Nasehat Untuk Muslimmah Lihatlah, Siapa Temanmu…!


Apabila engkau berada di tengah-tengah suatu kaum maka pililhlah orang-orang yang balk sebagai sahabat, dan janganlah engkau bersahabat dengan orang-orang jahat sehingga engkau akan binasa bersamanya
Wanita adalah bagian dari kehidupan manusia, sehingga dia tak akan pernah lepas dari pola interaksi dengan sesama. Terlebih dominasi perasaan yang melekat pada dirinya, membuat dia butuh teman tempat mengadu, tempat bertukar pikiran dan bermusyawarah. Berbagai problem hidup yang dialami menjadikan dia berfikir bahwa, meminta pendapat, saran dan nasehat teman adalah suatu hal yang perlu. Maka teman sangat vital bagi kehidupannya, siapa sih yang tidak butuh teman dalam hidup ini..?.
Namun wanita muslimah adalah wanita yang dipupuk dengan keimanan dan dididik dengan pola interaksi Islami. Maka pandangan Islam dalam memilih teman adalah barometernya, karena dirinya sadar, teman yang baik (shalihah) memiliki pengaruh besar dalam menjaga keistiqomahan agamanya. Selain itu teman shalihah adalah sebenar-benar teman yang akan membawa mashlahat dan manfaat. Maka dalam pergaulannya dia akan memilih teman yang baik dan shalihah, yang benar-benar memberikan kecintaan yang tulus, selalu memberi nasihat, tidak curang dan menunjukan kebaikan. Karena bergaul dengan wanita-wanita shalihah dan menjadikannya sebagai teman selalu mendatangkan manfaat dan pahala yang besar, juga akan membuka hati untuk menerima kebenaran. maka kebanyakan teman akan jadi teladan bagi temannya yang lain dalam akhlak dan tingkah lake. Seperti ungkapan “Janganlah kau tanyakan seseorang pada orangnya, tapi tanyakan pada temannya. karena setiap orang mengikuti temannya“.
Bertolak dari sinilah maka wanita muslimah senantiasa dituntut untuk dapat memilih teman, juga lingkungan pergaulan yang tak akan menambah dirinya melainkan ketakwaan dan keluhuran jiwa. Sesungguhnya Rasulullah juga telah menganjurkan untuk memilih teman yang baik (shalihah) dan berhati-hati dari teman yang jelek.
Hal ini telah dimisalkan oleh Rasulullah melalui ungkapannya:
Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau menibeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harmznya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap“. (Riwayat Bukhari, kitab Buyuu’, Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)
Dari petunjuk agamanya, wanita muslimah akan mengetahui bahwa teman itu ada dua macam. Pertama, teman yang shalihah, dia laksana pembawa minyak wangi yang menyebarkan aroma harum dan wewangian. Kedua teman yang jelek laksana peniup api pandai besi, orang yang disisinya akan terkena asap, percikan api atau sesak nafas, karena bau yang tak enak.
Maka alangkah bagusnya nasehat Bakr bin Abdullah Abu Zaid, ketika baliau berkata,” Hati-hatilah dari teman yang jelek …!, karena sesungguhnya tabiat itu suka meniru, dan manusia seperti serombongan burung yang mereka diberi naluri untuk meniru dengan yang lainnya. Maka hati-hatilah bergaul dengan orang yang seperti itu, karena dia akan celaka, hati- hatilah karena usaha preventif lebih mudah dari pada mengobati “.
Maka pandai-pandailah dalam memilih teman, carilah orang yang bisa membantumu untuk mencapai apa yang engkau cari . Dan bisa mendekatkan diri pada Rabbmu, bisa memberikan saran dan petunjuk untuk mencapai tujuan muliamu.
Maka perhatikanlah dengan detail teman-temanmu itu, karena teman ada bermacam-macam
1.ada teman yang bisa memberikan manfaat
2.ada teman yang bisa memberikan kesenangan (kelezatan)
3.dan ada yang bisa memberikan keutamaan.
Adapun dua jenis yang pertama itu rapuh dan mudah terputus karena terputus sebab-sebabnya. Adapun jenis ketiga, maka itulah yang dimaksud persahabatan sejati. Adanya interaksi timbal balik karena kokohnya keutamaan masing-masing keduanya. Namun jenis ini pula yang sulit dicari. (Hilyah Tholabul ‘ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaid halarnan 47-48)
Memang tidak akan pernah lepas dari benak hati wanita muslimah yang benar-benar sadar pada saat memilih teman, bahwa manusia itu seperti barang tambang, ada kualitasnya bagus dan ada yang jelek. Demikian halnya manusia, seperti dijelaskan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam :
Manusia itu adalah barang tambang seperti emas dan perak, yang paling baik diantara mereka pada zaman jahiliyyah adalah yang paling baik pada zaman Islam jika mereka mengerti. Dan ruh-ruh itu seperti pasukan tentara yang dikerahkan, yang saling kenal akan akrab dan yang tidak dikenal akan dijauhi ” (Riwayat Muslim)
Wanita muslimah yang jujur hanya akan sejalan dengan wanita-wanita shalihah, bertakwa dan berakhlak mulia, sehingga tidak dengan setiap orang dan sembarang orang dia berteman, tetapi dia memilih dan melihat siapa temannya. Walaupun memang, jika kita mencari atau memilih teman yang benar-benar bersih sama sekali dari aib, tentu kita tidak akan mendapatkannya. Namun, seandainya kebaikannya itu lebih banyak daripada sifat jeleknya, itu sudah mencukupi.
Maka Syaikh Ahmad bin ‘Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisi atau terkenal dengan nama Ibnu Qudamah AlMaqdisi memberikan nasehatnya juga dalam memilih teman: “Ketahuilah, bahwasannya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu. Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu bukan tujuan kita.
Ada pula orang yang berteman karena kepentingan Dien (agama), dalarn hal inipun ada yang karena ingin mengambil faidah dari ilmu dan amalnya, karena kemuliaannya atau karena mengharap pertolongan dalam berbagai kepentingannya. Tapi, kesimpulan dari semua itu orang yang diharapkan jadi teman hendaklah memenuhi lima kriteria berikut; Dia cerdas (berakal), berakhlak baik, tidak fasiq, bukan ahli bid’ah dan tidak rakus dunia. Mengapa harus demikian ?, karena kecerdasan adalah sebagai modal utama, tak ada kabaikan jika berteman dengan orang dungu, karena terkadang ia ingin menolongmu tapi malah mencelakakanmu. Adapun orang yang berakhlak baik, itu harus. Karena terkadang orang yang cerdaspun kalau sedang marah atau dikuasai emosi, dia akan menuruti hawa nafsunya. Maka tak baik pula berteman dengan orang cerdas tetapi tidak berahlak. Sedangkan orang fasiq, dia tidak punya rasa takut kepada Allah. Dan barang siapa tidak takut pada Allah, maka kamu tidak akan aman dari tipu daya dan kedengkiannya, Dia juga tidak dapat dipercaya. Kalau ahli bid’ah jika kita bergaul dengannya dikhawatirkan kita akan terpengaruh dengan jeleknya kebid’ahannya itu. (Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah hal 99).
Maka wanita muslimah yang benar-benar sadar dan mendapat pancaran sinar agama, tidak akan merasa terhina akibat bergaul dengan wanita-wanita shalihah meskipun secara lahiriyah, status sosial clan tingkat materinya tidak setingkat. Yang menjadi patokan adalah substansi kepribadiannya dan bukan penampilan dan kekayaan atau lainnya. “Pergaulan anda dengan orang mulia menjadikan anda termasuk golongan mereka, karenanya janganlah engkau mau bersahabat dengan selain mereka“.
Oleh karena itu datang petunjuk Al Qur’an yang menyerukan hal itu :
Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya dipagi dan disenja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (Al-Kahfi:28)
Maraji :
Hilyah tolabul ‘ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaed, Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah, Bid’ah dhowabituha wa atsaruhas Sayyisil Ummah, Dr. Ali Muhammad Nashir AlFaqih, Sahsiyah Mar’ah, Dr M.Ali Al Hasyimi
Dikutip dari Buletin Dakwah Al-Atsari, Cileungsi Edisi X Sha’ban 1419 Dinukil dari Darussalaf.or.id offline, Penulis: Bintu Humron, Judul: Lihatlah, Siapa Temanmu…!
READ MORE →
Bagikan Ke :

pesan untuk laki-laki



bertakwalah kamu dalam memperlakukan kaum wanita karena kalian mengambil mereka dengan amanah ALLAH dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kalimat ALLAH (HR. muslim)
READ MORE →
Bagikan Ke :

Keutamaan Orang yang Memberi Nasehat



Menasehati hamba-hamba Alloh kepada hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat mereka merupakan tugas para rosul. Alloh mengabarkan perkataan nabi-Nya, Hud, ketika menasehati kaumnya, “Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepada kalian dan aku ini hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu” (Q.S. Al-A‘raf: 68).

Alloh juga menyebutkan perkataan nabi-Nya, Shalih, kepada kaumnya setelah Alloh menimpakan bencana kepada mereka, “Maka Shalih berkata, ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat’” (Q.S. Al-A‘raf: 79).

Maka seorang hamba akan memperoleh kemuliaan manakala dia melaksanakan apa yang telah dilakukan oleh para nabi dan rosul. Nasehat merupakan salah satu sebab yang menjadikan tingginya derajat para nabi, maka barangsiapa yang ingin ditinggikan derajatnya di sisi Alloh, Pencipta langit dan bumi, maka hendaknya dia melaksanakan tugas yang agung ini (Qawaid wa Fawaid (hal. 94-95)).
READ MORE →
Bagikan Ke :

SEBUTIR KORMA PENJEGAL DO’A


Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.
Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.
“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. “Astaghfirullahal adzhim” ibrahim beristighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. “4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya ibrahim.
“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”. Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. “Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?”.
“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”
“Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.”
Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.
4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. “Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.”
“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”
“Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu
READ MORE →
Bagikan Ke :

~ MUHASABAH QOLBU ~



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Teruntuk jiwa yang gaduh, riuh bergemuruh
Teruntuk raga yang dahaga ditelaga kekeringan
Teruntuk sekeping hati yang pergi, kemari dengarlah..
Mari kemari, meski engkau engkau telah menjauh
jauh sejauh jauhnya..
mari kemari,
kembalilah..

Merebahlah..
Istirahatkanlahhatimu, sejenak saja
atau hingga engkau bosan.
Hentikan usahamu menyalahkan diri sendiri,
sejenak hentikan usahamu melawan ketetapan Nya.
Sebentar saja, dunia ini hanya sebentar
tak usahlah engkau menangis untuknya.
Karena, dia - dan semua - akan engkau campakan
seusai upacara penguburan jasadmu.

Saat nuranimu pun terdiam,
saat hatimu berhenti berbisik bisik.
Saat jiwamu tertindih kesedihan, terluka dengan duka duka.
Saat belantara dadamu itu terasa sesak dan rusuk rusuk menghimpit.
Saat saat itulah kesanggupanmu untuk menjadi dewasa di didik,
karena kita memang harus segera dewasa dan bersahabat dengan kehidupan ini.
Kehidupan untuk satu kehidupan yang maha hidup.

Ada saatnya keramahan, ketegaran dan kebaikan yang nampak hanyalah ilusi.
Dalam kejujuran hatilah tersimpan kemarahan dan kesedihan.

Salam bahagiaku untukmu.
Wahai Mukminin Mukminat yang hatinya rendah
dan hina dihadapan Nya.

Saat terbaring atau berdiri,
saat semua bersamamu atau saat tak sesiapapun peduli.

Saat jiwa itu mulai terdiam,
dan istananya tiba tiba saja sepi,
atau gaduh dengan kekhawatiran.

Namun engkau masih tegar dan berdiri,
menyendiri di sudut sudut malam pelarian.

Jika saja, pagi ini cahaya matahari tidak menemuimu ditempat yang biasa,
maka pastikanlah bahwa ia tidak enggan menyapa.
Ia senantiasa setia teguh dan patuh menerangi bumi,
laksana nur-Illahi yang hangat
disetiap jiwa yang mengimani.

Ketahuilah matahari tak pernah enggan menyinari pagimu,
Mungkin hari ini taqdir lain sedang mencegahnya; awan.
Awan pun takdir Nya.

Maka bersahabatlah dengan mereka,
karena semua adalah rencana Nya.
Mungkin awan baru saja melintasi petani disurau kecilnya
memberi harapan hujan untuk ladangnya yang kering..

Jangan berprasangka pada Nya, hanya karena engkau merasa jauh.
Ketahuilah, sesungguhnya Rabbmu tidak pernah menjauh darimu, sedetikpun.
Tidak, ia tetap denganmu dengan kemaha sabaran Nya.

Jangan pula engkau merasa paling tawadhu, padahal disana engkau sedang takabbur.
Merasa diri paling dekat.

Bukankah Rabbmu juga memberi kelonggaran
kepada orang orang kuffar
dengan hadiah hadiah kehidupan
dihari ini dan sebelumnya?

Tak usahlah peduli dengan mereka yang merendahkanmu.
Sesungguhnya Rabbmu ingin memuliakanmu dengan ke-Maha Muliaan Nya.
Maka segeralah, merendah kepada Nya.
Bertafakurlah diantara malam Nya.
Semampumu saja..

Tak usahlah bertafakur ditengah malam, jika matamu memang kalah mengantuk.
Tak usahlah duduk duduk dipojokan masjid, menangis dan mengadu, jika memang dirimu tak mampu.
Duduklah ditepian terjalnya tebing kehidupan yang hampir saja menjerumuskanmu.
Ataukah saat ini engkau telah terjatuh dilembahnya?

Tak apa, jangan marah.
Duduklah disana dan fikirkanlah..
Tanyakanlah kepada nuranimu..
Benarkah dirimu telah bersih dari kotoran dosa dosa?
Hingga begitu angkuhnya dan merasa pantas untuk marah dengan musibah ini?
Benarkah diri itu telah siap untuk kembali terbangun di alam mahsyar tanpa hisab karena begitu bersihnya?

Ingat kembali tentang berbagai keharaman keharaman yang pernah atau masih kita lakukan, tentang kewajiban kewajiban yang pernah kita lalaikan.

Bukankah setiap dosa itu pasti dibalasi?

Sungguh
Tuhanmu ingin
mengurangi bebanmu
di akhirat nanti saudaraku..

Lihatlah betapa kasih sayang Nya yang telah meringankan api neraka dengan cicilan musibah ini. Yakinkanlah musibah ini hanya cicilan dosa saja, hanya cicilan Azab. Sakitnya tidak akan melebihi kematian.

Yah, ini hanyalah cicilan wahai saudaraku. Semua keluh kesah yang membasahi hati itupun dicatatkan sebagai pengurang dosa.

Jangan bodoh, jangan ingin mati..
Mati bukanlah akhir dari penderitaan..
Kematian hanyalah awal dari penderitaan abadi jika engkau tidak siap

Marilah kawan..
Lihatlah dirimu , bukankah ini dunia?
Apa yang engkau khawatirkan tentang Dunia ini?
Dunia ini hanya persinggahan, persinggahan bernama dunia..

Engkau masih berdiri dan bebas disini.
Dirimu masih di Dunia, lihatlah dan bersyukurlah
Disini tidak ada tanah yang menghimpitmu..
Atau gelap yang membutakanmu..
Udara masih gratis..

Ini adalah dunia..
Dunia yang sering kita dustakan nikmatnya..

Kita masih di dunia kawan, bukan dikuburan..
Matahari masih disana ditempat yang biasa
meski awan menutupinya

Tersenyumlah meski sakit.
Merintihlah, mengadulah kepada Nya
Rintihanmu memanggil Nya adalah dzikir..

Dzikir adalah mengingat Nya
Mengingat Rabb yang sering kita lupakan..
Padahal Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda,
bahwa “Tidak ada hal yang disesali penghuni syurga
kecuali satu jam di dunia
yang mereka lewati
tanpa mengingat
Allah.."

Ingatlah lagi pesannya,
bahwa "Jika Allah mencintai hamba Nya
maka ia akan ditimpakan musibah
agar Dia mendengar rintihannya..”

Agar kita merintih mengingat Nya.
Tidak ada kekhawatiran tentang dunia ini saudaraku.
Kesabaran itu harus dilatih, dan pelatihan ini tiada akhir.
Hamparan dunia ini adalah medannya,
medan untuk menguji kesabaran
agar kita menjadi benar benar teruji
dan berkualitas tinggi.

Selalu ada kegaduhan diawal cerita tak terduga yang menghampiri kita.
Tapi diujung kesabaran itu sesungguhnya ada nikmat.
Ditengahnya ada cahaya harapan,
Lamanya rentan waktu penantian
menanti nanti pertolongan Nya adalah ibadah.
Sungguh para malaikat tak pernah lelah mencatatnya
sebagai satu ibadah kita yang sempurna
disisi Nya.

Jika tidak dengan guncangan dan musibah musibah itu,
lalu hal apakah lagi yang akan mengingatkan kita ?

Inilah hal hal yang seharusnya
semakin mendekatkan diri kita kepada Nya.

Lihatlah dua merpati yang sedang dibelai cinta.
Bukankah mereka juga ingin selalu dekat dan berdekatan?

Begitulah para salihin menyikapi musibah saudaraku.
Mereka menjadikan musibah demi musibah itu sebuah medan.
Sebuah ajang untuk bermesraan dengan Nya dalam rintihan.
Mereka terhanyut hanyut berduaan,
beralaskan rintihan
menuju lautan ridha Nya.

Sungai kehidupan ini tidaklah lurus saudaraku...
Ia berliku dan tak terduga.
Kadang berbatu, kadang terjun menurun
Kadang tenang, kadang rusuh bergemuruh..
Kadang gemericik, kadang mendebarkan..

Kesemuanya adalah ujian.
Bagi jiwa yang mengetahui bahwa liku liku itu adalah iradah Nya,
mereka tidak akan pernah mengeluh.
Mereka yakin, bahwa semuanya akan berakhir di pantai nan indah.
Pelabuhan terakhir yang telah dijanjikan Nya sebagai balasan bagi mereka yang bersabar.

Sering memang, hidup ini terasa begitu melelahkan.
Penantian itu memang teramat berat,
hingga Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam menghibur kita
dengan mutiara katanya yang menggembirakan
bahwa ”Penantian seorang Muslim menanti nanti kelapangan
itu telah dicatat sebagai ibadah..".

Satu ibadah yang sempurna disisi Nya saudaraku..

Intiplah rahasianya..
Pasti ada hikmahnya..

Lalu nantikanlah…
Diantara gelapnya suasana, disana ada cahaya.
membimbing senyum diwajahmu,..

Segera setelah musibah itu mereda.
disana bahumu semakin kokoh dan tegap berdiri..
Kakimu tegak dan siap melangkah,
wajahmu menunduk dan hatimu tetap basah,
bertasbih bersama semesta.

Disanalah rekahan kebahagiaan memancar dari hatimu.
Laksana pelangi dipenghujung senja.

Bukankah alam melukis pelangi dari riuh riuh
gemuruh hujan dan cekaman halilintar?

Pelangi kebahagiaan adalah hadiah bagi mereka yang lulus.
Mereka yang sering berdiam menanti akhir yang indah..
Terus bersabar meski sukar...

Tak usahlah mengeluh atas duka duka dan kepedihan..
Engkau tidak sendiri kawan, semua jua sedang menanti sang pelangi.

Jika saja kekasihmu tidak bersamamu lagi,
diujung sana masih ada kawan yang menantimu kembali.
Kembalilah kawan, anggaplah pena ini sahabatmu.
Sahabat yang baru saja menepuk bahumu,
sahabat yang merindumu kembali..

Anggaplah pena ini sahabat yang menghampirimu dalam gelap
Seorang yang membawakanmu lilin dan menyalakannya untukmu,
Sosok yang mencoba meraih bahumu, membisikanmu,
menjunjukanmu, bahwa disana masih ada jalan!

Anggaplah pena ini sahabatmu,
Seseorang yang meraihmu dengan tulus saat bibirmu nanti mulai berkata kata;
“yah, hidup ini memang tidak mudah”..

Sahabat yang tidak menertawakanmu saat engkau salah,
yang membenarkanmu saat semua seperti menyalahkanmu.
Sahabat yang senang duduk bersamamu
saat dunia dan semua seakan menyalahkanmu..
Sahabat yang menitikan air mata
saat engkau hampir menangis..

Anggaplah pena ini sahabatmu,
Sahabat yang tidak pernah menyalahkanmu
Sahabat yang ingin memahamimu ketika dirimu marah
Sahabat yang tidak mampu tersenyum saat dirimu murung,
Sahabat yang tak sanggup tertawa saat engkau terluka..
Sahabat yang ikut terluka saat kakimu melemah dan terjatuh.
Sahabat yang ingin mengingatkanmu lagi tentang masa masa dulu,
ketika bahumu tangguh menatap harapan,
menuntunmu lagi, melembutkan hatimu,
mengingatkanmu saat saat seperti dulu,
ketika engkau terduduk di pojokan masjid
menangis memohon ampunan atas dosa dan kesalahan..

Sahabat yang ingin menegur dan mengingatkanmu,berdoa dibelakangmu, membersihkan namamu dan duri yang menusukmu.

Mari sahabatku, engkau mungkin tak pernah mengenal jari siapa yang lancing menasihatimu ini. Namun bersaudara itu adalah pesan mulia dari panutan kita, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam. Mari berjalan berdampingan. Mencari oase ditengah gersangnya kehidupan
Menuju keabadian..

Sahabat jauh yang mungkin tidak pernah engkau kenal
Sahabat yang bahakan tidak pernah bertemu dalam tatapan
Sahabat yang menatapmu dari kejauhan..

Bukan, aku bukan sahabat sejatimu
Karena sosok itu mungkin tak pernah ada
Di semesta fana ini

Benar kata Syaikh ‘Athaillah
“Sahabat sejati itu tidak ada
kecuali dia yang paling tahu aibmu,
dan tidak ada sahabat seperti itu
kecuali Tuhanmu Yang Maha Pemurah”.

Semoga persahabatan ini diberkahi Nya.

Lupakanlah siapa penulisnya,
namun dengarkanlah gemericik bisikannya
Analogi dan diksi sederhana ini, sengaja kualirkan melalui jari, dari danau ketenangan di hatiku untuk kebahagiaanmu.
READ MORE →
Bagikan Ke :

## KIKIR ##



Ada banyak perasaan yang bersumber jauh di dalam hati manusia. Diantaranya adalah perasaan yang terwujud dalam menolong orang yang membutuhkan. Perasaan inilah yang mengilhami manusia, ketika melihat kepedihan atau penderitaan orang lain.

Sebaliknya, ada suatu sifat yang menghancurkan akar-akar kasih sayang. Ia dikenal sebagai kekikiran. Kekikiran adalah suatu sifat buruk yang menjatuhkan manusia kepada kehinaan, selain membawa si kikir kepada pikiran sempit.

Pikiran orang kikir terpusat di sekitar materi dan kekayaan. Nampaknya ada suatu hubungan langsung antara kekayaan dan kekikiran.

Kebanyakan orang kaya adalah kikir. Menolong orang miskin biasanya dilakukan oleh kalangan menengah, bukan orang kaya raya.

Kikir adalah suatu perilaku jahat yang merenggut kebahagiaan dan ketentraman dari pelakunya dan menjerembabkann
ya dalam kepedihan.

Orang yang kikir tidak pernah merasakan kelapangan hati. Hasratnya hanya tertuju untuk dunia yang hina dan fana.

Maka kelak, sebagai balasan bagi mereka,

”(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka ’Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” (At-Taubah: 35)
READ MORE →
Bagikan Ke :

Cerita Cinta Dan Taubatnya Al-Qass Seorang Pemuda Yang Shaleh Serta Nyanyian Cinta Sallamah Sang Gadis Pinangan Orang Quraisy



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Al-Qass adalah orang yang paling baik ibadahnya di mata penduduk Mekkah. Pada suatu hari dia bertemu dengan Sallamah, gadis pinangan orang Quraisy. Lalu al-Qass mendengar nyanyiannya dan berhenti untuk mendengarkannya.

Pada saat itulah majikan gadis itu melihat al-Qass dan berkata,

“Maukah Anda masuk untuk mendengarkannya?”

Al-Qass pura-pura tidak mau sampai gadis itu mengizinkannya.

Al-Qass berkata, “Tempatkan saya di tempat yang sepi agar saya tidak dapat melihat dia dan dia tidak melihatku” Kemudian al-Qass masuk dan gadis itu pun menyanyi.

Gadis itu tertarik kepadanya. Lalu majikannya menawarkan kepada al-Qass untuk berkenalan dengannya, tetapi al-Qass tidak mau.

Pada suatu hari gadis itu berkata kepadanya, “Sungguh aku mencintaimu.”

Al-Qass menjawab, “Saya juga mencintaimu.”

Gadis itu berkata, “Aku ingin sekali mengecup bibirmu.”

Al-Qass berkata, “Saya juga.”

Gadis itu berkata, “Saya ingin menempelkan dadaku ke dadamu.”

Al-Qass menjawab, “Saya juga.”

Gadis itu berkata, “Lalu mengapa Anda tidak melakukannya? Sungguh tempat ini benar-benar sepi.”

Al-Qass menjawab, “Saya mendengar Allah berfirman yang artinya: Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS: az-Zukhruf:67)

Saya tidak ingin kasih sayang antara diriku dan dirimu berubah menjadi permusuhan di hari kiamat.”

Lalu gadis itu berkata, “Wahai al-Qass! Apakah Tuhanku dan Tuhanmu tidak menerima kita kalau bertobat kepadanya?

Al-Qass menjawab, “Ya! Tetapi saya tidak aman dari kematian yang datang dengan tiba-tiba.”

Kemudain al-Qass berdiri dan kedua matanya mengeluarkan air mata. Setelah itu dia tidak pernah kembali lagi ke tempat itu dan beribadahlah dia seperti sedia kala.


Ada banyak pesan didalam kisah diatas,

jadilah seorang wanita yang menjaga kehormatan diri sendiri dimata laki laki.ibarat kata pakaianmu adalah kehormatanmu,tutur katamu,adalah kepribadianmu
READ MORE →
Bagikan Ke :

NERAKA itu HOT!! Dan SYURGA itu CANTIK!!

>>perempuan TANPA berHIJAB memang tampak HOT!!
>>Dan perempuan yg mengenakan HIJAB nampak CANTIK!!
OLEH KARENA ITU..
>>NERAKA itu HOT!!
>>Dan SYURGA itu CANTIK!!

==betul apa benar?
READ MORE →
Bagikan Ke :

YUUUKK SEDEKAH BIAR BERKAH


SEDEKAH membuka pintu rezeki seseorang,bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita^_^
(YUUUKK SEDEKAH BIAR BERKAH:)
>>“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah 2:261)

>>don't forget..luruskan niat semata2 karena ALLAH..
>>Berani kaya itu adalah yg berani bersedekah dgn IKHLAS
READ MORE →
Bagikan Ke :

Obat Herbal Probiotik