ALAM AZALI

Kamis, 01 Maret 2012
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh

Alam dimana Roh masih dalam Iradah Alloh Azza Wajjala dan sbelum berada di jasad manusia......

Firman Alloh :
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
Qs Al A'raf:11...

Begitu mulianya manusia hingga malaikat d perintah Allah untk bersujud...dan ingatkah kita bhwa slama kita dlam rahim seorang ibu ,kita sudah adakan perjanjian sama Alloh Azza Wajjala....lupakah kita dan mengingkarinya.....

Firman Alloh :
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",.Al A'raf:172...

Jika kita sudah berjanji akankah kita ingkari ?Hanya mereka yg tdk mampu mengenal dirinya sendiri yg sesat dan kafir dari ketentuan yang telah Alloh Azza Wajjala gariskan.


Alloh-lah yg menciptakan langit dan bumi dg segala isinya yg penuh dengan hikmah kehidupan.semua patuh dan taat sesuai sunnatullah ,sesuai cara dan 7an masing2.bahkan gugurnya sehelai daun dari atas pohon dan jatuh ke atas batu semua juga atas perintah dari pencipta-Nya.

Di hari penghisaban manusia nanti,binatang2 di panggil untuk menghadap Alloh bukanlah untuk di mintai pertanggungjawaban atas segala tingkahlakunya selama di dunia ini,tetapi di hadapkan sebagai saksi untuk menerangkan segala jasa baek dan buruk yang dilakukan manusia terhadap mereka
.
Firman Allah SWT yg maksudnya:
"Dan tiadalah binatang-binatan yang ada di bumi dan burung-burung yg terbang dengan kdua sayapnya,melainkan umat-umat juga seperti kamu.tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dlam al Kitab,kemudian kpada Allah mereka dihimpunkan."

Jika seluruh makhluk yg ada di alam ini merasa bersyukur terhdap pemberian Alloh terhadap mereka,sudah pasti manusia harus melebihi dari makhluk2 yang laen dlm brsyukur kpada Alloh Azza Wajjala.

Jika kita ingat akan perjanjian yang telah kita buat di hadapan Alloh ketika kita di alam Azali seperti yang di terangkan dalam surah Al'araf ayat 172 itu,maka kita akan menjadi makhluk yang bersyukur dan selalu brsyukur kepada-Nya....

Sudahkah kita brmuhasabah diri?tdk malukah kita kepada Alloh yang sudah memberi kesempurnaan tp kita tdk brsyukur...

Manusia pada fitrahnya Hanif,mengandung erti rindu thadap mengingat Allah SWT.
... manusia pada kejadiannya yang azali rindu kepada kesucian,kemuliaan dan keagungan serta cenderung kepada kbaekan,keindahan,kebenaran dan keadilan.

Agama Islam di sebbt agama fitrah kerana agama islam it fitratulloh,iaitu agama ciptaan Alloh.
Dengan sendirinya agama islam itu sesuai dengan fitrah atau asal kjadian manusia.

Firman Allah yang maksudnya:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,(Ar Ruum:30)

Agama islam agama hanif,kerana di dalam agama ciptaan Allah itu terkumpul esgala nilai-nilai kesempurnaan,mulia,keagungan,keindahan,baek n adil.
Makna hanif cendrung rindu pada kbenaran,dg dmikian manusia pada fitrahnya cndrung dan cinta kebenaran yang datangnya dari Alloh Azza Wajjala...

Bagi manusia yang menyadari kejadiannya,tentu memiliki pengertian bhwa dnia ini ada Zat yang Maha Esa yang menjadikannya dan mengaturnya.sudah pasti Zat yang Maha Esa itu tidak serupa dengan alam yang ada ini,tidak pula merupakan benda,bukanlah sesuatu yg melekat,tidak dapat di batasi dan tidak memerlukan tempat....

kadang-kadang manusia beranggapan bahwa kalau tauhid itu merupakan suatu fitrah atau semula jadi, maka manusia tidak berbeza aqidah dan kepercayaannya dan tidak berbeda pula Tuhan mereka.tetapi kenyataan mengapa manusia mempunyai pendapat yang beraneka ragam sehingga tidak sama dalam menentukan mereka.

tentang masalah ini di jelaskan bahwa timbulnyasangkaan seperti itu adalah kerna watak manusia itu cenderung berpegang dengan sesuatu yang di tangkap oleh indra mereka.contoh kisah ini sebagaimana firman Alloh Azza Wajjala dalam al-quran:

يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَى أَكْبَرَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَلِكَ وَآتَيْنَا مُوسَى سُلْطَانًا مُبِينًا

Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kelalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.(An-Nisa':153)

adalah pikiran manusia itu tidak mampu menemukan kebenaran ,mengetahui secara menyeluruh. maka sangat mengherankan bila orang yang berakal sehat menggunakan perkara itu sebagai dalil meniadakan sesuatu. umat terdahula banyak di contohkan Alloh Azza Wajjala sebagai umat yang sesat dari jalan yang lurus.meraka memiliki hati keras dan banyak melanggar perintah-Nya.

ajaran yang di bawa agama islam itu adalah tentang iman kepada Alloh dan meng-Esakan-Nya,serta menghindarkan diri daripada menyekutukan-Nya. semua itu merupakan jalan yang sesuai dengan fitrah manusia yang ingin kepada kebenaran. dan kebenaran yang haq itu hanya dari Alloh Azza Wajjala..

firman Alloh tentang ke-Esaan-Nya:

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia"(Al-Ikhlas)


--------------------------------------------------------------------------------


demikian sedikit gambaran tentang perjalanan Roh ketika masih ada di alam Azali .pada hakikatnya sesuatu yang akan di jadikan Alloh itu telah berada dalam iradah / kehendak Alloh Azza Wajjala. batas terakhir Roh berada di alam azali ketika Roh meneruskan pengembaraannya menuju Alam Rahim..insyaAlloh.

Semoga ada manfaat....
senyum santun