http://go.onclasrv.com/afu.php?zoneid=1323360
BACA EMAIL DI BAYAR EURO ,MAU??

Sunday, October 6, 2013

Filled Under:

Bolehkah Aku Jatuh Cinta???


>>bismillah.. Sekiranya temen2 mau baca coretan kecil ini sampai habis.. insya Allah ada hal yang bisa kita ambil, walau hanya secuil aja sih.. (Maksa ya? Hehehe.. :p)

==budayakan like n comment setelah baca ni cerita ya===

Hmmm..
Kamu tau gak?, apa sih yang sering para remaja rasakan? CINTA.. Yaa, C I N T A.. Apa sich sebenarnya cinta itu?

Menurut hipotesis yang saya dapatkan dari beberapa eksperimen, cinta itu.. sebuah perasaan indah yang mampu membuat khayalan orang melambung tinggi dan ketika dia menyadari bahwa dirinya sedang ada di ketinggian yang Wah, akhirnya orang itu takut dan akhirnya terjatuh sampai dia shock.. Yaaa, seseorang yang sedang jatuh cinta itu ibarat dia berjalan dengan pandangan yang terus menatap pemandangan indah dan tak menyadari bahwa jalan yang dipijaknya adalah tepian jurang yang licin..
Iiiihhh,,,,berarti orang yang sedang jatuh cinta itu hebat dong!!!‪#‎gubrakzz‬..Hahaha.. itu baru dari sebelah mata aja..

Kini katakanlah kita sedang berusaha untuk beranjak dewasa. Banyak yang ingin kita coba. Tapi semoga saja Allah masih melindungi kita dari godaan syetan yang terkutuk. Aamiin ya Allah..

Subhanallah, ternyata perasaan itu begitu agung. Karunia-Nya membuat kita terpesona. Semoga kita tak terlarut dalam keindahan itu. Temen2 tahu, cinta itu sebenarnya adalah NIKMAT ALLAH yang diberikan untuk kita. Tapi.. bukan untuk dipakai membuat lupa kepada-Nya. Cinta itu diturunkan Allah agar tercipta kedamaian di jagat raya ini. Bayangkan aja jika kita enggak cinta pada semua makhluk, bisa hancur dunia ini. Iyaa kan,,betul apa benar??

Cinta... Diciptakan Allah dengan indah agar kita selalu mengingat-Nya. Mengingat karunia-Nya, mengingat kasih sayang yang Dia berikan untuk kita, agar kita selalu mencintai-Nya dalam keadaan damai. Bayangkan, seberapa cintanya Allah pada kita. Kita diberi panca indra, kita diberi kesehatan, kita diberi kesempatan untuk hidup yang bahkan mungkin dengan itu kita bisa mendapat kesempatan untuk bisa mengenal makhluk Allah,
anak ibu & ayah yang luar biasa cakep dan cantiknya,,. Hehe.. Nah, masa sih kita tak membalas cinta Tuhan kita???

Cinta...Diciptakan Allah agar kita selalu dekat dengan orang tua kita, bayangkan.. dengan cinta kita dilahirkan, dengan cinta kita dibesarkan, dengan cinta kita dibiayai hingga kita bisa seperti ini. Tak sadarkah? Apakah kita tidak malu, bila kita tak membalasnya?

Cinta...Diciptakan Allah untuk membuat damai dunia ini. Tapi kenapa banyak yang menyalahgunakan? Seolah cinta itu bagaikan alat dalam sebuah permainan. Banyak remaja yang mengaku mengenal cinta. Mereka berdalih atas nama cinta menjalin hubungan dengan lawan jenis. Ya, seribu rayuan terlontar hanya untuk mendapatkan keinginan mereka yang hanya didasari nafsu. Naudzubillah..

Ya, kita tentunya tak bisa memungkiri bahwa memang kita pun sama. Sepertinya usia remaja memang wajar bila merasakan perasaan suka. Tapi apakah wajar bila nama cinta di nodai dengan hal negatif yang hanya berlandaskan nafsu? Bukankah kita semua tahu bahwa cinta itu fitrah, suci, dan sangat agung?

Sayang ya,,, keagungan cinta itu hanya sebatas existensi seseorang di dunianya, terutama di dunia remaja. Padahal nih, andai aja kita untuk mengkonsumsi cinta itu ala kadarnya, aman kali ya dunia ini? Kalo tetep gini kan cinta bisa jadi momok yang menakutkan. Hiii Takuutt.. ‪#‎masa‬ cinta hanya milik mereka siremaja*Lebay yee..

Hei hei, ada artikel yang mengungkapkan bahwa cinta yang TAK berlandaskan cinta hakiki, itu katanya termasuk kategori CINTA PALSU loh.. hayooo.. tobaaattt…!!!

Lalu, gimana donk cara mencintai biar enggak termasuk cinta palsu?

“Mencintai adalah meridhoi apa yang dicintai, dan ridho terhadap apa yang dilakukan yang dicintainya itu terhadap dirinya. Kalau yang dicintainya itu adalah sesama makhluk, maka percintaan itu, sebagai muslim, sebaik-baiknya adalah dalam aturan Islam, dan tunduk kepada (aturan) Sang Pencipta cinta.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulllah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat: “Manakah, orang–orang yang saling cinta–mencintai karena keagunganKu? Pada hari ini mereka itu akan kuberi naungan pada hari tiada naungan melainkan naunganKu” (HR. Muslim)

Nah loh, berat juga yah cinta itu. Apalagi katanya yah, cinta yang enggak didasarkan cinta kepada Allah, maka hubungannya enggak akan langgeng. Karena hanya didasarkan pada kesenangan dunia. Coba kalo Karena Allah, Allah juga pasti akan membantu menjaga tali persaudaraan antara keduanya kan? Sampai dunia akhirat pun, insyaAllah langgeng deh.. Mau yang kaya gitu? Ayo ubah landasan cinta kita!

Subhanallah.. jadi pengen cinta yang seperti itu.. tapi nanti aja kalau udah saatnya.. Allah pasti mengizinkan koq..

Waaahhh.. ternyata, mencintai itu tidak semudah yang kita kira. Bagi kita, cinta itu datang secara tiba-tiba dan pergi pun enggak bilang-bilang, kalau kita enggak hati-hati dengan kedatangan cinta, bisa-bisa azab allah akan datang!!!

”Atau.. apa lebih baik kita menghindar aja dari cinta?”
Eits, hikmahnya? Apakah temen2 lupa dengan hikmah cinta? Kita boleh merasakan cinta, tapi ya.. nanti saatnya akan datang, disaat Allah mengizinkan hati kita bertemu dengan perasaan agung itu, karena kita harus lebih hati-hati dalam menggunakannya. Orang-orang sholeh & sholehah dulu juga bisa koq mencintai sesuai aturan. Kenapa kita enggak bisa seperti mereka???

Bismillahirrahmanirrahim..
”Ya Rabb, bila Kau mengizinkan aku jatuh cinta, pilihkanlah sesuatu yang aku cintai itu adalah yang akan menambah kecintaanku pada-Mu..”

Aamiin yaa Robbal'alamiin..

Keep istiqomah wa hamasah..
Allah always be there, bersamaku, bersamamu, bersama kita..

>>met mlm mingguan dgn mengisi kecintaan terhadap ALLAH..
Isi dgn kegiatan positive ya..bukan pacaran:p

>>met mlm,,met rehat,dont forget ambil wudhu,baca do'a..
semoga esok weekend pagi kita sambut dgn senyuman hangAT penuh semangAT:)

0 comments:

Post a Comment

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik