Selasa, 05 November 2013

Filled Under:

Jiwa Makin Sehat Dengan Bertaubat



عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ : وَاللهِ إِنِّيْ لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِيْ اليَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً . رَوَاهُ البُخَارِيْ

Dari Abu Hurairah r.a Ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw berkata : Demi Allah sesungguhnya Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nyadalam
setap hari lebih banyak dari 70 kali ( H.r Imam Bukhary )[1]

Hadist ini menjelaskan bagaimana Rasulullah saw insan yang sudah di jamin terjaga dari berbuat dosa konsisten memohon ampun pada Alloh dalam setiap hari lebih dari70 kali, lantas bagaimana dengan kita yang setiap detik terperosok dalam khilaf dan dosa??
Bertaubat itu hukumnya wajib. dari kesalahan dan dosa sekecil apapun, sebagaimana pesan Rasulullah

لَا صَغِيْرَةَ مَعَ الإِسْرَارِ وَلَاكَبِيْرَةَ مَعَ الإِسْتِغْفَارِ
Tidak ada dosa yang kecilj ika di lakukan terus berulang-ulang, tidak ada dosa besar jika terus berusaha untuk memohon ampunan( H.r Ibnu Abii Ad-Dunya )[2]

Maksudnya taubat itu wajib, sebesar apapun, dan sekecil apapun dosa yang kita perbuat, karena pada hakikatnya, yang namanya perbuatan dosa akan memberi kemudharatan kepada pelakunya cepat ataupun lambat,
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّايَّرَاهُ
Dan siapa yang mengerjakan keburukan seberat atom maka dia akan menemuibalasanya pula ( Al-Zalzalah 8 )

Di hikayatkan bahwa Nabiyallah Adam a.s bertutur kata, saat taubatnya di terima Allah swt :
Sungguh Alloh telah memberi empat karunia kepada Ummat Muhammad yang tidak Alloh berikan kepadaku,
Allah swt menerima taubatku di negri mekkah, sementara ummat Muhammad saw, bisa di terima taubatnya di negri manapun mereka berada,
Aku di surga memakai pakaian, namun setelah aku melakukan kema’siatan, Allah jadikan aku hidup tanpa sehelai benang yang menutupi kulit, sementara ummat Muhammad saw, mereka berbuat dosa hingga menelanjangi dirinya, namun Allah swt masih memakaikan pakaian kepada mereka,
Semasa Aku berdosa Allah pisahkan istriku dari sisiku, dan ummat Muhammad mereka berbuat dosa tanpa Allah swt pisahkan mereka dari anak dan juga istrinnya
Aku melakukan dosa di surga dan aku di keluarkan dari surga sementara ummat Muhammad mereka melakukan dosa di luar surga, lalu bisa memasukinya jika mereka bertaubat kepada Allah swt[3]
Dalam menjalani taubat yang paling awal harus di lalui adalah pase penyesalan terhadap apa yang pernah diperbuat, sebagaimana dalam sebuah hadist di jelaskan

اّلنَّدْمُ تَوْبَةٌ
Penyesalan adalah bagian dari taubat ( H.r Ibnu Majah )[4]

Dan setelah hati ini menyesal terhadap kesalahan yang di perbuat, maka berusaha untuk mencari ampunan,dari segala bentuk perbuatan amal saleh, sebagaimana Rasulullah dan parasahabat mencontohkan

مَنْ قَالَ صَبِيْحَةَ يَوْمِ الجُمْعَةِ قَبْلَ صَلَاةِ الغَدَاةِ : أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّاهُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّةٍ, غَفَرَ اللهُتَعَالَى ذُنُوْبَهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ

Siapa saja yang berkata pada subuh pagi dari harijum’at sebelum shalat subuh : “ASTAGFIRULLOHAL LADZI LAA ILAHA ILLA HUWALHAYYUL QOYYUMU WA ATUUBU ILAIHI” ( Aku memohon ampunan kepada Allah yang tiadaTuhan selain dia, yang Maha Hidup lagi yang Maha mengurus segala sesuatunyasendirian, dan aku bertaubat kepada-Nya) sebanyak tiga kali, maka Allah swtmengampuni dosanya walau sebanyak buih lautan ( H.r Anas Bin Malik dari Nabi Muhammad saw )[5]

Hikmah taubat membuat jiwa makin sehat, mampu berfikir dengan lebih cermat, bekerja dengan lebih giat, silaturahmi dengan tetangga dan kerabat makin terasa dekat, dengan Alloh kian dekat,

اَلتَّائِبُ حَبْيْبُ اللهِ وَالتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَاذَنْبَ لَهُ
Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah, dan orang yang bertaubat dari dosa mereka bagaikan orang yang tak pernah melakukan dosa ( H.r Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud )[6]

1.Riyadus Shalihin hlm 13
2.Nasoihul Ibad hlm 5
3. Dzurratun Nasihin hlm 215
4. Ihya Al-‘Ulumud Din jilid 4 hlm 3
5. Adzar An-Nawawi hlm 40
6. Ihya Al-‘Ulumud Din jiid 4 hlm 5

0 komentar:

Posting Komentar

Labels

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik