Selasa, 05 November 2013

Filled Under:

Adzan dan Iqamah Shalat Setelah Bayi Lahir



Ada pelajaran penting yang hendaknya segera kita berikan kepada anak kita beberapa saat setelah ia lahir ke dunia. Senyampang ia belum mendengar kalimat-kalimat
yang lain; apalagi kalimat yang buruk. Maka, marilah kita perdengarkan kepada anak kita sebuah kalimat yang paling penting di dalam agama kita, yakni kalimat syahadat dan atau kalimat tauhid. Dalam hal ini adalah membacakan adzan di telinga kanannya dan bacaan iqamah shalat di telinga kirinya. Sudah barang tentu, cara membacakannya tidak selantang sebagaimana adzan dan iqamah shalat di masjid; cukup dengan suara yang rendah dan merdu saja.

Maka, ketika bayi sudah dilahirkan, kita tak perlu ragu lagi, sudah barang tentu adzan dan iqamah shalat yang dibacakan di dekatnya akan berdampak kebaikan bagi sang bayi. Bahkan, ini merupakan pendidikan dasar bagi anak kita agar kelak memegang teguh tauhid dan tidak pernah melupakan kewajiban penting di dalam agama Islam, yakni shalat lima waktu.

Mengenai pentingnya membaca adzan setelah bayi dilahirkan ini dapat kita lihat dari beberapa hadits berikut:

Abu Rafi’ telah berkata, “Aku melihat Rasulullah Saw. menyerukan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali saat baru dilahirkan oleh ibunya, Fathimah.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

“Rasulullah Saw. membaca adzan di telinga Al-Hasan (cucunya) ketika Fathimah melahirkannya.” (HR Tirmidzi; hadis ini hasan sahih).

Ibnu Abbas telah berkata, “Sesungguhnya Nabi Saw. mengadzankan Al-Hasan bin Ali di telinganya pada hari kelahirannya. Beliau adzan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya.” (HR Baihaqi).


Hikmah Adzan dan Iqamah Shalat

Banyak sekali hikmahnya ketika seseorang membacakan adzan dan iqamah shalat setelah anak dilahirkan. Menurut Ibnu al-Qayyim dalam kitab Tuhfat Al-Maudud fî Ahkam al-Maulud, disebutkan bahwa di antara hikmah adzan di telinga bayi ini adalah mengajarkan kepada sang bayi tentang kebesaran Tuhannya sekaligus meneguhkan kalimat tauhid ke dalam jiwanya semenjak dia dilahirkan ke dunia ini. Di samping itu, masih menurut Ibnu al-Qayyim, sebagai pelindung dari gangguan setan atau jin jahat yang selalu mengincar anak manusia semenjak dilahirkan.

Ya, setiap anak yang baru dilahirkan, selalu diganggu oleh setan atau jin jahat. Itulah mengapa ketika anak yang dilahirkan langsung menjerit atau menangis. Menurut Rasulullah Saw., hal itu dikarenakan diganggu oleh setan. Mengenai hal ini dapat kita ketahui dari sebuah hadits, yakni dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Jeritan bayi saat keluar (dilahirkan) adalah karena tusukan setan.” (HR Bukhari, Muslim, dan Thabrani).

“Tiada seorang anak Adam pun yang baru dilahirkan, melainkan setan menyentuhnya saat kelahirannya hingga ia menangis karena sentuhan setan itu, kecuali Maryam dan putranya.” (HR Bukhari dan Muslim).


Pentingnya Memohon Perlindungan kepada Allah Swt.

Sebagai orangtua yang sangat mencintai anak, sudah barang tentu tidak rela kalau anak kita diganggu oleh setan atau jin jahat. Kita tidak ingin kalau anak kita sejak kecil sudah dalam pengaruh keburukan setan. Oleh karena itu, kita sangat perlu untuk berlindung kepada Allah dari gangguan setan ini.

Mengenai pentingnya berlindung kepada Allah Swt. dari gangguan setan ini, terutama bagi anak-anak kita yang baru dilahirkan, telah disampaikan di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

“Maka tatkala istri ‘Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: ‘Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.” (QS Ali ‘Imran [3]: 36).

Kepada siapa lagi kita memohon perlindungan kalau tidak kepada Allah Swt. Sungguh, sikap memohon perlindungan ini sangat perlu untuk kita lakukan karena setan senantiasa berusaha untuk mengganggu kita. Apalagi untuk anak kita yang masih bayi; yang ia belum bisa apa-apa kecuali hanya menangis ketika digoda oleh setan, betapa sangat penting bagi kita untuk memohonkan perlindungan kepada Allah dari godaan setan ketika anak kita baru dilahirkan. Dan, salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan membacakan adzan dan iqamah shalat di telinganya setelah ia dilahirkan.

Dalam hal ini, marilah kita perhatikan sebuah hadits, yakni Husain bin Ali r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

“Barang siapa yang dilahirkan seorang bayi baginya, kemudian ia mengucapkan adzan di telinga kanannya dan iqamah shalat di telinga kirinya, maka Ummu Sibyan [setan atau jin jahat yang suka mengganggu anak-anak] tidak akan membuatnya dalam bahaya.” (HR Baihaqi dan Ibnu Sunni).


Siapakah yang Mengumandangkan

Orang yang diutamakan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah shalat adalah orangtuanya, dalam hal ini adalah ayahnya. Lalu, muncul pertanyaan, bagaimana jika ayahnya tidak bisa membaca adzan dan iqamah shalat? Inilah perlunya bagi seorang calon ayah untuk belajar terlebih dahulu sebelum anaknya lahir ke dunia ini.

Lalu, bagaimana jika ayahnya tetap tidak bisa atau karena memang tidak berada di tempat? Bila memang kenyataannya seperti ini, adzan dan iqamah bisa dilakukan oleh kakeknya, anggota keluarga yang lain, atau siapa yang dipandang bisa. Sungguh, mengumandangkan adzan dan iqamah shalat di telinga bayi yang baru dilahirkan ini meskipun hukumnya sunnah, namun kalau bisa jangan sampai ditinggalkan mengingat pentingnya perkara ini. Hal ini dipandang penting, terutama kaitannya dengan pendidikan tauhid bagi anak dan sebagai permohonan perlindungan sang anak agar tidak diganggu oleh setan atau jin jahat.

Demikianlah semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi kita bersama.

Senyum santun Penuh Kehangatan keluarga bahagia,
Artikel By:Akhmad Muhaimin Azzet

0 komentar:

Posting Komentar

Labels

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik