"MENJAUHI PACARAN ITU MULIA"

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak bakalan kiamat.
Malah bikin diri menjadi terhormat.

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak bakalan nelangsa.
Malah bikin hidup menjadi mulia.

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak bakalan berduka.
Malah bikin hati merasa bahagia.

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak bakalan galau.
Malah bikin akhlak tetap berkilau.

Tak pacaran di Malam Minggu juga tak berarti tak laku.
Malah itu bukti kemuliaan dalam berprilaku.

Ingin hidup terhormat?
Jadilah insan yang taat.

Ingin hidup mulia?
Jauhilah perbuatan dosa.

no couple before akab.. go living halal..
READ MORE →
Bagikan Ke :

:: KU TUNGGU PINANGAN MU DUHAI AKHI ::

Bismillaihirrahmaanirrahiim

Jika benar engkau suka kepadaku,
Jika benar engkau cinta kepadaku,
Jika benar engkau sayang kepadaku,
Maka datanglah ke rumahku,
Temuilah kedua orang tuaku,

Katakan semua itu kepada Ayah dan Ibuku, dan pinanglah aku kepada mereka.

Jika engkau telah yakin, dan jika engkau telah siap membangun bahtera rumah tangga nanti, maka ikatlah aku dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci. Engkau berani bukan?

Jika engkau beralasan masih belum berani, jika engkau beralasan masih belum siap.

Maka kuanggap engkau hanya mau main-main saja dengan diriku, ku anggap engkau hanya ingin menjadikan aku sebagai pacarmu saja. Tak lebih dari itu,,

Maka kukatakan kepadamu, jangan engkau terlalu berharap aku akan menerima cintamu. Biar sajalah aku merasa lebih nyaman dengan kesendirianku.

Aku hanya akan mempersembahkan diriku seutuhnya kepada pasangan halalku nanti. Bukan untuk yang hanya mau main-main dengan hatiku..

Terlalu berharga hatiku untuk dipermainkan. Begitulah caraku melindungi diriku. Kefitrahan dan kehormatanku akan selalu tetap kujaga sampai tiba masanya nanti.

Aku tak mau menjerumuskan diri pada apa yang telah dilarang Agama.

Aku tak mau menjadikan kebebasanku akan menghancurkan masa depanku.

Yang ujung-ujungnya menjadikan diriku bersedih dan meratap dalam penyesalan yang berkepanjangan. Sungguh aku tak mau hal itu terjadi pada jalan hidupku..

Karena itu, jika engkau berani, ku tunggu kedatanganmu untuk menjemputku menjadi bidadarimu...!!!

InsyaAllah tetap terjaga dan terpelihara di PANTI JOMBLO sebelum HALAL "MasBro" (Hikmah Kesendirian tanpa Pacaran)
No couple before akad
READ MORE →
Bagikan Ke :

Bahaya Mengintai di Lingkungan Pergaulan Buruk

Siapa yang bersama-sama dengan ahli kebathilan (orang-orang yang buruk agamanya, red), maka ia akan sama-sama mendapatkan hukuman. Hukuman tersebut akan menimpa yang sholih maupun tholih (pelaku maksiat), pelaku kebaikan dan pelaku kejahatan, mukmin dan kafir, orang yang taat shalat dan pembangkang. Hukuman tersebut akan menimpa mereka semua. Namun pada hari kiamat, mereka akan dibangkitkan sesuai niatan mereka. Hal ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat,

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al Anfal: 25).

(Namun) niat dalam beramal memegang peranan penting. Ketika suatu kaum disiksa dan siksaan tersebut menimpa pula orang-orang sholih, maka nanti yang diperhatikan adalah niatan mereka. Di dunia, mereka bisa jadi mendapatkan azab yang sama. Namun di akhirat, mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka.

‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan ada satu kelompok pasukan yang hendak menyerang Ka’bah, kemudian setelah mereka berada di suatu tanah lapang, mereka semuanya dibenamkan ke dalam perut bumi dari orang yang pertama hingga orang yang terakhir.” ‘Aisyah berkata, saya pun bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, sedangkan di tengah-tengah mereka terdapat para pedagang serta orang-orang yang bukan termasuk golongan mereka (yakni tidak berniat ikut menyerang Ka’bah)?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenjawab,
“Mereka semuanya akan dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, kemudian nantinya mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka.” (HR. Bukhari no. 2118 dan Muslim no. 2884, dengan lafazh Bukhari).

Imam Nawawi membawakan hadits di atas dalam kitab Riyadhus Sholihin dalam Bab “Ikhlas dan menghadirkan niat dalam setiap amalan dan ucapan baik yang nampak maupun yang tersembunyi.” Kaitan hadits di atas dengan judul bab adalah pada penggalan hadits, “kemudian nantinya mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka”.

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Setiap amalan manusia tergantung pada niatnya. Dan ada yang berniat baik, ada pula yang berniat buruk.

2- Bahaya berteman dengan ahli maksiat dan orang yang berbuat zholim.

3- Motivasi supaya berteman dengan orang-orang yang baik.

4- Siapa yang bersama-sama dengan ahli kebatilan, maka ia akan sama-sama mendapatkan hukuman. Hukuman tersebut akan menimpa yang sholih maupun tholih (pelaku maksiat), pelaku kebaikan dan pelaku kejahatan, mukmin dan kafir, orang yang taat shalat dan pembangkang. Hukuman tersebut akan menimpa mereka semua. Namun pada hari kiamat, mereka akan dibangkitkan sesuai niatan mereka. Hal ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat,

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al Anfal: 25).

5- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang perkara ghoib, yaitu tentang hari berbangkit. Perkara ghoib seperti ini wajib diimani. Apa yang beliau beritakan pasti akan terjadi karena tidak mungkin Rasul kita memperturut hawa nafsunya sendiri.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik supaya bisa ikhlas dan menghadirkan niat dalam setiap perkataan maupun perbuatan.




Referensi:

Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, hal. 28-29.

Nuzhatu Syarh Riyadhish Sholihin, Dr. Musthofa Al Bugho, dll, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1432 H, hal. 14.

Syarh Riyadhish Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, terbitan Madarul Wathon, cetakan tahun 1426 H, hal. 30.

rumaysho.com/
READ MORE →
Bagikan Ke :

~Modal Yang Tak Ternilai Harganya~


Menurut Antum.., modal apakah yang paling berharga hidup di dunia ini...?
Usia kita atau Harta kekayaan Kita?


Dalam keadaan Sadar kita pasti mengatakan ....
Usia kita adalah modal yang paling berharga untuk Hidup daripada Harta,karena Kehidupan kita tidak ada tanpa Usia kita walau punya banyak Harta.Terutama dalam kondisi yang LUAR BIASA.

Tetapi dalam kondisi Biasa pasti kita tidak Sadar akan mengatakan Harta Kekayaan lebih berharga,karena kita tidak bisa Hidup tanpa Harta.Sehingga kitapun dalam kehidupan sehari-sehari lebih menghargai Harta Kekayaan kita
Daripada Usia kita,betulll...?

 
Itulah pentingnya Kesadaran diri dan Itulah pentingnya memikirkan hal yang LUAR BIASA.

Kalau kita memikirkan hal yang LUAR BIASA,maka kita akan sadar.
Kalau kita Sadar maka kita akan ada,
Tetapi
Kalau kita hanya memikirkan hal yang biasa maka kita akan tidak sadar.
Kalau tidak sadar maka kita akan tiada.

Karena Rasulullah selalu memikirkan hal-hal yang LUAR BIASA,,beliau bersabda:
”Kemuliaan usia dan waktu,
lebih bernilai dibandingkan kemuliaan harta ”.

Bila kita perhatikan dengan cermat, manusia itu pada hakikatnya adalah pengendara di atas punggung usia.
Ia menempuh perjalanan hidupnya, melewati hari demi hari,
Menjauhi DUNIA dan mendekati LIANG KUBUR.

Dalam hal ini ada seorang bijak yang mengutarakan keheranannya:
”Aku heran terhadap orang yang menyambut dunia
yang sedang pergi meninggalkannya,
tetapi berpaling dari akhirat
yang sedang berjalan menuju kepadanya.”

Dan kitapun heran,
Mengapa kita mudah menangis bila harta benda kita berkurang?Sebaliknya kita tidak pernah menangis bila usia kita berkurang !
IRONISnya kita kehilangan USIA ini malah dirayakan sesemarak mungkin.

Barangkali inilah satu-satunya kebodohan manusia yang bersifat universal.

Dan kitapun heran
Kita mau berjuang mati-matian mengerahkan seluruh daya dan potensi yang ada,
Untuk mendapatkan sesuatu yang belum pasti kita peroleh sementara untuk sesuatu yang sudah pasti terjadi, kita hadapi dengan usaha yang sekedarnya saja.
Bukankah satu-satunya kepastian bagi manusia itu hanyalah KEMATIAN?

Bukankah kita kita sadari, bahwa sebenarnya kita semua sedang berkarya dalam batas hari2 yang pendek untuk hari2 yang panjang?
Lalu mengapa kita selalu cenderung membangun istana dunia yang sudah pasti kita tinggalkan,sedangkan istana akherat kita abaikan?

Bila kita sadar dengan tujuan keberadaan kita di dunia yang LUAR BIASA,
Maka pastilah kita menjadikan usia sebagai sesuatu yang paling berharga.
Ia lebih mahal dari emas, intan, berlian atau batu mulia apapun.
Sehingga kita akan menjaga usia kita dengan baik dan digunakan seoptimal mungkin.

"Aku tidak menyesali sesuatu,
seperti penyesalanku terhadap tenggelamnya matahari yang berarti umurku berkurang
akan tetapi amal shalihku tidak bertambah.”

Mengapa kita biarkan usia kita berlalu begittu saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti?
Apakah sudah sedemikian parahnya kebodohan kita,
sehingga rela menghabiskan modal yang paling bernilai untuk sesuatu yang tidak bernilai?
Bukankah kita harus mempertanggungjawabkan setiap menit yang berlalu?

Firman Allah:
” Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
(QS 23:115)

Rasulullah bersabda:
” Manusia yang paling cerdas ialah yang terbanyak mengingat mati, serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi itu.
Mereka itulah yang benar2 cerdas, dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan di dunia serta kemuliaan di akherat.
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)

”KUBURAN AKAN DATANG KE SETIAP ORANG
DENGAN KECEPATAN 60 MENIT PERJAM,
TIDAK PEDULI SEKAYA ATAU SESEHAT APAPUN IA SEKARANG.....
apakah kita  sudah mempersiapkan...??
READ MORE →
Bagikan Ke :

Wanita Karier dan Karier Wanita




Penulis terkenal Anne Tyler suatu ketika sedang berdiri di halaman sekolah menjemput anaknya. Tiba-tiba, seorang ibu datang mendekatinya dan berkata, "Have you found work yet? Or are you still just writing?" tanyanya lagi. "Bagaimana saya harus menjawabnya?" tanya Anne.

"Kaum wanita modern percaya bahwa mereka tidak boleh hanya duduk di rumah menanti suami dan mengurus anak-anak. Tapi, mereka berpikir, bekerja artinya berada di kantor. Keluar rumah pukul 6.00 atau pukul 7.00, lalu kembali pukul 16.00 atau pukul 17.00. Begitu terus setiap hari. Mereka akan tidak puas kalau kita tidak menyebut sebuah nama perusahaan," imbuh Anne.

Itulah gambaran dari realitas perkembangan kehidupan sosial kaum hawa di berbagai negara, termasuk di negeri kita tercinta ini. Wanita karir, begitu kita sering mendengar istilah ini.

Disadari ataupun tidak, timbul dilema baru dalam dirinya dan kemelut berkepanjangan di dalam masyarakat. Mereka harus bekerja banting tulang untuk mencari nafkah yang biasanya merupakan tugas laki-laki. Laki-laki seolah kehilangan kesempatan pekerjaan karena "diserobot" wanita karir, hal ini menimbulkan masalah psikologis tersendiri bagi laki-laki. Tapi benarkah anggapan sejumlah orang ini?

**
TEMUAN seorang filosof bidang ekonomi, Joel Simon, menyatakan para wanita telah direkrut oleh pemerintah untuk bekerja di pabrik-pabrik dan mendapatkan sejumlah uang sebagai imbalannya, akan tetapi hal itu harus mereka bayar mahal, yaitu dengan rontoknya sendi-sendi rumah tangga mereka.

Sebuah lembaga pengkajian strategis di Amerika telah mengadakan polling seputar pendapat para wanita karir tentang karir seorang wanita. Dari hasil polling tersebut didapat kesimpulan, sesungguhnya wanita saat ini sangat keletihan dan 65% dari mereka lebih mengutamakan untuk kembali ke rumah mereka.

Pada perkembangan terkini, bagi mereka yang benar-benar menjadikan karir sebagai jalan mengaktualisasikan diri dan membentuk identitasnya, tak jarang 
mereka mengingkari kodratinya.

        Ciri-ciri wanita karir ini menurut seorang penulis di Inggris adalah, mereka tidak suka berumah tangga, tidak suka berfungsi sebagai ibu, emosinya berbeda dengan wanita non karir, dan biasanya menjadi wanita melankolis.

Masalahnya tak sampai disitu. Wanita bagaimanapun berbeda dengan kaum pria, dalam perjalanan karirnya wanita umumnya lebih sering mengalami apa yang disebut sebagai efek "langit-langit kaca" (glass ceiling). Langit-langit kaca adalah sebuah artificial barrier yang menghambat wanita mencapai posisi puncak pada suatu institusi tempat ia bekerja.

Secara faktual ia melihat posisi puncak itu dan merasa mampu ke sana, tapi pada faktanya ia terhalang oleh langit-langit kaca tersebut. Ini disebabkan karena hakikat kodratinya yang tak dapat dipungkiri, karena ia memiliki ke khasan secara fisik maupun psikis.

Secara teoritis, efek langit-langit kaca umum dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi permintaan dan sisi penawaran. Sisi permintaan berasal dari luar diri si wanita, misalnya diskriminasi di tempat bekerja, adanya budaya "kantor pria" yang sangat dominan, peraturan-peraturan kerja, dan lain sebagainya.

Langit-langit kaca ini dalam beberapa hal umumnya dapat diatasi dengan menggunakan sisi penawaran, yaitu sesuatu yang ditawarkan oleh si wanita itu sendiri. Aspek-aspek penawaran meliputi pilihan kerja, kualitas sumber daya, keterampilan yang dimiliki, dan lain sebagainya.
**
MENYINGGUNG tentang peran wanita di luar rumah, tak lepas dari isu yang banyak digulirkan, yaitu emansipasi. Namun berdasarkan asal muasal gerakan ini digulirkan (tumbuh sejak awal abad XX), propaganda gerakan ini justru munculnya dari laki-laki dan hanya terdapat sedikit saja wanita.

Awalnya gerakan emansipasi hanyalah seruan kepada pemerintah untuk memperhatikan kesempatan pendidikan akademis bagi wanita. Seruan ini cukup mendapat simpati karena aktivitasnya mengarah kepada peningkatan kecerdasan, keleluasaan generasi baru yang lebih cakap dan berkualitas.

Namun seiring perkembangan zaman mereka tidak saja menyerukan pentingnya mendapatkan pendidikan, tapi juga meneriakkan persamaan derajat, kebebasan, peningkatan karir di segala bidang. Terjadilah gerakan besar-besaran untuk mendapatkan kesempatan agar bisa tampil di luar, bekerja dan melakukan aktivitas apa saja layaknya laki-laki.

Dengan alasan wanita yang tinggal di rumah adalah wanita yang terpasung eksistensi dirinya, tidak menunjang usaha produktivitas, wanita secara intelektual sama dengan laki-laki, dengan hanya menjadi ibu rumah tangga dianggap wanita kehilangan partisipasi dalam masyarakat.

Mereka meneriakkan emansipasi dan karirisasi. Karena bagi mereka apa yang dikerjakan laki-laki dapat pula dikerjakan oleh perempuan. Mereka menyamakkan segala hal antara laki-laki dan perempuan, padahal kita tidak dapat menutup mata ada hal-hal mendasar -mungkin mereka lupa- tidak akan mungkin dapat disamai.

Informasi mengenai gerakan emansipasi dan karirisasi mendapatkan porsi publikasi politis dan bisnis secara besar-besaran. Oleh karena itu bagi mereka yang dicurigai menghalangi gerakan emansipasi disebut sebagai diskriminasi gender. Biasanya agama sering dijadikan kambing hitam sebagai media yang menghalangi gerakan tersebut.

**
LANTAS bagaimana karir wanita dalam perspektif Islam? Islam menjunjung tinggi derajat wanita. Untuk menjaga kesucian serta ketinggian derajat dan martabat kaum wanita, maka dalam kehidupan sehari-hari Islam memberikan tuntunan dengan ketentuan hukum syariat yang akan memberikan batasan dan perlindungan bagi kehidupan wanita, semuanya itu untuk kebaikan wanita, agar tidak menyimpang dari apa yang telah digariskan Allah terhadap dirinya, semuanya merupakan bukti bahwa Allah itu Ar-Rahman dan Ar-Rahim terhadap seluruh hamba-hamba-Nya.

Allah menciptakan laki-laki dan wanita dengan karakteristik yang berbeda. Secara alami (sunnatullah), laki-laki memiliki otot-otot yang kekar, kemampuan untuk melakukan pekerja-an yang berat, pantang menyerah, sabar dan lain-lain. Cocok dengan pekerjaan yang melelahkan dan sesuai dengan tugasnya yaitu menghidupi keluarga secara layak.

Sedangkan bentuk kesulitan yang dialami wanita yaitu mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh dan mendidik anak, serta menstruasi yang mengakibatkan kondisinya labil, selera makan berkurang, pusing-pusing, rasa sakit di perut serta melemahnya daya pikir.



Ketika dia melahirkan bayinya, dia harus beristirahat, menunggu hingga 40 hari atau 60 hari dalam kondisi sakit dan merasakan keluhan yang demikian banyak, tetapi harus dia tanggung juga. Ditambah lagi masa menyusui dan mengasuh yang menghabiskan waktu selama dua tahun. Selama masa tersebut, si bayi menikmati makanan dan gizi yang dimakan oleh sang ibu, sehingga mengurangi staminanya. Haruskan "beban" yang begitu berat masih digantungkan juga dengan harus mencari nafkah?

Oleh karena itu, Dienul Islam menghendaki agar wanita melakukan pekerjaan/ karir yang tidak bertentangan dengan kodrat kewanitaannya dan tidak mengungkung haknya di dalam bekerja, kecuali pada aspek-aspek yang dapat menjaga kehormatan dirinya, kemuliaannya dan ketenangannya serta menjaganya dari pelecehan dan pencampakan.

***
Dari Sahabat
READ MORE →
Bagikan Ke :

Sahabat, dengarkanlah sejenak..

Diriwayatkan, bahwa:
Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di Dunia, mereka bertanya tentang Sahabat Mereka kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..

"Yaa Rabb.. Kami tidak melihat Sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia, Shalat bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,"

Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:

"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")

Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu'min-mu, karena Mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat."

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis,

"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى tentang aku, "Wahai Rabb Kami.. hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu."

Sahabat Ku.. Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang اللّهُ تعالى ..Agar aku dapat besertamu kelak di Surga & Ridha-Nya..

ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku #Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat dengan-Mu...




READ MORE →
Bagikan Ke :

APA YANG HARUS DI MILIKI ORANGTUA

Assalamualaykum.....

~APA YANG HARUS DI MILIKI ORANG TUA(11point)~
Orangtua sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya harus memiliki sifat-sifat yang utama pula, agar kita meraih keberhasilan dalam pendidikan anak-anak kita. Meskipun mungkin hal tersebut sulit, namun kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki sifat-sifat tersebut, sebab kita akan menjadi fokus teladan pendidikan bagi generasi baru, paling tidak sebagi fokus teladan bagi anak-anak kita. Mereka akan senantiasa menyorot kita selaku seorang pendidik dan pembimbing, karena kitalah contoh nyata yang mereka saksikan dalam kehidupan mereka.

Berikut beberapa karakter yang harus dimiliki orang tua insyaAlloh:

1. Ikhlas

Rawat dan didiklah anak dengan penuh ketulusan dan niat ikhlas semata-mata mengharap keredhaan Allah.Niat semata-mata untuk Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan, maupun hukuman.

Niat yang ikhlas selain mendatangkan keredhaan dan pahala Allah, juga akan meneguhkan hati kita di saat ujian datang. Dan hati kita akan tetap lapang, bagaimanapun hasil yang kita raih setelah usaha dan doa kerna semua sudah jadi ketentuan-Nya.

2. Bertakwa

Inilah sifat terpenting yang harus dimiliki seorang pendidik. Yaitu takwa yang didefinisaikan oleh para ulama : “Menjaga agar Allah tidak mendapatimu pada perkara yang Dia larang, dan jangan sampai Allah tidak mendapatimu pada perkara yang Dia perintahkan.” Yakni mengerjakan segala yang dia perintahkan dan menjauhi segala yang Dia larang.

Atau sebagimana yang dikatakan ulama lain : “Menjaga diri dari azab Allah dengan mengerjakan amal shalih dan merasa takut kepadanya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.” Yakni menjaga diri dari azab Allah dengan senantiasa merasa di bawah pengawasannya. Dan senantiasa menapaki jalan yang telah Dia gariskan baik saat sendiri maupun dihadapan manusia.

Hiasi diri dengan takwa, sebab pendidik adalah contoh dan panutan sekaligus penanggung jawab pertama dalam pendidikan anak berdasarkan iman dan islam.

Dan ingatlah janji Allah bahwa Dia akan memudahkan urusan orang yang bertakwa, akan memberi jalan keluar baginya, dan memberi rizki dari arah yang tidak ia sangka. Karena anak yang shalih adalah rizki. Mudah-mudahan karena ketakwaan kita, Allah berkenan memberikan jalan keluar bagi setiap urusan kita dan memberikan rizki yang baik kepada kita.

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq:4)

3. Berilmu

Pendidik harus berbekal ilmu yang memadai. Ia harus memiliki pengetahuan tentang konsep-konsep dasar pendidikan dalam Islam. Mengetahui halal haram, prinsip-prinsip etika islam serta memahami secara global peraturan-peraturan dan kaidah-kaidah syariat Islam. Karena dengan mengetahui semua itu pendidik akan menjadi seorang alim yang bijak, meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, mampu bersikap proporsional dalam memberi materi pendidikan, mendidik anak dengan pokok-pokok persyaratannya. Mendidik dan memperbaiki dengan berpijak pada dasar-dasar yang kokoh. Medidik dan mengarahkan anak didik dengan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Memberikan contoh yang baik kepada mereka dengan keteladanan yang agung dari nabi dan para sahabat beliau. Sebaliknya, jika pendidik tidak mengetahui semua itu, lebih-lebih tentang konsep dasar pendidikan anak, maka akan dilanda kemelut spiritual, moral, mental dan sosial. Anak akan menjadi manusia yang tidak berharga dan diragukan eksistensinya dalam semua aspek kehidupan.

Orang yang tidak mempunyai sesuatu bagaimana ia akan memberikan sesuatu kepada orang lain??

4. Bertanggung jawab

Milikilah rasa tanggung jawab yang besar dalam pendidikan anak, baik aspek keimanan maupun tingkah laku kesehariannya, jasmani maupun ruhaninya, mental maupun sosialnya. Rasa tanggung jawab ini akan senantiasa mendorong upaya menyeluruh dalam mengawasi anak dan memperhatikannya, mengarahkan dan mengikutinya, membiasakan dan melatihnya.

Bertanggungjawablah, karena setiap dari kita adalah pemimpin dan anak adalah amanat serta ujian dari Allah

5. Sabar dan tabah

Dua sifat ini mutlak dibutuhkan oleh setiap pendidik. Sebab dalam proses pendidikan tentu sangat banyak tantangan dan ujian. Baik tantangan dari diri kita sendiri, anak didik, maupun tantangan dari luar lingkungan. Kita harus bisa melaksanakan sebaik-baiknya kewajiban mendidik anak diantara tugas dan tanggung jawab kita yang lainnya. Kita akan dihadapkan kepada berbagai macam karakter anak. Ulah dan tingkah mereka yang sangat menuntut kesabaran dalam menghadapinya. Ditambah lagi dengan faktor luar, baik lingkungan sekitar, kawan bergaul, berbagai macam media, dan lain sebagainya. Menghadapi semua tantangan dan ujian ini, kita tidak boleh menanggalkan sifat tabah dan sabar meski hanya sekejap. Jika tidak niscaya ancaman kegagalan terpampang di depan mata. Jadi hendaklah kita senantiasa bersabar dengan mengharap rahmat Allah dan mewasapadai sikap putus asa, karena sesungguhnya orang yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang kafir.

إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“ Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf:86)

6. Lemah lembut dan tidak kasar

Inilah salah satu sifat yang dicintai Allah dan disukai oleh manusia. Pada hakekatnya setiap jiwa menyukai kelembutan. Terlebih jiwa anak yang masih polos dan lugu. Setiap anak sangat merindukan sosok pendidik yang ramah dan lemah lembut. Sebaliknya jiwa si anak akan takut dengan karakter pendidik yang kasar dan kejam. Rasulullah adalah sosok pendidik yang penuh kelembutan. Sifat lemah lembut dalam mendidik anak akan mendatangkan banyak kebaikan. Sebaliknya sikap kasar akan membawa keburukan. Disamping itu, sikap kasar dapat meninggalkan trauma dan memori buruk dalam jiwa dan ingatan si anak.

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidaklah ada pada sesuatu kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah sifat lemah lembut itu tercabut dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk.” (HR Muslim)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Wahai ‘Aisyah bersikap lemahlembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lemah lembut ini.” (HR Imam Ahmad)

Sifat lemah lembut ini akan membuat anak nyaman dan lebih mudah dalam menerima pengajaran. Dan secara tidak langsung sifat lemah lembut ini alan mewarnai karakter anak dan insya Allah sifat ini dengan sendirinya akan menurun kepadanya. Dan orang yang pertama kali akan merasakan kebaikannya adalah orang tuanya itu sendiri.

7. Penyayang

Perasaan sayang akan menjadi penghangat suasana dan menjadikan proses pengajaran menjadi nyaman dan menyenangkan. Kasih sayang merupakan salah satu pondasi perkembangan seorang anak serta merupakan pilar pertumbuhan kejiwaan dan sosialnya secara kuat dan normal. Apabila anak kehilangan cinta kasih, ia akan tumbuh secara menyimpang di tengah masyarakat, tidak mampu bekerjasama dengan individu-individu di masyarakat dan membaur di tengahnya.

Anas radhiyallahu’anhu meriwayatkan, “Seorang wanita mendatangi ‘Aisyah lalu ‘Aisyah memberinya tiga butir kurma. Wanita itu memberi tiap-tiap anaknya satu butir kurma dan menyisakan satu butir untuk dirinya. Lalu kedua anak memakan kurma tersebut kemudian melihat kurma yang ada pada ibunya. Kemudian wanita itu membelah dua kurma itu lalu memberi masing-masing setengah kepada dua anaknya tersebut. Taklama kemudian Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam datang, lalu ‘Aisyah menceritakan hal itu kepada beliau. Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Apakah kamu takjub melihatnya? Sungguh Allah telah merahmatinya karena kasih sayangnya kepada dua anaknya” (HR. Bukhari)

8. Lunak dan fleksibel

Lunak dan fleksibel bukan maksudnya lemah dan tidak tegas. Namun harus difahami secara luas dan menyeluruh. Maksudnya disini lebih mengarah pada sikap mempermudah urusan dan tidak mempersulitnya. Seorang pendidik hendaknya memilih kemudahan yang dibolehkan oleh syariat. Ketika dihadapkan pada dua pilihan, maka pendidik yang bijak akan memilih yang paling ringan dan mudah selama hal itu bukan perkara haram. Termasuk dalam hal ini sikap tidak berlebih-lebihan. Sikap berlebih-lebihan merupakan sifat tercela dalam segala hal, demikian juga sikap terlalu menggampangkan. Termasuk juga dalam dunia pendidikan, seorang pendidik harus bisa bersikap seimbang, proporsional, dan pertengahan.

Abu Mas’ud ‘Uqbah bin Umar Al Badri rhadhiyallahu’anhu berkata, “Sesungguhnya aku biasa melambatkan hadir dalam shalat Subuh berjamaah karena si Fulan yang suka memanjangkan shalatnya ketika mengimami kami.” Akhirnya Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam marah, dan aku belum pernah melihat beliau marah ketika memberikan nasehat melebihi kemarahan beliau saat itu. Beliau bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya diantara kalian ada yang membuat orang lain lari (meninggalkan shalat jama’ah). Maka siapa saja diantara kalian yang menjadi imam shalat hendaklah ia meringankannya, karena diantara makmum ada orang yang sudah tua, orang lemah, dan orang yang sedang punya keperluan.” (Mutaffaqun’alaih)

Jika Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam melarang sikap berlebihan seperti itu dalam masalah pokok agama, lalu bagaimana pula dalam masalah pendidikan? Rasulullah bersabda, “Permudahlah, jangan membuat sulit dan berikanlah berita gembira, janganlah kalian membuat orang lain lari.” (Mutaffaqun’alaih)

9. Tidak mudah marah

Sifat mudah marah merupakan bagian dari sifat negatif dalam pendidikan. Jika seorang pendidik mampu mengendalikan diri dan menahan amarahnya, maka hal itu akan membawa keberuntungan bagi dirinya dan juga anak-anaknya. Karena sebagian besar kemarahan itu datangnya dari syaithan. Perasaan anak sangatlah peka, mereka dapat membedakan manakah nasehat yang didorong oleh kemarahan dan manakah nasehat yang didorong oleh rasa kasih sayang. Dan tentu pengaruhnya bagi hati juga akan berbeda. Dampak buruk lain dari sikap suka marah ini adalah anak akan merasa aman ketika bersalah, menunggu orangtuanya sampai benar-benar marah. Dan anak yang terbiasa dididik dengan kekerasan dan kemarahan akan kebal dengan nasehat dan gamang dengan kelemahlembutan. Karena itu, ketika ada seseorang meminta nasehat kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam, beliau bersabda : “Jangan marah!” orang itu mengulanginya beberapa kali, namun beliau tetap mengatakan, “Jangan marah!”

Disamping itu Nabi shalallahu’alaihi wassalam juga mengatakan bahwa keberanian (syaja’ah) adalah kemampuan seseorang untuk menahan amarah. Diriwayatkan dari Abu Harairah bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang pemberani bukanlah orang yang selalu menang dalam berkelahi, akan tetapi pemberani adalah orang yang menguasai (menahan) diri ketika marah.” (Muttafaqun’alaih)

10. Dekat namun berwibawa

Pendidik yang sukses adalah pendidik yang benar-benar dekat di hati anak. Anak selalu merindukannya. Mereka merasa gembira dan bahagia bersmanya. Pendidik yang mengasihi dan dikasihi. Anak bukan takut kepadanya, namun merasa sayang, hormat dan segan melanggar perintah dan kata-katanya. Kita bisa melihat bahwa rasulullah selalu dekat dan akrab dengan anak-anak. Bukan hanya terhadap Al-Hasan dan al-Husein (cucu beliau) tetapi juga anak-anak yang lainnya. Namun kedekatan beliau itu tidak membuat anak-anak berani berbuat semaunya, tanpa bisa diatur. Sebaliknya, setiap nasehat dan petuah beliau menghujam begitu dalam di hati mereka. Beliau adalah pendidik yang akrab lagi penuh wibawa.

11. Membatasi diri dalam memberikan nasehat

Terlalu banyak berbicara seringkali tidak memberikan hasil yang diharapkan. Sementara itu, membatasi diri dalam memberikan nasehat yang baik acapkali justru memberikan hasil yang diinginkan dengan ijin Allah. Diriwayatkan dari Abi Wa’il Syaqiq bin Salamah bahwa dia berkata: Adalah Ibnu Mas’ud memberikan pelajaran seminggu sekali setiap hari kamis. Lalu ada seseorang yang mengusulkan, “Wahai Abu ‘Abdirrahman (kunyah Ibnu Mas’ud)! Kami sebenarnya ingin jika engkau memberikan pelajaran kepada kami setiap hari.” Dia menjawab, “Sesungguhnya yang menghalangiku untuk melakukannya adalah karena aku tidak suka bila melihat kalian bosan. Aku membatasi diri dalam memberikan petuah kepada kalian sebagaimana Rasulullah memberikan batasan dalam memberikan nasehat kepada kami karena khawatir bila hal itu membuat kami bosan.” (Muttafaqun’alaih)

senyum santun muga ada manfaat
READ MORE →
Bagikan Ke :

Jadikan aku istrimu jangan kau jadikan aku pacarmu


jika kau berani,pinanglah aku
jika kau benar suka padaku
jika kau benar cinta padaku

jika kau benar menyayangiku
temuilah orangtuaku dan pinanglah aku...
Jika kau siap untk mengarungi bahtera hdup
rumah tangga,maka ikat lah aku dlm
hubungan yang suci yaitu pernikahan...

Tpi,jika kau msh beralasan belm siap dan blm
mampu,ku anggap kau hanya main2 saja...
Dan MAAF ku katakan padamu,dg tegas ku
menolak cintamu...
Aku tdak ingin jika hanya kau jadikan pacar..

setuju...???



apakah masih ada wanita yg mengatakan sprti itu...??
mudah2an ada dan malahan banyak yaa.. ayolah muslimah jgn mau di jadikan pacar.. bersikaplah tegas dalam menghadapi ikhwan yg mau ta'aruf

READ MORE →
Bagikan Ke :

Jangan sampai salah pilih ya

Sahabatku

Ternyata, agama lain juga berkerudung loh.
Yang mana identitas kita sebagai muslimah ??
Jangan sampai salah pilih ya..!!!



READ MORE →
Bagikan Ke :

Istri Liar di Facebook, Sebagai Suami Kamu Kemana Aja, Bro?



Mengganti profile picture dengan foto selfie hampir tiap menit, tentunya dalam berbagai pose. Tanpa disertai anak atau suami di sampingnya.
Apalagi jika memakai pakaian yang seronok, —itu mah kata si kembar upin dan ipin. Memakai baju ketat dan rok mini diatas lutut, paha dibiarkan menganga, sengaja memperlihatkan kemulusan tubuhnya dan menonjolkan area yang sangat privasi. Celana menutupi bagian tubuh bagian bawah —syukurlah— tapi sangat disayangkan celananya sudah mlepet-pet eh masih juga dirobek-robek, dibelah sini, sampai-sampai terlihat jelas putih pangkal pahanya.
Katanya sih ini lagi trending, ngikutin gaya gitu lohh! apalagi ditambah dengan aksi super sensualnya. Rambut dicat merah, pirang, dibiarkan melambai-lambai, diputar ke sisi bahu kanan ke bahu kiri. Seakan mengundang para lelaki untuk berdecak kagum, menikmati kecantikan wajahnya dan juga keseksian tubuhnya.
Wajahnya yang putih mulus dipamerkan secara jelas, terang benderang layaknya bulan purnama, hampir-hampir layar ponsel penuh dengan mukanya bahkan tanpa screenshoot orang bisa mengukur berapa panjang alisnya, ukuran matanya, besar hidungnya, bibirnya, dahinya, bulu matanya, dan seluruh area wajahnya. Close up yang memang sengaja diambil dari jarak yang sangat dekat.
Yang menjadikan saya penasaran, yakni dimanakah para suami wanita yang liar ini?
Apakah suaminya tidak memiliki kecemburuan sama sekali terhadap istrinya?
Apa memang suami tidak mampu mengatur istrinya?
Saya sebagai perempuan, tak jarang merasa risi dan gregetan dengan sikap acuh tak acuh para suami yang demikian, tak mampu menunjukkan bagaimana menjadi seorang imam yang baik bagi istrinya. Suami dibuat tak berdaya.
Jika statusnya masih lajang, mungkin bisa dimaklumi karena masih belum laku, dan juga belum ada status istri. Masih bisa dianggap toleran karena belum ada suami dan mungkin anak.
Nah, kalau sudah punya keluarga, punya suami, kan aneh.
Seperti kita ketahui, bahwa suami adalah pemimpin keluarga, panutan bagi istri dan anak anaknya, imam bagi semua anggota keluarganya.


Baik buruknya istri ya tergantung dari bagaimana cara suami memimpin. Jika istri liar di jejaring sosial, dengan memamerkan kecantikan dan area privasinya, kenapa suami malah membiarkannya?
Dinasihatin kek jangan jadi suami yang melempem. Tak berdaya dengan kelakuan istrinya. Lebih mencengangkan lagi, suami bukannya memberi nasehat untuk tak boleh terlalu liar dalam memajang foto selfie istri, apalagi melarangnya. eh malah justru mendukungnya, memuji-muji, ikutan lebay dengan unjuk gigi di kolom komentar; “ediaaann wuayune.., wooowww…, siipp mama.. , lanjutkan mama,… ini istri siapa sih..
Padahal banyak pria yang berkomentar nakal dan menggoda foto istrinya. Hadeh.. ini suami apa pedagang kaki lima?
Itu istrimu woii kenapa malah kau jajakan, tidak sekalian kamu obralin seribu ribu dapet empat?
READ MORE →
Bagikan Ke :

Sudah Seharusnya Wanita Muslimah Berjilbab

Islam itu indah.
Mengapa dalam Islam memerintahkan agar wanita berjilbab dan Untuk apa wanita berjilbab?

Ternyata,wanita disarankan untuk berjilbab itu untuk melindungi dirinya sendiri.Janji Allah di dalam Quran Surat Al-Ahzab 59 bahwa wanita berjilbab tidak akan diganggu seperti firmanNya:

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”" (Surat Al-Ahzab ayat 59).

Dan dalam hadist Rosullulloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam disebutkan:

"Dua kelompok termasuk penghuni neraka, aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan para wanita yang berpakaian (tetapi) telanjang, bergoyang-goyang dan berlenggak lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tentu tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mendapatkan baunya. Dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian"(Hadits shahih riwayat Muslim, no. 2128)


Manfaat memakai Jilbab

1.Perintah Alloh langsung dan kita tidak termasuk orang2 yang kafir akan ayat2 Alloh.
2.Terlindung dari sinar UV yang semakin lama semakin buruk karena berlubangnya lapisan ozon yang melindungi bumi.
3.Terhindar dari kanker kulit yang mengerikan.
4.Melindungi rambut supaya tidak rusak dan pecah-pecah, setidaknya rambut terlindungi dari sinar matahari langsung.
5.Kulit menjadi keliatan lebih cerah alias agak putih.
6.Jilbab,baju muslim ini adalah solusi bagi orang yang suka memakai baju yang minim dan memamerkan kedua bom nya mengumbar balloon tersebut agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mengundang syhwat kaum laki – laki. Banyak kasus sampai memperkosa karena keelokan tubuhnya yg aduhai menggoda syahwat.
7.Terhindar dari tangan-tangan jahil yang iseng karena baju muslim ini dapat menutupi lekuk tubuh wanita dengan satu syarat bahwa busana yang dipakai longgar, kalo ketat atau membentuk tubuh sama saja bohong sukur-sukur kalo bentuk tubuhnya menarik kalo ga yah mirip lepet.
8.Orang yang berniat jahil atau tidak berniat jahil itu terkadang mengucapkan “Assalamu’alaikum bu Haji”. Keuntungan juga kan buat para wanita soalnya orang itu udah mendo’akan kita secara tidak langsung.
9.Terhindar dari omongan yang buruk. Sebagian wanita hanya memakai busana ini hanya untuk tameng buat perbuatan mereka yang buruk. Tapi setidaknya mereka sudah mau menutup auratnya walaupun tidak seutuhnya niat memakainya.
10.Wanita berbusana muslim akan terlihat lebih cantik di banding orang yang tidak memakainya.
11.Mendapatkan pahala pastinya.
12.Membantu menjaga iman kaum adam,bukankah kita tidak mau di sebut perempuan penyebar fitnah...

Wanita Berjilbab Lebih Dipilih Dripada yg Mengumbar Aurat.

Ternyata para lelaki yang baik-baik secara fitrah menyukai wanita berjilbab.
Coba Anda bayangkan saat Anda mungkin membeli kue di pasar. Pertama, ada kue yang terbungkus dengan daun pisang misalnya, dengan plastik putih transparan misalnya, namun ada juga kue yang tidak dibungkus dengan apa pun. Tidak tahu kalau kue itu tadi digerumbungi lalat. Nah, kue mana yang Anda pilih? Tentu saja kue yang dibungkus, sebab kue yang dibungkus itu lebih terjamin kebersihannya dari kontaminasi tangan-tangan yang penuh kuman dan virus. Begitu juga dengan wanita berjilbab. Mereka akan lebih indah dipilih sebagai pendamping hidup, kecuali wanita berjilbab yang masih tidak menjaga dirinya.

Wanita Berjilbab Lebih Anggun

Wanita berjilbab lebih anggun jika menggunakan rok, baju tidak ketat, baju tidak transparan, menutupi seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan. Itulah yang dimaksud berjilbab secara kaffah.Wanita berjilbab lebih anggun dengan pakaian takwanya itu. Bukankah wanita berjilbab itu harus berpakaian tidak menyerupai laki-laki. Allah pun tidak menyukai wanita yang menyerupai laki-laki atau laki-laki yang menyerupai wanita.


Wanita Berjilbab Juga Tidak Sempurna

Manusia itu tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu, Anda jangan pernah berkata, aku belum baik sehingga aku belum pantas berjilbab. Padahal memakai jilbab itu bukan untuk wanita-wanita yang baik-baik. Memakai jilbab itu hanya berarti mengikuti perintah Allah atau tidak. bukankah Allah sudah berfirman mengapa wanita muslim harus memakai jilbab?!


Wanita Berjilbab Itu Lebih Taqwa

Sejak wanita itu memakai jilbab, maka secara otomatis wanita itu taat pada Allah, yaitu taat pada perintah Allah yang memerintahkan muslimah memakai jilbab. Walaupun wanita itu jahat, namun dibalut dengan jilbab, maka wanita itu tetap taat pada Allah, taat khususnya dalam perintah berjilbab.
Padahal zaman Rasulullah dulu, wanita-wanita beriman yang taat pada Allah atas wahyu yang turun kepada Rasulnya untuk memakai jilbab, wanita-wanita taat itu langsung menggunting kordengnya, taplak mejanya, hanya untuk dijadikan jilbab. Zaman sekarang? apa yang di jadikan alasan enggan berjilbab?sedang ini perintah Alloh.Tuhan semesta Alam.

Wanita berjilbab itu lebih takwa, sebab jilbablah yang membuat mereka taqwa. Contohnya: Ketika kita enggan shalat, maka kita akan malu. Malu dengan jilbab. "Aku malu jika tidak shalat, aku sudah berjilbab." Begitulah.
Lalu misalnya, ketika kita makan sambil jalan, maka hati kita akan berkata lagi, "Aku malu makan sambil jalan,aku sudah pakai jilbab?!"

Begitula jilbab menjadikan diri kita lebih taqwa. Jadi tunggu apa lagi. Taatlah sekarang juga dengan perintah Allah yang satu ini, 'memakai jilbab'.Jangan tunggu nanti-nanti, siapa tahu dua menit lagi Anda akan mati mendadak. Jadi tidak sempat menjalankan perintah Allah yang satu ini. Wanita berjilbab itu bukan harus baik dulu, namun jilbablah yang akan menjadikan dirinya lebih baik dan lebih taqwa.jangan pernah berkata "mau jilbabi hati dulu baru selanjutnya menjilbabi tubuh".Itu prinsip yang salah seakan kita tahu kapan ajal kita datang jadi memplaning untuk taat kepada Alloh.....WAllohu a'lam.

Mendengar kata cantik, yang terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya -mata, hidung dan bibir- proporsional, sedap dipandang mata. Cantik juga dikaitkan dengan kulit yang terawat baik, rambut hitam bercahaya, bentuk tubuh langsing dan gaya berbusana yang up to date.
Bicara soal busana, seringkali yang dituduh sebagai penyebab ketidakcantikan seorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i, memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi.
Kecantikan fisik merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada sebagian saudari kita. Misalnya saja, suatu ketika kita diberikan nikmat oleh Allah berupa harta yang sangat berharga. Tentunya kita hati-hati menjaga harta itu, melindunginya dari jamahan orang lain, tidak menghamburkan pada setiap orang, dan hanya mempergunakan di saat yang memang benar-benar tepat. Lalu, bagaimana jika kenikmatan itu berupa kenikmatan fisik, khususnya kecantikan seorang wanita?
Mengobral kecantikan fisik pada setiap orang, seolah membiarkan barang yang amat berharga dijadikan keroyokan banyak orang. Dengan begitu, status berharga pun jadi barang rendah dan murah, karena setiap orang akan mudah menikmatinya, beginikah yang diinginkan para wanita muslimah yang mengatakan cinta Nabi,yang mengatakan Beriman?

Hijab, Cantik Dimata Allah

Semua itu tidak akan terjadi jika muslimah menuruti syariat Allah, mengenakan hijab. Berdasarkan perintah Allah, yang artinya:
Di zaman Rasulullah para sahabiyah begitu mendengar ayat ini turun, langsung merobek selendang tebal mereka untuk dibuat menjadi kerudung.
Ummu Salamah bercerita ketika ayat ini turun, maka wanita Anshar keluar dari rumah mereka dengan memakai kerudung, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung gagak.
Kecantikan fisik memang merupakan nikmat dari Allah. Nikmat akan bertambah jika pandai-pandai bersyukur kepada-Nya. Sebaliknya, nikmat bisa berubah menjadi siksaan dan malapetaka jika yang diberi nikmat tidak bias mensyukurinya.

Bersyukur hanya dengan ucapan "Alhamdulillah", wajah saya cantik,” tidaklah cukup. Syukur yang benar adalah menggunakan nikmat itu untuk taat kepada Allah. Mensyukuri kecantikan fisik adalah dengan memperlakukan kenikmatan tersebut agar senantiasa sesuai dengan perintah Allah.

Berjilbab Menjadikan Anda Cantik

Berhijab itu cantik di mata Allah, walaupun di mata manusia pengumbar pandangan dianggap tidak kelihatan cantik. “Dengan berjilbab, saya jadi tetap cantik, kan?” begitulah kiranya komentar yang tepat.
Tapi komentar ini pun bisa jadi salah besar. Lho? “Dengan berjilbab, kulit saya kan jadi tertutupi, tidak kepanasan, sehingga tidak menjadi coklat dan kusam. Nah saya kan jadi tambah cantik.” Wah, jika dimaknai seperti itu, amalan berjilbab pun jadi sia-sia.
Memang, ada muslimah yang berhijab dengan niat yang tidak benar. Salah satunya seperti diatas tadi, berhijab untuk menjaga kecantikan kulit. Ada yang berhijab dengan niat menutupi cacat di tubuhnya. Ada pula yang berhijab agar terkesan sebagai wanita shalihah di mata masyarakat.
Niat beramal shalih seharusnya dikembalikan ke jalan yang benar. Ingatlah, sabda Nabi, yang artinya:
“ Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijarahnya karena dunia yang ingin diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, ia pun akan mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mungkin saja muslimah yang berniat tidak benar ini akan mendapatkan apa yang ia cari. Mungkin kulitnya memang akan tetap kuning, aib itu tertutupi dan nama baik bakal diperoleh. Tapi tentu saja tidak akan mendapatkan sesuatu yang lebih agung. Yaitu Redha Allah.

Saya Berjilbab Tapi Tetap Cantik, kan?

Komentar di atas bisa jadi muncul dari seorang muslimah jilbaber. Sekali lagi, komentar di atas perlu di kritisi. Jika wajahnya memang sudah dari dulu cantik, tidak masalah komentar seperti itu. Tapi jika ‘tetap cantik’ ia artikan sebagai tetap bisa tampil cantik di luar rumah dengan pakaian ketat walaupun panjang, bibir berlipstik walaupun berjilbab, maka sama tidak bolehnya dengan yang di atas tadi.
Muslimah yang seperti ini juga sudah menjamur. Jilbab dalam pengertian mereka adalah ‘yang penting pakai kerudung’. Tidak perduli dengan kriteria lainnya. Jadilah mereka jilbaber gaul yang kerudungnya mini, pakaiannya ketat, kakinya pun pake celana panjang sempit.
Walaupun niatnya sudah benar karena Allah, namun jilbab yang ia kenakan seperti itu, tetap saja belum sempurna.
Amal ibadah akan sempurna jika ada dua syarat, yaitu niatnya benar karena Allah, dan yang kedua sesuai dengan syariat.

Berikut ini ketentuan hijab yang syar’i:

1. Jilbab itu longgar, sehingga tidak memvisualisasikan lekuk-lekuk tubuh
2. Tebal, sehingga tidak kelihatan sedikitpun bagian tubuhnya, warna kulitnya misalnya.
3. Tidak memakai wangi-wangian
4. Tidak meniru model pakaian wanita kafir.
5. Tidak memilih warna kain yang mencolok, sehingga menjadi pusat perhatian orang.
6. Menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

Semua muslimah -yang cantik sejak lahir ataupun tidak- harus mempercantik dirinya sesuai dengan syariat. Jika sudah mengamalkan, jadikanlah kenikmatan yang Allah berikan itu selalu dijaga, tidak diobral layaknya barang murahan.

Keuntungan Berjilbab Bagi Wanita

Kembali, saya akan memberikan wacana tentang jilbab untuk Anda, Sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Allah mewajibkan wanita menutup auratnya, artinya berjilbab bukan sekedar “gaya” tetapi salah satu bentuk ibadah dan aplikasi keimanan kepada Allah Swt. Tetapi Iblis dan turunannya sudah bersumpah akan menggoda anak cucu Adam untuk menemani mereka di neraka. Mau di alam nyata maupun dialam maya syetan dan iblis itu bertebaran, menggoda dengan sebuah maksud agar Anda jangan berjilbab, opini-opini dan wacana yang mengaburkan nilai-nilai spiritual seperti yang sering Anda lihat di Kompasiana salah satunya. Dan ternyata….Syetan sedikit berhasil…Wanita banyak mengatakan bahwa yang perlu dijilbab itu adalah hati, percuma saja jika kepala dan dada di jilbab tapi perliaku negative, begitulah kira-kira kampanye syetan dimuka bumi, padahal Allah sudah memerintahkan untuk menutup aurat dan yang boleh tampak hanyalah wajah dan telapak tangan, selebihnya harus ditutup kecuali kepada orang-orang yang dibolehkan.

Berikut ini ada ada beberapa keuntungan bagi para wanita yang berjilbab :

1. Jika Anda tergesa gesa harus keluar rumah dalam keperluan mendadak, darurat dan Anda tidak sempat sama sekali buat mendandani wajah maka menggunakan kerudung Instan terbuat dari kaos itu solusi terbaik, ini berlaku juga saat ada tamu dan kita perlu cepat-cepat untuk membukakan pintu.
2. Jika Anda ingin memberikan ASI pada bayi Anda ditempat umum (bagi yang menikah), Insya ALLAH dengan kerudung Anda dengan bebas bisa memberikannya ditempat umum karena aurat Anda tetap tertutup.
3. Jika Anda memiliki kelemahan dari rambut , Jilbab sebagai pentup aib tersebut, Anda tetap percaya diri dan beraktivitas penuh semangat.
4. Terhindar dari godaan untuk bersikap centil dan tidak sopan, biasanya jilbab bisa jadi alat control kepribadian wanita yang menggunakannya.
5. Sangat dihormati dan dihargai lawan jenis disekitar Anda, laki-laki merasa segan dan malu untuk mengganggu Anda.
Artikel: copyright

READ MORE →
Bagikan Ke :

ADAB-ADAB MENYIKAT RAMBUT (SUNNAH)

Assalamualaikum
warohmatullohi wabarokaatuh

ADAB-ADAB MENYIKAT RAMBUT (SUNNAH)

1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menyikat rambut di dalam kamar mandi kerana perbuatan itu melemahkan umbi rambut.

2. Seseorang itu hendaklah duduk ketika bersikat kerana ia akan mengguatkan otot jantung dan menghindarkan daripada melakukannya secara berdiri sebab ia akan melemahkan jantung.

3. Seseorang yang bersikat ketika berdiri akan terjebak dalam masalah hutang.

4. Adalah makruh menggunakan sikat yang diperbuat daripada perak atau bersadurkan perak.

Subhanakallohumma wabihamdika asyhadualla ilahaa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
READ MORE →
Bagikan Ke :

Muslimah, kau wanita kebanggaan AGAMA. Peliharalah dirimu wahai BIDADARI SYURGA.

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

بِســـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Segala puji bagi ALLAH SWT
Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat.

Muslimah, kau wanita kebanggaan AGAMA.
Peliharalah dirimu wahai BIDADARI SYURGA.

Hijabkan dirimu sebaik mungkin.
Wanita solehah itu sentiasa memelihara auratnya
Kerana aurat itu ialah mahkota Muslimah.

Jadilah dirimu sekuntum Mawar Agama yang sentiasa dirindui Taman Firdausi. (◠‿◠✿

♥ ALLAH SWT MELIHAT ♥ ~ ♥ MALAIKAT MENCATAT ♥

♥ ﷲ ♥

READ MORE →
Bagikan Ke :

Sahabat Terbaik Yang Pandai Menjaga LIDAHnya

http://click.a-ads.com/852490/25121/



Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab)
READ MORE →
Bagikan Ke :

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. [Sayidina Ali]



Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. [Sayidina Ali]


READ MORE →
Bagikan Ke :

STOP PACARAN !!

“Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…”

(QS. Al-Isra : 32).

Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam.
Yang ada dalam Islam ada yang disebut “Ta'aruf” atau masa Perkenalan.
Diharapkan dengan adanya masa perkenalan ini, sehingga kalau pun misalnya setelah perkenalan merasa ketidakcocokan/putus,
maka tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah.
Dalam masa Perkenalan ini keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang di tempat yang aman,
maksudnya ada ditemani oleh orang ketiga dan dengan batasan duduk yang tidak terlalu dekat.

Kalau dilihat dari hukum Islam, pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda zaman sekarang adalah HARAM.
Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan, dimana zina adalah termasuk dosa besar dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Alloh Azza wa Jalla.
Alloh berfirman :
“Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…”(QS. Al-Isra : 32).

Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina, tetapi jangan mendekati zina, mengapa demikian ?
Karena biasanya orang yang berzina itu tidak langsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang, berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zina besar.

Manakala sesuatu itu diharamkan dalam islam, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan yang diharamkan itu diharamkan juga.
Misalnya minum arak, bukan hanya minumnya yang diharamkan, tapi juga yang memproduksinya, yang menjualnya, yang membelinya, yang duduk bersama orang yang minum tersebut juga diharamkan.Demikian juga halnya dengan masalah zina.
Oleh karena itu maka syariat Islam memberikan tuntunan pencegahan dari perbuatan zina, karena Alloh Maha Tahu tentang kelemahan manusia.

Bagaimanakah cara agar kita tidak terjerumus ke dalam perzinahan :

-Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan. Nabi Sholallohu'alaihi wa Sallam bersabda : “Apabila laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan, maka yang ketiga adalah setan.”
Setan juga pernah mengatakan kepada Nabi Musa 'Alaihi SallamS bahwa apabila laki dan perempuan berdua-duaan maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda mereka.
Ini termasuk juga kakak ipar atau adik perempuan ipar.
-Harus menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. 9hati-hati yaa yang suka upload foto jangan sampai jadi sebab fitnah)
Oleh karena itu Alloh berfirman :
“Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31).
-Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya.
Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya.
Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga).
-Dengan ancaman bagi yang berpacaran atau berbuat zina. Nabi bersabda : “lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). Dalam hadits yang lain : “Barangsiapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Alloh akan melepas imannya dalam hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (artinya kalau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina, ia tidak sempat bertobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka).

Coba bayangkan kalau kita meninggal ketika itu, bagaimana nasib kita?
Neraka Jahannam mempunyai “Tujuh pintu gerbang” (QS. Al-Hijr : 44),
dan pintu gerbang yang paling panas, dahsyat, seram, keji, dan bau adalah diperuntukan bagi orang-orang yang suka berzina.

Sebagaimana kita yakini sebagai seorang muslim bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Alloh, mesti mempunyai dampak yang negatif di masyarakat.
Kita lihat saja di Amerika Serikat, bagaimana akibat karena adanya apa yang disebut dengan free sex, timbul berbagai penyakit.
Banyak anak-anak yang terlantar, anak yang tidak mengenal ayahnya, sehingga timbul komplikasi jiwa dan sebagainya.
Oleh karena itu, jalan keluar bagi para pemuda yang tidak kuat menahannya adalah:

-Menikah, supaya bisa menjaga mata dan kehormatan.
-Kalau belum siap menikah, banyaklah berpuasa dan berolahraga
-Jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat
-Dekatkan diri dengan Alloh, dengan banyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Banyak berzikir, membaca sholawat, sholat berjamaah di Masjid, menghadiri pengajian-pengajian dan berteman dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengingatkan kita kepada jalan yang lurus.
-Dan ingat bahwa Alloh telah menjanjikan kepada para anak muda yang sabar menahan pacaran dan zina yaitu dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya menampakkan wajahnya ke alam dunia ini, setiap laki-laki yang memandangnya pasti akan jatuh pingsan karena kecantikannya.
Coba anda bayangkan saja siapa menurut anda wanita yang paling cantik di alam dunia ini, maka pastilah bidadari itu entah berapa juta kali lebih cantik dari wanita yang anda bayangkan itu.
(copyright)

semuga ada manfaat
READ MORE →
Bagikan Ke :

7 Hal Buat wanita Durhaka setelah Menikah


Pernikahan yang indah jadi dambaan untuk setiap wanita. Ditambah lagi bila mereka memperoleh suami sholeh yang dapat menuntun mereka ke jalan Allah SWT. Hingga pernikahan itu bisa bahagia dunia serta akhirat. Tetapi, nyatanya pernikahan yang diidam-idamkan itu dapat jadi awal masuknya seseorang wanita ke jurang neraka lantaran berbuat durhaka pada suaminya.

Mungkin saja banyak wanita yg tidak mengerti bahwa ada banyak perbuatan mereka pada suami yang malah menjerumuskannya ke neraka. Hal yang di anggap biasa untuk dilakukan tenyata ada yang dilarang dalam Islam.

Di bawah ini yaitu 7 hal yang dapat buat wanita menjadi durhaka setelah menikah.

1. Menuntut Keluarga Yang Ideal dan Sempurna
Banyak wanita yang membayangkan sebuah pernikahan yang indah. Bahkan di antara mereka ada yang menginginkan kehidupan selayaknya yang ada di sinetron atau novel-novel fiksi setelah menikah. Seperti hidup berkecukupan, bahagia, tidak repot dan bisa melakukan apapun yang diinginkan. Gambaran yang demikian lah yang akhirnya membuat mereka terobsesi untuk memiliki keluarga yang ideal dan sempurna.

Namun, ketika membayangkan hal tersebut wanita cendrung tidak memikirkan masalah keuangan, kelelahan, dan segudang problematika dalam sebuah rumah tangga. Nah, ketika harus menghadapi situasi sulit tersebut maka mereka kurang bisa untuk menerima keadaan. Hal ini biasanya akan membuat wanita suka menuntut agar suaminya bisa membina keluarga mereka sesuai dengan gambaran ideal yang diimpikan sebelum menikah.

Solusi terbaik agar wanita tersebut tidak menjadi durhaka setelah menikah adalah menambah pemahaman yang utuh mengenai problematika yang ada di dalam rumah tangga sebelum menikah. Itu dapat dilakukan dengan sharing kepada lembaga perkawinan atau anggota keluarga yang berpengalaman.

2. Nusyus (Tidak Taat Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh serta tidak taatnya seorang wanita kepada suaminya. Wanita yang suka melanggar perintah suaminya ini dapat dikategorikan sebagai wanita durhaka. Banyak sikap yang menunjukkan bahwa seorang wanita menjadi durhaka kepada suaminya, antara lain menolak ajakan suami ketika mengajaknya tidur, menghianati suami, memasukkan orang yang tidak disukai suami ke dalam rumah.

Tidak hanya itu ssja, ternyata lalai dalam melayani suami juga termasuk sikap nusyus. Menghambur-hamburkan uang dan berbicara kasar kepada suami, menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, keluar tanpa izin, dan menyebarkan aib serta rahasia suami juga dapat menjerumuskan wanita menjadi seseorang yang durhaka. Untuk itu, menjadi seorang istri haruslah bisa menempatkan ketaatan kepada suamu di atas segala-galanya. Namun bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah SWT.

3. Tidak Suka Terhadap Keluarga Suami
Banyak wanita yang menginginkan supaya semua perhatian serta kasih sayang suami hanya untuk dirinya seorang. Perhatian si suami ini tidak boleh terbagi meskipun dengan orang tua suaminya. Padahal sebenarnya suami juga harus berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibunya.

Kecemburuan tersebut dapat terlihat ketika mereka mereka tinggal di rumah orang tua si suami. Si wanita akan mengganggap bahwa ibu mertuanya itu adalah pesaing utama dalam mendapatkan cinta, dan perhatian dari sang suami. Karena rasa cemburunya tersebut membuat istri berani menghina dan melecehkan orang tua suaminya. Bahkan tidak jarang, ia berani untuk meminta suaminya berbuat durhaka terhadap orangtuanya.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istrinya. Itulah yang mendasari ia untu menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara. Namun, pada dasarnya ikatan sebuah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan tetapi juga antar keluarga. Untuk itulah antara suami dan istri harus menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing dan sebaliknya.

4. Tidak Bisa Menjaga Penampilannya
Banyak istri yang berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah. Keadaan sebaliknya justru terjadi ketika dirinya berada di hadapan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, hanya menggunakan pakaian seadaannya, rambut tidak tertata, jangankan menggunakan parfum terkadang aroma dapur yang menyengatlah yang tercium di hidung suami.

Sebenarnya, hal seperti ini tidak patut untuk dipelihara. Bisa jadi, ketika terus menerus dilakukan maka akan membuat suami menjadi tidak betah di rumah. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Untuk itu, berhias semestinya hanya ditunjukkan kepada suami dan janganlah memamerkan kecantikan di khalayak umum karena hanya suamilah yang berhak untuk melihat suami itu.

5. Mengungkit-Ungkit Kebaikan
Semua orang tentu pernah melakukan sebuah kebaikan, tanpa terkecuali seorang istri. Namun, kebaikan tersebut justru akan menjadi masalah ketika kebaikan itu diungkit-ungkit di hadapan suami dalam rangka pamer atau riya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

6. Sibuk di luar rumah
Menjadi seorang wanita karir memang tidak dilarang dalam Islam selagi mendapatkan izin dari suami. Namun, ketika si istri terlalu banyak melakukan kesibukan di luar rumah itulah yang tidak diperbolehkan. Terlebih lagi jika kesibukan tersebut membuat istri mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya .

Ketika suami pulang ke rumah dari bekerja, lalu mendapati semua pekerjaan belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak baik. Bila terjadi terus menerus akan membuat si suami tidak betah berada di rumah. Ketika wanita tidak bisa menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai istri maka ketika itulah ia menjadi seorang wanita yang durhaka karena lalai terhadap tugasnya.

7. Cemburu Buta
Perasaan cemburu memang menjadi tabiat wanita yang menjadi ekspresi cinta. Namun, ketika perasaan cemburu tersebut tidak beralasan dan sudah keterlaluan akan membuat rasa cemburu ini berubah menjadi cemburu yang tercela.

Biasanya, cemburu yang diisyaratkan oleh istri adalah cemburu karena kemaksiatan yang dilakukan oleh sang suami seperti berzina, zalim, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini maka hal tersebut adalah sebuah cemburu yang terpuji. Namun, jika hanya sebuah dugaan belaka tanpa bukti dan fakta maka inilah yang kemudian menjadi cemburu yang tercela.

Itulah 7 hal yang dapat bikin wanita jadi durhaka setelah menikah. Oleh karena itu, sebagai seorang wanita kita mesti dapat belajar jadi istri yang baik serta sholehah supaya tak menjerumuskan diri serta suami ke lubang neraka. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari artikel ini, terima kasih sudah membaca.
READ MORE →
Bagikan Ke :

Obat Herbal Probiotik di Pelopori oleh Prof.Ainul Fatah