http://go.onclasrv.com/afu.php?zoneid=1323360

Sunday, November 29, 2015

Hukum Ghibah...




Berdasarkan firman ALLAH;

Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yg lain.
Sukakah salah seorang diantara kamu
memakan daging saudaranya yang sudah mati?
maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya ALLAH Maha penerima taubat
lagi Maha penyayang. (Al-Hujuraat: 12).

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian apakah ghibah itu? para sahabat menjawab, “ALLAH dan rasulNya yang lebih tahu”. Maka Rasulullah bersabda, “Ghibah adalah engkau menyebutkan saudaramu dgn sesuatu yg ia benci”, kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana jika yg aku katakan memang ada padanya? Rasulullah menegaskan, “Jika yg engkau katakan memang ada pada dirinya, maka itulah ghibah. Jika tidak, maka engkau telah berbuat dusta padanya”. (HR.Muslim 2589).

BAHAYA GHIBAH:

1. Mendapat siksa atau adzab yg sangat pedih.
Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah bersabda, “Tatkala aku dinaikkan saat Isra’ Mi’raj, aku melewati sekelompok orang yang kuku-kuku mereka dari tembaga. Mereka mencakar wajah dan dada-dada mereka dengan kuku tersebut. Aku pun bertanya kepada malaikat Jibril tentang perihal mereka. Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merusak kehormatan orang lain. (HR.Abu Dawud 4870 )

2. Dimasukkan radghatal Khabal kedalam mulutnya, sampai keluar dari mulutnya apa-apa yg pernah dia ucapkan kepada saudaranya yg tdk benar.

Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:
Brgsiapa yg membicarakan sesuatu yg tdk ada pada diri seorang Mu’min,maka akan dimasukkan kedalam mulut mereka Radghatal Khabal (lubang yang penuh dengan DARAH dan NANAH yg mengalir dari penghuni-penghuni neraka), sehingga dia dibersihkan (dari hukuman) dosa-dosa yg diucapkannya (keluar dari mulutnya apa yang pernah dia ucapakan)/sampai dia BERTAUBAT dan MINTA HALAL ”.
(HR. Abu Dawud 3594 )
------------------------------------------------------------
Barang siapa yang menutup aib seorang muslim,
Allah akan menutup aib dirinya pada hari kiamat.
(HR. Al- Bukhari no.2442 )

------------------------------------------------------------

Kondisi diperbolehkannya ghibah
Dr. Sayid Muhammad Nuh dalam Afat Ala al-Thariq (1996: III/ 52) mengungkapkan ada enam hal, di mana seseorang diperbolehkan untuk ghibah, yaitu:
1. Tadzalum.
Yaitu orang yang teraniaya, kemudian mengadukan derita yang diterimanya kepada hakim, ulama dan penguasa agar dapat mengatasi problematika yang sedang dialaminya. Dalam pengaduan tersebut tentu ia akan menceritakan keburukan orang yang menganiaya dirinya. Dan hal seperti ini diperbolehkan. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
لاَ يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا*
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
2. Meminta bantuan untuk merubah kemungkaran & mengembalikan orang yang maksiat menjadi taat kepada Allah SWT, kepada orang yang dirasa mampu untuk melakukannya. Seperti ulama, ustadz atau psikolog. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,
‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya. (HR. Muslim).
Sementara meminta bantuan kepada orang yang lebih mampu, masuk dalam kategori merubah kemungkaran dengan lisan.
3. Meminta fatwa.
Seperti seseorang yang meminta fatwa kepada ulama dan ustadz, bahwa saudaraku misalnya menzhalimiku seperti ini, maka bagaimana hukumnya bagi diriku maupun bagi saudaraku tersebut.
Dalam salah satu riwayat pernah digambarkan, bahwa Hindun binti Utbah (istri Abu Sufyan) mengadu kepada Rasulullah SAW dan mengatakan, wahai Rasulullah SAW, suamiku adalah seorang yang bakhil. Dia tidak memberikan padaku uang yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga kami, kecuali yang aku ambil dari simpanannya dan dia tidak mengetahuinya. Apakah perbuatanku itu dosa? Rasulullah SAW menjawab, ambillah darinya sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan cara yang baik (baca; ma’ruf)” (HR. Bukhari)
4. Peringatan terhadap keburukan atau bahaya.
Seperti ketika Fatimah binti Qais RA datang kepada Rasulullah SAW dan memberitahukan bahwa ada dua orang pemuda yang akan meminangnya, yaitu Muawiyah dan Abu Jahm. Rasulullah SAW mengatakan, ‘Adapun Muawiyah, ia adalah seseorang yang sangat miskin, sedangkan Abu Jahm, adalah seseorang yang ringan tangan (suka memukul wanita).” (HR. Muslim)
5. Terhadap orang yang menampakkan kefasikan & kemaksiatannya, seperti minum khamer, berzina, judi, mencuri, dan membunuh. Terhadap orang yang seperti ini kita boleh ghibah. Apalagi terhadap orang yang menampakkan permusuhannya kepada agama Islam dan kaum muslimin.
6. Untuk pengenalan.
Adakalanya seseorang telah dikenal dengan julukan tertentu yang terkesan negatif, seperti para periwayat hadits ada yang dikenal dengan sebutan A’masy (si rabun), A’raj (pincang), Asham (tuli), A’ma (buta) dsb. Mereka semua sangat dikenal dengan nama tersebut. Jika disebut nama lain bahkan banyak perawi lainnya yang kurang mengenalnya. Meskipun demikian, tetap menggunakan nama aslinya adalah lebih baik. Bahkan jika dengan namanya tersebut dia telah dikenal, maka tidak boleh menggunakan julukan yang terkesan negatif.Wallahu'alaamu bishshowab
 

Salah Siapa Bernarsis ria di Medsos



Alkisah, tersebutlah akun sosmed seorang akhwat yang hobi banget selfie. Foto-fotonya dengan bermacam gaya dan pose lengkap dari berbagai angle terpajang dengan rapi di sana.

Tibalah suatu saat, ia merasa terganggu dengan banyaknya akun laki-laki iseng yang usil meninggalkan komentar, like dan kepo terhadap dirinya. Akhwat itu marah, kesal, benci.. Sampai akhirnya ia membuat postingan dengan caption panjang lebar menjelaskan kalau dia bukan perempuan murahan yang gampang untuk dilecehkan.

I got curios. So I keep scrolling down. Then I understand why.

Girls, ketika kita membiarkan dengan sengaja akun sosmed kita open for public, kita harus sudah siap dengan segala resikonya. Tiap orang bebas memfollow, mengomentari, melihat-lihat bahkan sekadar menyalurkan hobi kepo mereka.

Kalau nggak mau difollow, dikomentari atau dikepoin.. Ya, settingnya diubah jadi private aja atuh. Kita bebas menyeleksi siapa aja yang bisa lihat-lihat postingan kita. Biar nggak sembarang orang bisa tahu aktifitas kita, terutama orang-orang yang nggak mengenal kita dengan baik, juga orang-orang yang kurang berkenan di hati kita.

Girls, kalau cantiknya kita nggak mau dipandangi dan dinikmati oleh laki-laki asing, ya sok atuh nggak usah upload foto diri full face di sosmed. Bahkan meski sudah menutup wajah dengan cadar.

Dengan dalih berdakwah dan memasyarakatkan sunnah, kita bergaya bak model dengan hijab rapat bahkan lengkap dengan cadarnya. Di bawah foto yang kita unggah, kita selipkan nasehat dan tausiyah yang sangat menyentuh.

Ironisnya, caption nasehat yang kita posting adalah tentang pentingnya ghadhul bashar alias menundukkan pandangan, sedang di atasnya persis terdapat foto diri kita dengan lirikan mata malu-malu dan senyum penuh misteri.

How sad.

Wanita itu indah, sekaligus sumber fitnah. Oleh karenanya Allah mensyariatkan wajibnya hijab untuk meredam pesona mereka. Karena Rasulullah shalallaahu alaihi wa sallam sendiri telah memperingatkan dalam sabda beliau,

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita .” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)

.:: Saat Langkah Kaki Terasa Berat ::.




Sahabatku, 
Jangan bingung dan hilang arah dengan jalan yang harus ditempuh untuk sampai pada tujuan yang diharapkan.

Saat ini jalan itu memang berbatu tajam...sehingga sulit dan berat untuk dilalui.
Namun "kerikil dan batu karang" itulah yang kelak akan membawamu ke tempat yang begitu menakjubkan.

Tuangkan seluruh keimanan disertai budi pekerti yang mulia ,,, DAN JADILAH "BIDADARI" BAGI 2 NEGERI (DUNIA dan AKHIRAT)...insya Allah

Dan tak jarang kita berkata, "Saya lelah menghadapi si A, si B, si C, dst", sampai2 kita lupa bahwa bisa jadi orang lainpun merasa lelah menghadapi diri kita yang juga sering bersikap tidak menyenangkan bagi orang lain.

Coba tanyakan kepada 1 orang saja, misalnya Ayah atau bunda kita. Betapa telah sangat bersabarnya mereka menghadapi "kebebalan" kita selama ini, dan mereka (Ayah/bunda) tetap bersabar dan berbaik sangka kepada kita.

Petiklah pelajaran dari hal tersebut. Belajarlah untuk lebih bersabar dan berlapang dada atas diri orang lain, sekalipun perbuatan mereka bermuatan kezhaliman.

Dan pada akhirnya, cobaan terbesar dalam hidup kita akan menjadi kekuatan terbesar bagi diri kita.

Karena yakin kepada Allah bukanlah (semata-mata) "memaksa" agar badai segera berhenti. Akan tetapi lebih daripada itu, dengan keyakinan yang kuat kita percaya, bahwa Allah akan mempertebal dan memperkuat iman pada saat kita berjalan melintasi badai. Aamiin
 

7 Hal Buat wanita Durhaka setelah Menikah


Pernikahan yang indah jadi dambaan untuk setiap wanita. Ditambah lagi bila mereka memperoleh suami sholeh yang dapat menuntun mereka ke jalan Allah SWT. Hingga pernikahan itu bisa bahagia dunia serta akhirat. Tetapi, nyatanya pernikahan yang diidam-idamkan itu dapat jadi awal masuknya seseorang wanita ke jurang neraka lantaran berbuat durhaka pada suaminya.

Mungkin saja banyak wanita yg tidak mengerti bahwa ada banyak perbuatan mereka pada suami yang malah menjerumuskannya ke neraka. Hal yang di anggap biasa untuk dilakukan tenyata ada yang dilarang dalam Islam.

Di bawah ini yaitu 7 hal yang dapat buat wanita menjadi durhaka setelah menikah.

1. Menuntut Keluarga Yang Ideal dan Sempurna
Banyak wanita yang membayangkan sebuah pernikahan yang indah. Bahkan di antara mereka ada yang menginginkan kehidupan selayaknya yang ada di sinetron atau novel-novel fiksi setelah menikah. Seperti hidup berkecukupan, bahagia, tidak repot dan bisa melakukan apapun yang diinginkan. Gambaran yang demikian lah yang akhirnya membuat mereka terobsesi untuk memiliki keluarga yang ideal dan sempurna.

Namun, ketika membayangkan hal tersebut wanita cendrung tidak memikirkan masalah keuangan, kelelahan, dan segudang problematika dalam sebuah rumah tangga. Nah, ketika harus menghadapi situasi sulit tersebut maka mereka kurang bisa untuk menerima keadaan. Hal ini biasanya akan membuat wanita suka menuntut agar suaminya bisa membina keluarga mereka sesuai dengan gambaran ideal yang diimpikan sebelum menikah.

Solusi terbaik agar wanita tersebut tidak menjadi durhaka setelah menikah adalah menambah pemahaman yang utuh mengenai problematika yang ada di dalam rumah tangga sebelum menikah. Itu dapat dilakukan dengan sharing kepada lembaga perkawinan atau anggota keluarga yang berpengalaman.

2. Nusyus (Tidak Taat Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh serta tidak taatnya seorang wanita kepada suaminya. Wanita yang suka melanggar perintah suaminya ini dapat dikategorikan sebagai wanita durhaka. Banyak sikap yang menunjukkan bahwa seorang wanita menjadi durhaka kepada suaminya, antara lain menolak ajakan suami ketika mengajaknya tidur, menghianati suami, memasukkan orang yang tidak disukai suami ke dalam rumah.

Tidak hanya itu ssja, ternyata lalai dalam melayani suami juga termasuk sikap nusyus. Menghambur-hamburkan uang dan berbicara kasar kepada suami, menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, keluar tanpa izin, dan menyebarkan aib serta rahasia suami juga dapat menjerumuskan wanita menjadi seseorang yang durhaka. Untuk itu, menjadi seorang istri haruslah bisa menempatkan ketaatan kepada suamu di atas segala-galanya. Namun bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah SWT.

3. Tidak Suka Terhadap Keluarga Suami
Banyak wanita yang menginginkan supaya semua perhatian serta kasih sayang suami hanya untuk dirinya seorang. Perhatian si suami ini tidak boleh terbagi meskipun dengan orang tua suaminya. Padahal sebenarnya suami juga harus berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibunya.

Kecemburuan tersebut dapat terlihat ketika mereka mereka tinggal di rumah orang tua si suami. Si wanita akan mengganggap bahwa ibu mertuanya itu adalah pesaing utama dalam mendapatkan cinta, dan perhatian dari sang suami. Karena rasa cemburunya tersebut membuat istri berani menghina dan melecehkan orang tua suaminya. Bahkan tidak jarang, ia berani untuk meminta suaminya berbuat durhaka terhadap orangtuanya.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istrinya. Itulah yang mendasari ia untu menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara. Namun, pada dasarnya ikatan sebuah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan tetapi juga antar keluarga. Untuk itulah antara suami dan istri harus menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing dan sebaliknya.

4. Tidak Bisa Menjaga Penampilannya
Banyak istri yang berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah. Keadaan sebaliknya justru terjadi ketika dirinya berada di hadapan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, hanya menggunakan pakaian seadaannya, rambut tidak tertata, jangankan menggunakan parfum terkadang aroma dapur yang menyengatlah yang tercium di hidung suami.

Sebenarnya, hal seperti ini tidak patut untuk dipelihara. Bisa jadi, ketika terus menerus dilakukan maka akan membuat suami menjadi tidak betah di rumah. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Untuk itu, berhias semestinya hanya ditunjukkan kepada suami dan janganlah memamerkan kecantikan di khalayak umum karena hanya suamilah yang berhak untuk melihat suami itu.

5. Mengungkit-Ungkit Kebaikan
Semua orang tentu pernah melakukan sebuah kebaikan, tanpa terkecuali seorang istri. Namun, kebaikan tersebut justru akan menjadi masalah ketika kebaikan itu diungkit-ungkit di hadapan suami dalam rangka pamer atau riya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

6. Sibuk di luar rumah
Menjadi seorang wanita karir memang tidak dilarang dalam Islam selagi mendapatkan izin dari suami. Namun, ketika si istri terlalu banyak melakukan kesibukan di luar rumah itulah yang tidak diperbolehkan. Terlebih lagi jika kesibukan tersebut membuat istri mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya .

Ketika suami pulang ke rumah dari bekerja, lalu mendapati semua pekerjaan belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak baik. Bila terjadi terus menerus akan membuat si suami tidak betah berada di rumah. Ketika wanita tidak bisa menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai istri maka ketika itulah ia menjadi seorang wanita yang durhaka karena lalai terhadap tugasnya.

7. Cemburu Buta
Perasaan cemburu memang menjadi tabiat wanita yang menjadi ekspresi cinta. Namun, ketika perasaan cemburu tersebut tidak beralasan dan sudah keterlaluan akan membuat rasa cemburu ini berubah menjadi cemburu yang tercela.

Biasanya, cemburu yang diisyaratkan oleh istri adalah cemburu karena kemaksiatan yang dilakukan oleh sang suami seperti berzina, zalim, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini maka hal tersebut adalah sebuah cemburu yang terpuji. Namun, jika hanya sebuah dugaan belaka tanpa bukti dan fakta maka inilah yang kemudian menjadi cemburu yang tercela.

Itulah 7 hal yang dapat bikin wanita jadi durhaka setelah menikah. Oleh karena itu, sebagai seorang wanita kita mesti dapat belajar jadi istri yang baik serta sholehah supaya tak menjerumuskan diri serta suami ke lubang neraka. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari artikel ini, terima kasih sudah membaca.

Gagal Paham dalam Utang Piutang




Ada yang gagal paham, berkenaan dengan masalah utang piutang.

Gagal Paham

Bagaimana komentar Anda jika ada yang berutang ke kita, lalu ketika ditagih ia sodorkan hadits tentang keutamaan orang yang memberi pinjaman utang?
Akhirnya kita sulit menagih, padahal kita pun butuh akan uang tersebut dan ia sebenarnya sanggup lunasi sesuai janji.
Padahal ….
Ada hadits yang mengancam orang yang enggan lunasi utang …
Apa hadits seperti itu tidak pernah dibaca oleh peminjam utang?
Orang cerdas tentu bisa menempatkan dalil pada tempatnya.
Kira-kira dalil ini cocok untuk siapa?
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Lalu …
Kalau hadits berikut cocok untuk siapa yah?
Dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ طَلَبَ حَقًّا فَلْيَطْلُبْهُ فِى عَفَافٍ وَافٍ أَوْ غَيْرِ وَافٍ
“Siapa saja yang ingin meminta haknya, hendaklah dia meminta dengan cara yang baik baik pada orang yang mau menunaikan ataupun enggan menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 1965. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Hadits pertama berlaku untuk orang yang mampu melunasi utang, namun enggan melunasinya. Itu adalah hadits ancaman untuknya.
Hadits kedua berlaku untuk orang yang meminjamkan utang, hendaklah memberi kemudahan pada orang yang susah.
Kalau salah menempatkan dalil, berarti itu orang yang gagal paham.

Salah Menempatkan Dalil

Sikap orang yang berhutang seharusnya segera melunasi hutangnya. Jangan malah memiliki sikap sebaliknya, yaitu beranggapan bahwa pemberi utang yang baik pasti akan memberi tenggang waktu. Barangkali ini dalil yang sering digunakan,
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 280).
Dalilnya memang benar, namun salah menempatkan. Dalil ini ditujukan bagi pihak pemberi utang agar memiliki sikap yang baik dengan memberi tenggang waktu jika orang yang berutang berada dalam kesulitan atau bahkan lebih baik memutihkan utang tersebut. Sehingga dalil di atas bukanlah untuknya. Seharusnya yang jadi dalil baginya adalah dalil-dalil yang menyebutkan bahaya berhutang sebagaimana disebutkan di atas. Jadi, janganlah salah memposisikan dalil.

Komentar di Facebook dalam Bahasan Orang yang Tidak Amanah dalam Utang Piutang

Kalau pinjaman tanpa riba kian langka, maka jangan sia-siakan saudaramu yang memberi pinjaman tanpa riba dengan menunda-nunda pelunasan ketika telah mampu melunasi baik langsung maupun mencicilnya. Kalau hutang dengan riba saja berani dan bisa bayar plus bunga dan dendanya, mestinya lebih ringan bagi kita melunasi hutang yang tak berubah jumlahnya.
Sekarang, bukan masalah gak mau pinjemin uang … Seringnya banyak yg gak amanah dalam hutang, janji tak tertunai, uang tak kembali, orang hilang entah kemana…
Beberapa orang yg suka berhutang, bahkan kerabat dekat,… ketika tdk ada masalah keuangan, jarang datang silaturahmi…. ketika datang, minjem uang, setelah itu tdk ada berita….. datang2 lagi utk minjem lagi… ini adalah ujian bagi kita.. utk tdk menggosip… utk menahan diri. Kita wajib memberitahukan, ke ybs… tanpa memojokkan.
Ustd saya sdh menolong orang orang meminjamkan uang sebesar 70jt tanpa saya minta lebih krna sy tau dosa nya bila sy minta bunganya tapi, orang yg pinjemin smpai skg uang sy blum di kembalikan, sdh sdh brusaha menagih hasilnya nihil. Sdh hmpir 2thn uang sy blum dikembalikan. Sy mo tnya ustd, apakah saya berdosa bila saya menyumpahkan dan mendo’a kan mereka dgn kalimat2 yg jelek, krna saking jengkelnya dan sakit hati?.. Saya stress
Memberikan keringanan hutang, hanya untuk orang2 yg tidak mampu. bukan yg sengaja untuk menunda-nunda membayar hutang, padahal dia mampu. saya paham ustad.hehehe
Wallahu waliyyut taufiq, hanya Allah yang beri taufik.


@ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 27 Muharram 1437 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel (Rumaysho.Com)
 

SubhanAlloh...! Indahnya Bersekolah di Dalam Perut Ibuku



Wajar jika yang namanya sekolah pasti ada kelas, guru dan muridnya. Nah, kalau sekolah dalam perut di mana kelasnya?
Siapa gurunya?
Dan yang paling penting adalah siapa yang akan menjadi muridnya?
Janin Sehat Janin Sehat Sekolah yang satu ini berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya.

Sekolah yang satu ini mengambil setting lokasi kelas di dalam perut alias di dalam kandungan. Lalu ibu, ayah, dan anggota keluarga lainnyalah yang berperan menjadi guru, dan janin yang ada di dalam kandungan lah yang akan menjadi muridnya. Sekolah dalam perut adalah sekolah yang paling murah dan paling praktis, tidak perlu membutuhkan biaya banyak seperti sekolah-sekolah biasa.

Sekolah dalam perut ini bertujuan untuk mendidik anak sejak dalam kandungan. Ini adalah cara mencerdaskan anak paling mudah dan murah tanpa harus menunggu anak duduk di bangku sekolah sesungguhnya. Mungkin timbul pertanyaan dalam benak kita semua, akankah seorang janin dalam kandungan bisa diajak belajar? Ya, berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Barat dalam bidang perkembangan pra-lahir, ternyata menunjukkan bahwa selama berada dalam rahim, anak dapat belajar, merasa, dan mengetahui perbedaan antara gelap dan terang.

Pada saat kandungan telah berusia 20 minggu atau sekitar 5 bulan, kemampuan janin untuk merasakan stimulus telah berkembang dengan cukup baik. Sehingga hal ini memungkinkan terjadinya proses pendidikan dan pembelajaran terhadap janin pun dapat dimulai.

Menurut F. Rene van de Carr dan Marc Lehrer, dalam bukunya Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan, beberapa kebiasaan baik yang dibentuk secara konsisten oleh ibu-ibu hamil pada dirinya dan bayinya selama masa kehamilan dapat mengurangi berbagai kesulitan yang mungkin timbul ketika sang anak sudah menghirup udara dunia. Para ibu hamil di Barat biasa memperdengarkan irama musik-musik klasik pada janin yang ada di dalam kandungannya.

Sedangkan untuk kita yang beragama Islam, memperdengarkan muratal Al-Qur’an adalah alternatif yang lebih baik. Karena hal tersebut dapat membiasakan janin terbiasa dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan membuat hapalan anak kuat ketika lahir ke dunia kelak. Contohnya seperti Hasan Thabathabai yang selalu diperdengarkan tilawah Al-Qur’an oleh ibunya. Hasilnya Hasan meraih gelar doktor termuda dalam Hifzhul Qur’an di usianya yang belum mencapai 12 tahun.

Selain itu, membacakan cerita ataupun kisah-kisah serta relaksasi bagi janin akan memungkinkan ibu-ibu hamil dapat menjalin komunikasi dan membina hubungan yang positif dengan jabang bayi yang ada dalam kandungannya.

Masih dalam bukunya Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan, F. Rene van de Carr dan Marc Lehrer menuliskan bahwa The American Association of The Advacement of Science pada tahun 1996 merangkum hasil penelitian beberapa ilmuwan dalam bidang stimulasi pra-lahir atau bayi, antara lain sebagai berikut : Dokter Craig Ramey dari University of Alabama menegaskan bahwa program-program stimulasi dini dapat meningkatkan nilai tes kecerdasan dalam pelajaran utama pada semua anak yang diteliti dari masa bayi hingga usia 15 tahun.

Anak-anak tersebut mencapai nilai kecerdasan 15 hingga 30 persen lebih tinggi dibanding lainnya. Dokter marion Cleves Diamond dari University of California di Berkeley-AS melakukan eksperimen bertahun-tahun dan mendapatkan hasil yang sama berulang-ulang bahwa tikus yang diberi stimulasi tidak hanya mengembangkan pencabangan sel otak lebih banyak dan daerah kortikal otak yang tebal, tetapi juga lebih cerdas dan lebih terampil bersosialisasi dengan tikus lainnya.

Dokter Hugo Moser dari John Hopkins University meneliti monyet-monyet Rhesus tanpa stimulasi. Hasilnya adalah monyet tersebut mengalami cacat perilaku yang mencolok dan menyedihkan saat mereka dewasa. Monyet-monyet tersebut menjadi kikuk, suka menyiksa diri sendiri dan menarik diri dari kontak sosial dengan monyet lainnya, serta menunjukkan tanda-tanda keterbatasan kecerdasan lainnya. Penelitian lainnya juga dilakukan oleh The Prenatal Enrichment Unit di Huacchiew General Hospital Bangkok-Thailand yang dipimpin oleh dr. C. Panthuraamphorn. Penelitian dilakukan dengan pemberian stimulasi terhadap janin dalam kandungan. Hasilnya ketika bayi tersebut lahir, mereka mampu menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, mampu menolehkan kepala ke arah suara orangtuanya, lebih tanggap terhadap musik, dan juga mengembangkan pola sosial lebih baik saat ia dewasa.

Begitu pula dengan riset yang dilakukan oleh Prof. Suzuki dari Jepang yang dimuat dalam harian The Japan Times Weekly Education, bahwa stimulus yang diberikan terhadap janin sangat terkait dengan tingkat intelegensi anak. Jadi, sejak masih dalam kandungan, anak sebenarnya sudah siap merespon stimulasi-stimulasi edukatif yang diberikan kedua orang tuanya, terutama ibunya. Metode sekolah dalam perut ini memang adalah metode Barat. Namun apa salahnya apabila metode ini juga diaplikasikan dalam Islam dan menggunakan cara-cara yang lebih islami, misalnya dengan memperdengarkan muratal kepada janin.

Metode ini telah diterapkan oleh seorang muslimah kelahiran Medan yang berkesempatan menyelesaikan studi sarjananya di negeri Syams, Ustadzah Halimah Sa’diyah Nasution. Beliau memiliki seorang anak yang bernama Ayyasy Ar-Rantisi. Pelajaran yang Ustadzah Halimah berikan kepada Ayyasy Ar-Rantisi adalah elusan di perut dan tilawah Al-Qu’an sesering mungkin, diperdengarkan burdah, dibacakan sirah 25 Nabi dan Rasul, dinyanyikan lagu anak-anak seperti Balonku, Bintang Kecil, Pelang-Pelangi, dan lainnya.

Ayyasy ketika masih berada dalam kandungan juga dibacakan hadits-hadits pendek, cerita-cerita sains untuk anak dan di akhir pelajaran selalu ditutup dengan burdah. Satu paket pelajaran ini biasanya dapat beliau selesaikan dalam waktu 10-20 menit sekolah dalam perut tersebut biasa beliau lakukan setiap pagi, sekitar pukul 09.00 dan dimulai sejak Ayyasy berusia 4 bulan di dalam kandungan.

Dan hasil dari pembelajaran Ayyasy dalam kandungan sungguh mengesankan. Ayyasy ketika lahir tidak banyak menangis dan lebih rileks, lebih gesit, matanya lebih waspada, dan memiliki kode khusus untuk memberitahukan bahwa ia meminta diganti popoknya. Bocah ini juga memiliki rentang perhatian yang lebih lama dan lebih fokus pada gambar-gambar yang ditunjukkan padanya.

Dan ketika menginjak usia 6 bulan, Ayyasy sudah bisa menyebut “Umi“. Ayyasy juga sudah bisa mengeluarkan suara ‘r’ dengan jelas ketika ia berusia 10 bulan. Dalam metode sekolah dalam perut ini juga dibutuhkan kurikulum dan aturan-aturan layaknya sekolah biasa. Kurikulum disesuaikan dengan keinginan orang tua, misalkan memperdengarkan muratal Al-Qur’an, dibacakan cerita, dinyanyikan, daiajak berkomunikasi, dan lainnya.

Cara berkomunikasi dengan janin yang ada di dalam kandungan dapat dilakukan dengan menggunakan megafon atapun alat khusus yang terdiri dari microphone yang digunakan oleh guru atau ibu dan dilengkapi dengan speaker atau sejenis headphone untuk ditempelkan ke perut ibu supaya dapat didengar oleh janin ketika proses pembelajaran. Alat ini sudah banyak dijual di pasaran. Atau bisa juga menggunakan alat yang lebih murah yaitu, kalender yang digulung seperti terompet tahun baru.

Bagian corongnya digunakan oleh ibu untuk bersuara, dan ujungnya ditempelkan ke perut untuk diperdengarkan ke janin. Aturan sekolah dalam perut ini adalah harus menyediakan waktu khusus untuk proses pembelajaran. Bagi ke dalam 2 sesi setiap harinya, dan satu sesi hanya membutuhkan waktu 5-20 menit. Dianjurkan dilakukan 30-150 menit setelah sang ibu makan. Jangan memaksa bayi belajar dan memperlama proses belajar agar bayi bisa rileks dan mencerna pelajaran dengan baik.

Selain itu jangan meng-qadha’ atau mengganti waktu belajar yang tidak terlaksana. Karena ini akan membuat tingkat stress pada janin meningkat. Usahakan untuk mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan muratal, nayid, musik, nyanyian, atau senandung. Dan yang paling utama adalah konsisten selama proses belajar dari awal proses pembelajaran, yang dapat dimulai di akhir trisemester pertama hingga bayi lahir. Perbanyak komunikasi verbal berupa sentuhan ke perut ibu, bukan hanya oleh ibu tetapi ayah dan anggota keluarga lainnya seperti kakak sang bayi bisa ikut serta.
sumber
Proses pembelajaran dan pemberian stimulasi dalam kandungan ini banyak diterapkan oleh orang-orang Yahudi. Para ibu hamil Yahudi biasanya ketika sedeng hamil, mereka berusaha untuk mengerjakan soal matematika sesulit apapun walaupun si ibu kurang menyukai matematika. Sang ibu juga mengajarkan janin yang ada di dalam kandungan not-not balok yang terbilang rumit.

Janin yang ada di dalam kandungan juga sering diperdengarkan musik klasik. Tidak heran apabila banyak orang-orang Yahudi yang jenius dan pandai, hanya saja kejeniusan mereka membuat orang lain sengsara alias jenius tapi keblinger. Selain asupan yang bergizi selama masa kehamilan, sekolah dalam perut dan kepribadian keseharian si ibu juga dapat membentuk karakter dan kecerdasan anak. Oleh karena itu jangan sungkan-sungkan untuk mencoba metode sekolah dalam perut ini untuk mencetak generasi rabbani yang unggul dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Fp : Telaga Rindhu

jangan lupa kunjungi Bio TH Probiotik solusi kesehatan kita smua

Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik

Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya?
Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.

Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.

Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

1. Ramah dan murah senyum
Mengapa Anda Harus Banyak Tersenyum.?
Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.

Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana "kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu" menghiasi relung jiwanya.

2. Optimis dan ceria
Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.

Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.

3. Penyabar dan teguh hati
Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.

Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,"Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ...." Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.

Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.

4. Penyayang dan pemaaf
Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.

Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.

Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.

Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.

5. Empatif dan ringan tangan
Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.

Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.

Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.

6. Aktif dan produktif
Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.

Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.

Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.

7. Cerdas dan kreatif
Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.

Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.

8. Tekun dan ikhlas beribadah
Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.

***

Senyumku Dakwahku
 —

Renungan Untuk Istri

Wahai sang Istri ….

Apakah akan membahayakan dirimu, apabila engkau menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi simpul senyum yang manis di saat dia masuk rumah?

Apakah memberatkanmu, apabila engkau menyapu debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!!

Apakah engkau merasa sulit, jika engkau menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!!

Mungkinkah akan menyulitkanmu, jikalau engkau berkata kepada suami : “Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku“.

Wahai sang istri…

Berdandanlah untuk suamimu dan harapkanlah pahala dari Allah di waktu engkau berdandan, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan

Pakailah parfum yang harum, dan ber-make-uplah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut.

Janganlah engkau mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang bermaksud merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami.

Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lembut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan menduga hal-hal yang jelek ada pada dirimu.

Selalulah dirimu dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat.

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.

Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya.

Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir setan.

Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunah, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan janganlah engkau menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.

Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada ALLAH Subahana wa Ta’ala, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta. Allah f berfirman: “Dan Rabbmu berkata : “Serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu” (Al-Ghafir : 60).

Shalat Jum'at


1. Kewajiban mandi Jumat atas setiap lelaki dewasa dan keterangan tentang beberapa hal yang dianjurkan
· Hadis riwayat Abdullah bin Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: Bila salah seorang di antara kalian hendak melakukan salat Jumat, maka hendaknya ia mandi. (Shahih Muslim No.1393)
· Hadis riwayat Umar bin Khathab: ia berkata: Bahwa Rasulullah memerintahkan mandi (Jumat). (Shahih Muslim No.1395)
· Hadis riwayat Umar bin Khathab, ia berkata: Rasulullah bersabda: Bila salah seorang di antara kalian hendak melakukan salat Jumat, maka hendaklah ia mandi. (Shahih Muslim No.1396)
· Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang balig. (Shahih Muslim No.1397)
· Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Biasanya kaum muslimin berangkat untuk melaksanakan salat Jumat dari rumah-rumah mereka dari desa-desa sekitar Madinah dengan memakai abaya (sejenis jubah). Debu-debu mengenai mereka, sehingga mengeluarkan bau tubuh. Lalu seseorang di antara mereka mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. yang berada di dekatku. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Sepatutnya kalian mandi untuk menyambut hari ini. (Shahih Muslim No.139 8)



2. Memakai wangi-wangian dan bersiwak pada hari Jumat
· Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu: Bahwa ia pernah menyebutkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wassalam. tentang mandi pada hari Jumat. (Shahih Muslim No.1401)
· Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Hak Allah atas setiap muslim adalah mandi setiap tujuh hari, membasuh kepala dan tubuhnya. (Shahih Muslim No.1402)
· Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang pada hari Jumat mandi seperti mandi jinabat, kemudian berangkat awal (ke mesjid), maka seakan-akan ia bersedekah seekor unta gemuk. Barang siapa berangkat pada waktu kedua, maka ia seakan-akan ia bersedekah seekor sapi. Barang siapa berangkat pada waktu ketiga, maka seakan-akan ia bersedekah seekor kambing bertanduk. Barang siapa yang berangkat pada waktu keempat, maka seakan-akan ia bersedekah seekor ayam. Dan barang siapa berangkat pada waktu kelima, maka seakan-akan ia bersedekah sebutir telur. Dan bila imam telah naik mimbar (untuk berkhutbah), maka para malaikat hadir untuk mendengarkan zikir. (Maksudnya mereka tidak lagi mencatat orang yang datang ke mesjid setelah khutbah dimulai). (Shahih Muslim No.1403)



3. Tenang ketika mendengarkan khutbah Jumat
· Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Bila engkau berkata kepada temanmu: “Diam!” pada hari Jumat, saat imam berkhutbah, maka engkau benar-benar berbicara sia-sia. (Shahih Muslim No.1404)



4. Tentang waktu mustajab pada hari Jumat
· Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menyebut hari Jumat, beliau bersabda: Di hari itu ada saat-saat, di mana bila seorang muslim salat dan meminta sesuatu tepat pada saat itu, pasti Allah memberinya. (Shahih Muslim No.1406)



5. Petunjuk umat ini pada hari Jumat
· Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Kita adalah umat terakhir, tetapi kita umat yang lebih dahulu pada hari kiamat nanti. Karena setiap umat diberi kitab sebelum kita, sedangkan kita diberi kitab sesudah mereka. Kemudian hari ini (hari Jumat), hari yang telah ditentukan Allah untuk kita, Allah telah memberi petunjuk kepada kita pada hari tersebut, maka umat lain mengikuti kita, besok (hari Sabtu) umat Yahudi dan lusa (hari Ahad) umat Kristen. (Shahih Muslim No.1412)



6. Waktu salat Jumat adalah ketika matahari tergelincir
· Hadis riwayat Sahal Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami tidak tidur siang dan makan siang, kecuali setelah melaksanakan salat Jumat. (Shahih Muslim No.1422)
· Hadis riwayat Salamah bin Akwa` Radhiyallahu’anhu ia berkata: Kami dahulu melakukan salat Jumat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pada saat matahari telah tergelincir (condong ke barat) kemudian pulang, berjalan sambil meniti tempat teduh. (Shahih Muslim No.1423)



7. Menjelaskan dua khutbah sebelum salat dan duduk antara dua khutbah
· Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. selalu menyampaikan khutbah Jumat sambil berdiri kemudian duduk dan berdiri lagi. Ia berkata: Seperti yang dilakukan oleh kaum muslimin saat ini. (Shahih Muslim No.1425)



8. Tentang firman Allah: Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah)
· Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Pada hari Jumat, ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam. sedang berdiri menyampaikan khutbah, tiba-tiba datang kafilah dari Syam. Kaum muslimin yang saat itu sedang mendengarkan khutbah Nabi berhambur keluar menuju kafilah tersebut, sehingga hanya dua belas orang yang tetap (berada dalam mesjid). Lalu turunlah ayat yang terdapat dalam surat Al-Jumu`ah ini: Bila mereka melihat perdagangan “bisnis” atau permainan, mereka bubar demi hal tersebut, meninggalkanmu yang sedang berdiri “berkhutbah”. (Shahih Muslim No.142 8)



9. Sunat memendekkan salat dan khutbah Jumat
· Hadis riwayat Ya`la bin Umayah Radhiyallahu’anhu: Dari Shafwan bin Ya`la dari ayahnya bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu alaihi wassalam. membaca ayat Alquran di atas mimbar Dan mereka menyeru: Wahai Malik. (Shahih Muslim No.1439)



10. Salat sunat tahiyat mesjid ketika imam sedang berkhutbah
· Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam. sedang berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba datang seseorang (untuk melaksanakan salat Jumat). Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bertanya kepada orang itu: Hai fulan, apakah engkau sudah melakukan salat (tahiyat mesjid)? Orang itu menjawab: Belum. Lalu sabda Rasul: Bangun dan salatlah. (Shahih Muslim No.1444)



11. Surat yang dibaca pada hari Jumat
· Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bahwa: Dalam salat Subuh, di hari Jumat Nabi Shallallahu alaihi wassalam. membaca surat As-Sajadah dan Al-Insan. (Shahih Muslim No.1455)


12. Salat sunat sesudah salat Jumat
· Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu: Bahwa setelah mengerjakan salat Jumat, ia pulang dan mengerjakan salat sunat dua rakaat di rumah. Kemudian ia berkata: Dulu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berbuat demikian. (Shahih Muslim No.1460)
Sumber: Kumpulan Hadits Shahih Muslim

Ngemil Kerikil Neraka


Kehidupan dunia menawarkan kesenangan semu yang tiada batas. Dan manusia di `anugrahi` cobaan berupa nafsu sebagai pengikut setia atas semua itu. Berbagai tawaran menggiurkanpun tak luput menyemarakkan kelezatan dosa. Namun sangat disayangkan bahwa Kesemua itu berujung pada neraka yang mengerikan.

Betapa batin manusia sering kali terlupa atas dosa yang nyata apalagi yang tersamar. Saat kelalaian malah dianggap atraksi hiburan yang menyenangkan, dan atau dosa dinilai sebagai improfisasi brilian, maka kabut hitam penutup pintu hidayah manusia pun menjadi terasa sesak untuk dilewati.

Bisakah kita mengkaji ulang sebentar dan melihat kembali kebelakang jalan hidup yang selama ini telah kita tempuh. Adakah barang haram yang telah kita relakan menjadi bagian dari darah kita saat ini? Dan atau mungkin bukan hanya kita, jangan- jangan suapan dosa itu telah kita suguhkan kepada anak- anak kita?
Menghadirkan neraka sebagai bagian dari sarapan pagi anda dan keluarga, tentu saja bukan mencerminkan cita rasa yang baik dari orang tua yang pantas diteladani.Bagaimana mungkin orangtua yang baik bisa begitu egois. Egois? ya, keegoisan orang tua yang dengan kesenangan dan kepuasan pribadinya telah mengumpulkan harta haram, yang kemudian memenuhi perut anak- anak terkasih yang jelas- jelas tidak tahu menahu tentang tingkah polah ayah ibunya.Parahnya lagi, jika hal itu disampaikan orang lain sebagai nasehat bagi mereka, sejuta dalih atas dasar tanggung jawabpun mengalir dari mulut agar terbuka jalan pemakluman orang lain atas dirinya. Bagaimana mungkin orang tua teladan akan bangga mengajak anak- anak untuk secara berjamaah ngemil kerikil neraka sebagai rutinitas harian dan kudapan favorit mereka? Tentu saja kita berharap kepada Allah agar melindungi kita dari menjadi hambanya yang tergambarkan seperti hal tersebut diatas.

untuk mendapat rizki halal atau haram bukanlah tentang idealisme dan atau sekedar jargon- jargon tak berguna. Kesemua itu adalah pencerminan kualitas orang tua sebagai seorang hamba. Jangan anggap remeh sebuah pilihan, karena hitungan Allah yang sangat maha akurat dalam segala hal, akan memberikan balasan atas apa yang kita pilih dengan sangat tepat pula.Saat ini, besok, didunia, ataupun diakherat, cepat atau lambat, layaknya bumerang balasan itu akan kembali menimpa kita. Benar- benar tidak ada yang gratis apalagi tertebus dengan cuma- cuma untuk sebuah kejahatan ataupun kebaikan. Semua akan menuai balasannya sendiri- sendiri sesuai dengan kadarnya.

Usia kita akan menua, dan kita tidak akan tahu apa yang akan Allah rencanakan dalam episode penempuhan jalan itu. Beberapa orang sengaja menunggu umur senja mereka untuk memanen tangis penyesalan. Sebagian dari mereka mungkin tak sadar atas proses menunggu itu, dengan membiarkan diri lalai terus menerus dalam dosa. Hal itu sama saja mereka membangun jalan takdir mereka selanjutnya. Dan kapan tepatnya episode kesedihan itu akan terjadi, tentunya itu hanya masalah waktu saja.

Saat mata sudah buram untuk melihat, saat lutut tak mampu menopang penuh badan untuk melangkah, dan atau malah justru saat harta yang seumur hidup dikumpulkannya tenyata tak lagi mengakrabinya. Apalagi yang mampu dicapai saat itu, kecuali dengan rahmat Allah subhanahu Wata`ala yang kembali merengkuh kita dalam sebuah kebahagiaan.

Hanya hati yang penuh kesyukuran yang akan dengan gagah berani menatap kenyataan dan memandang langkah takdir berikutnya sebagai perjuangan.Bagi pribadi seperti ini,kekurangan dipandang sebagai tantangan yang dengan ijin Allah akan selalu bisa ditaklukkan.

Perjuangan menghadiahi keluarga dengan hidangan kesenangan dalam rizki yang halal, walaupun dalam keterbatasan, akan menjadikan anda kebanggaan keluarga. Keselamatan dunia akherat yang anda bangun atas keluarga, menjadikan anda sebagai harta yang tak ternilai bagi keluarga, sangat lebih bernilai, bahkan lebih dari nilai harta yang telah anda berikan untuk mereka

Friday, March 13, 2015

M A L A M



Seperti yang telah dijelaskan sebelumya, malam-malam orang shaleh adalah malam ibadah. 

Mereka memohon anugerah Allah, meminta ampunan dan petunjuk agar dituntun ke jalan yang diridhai-Nya. Mereka merasakan kenikmatan yang tiada tara. Air mata mereka bercucuran antara harapan surga dan ketakutan terhadap neraka. 

Mereka begitu merindukan pertemuan dengan Kekasih yang memberinya kehidupan, yaitu Allah Yang Maha Tinggi. Hidup mereka adalah untuk Allah. Tak ada harapan selain berjumpa dengan-Nya di akhirat kelak.

Cahaya keagungan menyelimuti mereka dan tanda pengkhidmatan ada dihadapan mereka.

“Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.” (Al-Furqan [25]: 64)

Bagaimana dengan kita....???

Kita yang berlumur dosa dan kelaliman menyia-nyiakan waktu malam dan menelantarkan diri sendiri disebabkan karena kita menyelimuti malam-malam dengan tidur yang lelap. Kita tak tergerak untuk mengajukan diri sebagai hamba-Nya yang ingin bersyukur.

Mengapa kita tidak bangkit?
Bukankah seluruh anggota badan kita sempurna?
Apa yang terjadi pada kita?
Apa yang membuat kita membatu di atas ranjang?
Apa yang menahan gerakan anggota tubuh kita?

Maka hari demi hari pun berlalu hingga kematian sudah mengetuk pintu rumah kita, kita tetap tidak beranjak untuk melakukan ibadah malam yang sangat berharga ini.

Ambillah pelajaran dari perkataan orang-orang shaleh berikut ini.

Ali bin Abi Thalib: ”Perjalanan akhirat sangat panjang. Untuk menempuhnya diperlukan kendaraan malam.”

Yahya bin Mu’adz: “Malam sangatlah panjang, oleh karena itu janganlah kamu pendekkan dengan tidur.

Ahmad bin Harb: ”Sungguh mengherankan orang yang mengetahui bahwa surga dihias di atasnya dan neraka dinyalakan di bawahnya, tetapi dia tidur diantara keduanya.”

’Umairah: ”Bangunlah suamiku! Malam segera berlalu. Sungguh kafilah orang-orang shaleh telah berjalan mendahului kita.”

Luqman Al-Hakim: ”Anakku, jangan sampai ayam jantan lebih cerdas daripadamu. Ia berkokok pada akhir malam, sementara engkau tertidur pulas.”

Aku Sayang Ibu



ibu….kau adalah semangat hidupku,kau yang selalu menasehatiku disaat aku bersalah,
ibu…
maafkan aku,aku sering mengganggu tidur malammu yang nyenyak itu,aku selalu membangunkanmu disaat aku butuh pertolongan di waktu malam hari…
kau memang sering memarahi aku,tapi,kau tetap ibu ku…
ibu yang telah melahirkanku..
ibu yang telah bertaruh nyawa,demi untuk melahirkanku..
ibu…
maafkan aku
jika aku pernah menyakitimu ,
menggores hatimu...
dan membuat engkau menangis karena kelakuan dan sikapku...

aku sayang ibu…

2 PILIHAN



Dia lelaki yang tidak punya hati
Dia merayuku dengan ucapan yang manis
Memainkan emosi dan perasaanku
Sampai aku ikut bersamanya di jalan yang kotor

Aku telah menyia-nyiakan kehormatan
Dengan orang yang tidak mempunyai kehormatan

Aku menderita berwaktu-waktu
Dia meninggalkanku dalam ujian besar
Ketika aku berusaha mencarinya
Dia malah melarikan diri

Aku tinggal di neraka siksa selama 4 bulan
Tidak ada yang mengetahui derita kehamilan yang menderaku
Memberatkanku dan membuatku letih

Bagaimana aku menghadapi keluargaku
Dengan musibah yang bergerak-gerak di rahimku

Aku telah memupus harapan orang tuaku
Memperlakukan mereka dengan sangat buruk
Keburukan yang tidak bisa diampuni

Aku tidak berputus asa menghubungi lelaki itu
Barangkali hatinya luluh karena keadaanku
Benar, dia menjawab...

Dia tidak berpikir menikahiku
Untuk memperbaiki apa yang telah dirusaknya
Namun, dia justru memosisikanku pada dua pilihan...

Meninggalkanku dalam ujian ini
Atau menggugurkan kandungan agar selamat dari aib dan noda

Inilah aku ...
Menangis siang malam
Airmata saja tidak cukup menghapus derita yang ku alami
Aku meneguk berbagai lara dan kehinaan karena cinta ilusi

Semoga Allah memberiku ampunan
Atas kesalahanku di hari pembalasan
*********************************************

Sahabat tercinta, apakah Anda sanggup menghadapi penyesalan yang begitu besar seperti wanita ini? Dia meneguknya sepanjang hidup hanya karena sekali pertemuan dengan lelaki pengkhianat, lelaki pendusta dan gombal. Setelah manis didapat, ia mencampakkan korbannya seperti sepatu yang sudah usang ...

Pantaskah kesalahan ini ditimpakan sepenuhnya kepada sang lelaki?? Saya yakin Anda (wanita) tahu jawabannya

Mewaspadai Sikap Sombong karena Ilmu



Wahb bin Munabbih rahimahullahu berkata, “Sesungguhnya ilmu dapat membuat sombong sebagaimana harta.”
Masruq rahimahullahu berkata, “Cukuplah seseorang dikatakan berilmu jika ilmu tersebut membuahkan rasa takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sebaliknya, cukuplah seseorang dianggap bodoh tatkala membanggakan diri dengan ilmunya.”
Abu Wahb al-Marwazi rahimahullahu berkata, “Aku bertanya kepada Ibnul Mubarak tentang kesombongan. Beliau menjawab, ‘(Kesombongan) adalah engkau meremehkan dan merendahkan manusia.’ Kemudian aku bertanya kepadanya mengenai ujub (bangga diri). Beliau pun menjawab, ‘(Ujub) adalah engkau memandang bahwa dirimu memiliki sesuatu yang tidak ada pada selainmu’.”
Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata, “Di antara adab seorang alim yang paling utama adalah bersikap rendah hati (tawadhu’) dan tidak ujub, yakni merasa sombong, bangga, dan terkagum-kagum terhadap ilmu yang dimilikinya. Adab berikutnya, ia berusaha menjauhi kecintaan akan kepemimpinan dengan sebab ilmunya.”
Al-Baihaqi rahimahullahu berkata, “Ketahuilah, fondasi dari suatu kedudukan adalah senang tersebarnya reputasi, cinta ketenaran, dan kemasyhuran, padahal itu merupakan bahaya yang sangat besar. Adapun keselamatan itu terdapat pada lawannya, yakni menjauhi ketenaran.”
Para ulama tidak bertujuan mencari kemasyhuran. Tidak pula mereka menampakkan dan menawarkan diri untuk tujuan tersebut. Mereka juga tidak menempuh sebab-sebab yang menyampaikan ke arah sana. Apabila ternyata kemasyhuran tersebut datang dari sisi Allah Subhanallahu wa Ta’ala, mereka berusaha melarikan diri darinya. Mereka lebih mengutamakan ketidaktenaran.
(an-Nubadz fi Adabi Thalabil Ilmi, hlm. 185-186)

Tempayan Yang Bocor

seorang tukang air memiliki dua tempayan besar.keduany bergantung dibahuny sepanjang hari selama dua tahun ini...tempayan yg satu retak sedang yang satunya msh utuh..sepanjang tahun dua tempayan ini menemani dan membantunya menampung air sebagai mata pencahariannya.namun tempayan yg retak itu hanya bisa menampung separo air dari kapasitas sbnrnya.karena retak.nmn itu tak pernah ditambalnya...

tentu saja bagi si tempayan utuh merasa bangga dgn.prestasiny yg dpt membantu menampung air penuh satu tempayan untuk situkang air.tapi lain lg yg dirasakan sitempayan retak.ia merasa malu dan berdosa. karena hanya bisa menampung separo dr kapasitasnya.

setiap orang memiliki kekurangan.ibarat sitempayan rusak ini.setelah selama 2 thn ia dalam kegalauannya merasa berdosa dan merugikan situkang air.ia berkata,
" saya sungguh malu dan merasa berdosa dgn diri saya sendiri saya mhn mf yg sebesar besarnya.."
situkang air berkata" mengapa?..."
" saya hanya bisa membantumu menampung separo air,karena keretakanku ini.sehingga engkau jd rugi karena itu.mfkan aku....."

karena kasihan dengan keluhan sitempayan situkang air kemudian menjawab
," aku ingin besok km memperhatikan bunga bunga disekitar jln yg kita lewati besok menuju rumah majikan kita itu".Alloh mampu memakai kelemahan kita untuk maksd yg lbg indah...

benar saja sepanjang perjalanan dibukit itu tampak bunga bunga cantik tertanam disamping jalNan sempit yg dilewati tukang air itu.setelah melihat bunga bunga itu sitempayan sdkit terhibur dgn kelemahannya.
namun setelah sampai ditempat majikannya rasa bersalah itu kembali menghinggapinya dan.membuatnya bersedih karena hanya mampu menampung separo air.

kemudian situkNg air berkata" apakah kamu tidak melihat bunga bunga yg tumbuh disisi km berjalan td ,sedangkan tidak ada bunga bunga disisi sepanjang jalan yg dilalui sitempayan utuh?..."

setelah menyadarinya sitempayan retak merasa lega dgn.kelemahannya yg retak itu mampu menciptakan keindahan bagi orang yg melihatnya tanpa ia sadari...

demikian jg dibalik kelemahan kita Alloh telah menciptakan satu kebaikan lain baik bagi diri kita maupun orang lain.

kelimpahan itu dimulai dari bersyukur...

aNd aasf.

Gambaran Fisik Nabi Dari Rambut Hingga Ujung Kaki Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم

bismillaahirrohmaanirrohiim....

Gambaran Fisik Nabi Dari Rambut Hingga Ujung Kaki Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم >>

1. Rambutnya hitam legam, lebat, ikal (tidak keriting dan tidak lurus), dan panjangnya hingga daun telinga nabi
2. Wajahnya tidak oval atau lonjong, tapi bulat bercahaya laksana purnama, tampan dan manis laksana mentari yang sedang terbit
3. Wajahnya bercahaya, ketika aisyah menjahit baju nabi dengan sebuah jarum, tiba-tiba jarum itu jatuh, di cari-cari oleh aisyah tidak ketemu juga, hingga tatkala nabi masuk rumah, maka bercahayalah rumah itu sehingga aisyah bisa menemukan kembali jarum yang hilang itu. Subhaanalloh.
4. Kulitnya putih bersih, bila saat tersorot matahari maka akan berubah menjadi putih kemerah-merahan
5. Kepalanya besar dan agung
6. Dahi dan pelipisnya lebar bercahaya
7. Matanya lebar dan bola matanya hitam banget, seakan-akan beliau memakai celak mata, padahal tidak memakai celak
8. Bulu matanya lentik dan indah
9. Alisnya panjang, tapi tidak menyambung, di antara kedua alis itu ada satu urat yang akan muncul saat beliau sedang marah
10. Hidungnya tidak mancung rata dan lancip, tapi pada batangnya itu ada lekukan
11. Telinganya indah dan sempurna
12. Mulutnya lebar dan bibirnya indah menawan
13. Giginya rapi, putih bercahaya, dan agak sedikit renggang-renggang
14. Pipinya putih bersih, tidak tembem
15. Jenggotnya hitam, dan sangat-sangat lebat sekali
16. 'anfaqohnya (bulu di bawah bibir bawah) ada beberapa helai uban
17. Lehernya jenjang laksana ceret (teko) dari perak
18. Lengan atasnya berbulu dan sangat kekar
19. Lengan bawahnya juga kekar dan kokoh
20. Belikatnya besar, dan di antara kedua belikatnya itu ada khotamun nubuwwah (stempel kenabian)
21. Khotamun nubuwwah nya sepeti telur burung merpati, berbentuk serabut rambut halus dan sangat lebat (menurut sebagian riwayat jumlah helai serabut rambut khotamun nubuwwah itu sejumlah dengan jumlah para nabi, yaitu 124.000 helai, di mana beliau di stempel sebagai penutup para nabi)
22. Ketiaknya putih bersih tanpa ada bulu
23. Punggung dan kedua pinggangnya putih bersih
24. Telapak tangan nabi sangat luas dan lebar, lembut melebihi sutra, sejuk seperti es, dan wangi melebihi misik (pengakuan para sahabat yang pernah di sentuh nabi)
25. Jari jemarinya panjang, dan kuku-kukunya lebar (dalam sebagian riwayat di sebutkan bahwa jari telunjuk nabi lebih panjang daripada jari tengah nabi. Allohumma sholli 'alaa Muhammad)
26. Pundaknya lebar, dan jarak antara kedua pundaknya sangat lebar (artinya dada nabi itu luas dan bidang)
27. Dadanya berbulu
28. Dari bawah leher hingga ke pusar nabi ada bulu yang lurus bagus bagai tongkat, dalam riwayat lain seperti benang hitam
29. Antara dada dan perut nabi sama datar (artinya perut beliau tidak buncit)
30. Betis nabi terlihat kokoh, bahkan ketika memakai sarung pun masih terlihat kekokohan betis beliau
31. Telapak kaki nabi sangat lebar, dan tidak ada cekungan pada telapak kakinya seperti kita, sehingga bila nabi menjejak tanah maka kakinya menjejak dengan mantap dan sempurna.
32. Tubuhnya sedang, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu jangkung
33. Badannya tidak kurus dan tidak gemuk, tapi ideal dan proporsional
34. Kulitnya putih, tapi bukan putih pucat, melainkan putih bersih dan bercahaya
35. Bila sedang senang maka akan bercahaya wajahnya laksana cermin, dan bila sedang marah maka akan terlihat memerah
36. Uban di rambut dan jenggot nabi tidak lebih dari 20 helai saja
37. Keringatnya lebih harum dari minyak misik (bahkan ketika nabi sedang tidur siang dan tubuhnya berkeringat, maka keringat nabi itu di kumpulkan oleh ummu sulaim di dalam botol sebagai minyak wangi)
38. Ludah nabi mewangikan sumur yang asalnya bau
39. Tangan nabi telah menyembuhkan berbagai penyakit para sahabat
40. Jika gunung-gunung bertasbih bersama nabi dawud, maka kerikil kecil pun bertasbih di telapak tangan nabi
41. Jika batu bisa mengeluarkan air dengan tongkatnya nabi musa, maka jari jemari nabi pun bisa memancarkan air yang deras untuk para sahabat
42. Nabi jika berjalan, maka seolah-olah bumi melipat kakinya, dan seperti berjalan dari turunan
43. Nabi jika berjalan, maka beliau tidak culang-cileung (menoleh kesana kemari)
44. Nabi lebih banyak melihat ke bumi daripada melihat ke langit (artinya lebih banyak menunduk)
45. Nabi jika berjalan bersama para sahabatnya maka akan tampaklah yang paling agung dan menonjol
46. Nabi jika berjalan bersama orang yang tinggi, maka beliau akan terlihat lebih tinggi, tapi jika sedang sendiri, maka akan terlihat sedang-sedang saja. Tidak pernah ada yang bisa melebihi tubuhnya meski sedang berjalan dengan orang yang tinggi sekalipun
47. Nabi jika menoleh, maka beliau akan menoleh dengan seluruh tubuhnya
48. Nabi jika berjalan, maka akan berjalan dengan mantap dan tidak malas-malasan
49. Nabi jika sedang berbicara, maka beliau berbicara sambil tersenyum, hingga Nampak seperti ada cahaya yang memancar
50. Nabi jasadnya tetap wangi meski telah wafat. Abu bakar ash-shiddiq ra berkata sambil mencium jenazah nabi: "Engkau tetap wangi, baik ketika masih hidup dan juga ketika sudah wafat".

Secara singkat gambaran nabi itu ada dalam kalimat pengakuan sahabat dan menantunya, yakni sayidina Ali bin abi tholib ra, ketika beliau menyifati Rosululloh sholla Allohu 'alaihi wa sallam: "Saya tidak pernah melihat manusia yang sempurna bentuk fisiknya seperti nabi, baik sebelumnya maupun sesudahnya". (Allohumma sholli 'alaa muhammadin an-Nabiyyil 'ummiy).

Siapa yang rindu kepada nabi… bacalah sholawat dan salam kepadanya
Siapa yang ingin berjumpa nabi dalam mimpi… bacalah sholawat dan salam kepadanya
Siapa yang ingin beroleh syafa'at nabi… bacalah sholawat dan salam kepadanya

Walhamdulillahi Robbil 'Aalamiin.

Ini adalah rangkuman Syamail Rosul yang di himpun dari berbagai riwayat. Semoga Allah merahmati para ulama yang telah bersusah payah mengumpulkannya. Aamiin...

semoga ada manfaat buat sahabat fillahku..

Puncak ibadah haji ditandai dengan pelaksanaan wukuf di padang Arafah. Pada musim haji 2014 ini, wukuf jatuh pada 9 Dzulhijjah jatuh pada Jum'at (3/10) sehingga sering disebut sebagai “haji akbar”.



Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

Keistimewaan Hari Arafah

Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, 'Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari 'Aisyah).

Olah karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.

Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, yang menjelaskan keutamaan puasa Arafah, yang disyariatkan oleh Ar-Rahman Yang Memiliki sifat rahmat yang luas dan disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat kepada seluruh alam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

Selamat menjalankan ibadah puasa sunnah arafah,semuga amal ibadah kita di terima Alloh Azza wa Jalla ,aamiin.

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik