http://go.onclasrv.com/afu.php?zoneid=1323360
BACA EMAIL DI BAYAR EURO ,MAU??

Monday, June 12, 2017

DO'A MALAM LAILATUL QADAR


Doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika lailatul qadar adalah

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.

Hadis selengkapnya:

 عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini dibawakan oleh Imam Tirmidzi dalam bab “Keutamaan meminta maaf dan ampunan pada Allah”. Hadits di atas disebutkan pula oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom pada hadits no. 706.

"Yaa Alloh, perbaikilah untukku agamaku yang merupakan penjaga urusanku, dan perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya adalah kehidupanku, dan perbaikilah untukku akhiratku yang kepadanya aku kembali, dan jadikanlah kehidupan (ini) menambah untukku dalam setiap kebaikan, dan kematian menghentikanku dari setiap kejahatan. Yaa Alloh bebaskanlah aku dari (siksa) api Neraka, dan lapangkanlah untukku rizki yang halal, dan palingkanlah daripadaku kefasikan jin dan manusia, wahai Dzat Yang Hidup dan terus menerus mengurus (makhluk-Nya)"

Aamiiin yaa Robbal'alaamiiin

Tanya Jawab Tanda Lailatul Qadar

Apa sajakah tanda lailatul qadar?

Jawaban:

Di antara tanda-tanda lailatul qadar adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadis berikut ini.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tanda lailatul qadar,

ليلة طلقة لا حارة و لا باردة تصبح الشمس يومها حمراء ضعيفة

“Dia adalah malam yang indah, sejuk, tidak panas, tidak dingin, di pagi harinya matahari terbit dengan cahaya merah yang tidak terang.” (H.r. Ibnu Khuzaimah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Kemudian, ciri yang lain adalah malam ini umumnya terjadi di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.

Dalil yang menunjukkan hal ini: Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Beliau bersabda, “Carilah malam qadar di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)

Barang siapa yang tidak mampu beribadah di awal sepuluh malam terakhir, hendaknya tidak ketinggalan untuk beribadah di tujuh malam terakhir. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang lailatul qadar, “Carilah di sepuluh malam terakhir. Jika ada yang tidak mampu maka jangan sampai ketinggalan ibadah di tujuh malam terakhir.” (H.r. Muslim)
Catatan untuk mendapatkan lailatul qadar:

Selayaknya, kaum muslimin untuk tidak pilih-pilih malam untuk beribadah, sehingga hanya mau rajin ibadah jika menemukan tanda-tanda lailatul qadar di atas, karena bisa jadi ciri-ciri itu tidak dijumpai oleh sebagian orang. Mungkin juga, pada hakikatnya, ini adalah sikap pemalas, hanya mencari untung tanpa melakukan banyak usaha. Bisa jadi, sikap semacam ini membuat kita jadi tertipu karena Allah tidak memberikan taufik untuk beribadah pada saat lailatul qadar.

Sebaliknya, mereka yang rajin beribadah di sepanjang malam dan tidak pilih-pilih, insya Allah akan mendapatkan lailatul qadar. Sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu pernah memberikan nasihat tentang lailatul qadar, kemudian beliau berkata,

من يقم الحول يصبها

“Siapa saja yang shalat malam sepanjang tahun, dia akan mendapatkannya.
” (H.r. Ahmad dan Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Ketika mendengar keterangan dari Ibnu Mas’ud ini, Abdullah bin Umar mengatakan, “Semoga Allah merahmati Ibnu Mas’ud, sebenarnya beliau paham bahwa lailatul qadar itu di bulan Ramadan, namun beliau ingin agar masyarakat tidak malas.” (Tafsir Al-Baghawi, 8:482)

wAllohu a’lam.

***

Disusun oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel:KonsultasiSyariah.com

~ 19 Ramadhan 1433H ~

KEISTIMEWAAN MALAM LAILATUL-QADAR


بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Lailatul Qadar adalah malam yang diturunkan Al-Quran padanya. Ibnu ‘Abbas dan selainnya mengatakan: “ALLAH SWT menurunkan Al-Qur’an secara sempurna sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian ALLAH SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW tersebut secara terpisah (beransur-ansur
) sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Ibnu Katsir, 14/403)

ALLAH SWT berfirman yang bermaksud : “Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan” [Surah Al-Qadr 97 : Ayat 3]

An-Nakha’ie berkata: “Amalan pada malam Lailatul-Qadar lebih baik dari amalan di seribu bulan.” [Lihat Lathaif Al-Ma’arif, ms. 341[

Mujahid, Qatadah dan ulama lainnya berpendapat bahawa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah solat dan amalan pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari solat dan puasa selama seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. [Zaadul Masir, 9/191]

Para malaikat termasuk malaikat Jibril turun pada Lailatul Qadar. Firman ALLAH SWT yang bermaksud : “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ar-Ruh (malaikat Jibril).” [Surah Al-Qadr : Ayat 4].

Dosa setiap orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar akan diampunkan oleh ALLAH SWT. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, “Barangsiapa melaksanakan solat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari]

Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan bahawa yang dimaksudkan إِيمَانًا (dengan penuh keimanan) adalah membenarkan janji Allah iaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam lailatul qadar). Sedangkan احْتِسَابًا bermakna mengharapkan ganjaran pahala, bukan kerana mengharap yang lainnya seperti riyak. [Fathul Bari, 4/251]

DOA PADA MALAM LAILATUL QADAR

Aisyah ra berkata: “Katakan padaku wahai Rasulullah, apakah pendapat engkau, jika aku mengetahui suatu malam itu adalah Lailatul Qadar. Apakah yang akan aku katakan (berdoa) di dalamnya?”

Baginda menjawab, “Katakanlah (Bacalah) :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Ertinya: Ya ALLAH sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai permohonan maaf, maka maafkanlah daku. (HR. Tirmizi, no. 3513, Ibnu Majah, no. 3850, dan Ahmad 6/171)

Lailatul Qadar lebih ditekankan adanya di malam-malam ganjil daripada malam genap. Ini berdasarkan hadis berikut : “Aisyah ra berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Bersungguh-sungguhlah mencari Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan”. [HR Bukhari & Muslim].

Bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini ? Beberapa sabda Rasulullah SAW tentang tanda-tandanya, iaitu :

Ibnu Abbas ra berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya matahari terbit dengan sinar lemah berwarna merah” [HR Hasan]

Dari Ubay bin Ka’ab ra, Rasulullah SAW bersabda : “Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar ” [HR Muslim]

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diperlihatkan Lailatul Qadar kemudian dilupakan dariku dan ia ada di sepuluh terakhir (dari bulan Ramadhan) dan ia adalah malam yang baik dan cerah, tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan di dalamnya ada bulan purnama yang menerangi bintang-bintang, syaitan-syaitan tidak keluar sampai terbit fajar”. [HR. Ibnu Khuzaimah, 3/330 dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam shahih Ibnu Khuzaimah, 3/330].

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar bahawasanya adalah malam yang bersih cerah, seakan-akan di dalamnya bulan terang tenang, tidak panas tidak juga dingin, dan tidak boleh bintang dijatuhkan di dalamnya sampai pagi, dan sesungguhnya tandanya adalah matahari pagi harinya terbit sejajar tidak mempunyai sinar seperti bulan pada malam purnama dan tidak halal bagi syaitan untuk keluar bersamaan dengannya pada malam itu”. [HR. Ahmad, no. 22765].

Malam Lailatul-Qadar adalah rahsia Allah. Malam Lailatul-Qadar adalah sebaik-baik malam mengatasi semua malam. Carilah Lailatul-Qadar kerana malam ini merupakan suatu malam yang diberkati serta mempunyai kelebihan dan diperkenankan doa oleh Allah SWT.

Singkaplah tabir di sepuluh malam terakhir. Berlumba kita mencari keredhaanNYA. Hidupkanlah malam dengan beribadah dan iktikaf. Berdoa, bertasbih dan mohonlah keampunan.

Bulan Ramadhan hampir meninggalkan kita, sama-samalah kita merebut peluang keemasan ini.

~ 20 Ramadhan 1433H ~

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik