http://go.onclasrv.com/afu.php?zoneid=1323360

Friday, September 13, 2013

Filled Under:

^*^ KEADILAN TUHAN ^*^



Dalam kehidupan kita, kita menyaksikan orang-orang zalim terus-menerus melakukan kezaliman, sementara orang yang terzalimi terus-menerus menderita hingga akhir kehidupan mereka, dan tiada seorang pun yang berlaku adil terhadap mereka.

Jika kehidupan itu akhir dari segalanya, apakah ini adil dan bijaksana? Dimanakah hikmah penciptaan kehidupan?

Disisi lain sebagian besar manusia di muka bumi ini menilai segala sesuatu dengan ukuran kapasitasnya sendiri. Kalau diluar kemampuannya, ia menyatakan bahwa sesuatu itu mustahil, namun itu tidak mustahil bagi Yang Mahakuasa yang telah menciptakan kehidupan untuk kali pertama. Yang Mahakuasa berkuasa juga menghidupkan yang telah mati.

Kita melihat contoh kecil kebangkitan di muka bumi. Dimusim semi banyak misteri tersibak. Kita dapat melihat rumput yang layu dan mati selama musim gugur dan dingin, hidup lagi dimusim semi.

Berikut argumen Al-Qur’an terhadap orang-orang yang mengingkari hari akhir. Jawaban tersebut diberikan untuk mereka yang mengklaim bahwa kebangkitan (kehidupan kembali setelah mati) mustahil terjadi.

A. Kisah Nabi Ibrahim as. yang berkata kepada Allah, “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, ‘Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati’. Allah berfirman, ‘... Ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera’ ...” (Al-Baqarah: 260)

B. Lebih lanjut Al-Qur’an mengatakan bahwa tentu saja tidak adil kalau tidak ada kebangkitan. Allah Swt. berfirman,

“Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau, pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?” (Sad: 28)

“Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu. Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, ...” (Al-Jasiyah: 21-22)

Pada ayat pertama argumen didasarkan pada kebijaksanaan Allah. Dalam ayat kedua, argumennya didasarkan pada keadilan Allah.

Demikanlah,

Allah Swt. telah mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa. Sebagian manusia menerima ajakan ini dan memperbarui perilaku mereka, cara berpikir, dan moral mereka. Sebagian lagi tidak menanggapinya dan melakukan perbuatan jahat dan kerusakan.

Namun di dunia ini kita tidak melihat segala perbuatan baik mendapat ganjaran dan semua pendosa diberi hukuman.

Karena Allah Mahaadil, maka harus ada hari perhitungan, hari dimana orang shaleh dan orang keji diberi balasan setimpal dengan perbuatannya. Hari dimana kebaikan terpisahkan dari keburukan, hari dimana sipendosa terpisahkan dari yang taat.

0 comments:

Post a Comment

Labels

loading...

Copyright @ 2017 Titian Tasbih.

Designed by Aufa | Probiotik