinya sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian pegawai…akan tetapi ia tidak mampu bertahan di atas kepribadian yang bukan asli di rumahnya sepanjang hidupnya…

Akhlak asli seseorang bisa diperiksa tatkala ia di rumahnya, di situlah akan tampak sikap kerasnya dari sikap kelembutannya, terungkap sikap pelitnya dari sikap kedermawanannya, terungkap sikapnya yang terburu-buru dari sikap kesabarannya, bagaimanakah ia bermu’amalah dengan ibunya dan ayahnya?? Betapa banyak sikap durhaka di zaman ini..!!! …Maka kenalilah (hakikat) dirimu di rumahmu !!, bagaimanakah kesabaranmu tatkala engkau menghadapi anak-anakmu??, tatkala menghadapi istrimu??, bagaimana kesabaranmu menjalankan tanggung jawab rumah tangga??. (Dan camkanlah bahwa) orang yang tidak bisa mengatur rumah tangganya bagaimana ia bisa memimpin umat??, inilah rahasia sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya”…)) (Al-Mau’idzoh Al-Hasanah hal 77-79)

Sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam di atas bukanlah perkara yang aneh, karena seorang muslim –siapapun juga orangnya- tidak akan bisa memperoleh sifat yang mulia di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin kecuali jika setelah mampu untuk bermu’amalah dengan baik di keluarganya. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan bagian terkecil dalam masyarakat, jika ia mampu untuk bermu’amalah dengan baik di keluarganya maka seakan-akan hal ini merupakan persaksian baginya bahwa ia telah siap (ahli) untuk menjadi bagian yang bermanfaat bagi masyarakat. (Al-Asaaliib An-Nabawiyah fi mu’aalajah al-musykilah az-zaujiyah hal 17)

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin, “Sikap engkau terhadap istrimu hendaknya sebagaimana harapan engkau akan sikap suami putrimu sendiri. Maka sikap bagaimanakah yang kau harapkan dari lelaki tersebut untuk menyikapi putrimu??, apakah engkau ridho jika ia menyikapi putrimu dengan kasar dan kaku?. Jawabannya tentulah tidak. Jika demikian maka janganlah engkau menyikapi putri orang lain dengan sikap yang engkau tidak ridho jika diarahkan kepada putrimu sendiri. Ini merupakah kaidah yang hendaknya diketahui setiap orang….” (Asy-Syarhul Mumti’ XII/381)

Oleh karena itu penulis mencoba untuk mengingatkan diri penulis pribadi dan juga kepada kaum muslimin untuk berusaha menjadi orang yang terbaik bagi istri-istri mereka.

"sakaratul maut"

Setiap manusia tidak akan terlepas dari "sakaratul maut" jadi amalkanlah doa ini.
اللهم اختم لنا بحسـن الخاتمة ولا تختم علينا بسـوء الخاتمة

“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik), dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”

هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Hablii hukmaw wa al hiqniy bish shoolihiin

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh” (Q.S. Asy-Sy’araa: 83)

اللهم اجعل خير عمري أخره و خير عملي خواتيمه و خير أيامي يوم لقائك

Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika

“Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” (H.R. Ibnus Sunny)

Allah berfirman yang bermaksud:

“Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu semua melarikan diri darinya itu, pasti akan menemui kamu, kemudian kamu semua akan dikembalikan ke zat yang Maha Mengetahui segala yang ghaib serta yang nyata.” (Surah Jum’ah ayat 8)

KELEBIHAN/GANJARAN BERSELAWAT !

Selawat iaitu "Allahumma solli ala Muhammad" boleh dibaca di mana2 dan bila2 sahaja . Selepas SOLAT sebaiknya, sebelum tidur dll . "Berselawatlah ke atasku di mana saja kamu berada, sesungguhnya selawat kamu itu sampai kepadaku.".

-> "Barang siapa berselawat ke atasku satu selawat, nescaya Allah akan membalasnya dengan sepuluh selawat, mengangkat kedudukannya sepuluh darjat, mencatatkan baginya sepuluh kebajikan dan menggugurkan daripadanya sepuluh kejahatan."

-> "Orang yang mendapat syafaatku (pertolongan) pada hari kiamat ialah orang yang banyak berselawat ke atasku."

-> "Sesiapa yang mengucapkan "Allahumma solli ala Muhammad (Ya Allah, Ya Tuhan! Sampaikanlah selawat atas Muhammad) dan kurniakanlah kepadanya kedudukan yang dekat kepada-Mu pada hari kiamat", maka dia pasti akan mendapat syafaat-Ku."

Antara hadis yang menjelaskan hal ini ialah :

- “Hinalah orang, yang apabila (nama) aku disebutkan di hadapannya, maka dia tidak berselawat atasku.”

- “Sesiapa berpaling daripada berselawat ke atasku ketika aku disebutkan di depannya, kelak dia akan dipalingkan daripada jalan menuju syurga."

Rasulullah berpesan agar kita memperbanyak selawat terutama pada Jumaat. Ini bertepatan dengan hadis yang bermaksud: “Perbanyaklah berselawat ke atasku pada hari Jumaat, kerana sesungguhnya selawat umatku dibentangkan kepadaku pada tiap-tiap hari Jumaat. Orang yang paling dekat kedudukannya kepadaku ialah orang yang paling banyak berselawat atasku.”

Hati (Al Qalbu, Al Fuadu, dan Ash Shadru) ==============================

Hati (Al Qalbu, Al Fuadu, dan Ash Shadru)
==============================
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
«أَلا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ» رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah! Sesungguhnya dalam tubuh ini ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak. Maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah! ia adalah hati”.
Hati adalah ciptaan Allah yang luar biasa, dimana hati menyimpan berjuta-juta rahasia yang tidak mungkin untuk diketahui manusia kecuali segelitir saja dari rahasia-rahasia tersebut. Ini menunjukkan betapa luasnya ilmu dan kekuasaan Allah. Maka oleh sebab itu menyuruh kita agar merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah pada diri kita.
Sebagaimana Allah perintahkan dalam Al Qur’an:
وَفِي الْأَرْضِ آَيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ (20) وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ [الذاريات/20، 21]
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”


فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ [الحج/46]
“Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”.

firman Allah:
{أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِى الارْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ} (الحج : 46)
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memikirkan”.
Dan firman Allah:
{لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا} (الأعراف : 179)
“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak mereka pergunakan untuk memikirkan (ayat-ayat Allah)“.

Wallahualam ^^

Aku Rindu Pada-Mu

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.

Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI UANG DAN KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan masalah pekerjaan yang ada hubungannya dengan Riba itu haram dan penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.

Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut,semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.

Namun berangsur-angsur seakan terkena kualat (karena meninggalkan perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH SAKIT.

Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya. Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, “Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!”. Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung _.

Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak redha terhadap doanya selama ini.

Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah : “WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIKU YANG SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !”

Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu (‘mengkhatamkan’ ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, tidak mampu… kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.

Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, “BAGAIMANA HAMBAKU SI FULAN, HAI MALAIKATKU ?” nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih, “Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian : “Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !”
Ampuni dia yaa Al ‘Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!”

Tersentak beliau, itu…_u kata-kataku semalam_ …celaka, pikirnya.

Kemudian terdengar suara lagi : “Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan pemintaan-permintaanya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu kepadanya… rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu?”

Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. “Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !” semakin takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpi…

Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu’, kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. “…aa Allah, Yaa Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela…aa Allah, aku rindu padaMu…”

Semoga menambah keimanan dan ketekunan kita dalam mengerjakan sholat lail…amiin.
———————————————————————————————————————-
Sumber : dudung.net

MALU itu TAKUT..... TAKUT itu CINTA... CINTA itu RINDHU...

MALU itu TAKUT.....
TAKUT itu CINTA...
CINTA itu RINDHU...

Malu itu Takut..barang siapa takut akan azab Alloh pasti dia akan malu berbuat maksiat...

Takut seorang hamba kepada Alloh akan semakin mendekat kepadaNya dan semakin takut maka semakin dekat dan akan masuklah cahaya cinta dan mencintaiNya...

Jika di hati ada rasa Cinta maka akan menyayat dan menusuk hati rasa Rindhu...Rindhu Alloh,Rindhu Rosul,Rindhu Kampung Akherat...

Kalau Benar Cinta, Ikuti Nabi..

Assalamualaikum warokhmatullohi wabarokaatuh...


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali-Imran [3]: 31)

Sabab Nuzul Ayat
Imam at-Thabari, dalam kitab Jami al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an atau yang populer dengan sebutan Tafsir at-Thabari menyebutkan, sebab turunnya ayat ini berkenaan dengan pengakuan suatu kaum pada masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata, “Wahai Nabi, persaksikanlah kami adalah orang-orang yang mencintai Rabb kami.” Nabi lalu berkata, “Jika kalian benar-benar jujur dengan perkataan kalian, maka hendaknya kalian mengikutiku. Sesungguhnya hal itu sebagai tanda kejujuran dari ucapan kalian.”

Mukaddimah
Syariat Islam sebagai aturan yang universal menempatkan cinta sebagai bagian dari ibadah seorang hamba. Jika cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala benar dan terbukti, orang itu bisa mendulang pahala. Sebaliknya, ia bisa jadi mendapat percikan dosa hanya gara-gara urusan cinta yang keliru. Mengaku cinta tapi perbuatannya tak sesuai dengan pengakuannya. Menyatakan cinta namun perbuatan yang dikerjakan justru bertentangan dengan kemauan orang yang dicintai itu.

Sama halnya dengan bentuk-bentuk ibadah hati yang lain, cinta juga memiliki pembahasan tersendiri sebagai pilar penting dalam kesempurnaan ibadah seorang Muslim. Lebih lanjut Syaikh al-Islam Muhammad bin Abdul Wahhab menegaskan, meskipun orang-orang kafir mengerjakan seluruh perintah yang ada, namun mereka tetap dianggap belum menyempurnakan kalimat tauhid selama ia tidak cinta kepada Allah sebagai dasar diterimanya amalan tersebut. (Kitab at-Tibyan syarah Nawaqidh al-Islam)

Makna Ayat
Dalam ayat ini terkandung beberapa penjelasan terkait kewajiban mencintai Allah, tanda-tandanya, serta hasil yang didapatkan dari cinta tersebut. Imam Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan dalam kitab Taisir Karim ar-Rahman fi Kalam al-Mannan, pengakuan cinta kepada Allah adalah maqam tertinggi dalam hubungan manusia kepada Tuhannya. Terlebih jika ternyata Allah juga berkenan ridha dan mencintai hamba itu. Maka akan terjadi hubungan timbal balik yang sangat kuat. Seorang Muslim menyatakan cinta kepada Allah, sedang Sang Khaliq sebagai Zat Penguasa di alam semesta juga menyatakan ridha atas kecintaan hamba-Nya itu. Hal inilah yang pernah dialami oleh para sahabat, generasi terbaik yang hidup semasa Rasulullah SAW seperti pada surah At-Taubah [9] ayat 100.

Namun layaknya level “tingkat atas,” tentu saja hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Ia butuh melewati beberapa tingkatan sebelum sampai di puncak teratas. Berbagai macam ujian pembuktian dan pengorbanan harus ia jalani sebagai dasar cinta kepada Allah. Salah satunya adalah ridha mengikuti tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW dalam setiap sunnahnya.

Bukti Cinta kepada Allah
Dimana-mana yang namanya mencintai sesuatu butuh pembuktian. Sebab, ia bukanlah lipstik yang hanya menjadi penghias bibir merah saja. Dalam konteks keluarga, seorang ibu rela bersusah payah membesarkan anaknya semata demi kecintaannya kepada belahan jiwanya. Seorang anak saleh juga siap berkorban apa saja demi kecintaan kepada orangtuanya yang telah merawatnya sejak ia masih dalam kandungan ibunya.

Ayat ini menegaskan, bukti nyata mencintai Allah adalah dengan mencintai Rasulullah SAW dan ajaran yang dibawanya. Kewajiban mencintai Allah sama kedudukannya dengan mencintai rasul-Nya. Tak dikatakan mencintai Allah sekiranya ia enggan mencintai Nabi, orang yang paling dikasihi-Nya.

Oleh karena itu, ujian pertama pengakuan cinta hamba kepada Allah bisa diukur dari ketaatannya kepada Nabi-Nya. Sebab, sejatinya perintah Allah adalah perintah Rasulullah SAW sebagaimana semua larangan Allah telah tertuang dalam hal-hal yang dilarang oleh Nabi.

Layaknya orang yang bercinta, maka seorang Muslim dituntut untuk selalu dekat dengan Zat yang ia cintai. Ia akan selalu merasa tenang dan damai dengan kedekatan dan keintimannya. Sebaliknya, orang itu dijamin gelisah jika merasa ada jarak yang perlahan memisahkan mereka berdua.

Berkata Sahl bin Abdullah, tanda cinta kepada Allah yaitu mencintai al-Qur`an, tanda cinta kepada al-Qur`an adalah dengan mencintai Nabi. Sedang alamat cinta kepada Nabi dengan menghidupkan sunnah. Tanda cinta kepada Allah, al-Qur`an, Nabi, dan sunnah yaitu mencintai akhirat. Selanjutnya, tanda orang itu cinta akhirat dengan mencintai dirinya sendiri dan hal itu bisa terlihat ketika ia “membenci” dunia dengan hanya mengambil sedikit darinya sebatas perbekalan dalam menempuh perjalanan kembali ke kampung akhirat (Imam al-Qurthubi, Tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an).

Cinta yang jujur kepada Allah dengan sendirinya mengantar seorang Muslim untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Semakin ia mendekat kepada Rabb-nya, semakin ia rasakan limpahan karunia yang diberikan atas dirinya. Hal inilah yang tak jarang manusia luput darinya. Ia hanya mampu memaknai kenikmatan yang diberikan dalam bentuk materi dan fisik saja. Lalu lupa akan nikmat terbesar yang Allah berikan sebagai bentuk kecintaan Allah pada hamba-Nya.

Padahal, justru Allah mencintai kaum Muslimin dengan senantiasa menaungi karunia dan ampunan kepada mereka. Suatu hal yang tidak diberikan kecuali kepada orang beriman saja.

Alhasil, dengan mencintai Allah dan Rasulullah SAW serta berupaya maksimal melaksanakan syariat Islam menjadikan seorang Muslim berpeluang meraih janji yang ditawarkan oleh Allah Ta’ala. Mendapatkan kecintaan Allah serta adanya garansi ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang ia perbuat sebelumnya.

Jujur Dalam Bercinta
Orang yang jujur niscaya disenangi oleh orang lain. Sebaliknya, orang yang berperilaku dusta hanya menuai kebencian dan permusuhan di tengah masyarakat. Norma kehidupan ini berlaku dalam mencintai Allah dan Nabi-Nya. Seorang Muslim yang menyatakan cinta kepada Allah dan mampu buktikan cintanya dalam kesehariannya, ia akan meraih kebahagiaan hidup dan ampunan dari Allah. Allah sendiri telah menetapkan hal itu. Tanda cinta seorang hamba kepada-Nya adalah ketika ia mencintai dan mengikuti ajaran Nabi-Nya. Sebaliknya, ketika ia tidak jujur dalam menyatakan cintanya kepada Allah, maka alih-alih menuai ganjaran pahala, tetapi perbuatannya justru hanya mengundang murka dan azab Allah.

Senada dengan hal ini, Imam Ibnu Katsir menegaskan “ayat cinta” ini menjadi hakim pengadil bagi siapa saja yang mengklaim cinta kepada Allah. Meski ia mengerjakan sekian banyak amalan perbuatan, namun jika hal itu tidak berdasar cinta dan sunnah Nabi yang ia ajarkan, maka semua perbuatan orang itu niscaya tertolak dengan sendirinya. Dalam hal ini Nabi mengingatkan, “Barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang tak ada tuntunan kami di dalamnya, maka hal itu akan tertolak.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Wallahu a'lam bhis showab ..

Makna Gerakan Sholat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berikut ini gambaran makna gerakan sholat dari simbol setiap gerakan nya. Semoga jadi pendekatan untuk kita lebih memahami dan memicu untuk mempelajari lebih dalam lagi, sehingga ibadah Sholat Semakin Mantap

1. Takbiratul Ihram (Awal dan Akhir)
Pengawalan segala sesuatu, sbgm hidup dimulai kelahiran, sesuatu yg ada pasti ada awalnya. Dengan keimanan kita yakin bahwa semuanya berawal dari Allah. Maka dengan takbir kita mengembalikan kepada segala aktivitas kita adalah karena Allah, ujung rantai dari awal segala awal, tidak karena guru, orang tua, orang lain (rantai pengetahuan bahwa kita harus Sholat) atau karena rantai rasa takut, rasa terpaksa, tapi karena ujung rantai rasa itu sendiri Allah sang Pencipta Rasa. Takbiratul Ihram sebagai starting point Sholat, simbol starting perjalan hidup. Maknanya penyerahan totalitas pada yang Maha Awal bahwa karenaNya ada dan karenaNYa melakukan perjalanan hidup.

Takbiratul ihram
Takbiratul Ihram berasal dari dua kata : Takbir (ucapan Allahu Akbar) dan Ihram (pengharaman), ketika dua kalimat ini digabung maka bermakna: Ucapan takbir yg memulai pengharaman dari melakukan hal hal yg dilarang dalam shalat. Seperti makan, minum, berbicara kpd selain Allah dan hal hal yg diajarkan Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam sebagai mubthilat (yg membatalkan) shalat.


2. Berdiri (Gerak Perjalanan)
Berdiri lambang siap berjalan menjelajahi kehidupan, karena kalo duduk tidak mungkin berjalan, Tegak artinya kehidupan harus ditegakkan (ditumbuhkan) pada ruang waktu, iman harus ditegakkan, akhlak harus ditegakkan, amalan pribadi dan amalan sosial harus ditegakkan.

Hadist : Sholat adalah tiang agama (agama didirikan/ditegakkan oleh sholat). Sebagaimana pohon tegak lalu pada titik ketinggian optimum kemudian berbuah. Dalam perjalanan itu kita memakan energi di bumi lalu diproses dengan aturan hukum Allah dan memeliharanya supaya tidak dirusak hama/penyakit untuk menghasilkan buah (hakikat hidup).

Buah itu untuk bekal perjalanan kehidupan selanjutnya. Tanpa tegak ruang hidup tidak ada, karena tegak, maka ada titik atas dan bawah dalam satu garis dan bergerak sehingga menciptakan ruang. Sederhananya karena kita berdiri tinggi atap rumah kita tidak kurang dari 1 m, tapi bahkan lebih tinggi dari badan kita.

Sehingga ada ruang rumah yang harus diisi. Begitu juga hidup jasmani dan ruhani kita harus ditegakkan dan ruang yang dihasilkannya harus diisi dengan keimanan, amal kebaikan, kesholehan, pengabdian yang iklas kepada Allah, dsb. Dalam tegak berdiri, posisi kepala tunduk, artinya dalam perjalanan hidup akan tunduk dan patuh pada segala Hukum dan Kehendak Allah bebas dari rasa kesombongan diri.Kedua tangan memegang ulu hati, simbol bahwa hati akan selalu dijaga kebersihannya dalam perjalanan hidup.

Bersedekap
Sedekap ini bukan merupakan rukun shalat, bila tak dikerjakan tak membatalkan shalat, yg merupakan rukun adalah berdiri dalam shalat wajib bagi yg mampu dan membaca Fatihah.


3. Rukuk (Penghormatan)
Mengenal Allah lewat hasil ciptaanNya . Dalam perjalanan hidup, pada ruang ciptaan Allah kita menemukan, menyaksikan dan merasakan bermacam-macam hal : tanah, air, gunung, laut, hewan, sistem kehidupan, rantai makanan, rasa senang, rasa sedih, rasa marah, kelahiran, kematian, pertengkaran, percintaan, ilmu alam, pikiran, manusia sekitar kita, Nabi Rosul , dsb pokoknya semua yang kita tahu dan kita rasa. Ini bukti bahwa Allah itu Ada sebagai Pencipta dari semua itu.

Dan kita tahu apabila tanpa petunjuk para Utusan Allah (Nabi dan Rosul) kita tidak akan tahu jika semua itu ciptaan Allah, dan dengan para UtusanNya kita tahu tujuan arah hidup serta cara mengisi hidup agar selamat. Sebagai contoh : suku primitif tanpa adanya bimbingan Agama, sesuai fitrah manusia tetap mengamati alam dan menyimpulkan bahwa ada yang menciptakan, tapi tidak tahu siapa Sang Pencipta sebenarnya, sehingga diekspresikan pada penyembahan batu, patung yang dianggap memiliki kekuatan penciptaan. Jadilah kita menghormati Para Utusan Allah (Rosul, Nabi, Malaikat) yang telah mengenalkan Allah pada kita serta menghormati langit bumi berserta isinya, serta termasuk kepada siapa yang mengenalkan Tuhan kepada kita seperti orang tua, guru. Penghormatan sebagai rasa terimakasih kita bahwa kita jadi tahu Tuhan itu seperti apa. Dalam penghormatan juga sebagai dinyatakan keinginan berpartisipasi untuk ambil bagian dalam pemeliharaan Ciptaan Allah ini dan tidak ingin merusaknya.

Rukuk
Rukuk adalah menunduk
dan menundukkan badan hingga kedua telapak tanganna meraih/bersandar pada kedua lututnya, dan bahwa Rukuknya Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam itu tepat dalam posisi 90 derajat, hingga andai ditaruh sebuah gelas dipunggungnya niscaya tak tumpah, menunjukkan lurusnya posisi punggung beliau ketika rukuk,bagaimana dengan kita?


4. Itidal (Puja-puji pada Allah)
Kemudian kita berdiri lagi untuk mengisi perjalanan hidup dengan penuh puja dan puji pada Allah serta penuh syukur setiap saat sehingga tercipta kepatuhan dan ketaatan. Dengan mengetahui hasil ciptaan Allah maka akan tumbuh kekaguman dan kecintaan pada Allah sehingga tumbuh rasa cinta dan iklas atau dengan senang hati menjalani hidup sesuai Kehendak Allah.

I'tidal
I'tidal adalah tegak lurus
dan tegak berdiri kembali ke posisi semula sebelum rukuknya.

5. Sujud (penyatuan diri dengan Kehendak Allah)
Jika berdiri di analogikan dengan perjalan jasad maka Sujud dengan kaki dilipat, atau setengah berdiri adalah simbol dari perjalanan hati (rohani). Dangan sujud hati dan fikiran kita direndahkan serendahnya sebagai tanda ketundukan total pada segala kehendak Allah dan mengikuti segala kehendak Allah. Menyatu kan kehendak Allah dengan Kehendak kita. Contohnya:
Allah maunya kita Sholat, maka kita Sholat, jika kata Allah jangan lakukan ya kita tidak akan lakukan, Kalau Allah tidak suka ya kita tidak suka, Kalau Allah cinta atau suka ya kita juga cinta dan suka pokoknya akin selalu sama (dan sehati) tidak akan sedikitpun bertentangan.
Dengan merekatkan kepala pada bumi dimana bumi adalah asal, tempat hidup dan tempat akhir hidup. Di bumi kita lahir di bumi kita menjalani waktu kehidupan, di bumi kita berladang amal, bumi menjadi saksi seluruh hidup kita, di bumi kita mati, di bumi kita dihukum (alam kubur). Merekatkan diri ke Bumi, bahwa awal dan akhir manusia dari dan ke bumi, berharap pada saat kematian keadaan diri kita sama saat dengan saat dilahirkan, yaitu dalam keadaan suci, sehingga bisa bertemu Allah.

Sujud dilakukan 2 kali dimaknai

Sujud pertama: penyatuan Kehendak Allah dengan Kehendak ruhani/hati/jiwa. Diselangi permohonan pada duduk antara 2 sujud.

Sujud kedua : pernyataan Pengagungan Dzat Nya Allah personal antara makhluk dan Sang Pencipta, pernyataan ingin kembali pada Sang Pencipta akhir dari perjalanan.

Sujud
Sujud adalah merendahkan diri serendah rendahnya dan meletakkan 7 anggota sujudnya pada bumi tempat ia melakukan shalat, yaitu kedua telapak tangan, kedua lutut, kedua kaki, dan Dahinya, dengan mengangkat belakang tubuhnya lebih tinggi dari posisi dahinya, melambangkan kerendahan yg serendah rendahnya atas dahi.


6. Duduk antara 2 Sujud (Permohonan)
Pengungkapan berbagai permohonan pada Allah untuk memberikan segala kebutuhan yang diperlukan dalam bekal perjalanan menuju pertemuan dengan Allah, butuh sumber dukungan hidup jasmani dan ruhani, serta pemeliharaan dan perlindungan jasmani ruhani agar tetap pada jalan Allah.

Duduk di antara 2 sujud
Duduk antara dua sujud adalah duduk sebagaimana yg kita fahami,duduk dalam posisi apapun yg disebut duduk tetap sah shalatnya, misalnya bersila, tetap sah shalatnya, dan sunnah adalah duduk dengan Iftirash dengan menegakkan telapak kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri sebagaimana kita lihat orang yg melakukan duduk dalam shalat.


7. Attahiyat : Pernyataan Ikrar
Tahap pemantapan, Karena perjalan hidup itu naik turun dan fitrah manusia tidak lepas dari sifat lupa maka perlu pemantapan yang di refresh dan diulang untuk semakin kokoh. Yaitu Ikrar Syahadat, dengan simbol pengokohan ikrar melalui telunjuk kanan.

Sebelum Ikrar memberikan penghormatan untuk para Utusan Allah dan Ruh Hamba-hamba Sholeh (Auliya) yang melalui merekalah kita mengenal Allah juga melalui ajaranya kita dibimbing menujuNya dan menjadikan mereka menjadi saksi atas Ikrar kita.

Sholawat menjadi pernyataan kebersediaan mengikuti apa yang diajarkan Rosululloh Muhammad Shollallohu 'Alaihi wa Sallam, dan menempatkannya sebagai pimpinan dalam perjalanan kita. Salam penghormatan kepada Bapak para Nabi Nabi Ibrahim yang menjadi bapak induk ajaran Tauhid.

Kemudian diakhir dengan permohonan doa dan permohonan perlindungan dari kejahatan tipuan Dajal / Iblis untuk menjaga perjalanan tetap pada keselamatan dan berhasil mencapai Allah.

Tahiyatul
Tahiyyah secara bahasa adalah kemuliaan dan Salam kepada Allah, sebagaimana para sahabat mengucapkan salam pada Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam, salam pd sesama muslim, merekapun mengucapkan salam kepada Allah, maka Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Jangan ucapkan salam pd Allah, karena Allah adalah Assalaam, tapi ucapkanlah Attahiyyatu lillah; (Syarh Baijuri Bab Shalat)

Tasyahhud, adalah mengucapkan syahadat, terbagi dua, Tasyahhud awwal dan Tasyahhud Akhir, tasyahhud awal adalah duduk setelah sujud kedua pd rakaat kedua, lalu membaca doa tasyahhud awal sebagaimana dijalankan oleh muslimin dan yg itu semua telah diajarkan oleh Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam, demikian pula Tsyahhud Akhir, yaitu ucapan yg merupakan percakapan antara Allah dan Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam di malam Mi'raj beliau, sebagaimana Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam menceritakannya : aku bersujud dan berucap : ":Attahiyyatulmuba"dst" Lalu Allah menjawab Assalaamu alaikua Ayyuhannabiyy.., lalu aku menjawab : Assalaamu alaina.., maka percakapan ini dijadikan kewajiban utk selalu diucapkan oleh setiap ummatnya, karena saat itu lah diwajibkannya sholat, maka sholat menyimpan rahasia kemuliaan Mi;raj beliau Shollallohu 'Alaihi wa Sallam kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Menunjukkan jari ketika sedang tahiyat
Merupakan Ittiba; lirrasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam (berpanut pd perbuatan Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam)


8. Salam
Salam adalah ucapan yang mengakui adanya manusia lain yang sama-sama dalam perjalanan (aspek kemasyarakatan) menunjukkan bahwa hidup ini tidak sendiri, sehingga hendaknya menyebarkan salam dan berkah kepada sesama untuk saling bahu membahu menegakkan kehidupan yang harmonis (selaras) dan tegaknya kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan di bumi Allah.

Salam adalah penutup sekaligus awal dari mulainya praktek aplikasi Sholat dalam bentuk aktivitas kehidupan di lapangan hingga ke Sholat berikutnya. Nah salam itu simbol dari putaran yang dimulai dari kanan ke kiri dengan poros badan. Jika dihubungkan dengan Hukum Kaidah Tangan Kanan berarti arah energi ke atas, simbolisasi bahwa perjalanan digantungkan pada Allah Subhanahu Wata'ala (di atas) sebagai penjamin keselamatan dalam perjalanan.

Salam
Salam adalah ucapan dari rukun sholat yg terakhir dg niat selesai dari sholat, ucapan salam yg pertama merupakan rukun sholat, dan salam yg kedua adalah sunnah, mengenai kpd siapa ucapan tersebut memang banyak khilaf, namun bukan itu daripada tujuan utama mengucapkan salam, karena tujuan utama dari salam dan seluruh gerakan shalat adalah Ittiba; lirrasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam dengan landasan perintah Allah Subhanahu Wata'ala dengan puluhan ayat pd Al Qur'anulkarim yg memerintahkan kita taat kepada Rasul Shollallohu 'Alaihi wa Sallam, dan mengikuti perintah beliau Shollallohu 'Alaihi wa Sallam.

KUGAYUH GAYUNG PERAHUKU.

Gelap mulai menelan senja, aku pandangi tubuh dekilku belepotan tanah, campur keringat.

Di depanku, kendaraan yang makin banyak jumlahnya beradu cepat membawa pengendaranya berpacu dengan waktu mencapai tempat yang dituju, mungkin orang-orang yang disayang.

Tak seperti diriku... aku tak mengerti kapan ku bisa kembali ke gubug reotku di tepi sawah, rumah cintaku, tempat istri dan anak-anakku yang selalu kurindu. Ingat istriku yang meski kini tak secantik dulu lagi. Bagaimana mau cantik,hari-harinya habis buat urus anak kami yang masih kecil-kecil, membagi sedikit rejeki hasil curahan tenaga dan keringatku untuk bisa berpandai-pandai mencukup-cukupkan supaya kebutuhan pokok terpenuhi.

Itupun kutahu masih sangat jauh dari cukup. Seluruh kebutuhan pokok naik, sementara penghasilanku tak kunjung naik. Rasa-rasanya duitku makin kian sedikit tersisa untuk kubawa pulang, habis untuk aku makan sendiri. Nasi bungkus yang dulu seharga Rp. 3000,- kini hampir lima ribu. Meski begitu, istriku tak pernah mengeluh. Selalu aku disambut dengan senyum tiap aku pulang. Rindu juga aku dengan anak-anakku yang selalu merengek minta jajan.

Kadang menghabiskan seluruh akalku untuk mengalihkan perhatian mereka ketika harus kami lewati deretan penjual mainan di tontonan kampung, satu-satunya hiburan kami yang tentu ada setahun sekali. Saat manis, saat pedih silih berganti memenuhi jiwa, terutama dikala sunyi menyergap jiwa, kala senja mulai tertelan kelam, aku masih bergelut dengan tanah yang makin dingin...hanya menjadi seorang petani.

Nanti kala tak lagi mampu lututku menopang berat tubuhku yang tak lagi terkontrol oleh rasa kantuk, kan kubaringkan letih tubuhku, kan kubiarkan terlelap melayang indah di angkasa, terbang di antara taburan indah bintang-bintang, dalam hembusan wanginya angin, rayuan serangga malam dan percik embun pagi yang kan bangunkanku sambut esok hariku yang penuh harap demi anak-anakku.

Waktu umur pernikahanku menjelang enam tahun dan anak-anak sudah mulai sekolah,isteri saya banyak memberikan waktunya hanya kepada anak-anak.aku hanya seorang.pekerjakecil,sehingga isteriku sendiri melakukan semua pekerjaan rumah nyapu lantai rumah,mencuci,seterika dll. Seringkali dia bekerja hingga larut malam. Badannya mulai kurus,tdk secantik dulu lagi dan setiap hari kelihatan capek.

Suatu hari saya melihatnya sedang membersihkan tumpukan pakaian kotor di kamar mandi.Dahinya basah oleh cucuran keringat. Lalu aku pelan2 menghampirinya

"umi,biarkan aku membersihkan pakaian kotor ini".

Dia tersenyum,dan mempersilahkan saya meneruskan pekerjaan mencuci.

Bahagia rasanya melihat senyumnya.walauaku hanya membantunya mencuci.begitu indahnya senyumnya.

Walau hari hari kami lewati dengan kekurangan.namun berkah Alloh ternyata tak pernah jauh dariku..

Dengan hadirnya istriku.

Arak adalah salah satu daripada dosa besar yang perlu dijauhi.

Allah SWT telah mengkategorikannya sebagai salah satu daripada perbuatan syaitan berdasarkan firman Allah dalam ayat 90 Surah al-Maidah.

Jelas, arak merupakan kebudayaan Jahiliyyah. Logiknya, sesiapa yang mengamalkan budaya sesuatu kaum, bermakna dia adalah tergolong dalam kaum tersebut. Oleh yang demikian, orang yang meminum arak bermakna dia juga merupakan orang Jahiliyyah yang sesat dan menentang ISLAM !

Arak merupakan senjata syaitan bagi memerangkap manusia supaya melakukan dosa. Tentunya kita masih ingat bagaimana kisah seorang anak Khalifah Umar telah digoda oleh seorang wanita Yahudi. Hasil perangkap wanita itu, dia telah terminum arak dan akhirnya telah lahir anak dari benihnya.

Semua ini terus berleluasa selagi wujudnya manusia-manusia rakus yang terus menghidupkan budaya Jahiliyyah ini.

Rasulullah SAW telah memberi amaran keras berkenaan dengan arak sebagaimana sabdanya :

Sepuluh golongan yang dilaknat

1) Pemerah arak
2) Orang yang minta diperah
3) Peminum
4) Pembawa
5) Orang yang minta dibawa
6) Orang yang menuang
7) Orang yang membeli
8) Orang yang makan dari hasil arak
9) Orang yang membeli
10) Orang yang minta dibeli

Bagaimnakah keadaan orang Islam yang bekerja di restoran-restoran, kelab malam, agensi pengiklanan dan sebagainya yang menuang, membawa, mempromosi, menjual dan mencari rezeki dari sumber arak ini ?

Sama-samalah kita fikirkan !!!

Dalam hadith lain Rasulullah SAW bersabda ;

Sesiapa yang meminum arak sebanyak 40 kali, namanya akan dicatatkan dalam SIJJIL (senarai ahli neraka) segala ibadahnya tidak akan diterima melainkan ia bertaubat.

Rasulullah SAW telah berwasiat tentang orang yang minum arak. Di antaranya ialah :

1) jangan bagi salam
2) jangan ziarahinya ketika dia sakit
3) jangan sembahyangkan mayatnya
4) matinya macam penyembah berhala

Abdullah bin Mas’ud telah bersumpah :

"Mayat peminum arak akan berpaling dari arah kiblat. Jika tidak, bunuhlah aku !"

Rasulullah SAW juga ada bersabda :

"Orang yang minum arak, pada hari qiamat nanti mukanya hitam, matanya biru, lidah terjulur hingga ke dada, mulutnya penuh nanah hinggakan ahli neraka sendiri yang membencinya"

Sabda Rasulullah SAW :

"Sesungguhnya akan ada beberapa orang dari umatku yang meminum arak, mereka menamakannya dengan nama-nama yang lain, mereka dilalaikan dengan muzik dan nyayian-nyayian , ALLAH akan tenggelamkan mereka ke dalam bumi dan mereka menjadi kera dan babi. Riwayat Ibnu Majah

APA yang kita BERI pada-Nya??

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

← ← ← ←← ← ← ← ← ← ← ← ← ← <> →→→→→→→→→→→→→→→→


→ Ü — TÜRÑ KÉ JÄLÄÑ YÄÑG LÜRÜS ←


≈ Saat TERSEDAR diri berbuat dosa...

Saat terasa diri MENJAUH dari yang Maha Esa..

BANGKITLAH!!

Buang debu-debu KEMALASAN pada diri kìta semasa masih punya masa...

Sahut CINTA ALLAH SWT itu wahai dìri ku dån sahabatku..

Jangan biarkan rasa itu PERGI bagai angin lalu...

Mohonlah KEAMPUNAN bagi dosa-dosa kita semua ≈

← ← ← ←← ← ← ← ← ← ← ← ← ← <> →→→→→→→→→→→→→→→→

≈ Sungguh,
RAHMAT ALLAH SWT lebih LUAS dari murka-Nya..

Sungguh,
PINTU TAUBAT itu terbuka luas untuk hamba-Nya...

Sungguh,
Walau sebanyak manapun dosa,
ALLAH SWT tidak pernah menjauh dari kita.. ≈

≈ ALLAH SWT tidak pernah berhenti beri nikmat-Nya..

Malah,
setia MENANTI kita kembali pada-Nya.. ≈

TAPI KITA??

APA yang kita BERI pada-Nya??

Keajaiban Matematika Sholat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sholat menurut bahasa berarti do’a, sedang menurut istilah adalah suatu bentuk ibadah yang terdiri dari perbuatan dan ucapan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Dan telah diwajibkan kepada manusia untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala (QS.2:21),

Khusus dalam hal ini terhadap ummat islam yaitu wajib menjalankan sholat wajib 5 (lima) waktu sehari-semalam (17 raka’at). Sholat (baik wajib maupun sunnah) sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia, yang oleh karenanya Allah Subhanahu Wata'ala mengajarkan bila hendak memohon pertolongan Allah Subhanahu Wata'ala yaitu dengan melalui sholat dan dilakukan dengan penuh kesabaran serta sholat dapat mencegah untuk berbuat keji dan munkar.

Di bawah ini akan diuraikan tentang sholat-sholat wajib dan sholat-sholat sunnah berikut dengan jumlah raka’at dan waktu pelaksanaanya.

Hitungan Matematika, kenapa orang tidak sholat itu sombong kepada Allah:

Di umpamakan jika kita hidup 60 tahun lamanya, Insya Allah. Di dalam 60 tahun, kita hidup sekitar 31,536,000 menit.

Hitungannya: 60 menit x 24(jam) x 365(hari) x 60(tahun) = 31,536,000 menit

Untuk sholat 5 waktu sampai kita umur 60 tahun, kita perlu:
5 menit x 5 (waktu) x 365(hari) x 49(tahun) = 447,125 menit

Kenapa dikali 49?
Karena kita diwajibkan sholat pada saat umur 12tahun (anggap ini usia aqil-baligh) . Jadi 60 tahun – 11 tahun = 49 Tahun

447,125 dibagi 31,536,000 dikali 100=1.4 %

KITA CUMA DIBUTUHKAN 1.4 % DARI HIDUP KITA UNTUK MENGIKUTI PERINTAH SHOLAT KEPADANYA. Jadi sebenernya kita itu sangat sombong sekali jika enggan tidak sholat 5 waktu.

Kaum anti hadist, yaitu mereka yang enggan menggunakan sunnah ataupun hadist Nabi dengan alasan bahwa hadist telah mengalami distorsi dan susahnya memilah manakah yang benar-benar berasal dari Nabi dan mana yang buatan atau rekayasa pihak-pihak tertentu sembari mengemukakan bahwa al-Qur’an sudah cukup jelas dan terperinci sehingga tidak lagi memerlukan penafsiran ataupun tambahan dari hadist, biasanya akan mengatakan bahwa waktu sholat didalam al-Qur’an itu hanya tiga waktu bukan lima waktu, yaitu Fajar, Wusthaa dan Isya, berikut akan coba kita kemukakan bahwa pendapat yang demikian sangat keliru.

Dan dirikanlah shalat itu pada dua bagian siang (dzuhur dan ashar) dan disebagian dari malam (isya) - Qs. Huud 11 : 114

Ayat ini menunjukkan adanya dua waktu sholat pada dua bagian bagian siang, kita semua tahu yang disebut siang itu adalah saat matahari masih bersinar dan melampaui titik zenithnya.

Kedua waktu ini bersesuaian dengan hadist mengenai adanya sholat dzuhur dan ashar.

Selanjutnya diujung ayat disebut satu lagi waktu sholat yaitu pada sebagian malam, dan ini bisa merujuk pada sholat isya, sehingga dari ayat ini saja bisa diperoleh tiga waktu sholat, yaitu dzhuhur, ashar dan isya.

Hendaklah engkau mendirikan sholat diwaktu tergelincirnya matahari (maghrib) sampai kelam malam (isya) dan dirikanlah sholat subuh ...
- Qs. al-Israa 17:78


Saat matahari tergelincir yaitu saat yang disebut dengan syafaq atau senja, ayat ini merujuk akan adanya kewajiban mendirikan sholat maghrib pada waktu tersebut. Sedangkan kelam malam adalah waktu dimana matahari sudah tenggelam dan kegelapan pekat menyelimuti bumi dimana waktu-waktu ini sangat baik untuk melaksanakan sholat (lihat pula surah al-Muzammil 73 ayat 2 s/d 4) dan sholat yang demikian bisa juga kita pahami sebagai sholat isya. Sedangkan akhir ayat secara jelas merujuk pada sholat fajar atau sholat subuh, sehingga tidak perlu kita bahas lebih jauh.

Dari kedua ayat ini saja, kita sudah memperoleh gambaran bahwa sholat itu sebenarnya memang ada lima waktu, sama seperti yang bisa ditemui dalam hadist-hadist Nabi serta yang menjadi tradisi kaum muslim dari jaman kejamannya. Yaitu sholat Subuh, Maghrib dan Isya tercantum dalam surah al-Israa’ 17 ayat 78 dan sholat Dzuhur dan Ashar tercantum pada surah Huud 11 ayat 114...

Mengenali Khasiat Delima dan Tin

Al-Quran menyebut sejumlah nama makanan dan tumbuhan. Lalu, apa khasiat dari nama-nama makanan yang disebutkan dalam kitab langit itu? Kini, dengan berjalannya waktu, berbagai penelitian mengenai beragam makanan semakin memperjelas manfaat, maupun dampak negatif dari makanan. Penemuan baru tentang makanan yang terdapat dalam al-Quran mengungkapkan urgensi berbagai jenis makanan tersebut bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Misalnya, al-Quran menyebut madu sebagai obat, dan kini khasiatnya telah diketahui semua orang. Demikian pula, anggur dan zaitun, daging ikan dan hewan kaki empat.



Dr. Paknejad dalam bukunya, "Universitas Pertama, Nabi Terakhir" menulis, kebanyakan makanan yang disebutkan dalam al-Quran dan hadis termasuk jenis tumbuhan. Karena makanan dari jenis ini lebih cocok karakteristiknya dengan struktur tubuh manusia dan memiliki berbagai manfaat yang melimpah. Meski al-Quran tidak menganjurkan vegetarianisme, namun menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging dan mengutamakan makanan vegetarian. Melanjutkan pembahasan sebelum, kali ini kita akan mengupas beberapa makanan yang disebutkan dalam al-Quran.



Delima adalah buah yang memiliki sejarah panjang di Iran. Sejak dahulu kala, buah delima digunakan sebagai obat dan keperluan industri. Pengobatan tradisional menggunakan berbagai bagian dari delima, seperti kulit, bunga bahkan akarnya. Delima juga digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit. Sepanjang sejarah, buah delima menjadi simbol kemakmuran. Lukisan cina kuno menggembarkan berbagai jenis delima. Bahkan di Mesir delima dikuburkan bersama jenazah orang yang mati.



Nama delima disebutkan berulangkali dalam al-Quran. Kebanyakan kitab langit menyinggung nama buah berharga ini. Dalam surat al-Rahman, Allah Swt menyebut delima sebagai buah surga. Di ayat 78 surat al-Rahman, Allah Swt berfirman,"Di (kebun surga) terdapat berbagai macam buah-buahan di antaranya kurma serta delima."



Delima terdiri dari beberapa varian mulai dari warna, rasa dan jenis bijinya. Buah delima memiliki tiga rasa, asam, pahit dan manis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan organisasi pengembangan agrikultur AS (USDA), delima merupakan buah yang baik karena mengandung vitamin A, B,C dan E. Selain itu, delima juga mengandung antioksidan, potasium dan fiber yang melindungi badan dari serangan berbagai penyakit seperti kanker, jantung dan pembuluh darah serta tekanan darah tinggi.



BBC melaporkan bahwa sejumlah peneliti dari Universitas California di Los Angeles meneliti sejumlah laki-laki berusia 65 hingga 70 tahun yang menderita penyakit kanker prostat yang pulih setelah menjalani operasi. Namun, penyakit itu kembali menyerang mereka. Kemudian peneliti meneliti beberapa dari mereka dan memberinya sari buah delima. Hasilnya cukup mengejutkan karena pertumbuhan penyakit kanker prostat mengalami perlambatan dengan meminum sari buah delima.



Berbagai riwayat menyebut delima sebagai buah yang sempurna dan sangat bermanfaat. Terkait khasiat buah delima, Imam Kadzim as berkata, "Salah satu nasihat Adam kepada anak-anaknya adalah menyeru mereka memakan delima, karena buah ini akan mengenyangkan di saat lapar, dan menyegarkan ketika dimakan saat kenyang."



Riwayat lainnya menyebutkan bahwa delima memberikan pengaruh khusus bagi mental dan hati manusia. Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang memakan delima dengan sempurna, maka Allah Swt akan menerangi hatinya, dan menjauhkan dari bisikan setan dan gundah-gulana selama 40 hari."



Mengenai pengaruh delima bagi darah dan hati, Dr. Reza Paknejad mengungkapkan, "Delima mengandung banyak potasium dan magnesium yang berfungsi mengaktifkan sel hati dan menolak lemak dan kolesterol yang berbahaya, menyeimbangkan darah serta menyegarkan jantung."



Delima kaya akan antioksidan polyphenols, seperti tannin dan anthocyanin. Penelitian medis menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi jus delima setiap hari dapat merasakan berbagai khasiat, berupa penurunan kadar kolesterol, kandungan vitamin C yang tinggi, serta meningkatkan aliran darah ke jantung. Ini berarti jus delima juga efektif untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit stroke.

Sebagai minuman, jus delima juga dapat mencegah dan memperlambat efek penyakit alzheimer, menurunkan tekanan darah, menjaga agar arteri tidak tersumbat oleh penumpukan plak, mencegah kerusakan tulang rawan, dan menjaga kesehatan gigi.



Peneliti dari Case Western Reserve University Amerika Serikat dalam risetnya berkesimpulan bahwa delima bermanfaat sebagai antipembengkakan.Sari buah delima juga bermanfaat untuk menghalangi peningkatkan enzim bagi orang yang orang menderita pembengkakan.



Alireza Abolfazli, pakar gizi Iran mengatakan, "Mengunyah biji delima lebih baik dari pada mengkonsumsi sari buahnya. Karena sari buah delima sendiri bisa menyebabkan sembelit."



Selain delima, tin adalah buah yang disebutkan dalam al-Quran. Buah bernilai ini bermanfaat bagi kesehatan manusia dan berkhasiat mencegah terjangkitnya berbagai macam penyakit.



Tin adalah buah yang mengandung berbagai mineral yang sangat berguna untuk memulihkan kesehatan. Selain itu tin juga berperan signifikan untuk memperkuat tulang dan sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak. Mengenai khasiat buah tin, Imam Ridha berkata, "Buah tim berguna untuk menguatkan tulang dan rambut. Selain itu, tin juga meredakan rasa sakit." Berbagai penelitian membuktikan bahwa buah tim berkhasiat menguatkan tulang, pertumbuhan badan dan kesehatan fisik.



Tin menjadi salah satu nama surat dalam al-Quran. Namun buah ini hanya disebutkan sekali dalam kitab langit itu. Dalam Surat at-Tin, Allah Swt berfirman "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." Di ayat ini, Allah Swt bersumpah dengan nama buah tin dan zaitun bahwa manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk.



Tin dan zaitun adalah buah yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan memiliki khasiat obat yang baik bagi kesehatan. Tin tremasuk buah terbaik di musim panas dan permulaan musim gugur dengan warna gandaria dan kuning. Buah ini mengandung vitamin A dan B, magnesium dan fosfor. Selain itu, dokter mengajurkan mengkonsumsi buah tin bagi orang yang lemah fisiknya, terutama anak-anak, karena tin ini termasuk buah yang mudah dicerna.



Buah tin dikonsumsi baik mentah maupun matang, kering maupun masih basah. Untuk itu kita tidak perlu mengkhawatirkan hilangnya kadar nutrisi dalam buah ini. Tin juga termasuk buah antikanker dan memiliki kandungan fuber yang tinggi. Meski demikian, buah tin tidak dianjurkan bagi penderita diabetes karena mengandung kadar gula yang tinggi. Selain itu tin tidak baik dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit hati atau orang yang menderita gangguan pencernaan.



Abu Dzar, salah seorang sahabat Rasulullah Saw suatu hari membawa baki berisi buah tin kepada Rasulullah. Ketika itu beliau bersabda,"Makanlah buah ini, karena tin adalah buah surga, jika dimakan tanpa biji akan mengobati penyakit wasir, dan berkhasiat mengobati penyakit encok." (IRIB Indonesia)

...:::::: Kesombongan :::::::...

..::Bismillahirrohmaanirrohim::..

“Dan janganlah kamu menganggap dirimu suci, Dia-lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (An-Najm [53]: 32).

Suatu hari seorang Sahabat mencap temannya yang selalu berpakaian bagus dan berpenampilan mewah sebagai orang yang sombong. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyangkal pernyataan tersebut. Sebaliknya, beliau mendefinisikan orang sombong adalah yang “menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain”.

Orang yang merasa dirinya suci termasuk bagian dari kesombongan, karena telah menempatkan dirinya pada posisi tertentu yang secara spiritual lebih tinggi dibanding yang lain. Jika perasaan suci itu dinampakkan secara pasif disebut ujub, tapi jika sudah dimanifestasikan secara aktif menjadi kibr atau takabur (kesombongan). Baik kesombongan yang disembunyikan (pasif) maupun kesombongan yang dinampakkan (aktif) sama bahayanya, baik untuk diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.

Makhluk pertama yang menunjukkan secara terang-terangan kesombongannya adalah iblis, hanya karena ia merasa “bahan bakunya” lebih baik dibanding dengan bahan baku Adam. Ia menolak dipersamakan dengan Adam, apalagi harus sujud kepadanya. Perbedaan bahan baku itulah yang menginspirasi iblis menyombongkan diri di hadapan penciptanya sendiri, Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf [7]: 12).

Inspirasi kesombongan itu bisa tercetus dari berbagai hal yang dianggap istimewa atau lebih dari yang lain. Seseorang bisa menyombongkan kekuasaan yang dimilikinya, sebagaimana Fir’aun yang berkata, “Bukankah kerajaan Mesir itu milikku….?” (Az-Zukhruf [43]: 51).

Bisa juga orang menyombongkan kekayaannya, sebagaimana Qarun yang mengklaim, “Sesungguhnya aku diberi harta itu hanya karena ilmu yang ada padaku.” (Al-Qashash [28]: 78).
Orang berilmu bisa jadi menyombongkan kepandaiannya, padahal ilmu yang diberikan kepada manusia itu amat sangat sedikit.

Wahai orang-orang yang sombong, seandainya bukan karena hijab dari Allah Ta’ala sesungguhnya tidak sedikitpun tampak kebaikan pada diri kalian. Seandainya Allah membuka hijab kita, akan terbukalah berbagai skandal besar dan kecil yang sangat memalukan. Ilmu yang kita sombongkan melalui gelar, sertifikat, strata kesarjanaan, dan lain sebagainya bisa jadi hasil dari sebuah kecurangan. Pernahkan kita menyontek? Menyadur karya orang lain secara sembunyi-sembunyi? Mendebat tanpa ilmu? Berlagak tahu padahal tidak tahu?
Kalau bukan karena Allah menutupi kelemahan kita, sungguh tak seorang pun hormat kepada kita. Boleh jadi kita saat ini menjadi pemimpin yang dihormati, tapi di balik itu sungguh banyak perilaku tak terpuji yang tak patut ditiru atau diteladani. Kalau orang lain mengetahui, sungguh kita malu sendiri.

Ketahuilah, orang-orang yang telah berceloteh tentang kemuliaan garis keturunannya adalah orang yang gagal. Orang yang berbicara tentang kejayaan masa lalunya adalah orang-orang yang bodoh. Sedangkan orang-orang yang membanggakan kesalehannya dan mempersaksikan kepada orang lain adalah orang yang tertipu. Orang yang mengatakan dirinya suci adalah orang yang patut disangsikan kebenarannya.

Biarlah Allah yang menilai apakah kita termasuk golongan yang suci, sebab Dia-lah yang Maha Tahu dan mempersaksikan setiap perilaku, sikap, dan apa pun yang tersembunyi dari pikiran dan perasaan kita yang paling dalam.

Wallahu A'lam bhis showab.

~ ♥ ~ CARA RASULULLAH SAW MENJAGA KESIHATAN DIRI ~ ♥ ~

~ ♥ ~ CARA RASULULLAH SAW MENJAGA KESIHATAN DIRI ~ ♥ ~

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasulullah mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh bagi melaksanakan solat sunat, solat fardhu dan solat Subuh secara berjemaah.

Hal ini memberi hikmah yang mendalam antaranya mendapat limpahan pahala, kesegaran udara subuh yang baik terutama untuk merawat penyakit tibi serta memperkuatkan akal fikiran.

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasulullah sentiasa bersih dan rapi. Setiap Khamis atau Jumaat, Baginda mencuci rambut halus di pipi, memotong kuku, bersikat serta memakai minyak wangi.

“Mandi pada hari Jumaat adalah sangat dituntut bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan pemakai harum-haruman.” (HR. Muslim)

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

TIDAK PERNAH MAKAN BERLEBIHAN
Sabda Rasulullah w yang bermaksud: “Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk tiga benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.

Bahkan ada satu pendidikan khusus bagi umat Islam iaitu dengan berpuasa pada Ramadan bagi menyeimbangkan kesihatan selain Nabi selalu berpuasa sunat.

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

GEMAR BERJALAN KAKI
Rasulullah berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad dan mengunjungi rumah sahabat. Apabila berjalan kaki, peluh pasti mengalir, roma terbuka dan peredaran darah berjalan lancar.

Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. Berbanding kita sekarang yang lebih selesa menaiki kenderaan. Kalau mahu meletakkan kenderaan, mesti letak betul-betul di hadapan tempat yang hendak kita pergi.

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah ‘jangan marah’ diulangi sampai tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kesihatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasad, tetapi lebih kepada kebersihan jiwa.

Ada terapi yang tepat untuk menahan perasaan marah iaitu dengan mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka hendaklah kita duduk dan apabila sedang duduk, maka perlu berbaring.

Kemudian membaca Ta’awwudz - A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim - kerana marah itu daripada syaitan, segera mengambil wudhu’ dan solat dua rakaat bagi mendapat ketenangan serta menghilang kan gundah di hati.

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis memberikan kesan emosional yang mendalam bagi kelapangan jiwa selain perlu banyakkan sabar, istiqamah, bekerja keras serta tawakkal kepada ALLAH SWT.

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

TIDAK PERNAH IRI HATI
Bagi menjaga kestabilan hati dan kesihatan jiwa, semestinya kita perlu menjauhi daripada sifat iri hati. “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah.”

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

PEMAAF
Pemaaf adalah sifat yang sangat dituntut bagi mendapatkan ketenteraman hati dan jiwa. Memaafkan orang lain membebaskan diri kita daripada dibelenggu rasa kemarahan.

Sekiranya kita marah, maka marah itu melekat pada hati. Justeru, jadilah seorang yang pemaaf kerana yang pasti badan sihat.

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

“BAHAGIA sebenarnya bukan MENDAPAT tetapi dengan MEMBERI. Sebenarnya, banyak lagi cara hidup sihat Rasulullah SAW. Semoga hati kita semakin dekat dengan Nabi yang amat kita rindukan pertemuan dengannya.”

✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪✪

Malu

Malu adalah lambang iman
yang akan membawa
seseorang ke syurga.
Malu dan amanah adalah
perkara yang mula-mula sekali
hilang dari dunia ini, sebab itu
mintalah dengan ALLAH untuk
kedua-duanya.(Riwayat Bukhari).

Pemalu bukan sahaja
memperlihatkan kemanisan
akhlak dan ketinggian akidah
seseorang wanita.

Malah,memelihara diri wanita itu
sendiri daripada kehinaan dan
kemusnahan peribadi secara
beransur-ansur. Ingatlah kita
ini diperhatikan hakikatnya.

Diperhatikan oleh ALLAH dan
para malaikat untuk dinilai
buat tuaian ladang akhirat.

Diperhatikan oleh manusia juga
untuk dicontohi. Diperhatikan
juga oleh musuh untuk
dipergunakan.

Seorang pujangga mengatakan,
Hidupnya wajah berkat malu,
sebagaimana tanaman berkat
air.”

Malu adalah kunci segala
kebaikan, maka tanamlah sifat
malu supaya kita menjadi
manusia yang lebih
berintegriti .

** KEAJAIBAN SHOLAT MENURUT ILMU KESEHATAN CHINA ( RAHASIA WAKTU-WAKTU SHOLAT FARDHU ) **

Assalamualaikum warohmatullohi wa barokaatuh

"Sesungguhnya sholat bagi orang mukmin ialah kewajiban yang tertentu (telah di tetapkan) waktunya " (QS.AN-NISA :103)

Waktu2 SHOLAT mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai dengan siklus alam semesta waktu-waktu sholat yang kita lakukan sangat sesuai kaidah dan ketentuan sistem terapi dalam ilmu kesehatan china.

SHOLAT SHUBUH :Terapi Paru-Paru
>> waktu pelaksana'an sholat shubuh adalah sejak terbit fajar sampai hampir terbit matahari. Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernafasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih , oksigen masih segar . Dari paru-paru darah mengambil "bahan bakar" yang masih baru dan bersih akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih..

Penelitian mutakhir dalam ilmu medis barat juga mengungkap kebiasa'an bangun pada waktu shubuh di temukan di temukan pada dini hari sekitar pukul 3;00-5;00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru oleh karena itu biasanya pada durasi waktu ini penderita batuk akan mengalami batuk hebat ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran pernafasan.

Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang paling berpasangan usus besar merupakan pengatur panas dalam perut jantung termasuk organ yang memilki sifat panas yang berlebihan dengan pernafasan yang di lakukan pada sa'at udara benar-benar bersih kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru dan dengan demikian mendinginkan panas dalam perut.

SHOLAT DZHUHUR : Terapi Jantung dan Usus Kecil
>> waktu dzuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit hingga sa'at bayangan benda sama panjang dengan benda tersebut.

Jantung merupakan organ yang biasa di hubungkan dengan proses mental. beberapa bentuk tekanan emosional seperti pusing berdebar-debar , sesak nafas dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari penyakit jantung kemunduran chi jantung di tandai dengan kelemahan secara umum seperti bicara terengah-engah pernafasan yang pendek-pendek dan sering berkeringat jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah kaki dan tangan terasa dingin ini di namakan kemunduran chi jantung gelisah , lekas marah pusing kehabisan akal dan tidak bisa tidur adalah kemunduran darah jantung bisa juga terasa aliran darah yang deras pada telapak tangan dan wajah , serangan demam ringan dan berkeringat pada malam hari gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas jantung ini terlihat dalam serangan demam tinggi yang kadang-kadang di sertai dengan mengigau perasa'an berdebar-debar yang mengganggu kegelisahan yang sangat tidak dapat tidur dan sering mimpi buruk wajah berwarna merah padam lidah berwarna merah atau terasa panas dan sakit dan sering merasa panas ketika buang air kecil.

Waktu pelaksana'an sholat dzuhur sangat sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan china yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi waktu yang tepat untuk melaksanakn terapi organ jantung adalah pada pukul 11;00-13;00 waktu dzuhur adalah sa'at kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang dengan melakukan sholat dzuhur sebagai bentuk relaksi dan di padhukan dengan basuhan air wudhu panasi jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali akhirnya hal ini mempengaruhi sistem lainya karena fungsi jantung yang merupakan " penguasa " pembuluh-pembuluh jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang di butuhkan oleh organ-organ lainya tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.

SHOLAT ASHAR: Terapi Kandung Kemih
>> waktu ashar adalah setelah habus waktu dzuhur hingga terbenam matahari dalam ilmu kesehatan china pada pukul 15:00-17:00 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada sa'at itu mulai terjadi kesesuaian secara perlahan secara hawa tubuh manusia dan hawa di sekitarnya perubahan dari hawa yang panas menuju dingin.

Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing dan mengeluarkanya dari tubuh jika fungsi trsebut berjalan terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme terjaga jika fungsi ini terhambat akan terjadi penumpukan cairan yang tidak bermanfa'at dan mengandung racun sehingga mempengaruhi kerja organ-organ internal lainya.

Jika ini terjadi proses pendinginan tingkat chi yang seharusnya di keluarkan menjadi menumpuk dan menimbulkan panas yang tinggi yang akhirnya mempengaruhi pula kerja ginjal,,jadi ibadah sholat ashar bermanfa'at untukmeningkatkan daya kerja kandung kemih sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang di akibatkan oleh proses kimiawi tubuh yang berlangsung selama aktivitas sepanjang siang.

SHOLAT MAGHRIB : Terapi Ginjal
>> waktu maghrib di laksanakan pada waktu sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya mega merah di sebelah barat ,ginjal dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan kedua organ tersebut mengontrol tulang-tulang sumsum dan otak bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi pertumbuhan , perkembangan dan reproduksi kesehatan .

Kedua organ internal ini tercermin pada kondisi rambut kepala mereka memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan mengendalikan cairan tubuh dan juga keseimbangan panas dan dingin yang sangat fundamental bagi tubuh.

Untuk mengetahui gejala-gejala kemunduran energy dingin ginjal sesungguhnya mudah biasanya , punggung bagian bawah terasa lemah dan sakit ada suara mendengung pada kedua telinga dan kehilangan ketajaman pendengaran wajah berwarna keabu-abuan dan gelap khususnya di bawah kedua mata . biasanya kepala terasa pusing haus dan berkeringat di malam hari dan sering masuk angin ringan.

Gejala-gejala kemunduran energy panas secara signifikan berkaitan dengan kehilangan energy atau panas serupa dengan kemunduran energy dingin ginjal ada dengungan pada telinga , pusing dan rasa sakit di punggung bawah namun rasa sakit inidi tandai dengan rasa dingin , lemah dan lesu yang sangat . Biasanya kemunduran energy dingin ginjal menimbulkan gangguan fungsi-fungsi limpa kecil dan paru-paru.

Di tinjau dari ilmu pengobatan china waktu pelaksana'an sholat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal waktu maghrib adalah sa'at-sa'at hawa udara semakin menurun dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energy di sekitarnya.

SHOLAT ISYA : Terapi Perikardium dan Triple Burner ( san jiao )
>> waktu isya di laksanakan setelah habis waktu maghrib hingga menjelang shubuh.

San jiao adalah konsep dalam ilmu kesehatan china yaitu sebuah organ fungsional yang tidak di kenal oleh ilmu kedokteran barat modern.

Menilik makna kata asalnya yaitu lapisan yang terletak di bawah kulit dan di antara otot-otot sebagian ahli mengajukan teori bahwa organ ini sama dengan sistem limfatik san jiao di anggap terutama bersifat energetik dan tidak memiliki komponen fisik.

Fungsi perikardium adalah membuang kelebihan energy jantung dang mengarahkanya pada titik laogong yang terletak pada pusat telapak tangan dari laogong kelebihan energy akan di lepaskan secara alamiyah sehingga terciptalah stabilitas tingkat energy jantung titik laogong di gunakan dalam ilmu kesehatan china untuk mengurangi suhu tubuh selama terkena sakit demam.

Waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ parikardium adalah pada pukul 19:00-21:00 pada waktu tersebut hawa di sekitar sudah mulai rendah dari pada hawa tubuh maka di perlukan penyesuaian sistem energy di dalam tubuh manusia untuk bisa menyesuaikan diri dengan hawa di sekitarnya.

Pada waktu pelaksana'an shalat isya di mulailah penurunan kerja organ internal yang telah di gunakan dalam aktivitas sehari-hari tubuh memasuki masa istirahat terutama kerja jaringan otot yang di gunakan untuk gerak dan berfikir
waktu isya bisa di sebut sebagai masa pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf.Proses pengistirahatan tubuh kemudian di sempurnakan dengan tidur pada malam hari.

Catatan Kaki:
Paparan di atas tidaklah mutlak untuk menyatakan bahwa alasan penetapan waktu shalat adalah untuk menyesuaikan dengan sirkulasi chi dalam tubuh manusia terlebih lagi untuk daerah-daerah subtropis panas , musim panas siang lebih panjang dari pada malam sehingga waktu pelaksana'an sholat pun bergeser oleh karenanya perlu di berikan penjelasan yang lebih khusus.

Namun teori sirkulasi chi ini dapat kita manfa'atkan untuk merenungkan keagungan perintah melaksanakan sholat pada waktunya.
perhatikan bagaimana untuk melaksanakan sholat kita di perintahkan untuk memperhatikan posisi matahari perubahan matahari menyebabkan pula perubahan suhu gelombang elektromagnetik dan lain-lain .

Ini semua mungkin bisa di anggap chi langit,seperti alam semesta tubuh kita pun mengalami siklus harian ilmu medis barat menemukan bahwa setiap hari berlangsung siklus metebolisme tubuh manusia, ilmu kesehatan china mengungkap adanya siklus chi harian dalam tubuh manusia.

Artikel dari sebuah buku yang berjudul :
keajaiban sholat menurut ilmu kesehatan china.

pengarang : lukman hakim saktiawan (guru kungfu dan fraktisi terapi pengobatan tradisional china )

Labels

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik