Medahulukan urusan akhirat


Pada masa Bani Ummayah berkuasa di Damaskus, hiduplah orang saleh bernama Hamid Al-Laffaf. Saat ini, ia sedang merasa bingung. Ketika ia hendak berangkat shalat Jumat, Hamid mendapat kabar kalau keledainya hilang dan tepung untuk persediaan makan mereka ikut menghilang.

"Betapa menyedihkan hidupku ini. Ladangku juga belum sempat aku sirami," pikir Hamid. "Jika aku pergi shalat Jumat, apakah kejadian buruk akan menimpaku juga?"
"Kenapa kau terlihat bingung?" tanya Istrinya yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya. "Berdiam diri tidak akan menyelesaikan semuanya," lanjutnya.

"Aku tahu. Kalaupun aku mencarinya sekarang, keledai kita mungkin sudah pergi jauh. Bukankah aku seka¬rang harus menunaikan shalat Jumat?" ucap Hamid.
"Kalau begitu, berangkatlah, Suamiku. Kau pasti lebih tahu yang seharusnya."
"Ya, dunia ini hanya jalan, sedangkan akhirat adalah tujuan kita. Janganlah hiruk-pikuk di tengahjalan memalingkan kita untuk mencapai tujuan. Aku memutuskan untuk mendahulukan urusan akhirat," tegas Hamid.

Hamid pun bersiap-siap untuk berangkat shalat Jumat. Kewajiban memang harus didahulukan. Sementa¬ra pekeijaan ditinggalkan, ia bertawakal kepada Allah. Ketika Hamid pulang dari masjid, sebelum sampai ke rumah, ia melewati ladangnya. Hamid sangat heran, ia melihat ternyata ladangnya sudah ada yang menyirami. Kemudian, ia sengaja pergi ke kandang dan keledainya pun sudah ada di sana. Ketika tiba di rumah, Hamid tak sabar bertanya pada istrinya. Rupanya, istrinya tengah membuat adonan tepung untuk membuat kue.

"Kau sudah mendapatkan tepungmu, Istriku. Demikian pula dengan keledaiku. Ia sudah ada di kandangnya dan ladangku sudah ada yang menyirami. Bisakah kau menjelaskan semua peristiwa ini?" tanya Hamid penasaran.
Istrinya menjelaskan, "Tadi aku mendengar suara ringkikan di luar rumah. Ternyata yang meringkik itu suara keledai kita. Ia ketakutan karena di belakangnya ada harimau. Setelah keledai masuk ke dalam rumah bersamaku, harimau itu pergi.

Lalu, aku masukkan ia ke kandang. Mengenai ladang, sebenarnya tadi ladang yang bersebelahan dengan ladang kita sedang disirami oleh pemiliknya. Namun, ia ketiduran dan airnya terus mengalir sampai ke ladang kita. Kalau masalah tepung, ternyata tepung milik kita terbawa pulang oleh tetangga kita yang sama-sama sedang menggiling tepungnya. Tetapi setelah ia sampai di rumah, ia baru sadar bahwa tepung itu bukan miliknya. Oleh karena itu, tadi ia mam¬pir ke sini untuk mengantarkan tepung milik kita."

Bukan main gembira dan bersyukurnya Hamid mendengar semua penjelasan istrinya. Ia lalu menengadahkan tangan dan berdoa. ‘Ya Allah, hamba telah melaksanakan satu kewajibanku kepada-Mu. Kau kemudian
membahasnya dengan menyelesaikan tiga pekeijaaanku. Demi Allah, hanya kepada-Mu hamba bersyukur."
"Sebenarnya, kita beribadah itu bukan untuk Allah, melainkan untuk diri kita sendiri. Karena Allah Maha Membalas terhadap hamba-hamba-Nya
yang bersyukur. "
READ MORE →
Bagikan Ke :

<=WANITA WANITA PENGHUNI SYURGA=>


Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???
(di telaah yaa..baca sampai akhir baru like n comment..okeey!)
===========
Kecantikan FISIK bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. SYUKURilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga.CANTIkanLah IMANmu. CANTIKLanLah HATI dan AKHLAKmu.

Sedangkan jika memang wajahmu sudah cantik, anggaplah itu bonus dari Allah yg wajib engkau syukuri dan kau gunakan dengan cara yg ma’ruf.
====================
Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”.

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”. Lalu ibnu Abbas mengatakan sebagaimana ygtertulis diatas.

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok?
Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya.

Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita kepada kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Sedangkan jika memang wajahmu sudah cantik, anggaplah itu bonus dari Allah yg wajib engkau syukuri dan kau gunakan dengan cara yg ma’ruf.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang mustajab dan dikabulkan oleh Allah.

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh…!!!
Subhanallah.

Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya.

Bagaimana dengan WANITA ZAMAN SEKARANG yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi saw berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.

Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad no.2599).

Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga.

Lalu Bagaimana dengan WANITA ZAMAN sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam...

by.Renungan dan Motivasi ifta notes.
READ MORE →
Bagikan Ke :

Yaa Allah ampuni Hamba





Ya Allah, Engkaulah Tuhanku,
tiada Tuhan kecuali Engkau.
Engkau ciptakan aku dan aku hambaMu.
Aku berada di atas janjiMu, semampuku.
Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan perbuatanku.
Aku mengakui banyak nikmatMu
yang telah Engkau anugerahkan kepadaku,
dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku,
Karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosa kecuali Engkau.

Aku mohon ampun kepada Allah,
yang tiada Tuhan kecuali Dia,
Yang Maha hidup kekal
dan senantiasa mengurus makhlukNya
dan kepadaNya lah aku bertaubat.
READ MORE →
Bagikan Ke :

JIKA ANDA DITANYA TENTANG JODOH



- Jawablah Seperti ini -

❥ TANYA : Kenapa lambat menikah??
❥ JAWAB : Karena ALLAH Maha Tahu
waktu yang Terbaik untukku..

❥ TANYA : Dah punya calon?? ❥ JAWAB : Sudah, karena setiap orang
telah ditetapkan jodoh masing-masing..

❥ TANYA : Siapa??
❥ JAWAB : Nanti ALLAH yang akan
memperkenalkannya kepadaku..

❥ TANYA : Kapan??
❥ JAWAB : Ketika kami sudah dipertemukan,
Insya ALLAH nanti di undang ke
Walikamatul'urus ku..
— subhanallah... .


JIKA ANDA DITANYA TENTANG JODOH - Jawablah Seperti ini - ❥ TANYA : Kenapa lambat menikah?? ❥ JAWAB : Karena ALLAH Maha Tahu waktu yang Terbaik untukku.. ❥ TANYA : Dah punya calon?? ❥ JAWAB : Sudah, karena setiap orang telah ditetapkan jodoh masing-masing.. ❥ TAN...
READ MORE →
Bagikan Ke :

Mengalami musibah



Jika seseorang mengalami sebarang musibah, akibat dari amalannya yang buruk, kemudian dengan sedikit sahaja tumpuan kepada Allah, dan pengakuan ke atas kelemahannya, maka kemurahan Allah akan bersamanya dan musibah tersebut dijadikan asbab kebaikan yang besar bagi dirinya.
READ MORE →
Bagikan Ke :

Jangan sampai terucap dari Lisan Ibumu melainkan keridhoan dan kebaikan untukmu, karena Allah mendengarkan do'a seorang ibu dan mengabulkannya.

Apabila seorang Ibu meridhoi anaknya dan doanya mengiringi setiap langkah anaknya, pastilah rahmat dan pertolongan Allah SWT akan selalu menyertainya..
sebaliknya Apabila hati seorang Ibu terluka lalu mengadu kepada Allah, mengutuk anaknya, pastilah cepat atau lambat si anak akan terkena do'a ibunya.. wal iyyadzubillaah

Jangan sampai terucap dari Lisan Ibumu melainkan keridhoan dan kebaikan untukmu, karena Allah mendengarkan do'a seorang ibu dan mengabulkannya.
.
Lembutkanlah hatimu, dekatkanlah, berbaktilah kepada ibumu, selagi masih ada waktu..

Rasulallah SAW bersabda;
"semoga hina, kemudian semoga hina, kemudian semoga hina."
kemudian Beliau di tanya: Siapa ya Rasulallah?" Beliau menjawab:
"Orang yang mendapati kedua orang tuanya di masa tua, salah satunya atau keduanya lalu ia tidak masuk surga.." HR. Muslim 6462.

ibumu.. kemudian ibumu.. kemudian ibumu... dan kemudian ayahmu

Menangislah wahai orang orang yang durhaka kepada orang tua..
mudah mudahan Hatimu menjadi lembut dan merasa Iba dengan Ibumu...
READ MORE →
Bagikan Ke :

Untuk semua sahabat yang ku kasihi


Bersabarlah semua yang menimpa kita
Semua hanya sebuah ujian dariNya,
Teguran buat kita,kerna kasih sayangNya
Juga jalanNya DIA agar kita mau mendekat kepadaNYA

Bismillaah...

Yaa Alloh yaa Robbi
KepadaMU kami memohon untuk kesembuhan sahabat2 kami yang jauh disana
Lindungi dirinya dan hilangkan dari rasa sakitnya...

Yaa Alloh…
Hilangkan rasa sakitnya
Darimu datangnya kesakitan
Dan kepadaMU lah datangnya kesembuhan
Ku hanya bisa berdoa untuk semua sahabat yang sekarang dalam ujianMU
Jaga mereka dan sembuhkan dia yaa Alloh

Yaa Alloh
Ku sayangi mereka
Ku cinta mereka
Duhai Dzat yang Maha Kasih

Hanya harap cemas dalam doa
Memohon belas kasihMU
Untuk kembuhkan sakitnya
READ MORE →
Bagikan Ke :

Memaafkan Itu Lebih Indah Dari Berdendam


Tidak ada manusia yang sempurna seperti manusia mulia Rosululloh SAW,maka di hari yang fitri ini kami memohon maaf atas kesalahan dan kesilafan baik yang di sengaja maupun tanpa sengaja menggores hati kalian.

Artikel artikel yang kami bagikan jika sekiranya itu berguna dan bermanfaat itu semata2 karena Alloh mudahkan kita dalam mempelajari agama mulia,ada bearnya artikel yang kami bagi itu semua datangnya dari Alloh semata dan jika ada kesalahan dalam artikel yang kami bagikan maka murni itu kesalahan dan kebodohan kami yang kurang ilmu.

Setiap hari di bumi ALLAH SWT, kita berhubungan dengan makhluk lain ciptaan ALLAH SWT terutamanya sesama manusia. Betapa ALLAH SWT amat memberatkan hambaNYA menjaga silaturrahim dan ukhwah sesama manusia. Dalam Al-Qur’an ALLAH SWT telah berfirman yang bermaksud : “Dan bertakwalah kepada ALLAH yang dengan (mempergunakan) namaNYA kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya ALLAH selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
(QS An Nisaa’ 4 : Ayat 1).

Hal ini diperkuatkan lagi dengan sabda baginda Rasulullah SAW yang bermaksud : “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”

Jadi adalah jelas betapa penting untuk kita menjaga ukhwah yang telah terjalin sesama manusia. Kerana menjaga ukhwah itu hakikatnya bukanlah sesuatu perkara yang mudah dilaksanakan.

Apabila terjadi perbalahan atau perselisihan faham, kadangkala amat sukar untuk kita memaafkan. Apatah lagi melupakan sesuatu yang menyakitkan hati dan perasaan. Lalu dendam kesumat menjadi jarum hasutan untuk kita memutuskan silaturahim. Kita selalu memberi alasan bahawa iman kita bukanlah sehebat iman seorang Nabi.

Yang terbaik buat kita hari ini adalah bersama-sama bangun kembali dengan semangat baru, ketulusan hati dan semangat persaudaraan. Jangan ada yang berkata: "Tiada maaf bagimu". Ahli hikmah mengatakan : Ingatlah dua hal dan lupakanlah dua hal. Lupakanlah kebaikanmu kepada orang lain dan lupakanlah kesalahan orang lain kepadamu.

Memaafkan itu indah
Memaafkan itu sedekah
Memaafkan itu mengundang Maghfirah-Nya
Memaafkan itu mengundang Rahmah-Nya

Memaafkan itu nikmat
Memaafkan itu enak
Memaafkan itu melapangkan perasaan
Memaafkan itu melapangkan kesusahan

Memaafkan itu membuka pintu-pintu cinta
Memaafkan itu membuka pintu-pintu dunia
Memaafkan itu membuka pintu-pintu bahagia
Memaafkan itu membuka pintu-pintu syurga

Memaafkan itu melepaskan masalah
Memaafkan itu melepaskan rasa susah
Memaafkan itu melepaskan rasa serba salah
Memaafkan itu melepaskan berbagai rasa resah

Memaafkan itu melancarkan pernafasan
Memaafkan itu melancarkan hubungan
Memaafkan itu menambah ketampanan
Memaafkan itu menambah kejelitaan

Memaafkan itu mengikhlaskan
Memaafkan itu menyehatkan
Memaafkan itu mendewasakan
Memaafkan itu mencerdaskan

Memaafkan itu membersihkan diri
Memaafkan itu mengundang rezeki
Memaafkan itu menenangkan hati
Memaafkan itu mengundang redha Ilahi

 “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).”Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H

READ MORE →
Bagikan Ke :

Pesan Bagi Para Hakim



Bapaknya Abu Nawas adalah Penghulu
Kerajaan Baghdad bernama Maulana. Pada suatu hari bapaknya Abu Nawas yang
sudah tua itu sakit parah dan akhirnya meninggal dunia.
Abu Nawas dipanggil ke istana. la diperintah Sultan (Raja) untuk mengubur
jenazah bapaknya itu sebagaimana adat Syeikh Maulana. Apa yang dilakukan
Abu Nawas hampir tiada bedanya dengan Kadi Maulana baik mengenai tatacara
memandikan jenazah hingga mengkafani, menyalati dan mendo'akannya, maka
Sultan bermaksud mengangkat Abu Nawas menjadi Kadi atau penghulu
menggantikan kedudukan bapaknya.
Namun... demi mendengar rencana sang Sultan.
Tiba-tiba saja Abu Nawas yang cerdas itu tiba-tiba nampak berubah menjadi
gila.
Usai upacara pemakaman bapaknya. Abu Nawas mengambil batang sepotong
batang pisang dan diperlakukannya
seperti kuda, ia menunggang kuda dari batang
pisang itu sambil berlari-lari dari kuburan bapaknya menuju rumahnya.
Orang yang melihat menjadi terheran-heran dibuatnya.

Pada hari yang lain ia mengajak anak-anak kecil dalam jumlah yang cukup
banyak untuk pergi ke makam bapaknya. Dan di atas makam bapaknya itu ia
mengajak anak-anak bermain rebana dan bersuka cita.
Kini semua orang semakin heran atas kelakuan Abu Nawas itu, mereka
menganggap Abu Nawas sudah menjadi gila karena ditinggal mati oleh
bapaknya.
Pada suatu hari ada beberapa orang utusan dari Sultan Harun Al Rasyid datang
menemui Abu Nawas.
"Hai Abu Nawas kau dipanggil Sultan untuk menghadap ke istana." kata wazir
utusan Sultan.
"Buat apa sultan memanggilku, aku tidak ada keperluan dengannya."jawab Abu
Nawas dengan entengnya seperti tanpa beban.
"Hai Abu Nawas kau tidak boleh berkata seperti itu kepada rajamu."
"Hai wazir, kau jangan banyak cakap. Cepat ambil ini kudaku ini dan mandikan
di sungai supaya bersih dan segar." kata Abu Nawas sambil menyodorkan
sebatang pohon pisang yang dijadikan kuda-kudaan.
Si wazir hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Abu Nawas.
"Abu Nawas kau mau apa tidak menghadap Sultan?" kata wazir
"Katakan kepada rajamu, aku sudah tahu maka aku tidak mau." kata Abu
Nawas.

"Apa maksudnya Abu Nawas?" tanya wazir dengan rasa penasaran.
"Sudah pergi sana, bilang saja begitu kepada rajamu." sergah Abu Nawas
sembari menyaruk debu dan dilempar ke arah si wazir dan teman-temannya.
Si wazir segera menyingkir dari halaman rumah Abu Nawas. Mereka laporkan
keadaan Abu Nawas yang seperti tak waras itu kepada Sultan Harun Al Rasyid.
Dengan geram Sultan berkata,"Kalian bodoh semua, hanya menghadapkan Abu
Nawas kemari saja tak becus! Ayo pergi sana ke rumah Abu Nawas bawa dia
kemari dengan suka rela ataupun terpaksa."
Si wazir segera mengajak beberapa prajurit istana. Dan dengan paksa Abu
Nawas di hadirkan di hadapan raja.
Namun lagi-lagi di depan raja Abu Nawas berlagak pilon bahkan tingkahnya
ugal-ugalan tak selayaknya berada di hadapan seorang raja.
"Abu Nawas bersikaplah sopan!" tegur Baginda.
"Ya Baginda, tahukah Anda....?"
"Apa Abu Nawas...?"
"Baginda... terasi itu asalnya dari udang !"
"Kurang ajar kau menghinaku Nawas !"
"Tidak Baginda! Siapa bilang udang berasal dari terasi?"
Baginda merasa dilecehkan, ia naik pitam dan segera memberi perintah kepada
para pengawalnya. "Hajar dia ! Pukuli dia sebanyak dua puluh lima kali"

Wah-wah! Abu Nawas yang kurus kering itu akhirnya lemas tak berdaya dipukuli
tentara yang bertubuh kekar.
Usai dipukuli Abu Nawas disuruh keluar istana. Ketika sampai di pintu gerbang
kota, ia dicegat oleh penjaga.
"Hai Abu Nawas! Tempo hari ketika kau hendak masuk ke kota ini kita telah
mengadakan perjanjian. Masak kau lupa pada janjimu itu? Jika engkau diberi
hadiah oleh Baginda maka engkau berkata: Aku bagi dua; engkau satu bagian,
aku satu bagian. Nah, sekarang mana bagianku itu?"
"Hai penjaga pintu gerbang, apakah kau benar-benar menginginkan hadiah
Baginda yang diberikan kepada tadi?"
"lya, tentu itu kan sudah merupakan perjanjian kita?"
"Baik, aku berikan semuanya, bukan hanya satu bagian!"
"Wan ternyata kau baik hati Abu Nawas. Memang harusnya begitu, kau kan
sudah sering menerima hadiah dari Baginda."
Tanpa banyak cakap lagi Abu Nawas mengambil sebatang kayu yang agak besar
lalu orang itu dipukulinya sebanyak dua puluh lima kali.Tentu saja orang itu
menjerit-jerit kesakitan dan menganggap Abu Nawas telah menjadi gila.
Setelah penunggu gerbang kota itu klenger Abu Nawas meninggalkannya begitu
saja, ia terus melangkah pulang ke rumahnya.
Sementara itu si penjaga pintu gerbang mengadukan nasibnya kepada Sultan
Harun Al Rasyid.

"Ya, Tuanku Syah Alam, ampun beribu ampun. Hamba datang kemari
mengadukan Abu Nawas yang teiah memukul hamba sebanyak dua puluh lima
kali tanpa suatu kesalahan. Hamba mohom keadilan dari Tuanku Baginda."
Baginda segera memerintahkan pengawal untuk memanggil Abu Nawas. Setelah
Abu Nawas berada di hadapan Baginda ia ditanya."Hai Abu Nawas! Benarkah kau
telah memukuli penunggu pintu gerbang kota ini sebanyak dua puluh lima kali
pukulan?"
Berkata Abu Nawas,"Ampun Tuanku, hamba melakukannya karena sudah
sepatutnya dia menerima pukulan itu."
"Apa maksudmu? Coba kau jelaskan sebab musababnya kau memukuli orang
itu?" tanya Baginda.
"Tuanku,"kata Abu Nawas."Hamba dan penunggu pintu gerbang ini telah
mengadakan perjanjian bahwa jika hamba diberi hadiah oleh Baginda maka
hadiah tersebut akan dibagi dua. Satu bagian untuknya satu bagian untuk saya.
Nah pagi tadi hamba menerima hadiah dua puluh lima kali pukulan, maka saya
berikan pula hadiah dua puluh lima kali pukulan kepadanya."
"Hai penunggu pintu gerbang, benarkah kau telah mengadakan perjanjian
seperti itu dengan Abu Nawas?" tanya Baginda.
"Benar Tuanku,"jawab penunggu pintu gerbang.
"Tapi hamba tiada mengira jika Baginda memberikan hadiah pukulan."
"Hahahahaha IDasar tukang peras, sekarang kena batunya kau!"sahut
Baginda."Abu Nawas tiada bersalah, bahkan sekarang aku tahu bahwa penjaga
pintu gerbang kota Baghdad adalah orang yang suka narget, suka memeras
orang! Kalau kau tidak merubah kelakuan burukmu itu sungguh aku akan
memecat dan menghukum kamu!"

"Ampun Tuanku,"sahut penjaga pintu gerbang dengan gemetar.
Abu Nawas berkata,"Tuanku, hamba sudah lelah, sudah mau istirahat, tiba-tiba
diwajibkan hadir di tempat ini, padahal hamba tiada bersalah. Hamba mohon
ganti rugi. Sebab jatah waktu istirahat hamba sudah hilang karena panggilan
Tuanku. Padahal besok hamba harus mencari nafkah untuk keluarga hamba."
Sejenak Baginda melengak, terkejut atas protes Abu Nawas, namun tiba-tiba ia
tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha...jangan kuatir Abu Nawas."
Baginda kemudian memerintahkan bendahara kerajaan memberikan sekantong
uang perak kepada Abu Nawas. Abu Nawas pun pulang dengan hati gembira.
Tetapi sesampai di rumahnya Abu Nawas masih bersikap aneh dan bahkan
semakin nyentrik seperti orang gila sungguhan.
Pada suatu hari Raja Harun Al Rasyid mengadakan rapat dengan para
menterinya.
"Apa pendapat kalian mengenai Abu Nawas yang hendak kuangkat sebagai
kadi?"
Wazir atau perdana meneteri berkata,"Melihat keadaan Abu Nawas yang
semakin parah otaknya maka sebaiknya Tuanku mengangkat orang lain saja
menjadi kadi."
Menteri-menteri yang lain juga mengutarakan pendapat yang sama.
"Tuanku, Abu Nawas telah menjadi gila karena itu dia tak layak menjadi kadi."
"Baiklah, kita tunggu dulu sampai dua puluh satu hari, karena bapaknya baru
saja mati. Jika tidak sembuh-sembuh juga bolehlah kita mencari kadi yang lain
saja."

Setelah lewat satu bulan Abu Nawas masih dianggap gila, maka Sultan Harun Al
Rasyid mengangkat orang lain menjadi kadi atau penghulu kerajaan Baghdad.
Konon dalam seuatu pertemuan besar ada seseorang bernama Polan yang sejak
lama berambisi menjadi Kadi, la mempengaruhi orang-orang di sekitar Baginda
untuk menyetujui jika ia diangkat menjadi Kadi, maka tatkala ia mengajukan
dirinya menjadi Kadi kepada Baginda maka dengan mudah Baginda
menyetujuinya.
Begitu mendengar Polan diangkat menjadi kadi maka Abu Nawas mengucapkan
syukur kepada Tuhan.
"Alhamdulillah aku telah terlepas dari balak yang mengerikan.
Tapi.,..sayang sekali kenapa harus Polan yang menjadi Kadi, kenapa tidak yang
lain saja."
Mengapa Abu Nawas bersikap seperti orang gila? Ceritanya begini:
Pada suatu hari ketika ayahnya sakit parah dan hendak meninggal dunia ia
panggii Abu Nawas untuk menghadap. Abu Nawas pun datang mendapati
bapaknya yang sudah lemah lunglai.
Berkata bapaknya,"Hai anakku, aku sudah hampir mati. Sekarang ciumlah
telinga kanan dan telinga kiriku."
Abu Nawas segera menuruti permintaan terakhir bapaknya. la cium telinga
kanan bapaknya, ternyata berbau harum, sedangkan yang sebelah kiri berbau
sangat busuk.
"Bagamaina anakku? Sudah kau cium?"
"Benar Bapak!"

"Ceritakankan dengan sejujurnya, baunya kedua telingaku int."
"Aduh Pak, sungguh mengherankan, telinga Bapak yang sebelah kanan berbau
harum sekali. Tapi... yang sebelah kiri kok baunya amat busuk?"
"Hai anakku Abu Nawas, tahukah apa sebabnya bisa terjadi begini?"
"Wahai bapakku, cobalah ceritakan kepada anakmu ini."
Berkata Syeikh Maulana "Pada suatu hari datang dua orang mengadukan
masalahnya kepadaku. Yang seorang aku dengarkan keluhannya. Tapi yang
seorang lagi karena aku tak suaka maka tak kudengar pengaduannya. Inilah
resiko menjadi Kadi (Penghulu). Jia kelak kau suka menjadi Kadi maka kau akan
mengalami hai yang sama, namun jika kau tidak suka menjadi Kadi maka
buatlah alasan yang masuk akal agar kau tidak dipilih sebagai Kadi oleh Sultan
Harun Al Rasyid. Tapi tak bisa tidak Sultan Harun Al Rasyid pastilah tetap
memilihmu sebagai Kadi."
Nan, itulah sebabnya Abu Nawas pura-pura menjadi gila. Hanya untuk
menghindarkan diri agar tidak diangkat menjadi kadi, seorang kadi atau
penghulu pada masa itu kedudukannya seperti hakim yang memutus suatu
perkara. Walaupun Abu Nawas tidak menjadi Kadi namun dia sering diajak
konsultasi oleh sang Raja untuk memutus suatu perkara. Bahkan ia kerap kali
dipaksa datang ke istana hanya sekedar untuk menjawab pertanyaan Baginda
Raja yang aneh-aneh dan tidak masuk akal.
oo000oo
READ MORE →
Bagikan Ke :

"Sakit Itu Ibadah "



Ketika sakit menimpa, kita sering panik. Dalam benak kita hanya terpikirkan obat, dokter, atau klinik. Pikiran itu tidak salah karena obat dan dokter adalah proses ikhtiar. Yang harus kita pahami betul bahwa Alllah SWT. yang menyembuhkan kita bukan dokter atau obat.

Ilmu dokter adalah sangat terbatas, bagaikan setetes air dalam samudera dibandingkan dengan ilmu Allah. DIA menguji manusia dengan sakit dan bersamaan dengan itu pula tentu bertaburan hikmah didalamnya.

Dibalik kesusahan itu ada hikmahnya sebagaimana firman Allah SWT. berikut :

“Karena sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Al Insyirah /94 ayat 5 dan 6)

Ketidakpahaman terhadap hakikat sakit ini, sering kita panic, bersikap reaktif, emosional, menyalahkan kondisi bahkan menyalahkan Sang Pencipta. Padahal sakit itu juga merupakan ibadah. Bukalah akal hati kita, berdo’alah, berikhtiarlah dan tabahlah menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan itu, karena kehidupan ini memang didesain oleh Allah sebagai tempat ujian.

Allah menguji keimanan dan kesabaran manusia baik ketika sakit atau sehat untuk beriman dengan benar yang pembuktian keimanannnya diwujudkan dengan mengerjakan amal-amal sholeh.

Salah satu amal sholeh ketika sedang sakit adalah tabah dan gigih dalam usaha untuk berobat dan mencari kesembuhan. Oleh karena itu, mari kita sikapi dengan baik bila atau ada anggota keluarga yang menderita sakit untuk senantiasa mawas diri terhadap kesalahan untuk kita perbaiki.

Apapun jenis sakit yang diderita oleh orang beriman termasuk sakit karena “tertusuk” duri, apabila dijalani dengan sabar dalam menyikapinya, dan gigih dalam usaha pengobatannya dan diawali dengan mawas diriterhadap keslahan-kesala
han kita, bisa menggugurkan dosa sebagaimana hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan juga Muslim.

“Tidak ada musibah yang menimpa seperti keletihan, kelesuan, sakit, duka, susah atau gangguan sekedar tusukan duri melainkan Allah akan menghapus sebagian dosanya.” (Bukhari – Muslim)
READ MORE →
Bagikan Ke :

Renungan - kisah lilin dan anak miskin

Ada seorang gadis lajang yang pindah rumah, dia menemukan penghuni tetangganya adalah keluarga yang miskin, seorang janda dengan 2 anak.

Suatu malam di daerah itu tiba-tiba mati lampu, lalu gadis lajang itu dengan bantuan cahaya dari HP nya mau mengambil lilin di dapur untuk dinyalakan, tidak lama kemudian terdengar ada yang mengetuk pintu rumahnya, ternyata yang mengetuk pintu adalah anak dari sebelah rumah yang miskin.

Anak itu dengan panik bertanya pada si gadis, " Kakak, apakah kakak punya lilin?"

Gadis itu berpikir : “Ternyata mereka sangat miskin sampai lilin saja mereka tak punya?” Dan saat itu si gadis punya pemikiran lain lagi yaitu jangan pinjamkan apapun pada mereka daripada nanti jadi satu kebiasaan. Maka si gadis menjawab dengan setengah berteriak, “TIDAK ADA!” lalu ia bergegas hendak menutup pintu.

Namun tiba-tiba si anak miskin itu berkata riang, “Saya sudah menduga kakak pasti tidak punya lilin.” Selesai berbicara, anak itu mengeluarkan 2 batang lilin dari dalam sakunya dan berkata, “Mama dan saya khawatir pada kakak, karena kakak tinggal sendirian, apalagi sampai tidak mempunyai lilin, maka saya membawakan 2 batang lilin untuk kakak.”

Saat itu juga, gadis itu merasa bersalah, dengan hati yang tergugah dan linangan airmata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat.

Anak kecil yang membawakan lilin itu, meskipun ia miskin tetapi memiliki hati yang kaya; ia kaya dalam memberi, ia kaya dalam berbuat kebajikan, ia kaya dalam menunjukkan perhatian kepada orang lain, bahkan ia juga kaya dengan sukacita dan semangat. Di sisi sebaliknya, gadis penghuni rumah baru itu, meskipun ia serba berkecukupan tetapi sesungguhnya hatinya miskin; terbukti dengan ia mengalami kesulitan untuk memberi kepada orang lain, ia miskin dalam kebajikan, ia miskin dalam berpikir positif.

Sahabat,janganlah kita mudah BERPRASANGKA,
dan BERBAGILAH...
Karena kekayaan tidak tergantung
berapa banyak kita PUNYA,
tetapi berapa banyak
KITA BISA MEMBERI

copas kiriman inbok dari sahabat fillah

Semoga bisa diambil hikmah nya
READ MORE →
Bagikan Ke :

IBU

langkah demi langkah tlah terhentak
peluh tlah bertetesan
air mata talh berderai
......
ibu
tlah kau hujamkan matamu
tuk menentang sang surya
tlah kau hentakan kakimu
tuk menindas bumi
tlah kau mantapkan hatimu
tuk taklukan sang waktu

ibu
begitu basar nan indah
mahlegai cinta yang kau berikan
begitu suci kasih yang tlah kau ciptakan

ibu
aku malu.....pada mu
begitu besar pengorbanan mu
untuk ku.........
namun ku tak bisa membalas nya

ibu
aku takut
takut kehilangan perhatian, kasih sayang dari mu

ibu
tlah kau luangkan begitu banyak waktu
hanya tuk menjaga ku
tlah kau hempaskan kepentingan mu
hanya tuk mengurusku

ibu.
remuk hati ini......melihat mu menangis
hancur raga ini melihatmu terluka
mati raga ini bila kau tiada

ibu
senyumanmu...adalah surga dan kebahagiaan ku
tawa mu adalah lembutkan egoku
kebahagianmu adalah kesempurnaan hidupku...
READ MORE →
Bagikan Ke :

MANUSIA TERLAHIR DENGAN FITRAH

Di dalam AlQuran dan Al Hadits, persoalan fitrah memperoleh perhatian yang sangat besar,sebab kedua sumber tersebut memiliki perspektif tersendiri,tent ang manusia ketika keduanya mengatakan bahwa manusia mempunyai fitrah.Pengerti an fitrah itu sendiri berasal dari perkataan Arab, yang bermaksud dan menunjukkan sifat,asal kejadian,bakat, tabiat atas pemberian atau anugerah, yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ketetapan kepada manusia.

Pada hakikatnya semua manusia dengan fitrahnya ,dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih, Murtadha Muthahhari Ulama dan Pemikir Islam dalam karyanya Al Fitrah Menyatakan “istilah fitrah (al fitrah) digunakan untuk manusia, yang merupakan bawaan alami artinya’ia merupakan sesuatu yang melekat dalam diri manusia (bawaan), dan bukan sesuatu yang diperoleh melalui usaha (Mukhtasabah) sejak lahir.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“ Tidaklah seorang itu dilahirkan Melainkan ia telah berada diatas Fitrah, Maka Ayah dan Ibunya yang menjadikan ia Yahudi ataupun Nasrani ataupun Majusi. (HR. Bukhari).

Allah Subhanahu wa Ta’ala memulai ciptaan-Nya dengan Kekuasaan-Nya dengan sebaik-baiknya, dan membuatnya berdasarkan kehendak-Nya dengan sebaik-baiknya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menjalankan mereka pada jalan Iradah-Nya,arti nya Allah Subhanahu wa Ta’ala menjalankan dan menempatkan mereka dijalan untuk mereka lalui. Dan menurunkan mereka ke dunia untuk menempuh Mahabah-Nya, baik secara sadar atau tidak, mereka menempuh Mahabah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam), sesuai Fitrah ALLAH. (Tetaplah atas) Fitrah ALLAH yang menjadikan (menciptakan) manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan ALLAH (itulah) Agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Ar Rum : 30)

Makna ayat diatas mengandung arti, keadaan dengan fitrah itu manusia diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan keadaan tertentu yang didalamnya terdapat kekhususan-kekh ususan, yang ditempatkan-Nya dalam diri manusia saat ia diciptakan,dan keadaan itulah yang menjadi fitrahnya.Dan manusia diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,membawa fitrah dalam kejadian beragama yang benar (hanif atau tauhid). Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala,adalah Al Mukhtari “(Yang menciptakan tanpa contoh)”, Sedangkan manusia adalah Al Taqlid “(Membuat sesuatu dengan mengikuti contoh)”.Manusi a hanyalah mengikuti, bahkan disaat membuat sesuatu yang baru sekalipun,sebab mengandung unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya,dan mengambil contoh dari alam dan merancangnya sesuai dengan pola-pola yang ada di alam semesta.

Murtadha Muthahhari lebih tegas menyatakan bahwa, di dalam Al Ma’arif Al Islamiyah, Nahj Al Balaqhah,dan kitab-kitab lain disebutkan secara jelas , bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak pernah mencotoh dalam penciptaan yang dilakukan-Nya,s emua Ciptaan-Nya tidak didahului oleh contoh sebelumnya, karena itu, fitrah yang dengan itu Allah Subhanahu wa Ta’ala, menciptakan manusia suatu karya yang tidak memiliki contoh dan tidak meniru karya sebelumnya.

Sesungguhnya ayat-ayat Al Quran menerangkan, bahwa manusia mempunyai fitrah, yakni fitrah keagamaan, dan agamanya adalah Islam, Semenjak Nabi Adam Alaihi Salam hingga Nabi penutup Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.Sementar a itu ajaran-ajaran Nabi-Nabi pun dibangun diatas landasan menghidupkan dan memupuk kesadaran fitrah, dan apa yang disodorkan oleh para Nabi tersebut adalah fitrah kemanusiaan itu pula.

Al Quran menegaskan bahwa, ajaran yang disampaikan Nabi Nuh Alaihi Salam, adalah Agama,namanya adalah tauhid (Islam),ajaran yang dibawah Nabi Ibrahim Alaihi Salam adalah tauhid (Islam),dan ajaran yang yang disampaikan oleh Nabi Musa,Nabi Isa,dan seluruh Nabi adalah Agama, dan semua adalah Tauhid (Islam).

Dengan mengetahui hakikat fitrah manusia, dan menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pencipta paling baik dan Maha Sempurna,maka akan mengantarkan kita mengenal diri sendiri, karena Kunci pengenalan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, adalah ketika kita mengenal diri sendiri. Imam Abu Hamid Al Ghazali mengatakan’bahw a setiap insan wajib mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang merupakan fitrah manusia dalam usaha, mengenali dirinya untuk menjadi Insan yang Bertaqwa.

Pada dasarnya manusia diciptakan, sebagai makhluk pencari kebenaran.Hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang telah mencapai tingkatan Al Aarif Billah, yaitu ketika insan sudah mencapai tingkatan mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala , dan mengabdi dengan ikhlas,apa yang dilakukan semata-mata karena Kecitaan dan Keridhaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagaimana kita maklumi bersama, dalam diri manusia tersusun bantuk lahir/Jasmani (Jasad),dan dalam bentuk rohani/ bathin (qalbu atau jiwa). Untuk lebih dekat kita memulai merenungi,dengan kejadian manusia itu sendiri, ketika dari nutfah (sari pati tanah), kemudian disimpan ditempat yang kokoh (rahim).

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Dan sungguh,KAMI (ALLAH) telah Menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah.Kemudian KAMI Menjadikan sari pati (nutfah), yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim)… ” (QS. Mu’minun : 12&13) )

“Kemudian (nutfah) itu KAMI Jadikan sesuatu yang melekat,lalu sesuatu yang melekat itu KAMI Jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu KAMI Jadikan tulang belulang,lalu tulang belulang itu KAMI bungkus daging.Kemudian KAMI menjadikannya mahluk yang (Berbentuk) lain. Maha Suci ALLAH Pencipta paling Baik..” (QS. Al Mu’minun : 14).

“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu mengeluarkan dari Sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka, dan ALLAH mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya Berfirman), Bukankah AKU ini Rabb kalian? “mereka menjawab, “Benar (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi .” ( Hal ini Kami lakukan) agar di Hari Kiamat kalian tidak mengatakan, “ Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”(QS. Al A’raf :172)

Ayat diatas cukup jelas menerangkan bahwa, proses awal diciptakan manusia,oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,mulai dari nutfah kemudian berbentuk, dan kemudian di lanjutkan dengan (QS Al A’raf :127), ayat ini menjelaskan setelah manusia terbentuk dan diberi roh , sebelum lahir ke muka bumi ini pernah dimintai kesaksiannya, mereka Menyaksikan dan Mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan baik, kemudian hal itu mereka bawa terus hingga lahir ke dunia, dan sampai akhirnya kelak di hari kiamat.

Sahabat-saudara ku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian semoga manfaat buat kita semua,sebagai Renungan’. Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aam iin Allahum Aamiin.Walhamdu lillah Rabbil’alamin .
READ MORE →
Bagikan Ke :

40 Keistimewaan Wanita Menurut Islam

bismillaahirrohmaanirrohiim

40 Keistimewaan Wanita Menurut Islam
Berikut merupakan keistimewaan wanita menurut Islam, menunjukkan betapa Islam begitu menghormati dan menghargai para wanita yang sholehah. Berbahagialah engkau wahai bidadari penghuni syurga…… !

1. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh.

2. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah Subhanahu Wataala dan orang yang takutkan Allah Subhanahu Wataala akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

3. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.

4. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.

5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah ) di dalam syurga.

6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan se Suatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).

12. Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap pria?” tanya Aisyah kembali, Jawab Rasulullah S.A.W. “Ibunya.”

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki.

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah Subhanahu Wataala. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Subhanahu Wataala. menatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah Subhanahu Wataala mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah Subhanahu Wataala.

17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah Subhanahu Wataala memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah Subhanahu Wataala.

20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.

22. Rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

23. Wanita yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

24. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

28. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.

30. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

31. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

32. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

33. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

34. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

35. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

36. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo(2½ thn),maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

37. Jika wanita memicit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.

38. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.

39. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

40. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.
READ MORE →
Bagikan Ke :

Rosullulloh dan Bilal

bismillahirrahmanirrahim

Semenjak Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam diangkat oleh Allah Azza Wajjala menjadi Utusan-Nya, beliau tidak memiliki harta apapun karena seluruhnya dibelanjakan demi tegaknya Islam. Jika ada orang muslim yang tak punya pakaian mendatangi beliau, beliau biasa meminta bantuan Bilal, yang juga merupakan muadzin beliau, untuk meminjam sesuatu dari orang lain dan membelikan orang itu pakaian dan makanan.

Suatu saat, ada seorang dari kalangan musyrikin datang kepada Bilal. Orang itu mengetahui kebiasaan Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam. Ia berkata, “Wahai Bilal, aku bisa memberimu pinjaman. Karena itu pinjam saja padaku, tak usah kamu pinjam kepada orang lain.”Bilal pun menerima tawaran itu dengan senang hati. Sejak saat itu, Bilal pun terkadang meminjam pada orang itu.

Pada suatu hari, Bilal berwudhu lalu bergegas untuk mengumandangkan adzan, sementara orang musyrik itu sedang berdiri di tengah kerumunan pedagang. Ketika melihat Bilal, ia berseru, “Wahai Orang Habsyi!” Bilal menjawab, “Ya, ada apa?” Lalu ia berbicara dengan nada yang agak keras, “Tahukah kamu, berapa jarak antara kamu dan bulan depan?!” Bilal menjawab, “Sudah dekat.” Ia balik berkata lagi, “Sesungguhnya jarak antara kamu dan bulan depan adalah empat malam lagi. Pada saat itu aku akan menagih uang yang aku pinjamkan kepadamu. Karena sesungguhnya aku tidak pernah memberikan kamu sesuatu dikarenakan kemuliaanmu atau kemuliaan sahabatmu itu. Kalau kamu tak bisa membayar hutangmu itu, kamu harus menjadi budakku!” Lalu orang itu berlalu.

Bilal kemudian mengumandangkan adzan shalat. Ketika ia pulang shalat agak malam dan Nabi telah kembali ke rumahnya, Bilal meminta izin untuk bertemu beliau. Setelah diizinkan, Bilal bercerita pada Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam, “Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibuku aku rela jadi penebusnya, sesungguhnya orang musyrik yang telah saya ceritakan kepada engkau, menjadikan saya jaminan dari pinjaman yang diberikannya. Dia berkata begini dan begitu. Sementara engkau dan saya tidak memiliki sesuatu yang dapat membebaskan saya darinya karena dia sangat tidak beradab. Oleh karena itu, izinkan saya mencari beberapa orang Islam untuk mencari pinjaman, sampai Allah menganugerahkan rizki kepada Rasul-Nya untuk menebus saya.”

Keesokan harinya, seseorang menghampiri Bilal, “Wahai Bilal, kamu dipanggil Rasulullah.”

Bilal lalu bergegas ke rumah Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam. Di rumah beliau, Bilal melihat empat ekor unta tunggangan penuh dengan barang bawaannya. Kemudian Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam berkata kepada bilal, “Sesungguhnya Allah telah memberikan segalanya untuk membebaskan kamu.” Bilal sadar bahwa unta dan barang bawaannya itu adalah rizki tak disangka-sangka yang diturunkan Allah Azza Wajjala pada Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam.

Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam berkata lagi, “Maukah kamu membawa empat unta tersebut?” Bilal menjawab, “Tentu saja saya bersedia.”

Beliau berkata lagi, “Kamu berhak atas unta tersebut beserta semua barang bawaannya. Dan untuk kamu ketahui, bahwa barang yang dibawa olehnya adalah pakaian dan makanan. Semuanya saya berikan kepadamu. Sekarang pergilah dan bayarlah hutangmu.”

Lalu Bilal membawa unta tersebut dan membayar hutang-hutang Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam sampai tidak ada lagi hutang beliau yang tersisa. Akhirnya uang di tangannya tersisa dua dinar saja.

Ketika Bilal bergegas ke masjid saat matahari telah condong, Rasulullah tengah duduk sendirian di masjid. Ia lalu mengucap salam dan menghadap beliau. Beliau berkata kepada Bilal sambil tersenyum, “Apa yang telah kamu lakukan?”

Bilal menjawab, “Allah telah melunasi semua hutang Rasulullah sehingga tiada hutang lagi.”

Beliau bertanya lagi, “Adakah yang tersisa?” Bilal menjawab, “Ada wahai Rasulullah, yaitu dua dinar.”

Beliau berkata, “Secepatnya kamu bebaskan saya dari kedua dinar tersebut. Saya tidak ingin pulang sebelum kamu membebaskan saya dari kedua dinar tersebut.”

Bilal dan Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam pun menunggu, tetapi tidak ada orang yang datang ke masjid. Mereka terus menunggu sampai menjelang waktu subuh. Ketika menjelang sore pada hari kedua, ada dua orang pengendara kuda datang. Bilal pergi menemuinya dan memberikan pakaian serta makanan. Setelah Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam selesai shalat, beliau memanggil Bilal, “Apa yang telah kamu lakukan?”

Bilal menjawab, “Allah telah membebaskan engkau dari barang-barang tersebut.”

Beliau lalu bertakbir mengagungkan Allah dan memuji-Nya.

Subhanallah. Rasulullah shollallohu alaihi wa-sallam sangat sedih jika pada saat meninggal dunia, masih ada harta tersisa di tangannya.....

rindhu Engkau yaa Rosullulloh
READ MORE →
Bagikan Ke :

Cinta hakiki untuk Alloh

Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:

Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.

Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)
READ MORE →
Bagikan Ke :

WARNING...!!! WASPADAI KESYIRIKAN...

assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.

WARNING...!!!
WASPADAI KESYIRIKAN...

Doa Berlindung dari Kesyirikan

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك
لِمَا لَا أَعْلَمُ

Allaahumma Innii A'udzu bika an Usyrika bika wa Anaa A'lamuhuu wa Astaghfiruka Limaa Laa A'lamuhu

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad dan Shahih Abi Hatim serta yang lainnya, shahih)

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

Allaahumma Innaa Na'udzu bika min an Nusyrika bika wa Anaa A'lamuhuu wa Nastaghfiruka Limaa Laa A'lamuhu

"Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan kami memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad IV/403 dari Abu Musa al Asy'ari. Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Targhib wa al Tarhib I/121-122 no. 36)

Isi Kandungan Doa

Kedua doa di atas berbentuk isti'adzah (memohon perlindungan). Biasanya dipanjatkan dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan. Dalam hal ini adalah syirik. Karena syirik dapat mengakibatkan keburukan di dunia dan di akhirat, di antaranya:

1. Dosa syirik adalah dosa yang tidak terampuni, jika pelakunya meninggal di atasnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al Nisa': 48 dan 116)

2. Syirik menghalangi pelakunya dari surga dan menjadikannya kekal di dalam neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun." (QS. Al Maidah: 72)

Dari Ibnu Mas'ud radliyallah 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

"Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah, pasti ia masuk ke dalam neraka." (HR. al Bukhari)

3. Syirik menghapus pahala amal shalih yang telah dikerjakan oleh pelakunya.

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al Zumar: 65)

Seseorang yang pahala amal-nya terhapus karena perbuaan syiriknya, maka Allah tidak memberikan balasan sedikitpun terhadap amal tersebut. Sebaliknya Allah akan mengadzabnya karena kedzaliman dan penghinaannya kepada Allah dengan kesyirikan yang dia lakukan.

Akibat buruk di atas pantas dijatuhkan kepada seorang musyrik, karena perbuatan syirik adalah perbuatan dzalim dan dosa yang sangat besar. "Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar." (QS. Luqman: 13)

Abdullah bin Mas’ud radliyallah 'anhu berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau menjawab, “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang musyrik telah berlaku jahat terhadap hak Allah. Padahal Allah-lah sang pencipta, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan. Namun, seorang musyrik telah menentang dan mengingkari semua itu, bahkan dia memberikan ibadah dan penghormatan yang hanya menjadi hak Allah kepada selain-Nya yang bukan pencipta, bukan pemberi rizki, tidak menghidupkan dan mematikan.

Seorang muslim harus takut dan khawatir terhadap perbuatan syirik. Dia harus berhati-hati, jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan yang sangat buruk ini karena samarnya permasalah ini. Yaitu, seperti yang disampaikan Ibnu 'Abbas, bagaikan semut kecil yang merayap di atas batu hitam di malam yang kelam. (Riwayat Ibnu Abi Hatim)

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap kesyirikan, karena syirik itu lebih samar dari merayapnya semut.” (HR. Ahmad)

"Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap kesyirikan, karena syirik itu lebih samar dari merayapnya semut.”
Karena sulitnya selamat dari perbuatan syirik -kacuali orang yang ditolong Allah untuk menjauhinya- Abu Bakar al Shiddiq mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan menyampaikan, “Wahai Rasulullah, bagaimana kita bisa selamat darinya padahal ia lebih lembut daripada semut yang kecil?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: "Maukah aku ajarkan kepadamu satu kalimat (doa), jika engkau membacanya pasti selamat dari syirik yang samar maupun yang jelas? Ucapkanlah :

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad, al Thabrani dan lainnya. Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Targhib wa al Tarhib. Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa: 2/158, menyebutkannya dari Abi Hatim dalam shahihnya)

Diriwayatkan juga dari Umar bin Khathab radliyallah 'anhu, beliau sering berdoa :

اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا وَلَا تَجْعَلْ لِأَحَدِ فِيهِ شَيْئًا

"Ya Allah, jadikan amalku seluruhnya adalah shalih (sesuai tuntunan Rasulullah) dan jadikan ia ikhlash mencari ridla-Mu, jangan jadikan sedikitpun dari amal itu untuk seseorang."

Di samping dengan berlindung kepada Allah dari kesyirikan dengan doa-doa di atas, kita juga harus melakukan usaha nyata dengan menuntut ilmu dan belajar, khususnya tentang tauhid dan syirik. Dengan ilmu tersebut pandangan kita semakin tajam dan jeli, dapat melihat kesyirikan sekecil apa pun. Sebaliknya tanpa ilmu sering manusia terjerumus ke dalam kesyirikan, bahkan syirik besar, dalam keadaan tidak sadar dan merasa dirinya sedang berbuat baik.

Sebaliknya tanpa ilmu sering manusia terjerumus ke dalam kesyirikan, bahkan syirik besar, dalam keadaan tidak sadar dan merasa dirinya sedang berbuat baik.

Semoga Allah melindungi kita dari kesyirikan, yang besar maupun yang kecil, yang samar maupun yang jelas, sehingga tergolong sebagai hamba Allah mukhlisin. Harapannya, semoga dengan bersih dari syirik amal shalih kita diterima oleh Allah, segala kesalahan dan dosa kita diampuni, Allah masukkan kita ke dalam surga-Nya, dan dijauhkan dari neraka. "Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung." (QS. Ali Imran: 185)

Oleh: Badrul Tamam

(PurWD/voa-islam.com)

Subhanakallohumma wabihamdika asyhadualla ilahaa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Silahkan di tag,share/copaz dan di sebarluaskan ,sekiranya ada manfaat.Semoga Alloh Azza wa Jalla berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin yaa Alloh, Aamiin yaa Robbi, Aamiin yaa Alloh yaa Robbal’alaamiin
READ MORE →
Bagikan Ke :

Baju MAHAL belum tentu cocok buat wanita MUSLIMAH

Baju MAHAL belum tentu cocok buat wanita MUSLIMAH...
kerna yang MAHAL kebanyakan pakaian yang mengundang SYAHWAT...
Pakaian wanita MUSLIMAH di nilai bukan dari HARGA tapi seberapa pantas menutup AURAT sesuai SYARI'AT...

lebih baik pakaian MURAH tapi tertutup RAPI...
daripada pakaian MAHAL tapi terbuka sana-sini AURATnya....


READ MORE →
Bagikan Ke :

AMALAN UNTUK SELAMAT DARI SIKSA KUBUR

♥BismillaahiR RohmaaniR Rohiim♥

Di antara amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari himpitan dan azab kubur:

Pertama: Membaca surat An-Nisa’
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat An-Nisa’ setiap Jum’at, ia akan diselamatkan dari himpitan kubur.” (Tsawab al-A`mal: 131)

Kedua: Membaca surat Az-Zuhruf
Dalam suatu riwayat disebutkan: “Barangsiapa yang tekun membaca surat Az-Zukhruf, Allah akan menjaganya dari himpitan bumi dan kesempitan kubur.” (Al-Bihar 87: 52, hadis ke 3)


Ketiga: Membaca surat Al-Qalam
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat Al-Qalam dalam shalat fardhunya atau shalat sunnah nafilahnya, Allah akan menyelamatnya dari kefakiran dan melindunginya dari himpitan kubur.” (Tsawabul a’mal: 147)

Keempat:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang mati di antara matahari tergelincir pada hari Kamis sampai matahari tergelincir pada hari Jum’at, Allah melindunginya dari himpitan kubur.” (Tsawabul a’mal: 231)

Kelima: Melakukan shalat malam
Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata: “Hendaknya kamu melakukan shalat malam. Tidak ada seorang pun hamba yang bangun di akhir malam, kemudian ia melakukan shalat delapan rakaat, dua rakaat shalat syafa’ dan satu rakaat shalat witir, kemudian ia beristighfar tujuh puluh kali dalam qunut (shalat witir)nya, kecuali ia diselamatkan dari azab kubur dan azab neraka, dipanjangkan umurnya, dan diluaskan rizkinya.” Al-Bihar 87: 161)

Keenam: Membaca surat At-Takatsur
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat At-Takatsur menjelang tidurnya, ia akan terjaga dari fitnah kubur.” (Tsawabul a’mal: 153)

Ketujuh: Membaca zikir berikut
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca zikir berikut (10 kali) setiap hari, Allah swt akan mengampuni baginya empat puluh ribu dosa besar, menjaganya dari keburukan kematian, siksa kubur, hari kiamat dan hari hisab, dan segala hal yang menakutkan; yakni Allah memudahkan seratus hal yang menakutkan saat kematian, Allah menjaganya dari kejahatan iblis dan pasukannya, menunaikan hutangnya, menghilangkan dukanya, dan membahagiakan deritanya.
Yaitu:
Aku persiapkan untuk

Setiap yang menakutkan Laiha illallah,
Setiap duka dan derita masya Allah,
Setiap nikmat Alhamdulillah,
Setiap kebahagiaan Asy-Syukru lillah,
Setiap yang menakjubkan Subhanallah,
Setiap dosa Astaghfirullah,
Setiap musibah Innalillahi wa inna ilayhi raji’un,
Setiap kesulitan Hasbiyallah,
Setiap ketetapan dan takdir Tawakkaltu ‘alallah,
Setiap musuh A’shamtu billah,
Setiap ketaatan dan kemaksiatan La hawala wala quwwata illa billahil aliyyil ‘azhim.
(Safinah al-Bihar 2: 727)

Kedelapan: Pelepah kurma
Dalam suatu riwayat disebutkan: “Pada suatu hari Rasulullah saw berjalan di dekat kuburan yang penghuninya akan mendapat azab kubur, kemudian beliau menyuruh mengambil pelepah kurma dan dibelahnya, yang satu diletakkan di kepalanya, dan satu lagi diletakkan di kedua kakinya; kemudian sahabatnya bertanya: mengapa engkau lakukan itu? Rasulullah saw menjawab: Karena hal ini dapat meringankan ia dari azab kubur selama ia bersamanya.” (At-Tahdzib1: 320)

Kesembilan: Menyiramkan air
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Disunnahkan menyiramkan air di atas kuburan, dalam keadaan menghadap ke kiblat, memulai dari atas kepala sampai ke bagian di atas kaki, kemudian siramkan secara rata ke sisi yang lain, dan yang terakhir bagian tengah kuburan, demikianlah sunnah menyiramkan air di atas kuburan.” (At-Tahdzib 1: 320)

Kesepuluh: Melakukan shalat sunnah pada hari pertama bulan Rajab.
Salman Al-Farisi berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Wahai Salman, maukah aku ajarkan kepadamu suatu amalan yang banyak keuntungannya bagi para perantau? Salman menjawab: Ya, ya Rasulallah. Maka Rasulullah saw bersabda: “Jika kamu berada di awal bulan Rajab, hendaknya kamu melakukan shalat (sunnah) sepuluh rakaat, setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (3 kali), niscaya Allah mengampuni semua dosamu mulai dari hari hukum berlaku atasmu sampai malam ini, Allah akan menjagamu dari fitnah kubur dan azab hari kiamat, dan Allah akan menyelamatkan kamu dari penyakit lepra dan belang ..” (Al-Iqbal: halaman 629)

Kesebelas: Berpuasa empat hari di bulan Rajab, dan berpuasa dua belas hari di bulan Sya’ban.
Abu Said Al-Khudri berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa empat hari di bulan Rajab, ia akan diselamatkan dari bala’, gila, penyakit belang dan lepra, dari fitnah Dajjal, dan dilindungi dari azab kubur.” (Fadhail Al-Asyhur: 25)
Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa dua belas hari di bulan Sya’ban, ia akan dikunjungi di kuburnya setiap hari oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai hari kiamat.” (Tsawabul A’mal: 87)
Rasulullah saw juga bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa sembilan hari di bulan Sya’ban, malaikat Munkar dan Nakir akan bersikap lembut kepadanya saat bertanya kepadanya. Barangsiapa yang berpuasa sepuluh hari di bulan Sya’ban, Allah akan meluaskan kuburnya tujuh puluh hasta dalam tujuh puluh hasta. Dan barangsiapa yang berpuasa sebelas hari di bulan Sya’ban, akan dipancarkan ke kuburnya sebelas pancaran cahaya.” (Tsawabul A’mal: 87)

Kedua belas: Membacakan surat Al-Mulk di atas kuburan.
Ibnu Abbas berkata: Pada suatu hari ada seseorang menghampar jubahnya di atas kuburan dan ia tidak tahu bahwa itu adalah kuburan, ia membaca surat Al-Mulk, kemudian ia mendengar suara jeritan dari dalam kuburan itu: Inilah yang menyelamatkan aku. Kemudian kejadian itu diceriterakan kepada Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda: “Surat Al-Mulk itu dapat menyelamatkan penghuni kubur dari azab kubur.” (Al-Bihar 92: 313)


Ketiga belas: membacakan doa berikut di kuburan sang mayat
Rasulullah saw bersabda:
“Tidaklah seseorang membacakan doa berikut (3 kali) di kuburan seorang mayat sesudah dikubur, kecuali Allah menyelamatkan dia dari azab kubur sampai hari kiamat:
Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, janganlah Kau azab mayat ini.” (Al-Bihar 82: 54, hadis ke 43)


Keempat belas: Melakukan shalat sunnah berikut di malam Jumat
Syeikh Ath-Thusi meriwayatkan dalam kitabnya Mishbahul mutahajjid, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah dua rakaat pada malam Jum’at, dan setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Zalzalah (15 kali), Allah akan menyelamatkannya dari azab kubur dan segala yang menakutkan pada hari kiamat.” (Mishbah Al-Mujtahid: 228)


Kelima belas: Melakukan shalat sunnah tiga puluh rakaat pada malam Nishfu Rajab, dan shalat-shalat sunnah berikut ini.


Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melakukan shalat tiga puluh rakaat pada malam ketujuh belas bulan Rajab, dan setiap rakaat setelah Fatimah membaca surat Al-Ikhlas (10 kali), ia tidak keluar dari shalatnya kecuali ia diberi pahala tujuh puluh orang yang syahid, dan ia datang pada hari kiamat dengan cahaya yang menyinari seluruh penghuninya seperti antara Mekkah dan Madinah, dan Allah menyelamatkan dari neraka, kemunafikan dan azab kubur.” (Iqbalul A’mal: 665)

Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melakukan shalat seratus rakaat awal malam bulan Sya’ban, dan setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Ikhlas (sekali), dan sesudah shalat membaca surat Al-Fatihah (50 kal). Demi Zat yang mengangkatku sebagai nabi, jika seseorang melakukan shalat ini dan berpuasa, Allah akan menyelamatkannya dari keburukan langit dan penghuninya, dari keburukan penghuni bumi dan keburukan setan; dan Allah mengampuni tujuh puluh ribu dosa-dosa besarnya, menyelamatkannya dari azab kubur, tidak ditakutkan oleh Munkar dan Nakir, keluar dari kuburnya dengan wajah seperti bulan purnama, melintasi shirath seperti kilat, dan menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya.”

(Iqbalul A’mal: 683)


Rasulullah saw juga bersabda:
“Barangsiapa yang melakukan shalat dua rakaat pada malam kedua puluh empat bulan Sya’ban, dan setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat An-Nashr (10 kali), Allah swt akan memuliakannya dengan keselamatan dari neraka dan keselamatan dari azab kubur, kemudahan dalam hisab, dikunjungi oleh Adam, Nuh dan para Nabi serta mendapatkan syafaat.” (Iqbalul a’mal: 722)
Demikian juga akan menjadi pelindung dari azab kubur adalah shalat seratus rakaat pada malam Asyura.(Iqbalul A’mal: 555) Disarikan kitab Manâzilul âkhirah


READ MORE →
Bagikan Ke :

MUHASABAH 1 MUHARAM 1440 H

assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.

Berikut ini jadwal Puasa Muharram 1440 H / 2018 yang dilansir dari www.al-habib.info :
  • Rabu, 9 Muharram/ 19 September 2018: Puasa Tasu'a,
  • Kamis, 10 Muharram/ 20 September : Puasa Asyura, menghapus dosa setahun lalu
  • Ahad, 13 Muharram/ 23 September : Puasa Sunnah Ayyamul Bidh hari pertama
  • Senin, 14 Muharram/ 24 September : Puasa Sunnah Ayyamul Bidh hari kedua
  • Selasa, 15 Muharram/ 25 September : Puasa Sunnah Ayyamul Bidh hari ketiga

Selamat datang tahun baru hijriah 1 Muharam 1440H
apakah saudara fillah merasa memiliki tahun baru ini....?
atau g tahu,atau g ada makna di tahun baru ini?

heemmmm...
yaaach beginilah tahun baru islam apalagi kalo di kampung jawa,mereka bilang tahun baru islam adalah bulan keramat...
wuiich angker jadinya...??!

tapi itu g di dunia lain lho kerna di dunia lain tidak ada bulan keramat apalagi pantangan menikah walimahan di bulan muharam ...heheee

kalo di pikir lucu yaa...
tapi itulah isi dan sesi dunia...
uniik dan menggelitik....

Yook langsung ke TKP(Teks LengkaPnya) Muhasabah diri...


MUHASABAH 1 MUHARAM 1440 H

Kita akan memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 H, In syaa Alloh jatuh di hari Selasa 11  September 2018. Mari sikapi momentum tersebut dengan muhasabah (introspeksi diri), misalnya apakah ibadah atau amal saleh kita selama ini sudah memenuhi syarat untuk diterima oleh Allah SWT? Yaitu, dilandasi keimanan, ilmu, ikhlas, dan sesuai dengan sunah Rasul? Bekal amal saleh apa yang sudah kita miliki untuk kehidupan di akhirat kelak?
Benar, muhasabah harus kita lakukan sepanjang waktu, hari demi hari, bahkan detik demi detik. Tapi setidaknya, pergantian tahun baru Islam menjadi “momentum tahunan” muhasabah.
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr: 18).
Menurut tafsir Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah al-Husaini al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma’ani: “Setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa lalu, mencerminkan perbuatan dia untuk persiapan diakhirat kelak. Karena hidup di dunia bagaikan satu hari dan keesokan harinya merupakan hari akherat, merugilah manusia yang tidak mengetahui tujuan utamanya”.

Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram , kita juga harus memaknai peristiwa hijrah Rasulullah Saw dan para sahabat dari Makkah ke Madinah yang menjadi awal perhitungan kalender Islam (makanya disebut Kalender Hijriyah, dari kata hijrah).
Di Madinah, Rasul membangun tiga fondasi masyarakat Islami menuju daulah Islamiyah: masjid, ukhuwah Islamiyah, dan perjanjian damai dengan semua warga Madinah (Piagam Madinah). Maka, mari makmurkan masjid, semarakkan aktivitas ibadah dan dakwah di dalamnya, eratkan ukhuwah sesama Muslim, dan kembangkan toleransi beragama tanpa merusak akidah.
Sabda Nabi Saw, Muhajir (orang yang berhijrah) dalam makna luas, adalah dia yang meninggalkan larangan Allah SWT. Al-Muhajiru man hajara ma nahallahu ‘anhu.
Dalam setiap pergantian tahun banyak sekali kita dapatkan akan teori-teori tentang makna hijrah itu sendiri, disini kami tidak akan membahas akan hal itu disamping sudah banyak pembahasan tentang hal tersebut juga karena kami tidak terlalu ahli untuk menjelaskannya.

Disini kami hanya akan menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi dikalangan umat islam itu sendiri.
setiap pergantian tahun yang kita lewati tidaklah banyak kita jumpai perubahan di tubuh umat islam itu sendiri, umat masih dalam keadaan lemah, kemunduran disegala bidang, dalam hal akhlak generasi muda kita sangat memprihatinkan, dalam hal pendidikan mayoritas masih jauh dari yang diharapkan, dari sisi sosial kita masih suka berburuk sangka kepada saudara sendiri yang di organisasi lain.

Kita sering terjebak kepada hal-hal yang sifatnya tidak prinsip, kita lebih mengutamakan syiar dari pada hakikatnya, kita lebih suka bajunya dari pada isinya dan lebih parahnya lagi kita tidak tahu mana yang furu mana yang usul, mana yang fiqih dan mana yang aqidah, mana yang tetap mana yang dapat berubah. dengan kita tidak mengetahui hal itu maka kita tidak akan tahu mana yang seharusnya didahulukan mana yang dinantikan, mana yang harusnya dikerjakan dan mana yang ditinggalkan, mana yang bisa ditolerir dalam perbedaan pendapat dan mana yang tidak dapat ditolerir.

Ada sebuah cerita alfabet yang pernah kami baca, cerita fiktif yang dapat kita ambil pelajaran bagi kita,

" ada seekor ibu singa yang sedang melahirkan, begitu susah payahnya ia melahirkan sang anak sampai akhirnya terlahirkanlah sang anak singa penguasa rimba, akan tetapi sayang sang ibu singa meninggal setelah melahirkan anaknya tersebut.
anak singa menangis layaknya bayi-bayi pada umumnya yang baru dilahirkan kedunia yang fana ini, pada saat itu lewatlah sekelompok kawanan kambing, melihat sang anak singa menangis yang ternyata ibunya juga sudah meninggal timbulah rasa kasihan diantara kawanan kambing, diambilah sang anak singa untuk diasuhnya.
hari demi hari dilewati, minggu berganti minggu di lalui, yang pada masanya tumbuhlah sang anak singa itu menjadi singa dewasa, layaknya singa sang penguasa rimba, berwibawa. suatu hari kawanan kambing ini meruput bersama sang anak singa, tanpa disadari sekelompok srigala menyergap mereka, dengan rasa yang tidak karuan kawanan kambing lari tidak karuan termasuk sang anak singa, tapi tidak disangka sang ibu kambing tertangkap, kambing-kambing yang lainya meminta kepada anak singa untuk menolongnya,

"tolonglah ibumu kamu kan singa". tapi dalam perasaan anak singa juga takut luar bisa akan tetapi ia kasihan meihat ibu asuhnya akan dimakan oleh srigala, diberanikannya diri untuk maju kedepan dengan menampilkan wajah yang marah, saat itu srigala juga merasa takut juga, karena ia tau bahwa singa adalah penguasa rimba.
srigala mencoba menenangkan diri dengan mengaum khasnya aumanya srigala, tidak mau kalah anak singa ikut mengaum tapi anehnya aumanya khas auman kambing " Mbe " taulah srigala bahwa ia singa bermental kambing. ibu kambing terus diseret pada saat bersamaan muncula singa dewasa yang lainnya dia mengaum dengan auman sang penguasa, larilah semua baik srigala maupun kambing termasuk anak singa, singa dewasa melihat kejadian tersebut merasa aneh ko ada anak singa berlari dengan kawanan kambing, dikejarlah sang anak singa akhirnya kepegang dan ditegurlah anak singa" kamu ini anak singa" tapi anak singa tidak yakin malah ia merasa ketakutan.

dibawalah anak singa kepinggiran danau lalu disuruhlah anak singa untuk melihat dirinya. setelah melihat dirinya ia membandingkan dengan singa dewasa ia merasa aneh mirip dan lebih berwibawa karena usianya lebih muda. dijelaskanlah oleh singa dewasa kamu adalah singa penguasa rimba, beginilah auman kamu seharusnya, anak singa menirukan apa yang dilakukan singa dewasa satu dua kali akhirnya ia bisa melakukannya,pada detik itu juga ia mengaum dengan kerasnya yang menandakan bahwa ia adalah sang penguasa".


Bukan maksud kami merendahkan diri tapi memang beginilah keadaan kita sekarang, kebanyakan dari kita hanya bermodal islam keturunan tanpa mau mencari lagi tentang keislamannya, kita terlalu bangga dengan lingkungan yang telah membesarkan diri kita, dan kita terlalu senang dengan cap bermental kambing. padahal kita adalah singa penguasa dunia, setelah jatuhnya khilafah usmani pada tahun 1924 sampai sekarang kita masih menjadi kambing. ada diantara kita yang sudah sadar bahwa dirinya adalah singa tapi karena sudah biasa hidup dengan lingkungan kambing ia kembali kesana. bagaimana kita dapat berubah kearah sana?
mulailah dengan menuntut ilmu,:
" segala sesuatu ada jalannya dan jalan kesurga adalah ilmu " alhadist.
" diwajibkan atas kalian untuk menuntut ilmu" alhadist
" akan ditinggikan derajat orang beriman dan orang berilmu beberapa derajat" Alqur'an.


"Hasibu anfusakum qobla antuhasabu. “Evaluasilah (hisablah) dirimu sendiri sebelum kalian dihisab (di hadapan Allah kelak)”.{Umar bin Khattab}



READ MORE →
Bagikan Ke :

Emas dan Sutera Asli Haram Untuk Orang Laki-Laki

Kalau Islam telah memberikan perkenan bahkan menyerukan kepada umatnya supaya berhias dan menentang keras kepada siapa yang mengharamkannya, iaitu seperti yang dikatakan Allah dalam al-Quran:

“Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang telah dikeluarkan untuk hambaNya dan begitu juga rezeki-rezeki yang baik (halal)?” (al-A’raf: 32)

Maka dibalik itu Islam telah mengharamkan kepada orang laki-laki dua macam perhiasan, di mana kedua perhiasan tersebut justru paling manis buat kaum wanita. Dua macam perhiasan itu ialah:

1. Berhias dengan emas.
2. Memakai kain sutera asli.

Ali bin Abu Talib r.a. berkata: “Rasulullah s.a.w. mengambil sutera, ia letakkan di sebelah kanannya, dan ia mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah kirinya, lantas ia berkata: Kedua ini haram buat orang laki-laki dari umatku.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

Tetapi Ibnu Majah menambah: “halal buat orang-orang perempuan.”

Dan Saiyidina Umar pernah juga berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah s.a. w. bersabda: ‘Jangan kamu memakai sutera, kerana barangsiapa memakai di dunia, nanti di akhirat tidak lagi memakainya.’” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan tentang masalah pakaian sutera Nabi pun pernah juga bersabda: “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang (nanti di akhirat) tidak ada sedikitpun bahagian baginya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan tentang masalah emas, Nabi s.a.w. pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, kemudian oleh Nabi dicabutnya cincin itu dan dibuang ke tanah.

Kemudian beliau bersabda: “Salah seorang diantara kamu ini sengaja mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya. Setelah Rasulullah pergi, kepada si laki-laki tersebut dikatakan: ‘Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah.’Maka jawabnya: ‘Tidak! Demi Allah, saya tidak mengambil cincin yang telah dibuang oleh Rasulullah.’” (Riwayat Muslim)

Dan seperti cincin, menurut apa yang kami saksikan di kalangan orang-orang kaya, iaitu mereka memakai pena emas, jam emas, gelang emas, kaling rokok emas, mulut (gigi) emas dan seterusnya.

Adapun memakai cincin perak, buat orang laki-laki jelas telah dihalalkan oleh Rasulullah s.a.w., sebagaimana tersebut dalam hadis riwayat Bukhari, bahawa Rasulullah sendiri memakai cicin perak, yang kemudian cincin itu pindah ke tangan Abu Bakar, kemudian pindah ke tangan Umar dan terakhir pindah ke tangan Usman sehingga akhirnya jatuh ke sumur Aris (di Quba’) [13].

Tentang logam-logam yang lain seperti besi dan sebagainya tidak ada satupun nas yang mengharamkannya, bahkan yang ada adalah sebaliknya, iaitu Rasulullah s.a.w. pernah menyuruh kepada seorang laki-laki yang hendak kawin dengan sabdanya: “Berilah (si perempuan itu) mas kawin, walaupun dengan satu cincin dari besi.” (Riwayat Bukhari)

Dari hadis inilah, maka Imam Bukhari beristidlal untuk menetapkan halalnya memakai cincin besi.

Memakai pakaian sutera dapat diberikan keringanan (rukhshah) apabila ada suatu keperluan yang berhubungan dengan masalah kesihatan, iaitu sebagaimana Rasulullah pernah mengizinkan Abdur-Rahman bin ‘Auf dan az-Zubair bin Awwam untuk memakai sutera kerana ada luka di bahagian badannya.

sumber : tausiyah in tilawatun
READ MORE →
Bagikan Ke :

☆■◆·AKU DAN MERTUAKU·◆■☆

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Ada saja cara syetan/iblis untuk
merusak rumah tangga seseorang. kadang masalah biasa nampak besar. atau kadang yang bukan masalah dibisikkan pada kita hingga akhirnya menjadi masalah

Alhamdulillah jika ada niat baik untuk berusaha merasa ikhlas.

Hidup berumah tangga tak akan pernah lepas dari masalah.mungkindua diantara ibu ibu bahkan adik adik calon istri kelak juga akan berada dalam masalah yang satu ini.sebenarnya ini bukan masalah tapi sesuatu yang harus dipahami namun karena sifat wanita yang terkadang egois mereka tak ingin memahami.bahkanmenganggap kalau menurut berarti kalah.

Astagfirulloh.jangan sampai ya ibu ibu...

┌─────────────────┐
└Mertua vs menantu──┘
Rasulullah bersabda (yang artinya): ”Siapa-saja yang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhirat hendaklah ia berbicara dengan baik atau lebih baik diam” (H.R. Al-Bukhari)


Salah satu tujuan syariat nikah adalah terhubungnya jalinan silaturahim yang semakin luas antara keluarga besar kedua mempelai, sehingga terbangunlah masyarakat Muslim yang didasari oleh hubungan akidah dan nasab. Mertua adalah orang tua pasangan kita yang sangat besar pengaruhnya pada kebahagiaan rumah tangga.

Pengaruh hubungan ini sampai akhirat kelak ketika hamba dimintakan pertanggungjawaban oleh Allah SWT. “…. Dan, bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan ( peliharalah ) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ( QS an-Nisa [4] :1 ).

Adalah hak mertua untuk dipelihara hubungan silaturahim dengan anaknya, juga hak mertua untuk dimuliakan oleh menantunya, sebagaimana anaknya yang wajib memuliakan kedua orang tuanya. Masalah seperti ini kerap terjadi di rumah tangga, terutama bagi keluarga pemula yang belum saling mengenal, baik antara menantu dan mertua serta para iparnya.

Semua itu berakhir jika segalanya dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya. Dan, berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” ( QS an-Nisa [4] : 36 ).

Ketika siap menikah, berarti siap menerima pasangan dan semua kondisi keluarganya. Keadaan suami-istri dalam rumah tangga sangat dipengaruhi oleh rida atau murka kedua orang tua masing-masing. Oleh karena itu, pasangan yang baik adalah yang menganjurkan pasangannya senantiasa berbuat baik kepada kedua orang ibu-bapaknya.

Dari pemahaman ini muncullah kesadaran, setelah menikah berarti bertambahlah orang tua kita, yakni mertua pasangan kita. Hak mertua dalam berumah tangga adalah dihormati, disayangi, dan dijaga kehormatan dan hartanya, serta ditaati perintahnya selama tidak bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya.

Bahkan, keluarga anaklah yang berkewajiban menafkahi jika kedua orang tua tidak sanggup lagi memenuhi hajat hidup kesehariannya. Namun, jika ada kekurangan dan hal yang mengecewakan dari keluarga pasangan, jangan terburu-buru menilai negatif atau menganggap mereka sebagai musuh walaupun jelas-jelas perbuatan mereka menunjukkan permusuhan.

Sebab, kemungkinan terbesarnya bukan kejahatan yang mereka inginkan saat terkesan ikut campur dalam urusan rumah tangga kita, tapi kemungkinan terbesarnya adalah karena kebaikan dan kasih sayanglah yang mereka inginkan, hanya caranya yang barangkali kurang tepat menurut kita. Untuk itu, ingat pesan Allah dalam surah Fushshilat ayat 34-35.

“Dan, tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah ( kejahatan itu ) dengan cara lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang yang sabar dan orang-orang yang mempunyai keuntungan besar.”

Balaslah kejahatan dengan kebaikan yang lebih baik dari yang biasanya menurut ukuran sosial. Allah akan meluluhkan hati orang yang bertikai menjadi saling mengasihi dan menyayangi. Allah akan menolong rumah tangga kita selama kita membalas kejahatan dengan kebaikan demi terjalinnya silaturahim dan terbebas dari permusuhan. Wallahu a’lam bish shawab


READ MORE →
Bagikan Ke :

Obat Herbal Probiotik di Pelopori oleh Prof.Ainul Fatah