KEBUN SYURGA

Minggu, 22 April 2012
Di seluruh syurga itu terdapat kebun-kebun dan taman bunga. Di dalam kebun itu terdapat bermacam-macam pohon-pohonan yang sekali berbuah. Sekalian jenis pohon dan sekalian jenis kayu di dalam syurga itu ada semuanya. Juga ada pohon-pohon yang belum pernah dilihat,belum pernah di dengar dan belum pernah terguris di dalam hati. Sungguhpun demikian yang tersebut dalam al-Qur'an dan hadist Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam, hanya:

1.Inab atau anggur,

2.Kurma,

3.Pohon tin,

4.Pohon batikh,

5.Kayu thubi,

6.Delima,

7.Bidara,

8.Pisang.

".....dan buah-buahan yang banyak sekali, tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya...."(Al-Waqi'ah : 33)

Banyak pohon kayu di syurga itu yang tidak ada di dunia ini,seperti pohon Balwa.

Kata Hasan Ibnu Ali ra . Kakekku(Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam) pernah mengatakan kepadaku : '' Hai,cucuku, biasakanlah dirimu bersifat qona'ah(merasa cukup dengan apa yang ada). Di dalam syurga ada sejenis pohon yang bernama Balwa. Buahnya emas, perak dan intan berlian. Pohon itu tumbuh di perkarangan orang yang qona'ah. Pohon-pohon di syurga itu besar-besar , tinggi dan rimbun, berbuah lebat dan tidak ada yang melarang mengambilnya. Berbuah yang tidak putus-putusnya. Bila di makan buahnya itu tidak membosankan dan tidak menyakiti perut

Di dalam syurga itu juga ada pohon kayu yang di sebut SYAJARUL-KHULDI. Pohon itu sangat besar sekali tinggi juga sangat rimbun... Lingkaran naungan pohon kayu ini seratus tahun perjalanan kuda..

Dari Abi Hurairah ra. Mengatakan ,Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam mengatakan bahwa di dlam syurga itu ada pohon kayu yang naungannya tidak siap seratus tahun perjalanan orang yang menunggangi kuda..HR.Bukhari.

POHON, TUMBUHAN DAN BUAH-BUAHAN DALAM SYURGA

1-2.Kurma Dan Anggur

Maka Kami tumbuhkan untuk kamu pohon kurma dan anggur. Di dalam kebun-kebun itu kamu memperoleh buah-buahan yang sangat banyak, dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan....Qs.Al-Mukminun: 19.

3.Pohon Tin

Di dalam syurga itu terdapat sejenis pohon yang di namakan pohon tin. Hadist dari Abi Zar mengatakan: aku pernah menghadiahkan setandan buah tin kepada Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam. Sebagian di makannya dan sebagian lagi di hadiahkannya kepada sahabat-sahabatnya yang duduk di sekelilingnya. Kata Nabi saw: makanlah, aku lihat di dalam syurga ada pohon tin yang tidak berbiji. Buah kayu ini menyembuhkan penyakit bawasir dan kusta.

4.Pohon Batikh

Di dalam syurga itu ada sejenis kayu yang bernama batikh.
Hadist dari Hasyim bin Dhamirah mengatakan: Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam pernah menyuruh orang memakan buah batikh. Karena kayu ini, kata Nabi airnya dari syurga dan manisnya juga dari syurga. Tiap suap orang memakan memakan buah batikh di dalam syurga nanti,maka Alloh Subhanahu Wata'ala memasukkan kedalam rongga mulut orang itu tujuh puluh ribu obat-obatan dan dapat menyembuhkan tujuh puluh ribu penyakit, kemudian Nabi membacakan ayat Qur'an yang maksudnya:

Dan Kami tumbuhkan untuknya pohon batikh(labu)...Qs.Ash-Shafaat: 146.


5.Kayu Thubi

Hadist dari Anas bin Malik ra mengatakan bahwa Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam bersabda: setelah Alloh menjadikan syurga Adnan, dan setelah di tanam pohon-pohonan dengan tangannya sendiri, maka kata Alloh Subhanahu Wata'ala kepada syurga itu: katakanlah kepada-Ku(apa yang terasa dalam hatimu). Kata syurga itu: sunggnh beruntunglah orang-orang beriman. Kata Alloh Subhanahu Wata'ala : Aku senang kepadamu(hai syurga) yang menjadi tempat tinggal hamba-hamba-Ku...Rawi-Baihaqi.

Hadist dari Ibnu Umar ra mengatakan bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam: ya Rosululloh,apakah di dalam syurga itu ada pohon dan kayu?jawab Nabi: ya ada. Di dalam syurga itu ada sejenis pohon yang bernama Thubi. Tanya orang itu: apakah di dunia ini ada pohon itu? Kata Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam: tidak ada di negrimu ini(Madinah). Yang ada di negri Syam yaitu pohon jauzah. Kalau engkau menunggang unta sekeliling kayu itu, baru sampai seumur hidup unta berjalan.

Hadist Abu Hurairah ra mengatakan: kata Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam : di dalam syurga itu ada sejenis kayu yang bernama thubi, dari buahnya itu keluar pelana dan tali kekang kuda.


6.Pohon Delima

Di dalam syurga itu juga terdapat pohon Delima.
Hadist dari Sa'id Al-Khudri ra mengatakan bahwa Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam pernah bersabda: di waktu aku mi'raj ke langit,maka aku melihat di dalam syurga itu ada buah delima seperti kulit unta dan burung seperti jamal Mesir. Di dekatnya ada seorang perempuan. Kataku: hai perempuan, untuk siapa engkau? Jawabnya: untuk Zaid bin Harisah. Aku senang mendengarnya. Kata Nabi selanjutnya; di dalam syurga itu ada segala-galanya, apa yang belum pernah engkau lihat, blum pernah di dengar dan belum pernah terguris dalam hati..HR.Bukhari.


7-8.Pohon Bidara dan Pisang

Golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri , dan pohon pisang yang bersusun-susun. Dan naungan yang terbentang luas..Qs.Al-Waqi'ah: 27-30.

Kata jibril.As kepada Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam di waktu mi'raj ke angit itu: Biji bidara dalam syurga itu lebih besar dari qilal,kulit buahnya seperti kulit kacang. Bila di makan sangat enak rasanya.
Kata Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini: buah pisang dalam syurga itu bersusun-susun mulai dari atas sampai kepala akarnya di tanah.
Kata Qatadah: pisang dalam syurga itu sama juga dengan pisang di dunia. Hanya saja buahnya bersusun dari atas sampai akarnya di tanah dan rasanya lebih sedap dan enak.

Demikian lah macam-macam tumbuhan dan buah-buahan yang terdapat dalam syurga. Sekalian kayu dalam syurga pohonnya dari emas dan kulitnya di buat pakaian tanpa di tenun dan di jahit.Wallohu'alam bishshowab

Hadist dari Ibnu Amru bin Ash ra bertanya kepada Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam: ya Rosululloh ,beritahukan kepada kami pakaian orang syurga. Mendengar pertanyaan ini maka banyak orang yang tertawa. Orang ini mengatakan: ''mengapa kamu tertawa,orang bodoh harus bertanya''
Sesudah itu Nabi duduk bersandar ,kemudian bertanya: mana orang yang bertanya tadi? ''aku ya Rosululloh.'' kemudian bersabda Nabi Shollallohu alaihi wa-sallam: Di dalam syurga pakaian orang di buat dari kulit kayu. Dari dalam buah kayu itu keluar pakaian tanpa di tenun. Perkataannya itu oleh Nabi di ulang-ulang sampai tiga kali...HR.Nasa'i.

Subhanalloh...sungguh indah syurga,bilamana kayu itu di tiup angin ,maka dahannya bergerak-gerak dan desirannya itu membuahkhan nyanyian yang merdu sekali....
Semoga ada manfaat buat kita semua senyum santun erat ukhuwah fillah.
Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik

PASAR SYURGA

Jumat, 20 April 2012
PASAR SYURGA

Dari Anas bin Malik ra. Mengatakan bahwa Rosululloh Shollallohu Alaihi wa-sallam bersabda: di dalam syurga itu ada pasar. Di dalam pasar inilah berkumpul orang-orang syurga tiap-tiap jumaat.ketika bertiup angin utara menyingkapkan kain penutup muka dan pakaian sekalian orang. Kelihatannya bertambah indah dan bertambah cantik. Kata Nabi selanjutnya: semua ini adalah untuk orang-orang syurga itu keluarganya. Demi Alloh,bentuk kamu di sana semakin hari semakin bagus dan semakin cantik.Hr.Muslim.

Pasar ini bagi orang syurga merupakan pertemuan mingguan. Berkumpul sekali seminggu. Bukan untuk berjual-beli tetapi untuk berbincang-bincang ,bercerita dan untuk mengenang masa lalu juga saling bercerita ketika di alam barzakh,meniti Titian Sirath ,pahitnya di mahsyar juga cerita bagi yang mengalami siksa neraka....

Di sini orang-orang yang keluar dari neraka itu bertanya,apa sebabnya tuan langsung masuk syurga ? Jawab orang syurga:

(kamilah) orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.QS.al-Baqarah : 82

(kami ini)orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.QS.Ali-Imran: 17

(kamilah) taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, Qs.An-Nisa': 13

(kamilah) orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.Qs.Al-Mukminun: 8-9

Mereka juga tiada henti memuja Alloh :
Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu".Qs.Fathir:34-35

...mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran".....Qs.Al-A'raf: 43

Orang syurga bertanya kepada orang yang keluar dari neraka:

Berada di dalam surga, mereka tanya menanya,tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat,dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,.Qs.Al-Muddatsir: 40-46

Selain itu pasar itu juga di jadikan untuk mencari jodoh,mencari calon suami istri. Di sini orang bebas memilih siapa saja yang di kehendaki dan di sukai tanpa ada larangan lagi.

Rosululloh Shollallohu Alaihi wa-sallam bersabda: Di dalam syurga itu ada pasar. Di dalam pasar itu orang bukan berjual-beli ,tetapi menunjukkan bentuk,baik laki-laki maupun perempuan. Kalau ada seseorang yang di inginkan,lalu di lamarnya...Hr.Tirmizi.

Percakapan dan perkataan orang di dalam syurga itu baik,sopan ,ramah dan menyenangkan. Di dalam syurga itu tidak ada orang yang berolok-olok,mengejek,memaki,mengumpat,menyindir. Tidak pernah mengeluarkan perkataan yang tiada guna. Di dunia ini tidak ada kesenangan mutlak , sekalipun di dalam istana raja yang megah dan gemerlap.....

Perhatikan doa istri Fir'aun di dalam istana yang besar,megah dan indah......

Istri Fir'aun berdoa: wahai Alloh Azza wa Jalla ,buatkanlah untukku istana di sisi Engkau dalam syurga. Selamatkanlah aku dari Fir'aun dan segala tindakannya. Dan selamatkanlah aku dari orang-orang zalim.....Qs.At-Tahrim: 11.

Jika QOLBU disuapi dengan DZIKIR

Barang siapa hendak menyucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah Ta'ala dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.
Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah, sesuai kadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.
Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah dan negeri akhirat, tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat2-Nya yang tampak ini. Ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah.
--
Jika qalbu disuapi dengan berzikir dan disirami dengan berpikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.
Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya.
Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, tidak akan muncul hikmah dari lisannya.
--
Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman. Sedangkan makmurnya qalbu adalah karena takut kepada Allah & zikir. Maka jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya, jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.
--
Kerinduan bertemu Allah adalah angin semilir yang menerpa qalbu. Membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapa pun yang menempatkan qalbunya di sisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tenteram. Siapa pun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.
--
Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang mencintai dunia, melainkan seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).
--
Jika Allah cinta kepada seorang hamba, maka Allah akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya. Allah juga akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.
--
Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah takwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah, cinta, tawakal, bertaubat, dan berkhidmat untuk-Nya.
--
(diringkas dari al-Fawa’id karya Ibnul Qayyim rahimahullah )

♥ Pernikahan adalah Guru kehidupan♥

Dibalik figur yang sukses selalu ada suami dan istri yang luar biasa.sebuah ungkapan yang tepat adanya .namun jika dikaji lebih dalam ungkapan tersebut akan berubah menjadi
"dibalikfigur yg sukses pasti terdapat pernikahan yg luar biasa."

Pernikahan.

Hidup berpasangan memang merupakan hakikat yang luar biasa.bahkan Alloh sangat memuliakan institusi ini yang disebut "mistagan qhaliga."


Pernikahan bukanlah Akhir sebuah pencarian.tapi justru merupakan awal dari pembelajaran dan perjuangan.karena menikah akan melatih suami istri menekan ego masing masing.pernikahan akan semakin peka membimbing kita kepada hikmah kehidupan.

Proses pembelajaran hikmah kehidupan ini akan berjalan seiring waktu kita menjalani kehidupan pernikahan.dan bukan jalan instant untuk belajar tapi sebuah proses.


Setidaknya ada 4 pembelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah pernikahan.


1. Belajar menerima keterbatasan diri.

Dalam pernikahan ada banyak hal kita begitu tergantung dengan pasangan hidup.Dengan mengakui keterbatasan diri,akan menciptakan kerendahan diri untuk bersedia belajar.

2.belajar mengakui kelebihan.

dengan terbiasa melihat kebiasaan pasangan kita akan terbiasa mengAkui kelebihan orang lain.selalu bernilai positif dalam segala hal.walaupun dari orang yang paling tidak kita sukai sekalipun pasti ada kelebihan yang bisa kita tiru.

3.belajar mencanangkan target atau harapan.

saat mengikatkan diri pada tali pernikahan berarti seseorang telah siap meluncurkan target bersama.membiasakan diri bersama hidup terarah dan terfokus pada satu tujuan yang jelas.sudah ada goal setting sejak hari pertama pernikahan .


4. belajar bersyukur.

mensyukuri sebuah pencapaian.baikitu besar maupun kecil.bersyukurberarti bersedia mengakui bahwa hasil.usaha kita sesuai dengan kerja keras yang kita usahakan.


begitu dalamnya pembelajaran didalam sebuah pernikahan.karena saat didalamnyalah kita belajar sedikit demi sedikit tentang hikmah hidup ini.bahkan dikatakan bahwa pernikahan akan menyempurnakan keimanan.

Sebuah lembaga ikatan suci yang ketika masih single hanya dianggankan indahnya.tapi disanalah hidup penuh perjuangan .

Kisah Amanah

Seorang pemuda sedang dalam satu
perjalanan yang jauh, merasa amat letih. Dia
pun berhenti berehat di satu kawasan
perkampungan dan melepaskan kudanya
mencari makan di situ. Oleh karena
keletihan, pemuda itu tertidur di bawah
pohon. Kudanya yang kelaparan merumput
di satu kawasan ladang dan memakan
tanaman di situ. Tidak berapa lama
kemudian, sang petani yang memiliki ladang
itu pun balik. Melihat habis tanamannya
musnah, petani itu hilang kesabaran lalu
membunuh kuda yang memakan
tanamannya.

Apabila terjaga dari tidur, pemuda itu
mencari kudanya. Puas dia mencari tidak
juga berjumpa. Akhirnya dia ketemu bangkai
kudanya di sebuah ladang. Melihat keadaan
itu, dia menjadi marah dan mencari
pembunuh kudanya. Dia terus menuju ke
sebuah rumah berdekatan. Begitu
menjumpai tuan rumah, dia terus mengamuk
dan terjadilah pertikaian dan akhirnya petani
itu terbunuh.

Peristiwa itu diketahui orang ramai. Pemuda
itu dibawa berjumpa khalifah untuk diadili.
Mengikut hukum qisas, bunuh dibalas
dengan bunuh. Khalifah memerintahkan
supaya dia dipenjarakan sehari semalam
sebelum dia dipancung pada jam 5.00
keesokan petangnya.
Pemuda itu merayu supaya dia dibolehkan
balik dahulu berjumpa ibunya untuk
menyelesaikan satu perkara yang amat
penting. Khalifah tidak meluluskan rayuan
pemuda itu. Namun pemuda itu tidak
berputus asa dan terus merayu sambil
menyatakan dia mempunyai tanggungjawab
yang mesti dibereskan sebelum dia dihukum
bunuh. Dia berjanji akan balik segera begitu
urusannya selesai.

Khalifah meminta pandangan waris si mati.
Anak petani itu tidak mengizinkan pemuda
itu pergi karena bimbang dia tidak akan
datang lagi untuk menerima hukuman mati.
Berkali-kali pemuda itu merayu dan
bersumpah akan datang semula, namun
tiada seorang pun menunjukkan tanda
simpati. Akhirnya tampil seorang tua menuju
menghadap khalifah menyatakan
kesanggupan untuk menjadi tebusan/
jaminan untuk membolehkan pemuda itu
balik ke rumah.

Orang tua itu tidak lain tidak bukan ialah Abu
Dzar, seorang sahabat Nabi yang banyak
merawikan hadits. Melihat apa yang berlaku,
semua hadirin tercengang dan sebagian
besar memarahi Abu Dzar karena
tindakannya yang membahayakan diri
sendiri. Abu Dzar berjanji untuk menjadi
tebusan dan membolehkan pemuda itu
pulang menyelesaikan masalahnya. Melihat
kejadian ini, pemuda itu menjadi tenang dan
mengikat janji bahwa dia akan kembali
secepatnya untuk dipancung begitu
urusannya selesai.

Abu Dzar faham kegagalan pemuda itu
menunaikan janji akan mengakibatkan
nyawanya tergadai. Ketika ditanya khalifah
bagaimana dia sanggup meletakkan dirinya
dalam keadaan membahayakan, Abu Dzar
menenerangkan demi keluhuran Islam, dia
sangat malu melihat tiada siapapun sanggup
mengulurkan bantuan ketika pemuda asing
itu dalam kesusahan yang amat sangat.
Pemuda itu dibolehkan pulang kerumah
sementara Abu Dzar pula dikurung di
penjara.

Pada keesokkan petangnya, penuh sesak
manusia menuju ke istana khalifah untuk
menyaksikan episode yang mencemaskan.
Ramai menganggap Abu Dzar akan dibunuh
karena kemungkinan besar pemuda itu tidak
akan datang menyerahkan lehernya untuk
dipancung. Saat yang mendebarkan berlaku
ketika beberapa menit lagi jam lima petang,
pemuda itu masih belum tiba.

Abu Dzar dikeluarkan dari kurungan.
Kegagalan pemuda itu menghadirkan diri
akan menyebabkan Abu Dzar menjadi
mangsa. Di saat terakhir, orang ramai
melihat kelebat seorang lelaki menunggang
seekor kuda dengan amat kencang sekali.
Ketika itu riak cemas orang ramai bertukar
menjadi reda. Tepat sekali bagaimana
dijanjikan pemuda itu sampai genap jam lima
petang. Pemuda itu lantas turun di hadapan
Khalifah seraya meminta maaf karena
'terlambat' menyebabkan suasana tegang
dan cemas.

Pemuda itu menerangkan sepatutnya dia
sampai lebih awal, tetpai terlambat
disebabkan tali kudanya putus di tengah
perjalanan. Dia menerangkan urusan yang
dikatakannya amat penting dulu ialah karena
terpaksa menyelesaikan tanggungjawab
sebagai penjaga harta anak-anak yatim dan
menyerahkan tugas itu kepada ibunya.
Pemuda itu berjumpa Abu Dzar untuk
mengucapkan terimakasih di atas
kesanggupannya menjadikan dirinya sebagai
tebusan. Selepas itu dia segera ke tempat
dilakukan hukuman pancung.

 Ketika pengawal hendak menghayun pedangnya ,
tiba-tiba anak petani dengan suara yang kuat
meminta hukuman dibatalkan. Dengan rela
hati dia memaafkan kesalahan pemuda itu,
pemuda itu amat lega dan terus sujud atas
tanda syukur kepada Allah.
 '. ♥ '♥ '. ♥ ' ».................. ♥  '. ♥ '♥ '.
♥ ' ».................. ♥
Kisah ini menggambarkan betapa luhurnya
pribadi individu apabila Islam telah
menyelinap di sanubari. Seseorang sanggup
mengorbankan jiwa dan raganya demi
menjaga maruah Islam untuk mengulurkan
pertolongan kepada orang yang di dalam
kesusahan.

Agama Islam jika diamal dan dihayati
sepenuh jiwa dan raga mampu menjadikan
seseorang berakhlak mulia dan sanggup
mati karena menunaikan janji yang telah
dibuat. Orang Islam semuanya bersaudara
saling bantu-membantu dan sanggup
mengulurkan pertolongan sekiranya ada
saudara berada dalam kesusahan.

CINTA DIBAWA MATI

Dari Raja' bin 'Umar an-Nakha'iy, dia berkata,
“Di Kufah ada seorang pemuda berparas tampan, sangat rajin beribadah dan sungguh-sungguh. Dia juga termasuk salah seorang Ahli Zuhud. Suatu ketika, dia singgah beberapa waktu di perkampungan kaum Nukha’ lalu –tanpa sengaja- matanya melihat seorang wanita muda mereka yang berparas elok nan rupawan. Ia pun tertarik dengannya dan akalnya melayang-layang karenanya. Rupanya, hal yang sama dialami si wanita tersebut. Pemuda ini kemudian mengirim utusan untuk melamar si wanita kepada ayahnya namun sang ayah memberitahukannya bahwa dia telah dijodohkan dengan anak pamannya (sepupunya). Kondisi ini membuat keduanya begitu tersiksa dan teriris.
Lalu si wanita mengirim utusan kepada si pemuda ahli ibadah tersebut berisi pesan, ‘Sudah sampai ke telingaku perihal kecintaanmu yang teramat dalam kepadaku dan cobaan ini begitu berat bagiku disertai liputan perasaanku terhadapmu. Jika berkenan, aku akan mengunjungimu atau aku permudah jalan bagimu untuk datang ke rumahku.’ Lantas dia berkata kepada utusannya itu, ‘Dua-duanya tidak akan aku lakukan. Dia kemudian membacakan firman-Nya, ‘Sesungguhnya aku takut siksaan pada hari yang agung jika berbuat maksiat kepada Rabbku.’ (Q.s.,az-Zumar:13) Aku takut api yang lidahnya tidak pernah padam dan jilatannya yang tak pernah diam.’

Tatkala si utusan kembali kepada wanita itu, dia lalu menyampaikan apa yang telah dikatakan pemuda tadi, lantas berkatalah si wanita,
‘Sekalipun yang aku lihat darinya dirinya demikian namun rupanya dia juga seorang yang amat zuhud, takut kepada Allah? Demi Allah, tidak ada seorang pun yang merasa dirinya lebih berhak dengan hal ini (rasa takut kepada Allah) dari orang lain. Sesungguhnya para hamba dalam hal ini adalah sama.’

Kemudian dia meninggalkan gemerlap dunia, membuang semua hal yang terkait dengannya, mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu (untuk menampakkan kezuhudan) dan berkonsentari dalam ibadah. Sekalipun demikian, dia masih hanyut dan menjadi kurus kering karena cintanya terhadap si pemuda serta perasaan kasihan terhadapnya hingga akhirnya dia meninggal dunia karena memendam rasa rindu yang teramat sangat kepadanya.

Sang pemuda tampan pun sering berziarah ke kuburnya. Suatu malam, dia melihat si wanita dalam mimpi seolah dalam penampilan yang amat bagus, seraya berkata kepadanya, ‘Bagaimana kabarmu dan apa yang engkau temukan setelahku.?’ Si wanita menjawab,
Sebaik-baik cinta, adalah cintamu wahai kekasih
Cinta yang menggiring kepada kebaikan dan berbuat baik

Kemudian dia bertanya lagi, ‘Ke mana kamu akan berada.?’ Dia menjawab,
Ke kenikmatan dan hidup yang tiada habisnya
Di surga nan kekal, milik yang tak pernah punah

Dia berkata lagi kepadanya, ‘Ingat-ingatlah aku di sana karena aku tidak pernah melupakanmu.’ Dia menjawab, ‘Demi Allah, akupun demikian. Aku telah memohon Rabbku, Mawla -ku dan kamu, lantas Dia menolongku atas hal itu dengan kesungguhan.’ Kemudian wanita itupun berpaling. Lantas aku berkata kepadanya, ‘Kapan aku bisa melihatmu.?’ Dia menjawab, ‘Engkau akan mendatangi kami dalam waktu dekat.’

Rupanya benar, pemuda itu tidak hidup lama lagi setelah mimpi itu, hanya tujuh malam. Dan, setelah itu, dia pun menyusul, berpulang ke rahmatullah. Semoga Allah merahmati keduanya.

Bunda

♥ jasa ibunda ♥

betapa besar jasanya .... Betapa murni kasih sayang'y mendidik Dan mengasuhku hingga aku dewasa..
♥ ibuku trcinta segala baktimu ku terima hya tuhan dpat membalasnya surga Di akhirat sana
segala kesusahan , segala penderita'an Kau hadapi dgn sabar tanpa putus asa , gelisah , kecewa
♥ wahai tuhanku ampunkan dosa ibu ayahku kasihanilah mereka sprti Kau mengasihiku
♥ wahai tuhanku ridhokan ibu Dan ayahku rahmati mereka selamat dari azab neraka


Puisi cinta untuk ibu

Ibu, kau memberikan separuh hidupmu
Memberikan banyak cinta untukku sepanjang hidupmu
Menjadi tempat mengaduku
Kau memberikan semangat untukku
Memberikan waktumu untukku
Hanya kau wanita yang paling kucintai di dunia ini

Ibu,
Hanya kau yang mempunyai waktu untuk mencintaiku
Ibu,
Hanya air matamu yang mengalir untukku
Ibu,
Hanya engkau yang menyerahkan nyawamu untuk menyelamatkanku
Hanya ada uluran tanganmu ketika aku menangis
Hanya ada senyummu ketika aku bersedih
Hanya ada tawamu ketika aku senang

Ibu,
Hanya engkau yang ada dalam hatiku
Ibu,
Seandainya aku bisa menghapus air matamu
Seandainya ibu tahu aku juga merasakan pedihnya hatimu
Aku merasakan jika ibu sedang sedih
Tapi gadis kecilmu ini tidak dapat berbuat seperti yang ibu lakukan padaku

Ibu,
Seandainya aku bisa menggantikan kesedihan ibu dengan tawaku
Seandainya aku bisa memberikan nyawa ini walau hanya separuh dari nyawaku
Seperti yang ibu lakukan ketika melahirkan aku

Seandainya aku bisa menjadi tempat mengadumu
Seperti aku yang bisa mengadu padamu
Aku hanya ingin menyapu air matamu, ibu....
Aku juga ingin merasakan perih dan pedih yang ibu rasakan
Ibu,
Sejuta cintaku
Sejuta kasihku
Sejuta perhatianku
Dan sejuta sujudku ditelapak kakimu....

Yaa Alloh, angkatlah beban ibuku....
Kabulkan semua doa-doanya
Karena hanya Engkau tempat mengadu ibuku....

Ibu,
Aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan jiwaku
Hanya untuk ibu seorang...

"Gadis kecilmu yang telah beranjak menuju dewasa"

Cahaya Terang

Ibnul Qayyim menyatakan dalam kitabnya Al Wabil Ash Shayyib, bahwa dzikir memiliki lebih dari seratus faidah, dan menyebutkan tujuh puluh tiga faidah di dalam kitab
tersebut. Diantara keutamaan dan faidah dzikir ialah:

Pertama : Dzikir dapat mengusir syetan dan melindungi orang yang berdzikir darinya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dan Aku (Yahya bin Zakaria) memerintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah. Permisalannya itu, seperti seseorang yang dikejar-kejar musuh, lalu ia mendatangi benteng yang kokoh dan berlindung di dalamnya. Demikianlah seorang hamba, tidak dapat melindungi dirinya dari syetan, kecuali dengan dzikir kepada Allah. (Shahih Al Jami’, no. 1724).

Ibnul Qayim memberikan komentarnya terhadap hadits ini: “Seandainya dzikir hanya memiliki satu keutamaan ini saja, maka sudah cukup bagi seorang hamba untuk tidak lepas lisannya dari dzikir kepada Allah, dan senantiasa gerak berdzikir; karena ia tidak dapat melindungi dirinya dari musuhnya, kecuali dengan dzikir kepada Allah. Para musuh hanya akan masuk melalui pintu kelalaian dalam keadaan terus mengintainya. Jika ia lengah, maka musuh langsung menerkam dan memangsanya. Dan jika berdzikir kepada Allah, maka musuh Allah itu meringkuk dan merasa kecil serta melemah sehingga seperti al wash’ (sejenis burung kecil) dan seperti lalat”. (Al Wabil Ash Shayyib, hlm. 61).

Manusia, ketika lalai dari dzikir, maka syetan langsung menempel dan menggodanya serta menjadikannya sebagai teman yang selalu menyertainya, sebagaimana firman Allah.

Barangsiapa yang berpaling dari dzikir (Rabb) Yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan), maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS. Az Zukhruf:36).

Seorang hamba tidak mampu melindungi dirinya dari syetan, kecuali dengan dzikir kepada Allah.

Kedua : Dzikir dapat menghilangkan kesedihan, kegundahan dan depresi, dan dapat mendatangkan ketenangan, kebahagian dan kelapangan hidup. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya.

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra’du:28).

Ketiga : Dzikir dapat menghidupkan hati. Bahkan, dzikir itu sendiri pada hakikatnya adalah kehidupan bagi hati tersebut. Apabila hati kehilangan dzikir, maka seakan-akan kehilangan kehidupannya; sehingga tidaklah hidup sebuah hati tanpa dzikir kepada Allah.

Oleh karena itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,”Dzikir bagi hati, seperti air bagi ikan. Lalu bagaimana keadaan ikan jika kehilangan air?”

Keempat : Dzikir menghapus dosa dan menyelamatkannya dari adzab Allah; karena dzikir merupakan satu kebaikan yang besar, dan kebaikan adalah untuk menghapus dosa dan menghilangkannya. Tentunya, hal ini dapat menyelamatkan orang yang berdzikir dari adzab Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

“Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang lebih menyelamatkan dirinya dari adzab Allah dari dzikrullah.”
Kelima : Dzikir menghasilkan pahala, keutamaan dan karunia Allah yang tidak dihasilkan oleh selainnya, padahal sangat mudah mengamalkannya; karena gerakan lisan lebih mudah daripada gerakan anggota tubuh lainnya

Ibnul Qayim berkata,”Dzikir adalah ibadah yang paling mudah, namun paling agung dan utama; karena gerakan lisan adalah gerakan anggota tubuh yang paling ringan dan mudah. Seandainya satu anggota tubuh manusia sehari semalam bergerak seukuran gerakan lisannya, tentulah hal itu sangat menyusahkannya, bahkan tidak mampu.”

Keenam : Dzikir adalah tanaman syurga . Ini berlandaskan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Abdillah bin Mas’ud yang berbunyi.

“Aku berjumpa dengan Ibrahim pada malam isra’ dan mi’raj, lalu ia berkata,”Wahai, Muhammad. Sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahulah mereka bahwa syurga memiliki tanah yang terbaik dan air yang paling menyejukkan. Syurga itu dataran kosong (Qai’aan) dan tumbuhannya adalah (dzikir) Subhanallahi wa la ilaha illallah wallahu Akbar.” (Silsilah Ash Shahihah, no. 105).

Ketujuh : Dzikir menjadi cahaya penerang bagi di dunia, di kubur dan di akhirat. Meneranginya di shirat, sehingga tidaklah hati dan kubur memiliki cahaya, kecuali seperti cahaya dzikrullah, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang artinya: Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya. ( QS Al An’am:122).

Begitulah perbandingan antara seorang mukmin dengan lainnya. Seorang mukmin memiliki cahaya dengan sebab keimanan, kecintaan, pengenalan dan dzikir kepada Allah, sedangkan yang lain adalah orang yang lalai dari Allah, tidak mau berdzikir dan tidak mencintaiNya.

Kedelapan : Dzikir menjadi sebab mendapatkan shalawat dari Allah dan para malaikatNya, sebagaimana firman Allah, yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya pada waktu pagi dan petang. Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikatNya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. ( QS. Al Ahzaab:41-43).

Kesembilan : Banyak berdzikir dapat menjauhkan seseorang dari kemunafikan; karena orang munafik sangat sedikit berdzikir kepada Allah, sebagiamana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang artinya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali. (QS. An Nisa’:142).

Ali bin Abi Thalib ditanya tentang Khawarij: “Apakah mereka munafik ataukah bukan?” Beliau menjawab,”Orang munafik tidak berdzikir kepada Allah, kecuali sedikit.” Ini merupakan isyarat, bahwa kemunafikan hanyalah sedikit berdzikir kepada Allah. Berdasarkan hal ini, maka banyak berdzikir merupakan penyelamat dari nifaq. (Fiqh Al Ad’iyah Wal Adzkar, hlm. 24).

Kesepuluh : Dzikir adalah amalan yang paling baik, paling suci dan paling tinggi derajatnya, sebagaimana dinyatakan Rasulullah dalam sabdanya:

Inginkah kalian aku beritahu amalan kalian yang terbaik dan tersuci serta tertinggi pada derajat kalian? Ia lebih baik dari berinfak emas dan perak, dan lebih baik dari kalian menjumpai musuh lalu kalian memenggal kepalanya dan mereka memenggal kepala kalian?” Mereka menjawab”Ya,” lalu Rasulullah menjawab,”Dzikrullah.” (Shahih Al Jami’, no. 2629)
❤❤ܓ❤❤ܓ
Waladzikrullohi Akbar..
Wallohul Muwaffiq..

Seandainya Engkau Dihalangi

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluarga, dan sahabatnya. Aamiin..
Sungguh, kesehatan merupakan kenikmatan yang diakui setiap orang. Nikmat ini sangat agung nilainya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyebutkan dengan sabdanya :

Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya. (HR Ibnu Majah, no. 4141, Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 5918)

Ibnus Samak masuk menemui Khalifah Harun Ar Rasyid memberikan nasihat, sampai Sang Khalifah menangis.

Kemudian Ibnus Samak meminta segelas air dan mengatakan: “Wahai, Amirul Mukminin. Seandainya engkau dihalangi dari (meminum) minuman ini (padahal engkau kehausan), kecuali dengan (membayar) dunia dan seisinya, apakah engkau akan menebus segelas air itu dengannya?”
Khalifah menjawab: “Ya”.
Ibnus Samak pun mengatakan: “Minumlah dengan puas, semoga Allah memberkahi Anda”.
Ketika Khalifah telah minum, Ibnus Samak berkata kepadanya: “Wahai, Amirul Mukminin. Beritahukan kepadaku, seandainya engkau dihalangi mengeluarkan minuman ini dari (diri)mu, kecuali dengan (membayar) dunia dan seisinya, apakah engkau akan menebusnya?”
Khalifah menjawab: “Ya”.
Ibnus Samak mengatakan: “Lalu apakah yang akan engkau lakukan dengan sesuatu (yakni dunia seisinya) yang seteguk air lebih baik darinya?”
Ini menunjukkan bahwa kenikmatan Allah k yang berupa minum air pada saat kehausan lebih besar daripada memiliki dunia seisinya. Kemudian kemudahan di dalam mengeluarkan dengan buang air termasuk kenikmatan yang terbesar! Ini juga menunjukkan besarnya nikmat kesehatan. (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 366, )

Kita melihat kenyataan manusia yang rela mengeluarkan biaya yang besar untuk berobat, ini bukti nyata mahalnya kesehatan yang merupakan kenikmatan dari Allah Ta’ala. Akan tetapi kebanyakan manusia lalai dari kenikmatan kesehatan ini, dia akan ingat jika kesehatan hilang darinya.

Diriwayatkan bahwa seseorang mengadukan kemiskinannya dan menampakkan kesusahannya kepada seorang ‘alim. Maka orang ‘alim itu berkata: “Apakah engkau senang menjadi buta dengan mendapatkan 10 ribu dirham?”
Dia menjawab: “Tidak”.
Orang ‘alim itu berkata lagi: “Apakah engkau senang menjadi bisu dengan mendapatkan 10 ribu dirham?”
Dia menjawab: “Tidak”.
Orang ‘alim itu berkata lagi: “Apakah engkau senang menjadi orang yang tidak punya kedua tangan dan kedua kaki dengan mendapatkan 20 ribu dirham?”
Dia menjawab: “Tidak”.
Orang ‘alim itu berkata lagi: “Apakah engkau senang menjadi orang gila dengan mendapatkan 10 ribu dirham?”
Dia menjawab: “Tidak”.
Orang ‘alim itu berkata: “Apakah engkau tidak malu mengadukan Tuanmu (Allah Azza wa Jalla) sedangkan Dia memiliki harta 50 ribu dinar padamu?” (Lihat Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 366).
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Kadang-kadang manusia itu sehat, tetapi dia tidak longgar, karena kesibukannya dengan penghidupan. Dan kadang-kadang manusia itu cukup (kebutuhannya), tetapi dia tidak sehat. Maka jika keduanya terkumpul, lalu dia dikalahkan oleh kemalasan melakukan kataatan, maka dia adalah orang yang tertipu. Kesempurnaan itu adalah bahwa dunia merupakan ladang akhirat, di dunia ini terdapat perdagangan yang keuntungannya akan nampak di akhirat. Barangsiapa menggunakan waktu luangnya dan kesehatannya untuk ketaatan kepada Allah, maka dia adalah orang yang pantas diirikan. Dan barangsiapa menggunakan keduanya di dalam maksiat kepada Allah, maka dia adalah orang yang tertipu. Karena waktu luang akan diikuti oleh kesibukan, dan kesehatan akan diikuti oleh sakit, jika tidak terjadi, maka itu (berarti) masa tua (pikun).
Semoga kita mensyukuri nikmat sehat dengan taat kepada Allah, dan menjauhi kemaksiatan..Wallahul Muwaffiq

Tak Mudah Menjadi Seorang Suami

:: Bukan mudah menjadi seorang suami...

Harus bertanggungjawab terhadap keluarga,Ibu juga Istri,
Membahagiakan kedua orang tua,
Mentaati Ibu dan menjaga Hati Istri.

:: Bukan mudah menjadi seorang suami...

Harus mendidik Istri dan anak_anak kejalan ALLAH,
Memberi makan istri dan anak_anak dijalan yang Halal,
Melayani Istri dengan sabar dan Ikhlas,
Harus memimpin rumah tangga dengan kebijaksanaan dan penuh perasaan.

:: Bukan mudah menjadi seorang suami...

Jangan bermimpi berIstri banyak,
Jikalau satu pun tidak mampu di jaga dan di didik dengan sempurna,
Apa lagi ditambah dengan dua atau tiga...

Begitulah sang suami...

Pahamilah tanggungjawab anda , Wahai para Suami dan calon Suami yang di amanahkan semasa kita menjawab Akad untuk seorang wanita , yang menjadi Istri anda.

Pahamilah Amanah anda , yang diberikan oleh ALLAH Kepada kita . Jagalah kami , para Istri dengan sebaik_baiknya .

" Ingatlah bahwa manusia yang baik adalah yang baik pada keluarganya , dan lelaki yang baik adalah yang baik pada Istrinya "

WANITA SOLEHAH PENYERI TAMAN SYURGA

Wanita ibarat bunga...

cantik indahnya pada pandangan mata hanya sementara...

Yang kekal menjadi pujaan manusia, hanyalah wanita yang mulia akhlaknya...

kerana akhlaq itu umpama bunga diri..

Tiada guna berwajah cantik tetapi akhlaq buruk..

Tiada guna juga berwajah cantik tetapi hati kosong dari ilmu...

Ibarat bunga.. ada yang cantik bila dipandang tetapi busuk baunya...

Ada pula yang kurang menarik dan baunya juga kurang menyenangkan...

Ada juga bunga yang tidak menarik pada pandangan mata kasar..

tetapi bila dihalusi dengan mata hati,

ternyata amat tinggi nilainya....

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa.

Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan wanita.

Oleh yang demikian, Allah telah menetapkan hukumnya ke atas mereka;

walaupun berat di pandangan mata si jahil dan ingkar tetapi ia adalah kemanisan iman yang dicicip oleh wanita solehah.

Sebagai anak, dia menjadi anak yang solehah...

Sebagai remaja dia akan menjadi remaja yang berhemah.. sebagai isteri,

dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya.. sebagai ibu,

dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang... dan pastinya sebagai hamba Allah,

dia akan menjadi hamba yang tunduk dan menyerah diri hanya kepada-Nya...

Islam tidak membezakan kedudukan atau darjat seseorang samada mereka wanita atau lelaki melainkan berdasarkan ketaqwaan mereka kepada Allah...

Firman Allah

"Dan sesiapa yang mengerjakan amal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk Syurga dan mereka pula tidak akan dianiaya (atau dikurangkan balasannya) sedikitpun." (An-Nisa' : 124)

Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang maksudnya :

"Perhiasan yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah." HR Muslim

:::::Wanita Menurut Perspektif Islam:::::::::

Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai peranannya. Sebagaimana eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi, begitu juga lelaki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.

Setiap lelaki dan wanita memiliki tugas-tugas dan kewajipan-kewajipan yang berlainan, sesuai dengan fitrah masing-masing. Namun, matlamat hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama, iaitu mencari redha Allah (Mardhatillah).

Rasulullah Salallahu'laihi wassalam (S.A.W) juga turut menyuruh umatnya supaya memperlakukan wanita sebaik-baiknya

sebagaimana sabda baginda yang bermaksud :

"Mereka yang paling sempurna dikalangan mereka yang ikhlas adalah mereka yang mempunyai akhlak yang terbaik dan yang terbaik dikalangan kamu adalah yang paling baik terhadap isterinya." (HR At-Tirmidzi)

Rasulullah (S.A.W) telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan menurut fitrah ia dijadikan sebagaimana dalam sabdanya yang bermaksud....

"Berlaku baiklah terhadap kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok adalah bahagian yang teratas, jika kamu cuba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku baiklah terhadap kaum wanita kamu." (HR Al-Bukhari dan Muslim.)

Terdapat perbezaan diantara pembawaan lelaki dan wanita yang tidak boleh dinafikan.

Wanita secara fizikalnya lebih lemah dari kamu lelaki,

oleh itu mereka tidak dapat melindungi diri mereka dengan kekuatan mereka sendiri. Fitrah telah mengurniakan kepada wanita dua ciri iaitu kedegilan dan rasa malu yang merupakan dua senjata ampuh yang digunakan untuk memelihara diri mereka.

Nilai sebenar wanita dalam Islam amat bertentangan dengan apa yang diperjuangkan oleh wanita Barat.

Nilai wanita bukan terletak pada fesyen pakaiannya yang menonjol,

berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya, tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan,

rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.

Saudariku Muslimah berjilbablah !!

Saudariku,engkau bukan Siti kotijah,engkau bukan Aisyah dan engkau juga bukan

Fatimah,tapi engkau manusia akhir zaman yang penuh dengan rona kehidupan,,,,ramai yang

di ramaikan oleh budaya orang-orang kafir.

Saudariku,hidup akhir zaman jika tidak hati-hati dan berpegang teguh pada al-Quran dan

Hadist niscaya engkau akan tergelincir dan nafsumu akan engkau jadikan gurumu,,,,
sungguh kehidupan akhir zaman modern sangat mengkhawatirkan....yang kafir bisa jadi

manusia beriman,yang beriman bisa jadi kufur dan yang kufur bisa jadi kafir....

Banyak kita jumpai saudari-saudari muslimah banyak yang kafir/ingkar akan ayat-ayat

Alloh,apakah engkau ingin jadi seperti mereka yang ingkar ??sedangkan engkau sangat

paham bahwa ingkar dengan Alloh berarti neraka balasannya kelak....

Saudariku,sadarilah hijab itu perintah Alloh .Dzat yang menciptakan manusia,Dzat yang

melukis wajah ayu mu,wajah cantik dan menarik,tapi Alloh menciptakan engkau tidak untuk

mengingkarinya....
Sadarkah engkau hidup dari siapa?
Engkau hadir di dunia untuk apa?
Dan kemana engkau kembali?

Memang engkau bukan istri Nabi atau puteri Nabi yang taat akan semua perintah Alloh dan

Rosul-Nya,sebelum datang penyesalan hijabilah dirimu dari sekarang saudariku.
Akhir zaman ada segelintir manusia yang berhijab masih melakukan maksiat,tapi apakah itu

menjadikan engkau alasan enggan berhijab??engkau salah jika melihat mereka yang berbuat

maksiat,mereka juga manusia biasa,perbuatan baik dan buruk itu dari hati bukan dari

manusianya.

Iman itu dari hati,tapi jika tidak di usahakan maka iman tak akan datang,dan semua itu

perlu di usahakan dan berharap agar nur hidayah dimasukkan ke dalam hati,,,engkau tidak

pantas bercermin dan buat alasan enggan berhijab dengan berkata"NANTI AJA PAKAI

JILBAB/HIJAB SESUAI SYARIAT,AKU BELUM SIAP,LAGIAN BANYAK YANG BERJILBAB TAPI MASIH

BERBUAT MAKSIAT"...

Sungguh sangat naif engkau berfikir begitu,sekiranya hati manusia bisa di rubah sesukamu

maka engkau pantas berkata begitu,hati manusia Alloh yang mengendalikan

saudariku.INGATLAH HIDUPMU SESAAT,BISA JADI ENGKAU BELUM SEMPAT MEMAKAI HIJAB ,AJALMU

SUDAH MENJEMPUT...SADARLAH!!!

Saudariku,jika boleh bertanya ,siapakah yang engkau teladani dalam penampilanmu??
Istri-istri Nabi,Putri Nabi,para wanita mujahidah,wanita sholehah???
Ataukah orang-orang kafir yang sudah di janjikan neraka oleh Alloh yang engkau ikuti??
Apakah para wanita istri-istri Nabi,wanita mujahidah,wanita sholehah memamerkan

auratnya?berbangga dengan wajah cantik,rambut lurus terurai,kulit halus mulus,dada

montok??
Apakah seperti itu??Tidak,mereka sangat taat kepada Alloh dan Rosulnya...
Lalu siapa yang ebgkau ikuti saudariku ??siapa yang engkau tiru penampilan seperti itu??
Tidak malukah engkau pada Alloh??tidak malukah kepada Nabi Muhammad??SADARLAH WAHAI SAUDARIKU..!!!
Jika terdapat perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampunan sedang kepada saudara/i fillah sekalian kami memohon maaf.

Keindahan Wanita Sholehah

Mungkin kita pernah menjumpai wanita yang berparas cantik namun bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah, sehingga mereka cenderung meresahkan hatimu, memporak-porandakan rumah tangga dan anak-anakmu hingga terbentuklah rumah tangga yang jahil, tidak bermoral lagi tidak bersyari’at. Dan ada pula wanita sholehah yang berparas biasa saja sedang kamu memperolehnya, gerangan dirinya niscaya itulah yang lebih baik bagimu, sedang ia amatlah menentramkan hatimu, memperindah segala yang buruk lagi senantiasa memberi kemaslahatan dalam kehidupan rumah tanggamu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda kepada Umar ibnul Khaththab Radhiallahu‘anhu: "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya".(HR. Abu Dawud no. 1417) Ingatlah .. bahwasanya kebaikanmu akan membaikkan dirinya, sedang kebaikannya akan membaikkan dirimu jua. Jikalaulah engkau hendak memperoleh Istri sholehah seperti yang engkau impikan, maka berbaik-baiklah kamu dengan sekalian gerangan atas dirimu, baik akhlak, aqidah, kesucian lagi kemuliaanmu, Insya ALLAH niscaya engkau akan memperoleh apa-apa yang engkau kehendaki dari sisi ALLAH. Dan jikalaupun engkau adalah seorang laki-laki yang sholeh dan beroleh istri yang jahil maka janganlah engkau mencercanya, barang kali ALLAH hendak mensucikan dirinya besertamu hingga ia berbaik-baik diri dalam hal akhlak, aqidah lagi keimanannya disisimu. ALLAH mengetahui apa-apa yang ada pada geranganmu sedang kamu tiada mengetahui atas apa-apa yang ada pada gerangan ALLAH dengan sekalian barang kehendak-Nya yang mulia. Dan ingatlah. bahwasanya ALLAH Subhana wa Ta’ala Berfirman : "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)". An-Nuur : 26 Maka percayalah wahai saudaraku, bahwasanya jika engkau adalah seorang yang baik, niscaya engkau akan beroleh istri yang baik pula, sedang bagimu wahai saudariku,jika engkau adalah seorang yang baik niscaya laki-laki yang baik pulalah yang selayaknya bagimu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jahil (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit"” (HR. Ibnu Hibban) Namun demikian di antara hatimu wahai para saudaraku, adalah lebih menyukai untuk terperdaya akan kecantikan wajah-wajah mereka sedang engkau lebih cenderung bergelut dengan hawa nafsumu yang buta lagi tiada mengetahui. Sekali-kali janganlah demikian, melainkan ambillah ia karena baiknya dirimu yang ingin membaikkannya disisimu. Sesungguhnya sebaik-baik rupa atas mereka adalah seburuk-buruk tipu daya syaitan bagimu yang hendak menyesatkanmu sedang kamu tiada mengetahui. Alangkah betapa beruntungnya kamu wahai para saudaraku yang beroleh istri shalehah, sedang ia menentramkan hatimu, menjaga lisannya dari aib-aibmu, sedang ia menjaga kesucian dirinya lagi rumah tanggamu, dan jika engkau memberinya perintah niscaya dia mentaatinya. Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah: Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu,ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya.Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannyaia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” Maka wahai saudaraku, walau gerangan dirinya hanya 1 di antara seribu.Seumpama mutiara didasar laut maka selamilah ia niscaya keindahan cahayanya akan memancar lagi menerangi dirimu walau engkau belum hampir lagi memperoleh akan gerangan dirinya. Hingga mutiara itu akan menjadikan indah hatimu lagi rumah tanggamu, inilah suatu keindahan abadi bukan hanya didunia, melainkan di negeri akhirat kelak. maka saudaraku....maukah engkau beroleh keindahan itu?? Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam : Dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah"” (HR. Muslim no. 1467) Jika terdapat perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampunan sedang kepada saudara fillah sekalian kami memohon maaf. Jazzakumullahu Khairaan katsiron.. ▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂ Take a little time to think it. Menanam padi tumbuh padi , menanam jagung tumbuh jagung. Menyebar racun menyemai racun.. Berbalas bukan...? demikian juga kepada istrimu dan orang sekitarmu.

Hadist Cinta

Sesungguhnya seorang muslim apabila bertamu ke tempat saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa2 keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut”

Allah Subhanahu wata'ala berfirman, ” Pasti akan mendapat cintaKu orang-orang yang cinta-mencintai karena Aku, saling kunjung-mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku.” (Hadits Qudsi).

Begitu banyak peluang yang Allah berikan, yang Rasulullah tunjukkan, untuk menjadi mulia dengan cinta. Bukan menjadi mulia dengan cinta. Bukan menjadi terhina dan terpuruk, karenanya.

Wasiat Ibu Kepada Putrinya Yang Akan menikah

Al-'Abaas bin Khoolid As-Sahmi berkata :
"Tatkala 'Amr bin Hajr mendatangi 'Auf bin Mahlam As-Syaibaani untuk melamar putrinya yaitu Ummu Iyaas, maka 'Auf berkata, "Aku akan menikahkan putriku kepadamu dengan syarat aku yang akan memberi nama putra-putranya dan aku yang akan menikahkan putri-putrinya kelak". Maka 'Amr bin Hajr berkata, Adapun putra-putra kami maka kami menamakan mereka dengan nama-nama kami dan nama-nama bapak-bapak kami dan nama-nama paman-paman kami. Adapun putri-putri kami maka yagn akan menikahi mereka adalah yang setara dengan mereka dari kalangan kerajaan, akan tetapi aku akan memberikan kepadanya mahar sebuah bangunan di Kindah, dan aku akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kaumnya, tidak seorangpun dari mereka yang akan ditolak hajatnya". Maka sang ayah ('Auf) pun menerima mahar tersebut lalu menikahkan 'Amr dengan putrinya Ummu Iyaas.



Tatkala 'Amar akan membawa sang putri maka datanglah sang ibu menasehati empat mata kepada sang putri seraya berkata:

أَيْ بُنَيَّةِ، إِنَّكِ فَارَقْتِ بَيْتَكِ الَّذِي مِنْهُ خَرَجْتِ، وَعَشِّكِ الَّذِي فِيْهِ دَرَجْتِ، إِلَى رَجُلٍ لَمْ تَعْرِفِيْهِ، وَقَرِيْنٍ لَمْ تَأْلَفِيْهِ، فَكُوْنِي لَهُ أَمَةً يَكُنْ لَكِ عَبْدًا، وَاحْفَظِي لَهُ خِصَالاً عَشْراً يَكُنْ لَكِ ذُخْرَا

"Wahai putriku, sesungguhnya engkau telah meninggalkan rumahmu -yang di situlah engkau dilahirkan dan sarangmu tempat engkau tumbuh- kepada seorang lelaki asing yang engkau tidak mengenalnya dan teman (*hidup baru) yang engkau tidak terbiasa dengannya. Maka jadilah engkau seorang budak wanita baginya maka niscaya ia akan menjadi budak lelakimu. Hendaknya engkau memperhatikan dan menjaga 10 perkara untuknya maka niscaya akan menjadi modal dan simpananmu kelak.

أَمَّا الْأُوْلَى وَالثَّانِيَةُ: فَالْخُشُوْعُ لَهُ بِالْقَنَاعَةِ، وَحُسْنِ السَّمْعِ لَهُ وَالطَّاعَةِ

"Adapun perkara yang pertama dan kedua adalah (1) Tunduk kepadanya dengan sifat qonaah, serta (2) mendengar dan taat dengan baik kepadanya"

وَأَّمَّا الثَّالِثَةُ وَالرَّابِعَةُ: فَالتَّفَقُّدُ لِمَوْضِعِ عَيْنِهِ وَأَنْفِهِ، فَلاَ تَقَعُ عَيْنُهُ مِنْكِ عَلَى قَبِيْحٍ، وَلاَ يَشُمُّ مِنْكِ إِلاَّ أَطْيَبَ رِيْحٍ

"Adapun perkara yang ketiga dan keempat yaitu engkau memperhatikan pandangan dan ciumannya, maka (3) jangan sampai matanya melihat sesuatu yang buruk dari dirimu dan (4) jangan sampai ia mencium darimu kecuali bau yang terharum"

وَأَمَّا الْخَامِسَةُ وَالسَّادِسَةُ: فَالتَّفَقُّدُ لِوَقْتِ مَنَامِهِ وَطَعَامِهِ، فَإِنَّ حَرَارَةُ الْجُوْعِ مُلْهِبَةٌ، وَتَنْغِيْصَ النَّوْمِ مُغْضِبَةٌ

"Adapun perkara yang kelima dan keenam adalah (5 & 6) memperhatikan waktu tidurnya dan makannya, karena panasnya lapar itu membakar dan kurangnya tidur menimbulkan kemarahan"

وَأَمَّا السَّابِعَةُ وَالثَّامِنَةُ: فَالاِحْتِفَاظُ بِمَالِهِ، وَالْإِرْعَاءُ عَلَى حَشْمِهِ وَعِيَالِهِ، وَمِلاَكُ الْأَمْرِ فِي الْمَالِ حُسْنُ التَّقْدِيْرِ، وَفِي الْعِيَالِ حُسْنُ التَّدْبِيْرِ

"Adapun perkara ketujuh dan kedelapan ; (7) menjaga hartanya dan (8) perhatian terhadap kerabatnya dan anak-anaknya. Dan kunci pengurusan harta adalah penempatan harta sesuai ukurannya dan kunci perhatian anak-anak adalah bagusnya pengaturan"

وَأَمَّا التَّاسِعَةُ وَالْعَاشِرَةُ: فَلاَ تَعْصِنَّ لَهُ أَمْرًا وَلاَ تَفْشِنَّ لَهُ سِرًّا، فَإِنَّكِ إِنْ خَالَفْتِ أَمْرَهُ أَوْغَرْتِ صَدْرَهُ، وَإِنْ أَفْشَيْتِ سِرَّهُ لَمْ تَأْمَنِي غَدْرَهُ

"Adapun perkara yang kesembilan dan kesepuluh adalah (9) janganlah sekali-kali engkau membantah perintahnya dan (10) janganlah sekali-sekali engkau menyebarkan rahasianya. Karena jika engkau menyelisihi perintahnya maka engkau akan memanaskan dadanya, dan jika engkau menyebarkan rahasianya maka engkau tidak akan aman dari pengkhianatannya"

ثُمَّ إِيَّاكِ وَالْفَرَحَ بَيْنِ يَدَيْهِ إِذَا كَانَ مُهْتَمًّا، وَالْكَآبَةَ بَيْنَ يَدَيْهِ إِذَا كَانَ فَرِحاً.

"Kemudian hati-hatilah engkau jangan sampai engkau gembira tatkala ia sedang bersedih, dan janganlah bersedih tatkala ia sedang bergembira."

Al-'Abaas bin Khoolid As-Sahmi berkata, "Maka kemudian Ummu Iyaas pun melahirkan bagi 'Amr

Untukmu Adam

Wahai Adam,

Wanita punya hati bukan untuk kau lukai
Mereka menagih cinta suci minta dikasihi


Wahai Adam,

Wanita punya keindahan bukan sekadar perhiasan
Mereka amaran dalam tingkahmu membelai iman


Wahai Adam,

Wanita punya emosi bukan untuk dimanjakan
Mereka membawa maruah untuk kau pertahankan


Wahai Adam,

Wanita punya jasad bukan pelempias nafsumu
Mereka aset mulia demi menjaga nasabmu


Wahai Adam,

Wanita punya tingkah bukan untuk kau takuti
Mereka dilengkapi jiwa selayaknya kau hormati


Wahai Adam,

Wanita punya hidup bukan untuk disia-sia Mereka itu lapangan permai bagimu menabur jasa

Wahai Adam, Jika engkau penyambung warisan junjungan Baginda, pimpinlah wanitamu dijalan hasanah mengharap redha-Nya.

MENGGAPAI KEHIDUPAN PENUH BERKAH

SECARA etimologi berkah artinya adalah bertambahnya nilai sesuatu atau berkembangnya harga sesuatu barang. Seperti contoh-contoh berikut ini:

۞ Keberkahan pada harta berarti bertambahnya harta, baik dari segi jumlahnya maupun dari segi nilai kemanfaatan dari harta itu sendiri.

۞ Keberkahan sebuah rumah berarti bertambah luasnya rumah itu dalam arti yang sebenarnya, juga dari sisi lain yaitu kondisi rumah itu menjadi lebih lapang, tenang dan tentram sehingga membawa rasa damai orang-orang yang berada di dalamnya.

۞ Keberkahan pada keluarga yaitu bertambahnya rasa saling kasih sayang, pengertian serta memahami sehingga membawa kelanggengan keluarga tersebut.

Diantara beberapa hal yang dapat menyebabkan datangnya keberkahan yaitu:

1. AL QUR’AN

Karena Allah mensifatinya dengan keberkahan sebagaimana termaktub dalam firmanNya:

♥ ♥ ♥ ♥ "Dan ini (al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi, membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya." (Al An’aam: 92)


2. KETAKWAAN DAN KEIMANAN

Tidak diragukan lagi bahwa kedua hal tersebut termasuk perkara yang dapat mendatangkan keberkahan, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

♥ ♥ ♥ ♥ "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (Al ‘Araaf: 96)


3. MENGUCAPKAN LAFADZ BISMILLAH PADA PERMULAAN AMAL PERBUATAN

Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam:

♥ ♥ ♥ ♥ "Jikalau salah seorang diantara kalian masuk ke dalam rumahnya dengan menyebut nama Allah dan juga ketika memulai makan, maka syaithan berkata aku tidak akan tinggal dan makan malam di sini, dan jikalau ia tidak menyebut nama Allah ketika memasuki rumahnya maka syaithan berkata aku akan tinggal, dan jikalau memulai makan tanpa dimulai dengan menyebut nama Allah maka syaithan tadi akan berkata aku akan tinggal dan makan di sini." (Shahih Kalimut Thayib no. 46)


4. BERKUMPUL DI MEJA MAKAN DAN MAKAN BERSAMA-SAMA

Karena berkah akan meliputi makanan yang dimakan secara bersama-sama. Rasulullah bersabda:

♥ ♥ ♥ ♥ "Makanan berdua cukup untuk bertiga, dan makanan bertiga cukup untuk berempat." (Shahih Targhib wa Tarhib no. 2129)


5. MAKAN SAHUR

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

♥ ♥ ♥ ♥ "…. karena dalam makan sahur itu ada keberkahan." (HR. Bukhari Muslim)

Yang dimaksud keberkahan di sini adalah pahala dan ganjaran, karena mereka melaksanakan puasa dan ketakwaan dalam rangka melaksanakan ketaatan kepada Allah.


6. AIR ZAM-ZAM

Air zam-zam merupakan mata air yang penuh dengan keberkahan, bahkan sampai-sampai Rasululloh mengatakan:

♥ ♥ ♥ ♥ "Semoga Allah merahmati ibu Ismail yang jikalau ditinggalkan air zam-zam tersebut atau dikatakan jikalau tidak ditampung niscaya akan menjadi mata air yang luas." (Shahih Jami’ no 8079)


7. MINYAK ZAITUN DAN POHON ZAITUN

Zaitun adalah pohon yang penuh berkah dan hal ini telah disifatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al Qur’an surah an-Nur ayat 35:

♥ ♥ ♥ ♥ "Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api."


8. MALAM LAILATUL QADAR

Malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Maka hendaknya kita menegakkan ibadah serta berdzikir mengingat Allah pada malam tersebut, karena Allah telah berfirman:

♥ ♥ ♥ ♥ "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (Ad dukhan: 3)


9. HARI RAYA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA

Ketika manusia memulai dengan melaksanakan shalat ‘ied mengucap syukur padaNya atas limpahan rahmatNya dan juga limpahan berkah kepada kita semua atas nikmat dan juga tambahan karuniaNya. Oleh sebab itulah berkata Ummu Athiyah:

♥ ♥ ♥ ♥ "Kita diperintahkan untuk keluar rumah pada hari raya ‘ied, sehingga keluar gadis-gadis dari pingitannya, demikian pula orang-orang yang dalam keadaan haidh di belakang manusia untuk bertakbir sebagaimana mereka bertakbir, dan berdoa sebagaimana mereka berdoa, mereka mengharapkan keberkahan hari itu dan kesuciannya." (Shahih Bukhari)

10. MAKAN DARI MAKANAN YANG HALAL

Yaitu makan dari makanan yang baik, makanan yang diberkahi Allah`azza wa jalla . Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasululloh:

♥ ♥ ♥ ♥ "Wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik dan tidaklah menerima kecuali yang baik-baik saja." (Shahihul Jami’ no. 2744)

Maka harta yang haram tidaklah mendapat keberkahan dari Allah dan tidak kembali kepada pemiliknya melainkan dengan kefakiran dan juga kekurangan.

11. BANYAK-BANYAK MENGUCAP SYUKUR

Hal ini jelas sekali dinyatakan dalam firmanNya:

♥ ♥ ♥ ♥ "Jikalau kalian bersyukur niscaya aku tambah rezkiKu padamu." (Ibrahim: 7)

Yang dimaksud di sini adalah tambahan dalam segala hal baik itu harta benda, kesehatan, umur dan nikmat-nikmat yang lain yang Allah berikan tanpa bisa dihitung dan juga dibilang.

12. SEDEKAH

Yang Allah akan lipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat ganjarannya. Tidak diragukan lagi bahwa Allah memberi keberkahan pada harta seseorang dan melipatgandakannya, hal ini sebagaimana firmanNya:

♥ ♥ ♥ ♥ "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Di tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Al Baqarah: 261)

13. BERBUAT KEBAJIKAN DAN MENYAMBUNG TALI SILATURRAHMI

Hal ini sebagaimana yang diberitakan oleh Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam :

♥ ♥ ♥ ♥ "… dan menyambung tali silaturrahmi dan akhlak yang baik akan dapat memakmurkan rumah tangga dan juga menambah usia." (Shahih Targhib wa Tarhib no. 2524)

14. BERSEGERA

Yakni dengan bangun segera dan memulai amal perbuatannya di pagi hari, karena nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

♥ ♥ ♥ ♥ "Berkahilah umatku yang bangun pada permulaan pagi." (Shahihul jami no. 2841)

Dan sebagaimana yang disebutkan bahwa salah satu sebab kesuksesan seseorang setelah hidayah dari Allah yaitu mereka yang memulai pekerjaannya di permulaan hari (di pagi hari).

15. PERNIKAHAN

Pernikahan merupakan salah satu penyebab datangnya berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala . Sebagian dari salafush shalih bersegera dalam pernikahan mereka, salah satu penyebabnya adalah agar mereka mendapatkan apa yang Allah janjikan dari pernikahan itu dari harta yang melimpah dan rezki, karena mereka memahami hal tersebut dari firmanNya:

♥ ♥ ♥ ♥ "dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka." (Al An’aam: 151)

16. PERENCANAAN

Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada nabiNya akan kemenangan yang terdahulu dan juga kabar gembira baginya, maka bagaimana mungkin setelah ini bagi siapa saja tidak melakukan perencanaan dan persiapan dengan anggapan bahwa sesungguhnya berkah itu akan memudahkan perkara-perkara dalam kehidupan kita?. Untuk itu kita perlu mempersiapkan dan merencanakan masa depan dan setelah itu hendaknya kita pasrahkan kepada Allah dan memohon padaNya akan keberkahan pada seluruh amal yang kita perbuat.

Emas dan Sutera Asli Haram Untuk Orang Laki-Laki

Kalau Islam telah memberikan perkenan bahkan menyerukan kepada umatnya supaya berhias dan menentang keras kepada siapa yang mengharamkannya, iaitu seperti yang dikatakan Allah dalam al-Quran:

“Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang telah dikeluarkan untuk hambaNya dan begitu juga rezeki-rezeki yang baik (halal)?” (al-A’raf: 32)

Maka dibalik itu Islam telah mengharamkan kepada orang laki-laki dua macam perhiasan, di mana kedua perhiasan tersebut justru paling manis buat kaum wanita. Dua macam perhiasan itu ialah:

1. Berhias dengan emas.
2. Memakai kain sutera asli.

Ali bin Abu Talib r.a. berkata: “Rasulullah s.a.w. mengambil sutera, ia letakkan di sebelah kanannya, dan ia mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah kirinya, lantas ia berkata: Kedua ini haram buat orang laki-laki dari umatku.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

Tetapi Ibnu Majah menambah: “halal buat orang-orang perempuan.”

Dan Saiyidina Umar pernah juga berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah s.a. w. bersabda: ‘Jangan kamu memakai sutera, kerana barangsiapa memakai di dunia, nanti di akhirat tidak lagi memakainya.’” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan tentang masalah pakaian sutera Nabi pun pernah juga bersabda: “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang (nanti di akhirat) tidak ada sedikitpun bahagian baginya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan tentang masalah emas, Nabi s.a.w. pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, kemudian oleh Nabi dicabutnya cincin itu dan dibuang ke tanah.

Kemudian beliau bersabda: “Salah seorang diantara kamu ini sengaja mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya. Setelah Rasulullah pergi, kepada si laki-laki tersebut dikatakan: ‘Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah.’Maka jawabnya: ‘Tidak! Demi Allah, saya tidak mengambil cincin yang telah dibuang oleh Rasulullah.’” (Riwayat Muslim)

Dan seperti cincin, menurut apa yang kami saksikan di kalangan orang-orang kaya, iaitu mereka memakai pena emas, jam emas, gelang emas, kaling rokok emas, mulut (gigi) emas dan seterusnya.

Adapun memakai cincin perak, buat orang laki-laki jelas telah dihalalkan oleh Rasulullah s.a.w., sebagaimana tersebut dalam hadis riwayat Bukhari, bahawa Rasulullah sendiri memakai cicin perak, yang kemudian cincin itu pindah ke tangan Abu Bakar, kemudian pindah ke tangan Umar dan terakhir pindah ke tangan Usman sehingga akhirnya jatuh ke sumur Aris (di Quba’) [13].

Tentang logam-logam yang lain seperti besi dan sebagainya tidak ada satupun nas yang mengharamkannya, bahkan yang ada adalah sebaliknya, iaitu Rasulullah s.a.w. pernah menyuruh kepada seorang laki-laki yang hendak kawin dengan sabdanya: “Berilah (si perempuan itu) mas kawin, walaupun dengan satu cincin dari besi.” (Riwayat Bukhari)

Dari hadis inilah, maka Imam Bukhari beristidlal untuk menetapkan halalnya memakai cincin besi.

Memakai pakaian sutera dapat diberikan keringanan (rukhshah) apabila ada suatu keperluan yang berhubungan dengan masalah kesihatan, iaitu sebagaimana Rasulullah pernah mengizinkan Abdur-Rahman bin ‘Auf dan az-Zubair bin Awwam untuk memakai sutera kerana ada luka di bahagian badannya.

sumber : tausiyah in tilawatun

Fadhilah Sholawat

Sholawat Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam
=>Fadhilat & Khasiatnya

Pengertian Sholawat

Sholawat adalah jamak dari kalimat solat . Sholawat menurut bahasa ertinya ialah doa , rahmat dari Allah,memberi berkah dan ibadat .

Dalam kitab suci Al-Quran Allah berfirman yang bermaksud “ Sesungguhnya Allah dan para malaikat-nya sholawat kepada Nabi . Hai orang² yang beriman bersholawatlah kamu kepadanya dan ucaplah salam penghormatan kepadanya .” ( Surah Al-Ahzab:ayat 56 )

Sholawat kepada nabi terdiri dari tiga macam tingkatan :

1. Sholawat Allah kepada Nabi dan Rasulnya , istimewa kepada Nabi Muhammad SHollallohu Alaihi wa-Sallam. bererti Allah memberi rahmat , memuji dan melahirkan keutamaan serta mendekatkan Nabi Muhammad SHollallohu Alaihi wa-Sallam kepadanya .

2. Sholawat para Malaikat kepada para Nabi dan Rasul dan Nabi Muhammad SHollallohu Alaihi wa-Sallam , bererti malaikat² mendoakan atau memohon rahmat kemuliaan serta keampunan .

3. Sholawat manusia kepada Nabi Muhammad SHollallohu Alaihi wa-Sallam , bererti mengakui kerasulannya , memohon kepada Allah melahirkan keutamaan , kemuliaan dan mengakui serta mengikuti kebenaran ajaran yang dibawanya .

Hukum Membaca Sholawat ke atas Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam

Para ulama telah memberi berbagai pendapat tentang hukum membaca sholawat ke atas Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam diantaranya :

1. Imam Syafi'i mengatakan , sholawat itu wajib dibacakan dalam tasyahud akhir, iaitu di antara tasyahud (tahiyyat) dan salam .

2. Imam Asy-Sya’bi berpendapat, sholawat wajib dibaca dalam sholat dalam kedua-dua tasyhud awal dan akhir .

3. Abu Jaafar Al-Baqir mengatakan , sholawat wajib dibaca di dalam solat sama ada dlm tasyahud awal atau akhir .

4. Abu Bakar ibnu Al-Baqir berpendapat , sholawat wajib dibaca tanpa mengira bilangannya .

5. Abu Bakar Ar-Razi & Ibnu Hazmin berpendapat , bersholawat wajib dalam seumur hidup walaupun hanya sekali .

6. At-Thahawi berpendapat , sholawat wajib apabila seseorang mendengar orang menyebut nama Nabi Muhammad SHollallohu Alaihi wa-Sallam

7. Az-Zamakhsyari berpendapat , sholawat wajib dibaca pada tiap² sesuatu majlis .

8. Ibnu Jarir At-Thabari berpendapat , bersholawat kepada Nabi adalah suatu pekerjaan yang disukai sahaja .

9. Ibnu Qashshar berpendapat , bersholawat kpd Nabi adalah suatu ibadah wajib .

Kesimpulannya : Membaca sholawat ke atas Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam adalah suatu amaliah dan ibadah yang terpuji yang amat disukai Allah dan para malaikat-Nya serta sangat dianjurkan sebagai suatu penghormatan dan memohon rahmat kepada Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam


Dalil-dalil Hadis Tentang Sholawat

1. Sabda Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam “ Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahawa Rasulullah SHollallohu Alaihi wa-Sallam bersabda : Orang yang terdekat denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.” ( Hadis Riwayat At-Trimidzi )

2. Sabda Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam : “ Bersholawat atas para Nabi Allah dan utusan-Nya sebagaimana kamu bersholawat kepadaku kerana mereka itu sama diutuskan sebagaimana aku diutus . “ (Hadis Riwayat Ahmad & Al-Khatib )

3. Sabda Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam : “ Dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah SHollallohu Alaihi wa-Sallam bersabda : Janganlah kamu jadikan kuburku sebagai tempat perayaan dan bersholawatlah kepadaku , maka sesungguhnya bacaan sholawatmu itu akan sampai kepadaku dimana sahaja kamu berada . “ ( Hadis Riwayat Abu Daud )

4. Sabda Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam : “ Tiada dari seseorang yang mengucapkan salam kepadaku melainkan Allah menerima ruhku sehingga aku menjawab salam kepadanya. “ ( Hadis Riwayat Abu Daud )

Berdasarkan dari hadist² di atas , jelas bahawa membaca sholawat kepada Nabi SHollallohu Alaihi wa-Sallam adalah suatu dari rangkaian iman dan ibadah yang wajib disempurnakan oleh kaum Muslimin dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan . Semoga dengan sentiasa bersholawat ke atas Nabi , Allah akan memberi rahmat dan keberkatan dalam kehidupan kaum Muslimin.

Zodiak

Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/Perbintangan Zodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan.
Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces).
Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak. Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.

Ramalan Bintang Adalah Sihir

Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan sanad hasan).

Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut.
Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Qs. Al Baqarah: 102)

Ramalan Bintang = Mengetahui Hal yang Gaib

Seseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib. Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman yang artinya: Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs. An Naml: 65).

Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmanNya yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati.

Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34).

Klaim bahwa ada yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari islam.

Ramalan Bintang = Ramalan Dukun

Setiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum dan lain-lain. (Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Ust Abu Isa Hafizhohullah) Oleh karena itu, ramalan yang didapatkan melalui zodiak sama saja dengan ramalan dukun. Hukum membaca ramalan bintang disamakan dengan hukum mendatangi dukun. (Kesimpulan dari penjelasan Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dalam kitab At-Tamhid).

Hukum Membaca Ramalan Bintang

Orang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu di majalah, koran, website, melihat di TV ataupun mendengarnya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang yang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:

Jika ia membaca zodiak, meskipun ia tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)

Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramalan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam.
Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).

Jika ia membaca zodiak dengan tujuan untuk dibantah, dijelaskan dan diingkari tentang kesyirikannya, maka hukumnya terkadang dituntut bahkan wajib. (disarikan dari kitabTamhid karya Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dan Qaulul Mufid karya Syeikh Utsaimin dengan sedikit perubahan).

Shio, Fengshui, dan Kartu Tarot

Di zaman modern sekarang ini tidak hanya zodiak yang digunakan sebagai sarana untuk meramal nasib. Seiring dengan berkembangnya zaman, ramalan-ramalan nasib dalam bentuk lain yang berasal dari luar pun mulai masuk ke dalam Indonesia. Di antara ramalan-ramalan modern impor lainnya yang berkembang dan marak di Indonesia adalah Shio, Fengshui (keduanya berasal dari Cina) dan kartu Tarot (yang berasal dari Italia dan masih sangat populer di Eropa). Kesemua hal ini hukumnya sama dengan ramalan zodiak.

Nasib Baik dan Nasib Buruk

Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, jika ukhti renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan terhindar dari nasib yang buruk. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita cam dan yakinkan di dalam hati-hati kita, bahwa segala hal yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Nabi bersabda "Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi"” (HR. Muslim).

Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah.
Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3).
Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk.
Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216).

Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya.

Penulis: Abu ‘Uzair Boris Tanesia
Muroja’ah: Ust Ahmad Daniel.

Nasehat Untukmu Wahai Muslimah

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Malam ini ada gelisah yang menyusup kedalam jiwaku.
Kami tulis suratan hati ini disaat hati kami kalut dan resah melihat keaadaanmu.

Bagaimana tidak iba jika setiap hari aku lihat saudari''mu ditelanjangi auratnya ?

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Bagaimana tidak resah jika tiap waktu slalu kudengar saudari-saudarimu di
nodai kehormatannya .bagaimana diri ini tak bersedih menagis bahwa sebenarnya pasukan setan itu menggiring mereka ke lembah–lembah jahannam di balik ketertawaan dan kemasyhuran yang sebenarnya adalah tipuan.

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Tidak tahukah dirimu bahwa ada bening yg menetes hangat membasahi dua pipi ini saat melihat keadaanmu ? Akan tetapi seolah dirimu tak pernah mengerti arti sebuah air mata dari seseorang yang mengharapkan kejayan harga dirimu dlm menopang panji islami bagi dien ini.

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Kutulis suratan hati ini sebagai nasihat uintukmu karena ALLOH semata.
Kugores saat mulut ini tak sanggup lagi bicara karena saudari''mu yang tertipu
dengan kesengan Dunia yang fana ini "mengumbarkan Aurat-nya" ..

Seakan mreka tak pernah bersedih & justru bangga menumpuk dosa stiap harinya.

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Kutulis suratan hati ini saat nuraniku menjerit dan berteriak kesakitan melihat Harga dirimu diinjak–injak oleh Anjing–anjing durjana yg setiap saat mengintaimu.
Mereka menyembuyikan semua itu padahal hati mereka penuh dengan makar dan tipuan bejat mereka.Mereka menyembunyikan kebuasan nafsunya di balik kata-kata cinta manis dan menawan.apa jadinya dirimu ..Naudzubillah ...

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ... yang ku CINTAI karena ALLOH
Tdk smpaikah kbr yg benar dari langit akn kbanyakan penghuni neraka adlh wanita.
Belum datangkah kepadamu akan nasihat dari Al-Qur'an dan SUNNAH tentang orang-orang dari kalangan wanita yang di haramkan ALLOH mencium bau Jannah?

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Sampai disini aku tak megerti apakah kata–kata ini menembus kerelung hati mu.

Hingga Mbuat dirimu sudi merenung sejenak tuk memperbaiki diri menjadi sesosok muslimah sejati ? Muslimah sejati yang hidupnya bahagia dengan suami setia tercinta hingga di Jannah ...Dan muslimah sejati yang hidupnya Mulia dengan menutup auratnya .Subhanallah ...Alhamdulillah ...Allohu Akbar ..


*******************

Hukum Syar’i Bisnis Multi Level Marketing(MLM)

Hukum Syar’i Bisnis Multi Level Marketing(MLM)
Oleh : Ahmad Sabiq bin Abdul Latif Abu Yusuf

Ditengah kelesuan dan keterpurukan
ekonomi nasional, datanglah sebuah sistem
bisnis yang banyak menjanjikan dan
keberhasilan serta menawarkan kekayaan
dalam waktu singkat. Sistem ini kemudian
dikenal dengan istilah Multi Level Marketing
(MLM) atau Networking Marketing. Banyak
orang yang bergabung kedalamnya, baik dari
kalangan orang-orang awam ataupun dari
kalangan penuntut ilmu, bahkan dari berita
yang sampai kepada kami ada sebagian
pondok pesantren yang mengembangkan
sistem ini untuk pengembangan usaha
pesantren.

Pertanyaan yang kemudian
muncul, apakah bisnis dengan model
semacam ini diperbolehkan secara syar’i
ataukah tidak ? Sebuah permasalahan yang
tidak mudah untuk menjawabnya, karena ini
adalah masalah aktual yang belum pernah
disebutkan secara langsung dalam litelatur
para ulama’ kita. Namun alhadulillah Allah
telah menyempurnakan syari’at islam ini
untuk bisa menjawab semua permasalahan
yang akan terjadi sampai besok hari kiamat
dengan berbagai nash dan kaedah-kaedah
umum tentang masalah bisnis dan ekonomi.
Oleh karena itu dengan memohon petunjuk
pada Allah, semoga tatkala tangan ini
menulis dan akal berfikir, semoga Allah
mencurahkan cahaya kebenaran-Nya dan
menjauhkan dari segala tipu daya syaithan.
Wallahul Muwaffiq.

Kaedah Penting Bagi Pelaku Bisnis
Ada dua kaedah yang sangat penting untuk
bisa memahami hampir seluruh
permasalahan yang berhubungan dengan
hukum islam, sebagaimana dikatakan Ibnul
Qayyim Rahimahullah “Pada dasarnya semua
ibadah hukumnya haram kecuali kalau ada
dalil yang memerintahkannya, sedangkan
asal dari hukum transaksi dan mu’amalah
adalah halal kecuali kalau ada dalil yang
melarangnya”. (Lihat I’lamul Muwaqi’in
1/344).

Dalil ibadah adalah sabda Rasulullah
shalallahu ‘alahi wasallam :
“Dari ‘Aisyah radhiallahu anha berkata :
“Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam
bersabda: Barangsiapa yang mengamalkan
sesuatu yang tidak ada contohnya dari kami,
maka akan tertolak “(HR. Muslim)
Adapun dalil masalam mu’amalah adalah
firman Allah Ta’ala:
Dia-lah Allah yang telah menjadikan segala
yang ada dibumi untuk kamu” (QS. Al-
Baqarah: 29)
(Lihat Ilmu Suhul Al-Bida’ oleh Syaikh Ali
Hasan Al-Halabi, Al-Qawa’id al-Fiqhiyah oleh
Syaikh As-Sa’di hal:58)
Oleh karena itu apaun nama dan model
bisnis tersebut pada dasarnya dihukumi
halal selagi dilakukan atas dasar sukarela
dan tidak mengandung salah satu unsur
keharaman, sebagaimana firman Allah
Ta’ala:
“Dan Allah menghalalkan jual beli dan
mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275)
Juga firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang bathil, kecuali dengan
perniagaan yang berlaku atas dasar suka
sama suka diantara kamu”. (QS. An-Nisaa:
29)
Adapun hal-hal yang bisa membuat sebuah
transaksi bisnis menjadi haram adalah :

1. Riba
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu
berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi
wasallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh
puluh tiga pintu yang paling ringan adalah
semacam dosa seseorang yang berzina
dengan ibunya sendiri” (HR. Ahmad
15/69/230, lihat Shahihul Jami 3375)

2. Ghoror
(Adanya Spekulasi yang tinggi) dan jahalah
(adanya sesuatu yang tidak jelas).
“Dari Abu Hurairah radhiallhu anhu berkata :
“Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam
melarang jual beli ghoror”. (HR. Muslim
1513)

3. Penipuan
Dari Abu Hurairah radhiallhu anhu berkata:
“Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam
melewati seseorang yang menjual makanan,
maka beliau memasukkan tangannya pada
makanan tersebut, ternyata beliau tertipu.
Maka beliau bersabda: “Bukan termasuk
golongan kami orang yang menipu”. (HR.
Muslim 1/99/102, Abu Dawud 3435, Ibnu
Majah 2224)

4. Perjudian atau adu nasib
Firman Allah Ta’ala:
“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya
meminum khamr, berjudi, berkorban untuk
berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan
syaithan maka jauhilah.” (QS. Al-Maaidah:
90)

5. Kedhaliman
Sebagaimana firman Allah:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang bathil…” (QS. An-
Nisaa:29)

6. Yang dijual adalah barang haram
Dari Ibnu ‘Abbas radhiallhu anhuma
berkata :”Rasulullah shalallahu ‘alahi
wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah
apabila mengharamkan atas suatu kaum
untuk memakan sesuatu, maka Dia pasti
mengharamkan harganya”. (HR. Abu dawud
3477, Baihaqi 6/12 dengan sanad shahih)
(Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah, Zadul Ma’ad Imam Ibnul Qayyim
5/746, Taudlihul Ahkam Syaikh Abdullah Al-
Bassam 2/233, Ar-Roudloh An-Nadiyah
2/345, Al-Wajiz Syaikh Abdul Adlim al-Badawi
hal:332).

Sekilas Tentang MLM=>

Pengertian MLM
Secara umum Multi Level Marketing adalah
suatu metode bisnis alternatif yang
berhubungan dengan pemasaran dan
distribusi yang dilakukan melalui banyak
level (tingkatan), yang biasa dikenal dengan
istilah Upline (tingkat atas) dan Downline
(tingakt bawah), orang akan disebut Upline
jika mempunyai Downline. Inti dari bisnis
MLM ini digerakkan dengan jaringan ini, baik
yang bersifat vertikal atas bawah maupun
horizontal kiri kanan ataupun gabungan
antara keduanya. (Lihat All About MLM oleh
Benny Santoso hal: 28, Hukum Syara MLM
oleh hafidl Abdur Rohman, MA)
Kilas Balik Sejarah MLM
Akar dari MLM tidak bisa dilepaskan dari
berdirinya Amway Corporation dan
produknya nutrilite yang berupa makanan
suplemen bagi diet agar tetap sehat. Konsep
ini dimulai pada tahun 1930 oleh Carl
Rehnborg, seorang pengusaha Amerika yang
tinggal di Cina pada tahun 1917-1927.
Setelah 7 tahun melakukan eksperimen
akhirnya dia berhasil menemukan makanan
suplemen tersebut dan memberikan hasil
temuannya kepda teman-temannya. Tatkala
mereka ingin agar dia menjualnya pada
mereka, Rehnborg berkata “Kamu yang
menjualnya kepada teman-teman kamu dan
saya akan memberikan komisi padamu”.
Inilah praktek awal MLM yang singkat cerita
selanjutnya perusahaan Rehnborg ini yang
sudah bisa merekrut 15.000 tenaga
penjualan dari rumah kerumah dilaramg
beroperasi oleh pengadilan pada tahun
1951, karena mereka melebih-lebihkan peran
dari makanan tersebut. Yang mana hal ini
membuat Rich DeVos dan Jay Van Andel
Distributor utama produk nutrilite tersebut
yang sudah mengorganisasi lebih dari 2000
distributor mendirikan American Way
Association yang akhirnya berganti nama
menjadi Amway. (Lihat All About MLM
hal:23)

Sistem Kerja MLM=>
Secara global sistem bisnis MLM dilakukan
dengan cara menjaring calon nasabah yang
sekaligus berfungsi sebagai konsumen dan
member (anggota) dari perusahaan yang
melakukan praktek MLM. Adapun secara
terperinci bisnis MLM dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
Mula-mula pihak perusahaan berusaha
menjaring konsumen untuk menjadi
member, dengan cara mengharuskan calon
konsumen membeli paket produk
perusahaan dengan harga tertentu.
Dengan membeli paket produk perusahaan
tersebut, pihak pembeli diberi satu formulir
keanggotaan (member) dari perusahaan.
Sesudah menjadi member maka tugas
berikutnya adalah mencari member-member
baru dengan cara seperti diatas, yakni
membeli produk perusahaan dan mengisi
folmulir keanggotaan.
Para member baru juga bertugas mencari
calon member-member baru lagi dengan
cara seperti diatas yakni membeli produk
perusahaan dan mengisi folmulir
keanggotaan.
Jika member mampu menjaring member-
member yang banyak, maka ia akan
mendapat bonus dari perusahaan. Semakin
banyak member yang dapat dijaring, maka
semakin banyak pula bonus yang didapatkan
karena perusahaan merasa diuntungkan oleh
banyaknya member yang sekaligus mennjadi
konsumen paket produk perusahaan.
Dengan adanya para member baru yang
sekaligus menjadi konsumen paker produk
perusahaan, maka member yang berada
pada level pertama, kedua dan seterusnya
akan selalu mendapatkan bonus secara
estafet dari perusahaan, karena perusahaan
merasa diuntungkan dengan adanya
member-member baru tersebut.
Diantara perusahaan MLM, ada yang
melakukan kegiatan menjaring dana
masyarakat untuk menanamkan modal
diperusahaan tersebut, dengan janji akan
memberikan keuntungan sebesar hampir
100% dalam setiap bulannya. (Lihat Fiqh
Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta
hal: 285-287)
Ada beberapa perusahaan MLM lainnya yang
mana seseorang bisa menjadi membernya
tidak harus dengan menjual produk
perusahaan, namun cukup dengan
mendaftarkan diri dengan membayar uang
pendaftaran, selanjutnya dia bertugas
mencari anggota lainnya dengan cara yang
sama, semakin banyak anggota maka akan
semakin banyak bonus yang diperoleh dari
perusahaan tersebut.
Kesimpulannya, memang ada sedikit
perbedaan pada sistem setiap perusahaan
MLM, namun semuanya berinti pada
mencari anggota lainnya, semakin banyak
anggotanya semakin banyak bonus yang
diperolehnya.

Hukum Syar’i Bisnis MLM=>

Beragamnya bentuk bisnis MLM membuat
sulit untuk menghukumi secara umum,
namun ada beberapa sistem MLM yang jelas
keharamannya, yaitu menggunakan sistem
sebagai berikut :
Menjual barang-barang yang
diperjualbelikan dalam sistem MLM dengan
harga yang jauh lebih tinggi dari harga
wajar, maka hukumnya haram karena secara
tidak langsung pihak perusahaan telah
menambahkan harga yang dibebankan
kepada pihak pembeli sebagi sharing modal
dalam akad syirkah mengingat pembeli
sekaligus akan menjadi member perusahaan
yang apabila ia ikut memasarkan akan
mendapat keuntungan estafet. Dengan
demikian praktek perdagangan MLM
mengandung unsur kesamaran atau
penipuan karena terjadi kekaburan antara
akad jual beli, syirkah dan mudlarabah,
karena pihak pembeli sesudah menjadi
member juga berfungsi sebagai pekerja yang
akan memasarkan produk perusahaan
kepada calon pembeli atau member baru.
(Lihat Fiqh Indonesia hal: 288)
Calon anggota mendaftar keperusahaan
MLM dengan membayar uang tertentu,
dengan ketentuan dia harus membeli produk
perusahaan baik untuk dijual lagi atau tidak
dengan ketentuan yang telah ditetapkan
untuk bisa mendapatkan point atau bonus.
Dan apabila tidak bisa mencapai target
tersebut maka keanggotaannya akan dicabut
dan uangnya pun hangus. Ini diharamkan
karena unsur ghoror (spekulasi) nya sangat
jelas dan ada unsur kedhaliman terhadap
anggota.
Calon anggota mendaftar dengan membayar
uang tertentu, tapi tidak ada keharusan
untuk membeli atau menjual produk
perusahaan, dia hanya berkewajiban mencari
anggota baru dengan cara seperti diatas,
yakni membayar uang pendaftaran. Semakin
banyak anggota maka akan semakin banyak
bonusnya. Ini adalah bentuk riba karena
menaruh uang diperusahaan tersebut
kemudian mendapatkan hasil yan lebih
banyak.
Mirip dengan yang sebelumnya yaitu
perusahaan MLM yang melakukan kegiatan
menjaring dana dari masyarakat untuk
menanamkan modal disitu dengan janji akan
diberikan bunga dan bonus dari modalnya.
Ini adalah haram karena ada unsur riba.
Perusahaan MLM yang melakukan
manipulasi dalam memperdagangkan
produknya, atau memaksa pembeli untuk
mengkonsumsi produknya atau yang dijual
adalah barang haram. Maka MLM tersebut
jelas keharamannya. Namun ini tidak cuma
ada pada sebagian MLM tapi bisa juga pada
bisnis model lainnya.
Kalau ada yang bertanya “Okelah , kita
sepakat bahwa MLM dengan beberapa
model diatas telah jelas keharamannya,
namun bagaimana sebenarnya hukum MLM
secara umum ?.
Saya paparkan disini keterangan dari Syaikh
Salim Al-Hilali Hafidzahullah1 . Beliau
berkata : “ Banyak pertanyaan seputar bisnis
yang banyak diminati oleh khalayak ramai.
Yang secara umum gambarannya adalah
mengikuti pola piramida dalam sistem
pemasaran, dengan cara setiap anggota
harus mencari anggota- anggota baru dan
demikian seterus selanjutnya. Setiap anggota
membayar uang pada perusahaan dengan
jumlah tertentu dengan iming-iming dapat
bonus, semakin banyak anggota dan
memasarkan produknya maka akan semakin
banyak bonus yang dijanjikan. Sebenarnya
kebanyakan anggota MLM ikut bergabung
dalam perusahaan tersebut adalah karena
adanya iming-iming bonus tersebut dengan
harapan agar cepat kaya dalam waktu yang
sesingkat mungkin dan bukan karena dia
membutuhkan produknya.

Bisnis model ini adalah perjudian murni,
karena beberapa sebab berikut, yaitu:
Ø Sebenarnya anggota MLM ini tidak
menginginkan produknya, akan tetapi tujuan
utama mereka adalah penghasilan dan
kekayaan yang banyak lagi cepat yang akan
diperoleh setiap anggota hanya dengan
membayar sedikit uang.
Ø Harga produk yang dibeli sebenarnya tidak
sampai 30% dari uang yang dibayarkan pada
perusahaan MLM.
Ø Bahwa produk ini bisa dipindahkan oleh
semua orang dengan biaya yang sangat
ringan, dengan cara mengakses dari situs
perusahaan MLM ini dijaringan internet.
Ø Bahwa perusahaan meminta para
anggotanya untuk memperbaharui
keanggotaannya setiap tahun dengan di
iming-imingi berbagai program baru yang
akan diberikan pada mereka.
Ø Tujuan perusahaan adalah membangun
jaringan personil secara estafet dan
berkesinambungan. Yang mana ini akan
menguntungkan anggota yang berada pada
level atas (Upline) sedangkan level bawah
(downline) selalu memberikan nilai point
pada yang berada dilevel atas mereka 2
Berdasarkan ini semua, maka sistem bisnis
semacam ini tidak diragukan lagi
keharamannya karena beberapa sebab
yaitu :
Ini adalah penipuan dan manipulasi
terhadapa anggota.
Produk MLM ini bukanlah tujuan yang
sebenarnya. Produk in hanya bertujuan
untuk mendapat izin dalam undang-undang
dan hukum syar’i
Banyak dari kalangan pakar ekonom dunia
sampai pun orang-orang non muslim
meyakini bahwa jaringan piramida ini adalah
sebuah permainan dan penipuan, oleh
karena itu mereka melarangnya karena bisa
membahayakan perekonomian nasional baik
bagi kalangan individu maupun bagi
masyarakat umum. Berdasarkan ini semua,
tatkala kita mengetahui bahwa hukum syar’I
didasarkan pada maksud dan hakekatnya
serta bukan sekedar polesan luarnya, maka
perubahan nama sesuatu yang haram akan
semakin menambah bahayanya karena ini
berarti terjadi penipuan terhadap Allah dan
Rasul-Nya3 , oleh karena itu sistem bisnis
semacam ini adalah haram dalam
pandangan syar’I. Kalau ada yang bertanya :
“Bahwasanya bisnis ini bermanfaat bagi
sebagian orang” Jawabannya : “Adanya
manfaat pada sebagian orang tidak bisa
menghilangkan keharamannya, sebagaimana
firman Allah Ta’ala:
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr
dan judi. Katakanlah : Pada keduanya itu
terdapat dosa yang besar dan beberapa
manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya
lebih besar dari manfaatnya” (QS Al-
Baqarah:219)
Tatkala bahaya dari khamr dan perjudian itu
lebih banyak daripada manfaatnya, maka
keduanya dengan sangat tegas diharamkan.
Kesimpulannya, bisnis ini adalah memakan
harta manusia dengan cara yang bathil, juga
merupakan bentuk spekulasi dan spekulasi
adalah bentuk perjudian” ( http://
www.alhelaly.com/ , bagian soal jawab)
Fatwa Tentang MLM
Berikut ini adalah teks fatwa Markaz Imam
Al-albani bertanggal 26 Sya’ban 1424H yang
ditanda tangani oleh para masyaikh
Yordania murid-murid Imam Al-Albani, yaitu
Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr,
Salim bin ‘Id Al-Hilali, Ali bin Hasan Al-
Halabi, Masyhur bin Hasan Alu Salman.
Berikut teks fatwa mereka.
Banyak pertanyaan yang datang kepada kami
dari berbagai penjuru tentang hukum
bergabung dengan PT. Bisnis dan
perusahaan modern semisalnya yang
menggunakan sistem piramida. Yang mana
bisnis ini secara umum dijalankan dengan
cara menjual produk tertentu serta
membayar uang dalam jumlah tertentu tiap
tahun untuk bisa tetap menjadi anggotanya.
Yang mana karena dia telah mempromosikan
sistem bisnis ini maka kemudian pihak
perusahaan akan memberikan uang dalam
jumlah tertentu yang terus bertambah sesuai
denga hasil penjualan produk dan
perekrutan anggota baru.
Jawab:
Bergabung menjadi anggota PT. Semacam
ini untuk mempromosikannya yang selalu
terkait dengan pembayaran uang dengan
menunggu bisa merekrut anggota baru serta
masuk dalam sistem bisnis piramida ini
hukumnya HARAM, karena seorang anggota
jelas-jelas telah membayar uang tertentu
demi memperoleh uang yang masih belum
jelas dalam jumlah yang lebih besar. Dan ini
tidak bisa diperoleh melainkan secara
kebetulan ia sedang bernasib baik, yang
mana sebenarnya tidak mampu diusahakan
oleh sianggota tersebut. Ini adalah murni
sebuah bentuk perjudian berdasarkan
kaedah para ulama’. Wallahu Al-Muwaffiq
Amman al-Balqo’ Yordania
26 Sya’ban 1424H

Penutup
Inilah analisis fiqih tentang fenomena bisnis
MLM. Namun tetap kami katakan bahwa jika
ada salah satu perusahaan MLM yang
selamat dari pelanggaran syar’I yang kami
sebutkan diatas, maka hukumnya kembali
pada kehalalannya karena memang pad
dasarnya semua mu’amalah hukumnya halal
kecuali kalau ada sisi yang
mengharamkannya. Akan tetapi ada sebuah
tanda tanya besar: “Adakah MLM yang
seperti itu?” kami tunggu jawabannya dari
para pelaku bisnis MLM. Akhirnya semoga
Allah Ta’ala menjauhkan diri kita dan
keluarga kita serta segenap ummat Islam
dari melakukan sesuatu yang haram serta
semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan
rizqi yang halalan thayyiban. Wallahu A’alam
Bishowab

Fotenote:
1. Jangan ada yan berkata bahwa bisa saja
hukum ini adalah kesimpulan Syaikh Salim
Al-Hilali dari MLM yang ada di Yordania yang
berarti tidak mencakup MLM yang ada di
Indonesia, karena dua hal :
Ø Ini adalah jawaban beliau atas pertanyaan
seputar bisnis MLM yang datang dari
seantero penjuru dunia.
Ø Bahwa MLM semuanya dan dimana saja
berawal dari Amway yang pada intinya
adalah pemasaran produk perusahaan
dengan sistem berantai yang membentuk
piramida. Dengan dalil bahwa gambaran
syaikh tentang MLM sama dengan yan ada di
Indonesia. Jika penduduk kota Surabaya
berjumlah empat juta orang dan semua
penduduk tergabung dalam satu saja
perusahaan MLM, maka pada level sebelas
seorang anggota tidak mungkin lagi mencari
anggota baru di kota Surabaya. Dan ini
sepertinya sesuatu yang jauh sekali , karena
tidak semua orang ingin mengikuti program
MLM, dan anggaplah semuanya tergabung
dalam MLM pastilah dalam banyak PT. MLM
dan bukan pad asalah satu saja. Yang ini
semua mengharuskan orang pada level
delapan atau sembilan tidak bisa lagi
mencari anggota baru.
2. Bukti bahwa yang diuntungkan dengan
sistem MLM adalah Upline, sedangkan
Downline akan selalu dirugikan adalah
bahwa bentuk piramida ini akan berhenti
pada level tertentu yang mana mereka tidak
mungkin bisa mencari anggota baru lagi, ang
dengannya semua bonus dan point yang
dijanjikan adalah impian belaka. Dan perlu
dicermati bahwa dimanapun Downline akan
selalu lebih banyak daripada Upline. Sebagai
sebuah gambaran, apabila ada suatu
Perusahaan MLM yang mengharuskan setiap
anggotanya untuk merekrut lima orang
anggota lainnya, maka perhitungannya
sebagai berikut:
Level
3. Beliau mengisyaratkan pada sebuah
hadits :
Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallhu anhu
berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wasallam bersabda :”Sesungguhnya sebagian
dari ummatku akan minum khamr dan
mereka menamakannya dengan nama yang
lain serta dimainkan musik dan biduanita
pada mereka, Sungguh Allah akan membuat
mereka tertelan bumi serta menjadikan
mereka sebagai kera dan babi” (HR. Abu
Dawud 3688, Ibnu Majah 4020 dengan sanad
Shahih, lihat As-Shahihah I/138)
Ditulis ulang tanpa menyertakan tulisan/teks
arabnya dari majalah Al-Furqon, Edisi 11 th
III/ Jumadi tsani 1425 hal: 30-35