PERMOHONAN PENGHUNI NERAKA


Neraka adalah tempat yang menakutkan,yang menimbulkan rasa ngeri,gentar dan takut bagi orang yang beriman.
Aisyah,istri Nabi Shollallohu alaihi was-sallam ,pernah menangis bila teringat akan siksa neraka.
Salman Al Farisi lari ketakutan mendengar peristiwa neraka ini.
rabi'ah Al-Adawiyah ,bila mendengar peristiwa neraka langsung pingsan tidak sedarkan diri.

Subhanalloh begitu kuat iman-iman mereka.Beri keimanan kami seperti mereka yaa Alloh.

"Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup."Qs.Thaha:74.

Syurga neraka sangat berjauhan.orang yang terjatuh ketika meniti Titian Shirath itu tujuh puluh tahun lamanya teromban-ambing di awangan,baru sampai ke dasar neraka itu.mereka tercebur ke dalam telaga neraka yang sangat panas baru mencari tempat masing-masing.Demikian pula syurga,orang-orang yang selamat meniti Titian Shirath sampai ke seberang,tujuh puluh tahun pula baru sampai ke pintu syurga Jannatun-Naim.

Meskipu letak berjauhan,tetapi mereka saling melihat satu sama lain dan dapat saling bicara dengan jelas.segala isisyurga,keindahan,kecantikan bidadari,kesenangan mereka nampak dengan jelas.

Oleh karena tidak tertahankan penderitaan dan kesengsaraan di dalam neraka itu,rasa haus dan dahaga yang memutus leher dan lapar yang tak terhingga dan ketika melihat syurga dan kemewahannya ,maka mereka memohon.

Firman Alloh Subhanahu Wata'ala:

"Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu...."Qs.Al-A'raf:50..

Ketika itu orang syurga akan menjawab ,seperti firman Alloh Subhanahu Wata'ala:
"Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,"Qs.Al-A'raf:50.

Memohon mereka tiada henti agar di hidupkan kembali ke dunia agar bisa mengikuti tuntunan Rosul tapi semua itu percuma dan Alloh tidak akan mengampuni mereka ,justru siksa yang akan trus mendera mereka.Sungguh memilukan jeritan kesakitan dari mereka dan Alloh berfirman:

"Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu: "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan."Qs.Yunus:52.

"Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan".Qs.As-Sajadah:14.

Sungguhpun permohonan mereka di tolak mereka tetap bermohon .

".... "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul....Qs.Ibrahim:44.

Alloh menjawab: (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?,"Qs.Ibrahim:44.

Mereka kembali memohon walau permintaannya sia-sia,sekarang mereka meminta sambil menangis.
Mereka di dalam neraka itu memekik meminta tolong seraya katanya:ya,Tuhan kami,keluarkan kami dari dalam neraka ini,nanti kami kerjakan amalan yang soleh,lain dari pekerjaan yang kami kerjakan masa dahulu.

"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Qs.Al-Fatir:37.

Jawab Alloh Subhanahu Wata'ala:

...Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun."Qs.Al-Fatir:37.

Sekali lagi mereka bermohon:

"Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalim."Qs.Al-Mukminun:106-107.

Alloh menjawab:

"Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."Qs.Al-Mukminun:108.

Setelah mendengar perkataan Alloh itu,mereka menangis dengan patah hati dan berputus asa.permintaan mereka itu hanya sia-sia.mereka di dalam neraka tidak akan di tolong.sesudah itu mereka mencoba meminta tolong kepada malaikat penjaga neraka supaya di doakan kepada Alloh Subhanahu Wata'ala.
Hai,Malaikat penjaga neraka,doakan kami supaya di matikan .jawab Malik: Kamu mesti tinggal di sini,Hai ,orang kafir! Janganlah kamu meminta maaf kepadaku hari ini,kamu dibalas hanya menurut apa yang kamu kerjakan.

Di dalam neraka itu mereka dibelenggu dari leher sampai kaki.sudah itu di seret di dalam kamar-kamar neraka,di pukul dengan cemeti api,ada wanita yang rambutnya berupa api dan melilit tubuhnya sendiri,itu salah satu balasan dari mereka yang tidak pernah menutup rambutnya dan banyak lagi siksaan yang menakutkan.
Kemudian di katakan kepada mereka:kamu,hai orang kafir akan tetap di sini buat selama-lamanya.jadi batulah kamu atau jadi besi.Sudah itu pintu neraka di tutup rapat-rapat.

ini secuil kisah Neraka dari beberapa sumber,walau belum semua teruraikan,tapi cukup kiranya bagi kita yang mengaku beriman ,ini di jadikan diri untuk membenahi segala akhlakh yang buruk dan menata hati agar terselamatkan dari siksa neraka.
Semoga uraian tentang neraka ini menyadarkan hati kita......aamiin
ada kesalahan dan kekurangan itu kerna kebodohan kami ada benarnya semata-mata datangnya dari Alloh Subhanahu Wata'ala...Salam santun ukhuwah fillah.

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik
READ MORE →
Bagikan Ke :

IBADAH 500 Tahun Siang Malam Tetap Tidak Menjamin Masuk Surga

Saudaraku, ternyata amal baik yang dilakukan siapapun selama 500 tahun siang malam tetap tidak dapat menjamin masuknya surga bagi hamba yang bersangkutan. Mengapa? Mari kita perhatikan & renungkan!
أعوذ بالله من الشيطن الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam sebuah Hadits Riwayat Shahih Muslim yang cukup panjang, Diriwayatkan dari Muhammad Bin Mukadir, dan juga diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah datang kepada kami, lalu Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

”Baru saja Jibril datang kepadaku tadi, Jibril berkata:

”Hai Muhammad, Demi Allah: ”Bahwasanya ada seseorang melakukan ibadah kira-kira lima ratus tahun diatas puncak sebuah gugung yang luas, panjangnya 30 X 30 hasta, dan lautan yang melingkar di sekitarnya seluas 4000 farsakh dari setiap penjuru, di bawah gunung tersebut terdapat sumber air jernih kira-kira satu jari lebarnya, dan terdapat pula pohon buah delima yang sengaja disediakan oleh ALLAH untuknya dimana setiap hari mengeluarkan buahnya satu biji.

Setiap sore sesudah berwudlu, buah tersebut diambil dan dimakan, kemudian dia melakukan shalat seraya berdo’a mohon diambil nyawanya ditengah tengah melakukan sujud, agar tubuhnya tidak tersentuh Bumi atau yang lainnya, hingga ia bangkit di hari kiamat tengah bersujud kepada ALLAH. Maka permohonannya dikabulkan ALLAH, karena itu setiap kami lewat (naik-turun Langit) pasti dia tengah bersujud.”


Lanjut Jibril:”Kami temukan tulisnya (ceritanya) di lauhil mahfudz , bahwa: ia akan dibangkitkan kelak dihari kiamat dalam keadaan masih tetap bersujud dan diajukan kepada ALLAH, FirmanNya:”Masukkanlah hamba-Ku ini ke sorga karena Rahmat-Ku.” Tetapi hamba itu menjawab: ”Melainkan karena amalku semata.”

Lalu ALLAH menyuruh Malaikat untuk menghitung semua amalnya dibanding nikmat pemberianNya, dan ternyata setelah penotalan amal keseluruhan selesai, dan dimulai dengan menghitung nikmatnya mata saja sudah melebihi pahala ibadahnya sepanjang 500 tahu n , padahal nikmat-nikmat yang lain-lainnya jauh lebih besar dan berharga .


Lalu ALLAH berFirman: ”Lemparkan ia ke dalam Neraka.” Kemudian Malaikat membawanya dan akan dilemparkan ke dalam Neraka, tetapi di tengah perjalanan menuju Neraka, ia menyadari kekeliruannya dan menyesal seraya berkata:”Ya ALLAH, masukkanlah aku ke surga karena Rahmat-Mu.”

Akhirnya Firman-Nya kepada Malaikat:”Kembalikanlah ia.”
Lalu ditanya ia:”Siapakah yang menciptakan kamu dari asalnya (tiada)?.”
Jawabnya:”Engkau ya ALLAH.”
Lalu hal itu dikarenakan amalmu ataukah Rahmat-Ku?.”
Jawabnya:”Karena Rahmat-Mu.”

Siapakah yang menguatkanmu beribadah selama lima ratus tahun?.”
Jawabnya lagi:”Engkau ya ALLAH.”

“Dan siapakah yang menempatkan kamu diatas Gunung dikelilingi lautan di sekitarnya, dikaki Gunung tersebut memancar sumber air tawar, dan tumbuh pohon delima yang buahnya kau petik setiap sore, padahal menurut hukum adat, delima hanya berbuah sekali dalam setahun, lalu kau minta mati dalam keadaan bersujud, siapa yang melakukan itu semua?.”


Jawabnya:” Engkau ya ALLAH.” FirmanNya:”Maka sadarlah kamu, bahwa itu semua adalah semata karena Rahmat-Ku , dan sekarang Aku masukkan kamu ke surga semata karena Rahmat-Ku .”

Kemudian Jibril berkata:”Segala-galanya dia alam ini bisa terjadi/ada, semua hanya karena rahmat ALLAH semata. ”

Mengapa ini semua bisa terjadi? Bukankah hamba itu sudah sedemikian rajinnya beribadah?Dari sini, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil, diantaranya:1. Jangan terjebak dengan sombong / bangga / menyebut-nyebut / mengungkit amal kita

Kita semua tahu bahwa Iblis tadinya ialah golongan jin yang berhasil menjadi pemimpin para Malaikat dahulu kala. Banyak tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh para malaikat namun dapat diselesaikan oleh Iblis. Sekian juta tahun lamanya mengabdi & berprestasi hingga akhirnya perlahan menduduki jabatan tinggi sampai menjadi pemimpin para Malaikat. NAMUN, semua itu hancur lebur karena Iblis merasa LEBIH BAIK dibanding manusia.

Dalam beberapa ayat Qur'an:
QS.7 A'raaf:12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (hormat) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya : Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

QS.38 Shaad:76. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya , karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".

2. Agar kita merasa kurang beramal dan tetap terus beramal
Seseorang yang sudah merasa cukup amal maka sadar atau tidak maka dia menjadi agak kendur beramalnya karena sudah merasa kurang perlu beramal lagi

3. Lupakan amal baikmu, ingatlah dosamu
Ibarat pepatah: lupakanlah kebaikanmu, ingatlah kesalahanmu, karena engkau tidak tahu apakah amalmu diterima atau tidak dan engkau pun tak tahu dosamu sudah diampuni atau belum.

4. Sadar bahwa semua amal apapun yang telah kita lakukan maka tidak akan pernah dapat menebus nikmat yang telah Allah berikan pada kita.

Dalam sebuah Hadits:
Para Sahabat bertanya: Ya Rasul, jika aku telah mencukupi SEMUA kebutuhan orang tuaku, apakah itu berarti aku telah membalas jasanya?Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda: Tidak, sekali-kali kamu tidak akan pernah dapat membalas jasa kedua orang tuamu.

JIKA MEMBALAS JASA PADA ORANG TUA SAJA KITA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU, LALU DAPATKAH KITA MEMBALAS JASA YANG TELAH ALLAH BERIKAN PADA KITA???

5. Yang 500 Tahun ibadah siang puasa malam shalat tiap hari dengan kwalitas ibadah yang luar biasa saja belum tentu masuk surga, lalu bagaimana dengan kwantitas yang sedikit dan juga kwalitas shalat yang sedemikian rupa? Badannya shalat, namun pikiran melayang kemana-mana? Dzikir saja jarang apalagi puasa sepanjang ratusan tahun? Beranikah menjamin surga bagi kita pribadi?

6. Lalu bagaimana yang tidak pernah shalat? Aurat terbuka? Tidak berkerudung? Gosip sana-sini? Ganggu pasangan orang lain melalui Facebook? Browsing gambar & Film tidak karuan? Download ini & itu? Mubadzir waktu, tenaga? Mari saudaraku kita sama-sama mengingati sesama insan

Mari, tetaplah dalam harap dan cemas pada Allah.

Berharap agar amal diterima, agar dosa diampuni, namun cemas karena kurang amal, amal tidak diterima dan dosa tidak diampuni.
Penulis: Let's Learn About Islam
READ MORE →
Bagikan Ke :

ISRA DAN MI'RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDHU LIMA WAKTU

Malik bin Sha’sha’ah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Ketika aku di dekat Ka’bah diantara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar suara salah seorang, yaitu yang diantara dua orang, lalu disediakan bejana emas yang berisi hikmat dan iman, lalu dibelah dari bawah tenggorokan hingga perutku, kemudian dibasuh dadaku dengan air zamzam, lalu dipenuhi dengan hikmat dan iman.

Lalu didatangkan untukku binatang yang putih lebih besar dari himar dan dibawah baghl (turunan kuda jantan dengan keledai betina) bernama buraq. Lalu berangkat bersama Jibril hingga sampai ke langit dunia, dan ketika ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Ditanya: Bersama siapa? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Dijawab: Ya. Maka disambut selamat datang, maka aku bertemu dengan Adam a.s. dan memberi salam, dan menyambutku dengan Selamat datang putraku dan nabi.

Kemudian kami naik ke langit kedua, dan ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Ditanya: Siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Lalu disambut: Selamat datang, dan di sana kami bertemu dengan Isa dan Yahya a.s. Keduanya menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.

Kemudian kami naik ke langit ketiga, lalu ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Dan siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Yusuf a.s. dan setelah memberi salam padanya ia menyambut: Selamat datang Saudara sebagai nabi.

Kemudian kami naik ke langit keempat, dan ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Idris s.a. Sesudah aku beri salam, ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.

Kemudian kami naik ke langit kelima, dan ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Dan ditanya: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya pula: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang. Di situ kami bertemu dengan Harun a,s, maka aku memberi salam, dan ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.

Kemudian kami naik ke langit keenam, juga ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Lalu ditanya: Dan siapa yang bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang, ia menyambut dengan ucapan: Selamat datang saudara sebagai nabi. Dan ketika kami meninggalkannya ia menangis dan ketika ditanya: Mengapakah ia menangis? Jawabnya: Ya Rabbi itu pemuda yang Tuhan utus sesudahku, akan masuk surga dari umatnya lebih banyak dari umatku.

Kemudian naik ke langit ketujuh, maka ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang. Dan di situ kami bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s. Sesudah aku memberi salam, maka ia sambut dengan: Selamat datang putraku sebagai nabi.

Kemudian tampak kepadaku Al-Bait Al-Ma’mur, tiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu Malaikat untuk shalat, jika telah keluar tidak akan masuk lagi untuk selamanya.

Kemudian diperlihatkan kepadaku Sidratul Muntaha, buahnya bagaikan gentong (tempat air) Hajar, sedang daunnya bagaikan telinga gajah dan di bawahnya terdapat sumber empat sungai, dua ke dalam dan dua ke luar. Aku bertanya kepada Jibril, jawabnya: Yang dalam itu di surga, sedang yang keluar itu yaitu sungai Nil dan Furat.

Kemudian diwajibkan atasku limapuluh kali shalat. Lalu aku turun dan bertemu dengan Musa, lalu ia bertanya: Apakah yang engkau dapat? Jawabku: Diwajibkan atasku lima puluh kali shalat. Musa berkata: aku lebih berpengalaman daripadamu, aku telah bersusah payah melatih Bani Israil, dan umatmu tidak akan kuat, karena itu engkau kembali kepada Tuhan minta keringanan, maka aku kembali minta keringanan, dan diringankan sepuluh hingga tinggal empat puluh, kemudian dikurangi lagi sepuluh sehingga tinggal tiga puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal dua puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal sepuluh, dan aku kembali kepada Musa, tetapi ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, maka aku minta keringanan dan dijadikan-Nya lima kali.

Maka aku bertemu dengan Musa dan menyatakan bahwa kini telah tinggal lima, maka ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi aku jawab: Aku telah menerima dengan baik. Maka terdengar seruan: Aku telah menetapkan kewajiban-Ku, dan meringankan pada hamba hamba Ku, dan akan membalas tiap kebaikan dengan sepuluh kalinya. (Bukhari, Muslim).



READ MORE →
Bagikan Ke :

☆■◆·AKU DAN MERTUAKU·◆■☆

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Ada saja cara syetan/iblis untuk
merusak rumah tangga seseorang. kadang masalah biasa nampak besar. atau kadang yang bukan masalah dibisikkan pada kita hingga akhirnya menjadi masalah

Alhamdulillah jika ada niat baik untuk berusaha merasa ikhlas.

Hidup berumah tangga tak akan pernah lepas dari masalah.mungkindua diantara ibu ibu bahkan adik adik calon istri kelak juga akan berada dalam masalah yang satu ini.sebenarnya ini bukan masalah tapi sesuatu yang harus dipahami namun karena sifat wanita yang terkadang egois mereka tak ingin memahami.bahkanmenganggap kalau menurut berarti kalah.

Astagfirulloh.jangan sampai ya ibu ibu...

┌─────────────────┐
└Mertua vs menantu──┘
Rasulullah bersabda (yang artinya): ”Siapa-saja yang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhirat hendaklah ia berbicara dengan baik atau lebih baik diam” (H.R. Al-Bukhari)


Salah satu tujuan syariat nikah adalah terhubungnya jalinan silaturahim yang semakin luas antara keluarga besar kedua mempelai, sehingga terbangunlah masyarakat Muslim yang didasari oleh hubungan akidah dan nasab. Mertua adalah orang tua pasangan kita yang sangat besar pengaruhnya pada kebahagiaan rumah tangga.

Pengaruh hubungan ini sampai akhirat kelak ketika hamba dimintakan pertanggungjawaban oleh Allah SWT. “…. Dan, bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan ( peliharalah ) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ( QS an-Nisa [4] :1 ).

Adalah hak mertua untuk dipelihara hubungan silaturahim dengan anaknya, juga hak mertua untuk dimuliakan oleh menantunya, sebagaimana anaknya yang wajib memuliakan kedua orang tuanya. Masalah seperti ini kerap terjadi di rumah tangga, terutama bagi keluarga pemula yang belum saling mengenal, baik antara menantu dan mertua serta para iparnya.

Semua itu berakhir jika segalanya dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya. Dan, berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” ( QS an-Nisa [4] : 36 ).

Ketika siap menikah, berarti siap menerima pasangan dan semua kondisi keluarganya. Keadaan suami-istri dalam rumah tangga sangat dipengaruhi oleh rida atau murka kedua orang tua masing-masing. Oleh karena itu, pasangan yang baik adalah yang menganjurkan pasangannya senantiasa berbuat baik kepada kedua orang ibu-bapaknya.

Dari pemahaman ini muncullah kesadaran, setelah menikah berarti bertambahlah orang tua kita, yakni mertua pasangan kita. Hak mertua dalam berumah tangga adalah dihormati, disayangi, dan dijaga kehormatan dan hartanya, serta ditaati perintahnya selama tidak bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya.

Bahkan, keluarga anaklah yang berkewajiban menafkahi jika kedua orang tua tidak sanggup lagi memenuhi hajat hidup kesehariannya. Namun, jika ada kekurangan dan hal yang mengecewakan dari keluarga pasangan, jangan terburu-buru menilai negatif atau menganggap mereka sebagai musuh walaupun jelas-jelas perbuatan mereka menunjukkan permusuhan.

Sebab, kemungkinan terbesarnya bukan kejahatan yang mereka inginkan saat terkesan ikut campur dalam urusan rumah tangga kita, tapi kemungkinan terbesarnya adalah karena kebaikan dan kasih sayanglah yang mereka inginkan, hanya caranya yang barangkali kurang tepat menurut kita. Untuk itu, ingat pesan Allah dalam surah Fushshilat ayat 34-35.

“Dan, tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah ( kejahatan itu ) dengan cara lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang yang sabar dan orang-orang yang mempunyai keuntungan besar.”

Balaslah kejahatan dengan kebaikan yang lebih baik dari yang biasanya menurut ukuran sosial. Allah akan meluluhkan hati orang yang bertikai menjadi saling mengasihi dan menyayangi. Allah akan menolong rumah tangga kita selama kita membalas kejahatan dengan kebaikan demi terjalinnya silaturahim dan terbebas dari permusuhan. Wallahu a’lam bish shawab


READ MORE →
Bagikan Ke :

Obat Herbal Probiotik di Pelopori oleh Prof.Ahli mikrobakteriologi dunia