"AFWAN=MAAF??"bukannya afwan jawaban orang yg bilang terimakasih,,yg artinya terimakasih kembali/sama2??!! Nahh Looh..gimana tuuhh??!!

Tidak terlintas dalam pikiran saya kenapa saya ingin mengayunkan jemari saya untuk membahas ini,Sekedar uneq-uneq yang mengganjal dihati.Sorry,..maaf kata ini selevel maknanya dengan kata afwan.Mungkin perbedaan subyek yang menggunakan saja. Nah,kata ” afwan ” ini muncul beriringan dengan kata “ikhwan,akhwat,syukron, jazakillah” dsb. Komunitas ” anak mushola“,hehe^_^ paradigma yang sebenernya tiak terlalu urgen untuk dibahas di kalangan masyarakat biasa. Hanya eksistensinya saja yang berbeda..

(zaman baheula),,ana sering denger temen2 klo ngucapin"maaf" itu pke kata AFWAN.
Ana pun terbiasa dgn ucapan itu,beda halnya ketika ana berada di lingkungan orang2 timur tengah,,mereka mengucapkan AFWAN itu klo orang bilang "Terimakasih" di jawabnya afwan.
hmm..sempet bingung bin aneh,,koq orang bilang terimakasih di jawab maaf..hehe..
dan klo orang timur tengah bilang MAAF=ASYIF bukan afwan kayak kita2 yg terbiasa dgn pengucapan "afwan"klo mau minta maaf.
Ana bikin note ini BUKAN NGAJAKIN DEBAT ,cuman ingin share sedikit ilmu yg ana tau.
sebenarnya makna kata dlm bhsa arab bgtu luas dan berbeda2 arti,tergantung penempatannya.Ana gak bilang klo kita GAK BOLEH ngucapin maaf pake kata AFWAN.
Karena sebenernya jika di rinci, kata ‘afwan mempunyai kalimat lengkap Asta’fika yang artinya aku benar-benar minta maaf kepadamu.
LALU KENAPA donk yun..orang arab klo bilang afwan adalah ucapan jawaban dri syukron??mau tau??beneran??hhee..
jadi gini....
Ada yang bisa kita pelajari dari kebiasaan orang Arab ini. Ketika diucapkan padanya kata Syukran maka jawabannya adalah ‘Afwan. Mereka masih merasa perlu meminta maaf ketika sudah berbuat baik kepada seseorang. Mereka merasa bahwa seharusnya masih bisa melakukan lebih daripada itu, namun yang dilakukan hanya sebatas itu. Sehingga masih merasa perlu mengucap kata ‘Afwan.

Bingung ya? Saya juga bingung gimana mau ngejelasinnya…(hehe)
Begitulah kurang lebih konsep syukran dan ‘afwan. Tidak seperti orang Indonesia yang kalo diucapkan padanya terima kasih, maka jawabannya adalah sama-sama. Seolah dia memang pantas untuk mendapatkan ucapan terima kasih itu. Yang dilakukan orang Indonesia ini sama dengan yang dilakukan oleh orang yang menggunakan bahasa Inggris. Thank You, maka jawabannya adalah you’re welcome atau doesn’t mind.

Saya lebih sepakat dengan kebiasaan orang Arab mengenai konsep terima kasih ini.

Satu hal lagi, orang Arab atau orang yang menggunakan bahasa Arab, sangat senang sekali dalam tutur katanya mendoakan orang lain. Misalnya dalam pengumuman hasil ujian. Maka selain Lulus, istilah lainnya adalah bukan Tidak Lulus, melainkan Semoga Allah Mengizinkan di lain waktu.

Sungguh indah sekali jika kita senang menebar doa kepada lawan bicara kita dalam keseharian kita..
LALU setelah muter2 ngomongin afwan mau diambil yg mana niih klo ngucapin maaf..
yaaa..mau MAAF=AFWAN ..mangga wae...teu nanaon..
mau MAAF=ASYIF juga mangga...no problem..hehe
READ MORE →
Bagikan Ke :

## ANTARA NAFSU DAN POLIGAMI ##

Banyak orang yang berpoligami dengan alasan menjalankan hukum Allah tetapi meninggalkan kewajiban untuk adil.

Mengapa kebanyakan istri membenci poligami? Karena suaminya ’lebih cenderung’ kepada istri barunya, lebih mencintai dan menyayanginya dari istri tuanya.

Oleh karena itu, orang yang mengambil syariat-Nya dalam poligami, maka dia juga harus menjalankan syariat-Nya untuk berlaku adil diantara istri-istrinya.
Bila tidak, orang akan berkata, ”Lihatlah, dia telah menikah dengan perempuan lain dan menelantarkan istri pertamanya, juga meninggalkan anaknya serta pendidikannya.”

Adil yang dimaksudkan adalah adil dalam memberikan hak-hak istrinya, baik lahir maupun batin.

Sesungguhnya istri-istri yang dimadu dan anak-anak yang dilahirkan tidak hanya membutuhkan keadilan saja, tetapi juga membutuhkan harta untuk kehidupan mereka. Nafkah pada zaman kita sekarang ini tidak cukup hanya dengan memberi makan, pakaian, dan tempat tinggal, tetapi membutuhkan harta benda untuk kelancaran pendidikannya. Bila tidak maka poligami hanya akan menjadi faktor peningkat kemiskinan dan kebodohan.
READ MORE →
Bagikan Ke :

## RENUNGAN JUM’AT ##

Malik bin Dinar berkata,

Suatu hari aku mendatangi pekuburan untuk mengambil pelajaran darinya. Aku kemudian merenung.

Lalu tiba-tiba aku melihat Bahlul al-Majnun tengah duduk di antara kuburan.

Dia tampak memandang ke arah langit seraya berdoa penuh ketundukan. Sesaat kemudian dia menundukkan pandangan ke bumi dan tampak merenung. Lalu dia menengok ke arah kanan, lalu tersenyum. Kemudian menengok ke arah kiri, kemudian menangis.

Aku lalu mendatanginya seraya mengucapkan salam.

Aku berkata, ”Apa yang engkau lakukan di kuburan ini.”

Dia menjawab, ”Aku duduk-duduk diantara mereka yang tidak akan menyakitiku, dan mereka tidak akan menggunjingiku saat aku pergi.”

Lalu aku bertanya tentang apa yang dilakukannya dengan memandang ke arah langit, bumi, dan menoleh ke arah kanan dan kiri seperti yang barusan kusaksikan.

Dia menjawab,

”Wahai Malik, bila aku memandang ke arah langit, aku teringat firman Allah Ta’ala, ’Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu’ (Az-Zariyat [51]: 22).

Sudah semestinya orang yang mendengar ayat itu berdoa memohon sepenuh hati.

Apabila memandang ke bumi, aku teringat firman Allah Ta’ala, ’Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikanmu
, dan darisanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain’ (Taha [20]: 55)

Sudah semestinya orang yang mendengar ayat ini merenung.

Apabila aku menengok ke arah kanan, aku teringat firman Allah Ta’ala, ’Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu’ (Al-Waqi’ah [56]: 27).

Sudah selayaknya orang yang mendengar ayat ini tersenyum.

Jika aku memandang ke arah kiri, aku teringat firman Allah Ta’ala, ’Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas, dan air yang mendidih, dan naungan asap yang hitam’ (Al-Waqi’ah [56]: 41-43).

Sudah sepantasnya orang yang mendengar ayat ini menangis.

Demikianlah, begitu banyak ibrah yang bisa kita petik dari kisah ini. Sesungguhnya orang-orang shaleh itu hatinya selalu terpaut dengan akhirat. Ia selalu berdoa dengan harap cemas. Dan amat takut bila membayangkan siksa neraka yang pedih.

Sementara kita yang berbalut kelaliman dan kesalahan tak mau memetik pelajaran dari orang-orang yang telah pergi, acuh tak acuh dengan azab kubur dan neraka. Tak mau mendoakan saudara-saudara seiman yang telah mendahului kita.

READ MORE →
Bagikan Ke :

Jika kau Cinta ajak aku MENIKAH jangan ajak ZINA


READ MORE →
Bagikan Ke :

Doa yang tidak TERTOLAK


READ MORE →
Bagikan Ke :

Kucing dan Kedudukannya Dalam Pandangan Islam


Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yang terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa.

Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.


Nabi Muhammad SAW dan Kucing Kesayangannya

Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.

Nabi Muhammad memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR. Bukhari).

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.

Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing

Pada abad ke-13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para Khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti Mamluk, Baybars Al Zahir, seorang Sultan yang juga pahlawan garis depan dalam Perang Salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara Islam.

Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul, hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.
Keistimewaan Kucing

Nabi menekankan di beberapa hadits bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah SAW berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Fakta Ilmiah 1

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang Didapatkan

1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti

1. Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
2. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
3. Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
4. Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
5. Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
6. Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
7. Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
8. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3

Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan

Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R Al Baihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadits ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah yang menyebabkan mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, kucing peliharaannya.
http:// fimadani. com/kucing-dan-kedudukannya-dalam-pandangan-islam/
READ MORE →
Bagikan Ke :

KERUDUNG vs JILBAB!!



Alhamdulillah skrg udh tau penjelasan keduanya^^>>
-Perbedaan Kerudung dan Jilbab-
1. Kerudung/ kudung/ khimar ialah
pakaian yang dipanjangkan dari
kepala hingga menutupi kerah
leher dan dada. Hal ini
sebagaimana yang difirmankan
Allah dalam surat An-Nuur ayat
31: "Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke
dadanya..."
2. Sedangkan jilbab ialah pakaian
yang dijulurkan ke seluruh tubuh
hingga mendekati tanah dan
longgar sehingga tidak membentuk
lekuk tubuh. Sebagaimana firman
Allah dalam surat Al-Ahzab ayat
59:
"Hai Nabi katakanlah kepada istri-
istrimu, anak-anak perempuanmu
dan istri-istri orang mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka". Yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak
diganggu. Dan Allah adalah Maha
pengampun lagi Maha penyayang.."
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa:
Kerudung ialah penutup kepala
hingga dada, sedangkan jilbab ialah
penutup seluruh tubuh. Dan kedua
jenis pakaian ini wajib digunakan
oleh para wanita.
Nah, setelah mendapatkan ilmu
seputar jilbab dan kerudung, tidak
ada alasan lagi bagi para wanita
untuk menunda-nunda menutup
auratnya.
-Ayo tutup auratmu! ! !-

_asyif jiddan..khususo
n untuk menasehati diri ana pribadi dan umumnya bagi yg membaca artikel ini^_^
READ MORE →
Bagikan Ke :

Obat Herbal Probiotik di Pelopori oleh Prof.Ainul Fatah