http://go.onclasrv.com/afu.php?zoneid=1323360
BACA EMAIL DI BAYAR EURO ,MAU??

Monday, September 23, 2013

Filled Under:

Ikut menshalati mayit dan mengantarkannya ke kubur



hadits Rosululloh Sholallohu'Alaihi wa-Sallam: ”Barangsiapa yang menyaksikan jenazah lalu ikut menshalatinya maka baginya sebuah qirath. Sedangkan yang menyaksikannya hingga dikuburkan maka baginya dua qirath”. Ada yang bertanya: “Apa dua qirath itu ya Rasul?” Beliau menjawab: “Seperti dua buah gunung yang besar” (Bukhari: 3/158, Mulsim: 265)
  • 7 Destinasi Pengembaraan Roh saudari Sofiatun Ngawi Hal-hal yang berkaitan dengan pengurusan jenazah bagi wanita, di antaranya:

    1. Para wanita wajib menguasai tata cara memandikan mayat perempuan dan tidak diperbolehkan bagi laki-laki untuk memandikannya, kecuali suami karena ia
    berkewajiban memandikan istrinya. Sebab Ali radhiyallohu ‘anhu memandikan istrinya, Fathimah bintu Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam. Dan diperbolehkan bagi wanita memandikan mayit suaminya, sebab Asma’ bintu Umais radhiyallohu ‘anha memandikan suaminya, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallohu ‘anhu.

    2. Disunnahkan mengkafani mayat perempuan dengan 5 lembar kain putih yang terdiri dari sarung, kerudung kepalanya, baju yang dipakainya, dan 2 kain lipatan yang melilit seluruh kain-kain sebelumnya.

    Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Laila ats-Tsaqafiyah, beliau berkata: “Saya berada bersama para wanita yang memandikan Ummu Kultsum bintu Rosulullah ketika wafatnya, dan pertama-tama yang Rosulullah berikan adalah sarung kemudian baju besi (jubah muslimah atau sejenisnya), selanjutnya penutup kepala (kerudung/jilbab) kemudian selimut kemudian dilipatkan setelah itu di dalam pakaian yang lain.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud)

    3. Yang diperbuat dengan rambut kepala mayat wanita adalah menjadikannya 3 pintalan dan mempertemukannya di bagian belakang, seperti hadits Ummu Athiyah tentang cara memandikan putri Nabi sholallohu ‘alahi wasallam: “Maka kami pintal rambutnya menjadi 3 cabang dan kami pertemukan dibelakangnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

    4. Hukum wanita mengiring jenazah: Dari Ummu Athiyah radhiyallohu ‘anha berkata: “Kami dilarang (oleh Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam) mengiringi jenazah namun tidak ditekankan (larangan tersebut) kepada kami.” (HR. Bukhari – Muslim)

    5. Wanita dilarang menziarahi kubur. Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, sesungguhnya Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam melaknat wanita-wanita peziarah kubur.” (HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi, dan dishohihkan olehnya)

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Telah diketahui bahwa perempuan apabila berziarah kubur, maka dia akan berkeluh kesah, menangisi dan meratapi (mayat). Padahal kesemuanya itu menyiratkan kelemahan dan sedikitnya kesabaran. Dengan menangisi (si mayat) hal ini dapat juga menyebabkan tersiksanya si mayat. Bahkan dengan suara (tangisannya) dan polah tingkahnya tersebut akan dapat menimbulkan daya tarik bagi laki-laki (di sekitarnya). Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits: “Maka kalian (para wanita) telah menjadi penyebab timbulnya fitnah bagi yang hidup dan menjadikan tersiksa bagi yang mati.”

    Kemudian diharamkannya permasalahan ini (wanita berziarah kubur) adalah untuk membatasi (menutupi) jalan fitnah, sebagaimana diharamkan memandang perhiasan yang terselip karena akan menimbulkan fitnah.

    Hal itu -yakni wanita berziarah kubur- bukanlah suatu maslahah (yang mendatangkan kebaikan), kecuali wanita tersebut mendoakan bagi si mayat, dan ini memungkinkan bila dilakukan di dalam rumahnya.” (Majmu’ Fatawa: 24/335-336)

    6. Haram meratapi mayat, yaitu mengangkat suara dengan menangis, meratap dan merobek-robek baju, menampar-nampar pipi, mengacak-acak rambut, menghitamkan wajah dan melukainya sebagai ungkapan keluh kesah atas si mayat, memanggil-manggil dengan perkataan celaka (kasar) dan selainnya. Semua itu menunjukkan atas keluh kesah dari ketentuan Alloh dan kekuasaan-Nya, serta tidak ada kesabaran pada dirinya.

    Maka hal tersebut adalah haram dan dosa besar sebagaimana disebutkan dalam kitab Shahihain. Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bukan dari golongan kami orang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah dan selainnya.”

    “Sesungguhnya beliau sholallohu ‘alaihi wasallam berlepas (diri) dari shaliqah, haliqah, dan syaaqah.”
    Shaliqah: wanita yang mengangkat suaranya (berteriak) ketika tertimpa musibah.
    Haliqah: Wanita yang mencukur rambutnya ketika mendapatkan musibah.
    Syaaqah: Wanita yang merobek-robek pakaiannya ketika mendapatkan musibah.

    “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘innaa lillahi wa inna ilaihi raaji’uun’ mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)
    Dalam perkara ini diperbolehkan menangis yang tidak disertai ratapan dan perbuatan-perbuatan yang diharamkan serta tidak marah terhadap ketentuan dan kekuasaan Alloh.

    Mengenai kepalan tanah ada sebuah riwayat tapi maaf admin sendiri belum jelas siapa periwayat dari hadist tsb...

    Menurut riwayat dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda: "Barangsiapa yang mengambil segenggam tanah pekuburan sewaktu mayat dikubur dan ia bacakan surat Al-Qadr atasnya 7 kali, kemudian ia sertakan segenggam tanah itu dengan mayat pada kain kafannya atau di dalam liang kuburanya, maka mayat itu tidak akan disiksa di dalam kubur."
  • Yudha Bazzoke Yulista Subhanallah...
    Mg kt dgolongkan pada org2 yg sll ingt akn mati agr kt bs ngurangi "nakal" kt slagi ddunia.. Aamin..
  • Risnawati mungkin niyah ku jga mungkin maksud nya dapet ganjaran sperti 2gunung yang besar mungkin
  • Sofiatun Ngawi SUBHANALLOH.,
    SYUKRN KADZRON YA AKY / UKTY ATS ILMUNYA , YG BEGITU JELS , MENERGKN MASLH YG BERSANGKUTN DGN KWJIBN " SEORG MUSLIM TERHDP SAUDRANYA YG MENIGL , TERUTAMA KAUM HAWA ,
    semoga kita dptkn hikmah nya , khusus buat sy yg memang blum fahm penuh maslh kwjijbn seorg muslimh terhdp sesma yg menigl ' insya ALLAH SGT BERGUNA ILMU NY A , DN MUDH" N BS DI JDKN ILMU YG BERGUNA BUAT KITA SEMUA ....
    AMIN YA ALLAH ..,
    SYUKRON KADZRN , JAZAKUMULLOH KHOIRN KADZRON
  • Sofiatun Ngawi SUBHANALLOH,
    UNTK KAUM HAWA PA ADA BAGIANNYA DN PA HUKUM NYA JK IKUT SAMPAI KE KUBUR NYA , PA BENR IKUT MENANAM TANAH TIGA KEPAL DLM MENGUBUR MAYT ADA ANJURN DR ROSULLULLOH?...., MHN DI JWB MIN?.,.
  • Romdon Ompong Subhana allah amiin ya allah...
  • Kim Syu Dua gunung yg bsar maksudnya ap,,,??

0 comments:

Post a Comment

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik